Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH PENGANTAR LINGKUNGAN

PERMASALAHAN LINGKUNGAN HIDUP

NAMA ANGGOTA KELOMPOK :

1. DAUD IMANUEL BLEGUR


2. DESTIDINDA MUDA
3. EKA DORMANTI TAMENO
4. SITI HALIFAH B. IMRON

JURUSAN FISIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNIK
UNIVERSITAS NUSA CENDANA
KUPANG
2018

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan
karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Permasalahan
Lingkungan Hidup” tepat pada waktunya. Makalah ini merupakan tugas mata
kuliah “Pengantar Lingkungan”
Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Ibu Theresia selaku dosen
mata kuliah pengantar lingkungan atas bimbingan dan pengarahannya selama
penyusunan makalah ini serta pihak-pihak yang telah membantu dan tidak dapat
disebutkan satu per satu. Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat dan
menambah wawasan bagi kami khususnya maupun segenap pembaca umumnya.
Kami juga menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena
itu kami sangat membutuhkan kritik dan saran yang sifatnya membangun dan
pada intinya untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan agar dimasa yang akan
datang bisa lebih baik lagi.

Penulis

ii
DAFTAR ISI

Sampul makalah ............................................................................................... i


Kata Pengantar ................................................................................................. ii
Daftar Isi........................................................................................................... iii
BAB 1. PENDAHULUAN .............................................................................. 1
1.1 Latar Belakang .......................................................................................... 1
1.2 Perumusan Masalah .................................................................................. 2
1.3 Tujuan ....................................................................................................... 2
1.4 Metodelogi Penulisan ................................................................................ 2
1.5 Sistematika Penulisan ............................................................................... 3
BAB 2. ISI........................................................................................................ 4
2.1 Jenis-jenis Permasalahan Lingkungan ...................................................... 4
2.1.1 Pertumbuhan Populasi ..................................................................... 4
2.1.2 Degradasi Tanah .............................................................................. 5
2.1.3 Perubahan Atmosfer ........................................................................ 7
2.1.4 Pengurangan Keanekaragaman hayati ............................................. 9
2.2 Upaya Mengatasi Permasalahan Lingkungan ........................................... 11
BAB 3. PENUTUP .......................................................................................... 14
3.1 Kesimpulan ................................................................................................ 14
3.2 Saran ........................................................................................................... 14
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 15

iii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Secara keseluruhan dapat dikemukakan bahwa lingkungan hidup serta
manusia dengan segala faktornya merupakan bagian dari lingkaran kehidupan
manusia. Lingkaran kehidupan antara manusia dan lingkungannya disebut
merupakan satu sistem yang disebut ekologi. Di dalam ekosistem tersebut,
manusia di satu pihak berusaha menciptakan lingkungan yang nyaman untuk
kehidupannya dengan cara mempengaruhi lingkungan. Sedangkan di lain
pihak, manusia senantiasa terancam oleh lingkungan sendiri sehingga keadaan
tersebut mengancam kesehatan manusia yang bersangkutan.
Pada umumnya manusia bergantung pada keadaan lingkungan
disekitarnya yaitu berupa sumber daya alam yang dapat menunjang kehidupan
sehari-hari. Sumber daya alam yang utama bagi manusia adalah tanah, air, dan
udara. Tanah merupakan tempat manusia untuk melakukan berbagai kegiatan.
Air sangat diperlukan oleh manusia sebagai komponen terbesar dari tubuh
manusia. Untuk menjaga keseimbangan, air sangat dibutuhkan dengan jumlah
yang cukup banyak dan memiliki kualitas yang baik. Selain itu, udara
merupakan sumber oksigen yang alami bagi pernafasan manusia. Lingkungan
yang sehat akan terwujud apabila manusia dan lingkungannya dalam kondisi
yang baik.
Adanya keinginan untuk mencapai sasaran pembangunan yang ideal
ialah membentuk manusia Indonesia seutuhnya secara material dan spiritual.
Setiap pembangunan perlu mengkaji komponen yang meliputi komponen
biotik, abiotik dan kultur yaitu sebagai berikut:
1. Pembangunan berwawasan lingkungan
Merupakan pengelolaan sumber daya sebaik mungkin dengan
pembangunan yang berkesinambungan serta peningkatan terhadap mutu hidup
masyarakat. Sasaran pembangunan yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat. Kegiatan pembangunan dapat menimbulkan pengaruh yang
cukup besar terhadap lingkungan. Kegiatan tersebut dapat bersifat secara
alamiah, kimia maupun secara fisik.
2. Kualitas Lingkungan hidup
Yaitu dengan memperhatikan kondisi lingkungan hidup sekitar yang
berhubungan dengan mutu hidup. Kualitas hidup dapat ditentukan oleh tiga
komponen utama yaitu terpenuhinya kebutuhan untuk kelangsungan hidup
hayati, terpenuhinya kebutuhan untuk kelangsungan hidup manusiawi dan
terpenuhinya kebebasan untuk memilih. Lingkungan harus dijaga agar dapat
mendukung terhadap kualitas berupa tingkat hidup masyarakat yang lebih
tinggi. Lingkungan mempunyai kemampuan untuk menghasilkan sumber daya
serta mengurangi zat pencemaran dan ketegangan sosial terbatas. Batas
kemampuan itu disebut daya dukung. Dalam Undang-Undang Lingkungan
Hidup, daya dukung lingkungan ialah kemampuan suatu lingkungan untuk
mendukung peri kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.
Masalah lingkungan hidup dewasa ini timbul karena kecerobohan
manusia dalam pengelolaan lingkungan hidup. Masalah hukum lingkungan
dalam periode beberapa dekade akhir-akhir ini menduduki tempat perhatian
dan sumber pengkajian yang tidak ada habis-habisnya, baik ditingkat regional,
nasional maupun internasional, dengan kata lain dapat dikatakan bahwa

