Anda di halaman 1dari 21

Ujian Praktikum Keperawatan Keluarga – FKEPUniversitas Jember 2018

PREPLANNING TENTANG KELUARGA DENGAN GIZI KURANG PADA


KELUARGA BAPAK X

Diajukan untuk memenuhi tugas ujian praktikum mata kuliah Keperawatan


Keluarga

Oleh:

Febria Savitry Arum Melati 162310101019

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JEMBER
FAKULTAS KEPERAWATAN
Jl. Kalimantan No. 37 Kampus Tegal Boto Jember Telp./Fax (0331) 323450
Ujian Praktikum Keperawatan Keluarga – FKEPUniversitas Jember 2018

BAB I. LATAR BELAKANG


1.1.Analisis Situasi
Walaupun di beberapa negara di dunia masalah gizi kurang mengalami
penurunan namun secara global menurut WHO gizi kurang masih menjadi
masalah kesehatan utama di seluruh dunia. Pada tahun 2014 terdapat 2-3 juta
orang mengalami gizi kurang di setiap negara, walaupun gizi kurang tidak
secara langsung menyebabkan kematian pada anak, namun gizi kurang
dihubungkan dengan penyebab dari 54% kematian pada anak-anak di Negara
berkembang. Prevalensi gizi kurang di dunia pada anak dengan umur di bawah
lima tahun dari tahun 2010-2012 masih terbilang tinggi yaitu 15% . Malnutrisi
mengacu pada kekuranngan, kelebihan, atau ketidakseimbangan asupan energi
dan/atau nutrisi. Istilah malnutrisi menangani 3 kelompok besar dengan
kondisi: kurang nutrisi, yang meliputi pembuangan (berat badan rendah-untuk-
tinggi), pemendekan (tinggi rendah-untuk-usia), dan berat badan kurang (berat
rendah-usia); malnutrisi yang terkait mikronutrien, yang mencakup defisiensi
mikronutrien (kekurangan vitamin dan mineral yang penting) atau kelebihan
mikronutrien; dan kelebihan berat badan, obesitas dan penyakit tidak menular
yang berhubungan dengan diet (seperti penyakit jantung, stroke, diabetes dan
beberapa jenis kanker).
Angka anak-anak yang menderita kekurangan gizi di Indonesia ternyata
masih tinggi bila dibandingkan angka ambang batas yang ditetapkan badan
kesehatan dunia (WHO). Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan
tingginya angka kekurangan gizi itu tampak pada tiga kategori kekurangan
gizi. Pada kategori kekurangan gizi menurut indeks berat badan per usia,
angkanya mencapai 17%. Padahal ambang batas angka kekurangan gizi WHO
itu 10%. Sedangkan kategori kedua adalah kekurangan gizi berdasarkan indeks
tinggi badan per usia. Dalam kategori ini, angka kekurangan gizi masih 27,5%.
Ujian Praktikum Keperawatan Keluarga – FKEPUniversitas Jember 2018

Gambar 1. Pesentase Gizi Buruk dan Gizi Kurang Menurut BB/U di Indonesia

Gambar 2. Persentase Balita Pendek dan Sangat Pendek di Indonesia

1.2 Perumusan Masalah


Dari pendataan yang kami lakukan, kami menemukan 1 rumusan
masalah yaitu : Ketidakefektifan manajemen kesehatan keluarga Bapak X
untuk meningkatkan kesehatan dan perhatian terhadap kesehatan dan/ atau
suatu penyakit.
Ujian Praktikum Keperawatan Keluarga – FKEPUniversitas Jember 2018

BAB II. TUJUAN DAN MANFAAT


2.1 Tujuan
2.1.1 Tujuan Umum
Kegiatan penyuluhan pendidikan kesehatan ”Pentingnya Gizi
Seimbang” ini bertujuan untuk membantu meningkatkan
pengetahuan tentang gizi seimbang.
2.1.2 Tujuan Khusus
1. Keluarga Bapak X mampu mengetahui tentang pentingnya
peningkatan gizi keluarga
2. Keluarga bapak X mampu mengetahui cara peningkatan gizi
keluarga
3. Keluarga bapak X mampu menerapkan gizi yang baik dalam
kehidupan sehari-hari
2.2 Manfaat
2.2.1 Bagi Keluarga
Manfaat pendidikan kesehatan ini untuk menambah dan
mengembangkan pengetahuan serta wawasan keluarga mengenai
pentingnya peningkatan gizi keluarga, cara peningkatan gizi dan
penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
2.2.2 Bagi Tenaga Kesehatan
Manfaat pendidikan kesehatan ini bagi tenaga kesehatan yaitu
semakin bertambahnya wawasan dan menjadi referensi tambahan
untuk tenaga kesehatan lainnya.
Ujian Praktikum Keperawatan Keluarga – FKEPUniversitas Jember 2018

