Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Diera globalisasi sekarang ini bidang kesehatan banyak mengalami
pemuktahiran dan pekembangan-perkembangan ilmu yang mencuri perhatian
masyarakat. Seiring dengan itu banyak pula masalah-masalah yang tentunya
mampu membuat derajat kesehatan manusia menurun. Dengan adanya masalah-
masalah tersebut maka status kesehatan masyarakat juga mengalami degradasi.
Pada masa sekarang status kesehatan telah menjadi suatu keharusan untuk
dipertahankan bagi setiap anggota masyarakat yang bermukim dalam suatu
wilayah tertentu. Status kesehatan sekarang telah dianggap sesuatu yang berharga
dan menjadi suatu hal yang harus ditingkatkan oleh setiap manusia.
Keberhasilan program pendidikan kesehatan yang meliputi perilaku
kesehatan dan domain kesehatan sangat besar peranannya guna mewujudkan
sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan kesehatan yang meliputi
perilaku kesehatan dan domain kesehatan ini harus didukung oleh semua pihak
terutama masyarakatnya. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan
masyarakat dan tentunya menyadarkan mereka tentang pentingnya kesehatan itu
sendiri. Kesehatan sendiri adalah ilmu dan seni mencegah penyakit,
memperpanjang hidup, dan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui
pendidikan kesehatan. Dalam rangka meningkatkan kesehatan masyarakat, maka
perlu dilakukan pendidikan, khususnya pendidikan yang ditujukan kepada
masyarakat.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian pendidikan kesehatan dalam masyarakat?
2. Apa prinsip-prinsip pendidikan kesehatan dalam masyarakat?
3. Bagaimana ruang lingkup pendidikan kesehatan dalam masyarakat?
4. Bagaimana metode pendidikan kesehatan dalam masyarakat?

1
5. Apa alat bantu dan media kesehatan dalam pendidikan kesehatan dalam
masyarakat?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian pendidikan kesehatan dalam masyarakat.
2. Untuk mengetahui prinsip-prinsip pendidikan kesehatan dalam masyarakat.
3. Untuk memahami ruang lingkup pendidikan kesehatan dalam masyarakat.
4. Untuk memahami metode pendidikan kesehatan dalam masyarakat.
5. Untuk mengetahui alat bantu dan media kesehatan dalam pendidikan
kesehatan dalam masyarakat.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengetian Pendidikan Kesehatan


Pendidikan kesehatan adalah proses membuat orang mampu meningkatkan
kontrol dan memperbaiki kesehatan individu. Kesempatan yang direncanakan
untuk individu, kelompok atau masyarakat agar belajar tentang kesehatan dan
melakukan perubahan-peubahan secara suka rela dalam tingkah laku individu
(Entjang, 1991)
Menurut Ottawwa Charter (1986) yang dikutip dari Notoatmodjo S,
memberikan pengertian pendidikan kesehatan adalah proses untuk meningkatkan
kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya.
Selain itu untuk mencapai derajat kesehatan yang sempurna, baik fisik, mental
dan social, maka masyarakat harus mampu mengenal dan mewujudkan
aspirasinya, kebutuhannya, dam mampu mengubah atau mengatasi
lingkungannya (lingkungan fisik, sosial, budaya, dan sebagainya).
Dapat dirumuskan bahwa pengertian pendidikan kesehatan adalah upaya
untuk mempengaruhi orang lain, baik individu, kelompok, atau masyarakat, agar
melaksanakan perilaku hidup sehat. Sedangkan secara operasional, pendidikan
kesehatan merupakan suatu kegiatan untuk memberikan dan atau meningkatkan
pengetahuan, sikap, dan praktek masyarakat dalam memelihara dan
meningkatkan kesehatan mereka sendiri (Notoatmodjo, 2003).

