Anda di halaman 1dari 38

FUNGSI MANAJERIAL PADA PERUSAHAAN AIR ASIA

Tugas ini disusun untuk mata kuliah : Sistem Manajemen Organisasi Industri

Dosen : Sari Wulandari,ST,MT.

Disusun oleh :

Kadek Wirasukessa (NIM : 1201164207)

Ivory Alifia Ramadhanty ( NIM : 1201164073)

Nur Fadilla ( NIM : 1201164102)

TELKOM UNIVERSITY

FAKULTAS REKAYASA INDUSTRI

TEKNIK INDUSTRI

TAHUN AJARAN 2017/2018


DAFTAR ISI

DAFTAR ISI.................................................................................................................................................. i
Bab I Planning............................................................................................................................................... 1
Misi Air Asia............................................................................................................................................ 1
Nilai-nilai ................................................................................................................................................. 1
BAB II Organizing ...................................................................................................................................... 15
BAB III LEADING..................................................................................................................................... 19
BAB IV CONTROLLING .......................................................................................................................... 28
Daftar Pustaka ............................................................................................................................................. 28

i
ii
Bab I Planning

Latar Belakang Perusahaan

Air Asia Berhad didirikan pada tahun 1993 dengan memulai operasinya pada tahun 1996. Pada
tahun 2001, perusahaan Tune Air Sdn Bhd Tony Fernandes membeli maskapai ini dari DRB-
Hicom. Air Asia dikenal sebagai maskapai penerbangan berbiaya rendah Malaysia dan bahkan
penerbangan murah. Slogan Air Asia adalah ‘Sekarang semua orang bisa terbang’. Anak
Perusahaan air asia ada seperti Thai Air Asia, Indonesia Air Asia , Viet Jet Air Asia dan Air Asia
Red Tax.

Visi Air Asia

Menjadi maskapai penerbangan berbiaya hemat di Asia dan melayani 3 juta orang yang sekarang
dilayani dengan konektivitas yang kurang baik dan tarif yang mahal.

Misi Air Asia

 Menjadi perusahaan terbaik untuk bekerja, di mana para karyawan dianggap sebagai
anggota keluarga besar
 Menciptakan brand ASEAN yang diakui secara global
 Mencapai tarif terhemat sehingga semua orang bisa terbang dengan AirAsia
 Mempertahankan produk berkualitas tinggi, menggunakan teknologi untuk mengurangi
pembiayaan dan meningkatkan kualitas layanan

Nilai-nilai

Kami adalah Allstars, dan kami ...

 SENANG
Senang artinya kami menikmati hidup. Kami tertawa riang, tersenyum lebar, dan dapat
menjadi diri sendiri Kami adalah sekelompok orang yang senang bersosialisasi dan

1
menikmati berbagi ide dan solusi untuk membuat segalanya lebih baik. Lagipula,
kesenangan memang sebaiknya disebarkan.

 PEDULI
Kepedulian adalah perasaan yang hangat dan ramah, maka kami memanjakan tamu
dengan berbagai cara supaya mereka merasa nyaman.

 BERSEMANGAT
Bersemangat artinya melangkah lebih jauh untuk mencapai tujuan yang lebih besar
daripada tujuan kami sekarang ini. Katanya, orang yang bersemangat dapat mengubah
dunia dan itulah yang kami pegang teguh dalam hati kami.
 PENUH INTEGRITAS
Kami percaya bahwa segala hal yang patut dilakukan, lakukanlah dengan serius. Intinya
bertindak hal yang benar setiap saat.
 SADAR SELAMAT
Penerbangan yang aman adalah yang membahagiakan. Keselamatan penumpang adalah
prioritas, sehingga kami bekerja dengan hati-hati. Karena setiap kali ada hal yang
menyangkut keselamatan, semua hal kecil akan kami perhatikan.
 BEKERJA KERAS
Artinya dalam satu tim, bekerja bersama untuk mencapai tujuan utama. Baik memenuhi
waktu pertukaran penerbangan 25 menit atau memastikan Anda membayar tiket
penerbangan termurah ke tempat tujuan, segalanya kami lakukan sebagai tim. Semua
untuk satu. Satu untuk semua.

1.1 Jenis Tujuan

Perencanaan disetiap perusahaan sangat penting. Perencanaan melibatkan pendefinisian


tujuan suatu perusahaan dan menentukan strategi-strategi agar mencapai tujuan tersebut. airasia
pun memiliki goals atau tujuan yang dinyatakan (stated goals) yaitu “Now Everyone Can Fly”
tujuan ini dibuat Airasia ingin bisa dinikmati oleh siapapun dengan maskapai penerbangan yang
memiliki biaya rendah dan terjangkau sehingga memudahkan bagi masyarakat untuk pergi
menggunakan pesawat terbang. Untuk tujuan rill (real goals) pada perusahaan Airasia yang
sangat dikejar oleh perusahaan tersebut. Setiap organisasi harus memiliki tujuan yang jelas dan
bisa dipahami oleh setiap anggota nya sehingga setiap hal yang dilakukan mengarah pada

2
tercapainya tujuan bersama. Dan tujuan Air Asia bisa dilihat dari prioritas, visi dan misinya
yakni:

 VISI :

Menjadi maskapai penerbangan berbiaya hemat di Asia dan melayani 3 juta orang
yang sekarang dilayani dengan konektivitas yang kurang baik dan tarif yang mahal.

