Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA

GIZI II
KLINIK

Disusun oleh: Kelompok 3.2


Maria Grace Wilianto (41160010)
Ferdinando Kendek (41160013)
Joshua Hariara (41160016)
Raymond Dwi Prasetya (41160023)
Desak Nyoman Frilla Sastra C. (41160028)
Inda Rebeca Pertiwi Pasaribu (41160073)

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS KRISTEN DUTA WACANA
YOGYAKARTA
2018
BAB I
LATAR BELAKANG

Gizi menurut WHO adalah ilmu yang mempelajari proses mengambil makanan dan
mengolah zat-zat padat dan cair dari makanan yang diperlukan untuk memelihara kehidupan,
pertumbuhan, berfungsinya oragan tubuh dan menghasilkan energi pada suatu organisme yang
hidup. Perencanaan makanan penting dalam menentukan pola makan yang dapat mencukupi
kebutuhan gizi yang ideal. Kebutuhan gizi seseorang berbeda-beda yang dipengaruhi oleh ukuran
tubuh, jumlah, intensitas aktivitas fisik, jenis kelamin, cedera, kehamilan , laktasi dan kondisi
kesehatan seseorang.

Gastritis merupakan penyakit yang menyerang mukosa lambung. Gastritis dapat


disebabkan oleh berbagai factor salah satunya adalah minuman beralkohol. Di mana ketika
terjadi gangguan pada system tubuh dalam menghadapi alkohol dapat menyebabkan kerusakan
mukosa lambung sehingga perdarahan, yang selanjutnya dapat menyebabkan anemia.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Gastritis adalah peradangan pada lambung. Penyakit gastritis terjadi pada orang – orang
yang memiliki pola makan yang tidak teratur dan memakan makanan yang produksi asam
lambung. Pola makan yang tidak teratur sehingga menyebabkan lambung menjadi sensitive asam
lambung meningkat. Pola makan adalah adalah berbagai informasi yang memberikan gambaran
macam dan model bahan makanan dan porsi makan.Pola makan yang baik dan teratur
merupakan salah satu dari penatalaksanaan gastritris dan juga merupakan tindakan preventif
dalam mencegah kekambuhan gastritis. Penyembuhan gastritis memerlukan pengaturan makanan
sebagai upaya untuk memperbaiki kondisi percernaan. Pola makan atau pola konsumsi pangan
adalah susunan jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi seseorang atau kelompok orang pada
waktu tertentu (Baliwati, 2009)

Gastritis (inflamasi mukosa lambung)sering akibat diet yang salah, Kadang gastritis dapat
menyebabkan pendarahan pada lambung, tapi hal ini jarang menjadi parah kecuali pada saat
yang sama juga terjadi luka kronis pada lambung. Pendarahan pada lambung dapat menyebabkan
muntah darah atau terdapat darah pada feses dan memerlukan perawatan segera(Rafani, 2009
).Produksi HCL (asam lambung ) yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya gesekan pada
dinding lambung dan usus halus, sehingga timbul rasa nyeri yang disebut tukak lambung.
Gesekan akan lebih parah kalau lambung dalam keadaan kosong akibat makan tidak teratur dan
pada akhirnya akan menyebabkan pendarahan pada lambung (Rafani , 2009)

Etiologi Gastritis menurut hadi (2013) Penyebab timbulnya gastritis diantaranya :

A) Konsumsi alcohol dapat menyebabkan keruskan mukosa lambung.

B) Kondisi stress atau tertekan (trauma, luka bakar, kemoterapi, dan kerusakan susunan saraf)
merangsang peningkatan produksi HCL (asam lambung)

C) Infeksi oleh bakteri seperti H.Pylori, Salmonella, dll

D) Zat – zat korosif dapat menyebabkan kerusakan mukosa gaster dan menimbulkan edema serta
pendarahan.
Anemia defisiensi besi adalah satu keadaan yang ditandai oleh tidak cukupnya deposit
besi di dalam tubuh.Defisiensi besi merupakan defisiensi gizi yang paling sering dijumpai dan
terjadi ketika cadangan besi tubuh tidak cukup menunjang laju produksi sel darah merah dan
sintesis heme di sumsum tulang, guna mempertakan normalnya massa sel darah merah serta
konsentrsi hemoglobin di dalam sirkulasi (kalliopi – Anna Poulia, 2013)