B. Prinsip - prinsip Pendidikan Kesehatan


Semua petugas kesehatan telah mengakui bahwa pendidikan kesehatan itu
penting untuk menunjang program kesehatan yang lain. Akan tetapi pada
kenyataan pengakuan ini tidak didukung oleh kenyataan. Artinya dalam program
–program pelayanan kesahatan kurang melibatkan kesehatan,tetapi kurang
memberikan bobot argumentasi mereka adalah karna pendidikan tidak segera dan
jelas memperlihatkan hasil. Dengan kata lain pendidikan kesehatan itu tidak

3
segera membawa manfaat bagi masyarakat dan yang mudah dilihat dan diukur.
Hal ini memang benar karena pendidikan merupakan behavioral investmen jangka
panjang. Hasil investment pendidikan kesehatan baru dapat dilihat beberapa tahun
kemudian. Dalam waktu yang pendek (immediate impact) pendidikan kesehatan
hanya menghasilkan perubahan atau peningkatan pengetahuan masyarakat.
Sedangkan peningkatan pengetahuan masyarakat saja akan berpengaruh langsung
terhadap indicator kesehatan.
Pengetahuan kesehatan akan berpengaruh kepada perilaku sebagai hasil
jangka menengah dari pendidikan kesehatan. Selanjutnya perilaku kesehatan akan
berpengaruh pada meningkatnya indikator kesehatan masyarakat sebagai keluaran
pendidikan kesehatan. Hal ini berbeda dengan program kesehatan yang lain
,terutama program pengobatan yang dapat langsung memberikan hasil (immediate
impact) terhadap penurunan kesakitan.

C. Ruang Lingkup Pendidikan Kesehatan


Ruang lingkup pendidikan kesehatan dapat dilihat dari berbagai dimensi
antara lain dimensi sasaran pendidikan, dimensi tempat pelaksanaan, dan dimensi
tempat pelayanan kesehatan.
Dari dimensi sasarannya dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu:
1. Pendidikan kesehatan individual, dengan sasaran individu
2. Pendidikan kesehatan kelompok dengan sasaran kelompok
3. Pendidikan kesehatan masyarakat dengan sasaran masyarakat luas.
Dimensi tempat pelaksanaannya, pendidikan kesehatan dapat berlangsung di
berbagai tempat,dengan sendirinya sasarannya berbeda pula ,misalnya :
a. Pendidikan kesehatan di sekolah,dilakukan di sekolah dengan sasaran murid.
b. Pendidikan kesehatan di rumah sakit,dilakukan di rumah dengan sasaran
pasien atau keluarga pasien di puskesmas dan sebagainya,
c. Pendidikan kesehatan di tempat –tempat kerja dengan sasaran buruh atau
kariawan yang bersangkutan.

4
Dimensi tempat pelaksanaannya, pendidikan dapat berlangsung diberbagai
tempat, dengan sendirinya sasarannya berbeda pula. Dimensi tingkat pelayanan
kesehatan, pendidikan kesehatan dapat dilakukan berdasarkan lima tingkat
pencegahan:
1. Promosi kesehatan,
Diperlukan misalnya dalam peningkatan gizi ,kebiasaan hidup perbaikan
sanitasi lingkungan higine perorangan,dan sebagainya.
2. Perlindungan khusus,
Misalnya program imunisasi sebagai bentuk pelayanan perlindungan khusus
ini pendidikan kesehatan sangat di perlukan terutama di Negara-negara
berkembang.hal ini karena kesadaran masyarakat tentang pentingnya
imunisasi sebagai perlindungan terhadap penyakit pada dirinya maupun anak-
anaknya masih rendah.
3. Diagnosis dini dan pengobatan segera
Dikarenakan rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap
kesehatan dan penyakit,maka sulit mendeteksi penyakit-penyakit yang terjadi
dalam masyarakat.bahkan kadang-kadang masyarakat sulit atau tidak mau di
periksa dan diobati penyakitnya.bahkan kadang-kadang masyarakat sulit atau
tidak mau di periksa dan diobati penyakitnya.hal ini memnyebabkan
masyarakat tidak memperoleh pelayanan kesehatan yang layak.
4. Pembatasan cacat
Oleh Karena kuragnya pengertian dan kesadaran masyarakat tentang
kesehatan dan penyakit maka sering masyarakat tidak melanjutkan
pengobatannya dengan tuntas.dengan kata lain mereka tidak melakukan
pemeriksaan dan pengobatan yang komplit terhadap penyakitnya.pengobatan
yang tidak layak dan dapat mengakibatkan orang yang bersangkutan cacat
atau ketidakmaampuannya.oleh Karena itu pendidikan juga di perlukan pada
tahap ini