BAB III. KERANGKA PENYELESAIAN MASALAH

3.1 Dasar Pemikiran


Gizi seimbang adalah makanan yang terdiri dari beraneka ragam makanan
dalam jumlah dan proporsi yang sesuai sehingga memenuhi kebutuhan gizi
seseorang (Sulistyoningsih, 2011). Nutrisi adalah proses tersedianya energi dan
bahan kimia dari makanan yang penting untuk pembentukan, pemeliharaan,
dan penggantian sel. Nutrients adalah zat organik dan anorganik dalam
makanan yang diperlukan tubuh agar dapat berfungsi untuk pertumbuhan dan
perkembangan, aktivitas, mencegah defisiensi, memelihara kesehatan dan
mencegah penyakit, memelihara fungsi tubuh, kesehatan jaringan, dan suhu
tubuh, meningkatkan kesembuhan, dan membentuk kekebalan (Harnanto,Addi
dan Rahayu,Sunarsih, 2016).
Gizi kurang adalah gangguan kesehatan akibat kekurangan atau
ketidakseimbangan zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan, aktivitas
berfikir dan semua hal yang berhubungan dengan kehidupan. Dari data seluruh
dunia menurut WHO (2016),sekitar 45% kematian di antara anak-anak di
bawah usia 5 tahun mengalami gizi kurang. Gizi kurang berdampak langsung
terhadap kesakitan dan kematian, gizi kurang juga berdampak terhadap
pertumbuhan, perkembangan ntelektual dan produktivitas. Anak yang
kekurangan gizi pada usia balita, akan tumbuh lebih pendek dan mengalami
gangguan pertumbuhan serta perkembangan otak yang berpengaruh pada
rendahnya tingkat kecerdasan (Adisasmito, 2008).
Nutrient adalah zat organik an anorganik dalam makanan yang diperlukan
tubuh. Nutrient digolongkan ke dalam 6 kategori, yaitu karbohidrat, protein,
lemak, vitamin, mineral, air. Apabila seseorang dapat memenuhi nutrisinya
dengan baik maka status gizi pada seseorang akan meningkat (Harnanto,Addi
dan Rahayu,Sunarsih, 2016)
Ujian Praktikum Keperawatan Keluarga – FKEPUniversitas Jember 2018

Kerangka Penyelesaian

PENGKAJIAN

PENGUMPULAN DATA SUBYEKTIF


DAN OBYEKTIF

PENGOLAHAN DATA

MENETAPKAN MASALAH
KEPERAWATAN

MENETAPKAN INTERVENSI
KEPERAWATAN

MELAKUKAN IMPLEMENTASI
KEPERAWATAN

MENETAPKAN EVALUASI
KEPERAWATAN

MENULISKAN DOKUMENTASI
KEPERAWATAN
Ujian Praktikum Keperawatan Keluarga – FKEPUniversitas Jember 2018

BAB IV. RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN

4.1 Realisasi Penyelesaian Masalah


Kegiatan pelaksanaan pendidikan kesehatan mengenai “Pentingnya Gizi
Seimbang” dan demonstrasi tumpeng gizi seimbang dilakukan pada hari
Kamis, 29 November 2018. Kegiatan ini bertempat di Laboratorium Fakultas
Keperawatan Universitas Jember Pukul 07.00 WIB
4.2 Khalayak Sasaran
Khalayak sasaran pada keluarga dengan anggota keluarga yang kurang
pemahaman tentang pentingnya gizi seimbang
4.3 Metode yang Digunakan
1. Jenis model pembelajaran : Ceramah dan demonstrasi
2. Landasan teori :diskusi
3. Langkah pokok
a. Menciptakan suasana pertemuan yang baik
b. Mengidentifikasi pilihan tindakan
c. Menetapkan tindak lanjut sasaran
4. Setting tempat

Keterangan :