 MISI :
 Menjadi perusahaan terbaik untuk bekerja, di mana para karyawan dianggap sebagai
anggota keluarga besar.
 Menciptakan brand ASEAN yang diakui secara global.
 Mencapai tarif terhemat sehingga semua orang bisa terbang denganAirAsia.
 Mempertahankan produk berkualitas tinggi, menggunakan teknologiuntuk
mengurangi pembiayaan dan meningkatkan kualitas layanan.

Dari visi dan misi diatas dapat disimpulkan bahwa perusahaan Airasia ingin melayani semua
orang yang ini menggunakan maskapai penerbangannya. Airasia ingin 3 juta orang yang dilayani
perusahaan lain dengan konektivitas yang kurang baik menjadi lebih baik dengan service yang
mereka berikan. Dan juga Airasia ingin maskapainya memiliki tariff yang murah agar dapat
melayani pelanghan dengan baik.

1.2 Jenis Rencana

Rencana organisasi dapat dibagi menjadi rencana jangkauan ,kerangka waktu, sepsifikasi dan
juga frekuensi penggunaan. Airasia sebagai perusahaan maskapai yang terkenal di Negara bagian
Asia juga memiliki rencana rencana yang digunakan untuk membangun perusahaan tersebut.
untuk rencana jangkauan pada Airasia yang diterapkan pada seluruh organisasi adalah maskapai
yang paling dominan dalam hal pangsa pasar dan profitabilitas di Malaysia, Airasia juga

3
mempertahankan kedisiplinan untuk tetap memaksimalkan pendapatan, modal, sumber daya
manusia, serta meningkatkan jumlah penumpang, dan terus menekan biaya operasional.

Untuk rencana jangka panjang Airasia adalah fokus untuk mengembangkan AirAsia ke pasar
yang lebih luas di Filipina dan Jepang. Terobosan yang baru berjalan ini masih berada pada tahap
awal dan masih berada di posisi yang memiliki potensi pertumbuhan yang maksimal. Kami telah
membentuk tim manajemen yang kuat, yang akan berbagi visi dan strategi guna mencapai
eksistensi dominan seperti halnya di Malaysia, Thailand, dan Indonesia. Untuk negara-negara
diluar wilayah Asean, India telah menjadi pasar yang menarik dan saya sangat terkesan dengan
perkembangan dari negara ini dalam hal mempromosikan jasa penerbangan. Airasia akan terus
menelusuri setiap kesempatan yang ada, tetapi saya percaya pangsa pasar ini menawarkan
potensi yang paling berkembang dalam hal perjalanan. tetap fokus dan disiplin dalam hal
pengendalian biaya serta model bisnis yang telah tertanam dalam visi organisasi.

Airasia memiliki basis biaya terendah dibandingkan dengan maskapai penerbangan lain di
dunia dan itu merupakan hal yang sulit untuk ditiru bahkan oleh para pesaing baru. AirAsia telah
memesan sebanyak 475 armada pesawat dan 114 di antaranya sudah beroperasi. 87% dari
pesawat masih tercatat dalam neraca dan merupakan rasio kepemilikan tertinggi dibandingkan
maskapai manapun di Asia. Meskipun dengan rasio kepemilikan yang tinggi, keseimbangan
AirAsia tetap solid dengan net gearing 1,03 kali dan saldo kas yang melebihi MYR 2miliar.

1.3 Manajemen Strategik

Untuk melihat strategi organisasi yang ingin dikembangkan. Ada enam langkah proses
yang meliputi perencanaan,implementasi dan evaluasi strategis.

 Mengidentifikasi Misi,Tujuan dan Strategi Organisasi

Tujuan yang ada pada air asia adalah menjadi maskapai penerbangan jarak pendek
dengan biaya terendah di setiap pasar yang mereka layani, untuk terus meluncurkan rute
baru di bawah AirAsia a. Salah satu tujuan dari AirAsia adalah membawa 70 juta
penumpang per tahun dalam waktu 6 tahun mulai dari tahun 2014. Mereka juga
berencana untuk memperkenalkan lebih banyak rute, menambah frekuensi dan

4
mengembangkan yang sudah ada. AirAsia mengubah terminal low-cost carrier mereka di
KL International Airport (KLIA2) menjadi pelukan regional untuk perjalanan anggaran
guna mencapai filosofi mereka “Now Everyone Can Fly”.
Strategi Marketing Untuk mencapai tujuannya, AirAsia akan memimpin kegiatan
pemasarannya menuju strategi berikut:
Strategi Pasar Target: AirAsia akan terus menargetkan pelanggan yang sudah ada
sambil memperluas rute ke negara-negara berkembang dan maju.
Strategi Pemosisian: AirAsia akan terus memposisikan mereknya sebagai maskapai
dengan biaya terendah dengan memberikan insentif untuk menarik pelanggan dari
layanan penerbangan lainnya.
Strategi Produk: AirAsia akan mempertahankan efisiensinya dalam memberikan
layanan yang nyaman bagi pelanggan serta meningkatkan frekuensi penerbangannya
untuk memaksimalkan keuntungannya.
Strategi Penentuan Harga: AirAsia mempertahankan ongkosnya serendah mungkin
dan menerapkan filosofi 'bayar hanya untuk apa yang Anda inginkan' di antara
pelanggannya.
Strategi Promosi: AirAsia bertujuan untuk menghasilkan umpan balik pelanggan yang
positif dengan membagikan tiket secara gratis serta merambah ke jalur hotel dan paket
promosi dan paket liburan tanpa akhir untuk mendapatkan perhatian yang konstan dari
pelanggannya.
Strategi Tempat: AirAsia bergerak menjauh dari cara tradisional penempatan layanan.
Ini meluncurkan fasilitas seluler, call center, dan banyak lagi untuk memfasilitasi
pelanggan.