Anemia defisiensi besi dapat disebabkan oleh tidak cukupnya asupan diet harian,
meningkatknya kebutuhan akibat kehamilan dan banyaknya darah yang hilang (pendarahan).
Gejala utama defisiensi besi meliputi rasa lelah , sesak napas, dan vertigo. Masa – masa dalam
kehidupan yang sangat rentan terhadap anemia defisiensi besi meliputi masa remaja, perempuan
di masa hamil, bayi dan kaum lanjut usia. (kalliopi – Anna Poulia, 2013 )

Penyakit kronis menyebabkan penggunaan zat besi yang tidak efektif dari tempat
penyimpanan besi berupa ferritin dan hemosiderik. Hal ini karena pada penyakit kronis terjadi
pelepasan sitokin inflamasi (laktoferin, IL- 1 , TNF –α dan interferon ) yang menghambat proses
mobilisasi besi ke tempat hematopoesis, sehingga kondisi morfologi sel darah merah akan mirip
dengan anemia defisiensi besi dimana kadar cadangan besi dalam tubuh cukup (Mary Zutter,
2015)

Natrium merupakan kation yang banyak terdapat di dalam cairan ekstraseluler yang
berperan dalam memelihara tekanan osmotik, keseimbangan asam-basa dan membantu rangkaian
transmisi impuls saraf. Konsentrasi serum natrium diatur oleh ginjal, sistem saraf pusat (SSP)
dan sistem endokrin. Harga normal serum natrium dalam tubuh adalah 135 – 144 mmol/L.
Kondisi dibawah harga normal disebut hiponatremia dan keadaan berlebih diatas itu adalah
hipernatremia. Hiponatremia dapat terjadi pada kondisi hipovolemia (kekurangan cairan tubuh),
euvolemia atau hipervolemia (kelebihan cairan tubuh). Hipovolemia terjadi pada defisiensi
mineralokortikoid, hipoaldosteronism, luka bakar, muntah, diare, pankreatitis, dan penggunaan
diuretik. Euvolemia terjadi pada defisiensi glukokortikoid, hipotirodism, dan penggunaan
manitol. Sedangkan hipervolemia sering terjadi pada gagal jantung, penurunan fungsi ginjal,
sirosis, sindrom nefrotik (Anonim : 2011)
BAB III
PEMBAHASAN KASUS
1. Anamnesis
Nama : Yogi
Umur : 20 tahun
Jenis kelamin : Laki-laki
Pekerjaan : Tukang pos
Pendidikan : SMA
Agama : Kristen
Alamat : Gondokusuman, Yogyakarta
Diagnosis medis : Gastritis, Anemia Penyakit Kronik (Anemia Defisiensi Besi),
Hiponatremia
Alergi : Susu sapi
Keluhan : Demam, pilek, muntah, dan pusing
Life style : Minum alkohol tiap akhir pekan
2. Antropometri
BB : 50 kg
TB : 160 cm
IMT : 19,53
Status Gizi : Baik
3. Fisik Klinis
Kesan umum: lemas, kesadaran compos mentis,
Vital sign (tanggal 28 Agustus 2018)
- Suhu : 38,0 oC
- Nadi : 90 ×/menit
- Tekanan darah : 120/80 mmHg
- Respirasi : 19 ×/menit
4. Masalah gizi : Gastritis, Anemia Penyakit Kronik (Anemia Defiensi Besi),
Hiponatremia
5. Menentukan kebutuhan gizi
Menurut Mifflin
BB = 50 kg ; TB = 160 cm ; Umur = 20 tahun
BEE = (10 × BB) + (6,25 × TB) – (5×U) + 5
= (10×50) + (6,25×160) – (5×20) + 5
= 500 + 1000 – 100 + 5
= 1.405 Kalori
TEE = BEE × faktor aktivitas × factor stress
= 1.405 × 1,3 × 1,3
= 2.374,45 kalori
Protein = 1,5 gr/kg BB
= 75 = 300 kkal
Lemak = 25 % × TEE
= 25 % × 2.374,45
= 593, 6125 kkal = 65,95 gram