1
kelestarian lingkungan merupakan sumber daya alam yang wajib kita semua
lestarikan dan tetap menjaga kelanjutannya guna kehidupan umat manusia.
Dua hal yang paling essensial dalam kaitannya dengan masalah pengelolaan
lingkungan hidup, adalah timbulnya pencemaran dan perusakan lingkungan
hidup.
Lingkungan hidup di Indonesia perlu ditangani dikarenakan adanya
beberapa faktor yang mempengaruhinya, salah satunya yaitu adanya masalah
mengenai keadaan lingkungan hidup seperti kemerosotan atau degradasi yang
terjadi di berbagai daerah. Secara garis besar komponen lingkungan dapat
dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok biotik (flora darat dan air,
fauna darat dan air), kelompok abiotik ( sawah, air dan udara) dan kelompok
kultur (ekonomi, sosial, budaya serta kesehatan masyarakat).
Ada tiga sebab utama mengapa Indonesia merasa perlu menangani
masalah lingkungan hidup secara sungguh-sungguh antara lain:
1. Kesadaran bahwa Indonesia sulit menanggapi masalah lingkungan hidup
sendiri.
2. Keharusan untuk mewariskan kepada generasi mendatang, bahwa
sumber daya alam yang biasa diolah secara berkelanjutan dalam proses
pembangunan jangka panjang.
3. Alasan yang sifatnya idiil, yaitu untuk mewujudkan pembangunan
manusia seutuhnya.
Adapun masalah lingkungan sendiri pada hakikatnya dapat didefinisikan
secara mendasar sebagai “perubahan dalam lingkungan hidup secara
langsung maupun tidak langsung yang dapat menyebabkan akibat negatif
terhadap kesehatan dan kesejahteraan manusia”. Lingkungan yang tercemar
secara langsung atau tidak langsung, lambat laun akan mengakibatkan
kerusakan lingkungan. Perusakan lingkungan apabila ditinjau dari peristiwa
terjadinya dapat di bagi menjadi dua yaitu:
1. Kerusakan yang disebabkan oleh Alam dan perbuatan manusia
2. Disebabkan pencemaran, baik yang berasal dari air, udara
maupun tanah.
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan pada latar belakang yang telas dijelaskan, maka dapat dibuat
perumusan masalah sebagai berikut:
1. Masalah apa saja yang terjadi pada lingkungan hidup?
2. Apa dampak yang ditimbulkan dari masalah lingkungan hidup?
3. Bagaimana upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah
lingkungan hidup?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan yang dari penulisan makalah ini yaitu dapat mengetahui
masalah-masalah yang terjadi pada lingkungan hidup, dampak yang
ditimbulkan serta upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah
tersebut.
1.4 Metodelogi Penulisan
Pada pembuatan makalah ini metode yang digunakan dalam
mengumpulkan data yaitu dari buku-buku mengenai lingkungan hidup dan
data dari internet. Sehingga apabila dalam penulisan makalah ini ada kata-kata
atau kalimat yang hampir sama dari sumber atau penulis lain harap dimaklumi
dan merupakan unsur ketidaksengajaan.

2
1.5 Sistematika Penulisan
BAB 1. PENDAHULUAN
Pada bagian ini berisi tentang latar belakang, perumusan masalah, tujuan,
metodelogi penulisan dan sistematika penulisan.
BAB 2. ISI
Berisi tentang masalah-masalah yang terjadi pada lingkungan hidup,
seperti pertumbuhan populasi, degradasi tanah, perubahan atmosfer, dan
pengurangan keanekaragaman hayati. Selain itu pada bagian ini juga akan
dibahas tentang dampak masalah lingkungan hidup serta upaya yang dapat
diambil untuk mengatasi permasalahan tersebut.
BAB 3. PENUTUP
Berisi tentang kesimpulan dan saran terhadap hasil penulisan.
DAFTAR PUSTAKA
Berisi tentang sumber-sumber data yang diperoleh dalam penulisan
makalah ini.

3
BAB II
ISI

2.1 Jenis-jenis Permasalahan Lingkungan


Ancaman tentang kerusakan lingkungan hidup semakin lama semakin
besar, meluas dan serius. Persoalannya bukan hanya bersifat isu lokal atau
translokal, namun juga regional, nasional, transnasional dan global. Dampak
lingkungannya tidak hanya berkait pada satu atau dua segi saja, namun terkait
sesuai sifat lingkungan yang memiliki multi mata rantai relasi dan saling
mempengaruhi secara subsistem. Jika satu aspek dari lingkungan terkena
masalah, maka berbagai aspek lainnya akan mengalami dampak atau
berakibat pula. Isu lingkungan hidup pada mulanya adalah masalah alami
yaitu peristiwa yang terjadi sebagai bagian dari proses alamiah (natural).
Proses natural ini terjadi tanpa menimbulkan akibat yang berarti bagi tata
lingkungan itu sendiri dan dapat pulih kemudian secara alami atau disebut
homeostasi.
Berbagai permasalahan melilit lingkungan hidup kita. Permasalahan
lingkungan hidup saat ini memang menjadi problem yang paling sering
terjadi di lingkungan Indonesia. Permasalahan lingkungan ini bisa disebabkan
oleh ciri-ciri manusia sebagai makhluk ekonomi dari beberapa hal, mulai dari
faktor alam atau faktor dari manusianya sendiri.
Ada berbagai macam permasalahan lingkungan yang sering terjadi di
sekeliling kita seperti :