= Keluarga

= Pemateri
Ujian Praktikum Keperawatan Keluarga – FKEPUniversitas Jember 2018

DAFTAR PUSTAKA

Adisasmito W. 2008. Sistem Kesehatan. Jakarta : Raja Grafindo Persada

Badan POM RI. 2013. Pedoman Pangan Jajanan Anak Sekolah Untuk
Pencapaian Gizi Seimbang. Badan Pengawas Obat dan Makan

Harnanto, Addi Mardi dan Rahayu, Sunarsih. 2016. Kebutuhan Dasar Manusia II.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

KemenKes RI. 2015. Infodatin-Gizi.Pdf. Jakarta Selatan. 2015

Ratufelan, Esra dkk. 2018. Hubungan Pola Makan, Ekonomi Keluuarga


dan Riwayat Infeksi Dengan Kejadian Gizi Kurang Pada Balita Di
Wilayah Kerja Puskesmas Benu-Benua Tahun 2018. Universitas Halu
Oleo: JIMKESMAS

Sulistyoningsih, Hariyani. 2011. Gizi untuk Kesehatan Ibu dan Anak. Yogyakarta:
Graha Ilmu

WHO.2010

Lampiran:
Lampiran1 : Berita Acara
Lampiran2 : DaftarHadir
Lampiran3 : Satuan Acara Penyuluhan (SAP)
Lampiran4 : Standar Operasional Prosedur (SOP) bila ada
Lampiran5 : Materi
Lampiran6 : Media (Lembar Balik)
Lampiran7 : Dokumentasi

Jember, 29 November 2018

Pemateri

Febria Savitry Arum Melati


162310101019
Ujian Praktikum Keperawatan Keluarga – FKEPUniversitas Jember 2018

Lampiran 1: Berita Acara

KEMENTRIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JEMBER
FAKULTAS KEPERAWATAN
T.A 2018/2019

BERITA ACARA

Pada hari ini Kamis, 29 November tahun 2018 pukul 07.00 WIB bertempat di
Laboratorium Fakultas Keperawatan Universitas Jember telah dilaksanakan
Kegiatan pendidikan kesehatan mengenai “Pentingnya Gizi Seimbang” dan
mendemonstrasikan tumpeng gizi seimbang.

Jember, 29 November 2018

Penguji
PBL Keperawatan Keluarga

(……………………………)
Ujian Praktikum Keperawatan Keluarga – FKEPUniversitas Jember 2018

Lampiran 2: Daftar Hadir

KEMENTRIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JEMBER
FAKULTAS KEPERAWATAN
T.A 2018/2019

DAFTAR HADIR

Kegiatan pendidikan kesehatan “Pentingnya Gizi Seimbang” Pada hari Kamis


tanggal 29 bulan November tahun 2018 jam 07.00 WIB bertempat di
Laboratorium Fakultas Keperawatan Universitas Jember dihadiri oleh :

NO NAMA ALAMAT TANDA TANGAN

1. 1…………..
2. 2………….
3. 3…………..
4. 4………….
5. 5…………..

Jember, 29 November 2018

Penguji
PBL Keperawatan Keluarga

…………………………….
Ujian Praktikum Keperawatan Keluarga – FKEPUniversitas Jember 2018

Lampiran 3: Satuan Acara Penyuluhan (SAP)

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)


Topik : Pentingnya Gizi Seimbang
Sasaran : Keluarga Bapak X
Waktu : 07.00
Hari/Tanggal : Kamis, 29 November 2018
Tempat : Laboratorium Fakultas Keperawatan Universitas Jember

1. Standar Kompetensi
Setelah diberikan pendidikan kesehatan, mengenai “Pentingnya Gizi
Seimbang” dan mendemonstrasikan tumpeng gizi seimbang kepada keluarga
diharapkan keluarga Bapak X dapat mengetahui dan memahami serta
menerapkan dalam kehidupan sehari-hari.
2. Kompetensi Dasar
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan dan demonstrasi selama 30 menit
sasaran akan mampu
a. Memahami tentang pentingnya gizi seimbang
b. Memahami tentang pengertian gizi kurang dan gizi seimbang
c. Memahami tentang manfaat gizi seimbang
d. Memahami tumpeng gizi seimbang
3. Pokok Bahasan: Pentingnya Gizi Seimbang
4. Sub pokok Bahasan
a. Pengertian gizi kurang dan gizi seimbang
b. Manfaat gizi seimbang
c. Tumpeng gizi seimbang
5. Waktu: 30 menit
6. Bahan/Alat yang Diperlukan : Poster, peraga makanan
7. Model Pembelajaran
a. Jenis model penyuluhan: Presentasi dan demonstrasi
b. Landasan teori
c. Langkah pokok :
Ujian Praktikum Keperawatan Keluarga – FKEPUniversitas Jember 2018

a) Menciptakan suasana pertemuan yang baik


b) Mengidentifikasi pilihan tindakan
c) Menetapkan tindak lanjut sasaran
8. Setting Tempat

