Anda di halaman 1dari 3

PRE PLANNING PENGKAJIAN PERTAMA PADA KELUARGA DENGAN ASAM

URAT (GOUT ARTHRITIS)

A. LATAR BELAKANG
Penyakit asam urat atau biasa dikenal sebagai gout arthritis merupakansuatu penyakit
yang diakibatkan karena penimbunan kristal monosodium urat di dalam tubuh. Asam urat
merupakan hasil metabolisme akhir dari purin yaitu salah satu komponen asam nukleat
yang terdapat dalam inti sel tubuh. Peningkatan kadar asam urat dapat mengakibatkan
gangguan pada tubuh manusia seperti perasaan nyeri di daerah persendian dan sering
disertai timbulnya rasa nyeri yang teramat sangat bagi penderitanya. Penyebab
penumpukan kristal di daerah tersebut diakibatkan tingginya kadar asam urat dalam darah.
Bahan pangan yang tinggi kandungan purinnya dapat meningkatkan kadar urat dalam
darah antara 0,5 – 0,75 g/ml purin yang dikonsumsi. Konsumsi lemak atau minyak tinggi
seperti makanan yang digoreng, santan, margarin atau mentega dan buah-buahan yang
mengandung lemak tinggi seperti durian dan alpukat juga berpengaruh terhadap
pengeluaran asam urat (Krisnatuti, 2007).
Hasil Riskesdas 2012 menungkapkan bahwa prevalensi penyakit hiperurisemia di
Indonesia adalah 11,9% dan di Jawa Timur adalah 26,4%(Kemenkes RI, 2013).Penyakit
asam urat atau disebut dengan gout arthritis terjadi terutama pada laki-laki, mulai dari usia
pubertas hingga mencapai puncak usia 40-50tahun, sedangkan pada perempuan,
persentase asam urat mulai didapati setelahmemasuki masa menopause. Kejadian
tingginya asam urat baik di negara majumaupun negara berkembang semakin meningkat
terutama pada pria usia 40-50tahun. Kadar asam urat pada pria meningkat sejalan dengan
peningkatan usiaseseorang (Soekanto, 2012). Hal ini terjadi karena pria tidak memiliki
hormonestrogen yang dapat membantu pembuangan asam urat sedangkan padaperempuan
memiliki hormon estrogen yang ikut membantu pembuangan asamurat lewat urine
(Darmawan 2008).
Terdapat dua faktor risiko seseorang menderita athritis gout, yaitu faktor yang tidak
dapat dimodifikasi dan faktor yang dapatdimodifikasi. Faktor risiko yang tidak dapat
dimodifikasi adalah usia dan jeniskelamin. Di lain pihak, faktor risiko yang dapat
dimodifikasi adalah terkaitdengan pengetahuan, sikap dan perilaku penderita mengenai
artritis gout,kadar asam urat, dan penyakit-penyakit penyerta lain seperti diabetes
melitus(DM), hipertensi, dan dislipidemia yang membuat individu tersebut memilikirisiko
lebih besar untuk terserang penyakit gout arthritis (Festy, 2009).
Pengelolaan gout arthritis sering sulit dilakukan karena berhubungan dengan
kepatuhan perubahan gaya hidup (Azari, 2014). Sikap dan perilakumemainkan peran
penting karena mempengaruhi respon seseorang sakit danpenyakit, persepsinya terhadap
sakit, pengetahuan tentang gejala danpenyebab penyakit, dan sebagainya (Notoatmodjo,
2010).Kebiasaan makan-makanan yang mengandung purin dapatmeningkatkan asam urat
dalam darah sehingga dapat menimbulkan goutarthritis. Terlalu banyak mengkonsumsi
makanan yang tinggi kandungannukleotida purinnya seperti sarden, kangkung, jeroan, dan
bayam akanmeningkatkan produksi asam urat. Sebaliknya, mengurangi konsumsimakanan
dengan kandungan nukleotida purin tinggi dan memperbanyakkonsumsi makanan dengan
kandungan nukleotida purin rendah akan dapatmengurangi risiko hiperurisemia atau gout
arthritis. Salah satu upaya untukmengurangi penumpukan protein adalah terapi diet asam
urat yang baik danbenar (Krisnatuti, 2006).

B. TUJUAN
a. Tujuan Umum
Untuk mendapatkan data pada keluarga sehingga dapat dirumuskan masalah
keperawatan pada keluarga khususnya dengan masalah asam urat.
b. Tujuan Khusus
1. Mengetahui riwayat dan tahap perkembangan keluarga.
2. Mengetahui karakteristik lingkungan keluarga.
3. Mengetahui struktur keluarga.
4. Mengetahui fungsi keluarga.
5. Mengetahui stress dan koping keluarga.
6. Mengetahui status kesehatan keluarga.
7. Mengetahui harapan keluarga.
8. Melakukan pemeriksaan fisik pada keluarga.

C. METODE PELAKSANAAN
Wawancara, observasi, pemeriksaan fisik.

D. SASARAN DAN TARGET


Sasaran : Keluarga.
Target : Bapak dengan masalah asam urat.

E. STRATEGI PELAKSANAAN
Hari/tanggal :
Waktu :

No. Tahap Kegiatan


1. Prainteraksi a. Menyampaikansalam.
( 5 menit ) b. Memperkenalkandiri.
c. Menyampaikanmaksuddantujuan.

2. Interaksi a. Wawancaradengankeluargatentang data yang diperlukan.


( 30 menit ) b. Melakukanpemeriksaanfisikpadaseluruhanggotakeluarga.
c. Melakukanobservasilingkungan.
3. Terminasi a. Mengakhirikontrakdanmengucapkanterimakasih.
( 5 menit ) b. Kontrakwaktukembaliuntukmelengkapi data yang
kurang.
c. Salam penutup.

3. Terminasi a. Mengakhirikontrakdanmengucapkanterimakasih.
( 5 menit ) b. Kontrakwaktukembaliuntukmelengkapi data yang
kurang.
c. Salam penutup.

F. MEDIA DAN ALAT


Alat tulis, instrumen pengkajian, dan alat pemeriksaan fisik.

G. SETTING TEMPAT

H. KRITERIA EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
a. Menyiapkan pre planning.
b. Kontrak waktu dengan keluarga.
c. Menyiapkan instrument pengkajian, alat tulis dan alat pemeriksaan fisik.
2. Evaluasi Proses
a. Keluarga menyambut kedatangan sesuai kontrak yang disepakati.
b. Keluarga kooperatif terhadap pertanyaan yang diajukan untuk melengkapi data.
c. Keluarga kooperatif saat dilakukan pemeriksaan fisik.
d. Keluarga mengijinkan ketika lingkungan rumahnya diobservasi.
e. Wawancara berjalan dengan lancar.
3. Evaluasi hasil
Didapatkan kurang lebih 75% data tentang data umum, riwayat dan tahap
perkembangan keluarga, lingkungan, struktur keluarga, fungsi keluarga, stress dan
koping keluarga, pemeriksaan fisik, dan harapan keluarga.