 Melakukan Analisis Eksternal


a. Strengths (Kekuatan)

AirAsia memiliki program penerbangan dengan biaya rendah, sehingga hal ini
mampu menarik para penumpang khususnya para pembisnis yang dominannya
selalu mobile. Dari program ini AirAsia juga mampu menarik perhatian khalayak
ramai, sehingga AirAsia memiliki kelebihan dalam periklanan, yaitu periklanan

5
secara gratis oleh para konsumen, dimana hal tersebut mampu mendongkrak
eksistensi penerbangan ini. AirAsia dapat menarik perhatian media dengan
penerbangan yang menggunakan biaya rendah tersebut, dan hal ini juga mampu
menarik para pelanggan. Selain itu AirAsia juga telah memiliki banyak rute, baik
domestik maupun Internasional.

b. Weaknesses (Kelemahan)

Kelemahan dari AirAsia adalah penerapan konsep Low Cost Carreir (LCC)
dengan sistem booking barat tidak bisa diterima, sehingga bisnis AirAsia
mengalami kelemahan. Apalagi mendapatkan tekanan yang kuat dari perusahaan
nasional seperti di Indonesia ada Lion Air dan Sriwijaya Air. Selain itu, pelayanan
AirAsia yang mengharuskan para pelanggan untuk berjalan jauh karena AirAsia
tidak mau menangung biaya fasilitas dan perlengkapan bandara, seperti jembatan
naik ke pesawat adalah salah satu hal yang mampu mengurangi kesediaan
pelanggan untuk menggunakan jasa penerbangan AirAsia. Sebab, biasanya para
pelanggan tetap menginginkan pelayanan yang baik walaupun membayar dengan
harga yang rendah.

 Melakukan Analisis Internal


a. Opportunities (Peluang)
Pada kenyataannya, banyak orang dipenjuru dunia sering berpindah dari
satu tempat ke tempat lain dengan berbagai alasan. Hal inilah yang mampu
membuat transportasi penerbangan AirAsia memiliki peluang untuk berkembang
maju. Asia merupakan pasar besar, dimana wilayah Asia terdiri atas benua-benua
terbesar di dunia, sehingga dalam mobilitasnya orang akan membutuhkan
transportasi yang memadai dan tidak memakan banyak waktu. Selain itu, peluang
dalam bisnis penerbangan berbiaya murah (Low Cost Carries) sangat besar dan
terbuka, dimana segmen kelas ini tidak dibidik oleh Airline yang sudah mapan
seperti Singapore Air, Malaysia Air, dan Garuda Indonesia (Flag Carrier).

b. Threats (Ancaman)

6
Dengan banyaknya maskapai penerbangan yang ingin menyamai AirAsia, seperti
Tiger Air, sehingga kemungkinan besar ini akan menjadi ancaman bagi AirAsia.
Selain itu, harga bahan bakar yang terus melambung tinggi, serta biaya pajak yang
tinggi pada bandara internasional membuat AirAsia harus pandai dalam hal
mengatur keuangan, sebab ini merupakan faktor yang akan
mempengaruhi tarif tiket perjalanan AirAsia.
 Analisis SWOT

Analisis SWOT merupakan gabungan dari analisis internal dan eksternal diatas.
Analisis internal seperti kekuatan dan kelemahan pada perusahaan Airasia. Dan
analisis eksternal dilakukan untuk melihat peluang dan acaman yang ada pada
perusahaan Airasia.

1. Strengths
Berikut ini adalah kekuatan yang diidentifikasi oleh Air Asia:
 Operasi biaya rendah
 Tingkat manajemen kurang, manajemen yang efektif, terfokus dan agresif
 Model bisnis yang terbukti sederhana yang secara konsisten memberikan
tarif terendah
 Menembus dan menstimulate untuk ke pasar potensial
 Karyawan multi-terampil berarti tenaga kerja yang kompeten dan
bujukan.
2. Weakness
Berikut ini adalah kelemahan yang diidentifikasi oleh Air Asia:
 Sumber daya layanan dibatasi oleh biaya yang lebih rendah
 Sumber daya manusia yang terbatas tidak dapat menangani situasi yang
tidak teratur
 Interferensi dan peraturan pemerintah tentang transaksi bandara dan
kompensasi penumpang
 Lokasi non-sentral dari bandara sekunder
 Merek sangat penting untuk posisi pasar dan mengembangkannya selalu
merupakan tantangan

