Anda di halaman 1dari 9

Makalah Pancasila

“Smart Trash”

DIII T.Telekomunikasi - 3C
Kelompok 7
Andriani Dewik K (1631130045)
Bey Odigdo (1631130028)
Yosta Yusrizal Y (1631130052)
Zulfa Anggrani K (1631130004)

POLITEKNIK NEGERI MALANG


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI
2018
BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Sampah adalah masalah dari sebagian besar negara. Sampah selalu saja dianggap sebagai
barang yang tidak berguna, bahkan ada yang menganggap barang yang menjijikkan.
Sampah bila dibiarkan secara terus – menerus akan menumpuk dan menimbulkan
masalah besar bagi manusia dan lingkungan sekitarnya. Masalah yang ditimbulkan oleh
sampah dapat meliputi berbagai hal, terutama pada kesehatan dan sosial ekonomi.
Sampah memang dapat menimbulkan berbagai macam masalah, untuk itu pemerintah dan
masyarakat berlomba - lomba untuk menangani masalah sampah dimulai dari wacana dan
pandangan tentang problematika sampah dan dampak yang ditimbulkan apabila sampah
dibiarkan begitu saja tampa pengolahan yang benar. Dalam hal ini, sampah meliputi
sampah organik dan anorganik dan lain – lain.
Dalam perkembangan teknologi dapat mempermudah proses daur ulang sampah. Dengan
membuat empat sampah yang dapat mendaur ulang dan memisahkan sampah secara
otomatis dapat mempermudah proses pemilahan sampah dan pengolahannya untuk
sampah organik maupun sampah anorganik dengan memanfaatkan beberapa sensor yang
di tempatkan pada tempat sampah tersebut.
Alasan diatas yang menuntun kami untuk mengajukan judul “Smart Trash” dan
didasarkan juga atas sila pancasila yaitu sila kedua yang memikiki makna Mengakui
persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban antar sesama manusia, Saling mencintai
sesama manusia, Mengembangkan sikap tenggang ras, Tidak bersikap semena-mena
terhadap orang lain, Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, Gemar melakukan kegiatan
kemanusiaan, Berani membela kebenaran dan keadilan, Merasa dirinya sebagai bagian
dari seluruh umat manusia, karena itu perlu mengembangkan sikap saling menghormati
dan bekerjasama dengan bangsa lain. dan sila ketiga yang memiliki makna Sila ini
berhubungan dengan perilaku kita sebagai warga Negara Indonesia untuk bersatu
membangun negeri ini. Contoh sikap yang mencerminkan sila tersebut: Cinta pada tanah
air dan bangsa dengan cara sederhana yaitu bisa dengan langkah kecil dengan menjaga
lingkungan tetap bersih dengan membuang sampah pada tempatnya dan mengolah
sampah yang semakin banyak ini menjadi hal yang lebih bermanfaat bagi kita maupun
bagi lingkungan sekitar.
1.2.Tujuan
 Sebagai salah satu cara untuk menanggulangi masalah penumpukan sampah
 Sebagai perwujudan rasa peduli terhadap lingkungan dan sesama manusia.
1.3.Rumusan masalah
 Bagaimana cara kerja dari alat tersebut?
BAB II
DASAR TEORI

