Anda di halaman 1dari 7

BAB 3.

HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil
Tabel 3.1.1 Data Kelompok Serangan Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Sawi
Jumlah daun rusak Jumlah daun rusak
No. Jumlah daun
(hama) (penyakit)
1 5 2 -
2 6 2 -
3 5 1 -
4 6 3 -
5 5 1 -
6 5 2 -
7 5 1 -
8 4 1 -
9 5 2 -
10 7 2 -
11 5 2 -
12 5 1 -

Tabel 3.1 2 Data Kelompok Serangan Gulma Pada Tanaman Sawi


No. Rumput teki Rumput - rumputan Berdaun lebar
1 0 68 119
Jumlah 187

Prosentase rumput teki : 0


Prosentase gulma rumput – rumputan : 36,36 %
Prosentase gulma berdaun lebar : 63,64 %
Tabel 3.1.3 Data Kelompok Pengamatan 1 Hama Pada Tanaman Sawi
Skor Sampel tanaman ke -
Daun 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
ke -
1 1 0 1 1 1 1 1 1 2 4 2 -
2 2 2 3 0 2 2 1 4 1 1 1 -
3 0 0 3 1 1 1 0 2 0 1 4 -
4 0 2 1 2 3 3 0 2 0 1 3 -
5 0 1 1 0 2 1 0 0 0 1 0 -
6 0 0 0 0 0 0 0 2 0 0 0 -
7 0 0 0 0 0 0 0 -
8 0 0 -

Tabel 3.1.4 Intensitas Dan Insidensi Tanaman Sawi


Skor (v) Jumlah (n) nxv
0 31 0
1 22 22
2 12 24
3 5 15
4 3 12
Jumlah 73

IP (intensitas) = 25 %
I (insidensi) = 57,5 %
Tabel 3.1.5 Data Kelompok Pengamatan 2 Pada Tanaman Sawi
Skor Sampel tanaman ke -
Daun
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
ke -
1 4 3 3 1 3 4 1 2 4 13 4 -
2 2 2 1 2 2 4 0 4 1 4 3 -
3 1 2 0 1 3 4 0 0 1 2 1 -
4 1 1 0 0 0 2 2 1 2 2 0 -
5 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 1 -
6 2 1 1 0 0 2 2 0 0 4 1 -
7 1 1 0 0 0 0 1 1 0 0 0 -
8 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 -
9 0 1 0 0 0 0 0 0 0 -
10 0 0 0 0 0 0 -
11 0 0 0 -
12 0 -