5
5. Rehabilitasi,
Untuk memulihkan kecacatan dari suatu penyakit tertentu,kadang-kadang
orang menjadi cacat.untuk memulihkan cacatnya tersebut kadang-kadang di
perlukan latihan-latihan tertentu.oleh karna kurangnya pengertian dan
kesadaran tersebut,ia tidak akan segam melakukan latihan yang di
anjurkan.oleh sebab itu jelas pendidikan kesehatan diperlukan saja untuk
orang yang cacat tersebut tetapi juga pendidikan kesehatan kepada
masyarakat.

D. Metode Pendidikan Perilaku


Pendidikan kesehatan pada hakikatnya adalah suatu kegiatan atau usaha
untuk menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat, kelompok atau
individu. Dengan harapan bahwa dengan adanya pesan tersebut mereka dapat
memperoleh pengetahuan tentang kesehatan atau lebih baik dan pengetahuan
tersebut dapat berpengaruh terhadap perilakunya. Dengan kata lain,dengan
adanya pendidikan tersebut dapat membawa akibat terhadap perubahan perilaku
sasaran.
Pendidikan kesehatan juga sebagai suatu proses,dimanaa proses tersebut
mempunyai masukkan dan keluaran .dalam suatu proses pendidikan kesehatan
yang menunnjukkan tercapainya tujuan pedidikan yakni perubahan perilaku di
pengaruhi oleh beberapa factor.faktor-faktor yang memengaruhi suatu proses
pendidikan di samping masukknya sendiri juga metode atau materi pesanannya.
Dibawah ini akan diuaraikan beberapa metode pendidikan
individual,kelompok dan massa.
1. Metode Pendidikan Individual ( perorangan )
Metode pendidikan yang bersifat individual ini digunakan untuk
membina perilaku baru, atau seseorang yang telah mulai tertarik pada suatu
perubahan perilaku atau inovasi.misalnya seorang ibu yang baru saja menjadi
aseptor atau seorang ibu hamil yang sedang tertarik terhadap imunisasi TT
Karena baru saja memperoleh\pendengaran penyuluhan kesehatan. Dasar

6
digunakannya pendekatan individual ini disebabkan Karena setiap orang
mempunyai masalah atau alas an yang berbeda-beda sehubungan dengan
penerimaan atau perilaku baru tersebut.agar petugas kesehatan mengetahui
dengan tepat,serta membantunya maka perlu mengunakan metode.
Bentuk pendekatan metode individual antara lain:
 Bimbingan dan penyuluhan.
Dengan cara ini kontak antara klien dengan petugas lebih intensif setiap
masalah yang dihadapi oleh klien dapat di korek dan di bantu
penyelesaiannya.akhirnya klien tersebut akan dengan sukarela dan
berdasarkan kesadaran,penuh pengertian akan menerima perilaku
tersebut.
 Wawancara.
Cara ini merupakan bagian dari bimbingan dan penyuluhan.wawancara
antar petugas kesehatan dengan klien untuk menggali informasi mengapa
ia tidak atau belum menerima perubahan.ia tertarik atau belum menerima
perubahan,untuk mengetahui apakah perilaku yang sudah atau yang akan
diadopsi itu belum mempunyai dasar pengertian dan kesadaran yang
kuat.apabila belum maka perlu penyuluhan yang lebih mendalam lagi.

2. Metode Pendidikan Kelompok


Dalam memilih metode pendidikan kelompok, harus mengingat
besarnya kelompok sasaran serta tingkat pendidikan formal pada sasaran.
Untuk kelompok yang besar metode nya akan lain dengan kelompok kecil.
Efektifitas suatu metode tergantung pula pada besarnya sasaran pendidikan
A. Kelompok Besar.
Yang dimaksud kelompok besar adalah apabila peserta penyuluhan lebih
dari 15 orang. Metode yang digunakan:

7
1) Ceramah.
Metode ini baik untuk sasaran yang berpendidikan tinggi maupun
rendah.hal yang perlu di perhatikan dalam mengunakan metode
ceramah adalah :
a. Persiapan
Ceramah yang berhasil apabila penceramah sendiri menguasai
materi dari yang akan diceramahkan.
b. Pelaksanaan
Kunci dari keberhasilan pelaksanaan ceramah adalah apabila
penceramah tersebut menguasai sasaran ceramah
2) Seminar.
Metode ini hanya cocok untuk sasaran kelompok besar
denganpendidikan menengah atas.seminar adalah suatu pengkajian
dari ahli atau beberapa ahli tentang suatu topic yang dianggap
penting dan biasnya dianggap hangat di masyarakat.

B. Kelompok Kecil
Peserta kegiatan kurang dari 15 orang. Biasanya kita sebut kelompok
kecil,metode-Metode yang cocok untuk digunakan:
a. Diskusi Kelompok.
Agar semua anggota kelompok dapat bebas berpartisipasi dalam
diskusi, maka formasi duduk para peserta diatur sedemikian rupa
sehingga mereka dapat berhadap-hadapan atau saling memandang
satu sama lain,misalnya dalam bentuk lingkaran atau segi
empat.pimpinan diskusi juga duduk di antara peserta,sehingga tidak
menimbulkan kesan ada yang lebih tinggi.tepanya mereka dalam
taraf yang sama,sehingga tiap anggota kelompok ada kebebasan
untuk mengeluarkan pendapat.

8
b. Curah Pendapat.
Metode ini merupakan modifikasi metodediskusi kelompok.bedanya
pada permulaan pemimpin kelompok memancing dengan satu
masalah ,kemudian tiap peserta memberikan jawaban-jawaban atau
tanggapan.tanggapan atau jawaban-jawaban tersebut di tamping
dengan tulis dalam flipchart atau papan tulis.
c. Bola Salju.
Kelompok dibagi dalam pasangan-pasangan.kemudian dilontarkan
pernyataan atau masalah, setelah lebih kurang dari 5 menit tiap 2
pasangan bergabung menjadi satu.mereka tetap mendiskusikan
masalah tersebut dan mencari kesimpulannya.kemudian tiap 2 pasang
yang sudah beranggotakan ini bergabung lagi dengan pasangan
lainnya dan demikian seterusnya.
d. Kelompok kecil-kecil.
Kelompok langsung di bagi menjadi kelompok kecil-kecil kemudian
dilontarkan suatu sama atau tidak dengan kelompok lain dan masing-
masing kelompok mendiskusikan masalah tersebut.selanjutnya
kesimpulan dari tiap kelompok tersebut dan dicari kesimpulannya.
e. Role Play (memainkan peranan)
Dalam metode ini beberapa anggota kelompok ditunjukkan sebagai
pemegang peranan tertentu untuk memainkan peranan misalnya
sebagai dokter puskesmas,sebagai perawata atau bidan dan
sebaginya.sedangkan anggota yang lain sebagai pasien atau anggota
masyarakat mereka meragakan misalnya bagaimanan interaksi
komunikasi sehari-hari dalam melaksanakan tugas.
f. Permainan Simulasi,
Gambaran antara role play dengan diskusi kelompok.pesan-pesan
kesehatan disajikan dalam beberapa bentukm permainan seperti
permainan monopoli.cara memainkannya persis seperti bermain
monopoli dengan menggunaakan petunjuk arah.