2.1.Pengertian Sampah
 Sampah adalah bahan yang tidak penting untuk tujuan yang biasa atau utama dalam
penggunaan barang-barang cacat dalam pembikinan manufaktur atau materi
berkelebihan atau penolakan atau buangan. Sampah menjadi dua, yaitu sampah
organik dan an-organik. Sampah Organik, yaitu terdiri dari bahan-bahan penyusun
tumbuhan dan hewan yang berasal dari alam atau hasil dari kegiatan pertanian,
makanan atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami.
Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik. Menyediakan
sampah organik, seperti sampah dapur, sisa tepung, sayuran, kulit buah, danlain-lain.
Sampah Anorganik, yaitu berasal dari sumber daya alam yang tak terbarui seperti
mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak ada
di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan
tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang salah satunya hanya dapat diuraikan dalam
waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya
berupa botol, botol plastik, tas plastik, dan kaleng.
 Jenis-jenis sampah
A. Berdasarkan Sifatnya
Berdasarkan sifatnya sampah dapat digolongkan sebagai berikut:
 Sampah organik - dapat diurai (terdegradasi)
Sampah organik yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa
makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya. Sampah ini dapat
diolah lebih lanjut menjadi kompos
 Sampah anorganik - tidak terurai (tidak dapat diuraikan)
Sampah anorganik yaitu sampah yang tidak mudah membusuk, seperti
wadah plastik pembungkus makanan, kertas, plastik mainan, botol dan
gelas minuman, kaleng, kayu, dan sebagainya.
B. Berdasarkan Bentuknya
Menurut bentuknya sampah dapat dibagi menjadi:
 Sampah Padat
Sampah padat adalah segala bahan buangan selain kotoran manusia, urine
dan sampah cair. Dapat berupa sampah rumah tangga: lemari dapur,
sampah kebun, plastik, logam, gelas, dan lain-lain. Sampah menjadi
sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik Merupakan
sampah yang berasal dari barang-barang yang mengandung bahan-bahan
organik, seperti sisa-sisa sayuran, hewan, kertas, potongan-potongan kayu
dari peralatan rumah tangga, potongan-potongan ranting, rumput pada
waktu membersihkan kebun dan sebagainya.
 Sampah Cair
Sampah cair adalah bahan cairan yang tidak diperlukan dan dibuang ke
tempat pembuangan sampah.
 Sampah Alam
Sampah yang diproduksi di kehidupan liar diintegrasikan proses daur
ulang alami, seperti aplikasi daun-daun kering di hutan yang terurai
menjaditanah. Di luar kehidupan pembohong, sampah-sampah ini dapat
menjadi masalah, misalnya daun-daun kering di lingkungan pemukiman.
 Sampah Manusia
Sampah manusia adalah istilah yang digunakan untuk hasil-hasil manusia,
seperti feses dan urin. Sampah manusia dapat menjadi bahaya bagi
kesehatan karena dapat digunakan sebagai vektor (sarana perkembangan)
penyakit. Sampah dapat mencapai setiap fase materi: padat, cair, atau gas.
Ketika dilepaskan dalam dua fase yang terakhir, terutama gas, sampah
dapat dikatakan sebagai emisi. Emisi biasa membuang dengan polusi.
2.2.Daur Ulang
 Daur Ulang sangat luas tidak menggunakan bahan-bahan bekas dalam bentuk sampah
kering yang nilai ekonominya rendah atau bahkan tidak memiliki nilai ekonomi yang
dibudidayakan barang yang berarti dan berguna bagi kehidupan manusia. Karena itu,
Apakah ada atau tidak ada bahan yang digunakan untuk membuat bahan baru yang
dapat digunakan kembali. Dengan proses daur ulang, sampah bisa menjadi sesuatu
yang bermanfaat untuk digunakan saat ini. Manfaat lain adalah energi, mengurangi
polusi, mengurangi tekanan dan emisi gas rumah kaca pada proses pembuatan barang
baru. Proses daur ulang yang merupakan bagian dari proses hirarki sampah 3R
(Reuse, Reduce, dan Recycle) dan dapat dilakukan pada sampah kaca, plastik , kertas,
logam, tekstil, maupun barang elektronik.Daur ulang adalah sesuatu yang luar biasa
yang bisa didapat dari sampah.
 Manfaat daur ulang sampah
Manfaat yang paling mudah adalah pencemaran lingkungan, sampah yang dibakar
dan pencemaran lingkungan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Mendaur
ulang sampah-sampah dan memanfaatkan limbah, dengan menjadikannya barang-
barang kerajinan dan barang-barang kreasi lainnya, pencemaran lingkungan dapat
dikurangi. Selain itu, lebih banyak lagi manfaat dari sumber daya yang bermanfaat,
dan sumber daya yang dapat diandalkan.
2.3.Sensor

 Sensor adalah sesuatu yang digunakan untuk mendeteksi adanya perubahan


lingkungan fisik atau kimia. Variabel keluaran dari sensor yang diubah menjadi
besaran listrik disebut Transduser. Pada saat ini, sensor tersebut telah dibuat dengan
ukuran sangat kecil dengan orde nanometer. Ukuran yang sangat kecil ini sangat
memudahkan pemakaian dan menghemat energi.