Keterangan :

= Keluarga

= Pemateri

9. Persiapan
Sebelum melakukan kegiatan pendidikan kesehatan “Pentingnya Gizi
Seimbang” dan demontrasi makanan, mahasiswa menyiapkan alat dan bahan
seperti poster untuk presentasi, dan peraga makanan.
10. Kegiatan Pendidikan Kesehatan
Tindakan
Proses Waktu
Kegiatan Pemateri Kegiatan Peserta
Pendahuluan a. Memberikan salam, Memperhatikan dan 5 menit
memperkenalkan diri, dan menjawab salam
membuka penyuluhan M
b. Menjelaskan materi secara Memperhatikan
umum dan manfaat bagi
peserta.
c. Menjelaskan tujuan umum Memperhatikan
dan tujuan khusus
penyuluhan kesehatan.
Penyajian Menjelaskan mengenai materi 20 menit
penyuluhan, sebagai berikut:
a. Pengertian gizi kurang dan Memperhatikan
gizi seimbang
b. Manfaat gizi seimbang Memperhatikan
Ujian Praktikum Keperawatan Keluarga – FKEPUniversitas Jember 2018

c. Demonstrasi tumpeng gizi Memperhatikan

Penutup a. Menutup pertemuan dengan Memperhatikan 5 menit


evaluasi memberi
kesimpulan dari materi
yang disampaikan
b. Mengajukan pertanyaan Memberi komentar dan
kepada peserta menjawab pertanyaan
bersama
c. Mendiskusikan bersama Memperhatikan dan
jawaban dari pertanyaan kooperatif
yang telah diberikan
d. Menutup pertemuan dengan Menjawab salam
memberi salam

11. Evaluasi
a. Mampu mengerti tentang pentingnya gizi seimbang
b. Mampu menjelaskan tentang pengertian gizi kurang dan gizi seimbang
c. Mampu menjelaskan manfaat gizi seimbang
d. Mampu menerapkan gizi seimbang untuk peningkatan kualitas kesehatan
Ujian Praktikum Keperawatan Keluarga – FKEPUniversitas Jember 2018

Lampiran 4. Standar Operasional Prosedur

(tidak ada)
Ujian Praktikum Keperawatan Keluarga – FKEPUniversitas Jember 2018

Lampiran 5. Materi
1. Pentingnya gizi seimbang
Nutrisi berasal dari kata nutrients artinya bahan gizi. Nutrisi adalah proses
tersedianya energi dan bahan kimia dari makanan yang penting untuk
pembentukan, pemeliharaan dan penggantian sel tubuh. Nutrient adalah
zat organik dan anorganik dalam makanan yang diperlukan tubuh agar
dapat berfungsi untuk pertumbuhan dan perkembangan, aktivitas,
mencegah defisiensi, memeliharan kesehatan dan mencegah penyakit,
memelihara fungsi tubuh, kesehatan jaringan, dan suhu tubuh,
meningkatkan kesembuhan, dan membentuk kekebalan.
Nutrient digolongkan ke dalam 6 kategori, yaitu karbohidrat, protein,
lemak, vitamin, mineral, dan air.
a. Karbohidrat
Karbohidrat terdiri dari karbon, hidrogen, dan oksigen. Gula, sirup,
madu, buah, dan susu adalah sumber karbohidrat sederhana. Roti,
sereal, kentang, beras, pasta, dan gandum berisi karbohidrat
kompleks. Fungsi karbohidrat adalah memberikan energi.
b. Protein
Protein terdiri dari karbon, hidrogen, oksigen, dan nitrogen. Tubuh
mensintesis protein antara lain membentuk hemoglobin untuk
membawa oksigen ke jaringan, insulin untuk regulasi glukosa
darah, dan albumin untuk regulasi tekanan osmotik darah. Fungsi
protein untuk pertumbuhan, regulasi fungsi dan proses tubuh,
pembentukan kembali protein sel, dan energi, memelihara sistem
imunitas tubuh, sel, cairan tubuh, tulang, kulit, gigi, otot, rambut,
darah, dan serum.
c. Lemak
Lemak secara ideal membentuk sekitar 20% berat badan pada
orang yang tidak gemuk. Lemak berfungsi sebagai transport sel,
proteksi organ vital, energi, simpanan energi pada jaringan adiposa,
absorbsi vitamin, dan transport vitamin larut lemak. Lemak yang
dioksidasi menghasilkan energi 9 kcal/g. Lemak memberikan rasa
Ujian Praktikum Keperawatan Keluarga – FKEPUniversitas Jember 2018

