Anda di halaman 1dari 13

STRATEGI PELAKSANAAN 1 (SP1) PADA KLIEN

DENGAN DEFISIT PERAWATAN DIRI

SP 1 : Mendiskusikan pentingnya kebersihan diri, cara-cara merawat diri dan


melatih pasien tentang cara-cara perawatan kebersihan diri

1. Fase Orientasi
a. Salam terapeutik:
“Selamat pagi Ibu/Bapak. Ibu/Bapak bisa memanggil saya Ns R. Saya
praktik di Rumah sakit ini selama 3 minggu dan saya yang bertugas
pada pagi hari ini dari pukul 07.00 sampai 14.00 nanti dan saya yang
akan merawat Ibu/bapak. Nama Ibu/bapak siapa? Senangnya dipanggil
apa?”

b. Evaluasi / validasi:
“Baiklah Bu/pak, bagaimana keadaan Ibu/bapak hari ini? semalam
tidurnya nyenyak?”

c. Kontrak:
1) Topik :
“Kenapa tidur ibu/bapak kurang nyenyak? Dari tadi saya melihat
ibu/bapak menggaruk-garuk badan, apakah karena hal tersebut?”
“Baiklah, bagaimana jika kita berbincang-bincang sebentar tentang
kebersihan diri?”

2) Waktu :
“Ibu maunya berapa lama kita berbincang-bincang? bagaimana
kalau 15 menit saja?”
3) Tempat :

“Dimana ibu mau berbincang-bincang dengan saya? Ya sudah,


Bagaimana jika diruangan ini saja kita berbincang-bincang”

4) Tujuan
“Agar ibu/bapak dapat mengetahui pentingnya kebersihan diri dan
cara-cara merawat diri.”

2. Fase Kerja
“Berapa kali ibu/bapak mandi dalam sehari? Apakah ibu/bapak sudah mandi
hari ini? Menurut ibu/bapak apa kegunaannya mandi? Apa alasan ibu/bapak
sehingga tidak bisa merawat diri? Menurut ibu/bapak apa manfaatnya kalau
kita menjaga kebersihan diri? Kira-kira tanda-tanda orang yang tidak
merawat diri dengan baik seperti apa ya? Ya, betul sekali bu/pak. Selain
badan gatal, mulut bau, apa lagi yang ibu/bapak tau? Kalau kita tidak teratur
menjaga kebersihan diri masalah apa menurut ibu/bapak yang bisa muncul?
Wah, betul sekali bu/pak ada kudis, kutu dan lain sebagainya.”.
“Apa yang ibu lakukan untuk merawat rambut dan muka? Kapan saja ibu
menyisir rambut? Bagaimana dengan bedakan? Apa maksud atau tujuan
sisiran dan berdandan?”
(Contoh untuk pasien laki-laki):
“Berapa kali bapak cukuran dalam seminggu? Kapan bapak cukuran terakhir?
Apa gunanya cukuran? Apa alat-alat yang diperlukan?”. Iya... sebaiknya
cukuran 2x perminggu, dan ada alat cukurnya?”
”Nanti bisa minta ke perawat ya”
”Jadi kegunaan kita untuk merawat diri adalah untuk menjaga kebersihan diri
agar terhindar dari kuman-kuman ya Bu/Pak”
“Nah, untuk makannya berapa kali ibu/bapak makan sehari?
”Apa pula yang dilakukan setelah makan?” Betul, kita harus sikat gigi setelah
makan.”
“Di mana biasanya ibu/bapak buang air besar atau buang air kecil?
Bagaimana membersihkannya? Iya... kita melakukannya harus di kamar
mandi/WC, Nah... itu WC di ruangan ini, lalu jangan lupa membersihkan
pakai air dan sabun”
“Menurut Ibu/Bapak kalau mandi itu kita harus bagaimana ? Sebelum mandi
apa yang perlu kita persiapkan? Benar sekali. Ibu/Bapak perlu menyiapkan
pakaian ganti, handuk, sikat gigi, shampo dan sabun serta sisir”
”Bagaimana kalau sekarang kita ke kamar mandi, saya akan membimbing
Ibu/Bapak melakukannya. Sekarang Ibu/Bapak siram seluruh tubuh
Ibu/Bapak termasuk rambut lalu ambil shampoo gosokkan pada kepala
Ibu/Bapak sampai berbusa lalu bilas sampai bersih. Wah, bagus sekali
Ibu/Bapak dapat melakukannya dengan sangat baik. Selanjutnya ambil sabun,
gosokkan di seluruh tubuh secara merata lalu siram dengan air sampai bersih,
jangan lupa sikat gigi pakai odol. giginya disikat mulai dari arah atas ke
bawah. Gosok seluruh gigi Ibu/Bapak mulai dari depan sampai belakang.
Bagus, lalu kumur-kumur sampai bersih. Terakhir siram lagi seluruh tubuh
Ibu/Bapak sampai bersih lalu keringkan dengan handuk. Selanjutnya
Ibu/Bapak pakai baju dan sisir rambutnya dengan baik.”
“Wah, bagus sekali Ibu/Bapak. Nah, sekarang Ibu/Bapak sudah bersih dan
tampak lebih segar dari sebelumnya”