2.1.1 Pertumbuhan Populasi


Masalah pertumbuhan penduduk merupakan permasalahan sosial yang
paling mendesak di negara-negara yang tergolong Negara berkembang dan
negara terbelakang. Dimana, umumnya negara-negara tersebut memiliki
tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi. Tingkat pertumbuhan penduduk
yang tinggi dapat menimbulkan berbagai permasalahan ikutan lainnya.
Pertumbuhan jumlah penduduk yang terlalu cepat akan menimbulkan
implikasi, yaitu semakin besar jumlah penduduk yang harus dipenuhi
kebutuhannya akan pangan, sandang, papan, kesempatan kerja, kebutuhan
akan hiburan dan sebagainya.
Dilihat dari perspektif ekologis bahwa pertumbuhan penduduk yang
cepat dapat berdampak kepada meningkatnya kepadatan penduduk, sehingga
menyebabkan ketidakseimbangan mutu lingkungan secara menyeluruh.
Dampak kepadatan penduduk sebagai akibat laju pertumbuhan penduduk
yang cepat terhadap kelestarian lingkungan adalah sebagai berikut:
(1) Meningkatnya limbah rumah tangga sering disebut dengan limbah
domestik. Dengan naiknya kepadatan penduduk berarti jumlah orang
persatuan luas bertambah. Karena itu jumlah produksi limbah persatuan luas
juga bertambah. Dapat juga dikatakan di daerah dengan kepadatan penduduk
yang tinggi, terjadi konsentrasi produksi limbah.
(2) Pertumbuhan penduduk yang terjadi bersamaan dengan pertumbuhan
ekonomi dan teknologi yang melahirkan industri dan sistem transport
modern. Industri dan transport menghasilkan berturut-turut limbah industri
dan limbah transport. Di daerah industri juga terdapat kepadatan penduduk
yang tinggi dan transport yang ramai. Di daerah ini terdapat produksi limbah
domsetik, limbah industri dan limbah transport.

4
(3) Akibat pertambahan penduduk juga mengakibatkan peningkatan
kebutuhan pangan. Kenaikan kebutuhan pangan dapat dipenuhi dengan
intensifikasi lahan pertanian, antara lain dengan mengunakan pupuk
pestisida, yang notebene merupakan sumber pencemaran. Untuk masyarakat
pedesaan yang menggantungkan hidupnya pada lahan pertanian, maka seiring
dengan pertambahan penduduk, kebutuhan akan lahan pertanian juga akan
meningkat. Sehingga ekploitasi hutan untuk membuka lahan pertanian baru
banyak dilakukan. Akibatnya daya dukung lingkungan menjadi menurun.
Bagi mereka para peladang berpindah, dengan meningkatnya pertumbuhan
penduduk yang sedemikian cepat, berarti menyebabkan tekanan penduduk
terhadap lahan juga meningkat. Akibatnya proses pemulihan lahan
mengalami percepatan. Yang tadinya memakan waktu 25 tahun, tetapi
dengan semakin meningkatnya tekanan penduduk terhadap lahan maka bisa
berkurang menjadi 5 tahun. Saat dimana lahan yang baru ditinggalkan belum
pulih kesuburannya.
(4) Makin besar jumlah penduduk, makin besar kebutuhan akan sumber
daya. Untuk penduduk agraris, meningkatnya kebutuhan sumber daya ini
terutama lahan dan air. Dengan berkembangnya teknologi dan ekonomi,
kebutuhan akan sumber daya lain juga meningkat, yaitu bahan bakar dan
bahan mentah untuk industri. Dengan makin meningkatnya kebutuhan
sumber daya itu, terjadilah penyusutan sumber daya. Penyusutan sumber
daya berkaitan erat dengan pencemaran. Makin besar pencemaran sumber
daya, laju penyusunan makin besar dan pada umumnya makin besar pula
pencemaran.
Dampak kepadatan penduduk terhadap kualitas lingkungan sangatlah
besar. Indonesia sebagai sebuah negara yang jumlah penduduknya sangat
besar juga sedang menghadapi problematika besar tentang masalah kualitas
lingkungan. Masalah yang dihadapi ini akan semakin kompleks karena
lajunya pertumbuhan penduduk tidak bisa ditekan dalam pengertian bahwa
secara alamiah jumlah penduduk dari waktu ke waktu terus bertambah,
disamping itu juga tingkat pencemaran (air dan udara), tekanan terhadap
lahan pertanian, rendahnya kesadaran lingkungan, banyaknya pemilik HPH
yang tidak bertanggungjawab, dan tidak konsistennya Pemerintah dalam
menegakkan hukum akan semakin mempercepat penurunan mutu lingkungan
secara makro. Hal ini terjadi karena adanya perilaku manusia yang tidak
bertanggungjawab dan hanya mementingkan kepentingan diri sendiri.

2.1.2 Degradasi Tanah


Degradasi tanah di lingkungan tropika cukup besar bila ditinjau dari faktor
pembentuk tanah dan akibat aktivitas manusia dalam pengelolaan lahan yang
tidak sesuai dengan kaidah konservasi lingkungan. Umumnya faktor-faktor
penyebab degradasi baik secara alami maupun campur tangan manusia
menimbulkan kerusakan dan menurunnya produktivitas tanah.
Lima proses utama yang terjadi akibat timbulnya tanah terdegradasi, yaitu:
menurunnya bahan kandungan bahan organik tanah, perpindahan liat,
memburuknya struktur dan pemadatan tanah, erosi tanah, deplesi dan pencucian
unsur hara. Faktor degradasi tanah dan proses tejadinya degradasi tanah mutlak
untuk dikenali sehingga upaya rehabilitasi tanah terdegradasi dapat dilakukan
dengan tepat sesuai kerusakan spesipik tanah terdegradasi. Rehabilitasi tanah
terdegradasi merupakan upaya memperpendek tercapainya kerusakan sifat fisik,

