Anda di halaman 1dari 10

PRAKTIKUM PETROLOGI

No. Urut :1
No. Peraga :7
Golongan mineral : Silikat
Warna lapuk : Kuning
Warna segar : Putih
Cerat : Putih
Kilap : Kaca
Belahan : Tidak ada
Pecahan : Uneven
Kekerasan :7

Kuku Kawat Kaca Tegel Kikir Baja


- - - - -

Berat jenis : 2,65 gr/cm3


Sifat kemagnetan : Diamagnetik
Derajat kejernihan : Translucent
Tenacity : Brittle
Sistem kristal : Heksagonal
Komposisi kimia : SiO2
Nama mineral : Kuarsa (Simon & Schuster inc., 1977)
Keterangan :
Sampel dengan no. urut 1 dan no. peraga 7 merupakan golongan mineral
silikat. Dalam keaadan lapuk berwarna kuning dan dalam keadaan segar berwarna
putih. Adapun cerat yang dihasilkan yaitu berwarna putih, kilap yang nampak
yaitu kilap kaca. Belahan pada mineral tidak ada dan pecahan yang nampak yaitu
uneven. Sampel ini mempunyai kekerasan 7 dan berat jenis 2,65 gr/cm3. Adapun
sifat kemagnetannya yaitu diamagnetik, derajat kejernihan yaitu translucent serta
sifat dalam atau tenacity yaitu brittle dan sistem kristal yaitu heksagonal.
Komposisi kimia mineral ini yaitu SiO2. Berdasarkan hasil deskripsi, maka dapat
dinyatakan bahwa mineral yang dimaksud adalah kuarsa.

Mineral ini terbentuk langsung dari proses kristalisasi magma, dimana dari
pegmatite- pneumatolytic ke tahap hydrothermal dengan suhu yang lebih rendah.
Mineral ini berasosiasi dengan mineral- mineral penyusun batuan beku asam,
intermediet, batuan piroklastik maupun mineral penyusun batuan metamorf.
Mineral kuarsa memiliki banyak varietas yang biasa digunakan sebagai batuan
ornamen karena mudah untuk dibentuk dan dipoles serta diwarnai.

Asisten Praktikan

( ) ( )
PRAKTIKUM PETROLOGI

No. Urut :2
No. Peraga :7
Golongan mineral : Silikat
Warna lapuk : Kuning
Warna segar : Hitam
Cerat : Putih
Kilap : Kaca
Belahan : Tidak ada
Pecahan : Even
Kekerasan :6

Kuku Kawat Kaca Tegel Kikir Baja


- - - - 

Berat jenis : 3- 3,4 gr/cm3


Sifat kemagnetan : Diamagnetik
Derajat kejernihan : Opaque
Tenacity : Brittle
Sistem kristal : Monoklin
Komposisi kimia : (Ca, Na)2-3(Mg Fe Al)5Si6(Al, Si)8O22(OH)2
Nama mineral : Hornblende (Simon & Schuster inc., 1977)
Keterangan :
Sampel dengan no. urut 2 dan no. peraga 7 merupakan golongan mineral
silikat. Dalam keaadan lapuk berwarna kuning dan dalam keadaan segar berwarna
hitam. Adapun cerat yang dihasilkan yaitu berwarna putih, kilap yang nampak
yaitu kilap kaca. Belahan pada mineral tidak ada dan pecahan yang nampak yaitu
even. Sampel ini mempunyai kekerasan 6 dan berat jenis 3- 3,4 gr/cm3. Adapun
sifat kemagnetannya yaitu diamagnetik, derajat kejernihan yaitu opaque dan sifat
dalam atau tenacity yaitu brittle serta sistem kristal yaitu monoklin. Komposisi
kimia mineral ini yaitu (Ca, Na)2-3(Mg Fe Al)5Si6(Al, Si)8O22(OH)2. Berdasarkan
hasil deskripsi, maka dapat dinyatakan bahwa mineral yang dimaksud adalah
hornblende.

Mineral ini terbentuk dari hasil pembekuan magma pada suhu 600℃- 700℃.
Mineral ini berasosiasi dengan mineral- mineral penyusun batuan beku asam
seperti plagioklas, ortoklas dan biotit. Mineral ini biasa digunakan sebagai bahan
pembuatan asbes serta digunakan juga dalam industri tekstil.

Asisten Praktikan

( ) ( )
PRAKTIKUM PETROLOGI

No. Urut :3
No. Peraga :5
Golongan mineral : Silikat
Warna lapuk : Kuning
Warna segar : Hitam
Cerat : Abu- abu
Kilap : Kaca
Belahan : Tidak ada
Pecahan : Uneven
Kekerasan : 5- 6,5

Kuku Kawat Kaca Tegel Kikir Baja


- - - - 

Berat jenis : 2,9- 3,6 gr/cm3


Sifat kemagnetan : Diamagnetik
Derajat kejernihan : Opaque
Tenacity : Brittle
Sistem kristal : Monoklin
Komposisi kimia : (Ca, Na) (Mg Fe Al) (Si, Al)2O6
Nama mineral : Piroksin (Simon & Schuster inc., 1977)
Keterangan :
Sampel dengan no. urut 3 dan no. peraga 5 merupakan golongan mineral silikat.
Dalam keaadan lapuk berwarna kuning dan dalam keadaan segar berwarna hitam.
Adapun cerat yang dihasilkan yaitu berwarna abu- abu, kilap yang nampak yaitu
kilap kaca. Belahan pada mineral tidak ada dan pecahan yang nampak yaitu
uneven. Sampel ini mempunyai kekerasan 5-6,5 dan berat jenis 2,9- 3,6 gr/cm3.
Adapun sifat kemagnetannya yaitu diamagnetik, derajat kejernihan yaitu opaque
dan sifat dalam atau tenacity yaitu brittle serta sistem kristal yaitu monoklin.
Komposisi kimia mineral ini yaitu (Ca, Na) (Mg Fe Al) (Si, Al)2O6
. Berdasarkan hasil deskripsi, maka dapat dinyatakan bahwa mineral yang
dimaksud adalah piroksin.