7
 Ketergantungan berat pada outsourcing.
 Persaingan konstan dengan maskapai berbiaya rendah lainnya serta
maskapai penerbangan layanan penuh tradisional
3. Opportunities
Berikut ini adalah peluang yang diidentifikasi oleh Air Asia:
 Menumbuhkan populasi kelas menengah menciptakan pasar yang lebih
besar untuk AirAsia.
 Penambahan opsional layanan memungkinkan penumpang untuk
mendapatkan maskapai layanan penuh dengan tarif rendah
 Peluang untuk bermitra dengan maskapai berbiaya rendah lainnya
 Biaya rendah memberikan keuntungan meskipun harga bahan bakar tinggi
dan menghilangkan pesaing
4. Threats
Berikut ini adalah ancaman yang diidentifikasi oleh Air Asia:
 Maskapai penerbangan layanan penuh mulai memangkas biaya untuk
bersaing
 Masuknya LCC lain (low cost carrier)
 Persepsi pengguna bahwa maskapai penerbangan anggaran dapat
membahayakan fitur keselamatan mereka untuk menjaga biaya tetap
rendah
 Kecelakaan, serangan teroris, dan bencana dan mempengaruhi
kepercayaan pelanggan. Layanan maskapai penerbangan yang lebih
tradisional membuat anak perusahaan yang terdiri dari operator biaya
rendah
 Meningkatkan biaya operasi dalam membangun layanan bernilai tambah.
 Gangguan sistem karena sangat bergantung pada penjualan online.
 Formulasi Strategi
AirAsia membuat model biaya hemat dan serendah mungkin melalui
implementasi dari berbagai strategi kunci sebagai berikut :

8
Kunci dalam menyajikan tarif rendah adalah konsisten menjaga biaya
tetap rendah. Untuk mencapai biaya rendah dibutuhkan efisiensi tinggi di setiap
bagian dari bisnis dan mempertahankan kesederhanaan. Oleh karena itu setiap
proses sistem harus menggabungkan praktek-praktek industri terbaik.

 Implementasi strategi
Filosofi AirAsia disokong oleh fakta bahwa mereka telah dilihat sebagai pesaing
maskapai kecil selama bertahun-tahun. Oleh karena itu, untuk memenangkan
lebih banyak pelanggan dan pelanggan yang kembali, mereka perlu memastikan
bahwa produk dan layanan utama mereka sesuai dan memenuhi kebutuhan
pelanggan.
Efisiensi: AirAsia adalah semua tentang kenyamanan dan efisiensi. Tujuan
mereka adalah untuk memungkinkan pelanggan melakukan perjalanan serendah
mungkin tanpa kehilangan laba untuk maskapai penerbangan. Oleh karena itu,
buzz adalah untuk menciptakan banyak produk dan layanan yang dilingkari
seputar efisiensi dan kenyamanan, seperti, pemesanan online, check-in, makanan
yang dipesan sebelumnya, kios, perincian seluler. Dan bersama, strategi mereka,
mereka juga menciptakan kenyamanan dalam bentuk paket liburan dan tur.
Mobile Centre: AirAsia telah meluncurkan layanan pemesanan melalui telepon
seluler atau telepon rumah untuk memberikan efisiensi bagi pelanggan ketika
datang ke pemesanan tiket dan check-in. Semakin sedikit langkah dan masalah
yang dilalui pelanggan, semakin cepat laba dihasilkan dan konsumen puas.
Pembayaran mudah: Dengan perubahan struktural yang sangat besar dalam
dinamika perbankan, AirAsia menjadi maskapai pertama yang meluncurkan
layanan yang memungkinkan pelanggan membayar tiket melalui Kartu Kredit

9
melalui telepon atau uang tunai di gerai Alliance Bank. Ini juga di atas transaksi
online mereka yang hanya membutuhkan beberapa langkah dan verifikasi.

1.4 Strategi
Air Asia adalah sebuah maskapai penerbangan bertarif murah yang berpusat di
Bandara Internasional Kuala Lumpur. Air Asia memfokuskan diri pada segmen
dengan biaya terjangkau atau low cost carrier (LCC). Air Asia telah menjadi
perusahaan LCC terkemuka di Asia dengan perolehan laba bersih tahun 2012 sebesar
RM 1,87 miliar ringgit (sekitar Rp 5,88 triliun), melonjak 238 persen dibanding 2011,
sebesar 555 juta ringgit (Rp 1,73 triliun). Hal tersebut tidak lepas dari strategi
perusahaan dalam menerapkan cost leadershipyang baik.
Kunci dalam menyajikan tarif rendah adalah konsisten menjaga biaya tetap rendah.
Untuk mencapai biaya rendah dibutuhkan efisiensi tinggi di setiap bagian dari bisnis
dan mempertahankan kesederhanaan. Oleh karena itu setiap proses sistem harus
menggabungkan praktek-praktek industri terbaik. Komponen-komponen utama dari
model bisnis LCC adalah:
 Pemanfaatan pesawat terbang yang tinggi.
Pesawat harus terbang sesering mungkin, penerbangan pertama tinggal landas sepagi
mungkin secara komersial dan penerbangan terakhir secara khusus terbang pada
tengah malam. Perjalanan pulang pergi yang cepat sangat penting untuk memastikan
waktu yang dihabiskan di darat sesedikit mungkin – sebuah maskapai penerbangan
menghasilkan uang saat pesawatnya terbang, bukan saat pesawatnya terparkir. Masa
perputaran pesawat Air Asia adalah 25 menit; bandingkan dengan FSC yang masa
perputarannya 1 jam. Rata-rata, pemanfaatan Air Asia per pesawat adalah 12 jam
blok per hari, sebuah pesawat FSC mungkin dimanfaatkan sekitar 8 jam blok per hari.
 Tidak ada hiasan tambahan
Pokok bisnis untuk sebuah LCC adalah membawa seseorang dari poin A ke poin B.
Semua hal lainnya dianggap sebagai barang mewah atau frill (hiasan tambahan) yang
dapat diperoleh dengan mengeluarkan sedikit biaya. Untuk menghindari hiasan
tambahan, Air Asia memberlakukan sejumlah ketetapan yaitu:

10
– Tidak ada makanan & minuman gratis. Untuk apa memberikan sesuatu yang
tidak Anda hargai? Para penumpang dipersilakan untuk membeli makanan &
minuman pada harga yang terjangkau dari awak kabin.
– Tempat duduk bebas. Pada awalnya, tidak ada tempat duduk yang ditetapkan.
Para penumpang menerima boarding pass yang umum dan mereka nantinya harus
menempati tempat duduk manapun yang tersedia. Namun akhirnya kebijakan ini
diganti karena protes dari maskapai lain di Indonesia dan di ASEAN sehingga
sekarang tempat duduk ditetapkan seperti maskapai lain pada umumnya.
– Maskapai penerbangan tanpa tiket. Meminimalkan kerumitan di pihak
pelanggan, yang tidak lagi perlu khawatir untuk direpotkan dengan kewajiban
memegang tiket sebelum bepergian, dan memberi efek biaya rendah bagi maskapai
(dalam hal kertas, pencetakan, pendistribusian).
– Tidak ada pengembalian uang tiket. Maskapai penerbangan membuang
banyak uang saat calon penumpang tidak muncul hingga saat keberangkatan tiba
karena adanya kebijakan pengembalian uang tiket dan penjadwalan ulang. Terlepas
dari si calon penumpang muncul atau tidak, biaya penerbangan yang dikeluarkan
maskapai adalah sama. LCC tidak memberi keringanan bagi calon penumpang yang
tidak muncul dan tidak menawarkan pengembalian uang tiket untuk penerbangan
yang terlewatkan.
– Tidak ada program loyalitas. Para pelanggan setia pada tarif yang rendah, jadi
tak perlu mengadakan program frequent flyer atau program bagi pelanggan yang
paling sering terbang bersama.
 Beroperasi dengan efektif
Membuat proses sesederhana mungkin adalah kunci keberhasilan LCC.
– Pesawat terbang berjenis tunggal. Para pilot, pramugari/pramugara, mekanik dan
personil pelaksana mengkhususkan diri untuk satu jenis pesawat terbang, dengan
demikian maka tidak dibutuhkan adanya pelatihan ulang yang memakan biaya bagi
para staf, untuk menjaga ketersediaan suku cadang untuk jenis pesawat terbang yang
berbeda, maupun untuk pengetahuan dan keterampilan mengoperasikan dan
memelihara beragam jenis pesawat terbang dengan karakteristik masing-masing, atau
untuk kebutuhan pekerjaan baru.

11
– Tempat duduk berkelas tunggal. Hanya ada satu jenis kelas tempat duduk, yaitu
kelas satu, dan para penumpang bebas duduk di tempat duduk yang mereka pilih. Jika
Anda ingin memiliki hak istimewa untuk memilih sendiri tempat duduk Anda, Anda
dapat membeli Xpress boarding.
– Prosedur Operasi Standar (SOP). SOP penting untuk memastikan kesamaan
tingkat kompetensi di antara semua staff. Dengan cara ini dapat memastikan
kesamaan layanan di seluruh perusahaan.
 Fasilitas Dasar
Maskapai berbiaya rendah biasanya terbang dari dan ke bandara yang tidak termasuk
bandara tersibuk, yang biasa disebut bandara sekunder. Beroperasi dari bandara
sekunder lebih murah daripada di bandara utama yang lebih besar dan bandara
sekunder tidak begitu padat dan masa perputaran pesawat terbang jauh lebih singkat.
Misalnya, untuk meminimalkan biaya Air Asia terbang menuju Clark Airbase yang
berjarak 70 km dari Manila demi menghindari terbang menuju bandara utama Ninoy
Aquino Manila.
 Jaringan poin ke poin
LCC menghindari sistem hub-dan-spoke dan merangkul jaringan poin ke poin yang
sederhana. Hampir seluruh penerbangan Air Asia berjarak tempuh pendek (3 jam
penerbangan atau kurang). Tidak ada pengaturan yang dilakukan dengan perusahaan
penerbangan lain dalam hal penerbangan penghubung, kemungkinan pemindahan
penerbangan, atau pelabelan bagasi dan memindahkannya dari satu penerbangan ke
penerbangan lain.
 Sistem Distribusi Andalan
LCC akan menjaga agar saluran distribusi mereka sesederhana mungkin dan akan
meliputi seluruh spektrum profil para klien. Misalnya, Air Asia dapat melayani
penumpang Eropa yang paling modern melalui penjualan lewat internet dan kartu
kredit. Dan pada saat yang sama, Air Asia telah menciptakan sistem untuk menjual
tiket ke lokasi-lokasi yang sangat jauh dan tak tersentuh teknologi seperti di
Myanmar.