Tabel 3.1.6 Data Intensitas Dan Insidensi Tanaman Sawi


Skor (v) Jumlah (n) nxv
0 54 0
1 24 24
2 14 28
3 6 18
4 9 36
Jumlah 106

IP (intensitas) = 24,1 %
Insidensi (I) = 49,5 %
3.2 Pembahasan
Dalam berbudidaya tanaman sawi perlu dilakukan pemeliharaan tanaman.
Pemeliharaan adalah hal yang penting sehingga akan sangat berpengaruh terhadap
hasil yang akan didapat. Pertama-tama yang perlu diperhatikan adalah
penyiraman, penyiraman ini tergantung pada musim, bila musim penghujan dirasa
berlebih maka kita perlu melakukan pengurangan air yang ada, tetapi sebaliknya
bila musim kemarau tiba kita harus menambah air demi kecukupan tanaman sawi
yang kita tanam. Bila tidak terlalu panas penyiraman dilakukan sehari cukup
sekali sore atau pagi hari.
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan , tanaman sawi yang ditanam
di lahan Agroteknopark terserang oleh OPT. OPT yang menyerang tanaman sawi
ini bisa berasal dari golongan hama, penyakit, maupun gulma. OPT dari golongan
hama yang menyerang tanaman sawi di lahan misalnya :
1. Belalang
Hama ini tergolong insekta. Hama ini berwarna hijau. Belalang merusak
tanaman sawi dengan memakan daun hingga menyebabkan pinggiran daun rusak.
2. Ulat Perusak Daun (Plutella xylostella)
Ulat ini berwarna hijau muda, dengan panjang tubuh sekitar 7-10 mm.
Pada saat melakukan penyerangan, ulat ini suka bergerombol dan lebih menyukai
pucuk tanaman. Akibatnya daun muda dan pucuk tanaman berlubang-lubang. Jika
serangan sudah sampai ke titik tumbuh tunas, pertumbuhan tanaman akan terhenti,
sehingga proses pembentukan krop akan sangat terganggu, dan lebih parah lagi,
krop tidak terbentuk. Agar tidak mudah terserang maka perlu dilakukan sanitasi
(penyiangan) lahan dengan baik. Jika serangan hama ini sudah tampak, segera
semprot dengan insektisida yang tepat, yaitu March 50 EC, Proclaim 5 SG, Decis
2,5 EC dan Buldok 25 EC dengan dosis yang sesuai
3. Leaf Miner (Liriomyza sp.)
Serangga ini termasuk hama penggorok daun. Serangga dewasa
meletakkan telur di daun, selanjutnya larva yang berukuran sangat kecil masuk ke
dalam daun. Larva ini memakan daging daun dan hanya menyisakan kulit
daunnya. Akibatnya, di permukaan daun tampak bercak kuning kecoklatan
melingkar-lingkar ke segala arah yang sebenarnya merupakan jalur larva
memakan daging daun. Untuk mencegah terjadinya serangan dengan menghindari
menanam di lokasi yang terindikasi banyak serangan hama ini. Selain itu tentu
saja perlu dilakukan sanitasi lahan dengan baik. Namun bila sudah nampak gejala
serangan, segera disemprot dengan insektisida sistemik karena sasaran hama
berada di dalam daging daun. Insektisida sistemik yang dapat digunakan di
antaranya Trigard 75 WP dan Proclaim 5 SG dengan dosis penggunaannya sesuai
dengan anjuran.
OPT dari golongan gulma yang menyerang terbagi menjadi tiga golongan
yaitu gulma berdaun lebar, gulma rumput – rumputan, dan gulma teki.
Berdasarkan data yang didapatkan, gulma berdaun lebar yang menyerang tanaman
sawi berjumlah 119 tanaman, gulma teki yang menyerang tanaman sawi adalah 0,
dan gulma dari golongan rumput – rumputan adalah 68 tanaman. Dari data ini
dapat dilihat bahwa gulma yang paling mendominasi adalah gulma berdaun lebar.
Serangan gulma ini kemungkinan besar diakibatkan karena kurang sempurna
dalam melakukan pengolahan lahan / tanah (kurang bersih) sehingga masih
banyak bibit gulma yang tertinggal.
OPT dari golongan penyakit yang dijumpai pada tanaman sawi di lahan
Agroteknopark ini kurang diketahui spesifikasi / namanya. Gejala yang timbul
adalah tanaman sawi daunnya menguning dan tanaman sawi menjadi layu.
Kemungkinan besar kondisi ini terjadi karena tanaman kekurangan unsur hara
yang dibutuhkan oleh tanaman sawi karena adanya persaingan dari gulma.
Dari praktikum yang telah dilakukan dapat diamati bahwa tanaman sawi
mudah sekali terkena serangan hama, gulma, maupun penyakit. Terlihat jelas
bahwa pada saat pengamatan pada tanaman sawi terdapat daun yang berlubang,
menguning, bahkan habis sampai mencapai batang paling bawah.
Berdasarkan data tabel yang diperoleh, diketahui bahwa dari 12 tanaman
sampel yang diambil mayoritas terserang oleh hama, bahkan pada tabel 3.1.1
seluruh tanaman sampel terserang hama. Hal ini ditandai dengan kerusakan yang
terjadi pada daun (daun berlubang) dan sebagainya. Kemudian pada tabel – tabel
berikutnya, pada sampel tanaman ke – 12 mati karena terlalu parah terserang
hama. Berdasarkan hasil pengamatan serangan yang terjadi pada tanaman sawi ini
mayoritas dikarenakan oleh serangan hama dan gulma.
BAB 4. KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan
1. Dalam berbudidaya tanaman sawi perlu dilakukan pemeliharaan tanaman
yang sangat berpengaruh terhadap hasil yang akan didapat.
2. tanaman sawi yang ditanam di lahan Agroteknopark terserang oleh OPT.
OPT yang paling banyak menyerang tanaman sawi adalah dari golongan
hama dan gulma.

4.2 Saran
Sebaiknya dalam praktikum ini perlu dilakukan pemeliharaan tanaman
dengan baik termasuk pengendalian OPT agar tidak menurunkan produktivitas
tanaman sawi.