3. Fase Terminasi
a. Evaluasi
Subyektif
“Bagaimana perasaan Ibu/Bapak setelah mandi dan mengganti
pakaian ?”
“Coba Ibu/Bapak sebutkan lagi apa saja cara-cara mandi yang baik
yang sudah Ibu/Bapak lakukan tadi ?”
“Bagaimana perasaan Ibu/Bapak setelah kita mendiskusikan tentang
pentingnya kebersihan diri tadi? Sekarang coba Ibu/Bapak ulangi lagi
apa yang terjadi jika kita tidak merawat diri dengan baik.”
“Wah !! Bagus sekali Bu/Pak, Ibu/Bapak dapat mengulang apa yang
kita bicarakan tadi dengan baik”
b. Rencana Tindak Lanjut (RTL)
“Berapa kali Ibu/Bapak akan mandi dan sikat gigi? Dua kali pagi dan
sore? Baiklah Bu/Pak”
“Mari, kita masukkan dalam jadwal harian Ibu/Bapak. Jadi,
Ibu/Bapak harus rajin melakukannya sesuai kesepakatan kita ya
Bu/Pak.”
“Apakah Ibu/Bapak setuju? Nah, Disini ada kolom kegiatan, tanggal,
waktu dan keterangan. Ibu/Bapak bisa mengisi kegiatan tenik
relaksasi pada kolom kegiatan. Kira-kira jam berapa Ibu/Bapak nanti
mandi dan sikat gigi? Cara mengisi buku kegiatan ini : jika
Ibu/Bapak melakukannya tanpa dibantu atau diingatkan oleh orang
lain Ibu/Bapak tulis “M” disini, jika Ibu/Bapak di bantu atau
diingatkan Ibu/Bapak tulis “B” dan jika Ibu/Bapak tidak
melakukannya Ibu/Bapak tulis “T”. Apakah Ibu/Bapak paham?
Baiklah jika seperti itu, nanti Ibu/Bapak jangan lupa mengisi buku
kegiatannya ya.”

c. Kontrak yang akan datang


1. Topik
“Karena perbincang-bincangan kita pada hari ini selesai,
bagaimana jika besok kita bertemu lagi. Apakah Ibu/Bapak
mau?”
“Baik, besok kita akan bertemu untuk latihan berdandan ya
Bu/Pak”

2. Waktu
“Jika Ibu/Bapak sudah setuju untuk besok bertemu lagi,
bisakah kita bertemu dengan jam yang sama seperti hari ini?
Baiklah jika seperti itu, untuk pertemuan kedua yaitu besok
dengan jam yang sama seperti hari ini yaitu jam 8 ya Bu/Pak.
Berapa lama Ibu/Bapak punya waktu untuk berbincang-
bincang dengan saya besok? Baiklah kalau begitu untuk
pertemuan besok 20 menit saja.”

3. Tempat
“Dimana Ibu/Bapak akan latihan dengan saya besok? Ya
sudah, bagaimana kalau besok kita melakukannya disini saja
lagi?”
“Baiklah Ibu/Pak , karena perbincangan ini sudah selesai, saya
akhiri pertemuan ini dengan mengucapkan banyak terimakasih
atas perhatian Ibu/Bapak. Mohon maaf jika saya ada salah
kata.”
“Kalau Ibu/Bapak ada keperluan, Ibu/Bapak bisa mencari saya
atau perawat lain di ruang Perawat. Mari Bu/Pak, Selamat
Pagi.”
STRATEGI PELAKSANAAN 2 (SP2) PADA KLIEN

DENGAN DEFISIT PERAWATAN DIRI

SP 2 : Percakapan saat melatih pasien laki-laki berdandan :

1. Fase Orientasi
a. Salam Terapeutik:
“Selamat pagi Bapak. Kita bertemu lagi hari ini ya. Apakah Bapak
masih mengingat saya?”

b. Evaluasi / validasi:
“Baiklah Pak, bagaimana keadaan Bapak hari ini? semalam tidurnya
nyenyak? Bagaimana mandinya? Apa sudah dilakukan? Sudah ditandai
di jadwal hariannya?”

c. Kontrak:
1) Topik :
“Nah sesuai dengan kesepakatan kita kemarin, hari ini kita akan
latihan berdandan ya Pak.”