5
kimia dan biologi tanah, yaitu kondisi tanah semula sebelum terjadi degradasi.
Rehabilitasi juga berdampak meningkatkan produktivitas tanah terdegradasi
sehingga mampu mendukung sistem usahatani.
Sejak berabad-abad jenis degradasi lahan yang terjadi diantaranya
disebabkan oleh erosi air, angin, dan mekanis; degradasi secara kimiawi dan
biologi. Empat jenis degradasi lainnya telah muncul di abad ini, yaitu:
a) Pencemaran akibat aktivitas pertanian, industri, pertambangan, dan aktivitas
komersial
b) Hilangnya lahan yang mampu ditanami akibat pembangunan habitat manusia
c) Radioaktif antropogenik(pencemaran udara), umumnya tidak disengaja
d) Cekaman lahan akibat konflik bersenjata
e) Pembersihan lahan, seperti tebang habis dan deforestasi. Deforestasi adalah
proses penghilangan hutan alam dengan cara penebangan untuk diambil
kayunya atau mengubah peruntukan lahan hutan menjadi non-hutan. Bisa
juga disebabkan oleh kebakaran hutan baik yang disengaja atau terjadi secara
alami.
f) Hilangnya nutrisi tanah secara permanen akibat praktek pertanian yang
kurang baik
g) Penggembalaan hewan berlebih
h) Irigasi yang tidak baik dan pengambilan air tanah berlebih
i) Pembangunan usaha komersial
j) Kontaminasi tanah
k) Pertambangan
l) Aktivitas olahraga seperti berkendara off-road
m) Perluasan lahan yang menabrak habitat hewan liar
n) Pembajakan tanah berlebihan (erosi mekanis)
o) Pertanian monokultur
p) Pembuangan sampah non-biodegradable seperti plastik
Dampak yang terjadi akibat adanya degradasi tanah antara lain :
a. Perubahan kondisi iklim
Tumbuhan berfungsi untuk meningkatkan penguapan melalui
dedaunan (transpirasi) dan menyerap panas. Jika tumbuhan itu banyak
ditebang maka suhu udara akan berkurang dan penguapan semakin
berkurang.
b. Hilangnya spesies
Spesies makhluk hidup yang ada di dalam hutan menjadi hilang atau
bahkan punah karena hutan sebagai habitatnya mengalami kerusakan.
Sebagian hewan bermigrasi ke wilayah lain yang kondisi hutannya
lebih baik atau terpaksa masuk ke pemukiman penduduk, merusak
kebun atau mengganggu aktifitas manusia
c. Kerugian ekonomi
Kehilangan berbagai jenis spesies makhluk hidup karena rusaknya
lahan menimbulkan kerugian yang tak ternilai harganya.
d. Banjir
Banjir akan semakin sering terjadi karena berkurangnya infiltrasi
dan meningkatnya limpasan permukaan
e. Berkembangnya masalah kemiskinan di kalangan petani
Berkembangnya masalah kemiskinan di kalangan petani ini ternyadi
karena produktifitas lahannya terus menurun.

6
f. Terjadinya erosi
Terbukanya lahan karena kerusakan hutan memungkinkan terjadinya
erosi yang sangat intensif pada lahan sehingga tanah menjadi tidak
subur.
g. Hilangnya nilai estetika
Nilai estetika dari keanekaragam tumbuhan dan hewan yang hidup
pada suatu lahan menjadi hilang.
h. Berkurangnya hasil-hasil hutan yang bernilai
Hasil-hasil hutan yang secara ekonomi dapat memberikan
keuntungan seperti kayu, buah-buahan, dan tanaman obat akan
berkurang atau bahkan hilang.
i. Hilangnya lapisan permukaan tanah yang subur, sehingga penjangkaran
(pencengkraman) akar tanaman tidak ada lagi. Selain itu, unsur-unsur
hara juga ikut terhanyutkan. Akibatnya tanah tidak subur lagi dan
berkembang menjadi tanah yang tandus.
j. Akibat selanjutnya adalah produksi pertanian menurun. Pengelolaan
pertanian menjadi lebih mahal karena banyak pupuk yang harus dibeli
dalam rangka mengembalikan produktivitasnya.
k. Jika biaya produksi pertanian menjadi tinggi, maka menjadikan
kemiskinan bagi para petani.
l. Semakin berkurangnya alternatif pengusahaan lahan, sebab jenis
tanaman yang dapat tumbuh semakin terbatas.
m. Karena lahan garapannya sudah tidak subur, maka petani akan
membuka hutan untuk dijadikan sebagai lahan garapan baru. Hal ini
sangat berbahaya untuk terjadinya erosi kembali.
n. Hutan semakin gundul dan erosi terus terjadi, akibatnya sumber air
tanah semakin berkurang karena infiltrasi air tidak terjadi lagi.
Selanjutnya, air limpasan semakin banyak dan mengakibatkan bahaya
banjir di bagian hilir.

2.1.3 Perubahan Atmosfer


Oleh karena banyaknya pencemaran-pencemaran maka banyak
terganggunya keseimbangan lingkungan khususnya pencemaran-pencemaran
yang terdapat di udara sehingga mempengaruhi lapisan-lapisan yang berada di
atmosfer.
Atmosfer adalah lingkungan udara, yakni udara yang meliputi planet bumi
ini. Atmosfer merupakan sumber oksigen bagi pernapasan dan sumber karbon
dioksida bagi reaksi fotosintesis. Sebagai komponen dasar dari siklus hidrologi,
atmosfer menjadi media transpor air dari lautan ke daratan.
Atmosfer dibagi menjadi beberapa lapis, yang memiliki banyak kegunaan
bagi kehidupan manusia di bumi. Kandungan berbagai gas seperti nitrogen,
oksigen, karbon dioksida serta uap air di dalam atmosfer menandakan bahwa
atmosfer memainkan peran penting bagi kehidupan di bumi.
Di samping itu, atmosfer juga memiliki kegunaan sebagai pelindung bumi,
yang mana mencegah terjadinya suhu yang terlalu panas atau terlalu dingin,
serta mencegah terjadinya bencana hujan meteor menyerang bumi. Meteor yang
jatuh dan mengarah ke bumi, sebelumnya akan mengalami gesekan dengan
lapisan-lapisan atmosfer, sehingga meteor akan terbakar sebelum dapat sampai
ke bumi. Salah satu lapisannya, mampu membantu memancarkan gelombang

