Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN
1. TUJUAN PRAKTIKUM

untuk mengidentifikasi golongan asam dan mampu mengidentifikasi zat dalam suatu
sampel.

2. DASAR TEORI

Asam secara umum merupakan senyawa kimia yang bila dilarutkan dalam air
akan menghasilkan larutan dengan pH lebih kecil dari 7. Dalam defenisi modern, asam
adalah suatu sat yang dapat member proton (ion H+) kepada zat lain yang disebut basa
atau dapat menerima pasangan elektron bebas dari suatu basa. Suatu asam bereaksi
dengan suatu basa dalam reaksi penetralan untuk membentuk garam. Contoh asam
adalah asam asetat, asam borat, asam salisilat, asam benzoate dan lain sebagainya.

Asam sitrat merupakan asam organik lemah yang ditemukan pada daun dan
buah tumbuhan genus Citrus (jeruk-jerukan). Senyawa ini merupakan bahan pengawet
yang baik dan alami, selain digunakan sebagai penambah rasa masam pada makanan
dan minuman ringan.

Asam salisilat merupakan turunan dari senyawa aldehid. Senyawa ini juga biasa
disebut o-hidroksibensaldehid, o-formilfenol, atau 2-formilfenol. Senyawa ini stabil,
mudah terbakar dan tidak cocok dengan basa kuat, pereduksi kuat, asam kuat, dan
pengoksidasi kuat.

Acetosal atau asam asetilsalisilat adalah sejenis obat turunan dari salisilat yang
sering digunakan sebagai senyawa analgesik (penahan rasa sakit atau nyeri minor),
antiseptik (terhadap demam), dan anti inflamasi (peradangan). Acetosal juga memiliki
efek antikoagulan dan dapat digunakan dalam dosis rendah dalam tempo lama untuk
mencegah serangan jantung.
BAB II
PEMBAHASAN

1. ANALISIS ASAM SITRAT

A. URAIAN ZAT UJI ASAM SITRAT (FI EDISI III, HAL 50)

1) Nama Resmi : ACIDUM CITRICUM


2) Nama Lain : Asam Sitrat
3) Struktur Kimia
4) Rumus Molekul : C6H8O7H2O
5) Berat Molekul : 210,14
6) Pemerian :Hablur bening, tidak berwarna atau serbuk hablur granul
sampai halus, putih; tidak berbau atau praktis tidak berbau; rasa sangat
asam
7) Kelarutan :Sangat mudah larut dalam air; mudah larut dalam etanol; agak
sukar larut dalam eter
8) Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
9) Khasiat : Zat Tambahan

B. ALAT DAN BAHAN

I. ALAT
1) Handscoon
2) Pipet tetes
3) 6 Tabung reaksi
4) Rak tabung reaksi
5) Penjepit tabung kayu
6) Pembersih tabung
7) Tissue

II. BAHAN
1) Asam Sitrat
2) FeCl3
3) H2SO4 pekat
4) KMNO4

C. CARA KERJA
D. HASIL PENGAMATAN

HASIL
BAHAN Reaksi Pendahuluan Reaksi Penegasan
+ FeCl3 + KMNO4 + H2SO4
Asam sitrat Terjadi warna Terjadi warna ungu
kuning dan kemudian menjadi
terbentuk endapan. warna coklat.

E. PEMBAHASAN

Pada praktikum kali ini kami menggunakan asam sitrat sebagai bahan
uji utamanya. Asam sitrat merupakan asam organik lemah yang ditemukan
pada daun dan buah tumbuhan genus Citrus (jeruk-jerukan). Senyawa ini
merupakan bahan pengawet yang baik dan alami, selain digunakan sebagai
penambah rasa masam pada makanan dan minuman ringan.

Reaksi pendahuluan asam sitrat menggunakan pereaksi FeCl3 yang


menghasilakn warna kuning setelah beberapa saat terbentuk endapan.
Kemudian kami melakukan reaksi penegasan asam sitrat yang kami reaksikan
dengan larutan KMNO4 yang menghasilkan larutan berwarna ungu, setelah itu
ditambahkan lagi pereaksi H2SO4 yang menyebabkan perubahan warna pada
larutan menjadi warna coklat tanpa disertai adanya endapan.
2. ANALISIS ASAM SALISILAT