2) Waktu :
“Bapak maunya berapa lama kita berbincang-bincang?”
“Iya kalua begitu kita latihannya 20 menit ya Pak”

3) Tempat :
“Dimana Bapak mau berlatih dengan saya? Ya sudah, kita jika
latihan di sini ya Pak”

4) Tujuan
“Tujuan kita berlatih berdandan adalah agar wajah Bapak tampak
lebih cerah, segar dan berseri”

2. Fase Kerja
“Apa yang Bapak lakukan setelah selesai mandi ? Apa Bapak sudah
mengganti baju?
“Untuk berpakaian, pilihlah pakaian yang bersih dan kering. Berganti pakaian
yang bersih 2x/hari. Sekarang coba Bapak ganti baju. Ya, bagus seperti itu”
“Apakah Bapak menyisir rambut setelah mandi seperti yang kita praktikkan
kemarin? Bagaimana cara bersisir? Coba kita praktikkan nah sekarang, lihat
ke cermin. Wah! Bagus sekali pak!”
“Apakah Bapak suka bercukur? Berapa hari sekali bercukur? Betul sekali
Bapak, 2 kali perminggu”
“Tampaknya kumis dan janggut Bapak sudah panjang. Mari Pak dirapikan.
Ya, Bagus Bapak. Bapak melakukannya dengan baik. Wah, sudah rapi
sekarang”
(catatan: janggut dirapihkan bila pasien tidak memelihara janggut)

3. Fase Terminasi
a. Evaluasi
Subyektif
“Bagaimana perasaan Bapak setelah berdandan?”
“Coba Bapak sebutkan cara berdandan yang sudah kita bahas. Wah
baik sekali Pak”

b. Rencana Tindak Lanjut (RTL)


”Selanjutnya jangan lupa Bapak setiap hari setelah mandi berdandan
dan pakai baju seperti tadi ya”
”Mari kita masukan lagi pada jadwal kegiatan harian sama seperti
yang kita lakukan kemarin Pak”
c. Kontrak yang akan datang
1. Topik
“Baik, karena latihan berdandan kita pada hari ini selesai,
bagaimana jika besok kita bertemu lagi. Apakah Ibu/Bapak
mau?”
“Jadi besok kita akan bertemu lagi untuk latihan makan yang
baik ya Pak”

2. Waktu
“Jika Bapak sudah setuju untuk besok bertemu lagi, bisakah
kita bertemu dengan jam yang sama seperti hari ini? Baiklah
jika seperti itu, untuk pertemuan selanjutnya yaitu besok
dengan jam yang sama seperti hari ini yaitu jam 8 ya Pak.
Berapa lama Bapak punya waktu untuk berbincang-bincang
dengan saya besok? Baiklah kalau begitu untuk pertemuan
besok 20 menit saja.”

3. Tempat
“Dimana Bapak akan latihan dengan saya besok? Bagaimana
jika besok kita melakukan latihannya di ruang makan bersama
dengan pasien yang lain?”
“Baiklah Pak, karena latihan ini sudah selesai, saya akhiri
pertemuan ini dengan mengucapkan banyak terimakasih atas
perhatian Bapak. Mohon maaf jika saya ada salah kata.”
“Kalau Bapak ada keperluan, Bapak bisa mencari saya atau
perawat lain di ruang Perawat. Mari Pak, Selamat Pagi.”
STRATEGI PELAKSANAAN 3 (SP3) PADA KLIEN
DENGAN DEFISIT PERAWATAN DIRI

SP 3 : Percakapan saat melatih pasien wanita berdandan :

1) Fase Orientasi

“Selamat pagi ibu, masih ingat dengan saya? Bagus ibu. Bagaimana keadaan ibu

hari ini ? Bagaimana mandinya? “Sudah di tandai dijadual harian ?

“Hari ini kita akan latihan berdandan supaya ibu T tampak rapi dan cantik. Mari

ibu T kita dekat cermin dan bawa alat-alatnya ( sisir, bedak, lipstik )

2) Fase Kerja

“ Sudah diganti tadi pakaianya sehabis mandi ? Bagus…Nah sekarang disisir

rambutnya yang rapi ya bu. Bagus ibu”. Apakah ibu T biasa pakai bedak?” coba

dibedakin mukanya ibu T, yang rata dan tipis. “Bagus sekali.” “ ibu T, punya

lipstik mari dioles tipis. Nah…coba lihat dikaca. Ibu T terlihat sangat cantik.”

3) Fase Terminasi

“Bagaimana perasaan ibu T belajar berdandan ?”

“ ibu T jadi tampak segar dan cantik, mari masukkan dalam jadualnya. Kegiatan

harian, sama jamnya dengan mandi. Nanti siang kita latihan makan yang baik di

ruang makan bersama pasien yang lain”. Saya permisi ya bu. Selamat pagi”
STRATEGI PELAKSANAAN 4 (SP4) PADA KLIEN

DENGAN DEFISIT PERAWATAN DIRI

SP 4 : Percakapan saat melatih makan secara mandiri

1) Fase Orientasi

“Selamat siang ibu T,”

” Wow...ibu T masih terlihat rapi”.