7
radio dan berfungsi sebagai alat komunikasi yang disebarkan ke seluruh
permukaan bumi.
Bukan hanya sampai di situ, udara yang terdapat di atmosfer juga dapat
diambil manfaatnya karena berguna sebagai sumber tenaga yang murah. Angin
adalah gerakan udara secara horizontal, yang sejak dulu telah dimanfaatkan oleh
manusia guna memudahkan kehidupannya, malah sekarang ini penggunaannya
semakin beragam. Sekarang ini, kita masih bisa mendapati pemanfaatan tenaga
angin secara tradisional, meskipun teknologi sudah semakin maju, namun
pemanfaatan tradisional masih bank dilakukan.
Di samping fungsi yang cukup banyak dari atmosfer, di sisi lain atmosfer
menampung berbagai bahan pencemar yang dihasilkan terutama oleh kegiatan
manusia. Hal ini dapat menyebabkan kualitas atmosfer menurun yang akhirnya
akan memberikan dampak negatif bagi keseluruhan makhluk hidup dan
kemungkinan menyebabkan perubahan-perubahan sifat atmosfer itu sendiri.
Lapisan atmosfer yang paling dekat ke permukaan bumi adalah
troposfer. Ketebalan troposfer sekitar 15 km. Pada lapisan inilah terjadinya
cuaca dan awan. Pesawat-pesawat terbang melintas pada lapisan ini. Di atas
troposfer terdapat lapisan stratosfer. Lapisan ini mempunyai ketebalan atau
ketinggian 15 km – 50 km dari permukaan bumi. Di antara lapisan troposfer
dan stratosfer terdapat lapisan pelindung yang disebut ozon. Ozon masuk ke
lapisan stratosfer. Pesawat supersonik dan awan abu dari letusan gunung
berapi dapat mencapai lapisan stratosfer. Lapisan di atas stratosfer adalah
mesosfer. Area mesosfer yang mengalami ionisasi disebut ionosfer.
Lapisan ionosfer ini mampu memantulkan gelombang radio. Lapisan
terluar atmosfer yaitu termosfer. Pada termosfer terdapat lapisan eksosfer, di
mana molekul-molekul gas bumi terlepas ke ruang angkasa luar. Lapisan
atmosfer bumi yang berhubungan langsung dengan kehidupan di bumi
adalah troposfer. Perubahan suhu dan kelembapan di troposfer sangat
berpengaruh bagi benda-benda di atas permukaan bumi.
Perubahan iklim merupakan perubahan variabel iklim, khususnya suhu
udara dan curah hujan yang terjadi secara berangsur-angsur dalam jangka
waktu yang panjang antara 50 sampai 100 tahun atau yang biasa disebut
dengan inter centenial (Anonim, 2004).
Faktor-faktor alam seperti fenomena bertambahnya aerosol akibat
letusan gunung berapi, siklon yang dapat terjadi didalam suatu tahun (inter
annual), El-Nino dan La-Nina yang bisa terjadi di dalam sepuluh tahun (inter
decadal) tidak masuk dalam kriteria perubahan iklim global. Pada dasarnya
perubahan iklim disebabkan oleh aktivitas manusia, khususnya yang
berkaitan dengan penggunaan bahan fosil dan alih guna lahan (Anonim,
2004).
Aktivitas manusia secara langsung maupun tidak langsung dapat
menyebabkan perubahan serius pada komposisi atmosfir secara global. Hal
ini disebabkan karena beberapa aktivitas manusia dapat menyebabkan
meningkatnya konsentrasi gas rumah kaca secara signifikan di atmosfer.
Dengan naiknya temperatur rata-rata bumi atau yang biasa disebut dengan
pemanasan global dapat menyebabkan perubahan variabel iklim suhu udara
dan curah hujan.
Seluruh radiasi matahari yang menuju ke permukaan bumi, sepertiganya
dipantulkan kembali ke ruang angkasa oleh atmosfer dan oleh permukaan
bumi. Pemantulan oleh atmosfer terjadi karena adanya awan dan partikel

