Anda di halaman 1dari 4

BAB IV

PEMECAHAN MASALAH

4.1 Pemecahan Masalah


Berdasarkan hasil kunjungan dan pengamatan pada perusahaan PT.
Pindad yang dilaksanakan pada hari Senin, 31 Juli 2017 terdapat beberapa hal
yang menjadi perhatian dan dibutuhkannya suatu pemecahan masalah. Dalam
pemecahan masalah ini diperlukan kerjasama antara sistem manajemen pihak
perusahaan, tenaga kerja, dan pemerintah agar tercapai kesehatan tenaga kerja
yang diharapkan.
Di bawah ini akan dijelaskan beberapa pemecahan masalah dari hal
yang perlu di perhatikan:

1. Mesin dan Alat Kerja yang digunakan


a. Mesin
Terdapat beberapa pekerja yang mengoperasikan alat tersebut tidak
sesaui SOP yang ditetapkan. Agar seluruh tenaga kerja menggunakan mesin
dan alat kerja lainnya sesuai SOP, disarankan setiap mesin yang ada di
perusahaan tersebut ditempelkan SOP yang telah dilaminating agar para
pegawai bekerja sesuai SOP yang ada. Untuk pemeriksaan berkala setiap
bulan dan perawatan rutin atas semua mesin produksi untuk memastikan
semua alat bekerja dengan baik dan mekanisme pengamanan sudah efektif,
dan catatan pemeriksaan serta perawatan harus dikelola oleh perusahaan
sudah dilakukan dengan baik.
b. APD
Pada bagian mesin produksi yang menimbulkan asap beberapa
pegawai mengabaikan APD. APD seperti masker sangat diperlukan karena
mesin yang mengeluarkan asap tersebut beresiko berbahaya untuk saluran
pernafasan dalam jangka panjang bagi pekerja. Pihak perusahaan telah
menyediakan masker namun pekerja kadangkala merasa tidak nyaman
sehingga mengganggu proses kerja mereka.

43
2. Bahan dan Proses Kerja Sesuai Dengan Prinsip K3
Keamanan akses mobilisasi
Masih ada bagian yang banyak terdapat barang-barang produksi
yang tidak terpakai tidak di tempatkan dengan rapih yang dapat
menyebabkan kecelakaan kerja seperti tersandung bagi karyawan.
Hal ini harus lebih diprioritaskan sebagai upaya untuk mengurangi
kecelakan kerja dan penyakit yang timbul akibat kerja. Meskipun berbagai
upaya telah dilakukan untuk menyadarkan para pekerja agar bekerja sesuai
dengan prinsip K3, namun apabila kesadaran dari pekerja tidak muncul tetap
saja program K3 tidak akan berjalan dengan baik.

3. Landasan Kerja / SOP


Dikarenakan SOP yang digunakan pada PT. PINDAD (PERSERO)
berjalan dengan baik dikarenakan SOP berada di lingkungan kepala divisi
tempat produksi, namun terdapat beberapa saran, yaitu: SOP diketik
kemudian dilaminating dan ditempelkan pada masing-masing mesin
produksi, berada untuk memudahkan semua pekerja di mesin tersebut
dapat membacanya sebelum bekerja. Selanjutnya untuk sosialisasi SOP
dilakukan secara berkala misalkan pada rapat bulanan atau briefing pagi,
perusahaan selalu mengingatkan agar para pekerja selalu bekerja sesuai
SOP. Namun, tidak semua karyawan dalam praktik kerjanya sesuai dengan
SOP yang ada, tetapi sebagian besar sesuai SOP. Sebagian karyawan yang
tidak bekerja sesuai SOP dan tindak lanjutnya dilakukan teguran lisan, jika
3 kali teguran lisan tidak diindahkan maka diberi sanksi administratif, setiap
divisi ada pegawai keselamatan kerja. SOP keselamatan/instruksi APD
berupa poster-poster yang dipasang di setiap gedung.

4. Instalasi Listrik
Industri PT. Pindad memiliki instalasi listrik pusat yang berawal dari
sumber listrik PLN yang akan diterima oleh instalasi listrik pusat yaitu di
power house yang nanti akan dibagikan berdasarkan divisi dalam bentuk

44
terminal yang masih bertepatan di instalasi listrik pusat, setelah itu
dilanjutkan ke divisi setiap gedung, jika terdapat mati lampu dari pusat
biasanya di handle dengan Generator Set ataupun sebelumnya sudah
diberitahukan terlebih dahulu di PLN sehingga gedung yang memiliki
kebutuhan listrik dalam waktu satu hari penuh tetap terjaga sumber
listriknya.
Masih terdapat beberapa kabel yang terlihat di lantai yang dapat
menimbulkan kecelakaan bagi para tenaga kerja secara langsung. Oleh
karena itu sebaiknya kabel-kabel tersebut dirapikan dan ditempatkan pada
tempat yang aman.

5. Prasarana Kerja Lainnya


Kotak P3K yang terdapat di beberapa gedung di PT. Pindad isinya
kurang lengkap. Seharusnya perusahaan selalu melengkapi kotak P3K dan
memberikan pelatihan tentang keselamatan kerja dan bagaimana cara
memberikan pertolongan pertama kepada sesama karyawan, sehingga
sebelum dibawa ke klinik sesama rekan dapat menolong terlebih dahulu.
Mengingat tempat kerjanya pun sangat rawan terjadinya kecelakaan kerja.

6. Konstruksi Tempat Kerja


Terdapat jendela di bagian atas gedung yang bolong-bolong
menyebabkan air hujan masuk saat terjadi hujan besar
Pada gedung pembuatan rem kereta api dan gedung tempa dan cor
tidak dilengkapi blower sehingga udara tidak dapat bersirkulasi dengan
baik. Pada gedung pembuatan rem kereta api asap hitam dari pembakaran
tungku pemanas tidak bersirkulasi sehingga asap hitam tersebut bertahan
selama beberapa saat d atasnya. Seharusnya pada area tersebut dipasang
blower atau beberapa kaca jendela disekitarnya sebagian dicopot supaya
udara dapat bersirkulasi dengan baik. Ruangan pun terasa panas karena atap
terbuat dari seng tanpa dilapisi penyerap panas seperti di gedung divisi alat

45
berat. Seharusnya atap pada bangunan ini juga dilapisi dengan perebam
panas atau atapnya diganti dengan bahan yang tidak panas.
Pada gedung divisi tempa dan cor ventilasi hanya pada pintu masuk
dan keluar. Jendela ditutupi dengan fiber glass sehingga udara tidak dapat
bersirkulasi dengan baik. Seharusnya ditempat tersebut dipasang blower
atau membuat jendela untuk ventilasi di ruang tersebut. Ruangan pun terasa
panas karena atap terbuat dari seng tanpa dilapisi penyerap panas seperti di
gedung divisi alat berat. Seharusnya atap pada bangunan ini juga dilapisi
dengan perebam panas atau atapnya diganti dengan bahan yang tidak panas.

7. Sarana Penanggulangan Kebakaran


Terdapat beberapa gedung yang tidak dilengkapi selang air untuk
hydrant. Seharusnya setiap gedung harus dilengkapi dengan minimal satu
selang hydrant karena banyak benda-benda yang mudah terbakar dan benda
yang memiliki suhu tinggi senghingga rawan kebakaran. Penggunaan
APAR tidak akan cukup membantu pada kasus kebakaran besar dan sambil
menunggu mobil pemadam kebakaran datang untuk memadamkan api
sehingga meminimalisir barang-barang yang akan terbakar saat terjadinya
kebakaran.

46