“Siang ini kita akan latihan bagaimana cara makan yang baik. Kita latihan

langsung di ruang makan ya.” Mari...itu sudah datang makanan.“

2) Fase Kerja

“Bagaimana kebiasaan sebelum, saat, maupun setelah makan? Dimana ibu T

makan?”

“Sebelum makan kita harus cuci tangan memakai sabun. Ya, mari kita praktekkan.

“Bagus ibu.” “Setelah itu kita duduk dan ambil makanan. Sebelum disantap kita

berdoa dulu. Silakan ibu T yang pimpin. Bagus ibu.”

“Mari kita makan.. saat makan kita harus menyuap makanan satu-satu dengan

pelan-pelan. Ya, Ayo...sayurnya dimakan ya.”“Setelah makan kita bereskan

piring,dan gelas yang kotor. Ya betul.. dan kita akhiri dengan cuci tangan. Ya

bagus ibu”

3) Fase Terminasi

“Bagaimana perasaan ibu T setelah kita makan bersama-sama ?” iya bagus ibu.”

”Apa saja yang harus kita lakukan pada saat makan ? bagus ibu dapat

menyebutkan dengan baik ( cuci tangan, duduk yang baik, ambil makanan,

berdoa, makan yang baik, cuci piring dan gelas, lalu cuci tangan.)”
” Nah... coba ibu T lakukan seperti tadi setiap makan, mau kita masukkan dalam

jadual? Baik ibu. Saya permisi ya bu, terimakasih”.


STRATEGI PELAKSANAAN 5 (SP5) PADA KLIEN

DENGAN DEFISIT PERAWATAN DIRI

SP 5 Pasien : Percakapan mengajarkan pasien melakukan BAB/BAK secara


mandiri

1) Fase Orientasi

“Selamat pagi ibu/bapak ? Bagaimana perasaan ibu/bapak hari ini ?” Baik..!


sudah dijalankan jadwal kegiatannya..?”
“Kita akan membicarakan tentang cara berak dan kencing yang baik?
“ Kira-kira 20 menit ya ibu/bapak. dan dimana kita duduk? Baik disana saja...!

2) Fase Kerja
“Dimana biasanya ibu/bapak berak dan kencing?” “Benar ibu/bapak, berak atau
kencing yang baik itu di WC/kakus, kamar mandi atau tempat lain yang tertutup
dan ada saluran pembuangan kotorannya. Jadi kita tidak berak/kencing di
sembarang tempat ya.....”
“Sekarang, coba ibu/bapak jelaskan kepada saya bagaimana cara ibu/bapak
cebok?”
“Sudah bagus ya ibu/bapak, yang perlu diingat saat ibu/bapak cebok adalah
ibu/bapak membersihkan anus atau kemaluan dengan air yang bersih dan pastikan
tidak ada tinja/air kencing yang masih tersisa di tubuh ibu/bapak”.“Cara cebok
yang bersih setelah ibu/bapak berak yaitu dengan menyiramkan air dari arah
depan ke belakang. Jangan terbalik ya,Cara seperti ini berguna untuk mencegah
masuknya kotoran/tinja yang ada di anus ke bagian kemaluan kita” .
“Setelah ibu/bapak selesai cebok, jangan lupa tinja/air kencing yang ada di
kakus/WC dibersihkan. Caranya siram tinja/air kencing tersebut dengan air
secukupnya sampai tinja/air kencing itu tidak tersisa di kakus/ WC. Jika
ibu/bapak membersihkan tinja/air kencing seperti ini, berarti ibu/bapak ikut
mencegah menyebarnya kuman yang berbahaya yang ada pada kotoran/ air
kencing”
“Setelah selesai membersihan tinja/air kencing, ibu/bapak perlu merapihkan
kembali pakaian sebelum keluar dari WC/kakus/kamar mandi. Pastikan resleting
celana telah tertutup rapi , lalu cuci tangan dengan menggunakan sabun.”
“Jangan lupa merapikan kembali pakaian sebelum keluar dari WC/kakus, lalu cuci
tangan dengan menggunakan sabun.”

3) Fase Terminasi
“Bagaimana perasaan ibu/bapak setelah kita membicarakan tentang cara
berak/kencing yang baik?”
“Coba ibu/bapak jelaskan ulang tentang cara BAB?BAK yang baik.” Bagus...!
“Untuk selanjutnya ibu/bapak bisa melakukan cara-cara yang telah dijelaskan
tadi ”.
“ Nah...besok kita ketemu lagi, untuk melihat sudah sejauhmana ibu/bapak bisa
melakukan jadwal kegiatannya.”