8
yang disebut aerosol. Keberadaan salju, es dan gurun memainkan peranan
penting dalam memantulkan kembali radiasi matahari yang sampai di
permukaan bumi. Dua pertiga radiasi yang tidak dipantulkan, besarnya
sekitar 240 Watt/m2, diserap oleh permukaan bumi dan atmosfer. Untuk
menjaga kesetimbangan panas, bumi memancarkan kembali panas yang
diserap tersebut dalam bentuk radiasi gelombang pendek. Sebagian radiasi
gelombang pendek yang dipancarkan oleh bumi diserap oleh gas-gas tertentu
di dalam atmosfer yang disebut gas rumah kaca.
Selanjutnya gas rumah kaca meradiasikan kembali panas tersebut ke
bumi. Mekanisme ini disebut efek rumah kaca. Efek rumah kaca inilah yang
menyebabkan suhu bumi relatif hangat dengan rata-rata 14oC, tanpa efek
rumah kaca suhu bumi hanya sekitar -19oC. Sebagian kecil panas yang ada di
bumi, yang disebut panas laten, digunakan untuk menguapkan air. Panas
laten ini dilepaskan kembali ketika uap air terkondensasi di awan.
Beberapa kelompok gas rumah kaca penting adalah uap air (H2O),
kemudian disusul oleh karbondioksida (CO2). Gas rumah kaca yang lain
adalah methana (CH4), dinitro-oksida (N2O), ozone (O3) dan gas-gas lain
dalam jumlah yang lebih kecil.
Perubahan iklim ialah perubahan suhu, tekanan udara, angin, curah
hujan, dan kelembaban sebagai akibat dari pemanasan global. Karena adanya
efek gas rumah kaca, maka gas rumah kaca tersebut akan meneruskan radiasi
gelombang panjang yang bersifat panas, sehingga suhu dipermukaan bumi
akan naik dan menjadi semakin panas dimana laju peningkatan panasnya
berbanding lurus dengan laju perubahan konsentrasi gas rumah kaca. dengan
laju perubahan konsentrasi gas rumah kaca.
Salah satu sendi kehidupan yang vital dan terancam oleh adanya
perubahan iklim ini adalah keanekaragaman hayati (biodiversitas) dan
ekosistem. Biodiversitas sangat berkaitan erat dengan perubahan iklim.
Perubahan iklim berpengaruh terhadap perubahan keanekaragaman hayati
dan ekosistem baik langsung maupun tidak langsung.
Ancaman terhadap kelestarian sumberdaya genetik juga dapat
ditimbulkan oleh adanya pengaruh pemanasan global. Beberapa varian dari
tanaman dan hewan menjadi punah karena perubahan iklim. Kepunahan
spesies tersebut menyebabkan sumberdaya genetic juga akan hilang.
Ironisnya banyak sumberdaya genetic (plasma nutfah) belum diketahui
apalagi dimanfaatkan, kita menghadapi kenyataan mereka telah hilang.
Efek perubahan iklim akan menimbulkan peristiwa ekstrim seperti
meledaknya hama dan penyakit, musim kering yang berkepanjangan, El
Niño, musim penghujan yang relatif pendek, namun curah hujan cukup
tinggi, sehingga timbul dampak banjir dan tanah longsor. Peristiwa yang
ekstrim ini akan mempengaruhi organisma, populasi dan ekosistem.

2.1.4 Pengurangan Keanekaragaman hayati


Pengambilan SDA secara liar sangatlah mempengaruhi penurunan
keanekaragaman hayati, seperti penebangan liar, perburuan satwa dan lain
sebagainya. Karenanya Keanekaragaman hayati kita tersebut saat ini mengalami
ancaman degradasi yang sangat serius akibat kegiatan manusia yang tidak ramah
lingkungan. Ada beberapa penyebab yang mengakibatkan keanekaragaman
hayati terus berkurang, antara lain yaitu:

9
1. Penebangan hutan secara liar
Hutan merupakan sumber utama keanekaragaman hayati karena hutan
merupakan tempat tinggal berbagai spesies tanaman dan hewan. Kerusakan
hutan yang terjadi karena kebakaran atau penebangan hutan secara luas
menyebabkan terjadi penurunan keanekaragaman hayati bahkan kepunahan
banyak spesies hewan dan tumbuhan, misalnya Harimau Jawa. Menurut FAO
dalam laporan State of World Forest tahun 2009 laju kerusakan hutan di
Indonesia mencapai sekitar 1,87 juta hektar pertahun. Apabila laju kerusakan
hutan tidak dikendalikan, hutan Indonesia akan musnah sekitar 15 tahun ke
depan.
2. Polusi gas hasil pembakaran bahan bakar fosil
Pembakaran bahan bakar fosil, seperti karbondioksida dan gas metan,
menyebabkan punahnya ratusan spesies tanaman dan hewan karena terjadi
kenaikan suhu udara secara global (global warming) yang mencapai 1-6 derajat
celcius pada tahun 1900 sampai 2100 (IPCC report, 2007).
3. Pemakaian Freon
Pemakaian freon juga turut menyumbang kepunahan banyak jenis tanaman
dan hewan karena freon yang lepas ke atmosfer menyebabkan lapisan ozon
menjadi berlubang sehingga sinar ultraviolet dari matahari langsung menuju ke
bumi yang mengakibatkan terjadinya mutasi merugikan yang berefek fatal
(mematikan) bagi hewan dan tanaman.
Berkurangnya keanekaragaman hayati di alam memberi efek, baik
secara langsung maupun tidak langsung, merugikan bagi manusia karena
manusia, hewan dan tanaman merupakan komponen ekosistem alam yang
saling berkaitan. Beberapa dampak yang timbul antara lain yaitu:
1. Kepunahan
Kepunuhan berarti hilangnya suatu spesies, Kebakaran hutan
menghancurkan habitat, satwa dan tanaman secara langsung dan besar-
besaran. Sementara yang bertahan akan menghilang secara perlahan dan
menyebabkan hewan dan tumbuhan menjadi langka atau menjadi punah.
2. Kekeringan
Semakin berkurangnya pepohonan dihutan menyebabkan cadangan air
tanah menurun karena pohon merupakan penyimpan cadangan air tanah
untuk musim kemarau terutama yang berasal dari air hujan. Apabila
pepohonan di hutan berkurang, masyarakat disekitar hutan dapat mengalami
kekurangan air di musim kemarau karena cadangan air tanah berkurang.
Kekeringan dapat menjadi bencana alam apabila mulai menyebabkan suatu
wilayah kehilangan sumber pendapatan akibat gangguan pada pertanian dan
ekosistem yang ditimbulkannya. Dampak ekonomi dan ekologi kekeringan
merupakan suatu proses sehingga batasan kekeringan dalam setiap bidang
dapat berbeda-beda. Namun demikian, suatu kekeringan yang singkat tetapi
intensif dapat pula menyebabkan kerusakan yang signifikan.
3. Banjir
Pada musim penghujan dapat terjadi banjir karena tidak adanya
pepohonan di hutan yang dapat menyerap air hujan. Banjir akan memberikan
dampak terhadap hidup manusia sepeerti rusaknya infrasuktur, terputusnya
tranportasi, serta korban nyawa dan lain sebagainya yang merugikan
kelangsungan hidup.