A. URAIAN ZAT UJI ASAM SALISILAT (FI EDISI III, HAL 56)

1) Nama resmi : Acidum Salicylicum


2) Nama lain : Asam salisilat
3) Struktur kimia :
4) Rumus kimia :C7H6O3
5) BM :136,12
6) Pemerian : Hablur putih; biasanya berbentuk jarum halus atau serbuk
hablur halus putih; rasa agak manis, tajam dan stabil di udara. Bentuk
sintetis warna putih dan tidak berbau. Jika dibuat dari metil salisilat alami
dapat berwarna kekuningan atau merah jambu dan berbau lemah mirip
mentol.
7) Kelarutan :Sukar larut dalam air dan dalam benzena; mudah larut dalam
etanol dan dalam eter; larut dalam air mendidih; agak sukar larut dalam
kloroform.
8) Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
9) Khasiat : Keratolitikum, anti fungi.

B. ALAT DAN BAHAN


I. ALAT
1) Handscoon
2) Pipet tetes
3) 6 Tabung reaksi
4) Rak tabung reaksi
5) Penjepit tabung kayu
6) Pembersih tabung
7) Lampu spiritus
8) Tissue
9) Korek api
II. BAHAN
1) Asam Salisilat
2) Alkohol
3) FeCl3
4) H2SO4 pekat
5) NaOH
6) HCL

C. CARA KERJA

Reaksi Pendahuluan :
1. Zat + FeCl3

Zat + FeCl3 Amati perubahan


warna

2. Reaksi Esterifikasi

Zat + Alkohol 2 tetes + Dipanaskan Amati bau dari zat


H2SO4 3 tetes

Reaksi Penegasan :

1. Zat + Basa (NaOH)


Asam salisilat + NaOH Amati perubahan zat
2. Zat + HCl

Zat + HCl 20 tetes Amati perubahan zat

D. HASIL PENGAMATAN
Zat Reaksi Pendahuluan Reaksi Penegasan
Pereaksi FeCl3 Esterifikasi: NaOH HCl 20 tetes
Alkohol 2 tetes +
H2SO4 3 tetes
Asam Terjadi warna Berbau Gondopuro Bahan larut Endapan putih,
salisilat ungu dan (Metil Salisilat), tanpa warna merah
terbentuk Warna merah endapan dan jambu keunguan
endapan. coklat kehitaman berwarna
bening.

E. PEMBAHASAN

Pada hasil pengamatan uji pendahuluan pada praktikum kimia analisis kualitatif
kali ini kami menggunakan asam salisilat sebagai bahan uji utamanya. Asam salisilat
adalah obat yang dapat digunakan untuk mengatasi berbagai masalah kulit, khususnya
kondisi - kondisi yang disebabkan oleh penebalan dan pengerasan lapisan kulit.
Misalnya, kutil, mata ikan, psoriasis, kulit bersisik, infeksi kuku, dan kapalan.

. Untuk menganalisis golongan salisilat, digunakan pereaksi FeCl3 dan hasil


positifnya berupa warna ungu. Pada saat sampel diberi larutan FeCl3, senyawa berubah
warna dari putih menjadi ungu, yang menandakan positif salisilat, serta lama kelamaan
terjadi endapan pada larutan tersebut. Selain itu dapat dilakukan pengujian dengan
menambahkan pereaksi alkohol dan H2SO4 pada sampel dan dipanaskan. Apabila
timbul bau gondopuro, maka positif golongan salisilat. Dalam pengujian tersebut,
tercium bau gondopuro tetapi samar. Seharusnya saat asam salisilat direaksikan dengan
metanol maka terjadi reaksi esterifikasi membentuk senyawa ester yang memiliki bau
khas gondopuro, namun pada pengujian kali ini menggunakan Alkohol yang mungkin
menyebabkan kurangnya menimbulkan bau yang tajam. H2SO4 sendiri berfungsi
sebagai katalisator reaksi tersebut yang bersifat menarik molekul air

Kemudian kami melakukan reaksi penegasan asam salisilat menggunakan


pereaksi NaOH yang menyebabkan asam salisilat terlarut sempurna dan larutannya
berwarna bening., berbeda dengan reaksi penegasan yang kedua yaitu, asam salisilat
yang diberi pelarut HCl menyebabkan adanya endapan putih, atau tidak terlarut
sempurna seperti NaOH. Serta menimbulkan warna merah jambu keunguan.