kenyang karena menetap di lambung lebih lama daripada


karbohidrat atau protein. Lemak diklasifikasikan sebagai lemak
jenuh dan lemak tidak jenuh. Daging sapi, daging domba, minyak
kelapa, minyak kelapa sawit, dan minyak biji kelapa sawit
mengandung asam lemak jenuh lebih tinggi dan lebih keras.
Daging ayam, ikan dan sayuran berisi asam lemak tidak jenuh lebih
tinggi dan lebih lunak.
d. Vitamin
Vitamin adalah zat organik yang penting bagi tubuh untuk
pertumbuhan, perkembangan, pemeliharaan, dan reproduksi, serta
membantu dalam penggunaan energi nutrient. Vitamin
diklasifikasikan sebagai vitamin larut lemak dan vitamin larut air.
1. Vitamin larut lemak :
a. Vitamin A
b. Vitamin D
c. Vitamin E
d. Vitamin K
2. Vitamin larut air :
a. Vitamin B kompleks
b. Vitamin C
e. Mineral dan air
Mineral membantu membentuk jaringan tubuh dan regulasi
metabolisme. Air diperlukan untuk memelihara fungsi sel. Air
diperoleh dari minum cairan dan makan makanan tinggi air, dan
dengan oksidasi makanan. Haus menandakan butuh air dan
mendorong seseorang untuk minum.
2. Pengertian gizi kurang dan gizi seimbang
Definisi Gizi Kurang
Gizi kurang adalah gangguan kesehatan akibat kekurangan atau
ketidakseimbangan zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan, aktivitas
berfikir dan semua hal yang berhubungan dengan kehidupan. Dari data
seluruh dunia menurut WHO (2016).
Ujian Praktikum Keperawatan Keluarga – FKEPUniversitas Jember 2018

Definisi Gizi Seimbang


Gizi seimbang adalah susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat-
zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh,
dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman makanan, aktivitas fisik,
kebersihan, dan berat badan (BB) ideal (Wardhani, Siti, 2018).
3. Manfaat gizi seimbang
A. Karbohidrat : sumber utama zat tenaga/ energi
B. Lemak : menghasilkan energi tinggi karena setiap 1 gram asupan
lemak akan menghasilkan 9 kkal energi
C. Protein : sebagai zat pembangun dalam struktur dan fungsi sel
D. Vitamin : untuk proses metabolisme atau bekerjanya fungsi organ
tubuh
E. Mineral : untuk proses metabolisme atau bekerjanya fungsi organ
tubuh, penting untuk pertumbuhan dan pemeliharaan tulang
F. Air : sebagai pembentuk tubuh, sebagai pengatur suhu tubuh, sebagai
pelarut, sebagai pelumas dan bantalan, media transportasi, media
pembuang racun dan sisa metabolisme
4. Tumpeng gizi seimbang
Di Indonesia konsep gizi seimbang dibuat dalam bentuk tumpeng
dengan nampannya yang disebut “Tumpeng Gizi Seimbang”. Tumpeng
Gizi Seimbang menggambarkan 4 prinsip Gizi Seimbang, yaitu: aneka
ragam makanan sesuai kebutuhan, kebersihan, aktivitas fisik dan
memantau berat badan ideal(Wardhani, Siti, 2018).
Bagan Tumpeng Gizi Seimbang
Ujian Praktikum Keperawatan Keluarga – FKEPUniversitas Jember 2018