12
– Penjualan Internet. Bagian terbesar penjualan (±65%) dilakukan melalui situs
web maskapai, di mana tarif dibayar menggunakan kartu kredit. Ini merupakan
saluran distribusi yang paling efektif dari segi biaya.
– Kantor Penjualan. Air Asia hanya memiliki sedikit kantor penjualan. Air Asia
hanya mendirikan sebuah call centre jika yakin penjualan yang berasal dari centre
tersebut akan memberi hasil sepadan. Lebih jauh lagi, Air Asia tidak terpaku dengan
memiliki kantor penjualan di kawasan mewah kota.
– Agen-agen perjalanan. LCC sedapat mungkin menghindari mengandalkan
penjualan melalui agen perjalanan. Ini berarti bahwa maskapai tidak membayar
komisi apapun ke agen perjalanan, yang jika dilakukan bisa berdampak pada harga
tiket. Juga, karena mereka tidak menggunakan agen perjalanan, mereka tidak
menggunakan, atau berpartisipasi dalam sistem reservasi seluruh dunia dan itu akan
menghemat biaya, yang sekali lagi akan tercermin pada harga tiket mereka.
– Call centre. Penjualan tiket hanya dapat dilakukan melalui telepon, ini adalah
metode sederhana dan efektif dalam biaya.
Strategi bisnis AirAsia untuk merebut pasar adalah sebagai berikut:
1. Perkuat armada
Hingga saat ini, armada yang dimiliki Air Asia memang masih kalah dibanding Lion
Air. Tapi maskapai asal Malaysia ini tidak segan berbelanja pesawat baru. Air Asia
Indonesia akan mendatangkan 7 unit pesawat tipe Airbus A320 tahun ini.
Penambahan pesawat ini dilakukan untuk menghubungkan hub Air Asia yang ada di
Indonesia. Saat ini Air Asia mempunyai 6 hub diantaranya di Medan, Surabaya,
Jakarta, Denpasar dan lainnya.
2. Tambah rute penerbangan
Selain mendatangkan pesawat baru untuk memperkuat armadanya, strategi lain
adalah penambahan rute penerbangan lokal maupun internasional. Chief Operation
Officer AirAsia Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan, pihaknya akan
menambah rute untuk menghubungkan hub pesawat yang saat ini ada di 6 daerah
Indonesia. Air Asia saat ini mempunyai hub di Surabaya, Makasar, Bandung,
Denpasar, Jakarta, Medan. Untuk rute internasional, AirAsia membuka penerbangan
ke kota kota di Singapura dan Malaysia.

13
3. Promosi tiket
Salah satu strategi bisnis Air Asia menguasai pasar penerbangan murah Indonesia
adalah dengan promosi tiket penerbangan. Tiket penerbangan murah masih menjadi
daya tarik bagi penumpang di Indonesia.
4. Melantai di BEI
Strategi lain yang diambil Air Asia Indonesia untuk menancapkan kuku bisnisnya di
Indonesia adalah masuk ke pasar modal. Air Asia berencana melakukan penawaran
umum saham perdana (initial public offering/IPO). Langkah IPO tersebut untuk
menunjang ekspansi perseroan yang berencana meningkatkan pendapat dari tahun-
tahun yang lalu.
5. Kualitas pelayanan
Air Asia beranggapan salah satu strategi untuk merebut hati
penumpang pesawat adalah peningkatan kualitas pelayanan. Utamanya pada tingkat
keamanan dan kenyamanan bagi calon penumpang. Air Asia mengaku bakal
meningkatkan On Time Performance (OTP). Dengan ketepatan waktu penerbangan,
mampu membuat nyaman calon penumpang. Budaya Air Asia memberikan pelayanan
yang terbaik, kenyamanan dan keamanan. Keamanan menjadi budaya Air Asia karena
untuk safety itu adalah utama dan pertama.
6. Kuasai Asia Tenggara
CEO AirAsia Tony Fernandes menyebut Lion Air dan pendirinya, Rusdi Kirana telah
‘ketinggalan kapal’ untuk merebut dominasi pasar penerbangan regional. Dia
menjelaskan, sejak tahun 2001 saat dia mendirikan AirAsia dengan dua pesawat saja,
dia telah membangun hubungan dengan Thailand, Indonesia, Filipina, dan Jepang.
Setelah menguasai pasar Malaysia, kini Tony beralih fokus ke pasar Indonesia.
Setelah itu, India dan Myanmar akan menjadi sasarannya.
7. Strategi marketing
Biasanya, maskapai dengan tarif standar akan bergantung pada agen travel untuk
menjual tiketnya. Namun, menurut Air Asia itu hanyalah memboroskan ongkos
distribusi. Oleh karena itu, Air Asia bekerjasama dengan penyedia kartu kredit karena
bisa menghemat ongkos.