10
4. Kenaikan muka air laut
Penebangan bakau pada pesisir akan menyebabkan Kenaikan muka air
laut juga telah menyebabkan tenggelamnya tambak udang dan ikan di
beberapa daerah di Indonesia termasuk di pantai-pantai Jawa Barat, Jawa
Tengah, Jawa Timur, Aceh dan Sulawesi Selatan.

2.2 Upaya Mengatasi Permasalahan Lingkungan


2.2.1 Pertumbuhan Populasi
Cara untuk mengatasi masalah pertumbuhan penduduk yang tinggi yaitu :
1. Penambahan dan penciptaan lapangan kerja bagi para penduduk agar
meningkatkan pola hidup masyarakat.
2. Meningkatkan pendidikan dan kesadaran untuk para penduduk agar
penduduk memiliki kecerdasan dan kesadaran agar mengikuti
program keluarga berencana agar menanggulangi populasi penduduk.
3. Mengurangi jumlah penduduk dengan melakukan transmigrasi
menyebarkan penduduk ke daerah-daerah yang kepadatan penduduk
rendah.
4. Meningkatkan produksi dan sumber daya makanan agar mengimbangi
dan menyesuaikan kepadatan agar tidak bergantung dengan daerah
lain.
5. Mengikuti program KB agar tidak membuat daerah yang sudah padat
penduduk menjadi lebih padat lagi.

2.2.2 Degradasi Tanah


Upaya yang dapat di lakukan untuk mengatasi dan mencegah degradasi
lahan dan lingkungan adalah sebagai berikut:
1. Sosialisasi pentingnya lingkungan hidup yang lestari dan sosialisasikan
bahaya dari keusakan lingkungan dan lahan. Memberikan penjelasan
tentang dampak negative dari degradasi lahan dan lingkungan untuk
menyadarkan masyarakat agar tidak merusak alam dan lahan.
2. Adanya undang-undang tentang menjaga dan melestarikan alam dan
lahan. Serta undang-undang tentang perusakan alam dan bagaimana
menggunakan lahan dengan benar.
3. Diperlukan tempat untuk melatih dan membimbing masyarakat dengan
kursus keterampilan agar bisa memanfaatkan dan mengolah lahan yang
ada dengan baik yang tidak menimbulakn kerusakan dengan tidak
menyebabkan degradasi pada lahan dan lingkungan.
4. Pemberian hukuman dan sanksi yang berat kepada perusak lahan atau
lingkungan berdasarkan undang-undang yang ada. Perusakan ini
meliputi sesuatu yang komplek seperti perusakan lahan dan lingkungan,
habitat di lingkungan tersebut serta komponen yang penting bagai
kehidupan seperti udara dan air.
5. Adanya kebijakan dan pengawasan ketat bagi pengelola SDA agar
tidak merusak lingkungan.
6. Menjaga kawasan tangkapan hujan seperti kawasan pegunungan yang
harus selalu hijau karena daerah pegunungan merupakan sumber bagi
perairan di darat.
7. Untuk mengurangi aliran permukaan serta untuk meningkatkan resapan air
sebagia air tanah, maka diperlukan pembuatan lahan dan sumur resapan.

11
8. Reboisasi di daerah pegunungan, dimana daerah tersebut berfungsi
sebagai reservoir air, tata air, peresapan air, dan keseimbangan
lingkungan.
9. Adanya pengaturan terhadap penggunaan air bersih oleh pemerintah.
10. Sebelum melakukan pengolahan diperlukan adanya pencegahan terhadap
pembuangan air limbah yang banyak dibuang secara langsung ke sungai
11. Adanya kegiatan penghijauan di setiap tepi jalan raya, pemukiman
penduduk, perkantoran, dan pusat-pusat kegiatan lain.
12. Adanya pengendalian terhadap kendaraan bermotor yang memiliki tingkat
pencemaran tinggi sehingga menimbulkan polusi.
13. Memperbanyak penggunaan pupuk kandang dan organik dibandingkan
dengan penggunaan pupuk buatan sehinnga tidak terjadi kerusakan pada
tanah.
14. Melakukan reboisasi terhadap lahan yang kritis sebagai suatu bentuk usaha
pengendalian agar memiliki nilai yang ekonomis.
15. Pembuatan sengkedan, guludan, dan sasag yang betujuan untuk
mengurangi laju erosi.
16. Adanya pengendalian terhadap penggunan sumber daya alam secara
berlebihan.
17. Untuk menambah nilai ekonomis maka penggunaan bahan mentah perlu
dikurangi karena dianggap kurang efisien.
18. Reklamasi lahan pada daerah yang sebelumnya dijadikan sebagai daerah
penggalian.

2.2.3 Perubahan Atmosfer


Untuk mengurangi dampak buruk dari perubahan iklim, banyak hal
yang bisa kita lakukan, seperti :
1. Banyak Membaca tentang isu lingkungan
2. Menghemat Listrik
3. Mengendarai Sepeda/Bus/Berjalan ke Sekolah
4. Memberi tahu teman dan keluarga tentang perubahan iklim
5. Menanam Pohon
6. Melakukan Daur Ulang Sampah
Tingkat pencemaran dan kerusakan lingkungan dapat dikurangi
dengan cara melakukan pengembangan usaha seperti mendaur ulang
bahan-bahan yang sebagian besar orang menganggap sampah,
sebenarnya dapat dijadikan barang lain yang bisa bermanfaat dan
tentunya dengan pengolahan yang baik. Pengelolaan limbah sangat
efisien dalam upaya untuk mengatasi masalah lingkungan. Langkah-
langkah yang dapat dilakukan dalam pengelolaan limbah dengan
menggunakan konsep daur ulang adalah sebagai berikut:
a) Melakukan pengelompokan dan pemisahan limbah terlebih dahulu.
b) Pengelolaan limbah menjadi barang yang bermanfaat serta memilki
nilai ekonomis.
c) Dalam pengolahan limbah juga harus mengembangkan penggunaan
teknologi.