9
3. Metode Pendidikan Massa
Untuk mengonsumsikan pesan-pesan kesehatan yang ditujukan
kepada masyarakat yang sifatnya massa atau publik, cara yang paling tepat
adalah pendekatan massa. Pesan-pesan kesehatan yang akan disampaikan
harus dirancangsedemikian rupa sehingga dapat ditangkap oleh massa
tersebut.pendekatan ini biasanya digunakan untuk mengunggah atau
kesadaran masyarakat terhadap suatu inovasi ,belum begitu di harapakan
sampai dengan perubahan perilaku adalah wajar.
Pada umumnya bentuk pendekatan massa ini tidak langsung.biasnya
menggunakan atau melalui media massa.
Contoh metode pendekatan massa :
a) Ceramah umum
Pada acara-acara tertentu ,misalnya pada hari kesehatan nasional menteri
kesehatan atau pejabat keehatan lainnya berpidato di hadapan massa
untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan.safari KB juga merupakan
salah satu betuk pendekatan massa.
b) Pidato-pidato diskusi tentang kesehatan melalui media elektonik baik tv
maupun radio,pada hakikatnya adalah bentuk pendidikan kesehatan mass.
c) Simulasi,dialog antar pasien dengan dokter atau petugas kesehatan lainya
tentang suatu penyakit atau masalah kesehatan melalui tv atau radio juga
merupakan pendekatan pendidikan kesehatan masssa. Contoh :praktik
dokter herman susilo di teelevisi
d) Tulisan-tulisan di majalah atau koran, baik dalam bentuk artikel maupun
dalam bentuk tanya jawab/konsultasi tentang kesehatan
e) Bill board yang dipasang di pinggir-pinggir jalan.

10
E. Alat Bantu dan Media Kesehatan
1. Alat bantu (peraga)
a. Pengertian
Yang dimaksud alat bantu peraga alat-alat yang digunakan oleh
pendidik dalam menyampaikan bahan pendidik atau pengajaran. Alat
peraga ini disusun berdasarkan prinsip bahwa pengetahuan yang ada pada
setiap manusia itu diterima atau ditangkap oleh panca indera.dalam rangka
pendidikan kesehatan masyarakat sebagai kontumer juga dapat dilibatkan.
Dalam pembuatan aalat peraga .untuk itu petugas kesehatan berperan
untuk membimbing dan membina,bukan hanya dalam hal kesehatan
mereka sendiri,tetapi juga memotivasi mereka sehingga meneruskan
informasi kesehatan kepada anggota masyarakat lain.
Alat peraga dapat membantu dalam melakukan penyuluhan agar
pesan-pesan kesehatan dapat disampaikan lebih jelas,dan masyarakat
sasaran dapat menerima pesan orang tersebut dengan jelas dan
tepat.dengan alat peraga orang dapat lebih mengerti fakta kesehatan yang
dianggap rumit sehingga mereka dapat menghargai betapa bernilainya
kesehatan itu bagi kehidupan.
b. Faedah Alat Bantu Pendidikan
Secara terperinci,faedah alat peraga antara lain :
1) Menimbulkan minat sasaran pendidikan
2) Mencapai sasaran yang lebih banyak
3) Membantu mengatasi hambatan bahasa
4) Merangsang sasaran pendidikan untuk belajar lebih banyak dan dapat
5) Membantu sasaran pendidikan
6) Untuk meneruskan pesan yang diterima kepada orang lain
7) Mempermudah penyampaian bahan
8) Mempermudah penerimaan informasi
9) Mendorong keinginan orang
10) Membantu menegakkan pengertian yang diperoleh

11
c. Macam-macam Alat Bantu Pendidikan
Pada garis besarnya hanya ada dua macam pendidikan (alat peraga ) :
1. Alat bantu lihat
Alat ini berguna dalam membantu mentimulasi indra mata pada waktu
terjadinya proses pendidikan.alat-alat ini ada 2 bentuk :
a. Alat yang di proyeksikan,misalnya film,film strip,dan sebagainya
b. Alat-alat yang tidak di proyeksikan:
1. Dua dimensi,gambar peta,bagan, dan sebagainya
2. Tiga di mensi misalnya, bola dunia,boneka dan sebagainya.
2. Alat bantu dengar
Ialah alat yang dapat membantu menstimulasikan indra pendengaran
pada waktu proses penyampaian bahan pendidikan.misalnya :
piringan hitam, radio, pita suara dan sebagainya.
3. Alat bantu lihat-dengar
Seperti televise dan video cassette alat –alat bantu pendidikan ini
lebih di kenal dengan audio visual aids (AVA)
Disamping pembagian tersebut,alat peraga juga dapat dibedakan menjadi
dua macam menurut pembuatanya dan kegunaannya.
a. Alat peraga yang rumit,seperti film,film stripe slide dan sebagainya yang
memerlukan listrik dan proyektor
b. Alat peraga yang sederhana ,yang mudah di buata sendiri dengan bahan-
bahan setempat yang mudah diperoleh seperti : bamboo ,kerton kaleng
bekas kertas Koran dan sebagainya.beberapa contoh alat peraga yang
sederhana yang digunakan di berbagai tempat,misalnya :
1. Di rumah tangga
2. Dikantor-kantor atau di sekolah-sekolah
3. Dimasyarakat umum
Ciri-ciri alat peraga kesehatan yang sederhana:
1. Mudah dibuat
2. Bahan-bahan dapat diperoleh dari bahan-bahan lokal