14
BAB II Organizing

Melihat dari struktur organisasi AirAsia diatas, dapat dianalisa struktur organisasi AirAsia
termasuk ke dalam dimensi struktur organisasi yang kompleks.

Sedangkan diferensiasinya, menurut analisa kami termasuk kedalam diferensiasi spasial


dikarenakan struktur organisasinya baik lokasi maupun personalianya tersebar ke banyak Negara
seperti Indonesia, Jepang, Singapura, India, Malaysia, Australia, Thailand, Kamboja, China,
Vietnam, Taiwan, Myanmar, Hong Kong, Filipina dan Brunei.

Sedangkan analisa spesialisasinya masuk kedalam spesialisasi social karena di setiap


negara mempunyai budaya yang berbeda juga sehingga membutuhkan spesialisasi individu-
individu yang berbeda pula dalam hal pelayanan terhadap pelanggan di masing-masing negara

Struktur organisasi

Struktur organisasi peduli dengan pembagian kerja dan koordinasi tugas.Ada beberapa jenis
struktur organisasi dalam hal seberapa baik struktur memuaskan antara perdagangan spesialisasi
dan koordinasi. Struktur sederhana atau kewirausahaan ada ketika pemilik juga manajer. struktur
kekuatan utama akan menjadi visi dan fleksibilitas. Dan, peningkatan fungsionalisasi fungsional

15
perlu dibawa oleh manajer. Untuk struktur fungsional, pekerjaan atau tugas dikelompokkan
bersama menurut spesialisasi fungsional. Struktur ini dapat mempromosikan melalui pembagian
kerja dan memungkinkan individu untuk mengeksploitasi kemampuan yang tak dapat ditiru.
Namun, satu kelemahannya adalah setiap departemen lebih fokus pada departemen yang lebih
daripada tujuan organisasi. Sementara divisi, struktur ini berfokus pada pengambilan keputusan
dan dapat diatur sesuai pasar produk dan jasa atau wilayah geografis. Keuntungan dari divisi
struktur akan menjadi tingkat motivasi dan inovasi yang lebih tinggi sementara kerugian akan
bernilaiource alokasi berdasarkan kontribusi jangka pendek. Untuk struktur matriks, struktur
matriks membantu dalam meningkatkan fleksibilitas organisasi dan memenuhi kebutuhan
lingkungan yang berubah dengan cepat. Ini dapat bertujuan untuk manfaat yang meningkatkan
spesialisasi fungsional sambil meningkatkan fungsi koordinasi.

Dan yang terakhir adalah struktur jaringan. Dalam struktur ini melibatkan pembentukan
kegiatan outsourcing dibatasi oleh hub pusat dan struktur ini berguna untuk lingkungan yang
tidak dapat diprediksi seperti industri fashion. Keuntungan dari struktur jaringan adalah
fleksibilitas dan memungkinkan tanggapan cepat terhadap perubahan di pasar

Struktur organisasi AirAsia cukup besar karena termasuk AirAsia Indonesia serta AirAsia
Thailand. (AirAsia Berhad Laporan Tahunan, 2009) Namun, personil utama adalah sebagai
berikut:

16
CEO AirAsia, Dato 'Sri Dr Tony Fernandes memimpin AirAsia. Dia bertanggung jawab
untuk mencari seluruh operasi AirAsia.

Wakil CEO dan salah satu pendiri AirAsia, Dato 'Kamarudin Meranun membantu dengan
terlibat dalam pengembangan perusahaan dan usaha lainnya.

CEO Thai AirAsia, Tassapon Bij leveld, memimpin operasi di Thailand. Tugasnya adalah
untuk mengawasi semua aspek dari Thai AirAsia serta untuk meningkatkan pertumbuhan di
Thailand.

CEO Indonesia AirAsia, mengepalai operasi di Indonesia. Ia mengelola bisnis di Indonesia


serta mencoba untuk meningkatkan pertumbuhan Indonesia AirAsia

Dari bagan divisi Air Asia, akan ada 12 departemen di AirAsiaorganization. Setiap
departemen akan bertanggung jawab oleh kepala departemen. Departemen ini akan menjadi
kategori ke dalam negara, kualitas dan keamanan, teknik, teknologi informasi, komersial,
komunikasi, operasi, dev bus, keuangan dan yang terakhir akan besecretary. Dengan bagan
divisi, AirAsia akan mudah dioperasikan dan mencapai tujuan dan bersaing dengan pesaing
lainnya.

Dalam perencanaan organisasi ada enam elemen pendekatan yaitu spesialisasi


kerja,departemenlisasi,ranta komando,rentang kendali,sentralisasi dan formalisasi.

17
 Spesialisasi Kerja

Pada gambar diatas merupakan pembagian pekerjaan yang ada diperusahaan Airasia.
Dengan membagi aktivitas pekerjaan agar dapat menambah output. Dimana masing – masing
jabatan mempunyai garis besar tugas seperti :

1. Board of commissioners : Mengangkat dewan direksi , memberikan petunjuk terhadap


berbagai rencana kebijakan perusahaan .