Mineral ini terbentuk dari hasil pembekuan magma pada suhu 1000℃-
1200℃. Mineral ini berasosiasi dengan mineral- mineral penyusun batuan beku
basa seperti olivin. Mineral ini biasa digunakan sebagai bahan penelitian serta
koleksi oleh beberapa ahli petrologi dan kolektor mineral ataupun batuan.

Asisten Praktikan

( ) ( )
PRAKTIKUM PETROLOGI

No. Urut :4
No. Peraga :2
Golongan mineral : Silikat
Warna lapuk : Kuning
Warna segar : Hijau
Cerat : Putih
Kilap : Kaca
Belahan : Tidak ada
Pecahan : Even
Kekerasan : 2- 2.5

Kuku Kawat Kaca Tegel Kikir Baja


    

Berat jenis : 2,77- 2,88 gr/cm3


Sifat kemagnetan : Diamagnetik
Derajat kejernihan : Translucent
Tenacity : Elastic
Sistem kristal : Monoklin
Komposisi kimia : KAl2(AlSi3)O10(OH)2
Nama mineral : Muscovite (Simon & Schuster inc., 1977)
Keterangan :
Sampel dengan no. urut 4 dan no. peraga 2 merupakan golongan mineral
silikat. Dalam keaadan lapuk berwarna kuning dan dalam keadaan segar berwarna
hijau. Adapun cerat yang dihasilkan yaitu berwarna putih, kilap yang nampak
yaitu kilap kaca. Belahan pada mineral tidak ada dan pecahan yang nampak yaitu
even. Sampel ini mempunyai kekerasan 2- 2,5 dan berat jenis 2,77- 2,88 gr/cm3.
Adapun sifat kemagnetannya yaitu diamagnetik, derajat kejernihan yaitu
translucent dan sifat dalam atau tenacity yaitu elastic serta sistem kristal yaitu
monoklin. Komposisi kimia mineral ini yaitu KAl2(AlSi3)O10(OH)2. Berdasarkan
hasil deskripsi, maka dapat dinyatakan bahwa mineral yang dimaksud adalah
muscovite.

Mineral ini terbentuk pada lingkungan batuan beku, pegmatite, lingkungan


metamorfik bersuhu rendah dan menengah atau pada lingkungan rudimen.
Mineral ini berasosiasi dengan mineral kuarsa, almandine dan biotit. Mineral ini
biasa digunakan sebagai kertas dinding, bahan isian (filter) dan material tahan
panas.

Asisten Praktikan

( ) ( )
PRAKTIKUM PETROLOGI

No. Urut :5
No. Peraga : 25
Golongan mineral : Silikat
Warna lapuk : Cokelat
Warna segar : Hitam
Cerat : Abu- abu
Kilap : Kaca
Belahan : Tidak ada
Pecahan : Even
Kekerasan : 5- 6

Kuku Kawat Kaca Tegel Kikir Baja


- - - - 

Berat jenis : 3,2- 3,6 gr/cm3


Sifat kemagnetan : Diamagnetik
Derajat kejernihan : Opaque
Tenacity : Brittle
Sistem kristal : Monoklin
Komposisi kimia : (Ca, Na) (Mg Fe Al Ti) (Si, Al)2O6
Nama mineral : Augite (Simon & Schuster inc., 1977)
Keterangan :
Sampel dengan no. urut 5 dan no. peraga 25 merupakan golongan mineral
silikat. Dalam keaadan lapuk berwarna cokelat dan dalam keadaan segar berwarna
hitam. Adapun cerat yang dihasilkan yaitu berwarna abu- abu, kilap yang nampak
yaitu kilap kaca. Belahan pada mineral tidak ada dan pecahan yang nampak yaitu
even. Sampel ini mempunyai kekerasan 5- 6 dan berat jenis 3,2- 3,6 gr/cm3.
Adapun sifat kemagnetannya yaitu diamagnetik, derajat kejernihan yaitu opaque
dan sifat dalam atau tenacity yaitu brittle serta sistem kristal yaitu monoklin.
Komposisi kimia mineral ini yaitu (Ca, Na) (Mg Fe Al Ti) (Si, Al)2O6.
Berdasarkan hasil deskripsi, maka dapat dinyatakan bahwa mineral yang
dimaksud adalah augite.

Mineral ini terbentuk dari hasil pembekuan magma pada suhu 1000℃-
1200℃. Mineral ini berasosiasi dengan mineral olivine, biotit, nepheline, albite,
apatite, serpentin, leucite, dan hornblende. Mineral ini biasa digunakan sebagai
bahan penelitian serta koleksi oleh beberapa ahli petrologi dan kolektor mineral
atau pun batuan.

Asisten Praktikan

( ) ( )