12
3. Ditulis/digambar dengan sederhana, dll.

d. Sasaran yang Dicapai Alat Bantu Pendidikan


Menggunakan alat peraga harus didasari pengetahuan tentang sasaran
pendidikan yang akan dicapai alat peraga tersebut.
1) Individu atau kelompok
2) Katagori-katagori sasaran
3) Bahasa yang mereka gunakan
4) Adat istiadah serta kebiasaan
5) Minat dan perhatian
6) Pengetahuan dan pengalaman
Tempat memasang alat peraga:
1) Di dalam keluarga
2) Di masyarakat
3) Di instansi-instansi.
Alat peraga tersebut sedapat mungkin dapat dipergunakan oleh:
1) Petugas-petugas puskesmas
2) Kader kesehatan
3) Guru-guru sekolah dan tokoh-tokoh masyarakat lainnya
4) Pamong desa.

e. Merencanakan dan Menggunakan Alat Peraga


Biasanya kita menggunakan alat peraga sebagai pengganti objek-objek
yang nyata sehingga dapat memberikan pengalaman yang tidak langsung
bagi sasaran.dalam mengunakan alat peraba sebagai ganti objek objek
yang nyata sehingga dapat memberikan pengalaman yang tidak langsung
bagi sasaran.dalam menggunakan alat peraga untuk memperjelas pesan-
pesan yang di sampaikan kepada masyarakat ,benda-benda yang
sebenarnya mempermudah masyarakat untuk mengerti serta
memahaminya,karena alat peraga lain sebagai penganti benda-benda

13
asli,sebainya kalau tidak benda-benda asli maka buatlah alat peraga dari
benda-benda pengganti.
Sebelum membuat alat-alat peraga kita harus merencanakan dan
memilih alat peraga yang paling tepat untuk digunakan. Untuk itu perlu
diperhatikan antara hal-hal sebagai berikut:
Tujuan yang Hendak Dicapai:
a. Tujuan pendidikan
1. Mengubah pengetahuan /pengertian ,pendapat dan konsef-konsef
2. Mengubah sikap dan persepsi
3. Menanamkan tingkah laku/kebiasaan yang baru
b. Tujuan penggunaan alat peraga
1. Sebagai alat bantu dalam latihan / penataraan / pendidikan.
2. Untuk menimbulkan perhatian terhadap sesuatu masalah
3. Untuk mengingatkan sesuatu pesan / informasi
4. Untuk menjelaskan fakta-fakta, prosedur dan tindakan.
Perencanaan dan pemilihan alat peraga ditentukan sebagian besar oleh
tujuan ini.
 Persiapan penggunaan alat peraga
Semua alat peraga yang dibuat berguna sebagai alat bantu belajar dan
tetap harus diingat bahwa alat ini dapat berfungsi mengajar dengan
sendirinya.
 Cara menggunakan alat peraga
Cara menggunakan alat peraga sangat tergantung pada alatnya. Dan yang
lebih penting bagi alat yang digunakan harus menarik, sehingga
menimbulkan minat para pesertanya.mengunakan gambar sudah barang
tentu lain dengan menggunakan film strip dan sebagainya.disamping itu
juga dipertimbangkan factor sasaran pendidikannya.untuk masyarakat
yang buta huruf akan lain dengan masyarakat yang telah
berpendidikan.dan yang lebih penting bagi alat yang digunakan harus

14
menarik,pada waktu menggunakan AVA hendaknya memperhatikan hal-
hal berikut :
a. senyum adalah perhatian,bahwa hal yang akan dibicarakan /
diragukan itu adalah penting
b. pandangan mata hendanya ke seluruh pendengar ,agar mereka tidak
kehilangan control dari pihak pendidik.
c. Nada suara hendaknya ditukar-tukar agar pendengar tidak bosan dan
tidak mengantuk
d. Ikut sertakan para peserta /pendengar memberikan kesempatan
untuk memegang atau mencoba alat-alat tersebut.
e. Jika perlu berilah selingan humor guna menghidupkan suasana dan
sebagainya.