Karbohidrat = TEE – Protein – Lemak


= 2.374,45 – 300 – 593,6125
= 1.480,84kkal = 370,21 gram

SEBELUM DIET
Recall 24 Jam
WAKTU MENU JUMLAH PROTEIN LEMAK KARBOHIDRAT KALORI MENU
MAKANAN
Pagi 200 gr
Nasi 8 gr - 80 gr 350
(1,5 gelas)
50 gr ( 1
Telur 7 gr 5 gr - 75
butir)
Buncis 100 gr 1 gr - 5 gr 25
Ayam 40 gr ( 1 Nasi Goreng
tanpa potong 7 gr 2 gr - 50
kulit sedang)
20 gr ( 4
Minyak
sendok - 20 gr 200
kelapa
teh)
Teh
Teh manis
manis 500 ml - - 24 gr 100
hangat
hangat
Siang 70 gr ( 2
Daging
potong 14 gr 10 gr - 150
sapi
sedang)
210 gr ( 2
Kentang buah 4 gr - 40 gr 175
Steak Sapi
sedang)
Buncis 100 gr 1 gr - 5 gr 25
Wortel 100 gr 1 gr - 5 gr 25
25 gr ( 5
Mentega - 25 gr - 250
sdt)
340 ml (1
Bir - - 25 gr 150 Bir
botol )
Malam Mie 50 gr ( 1
4 gr - 40 gr 175
kering gelas)
135 gr (1 Sup ikan mas
Ikan mas 21 gr 6 gr - 150
ekor)
Telur 55 gr (5 7 gr 5 gr - 75
puyuh butir)
15 gr (3
Mentega - 15 gr - 175
sdt)
Sprite 492 gr ( 1
- - 44 gr (glukosa) 194 Sprite
botol)
Asupan oral (TOTAL) 75 gr 88 gr 268 gr 2.344
Asupan Enteral - - - -
Asupan Parenteral - - - -
Kebutuhan 75 gr 65.95 gr 370,21 gr 2.374.45
Persen Asupan (%) 135,38
100 % 77,25 % 98,71 %
%

Pemeriksaan Biokimia dan Patologi Klinik sebelum Perbaikan Diet


Pemeriksaan Biokimia sebelum Perbaikan Diet

Nilai normal Hasil Interpretasi


Klorida 97 - 106 mmol/L 99 mmol/L Normal
Kalium 3,6 - 5,2 mmol/L 3,9 mmol/L Normal
Kalsium 2,2 – 2,6 mmol/L 2,4 mmol/L Normal
Natrium 135 – 144 mmol/L 130 mmol/L Rendah

Pemeriksaan Morfologi Darah Tepi

Eritrosit : mikrositik hipokromik


Pemeriksaan Darah Rutin
Nilai normal Hasil Interpretasi
Hematokrit 40 -50 % 30 % Rendah
Eritrosit 4,4 - 5,6 x 106 4,1 x 106 sel/mm3 Rendah
sel/mm3
Leukosit 3200 – 10.000/mm3 7800 /mm3 Normal
Trombosit 170 – 380 x 1000 200 x 1000 /mm3 Normal
/mm3
Hemoglobin 13 - 18 g/dL 10 g/dL Rendah
MCV 80 – 100 fl 73,1 fl Rendah
MCH 28 – 34 24,39 pg Rendah