Keterangan Bagan Tumpeng Gizi Seimbang


Tumpeng Gizi Seimbang (lihat gambar dari bawah ke atas) terdiri dari 5
lapis, yaitu:
1. Lapis kelima
a. Diisi air putih, air putih merupakan bagian terbesar dan zat gizi
esensial bagi kehidupan untuk hidup sehat dan aktif
b. Dalam sehari, kebutuhan air putih untuk tubuh minimal 2 liter (8
gelas)
2. Lapis keempat
a. Terdapat potongan besar yang merupakan makanan golongan
makanan pokok (sumber karbohidrat)
b. Golongan ini dianjurkan dikonsumsi 3-8 porsi
3. Lapis ketiga
a. Ditempati golongan sayur dan buah sebagai sumber vitamin dan
mineral. Keduanya dalam potongan yang berbeda luasnya untuk
menekan pentingnya peran dan porsi setiap golongan
b. Ukuran potongan sayur dalam tumpeng gizi seimbang dibuat lebih
besar dari buh yang terletak disebelahnya
c. Perbandingan jumlah sayur setiap hari, sedikit lebih besar (3-5 porsi)
daripada buah (2-3 porsi)
4. Lapisan kedua (dari bawah)
a. Dipotongan kanan ada golongan protein, seperti daging, telur, ikan,
susu, dan produk susu (yogurt, mentega, keju, dan lainnya)
b. Dipotongan kiri ada kacang-kacangan serta hasil olahan seperti tahu,
tempe, dan oncom
5. Lapis pertama
Lapis pertama dan menempati puncak tumpeng adalah makanan dalam
potongan yang sangat kecil adalah minyak, gula, dan garam, yang
dianjurkan dikonsumsi seperlunya
6. Pada bagian nampan tumpeng
Terdapat prinsip gizi seimbang lain, yaitu pola hidup aktif dengan
berolahraga, menjaga kebersihan dan pantau berat badan
Ujian Praktikum Keperawatan Keluarga – FKEPUniversitas Jember 2018

7. Luasnya potongan tumpang gizi seimbang menunjukkan porsi makanan


yang harus dikonsumsi setiap orang perhari

5. 4 Pilar Gizi Seimbang


Pedoman Gizi Seimbang baru ini sebagai penyempurnaan pedoman-
pedoman yang lama, bila diibaratkan rumah maka ada 4 (empat) pilar
prinsip yang harus dipenuhi agar rumah tersebut dapat berdiri, yaitu:
1. Mengonsumsi makanan beragam, tidak ada satupun jenis
makanan yang mengandung semua jenis zat gizi yang
dibutuhkan tubuh untuk menjamin pertumbuhan dan
mempertahankan kesehatannya, kecuali Air Susu Ibu (ASI)
untuk bayi baru lahir sampai berusia 6 bulan
2. Membiasakan perilaku hidup bersih, perilaku hidup bersih
sangat terkait dengan prinsip Gizi Seimbang
3. Melakukan aktivitas fisik, untuk menyeimbangkan antara
pengeluaran energi dan pemasukan zat gizi kedalam tubuh
4. Mempertahankan dan memantau Berat Badan (BB) dalam
batas normal. Memantauan BB normal merupakan hal yang
harus menjadi bagian dari ‘Pola Hidup’ dengan ‘Gizi Seimbang’,
sehingga dapat mencegah penyimpangan BB dari BB normal,
dan apabila terjadi penyimpangan maka dapat segera
dilakukan langkah-langkah pencegahan dan penanganannya.
Ujian Praktikum Keperawatan Keluarga – FKEPUniversitas Jember 2018

Lampiran 6. Media
Berisi pesan yang ingin disampaikan, gambar yang sesuai dan kalimat motivasi
Laporan PBL Keperawatan Keluarga – FKEPUniversitas Jember 2018

Lampiran 7. Dokumentasi

Gambar 1. Kegiatan Latihan Berjalan (walking exercise) pada Lansia Ny.SA di


Ruangan Flamboyan UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Kabupaten
Bondowoso pada tanggal 26 Maret 2018 oleh Kurnia Juliarthi Mahasiswa
Program Studi Pendidikan Profesi NersFoto
Fakultas Keperawatan UniversitasJember

Gambar 2. Kegiatan Latihan Berjalan (walking exercise) pada Lansia Ny.SA di


Ruangan Flamboyan UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha Kabupaten
Bondowoso pada tanggal 26 Maret 2018 oleh Kurnia Juliarthi Mahasiswa
Program Studi Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan UniversitasJember

Gambar1.Kegiatan pemberian penyuluhan kesehatan pentingnya gizi seimbang


pada Keluarga Bapak X Kecamatan Sidoluhur Kabupaten Jember pada tanggal 29
November 2018 oleh Febria Savitry Arum Melati Mahasiswa Fakultas
Keperawatan Universitas Jember