2.2.4 Pengurangan Keanekaragaman hayati


Penurunan keanekaragaman hayati bukanlah permasalahan yang harus di
sepelekan dalam keseimbangan lingkungan, sebagaimana dalam konsep

12
lingkungan yang disebutkan bahwa apabila salah satu komponen hilang maka
akan menyebabkan ketidak seimbangan pada komponen yang lainnya.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menghindari berkurangnya
keanekaragaman hayati antara lain yaitu:
1) Menghentikan kegiatan perburuan satwa di alam terutama untuk jenis satwa
yang dilindungi dan terancam punah, contohnya penyu, untuk tujuan
diperdagangkan maupun koleksi pribadi.
2) Melindungi flaura dan fauna yang langka, demi menjaga kelangsungan
kehidupan yang langka tersebut. Untuk menjaga kelestarian flora dan fauna,
upaya yang dapat dilakukan adalah mendirikan tempat atau daerah dengan
memberikan perlindungan khusus yaitu sebagai berikut:
a. Hutan Suaka Alam merupakan daerah khusus yang diperuntukan untuk
melindungi alam hayati.
b. Suaka Marga Satwa merupakan salah satu dari daerah hutan suaka alam
yang tujuannya sebagai tempat perlindungan untuk hewan-hewan langka
agar tidak punah.
c. Taman Nasional yaitu daerah yang cukup luas yang tujuannya sebagai
tempat perlindungan alam dan bukan sebagai tempat tinggal melainkan
sebagai tempat rekreasi.
d. Cagar alam merupakan daerah dari hutan suaka alam yang dijadikan
sebagai tempat perlindungan untuk keadaan alam yang mempunyai ciri
khusus termasuk di dalamnya meliputi flora dan fauna serta lingkungan
abiotiknya yang berfungsi untuk kepentingn kebudayaan dan ilmu
pengetahuan.
3) Menghentikan kegiatan penangkapan ikan secara ilegal terutama
penangkapan ikan menggunakan racun dan setrum di danau, sungai atau di
daerah aliran air lainnya.
4) Menghentikan kegiatan penebangan pohon secara liar dan tidak
bertanggung jawab baik dikawasan pegunungan, pemukiman maupun di
kawasan mangrove pesisir pantai.
5) Menanam pohon-pohonan dan memeliharanya dengan baik.
6) Mengolah sampah sesuai jenisnya dan mengurangi membakar sampah serta
membuang sampah tidak pada tempatnya karena dapat mencemari
lingkungan.

13
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari uraian diatas antara lain :
1. Berbagai permasalahan dalam lingkungan hidup saling mengalami
keterkaitan satu sama lain. Terganggu salah satu anggota ekosistem
menyebabkan gangguan pada anggota ekosistem lainnya.
2. Pertumbuhan populasi yang meningkat dengan tidak terkendali
mengakibatkan adanya degradasi tanah sebagai akibat dari kegiatan untuk
memenuhi kebutuhan yang tiada habisnya, dalam proses berkegiatan
tersebut terjadi pencemaran udara secara tidak langsung yang
mengakibatkan perubahan atmosfer, dampak dari perubahan atmosfer pun
membuat adanya pengurangan keanekaragaman hayati dikarenakan tidak
mampu menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi pada lingkungan.
3. Dilakukan berbagai upaya pencegahan, penanggulan maupun perbaikan
dengan harapan keadaan lingkungan yang sudah rusak dapat diperbaiki
sehingga dapat tetap mampu menopang kehidupan di muka bumi.
3.2 Saran
1. Semoga melalui makalah ini setiap kita boleh menyadari tentang betapa
pentingnya melesatarikan lingkungan demi keberlangsungan hidup yang
lebih baik.
2. Dengan mengetahui berbagai dampak yang dapat ditimbulkan, kita bisa
mulai lebih berpikir kritis untuk mengusulkan cara-cara kreatif untuk
menciptakan upaya-upaya penanggulan yang lebih mudah dan efisien.
3. Isi dari makalah ini jauh dari kesempurnaan karena itu diharapkan untuk
member saran, kritik dan komentar membangun untuk perbaikan makalah di
masa yang akan datang.

14
DAFTAR PUSTAKA

Rahardjo, S., Dina, L., dan Suyono. 2006. Pengendalian Dampak Lingkungan.
Surabaya: Penerbit Airlangga.
Soemarwoto, O. 1994. Ekologi Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Bandung:
Djambatan.
Soeriaatmadja, R. E. 1989. Ilmu Lingkungan. Bandung: Penerbit ITB.
Daryanto dan Angung Suprihatin. 2013. Pengantar Pendidikan Lingkungan
Hidup. Yogyakarta: Gava Media.
Soemarwoto. 2010. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Penerbit : UGM.
Tresna Sastrawijaya,A. 2009. Pencemaran Lingkungan. Jakarta : PT Rineka
Cipta.
Adi, S. 2003. Degradasi tanah pertanian Indonesia. (http://www.sinar tani-
online.co.id. 29 Maret 2009, diakses pada tanggal 2 April 2018)
Anonimous. 1992. Kualitas Lingkungan Hidup Indonesia 1992: 20 tahun Setelah
Stockholm. (http://rudyct.com/PPS702- ipb/08234/nuraini_soleiman.htm, diakses
2 April 2018).
http://kuantannet.blogspot.co.id/2016/12/makalah-kerusakan-
lingkungan.html (diakses pada tanggal 2 April 2018)
makalah-masalah-lingkungan-hidup.doc (diakses pada tanggal 2 April 2018)
http://jujubandung.biz/2013/06/03/berbagai-permasalahan-lingkungan-di-
indonesia-yang-wajib-kita-pecahkan/ (Diakses pada tanggal 2 April 2018)

15