Pemeriksaan Profil Iron

Nilai normal Hasil Interpretasi


Serum ferritin 15-300 μg/L 150 μg/L Normal
Serum iron 50-150 μg/dL 40 μg/L Rendah
TIBC 310-340 μg/dL 250 μg/dL Rendah
Saturasi transferrin 30-40% 20 % Rendah
SESUDAH DIET
Recall 24 jam. Hari pertama:
WAKTU MENU JUMLAH PROTEIN LEMAK KARBOHIDRAT KALORI MENU
MAKANAN
pagi nasi 200 gr 8 gr 80 gr 350 Nasi Putih
(1,5 gelas)
daging 70 gr (2 14 gr 10 gr 150 ca brokoli isi
sapi ptg sdg) daging sapi
buncis 100 gr 1 gr 5 gr 25
minyak 10 gr ( 2 10 gr 100
sdt)
telur 55 gr (1 7 gr 5 gr 75 perkedel
ayam btr)
kentang 210 gr ( 2 4 gr 40 gr 175
bh sdg)
tempe 50 gr ( 5 gr 3 gr 7 gr 75 tempe
1ptg sdg) goreng
bawang 0.01 gr 0.66 gr 6 teh manis
putih
siang cumi- 90 gr ( 2 14 gr 4 gr 100 tumis cumi
cumi ekor kecil)
broccoli 100 gr 1 gr 5 gr 25
wortel 100 gr 1 gr 5 gr 25
mentega 10 gr ( 2 10 gr 100
sdt)
bubur 400 gr 4 gr 40 gr 175 bubur
beras
strawbery 215 gr( 4 12 gr 50 Jus
bh bsr) strawberry
tanpa gula
apel 85 (1 bh 12 gr 50 jus apel
merah kecil)
gula 26 gr (2 24 gr 100
sdm)
pisang 90 gr (2 24 gr 100 pisang
gepok bh) goreng
tepung 50 gr 4 gr 40 gr 175
terigu
gula 13 gr (1 12 gr 50
sdm)
minyak 10 gr ( 2 10 gr 100
sdt)
malam nasi 100 gr 4 gr 40 gr 175 Nasi Putih
(3/4 gls)
ikan 70 gr (1 14 gr 10 gr 150 Ikan pidang
pindang ekor sdg) kukus
daun 50 gr 0.5 gr 2.5 gr 12.5
kemangi
tahu 110 gr (1 5 gr 3 gr 7 gr 75 Tahu Goreng
bj bsr)
minyak 5 gr (1 5 gr 50
sdt)
jeruk 110 gr (2 12 gr 50 Es jeruk
manis bh sdg) manis
gula 13 gr (1 12 gr 50
sdm)
pepaya 110 gr (1 12 gr 50 Pepaya
ptg bsr)
Asupan Oral (TOTAL) 86.5 70.01 392.16 2618.5
Asupan Enteral - - - -
Asupan Parenteral - - - -
Kebutuhan 75 65.95 370.21 2374.45
Persen Asupan (%) 1.153333333 1.061561789 1.059290673 1.102781697
Hari kedua:

WAKTU MENU JUMLAH PROT LE KARBOH KALORI MENU MAKANAN


EIN MA IDRAT
K
pagi nasi 100 gr 4 40 175 nasi putih
( 3/4gelas)
ayam dengan 1 ptg sdg (25 7 13 150 Ayam ca brokoli dengan
kulit gr) oncom
oncom 2 ptg kecil 5 3 7 75
buncis 100 gr 1 5 25
minyak 5gr 5 50
kerupuk udang 5 bj sdg 4 40 175 Kerupuk Udang
jeruk manis 2 bh sdg 12 50 jeruk manis
(110gr)
gula 1 sdm (13 gr) 12 50
siang nasi 100 gr 4 40 175 nasi putih
( 3/4gelas)
kerupuk udang 5 bj sdg 4 40 175 kerupuk udang
sosis 10 biji 7 13 150 ca kacang kapri dengan
tauge 3 10 50 touge
kacang kapri 3 10 50
minyak 10 gr (2sdt) 10 100
jeruk manis 2 bh sdg 12 50 jeruk manis
(110gr)
gula 1/2 sdm 6 25
(6,5gr )
snack biskuit 4 bh besar 4 40 175 biskuit
siang
kacang mete 3 sdm 10 6 14 150 kacang mete
malam nasi 100 gr 4 40 175 nasi putih
( 3/4gelas)
bebek 4 gr (1 ptg) 7 13 150 Bebek goreng
minyak 5 gr (1 sdt) 5 50
bayam merah 3 10 50 sayur bening
labu siam 3 10 50
kerupuk 5bj 4 40 175 kerupuk Udang
jeruk manis 2 bh sdg 12 50 jeruk manis
Asupan Oral (TOTAL) 77 68 400 2550
Asupan Enteral - - - -
Asupan Parenteral - - - -
Kebutuhan 75 65.95 370.21 2374.45
Persen Asupan (%) 1.0266 1.031 1.08046784 1.07393291
67 1 3 1

