Anda di halaman 1dari 6

1.

Pendahuluan

1.1 LATAR BELAKANG

Komunikasi adalah hal yang sangat penting yang dilakukan dalam kehidupan sehari-
hari termasuk dalam profesi kedokteran. Dengan komunikasi yang baik antar dokter dan pasien
maka proses pelayanan kesehatan akan memberi hasil yang baik. Komunikasi yang disertai
dengan hubungan saling percaya antar dokter dan pasien dapat membuat pasien terbuka dan
jujur dalam mengemukakan masalahnya dan hal tersebut dapat memperlancar hubungan antara
dokter dan pasien.

Jika seorang dokter ingin melaksanakan tugasnya dengan efektif maka ia seringkali
harus melakukan berbagai cara untuk berinteraksi seakrab mungkin1 dan itu dapat diwujudkan
dengan komunikasi yang efektif juga.

1.2 TUJUAN PENULISAN


Mengetahui cara berkomunikasi yang baik antara dokter dan pasien.

1.3 SKENARIO D

Seorang perempuan 45 tahun datang berobat ke dokter dengan banyak keluhan sering
pusing, sering sakit perut, sering lemas. Dokter kesal karena pasien tersebut banyak
keluhan dan mengemukakan keluhan tersebut secara kekanak-kanakan.

1.4 IDENTIFIKASI MASALAH

Dalam skenario kali ini tidak terdapat istilah yang tidak diketahui.

1.5 RUMUSAN MASALAH

1. Pasien banyak keluhan yang diumumkan secara kekanak-kanakan.

1.6 ANALISIS MASALAH Empati


Komunikasi dokter dan Sifat
Simpati
pasien
Dokter-Pasien
Kooperatif
Komunikasi verbal dan non
verbal
penampilan Sabar
tulus
Analisa transaksionil

confidence

1.7 HIPOTESIS

Dokter harus berusaha untuk menaikkan state pasien

1.8 SASARAN PEMBELAJARAN

1. Mahasiswa mampu mengetahui komunikasi antar dokter dan pasien

2. Mahasiswa mampu mengetahui analisa transaksionil

3. Mahasiswa mampu mengetahui komunikasi verbal dan non verbal

2. Isi

2.1.1 KOMUNIKASI

Komunikasi adalah "suatu proses dalam mana seseorang atau beberapa orang,
kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar
terhubung dengan lingkungan dan orang lain"2. Atau bisa diartikan juga sebagi suatu proses
penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada
umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua
belah pihak. apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya,
komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan
sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti
ini disebut komunikasi nonverbal.

2.1.2 KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL

Komunikasi verbal adalah komunikasi yang di dalamnya terjadi pertukaran informasi


secara interaktif mendengarkan lawan bicara atau sebaliknya, kontak mata yang sangat
membantu dalam kelancaran komunikasi, pemahan bahasa serta gaya bicara, berlangsung
dua arah atau timbal-balik. Pemahaman dan penyerapan informasi berlangsung relatif cepat
dan baik3. Bahasa verbal adalah sarana utama untuk menyatakan pikiran, perasaan, dan
maksud kita4.
Komunikas non verbal adalah komunikasi yang terjadi melalui observasi dari gerak-
gerik, ekspresi, gerak tubuh, dan isyarat. Dalam komunikasi non verbal sulit untuk
menyelami maksud dan perasaan pasien, sering terjadi salah presepsi dan dalam
komunikasi non verbal mudah terganggu.

2.1.3 KOMUNIKASI DOKTER-PASIEN

Dalam profesi kedokteran dan tenaga kesehatan yang lain, komunikasi dengan pasien
merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai. Kompetensi komunikasi
menentukan keberhasilan penyelesaian masalah kesehatan pasien. Komunikasi yang baik
antara dokter dan pasien harus bersifat empati, simpati dan kooperatif serta harus
berpenampilan tulus, sabar dan confidence.

Sifat komunikasi yang baik :

1. Empati
Empati didefinisikan sebagai respons afektif dan kognitif yang kompleks pada
distres emosional orang lain5. Empati termasuk kemampuan untuk merasakan
keadaan emosional orang lain, merasa simpatik dan mencoba menyelesaikan
masalah, dan mengambil perspektif orang lain.
2. Simpati
Simpati adalah suatu proses dimana seseorang merasa tertarik terhadap pihak lain,
sehingga mampu merasakan apa yang dialami, dilakukan dan diderita orang lain.
3. Kooperatif
Kooperatif adalah sikap yang membutuhkan kerja sama.

2.1.4 HAMBATAN KOMUNIKASI


1. Budaya
Hambatan yang berasal dari budaya yang berbeda satu dengan yang lainnya
2. Bahasa
Hambatan yang terjadi jika pengirim dan penerima pesan menggunakan bahsa yang
berbeda
3. Emosi
Hambatan ini berkaitan dang bergantung pada emosi dari sang pendengar.
4. Presepsi
Hambatan ini terjadi karena setiap orang memiliki presepsinya yang berbeda-beda.

2.2 ANALISA TRANSAKSIONIL


Analisis transaksionil adalah suatu model analisis komunikasi dimana
seseorang menempatkan dirinya menurut posisi psikologi yang berbeda dan
menentukan ego dominan yang sedang berlangsung pada setiap individu yang sedang
berinteraksi.
Manusia memiliki 3 state :
- Orang tua
Berperilaku seperti peran-peran orang tua. Berkepribadian yang bisa
bersikap kritik, membimbing dan melindungi.
- Dewasa
Berpangkal atau berorientasi pada fakta dan kenyataan, bersikap kritis dan
dapat membuat keputusan yang rasional.
- Kanak-kanak
Berperilaku dan berperasaan seperti anak-anak. Memiliki sifat yang bebas,
immature, rasa ingin tahu besar, spontan, malu-malu, kadang penurut
dan pasif, kadang tidak bertanggung jawab & pemberontak.

3 KESIMPULAN

Dalam dunia kedokteran komunikasi adalah hal yang sangat patut untuk dijaga
kelancarannya demi terbinanya hubungan yang baik antar dokter dan pasien. Jika komunikasi
sudah berjalan dengan lancar maka sang pasien akan percaya dengan dokter tersebut dan pasien
akan merasa puas dengan pelayanan dari dokter.

Dalam skenario D, dokter tidak menunjukkan sifat komunikasi yang baik dan efektif
terhadap pasien. Ia tidak memberikan pelayanan yang memuaskan karena ia tidak
menunjukkan rasa empati terhadap pasien. Dokter juga tidak menunjukkan sifat yang sabar,
tulus dalam menghadapi pasiennya. Hal yang harus dilakukan dokter adalah berusaha
menaikkan state pasiennya yang kekanak-kanakan menjadi dewasa.
Daftar pustaka :

1. Muzaham F. Memperkenalkan Sosioligi Kesehatan. Jakarta: Universitas Indonesia,


1995.
2. Ruben Brent D, Stewart L. Communication and Human Behavior. United States: Allyn
and Bacon, 2006.
3. Prawirohardjo S. Ilmu kebidanan. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo,
2010.
4. Mulyana D. Ilmu Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008.
5. Baron & Byrne, Psikologi Sosial Jilid 2. Jakarta: Erlangga, 2004.