Anda di halaman 1dari 6

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Demam tyhpoid atau tyhpoid fever adalah suatu sindrom sistemik

Berat yang secara klasik disebapkan oleh salmonella typhi. Salmonella

Typhy termasuk dalam genus Salmonella ( Garna,2012 ).

Demam thypoid merupakan penyakit infeksi akut usus halus yang

disebabkan oleh bakteri Salmonella thypi dan Salmonella parathypi.

Demam thypoid biasanya mengenai saluran pencernaan dengan gejala

yang umum yaitu gejala demam yang lebih dari 1 minggu, penyakit

demam thypoidbersifat endemikdan merupakan salah satu penyakit

menular yang tersebar hampir di sebagian besar negara berkembang

termasuk Indonesia danmenjadi masalah yang sangat penting (Depkes,

2006).

Menurut data World Health Organization (WHO) memperkirakan

angka insidensi di seluruh dunia terdapat sekitar 17 juta per tahun dengan

600.000 orang meninggal karena demam typhoid. Studi yang dilakukan di

daerah urban di beberapa negara Asia pada anak usia 5–10 tahun

menunjukkan bahwa insidensi angka kejadian demam typhoid mencapai

180–194 per 100.000 anak, di Asia Selatan pada usia 5–10 tahun sebesar

400–500 per 100.000 penduduk, di Asia Tenggara 100–200 per 100.000

penduduk, dan di Asia Timur kurang dari 100 kasus per 100.000

penduduk.
Di Indonesia sendiri, menurut data survey saat ini memperkirakan ada

600.000 – 1,3 juta kasus demam typhoid tiap tahunnya dengan lebih dari

20.000 kematian dengan sebaran menurut kelompok umur 120/100.000

penduduk (0–1 tahun), 148,7/100.000 penduduk (2–4 tahun),

180,3/100.000 (5-10 tahun), dan 51,2/100.000 (≥10 tahun). Angka ini

menunjukkan bahwa penderita terbanyak adalah pada kelompok usia 2-10

tahun.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Cyrus H.Simanjuntak di Jawa

Barat tahun 2009, insidensi rata-rata demam typhoid pada masyarakat di

daerah semi urban adalah 357,6 per 100.000 penduduk pertahun

sedangkan di daerah urban ditemukan 760-810 per 100.000 penduduk

pertahun. Insiden demam typhoid bervariasi disetiap daerah karena

berhubungan erat dengan penyediaan air bersih yang belum memadai serta

sanitasi lingkungan dengan pembuangan sampah yang kurang memenuhi

syarat kesehatan lingkungan (Simanjuntak, 2009).

Berdasarkan catatan medical record RSUD dr.Slamet Garut periode

Januari 2017 sampai Desember 2017 di dapatkan 10 besar penyakit di

ruang rawat inap RSUD dr.Slamet Garut, Thalasemia dengan jumlah

pasien sebanyak 2975 orang (22%), Congestive Heart Failure dengan

jumlah pasien sebanyak 2015 orang (14%), Diare dengan jumlah pasien

sebanyak 1557 orang (11%), BHP dengan jumlah pasien sebanyak 1461

orang (10,5%), Febris dengan jumlah pasien sebanyak 1422 orang (10%),

Asfiksia dengan jumlah pasien sebanyak 1189 orang (9%), Demam

Typhoid dengan jumlah pasien sebanyak 892 orang (7%), TB Paru dengan
jumlah pasien sebanyak 776 orang (6%), DHF dengan jumlah pasien

sebanyak 769 orang (5,5%) dan Dyspepsia dengan jumlah pasien sebanyak

741 orang (5%) (Sumber : Data Medical Record RSUD dr.Slamet Garut).

Dari data bagian rekam medik diatas, penyakit demam typhoid di RSUD

dr. Slamet Garut menempati peringkat ke 7 dalam waktu 1 tahun terakhir

ini dengan jumlah kasus sebanyak 892 atau 7% dari seluruh kasus yang

ada. Hal ini dapat menimbulkan permasalahan yang kompleks karena

dapat menimbulkan komplikasi yang biasanya terjadi pada usus halus

dapat berupa perdarahan usus, perforasi usus, peritonitis, terjadi lokalisasi

peradangan akibat sepsis (bakteremia), yaitu meningitis, kolelistesis,

ensefalopati, dan lain-lain.

Perawat diharapkan mampu mengelola setiap masalah yang timbul secara

komprehensif terdiri dari biologis, psikologis, sosial, spiritual.

Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan dapat mengancam

seiring dengan intake yang tidak adekuat, sehingga dapat menyebabkan

gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak. Pendidikan

kesehatan tetap dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan

membantu ana.k serta keluarga untuk memulihkan kesehatannya,

meminimalkan efek hospitalisasi pada anak terhadap penyesuaian kondisi

kesehatan dengan lingkungan yang ada di rumah sakit yang akan

menimbulkan stres akibat pengaruh penyakit dan pembatasan aktivitas

(bed rest) membuat anak menjadi lemah dan tidak leluasa untuk

melakukan aktivitas yang di sukai, sehingga anak tidak bisa

mengeksplorasi kemampuannya, tambahan pengalaman nyeri semakin


membuat traumatik anak. Untuk mencegah terjadinya masalah tersebut,

maka perawat sebagai pendidik, koordinator, pelaksana, supervisor,

advokat, fasilitator, dan peneliti memberikan peranan penting terhadap

pemenuhan kebutuhan dasar manusia dengan cara melakukan asuhan

keperawatan.

Mengingat kompleksnya penyakit demam typhoid pada uraian di atas

maka peneliti tertarik untuk mengangkat masalah ini dalam sebuah karya

tulis ilmiah dengan judul; “Asuhan Keperawatan pada An. R (12

Tahun) Usia sekolah dengan Demam Typhoid di Ruang Kalimaya

Atas RSUD dr. Slamet Garut Tahun 2018”.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana asuhan keperawatan pada An. R ( 12 Tahun ) dan An.
R ( 13 Tahun ) dengan gangguan saluran pencernaan: Demam
tyhpoid diruang kalimya atas RSU dr. Salemet garut ?
2. Berdasarkan latar belakng tersebut, maka perumusan masalah
adalah: Faktor kebiasaan dan senitasi lingkungan hubungnya
dengan kejadian demam tyhpoid di wilayah kerja RSU dr. Slamet
Garut
C. Tujuan Penelitan
1. Tujuan Umum
Mampu mengaplikasikan ilmu tentang Asuhan Keperawatan pada
An. R (12 tahun) Dan An.R (11 Thaun) Usia sekolah dengan
Demam Typhoid di ruang Kalimaya Atas RSUD dr. Slamet Garut
pada tahun 2018 secara komprehensif meliputi aspek bio, psiko,
spiritual, dalam bentuk pendokumentasian. Sehingga mampu
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama di kalangan
anak usia balita sesuai rencana yang telah ditetapkan
2. Tujuan Khusus
a) Melaksanakan pengkajian pada klien An. R (12 tahun) Dan An.R

(11 Tahun) Usia sekolah dengan Demam Typhoid di ruang

Kalimaya Atas RSUD dr. Slamet Garut pada tahun 2018.

b) Mampu merumuskan diagnosa keperawatan pada klien An. R

(12 tahun) Dan An.R (11 Tahun) Usia sekolah dengan Demam

Typhoid di ruang Kalimaya Atas RSUD dr. Slamet Garut pada

tahun 2018.

c) Mampu menyusun rencana tindakan keperawatan klien An. R

(12 tahun) Dan An.R (11 Tahun) Usia Sekolah dengan Demam

Typhoid di ruang Kalimaya Atas RSUD dr. Slamet Garut pada

tahun 2018.

d) Mampu melakukan implementasi tindakan keperawatan pada klien

An. R (12 tahun) Dan An. R (11 Tahun) Usia Sekolah dengan

Demam Typhoid di ruang Kalimaya Atas RSUD dr. Slamet Garut

pada tahun 2018.

e) Mampu melaksanakan evaluasi tindakan keperawatan pada klien

An. R (12 tahun) Dan An. R (11 Tahun) Usia Sekolah dengan

Demam Typhoid di ruang Kalimaya Atas RSUD dr. Slamet Garut

pada tahun 2017.

D. Manfaat
Dari hasil laporan kasus ini penulis berharap dapat memberikan manfaat :
1. Bagi Penulis
Mengaplikasikan ilmu yang didapat selama menempuh

pendidikan di Perguruan Tinggi dengan melakukan asuhan

keperawatan pada kasus Demam Tyhpoid secara tepat.

2. Bagi Perawat
Sebagai panduan perawat dalam pengelolaan kasus Demam
Tyhpoid secara tepat.

3. Bagi Institusi Pendidikan

Untuk STIKes Bhakti Kencana, penelitian ini dapat sebagai

sumber literatur bagi yang akan menyusun karya ilmiah.

4. Bagi Mahasiswa

Memperluas dan menambah ilmu pengetahuan khususnya

tentang Demam Tyhpoid pada anak dan diharapkan meningkatkan

kemampuan untuk merawat pasien Demam Tyhpoid dengan tepat.