 Jenis – jenis sensor

 Sensor Capacative Proximity

Sensor yang mendeteksi bahan bahan dielektrik rendah seperti plastic atau
kaca

 Sensor Ultrasonik

Sensor untuk mendeteksi sampah dengan jarak kisaran 10 cm , dan


sebagai pembuka dan penutup tempat sampah

 Sensor Induktif Proximity sensor yang mendeteksi sampah organic

 Sensor LDR dan Laser sebagai indicator sampah full


BAB III

PEMBAHASAN

3.1. Flowchart Alat


Mulai Arduino mengirimkan
informasi sampah full

Sampah Lcd menampilkan tempat


sampah full
masuk

Pihak kebersihan
mengambil hasil olahan
Sampah sampah

Organik
? end

Sampah masuk
Sampah masuk
tong organik
tong anorganik

Lcd menampilkan Lcd menampilkan


“Sampah Organik” “Sampah anorganik”

Sampah dicacah mesin Sampah dicacah mesin


pencacah pencacah

Sampah dibentuk oleh mesin Sampah dibentuk oleh mesin


pembentuk (keluaran seperti pil pembentuk (keluaran seperti
besar untuk pakan hewan) kapsul)

Kondisi
sampah
Full
3.2. System Kerja Alat

Saat alat dihidupkan sensor ultrasonik mendeteksi jarak 10cm dari tempat sampah, jika terdeteksi
tempat sampah terbuka, dan sensor kapasitif proximity dan induktif proximity mendeteksi logam dan
nonlogam serta LCD menampilkan tulisan sampah logam atau nonlogam , dan jika LDR terhalang ,
indikator LCD full dan tutup tempat sampah tidak terbuka. Pada Tempat sampah pendeteksi logam dan
nonlogam dengan sensor kapasitifproximity dan indutif proximity, terdapat banyak komponen elektronika
yang digunakan dengan fungsi yang berbeda-beda. Kemudian bila sampah full maka muncul
pemberitahuan di android sebagai awal proses pencacahan .Setelah itu sampah masuk ditahapan pencacah
dan kemudian sampah tersebut di bentuk berupa keluaran kapsul kecil, setelah hasil selesai maka akan
muncul notifikasi di android bila proses daur ulang selesai dan pihak petugas kebersihan mengambil hasil
olahan akhir sampah.
BAB IV

PENUTUP

4.1.Kesimpulan

1. Alat ini berhasil dan dapat bekerja sesuai dengan fungsinya, yaitu sebagai pendeteksi
logam dan nonlogam .

2. Alat pendeteksi sampah logam dan nonlogam ini hanya dapat berkerja jika sensor
proximity kapasitif berjarak dari objek sampah 0-15mm dan sensor proximity induktif
0-8mm.

3. Alat ini merupakan cerminan dari sila Pancasila ke 2 dan ke 3 yaitu sebagai
perwujudan dari sikap peduli tanah air dengan cara peduli lingkungan dan sesama
manusia

4.2.Saran

Dalam penelitian ini, masih terdapat kekurangan dalam beberapa aspek dan perlu
pengembangan lebih lanjut, Oleh sebab itu, berikut merupakan beberapa saran yang
diharapkan dalam pengembangan untuk kedepannya terhadap alat ini.

1. Mencari sensor yang memiliki spesifikasi sensing/jarak deteksi yang lebih


jauh,karena saat ini jarak deteksi sangat kurang dan terbatas

2. Lebih memperhatikan lingkungan sekitar untuk menjaga kenyamanan antar sesama


manusia agar hidup lebih nyaman.