3. ANALISIS ASETOSAL

A. URAIAN ZAT UJI ASETOSAL (FI EDISI III, HAL.43)

1) Nama resmi : Acidum Acetylosalicylicum


2) Nama lain : Asam Asetilsalisilat Asetosal
3) Struktur kimia :
4) Rumus kimia : C9H8O4
5) BM :180,16
6) Pemerian : Hablur putih, umumnya seperti jarum atau lempengan tersusun,
atau serbuk hablur putih; tidak berbau atau berbau lemah. Stabil di udara
kering; di dalam udara lembab secara bertahap terhidrolisis menjadi asam
salisilat dan asam asetat.
7) Kelarutan : Agak sukar larut dalam air; mudah larut dalam etanol (95%) P;
larut dalam kloroform P dan dalam eter P
8) Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik
9) Khasiat : Analgetikum, antipiretikum

B. ALAT DAN BAHAN

I. ALAT
1) Handscoon
2) Pipet tetes
3) 6 Tabung reaksi
4) Rak tabung reaksi
5) Penjepit tabung kayu
6) Pembersih tabung
7) Lampu spiritus
8) Tissue
9) Korek api

II. BAHAN
a. Asetosal
b. Alkohol
c. FeCl3
d. H2SO4 pekat
e. HCL
C. CARA KERJA

Reaksi Pendahuluan :
1. Zat + FeCl3

Asetosal + FeCl3 Dipanaskan Amati perubahan Zat

2. Zat + Alkohol + H2SO4

Zat + Alkohol 15 tetes + H2SO4 5 tetes Tidak berbau tetapi menyengat di


kocok ad hom dalam hidung

Reaksi Penegasan :

1. Zat + HCl

Asetosal + HCL Amati perubahan Zat

D. HASIL PENGAMATAN
Zat Reaksi Pendahuluan Reaksi Penegasan
Pereaksi FeCl3 Alkohol 15 tetes + HCl
H2SO4 5 tetes
Asetosal Terjadi warna ungu Tidak berbau tetapi Terbentuk endapan
setelah dipanaskan menyengat di dalam asam salisilat
dan terbentuk hidung berwarna bening
endapan. kristal.
E. PEMBAHASAN

Pada praktikum kimia analisis kualitatif kali ini kami menggunakan asetosal sebagai
bahan uji utamanya. asetosal adalah sejenis obat turunan dari salisilat yang sering
digunakan sebagai senyawa analgesik (penahan rasa sakit atau nyeri minor), antipiretik
(penurun demam), dan anti-inflamasi (peradangan).

Reaksi pendahuluan asetosal menggunakan pereaksi FeCl3 yang disertai dengan


pemanasan terlebih dahulu sehingga menghasilkan larutan berwarna ungu. Reaksi
pendahuluan yang kedua dengan menambahkan Alkohol dan H2SO4 , sama seperti
pengujian asam salisilat, untuk menguji adakah bau yang ditimbulkan dari reaksi
tersebut, dan pada pengujian ini tidak menimbulkan bau tetapi terasa menyengat pada
hidung. Kemudian kami melakukan reaksi penegasan asetosal dengan menggunakan
pereaksi HCL yang menyebabkan larutan tersebut membentuk endapan asam salisilat.
BAB III
PENUTUP

1. KESIMPULAN
Senyawa asam akan larut dalam larutan basa. Hal ini sesuai dengan uji kelarutan
pada NaOH dalam kondisi panas atau pun dingin, senyawa sangat mudah larut.
Senyawa Asam larut dalam etanol dan tidak larut dalam air panas, air dingin, maupun
larutan H2SO4. H2SO4 sendiri berfungsi sebagai katalisator reaksi tersebut yang
bersifat menarik molekul air.

(kurang kesimpulan asam sitrat &dapusnya)

Untuk reaksi pendahuluan asam salisilat dan asetol selain menggunakan FeCl3 untuk
menguji adanya warna ungu yang berarti mengandung asam salisilat, juga
menggunakan reaksi esterifikasi untuk menimbulkan bau khas dari masing- masing zat.
Untuk pengujian penegasan menggunakan larutan basa dan larutan asam. Di mana pada
larutan Basa larut sempurna,sedangkan pada larutan asam terjadi endapan.
2. LAMPIRAN
DAFTAR PUSTAKA

Auterhoff, H, dan Kovar, K.A, 1987, Identifikasi Obat, hal 35 ,ITB, Bandung.

Depkes RI. 1979. Farmakope Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta: Depkes RI


Depkes RI. 1995. Farmakope Indonesia Edisi Keempat. Jakarta: Depkes RI