Pemeriksaan biokimia dan patologi klinik sesudah perbaikan diet


Elektrolit:

Nilai normal Hasil Interpretasi


Klorida 97 - 106 mmol/L 99 mmol/L Normal
Kalium 3,6 - 5,2 mmol/L 4,0 mmol/L Normal
Kalsium 2,2 – 2,6 mmol/L 2,4 mmol/L Normal
Natrium 135 – 144 mmol/L 137 mmol/L Normal

Pemeriksaan morfologi darah tepi

Eritrosit: normositik, normokromik


Pemeriksaan Darah Rutin
Nilai normal Hasil Interpretasi
Hematokrit 40 -50 % 43 % Normal
Eritrosit 4,4 - 5,6 x 106 sel/mm3 4,8 x 106 sel/mm3 Normal
Leukosit 3200 – 10.000/mm3 7800 /mm3 Normal
Trombosit 170 – 380 x 1000 /mm3 200 x 1000 /mm3 Normal
hemoglobin 13 - 18 g/dL 15 g/dL Normal
MCV 80 – 100 fl 89, 6 fl Normal
MCH 28 - 34 31,25 pg Normal

Pemeriksaan Profil Iron

Nilai normal Hasil Interpretasi

Serum ferritin 15-300 μg/L 150 μg/L Normal

Serum iron 50-150 μg/dL 70 μg/L Normal

TIBC 310-340 μg/dL 315 μg/dL Normal

Saturasi transferrin 30-40% 37 % Normal


BAB IV
KONSELING DAN EDUKASI
Pada anemia dibutuhkan asupan gizi sesuai kebutuhan pembentukan darahnya.
Pembentukan darah memerlukan beberapa bahan, diantaranya : asam folat dan B12, besi, cobalt,
magnesium, Cu, Zn, asam amino, dan vitamin lain. Asam folat dan B12 merupakan bahan pokok
pembentuk inti sel. Besi diperlukan dalam pembentukan hemoglobin. Vitamin yang diperlukan
adalah vitamin C dan B kompleks. Selain itu penderita anemia diharapkan menghindari makanan
yang mengganggu absorbsi besi.
Pasien anemia diharapkan banyak mengonsumsi hati, ginjal, sapi, kacang – kacangan,
sayuran hijau, roti gandum, sereal. Asam folat bisa didapatkan dari buah buahan, sayuran hijau,
kacang hijau, kacang merah, dan kacang tanah. Vitamin B12 bisa didapatkan dari daging, susu,
keju, sereal, kedelai (tahu dan tempe). Vitamin C bisa didapatkan dari jeruk, merica, brokoli,
tomat, melon, strawberry. Makanan yang harus dihindari adalah makanan dengan kandungan
kafein seperti teh, kopi, dan coklat
DAFTAR PUSTAKA

Poulia, Kalliopi-Anna, dkk. 2013. Asuhan Gizi Klinik. Jakarta : EGC


Zutter, Mary, dkk. 2015. Rubin’s Pathology Clinicopathology Foundation of Medicine Seventh
Edition. Philadelphia : Wolters Kluwer Health
Anonim. 2011. Pedoman Interpretasi Data Klinik. Jakarta : Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia
LAMPIRAN
Pertanyaan :

1) Pada menu diet hari ke 1 dan ke 2 terdapat perbedaan jumlah asupan lemak ? Apakah itu
mempengaruhi pada kondisi gastritis pasien ?

Hal tersebut tidak ada efeknya , melalui perbedaan asupan lemak dari hari pertama dan hari
kedua. Karena dari masalah gizi tidak ada yang berhubungan dengan metabolisme lemak, dalam
hal ini pasien hanya membutuhkan protein dan besi yang tinggi. Namun mengkonsumsi jenis
makanan yang mengandung asam lemak tak jenuh dapat menjadi pilihan, karena lemak jenis
lebih mudah untuk dicerna oleh tubuh. Contoh makanan yang mengandung lemak tak jenuh
antara lain tempe, ikan salmon dan alpukat. .