2. Media Pendidikan Kesehatan


Media pendidikan kesehatan pada hakikatnya adalah alat bantu
pendidikan. Alat-alat tersebut merupakan alat saluran (channel) untuk
menyampaikan kesehatan karena alat-alat tersebut digunakan untuk
mempermudah penerimaan pesan-pesan kesehatan bagi masyarakat atau
klien.
a. Media cetak
Sebagai alat untuk menyampaikan pesan –pesan kesehatan sanagt
berfariasi anatar lain :
1) Booklet : ialah suatu media untuk menyampaikan pesan-pesan
kesehatan dalam bentuk buku baik tulisan maupun gambar.
2) Leaflet : ialah bentuk penyampaian informasi atau pesan-pesan
melalui lembaran yang dilipat.isi informasi dapat dalam bentuk
kalimat maupun gambar atau kombinasi
3) Flyer ( selembaran ) : ialah seperti leaflet tetapi tidak dalam bentuk
lipatan

15
4) Flip chart ( lembar balik ) : media menyampaikan pesan atau
informasi kesehatan dalam bentuk lembaran biasanya dalam bentuk
buku dimana tiap lembaran berisi gambar peraggaan
5) Rubric atau tulisan-tulisan pada surat kabar atau majalah mengenai
bahasan suatu masalah kesehatan
6) Poster ialah bentuk media cetak bberisi pesan-pesan informasi
kesehatan yang biasanya ditempelkan di tembok di tempat-tempat
umum atau di kendaraan
7) Foto yang mengungkapkan informasi informasi kesehatan.

b. Media elektronik
1. Televisi : penyampaian pesan atau informasi –informasi kesehatan
melalui media televise dapat dalam bentuk,sandiwara,sinetron
dan sebaginya.
2. Radio : penyampaian informasi atau pesan-pesan kesehatan melalui
radio juga berbentuk macam-macam antara lain : obrolan ,sandiwara
radio,ceramah dan sebaginya
3. Video : penyampaian informasi atau pesan –pesan kesehatan dapat
melalui video
4. Slide : slide juga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan atau
informasi –informasi kesehatan.
5. Film strip juga dapat digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan
kesehatan.

c. Media papan
Yaitu papan yang dipasang di tempat-tempat umum dapat diisi dengan
pesan-pesan kesehatan. Media papan disini juga mencangkup pesan-
pesan yang ditulis pada lembaran seng yang ditempel pada kendaraan
–kendaraan umum ( bus dan taksi ).

16
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pendidikan kesehatan adalah proses untuk meningkatkan kemampuan
masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Selain itu untuk
mencapai derajat kesehatan yang sempurna, baik fisik, mental dan social, maka
masyarakat harus mampu mengenal dan mewujudkan aspirasinya, kebutuhannya,
dam mampu mengubah atau mengatasi lingkungannya (lingkungan fisik, sosial,
budaya, dan sebagainya).

B. Saran
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk
itu saran dari para pembaca sangat kami harapkan, agar makalah ini dapat
mencapai hasil yang di harapkan dan dapat bermanfaat bagi kami penulis maupun
bagi pembaca.

17
DAFTAR PUSTAKA

Notoatmodjo, Soekidjo. 2007. Kesehatan Masyarakat: Ilmu dan Seni. Jakarta: PT


RINEKA CIPTA

Notoatmodjo, Soekidjo. 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: PT


RINEKA CIPTA

Entjang, Indan. 2000. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Bandung: PT CITRA ADITYA


BAKTI

Suiraoka, Putu dkk. 2012. Media Pendidikan Kesehatan. Yogyakarta: Graha Ilmu

Dainur. 1995. Materi-Materi Pokok Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Widya


Medika

18