Anda di halaman 1dari 3

PENATALAKSANAAN KEJANG DEMAM

No. Dokumen: PKM.RKS/SOP/53/I /2017


SOP No Revisi :
Tanggal Terbit: 04 Januari 2017
Halaman : 1/3

UPTD Vinsensius Suhardu


PUSKESMAS NIP :19751018200501 1 005
REKAS
1. Pengertian Penatalaksanaan kejang demam adalah usaha untuk menangani bangkitan kejang
yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal > 38oC) akibat dari suatu proses
ekstra kranial. Kejang berhubungan dengan demam, tetapi tidak disebabkan infeksi
intrakranial atau penyebab lain seperti trauma kepala, gangguan kesimbangan
elektrolit, hipoksia atau hipoglikemia.
2. Tujuan Sebagai acuan dalam penatalaksanaan penanganan kejang demam.
3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Rekas Nomor: PKM.RKS/SK/05/I
/2017 tentang Layanan Klinis Yang Menjamin Kesinambungan Layanan
4. Referensi a. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
Hk.02.02/Menkes/514/2015
5. Prosedur Persiapan alat dan obat :
 APD (handscoen dan masker)
 Abocath
 Spuit 5 cc
 Infus set
 Diazepam ampul dan suppositoria
Penatalaksanaan
1. Lakukan pendekatan dengan tenang dan KIE keluarga mengenai penyakit yang
diderita dan prognosisnya
2. Membaringkan anak di tempat yang datar dengan posisi miring, kaki bagian
atas ditekuk untuk mencegah bahaya tersedak ludah atau muntahan
3. Memberikan oksigen melalui face mask 2 ml/menit
4. Letakkan bantal atau lipatan selimut di bawah kepala anak.
Jangan :
- Menahan gerakan anak atau menggunakan paksaan
- Memasukkan apapun ke dalam mulut anak
- Memberikan makanan atau minuman
5. Longgarkan pakaian yang ketat
6. Singkirkan benda-benda keras atau berbahaya
7. Memberikan diazepam melalui dubur untuk mengatasi kejangnya
(0.5mg/kgBB) atau BB < 10kg diazepam rektal 5mg dan BB > 10kg diazepam
rektal 10mg
8. Pasang IV line, jika sudah terpasang dan pasien masih kejang dapat diberi
diazepam IV dengan dosis 0.3-0.5mg/kgBB/kali dengan maksimum pemberian
20mg. Dapat diulang dengan interval 5 menit
9. Memastikan jalan napas tidak tersumbat
10. Awasi tanda-tanda gangguan pernafasan dengan menghitung jumlah
pernafasan dalam satu menit, melihat ada tidaknya tarikan dinding dada,
melihat ada tidaknya pernafasan cuping hidung
11. Apabila kejang teratasi maka dilanjutkan dengan terapi profilaksis untuk
mencegah kejang berulang : profilaksis intermiten dengan diazepam oral /
rektal dosis 0.3mg/kgBB/kali tiap 8 jam hanya diberikan selama episode
demam dalam waktu 24 jan setelah timbulnya demam
13. Hitung lamanya periode postiktal (pasca kejang)
14. Jangan memberi makanan atau minuman sampai anak benar-benar sadar dan
refleks menelan pulih
15. Melakukan evaluasi tindakan
16. Membereskan alat-alat
17. Mencuci tangan
18. Mencatat kegiatan dalam rekam medis
19. Jika sudah masuk diazepam dengan dosis maksimal masih kejang rujuk ke
fasilitas lebih lengkap. Siapkan dokumen pra rujuk dan KIE keluarga.
Observasi tanda-tanda vital selama proses merujuk dan catat di rekam medis
6. Diagram
Anak kejang saat demam  terdiagnosis kejang demam
Alir

KIE keluarga sambil membaringkan anak di tempat yang datar

O2 nasal kanul 2-3 lpm dan bebaskan jalan nafas

Diazepam rektal (BB < 10kg  dosis 5mg dan BB > 10kg  dosis 10mg)

Pasang IV line

Jika telah terpasang IV dan masih kejang, beri diazepam IV dengan dosis 0.3-
0.5mg/kgBB/kali dengan dosis maksimal 20mg  awasi tanda-tanda vital
Dapat diulang dengan interval 5 menit

Jika kejang teratasi beri profilaksis dengan diazepam oral / rektal dosis
0.3mg/kgBB/kali tiap 8 jam hanya diberikan selama episode demam

Jika kejang berlanjut setelah diazepam IV dengan dosis maksimal diberikan,


rujuk ke fasilitas yang lebih lengkap  siapkan dokumen pra rujuk dan KIE
keluarga. Observasi tanda vital selama proses rujukan dan catat di rekam
medis
7. Unit Ruang tindakan
Terkait
8. Dokumen Rekam medis
terkait
9. Rekaman
Historis No Yang diubah Isi perubahan Tanggal mulai
Perubahan diberlakukan