2. President director : Memimpin seluruh dewan/komite eksekutif, bertindak sebagai


perwakilan organisasi dalam hubungannya dengan dunia luar.

3. Internal audit : Menyusun dan melaksanakan rencana internal audit tahunan


yang telah disetujui direktur utama & dewan komisaris.

4. Direktur : Menentukan kebijakan tertinggi perusahaan, bertanggung


jawab terhadap keuntungan dan kerugian perusahaan.

5. Manager : Mengkoordinasikan seluruh kegiatan usaha, administrasi,


organisasi dan ketatalaksanaan serta memberikan pelayanan administratif kepada
pengurus dan pengawas.

6. Financial Manager : Membuat pembukuan dan jurnal laba bagi perusahaan.

18
BAB III LEADING

Setiap organisasi membutuhkan pemimpin visioner yang dapat mengkomunikasikan visi


yang jelas dengan cara yang menarik. (Hybels, 2002) Organisasi yang tidak didukung oleh visi
yang menawan akhirnya akan mati. Barnard (1938) mendefinisikan kepemimpinan sebagai
kemampuan atasan untuk mempengaruhi perilaku bawahan dan membujuk mereka untuk
mengikuti tindakan tertentu (Kamisan & King, 2013).

Leadership Behavior Theories

perilaku pemimpin adalah prediktor terbaik dari pengaruh kepemimpinannya dan sebagai
hasilnya, adalah penentu terbaik dari keberhasilan kepemimpinannya.

Pendekatan yang berfokus pada perilaku ini memberikan potensi pemasaran yang nyata, karena
perilaku dapat dikondisikan sedemikian rupa sehingga seseorang dapat memiliki respons spesifik
terhadap rangsangan khusus.

Ada dua studi tentang perilaku

1. Ohio State University (1940s)


sekelompok orang dari Ohio State University mengembangkan daftar 150 pernyataan dari
tanggapan yang dihasilkan mereka yang menyertakan 1,800 pernyataan. Daftar ini
dirancang untuk mengukur sembilan dimensi kepemimpinan perilaku yang berbeda.
Kuesioner yang dihasilkan sekarang dikenal sebagai LBDQ atau Kuisioner Deskripsi
Prilaku Pemimpin.

Sebagai bagian dari studi, LBDQ diberikan kepada berbagai kelompok individu mulai
dari mahasiswa dan administrator mereka, perusahaan swasta termasuk personil militer.
Salah satu tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perilaku
kepemimpinan umum. Setelah mengumpulkan dan menganalisis hasil, penelitian ini
mengarah pada kesimpulan bahwa ada dua kelompok perilaku yang berkorelasi kuat.
1. (People Oriented behavioral Leaders)

19
Para pemimpin yang berorientasi pada orang-orang memfokuskan perilaku mereka
untuk memastikan bahwa kebutuhan batin rakyat dipenuhi. Dengan demikian mereka
akan berusaha memotivasi staf mereka dengan menekankan hubungan manusia.
Pemimpin yang berorientasi pada orang masih fokus pada tugas dan hasil; mereka
hanya mencapainya melalui berbagai cara.
2. (Task Oriented Leaders)
Tugas yang berkaitan dengan para pemimpin adalah memfokuskan perilaku mereka
pada struktur organisasi, prosedur operasi (S.O.P.) dan mereka ingin tetap
mengontrol. Pemimpin yang berorientasi tugas tetap memperhatikan motivasi staf
mereka

3. University of Michigan (1950s)


Rangkaian penelitian ini menentukan prinsip dan metode kepemimpinan yang mengarah
pada produktivitas dan kepuasan kerja. Diidentifikasi terdapat dua jenis perilaku
kepemimpinan:

1. Orientasi karyawan
Berfokus pada aspek hubungan pribadi dimana karyawan dipandang sebagai manusia
dengan kebutuhan pribadi.
2. Orientasi produksi
Berfokus pada aspek teknis pekerjaan dimana karyawan dipandang sebagai sarana
untuk menyelesaikan pekerjaan.

Kesimpulan dari studi Michigan adalah bahwa orientasi karyawan umumnya


menghasilkan hasil terbaik.

Behavioral Theories of Leadership

a. Democratic style
Kepemimpinan yang otoriter, Pemimpin dengan gaya otoriter ini lebih mementingkan
tugas dan pendapatnya sendiri dalam setiap pengambilan keputusan atau kebijakan.
Bawahan tidak pernah diberi kesempatan untuk memberikan masukan, ide, dan saran
sehingga segalanya berada pada diri pemimpin tersebut. Pemimpin yang bersikap otoriter
ini berkeyakinan bahwa dialah yang merasa bertanggung jawab atas segala sesuatu
sehingga maju mundurnya lembaga yang dipimpinnya sangat tergantung kepada dirinya.

20
Dengan demikian, di sini angota tidak perlu berpartisipasi dalam pembuatan program
kerja, pengambilan kebijakan atau keputusan kalau memang tidak diminta atau ditugasi.
Dengan sendirinya personil atau pegawai haruslah bekerja keras dan penuh ketertiban
dan ketelitian, serta tidak boleh berbuat atau bekerja yang menyalahi aturan atau
pedoman yang telah digariskan oleh atasannya.
Pola atau gaya kepemimpinan yang bersifat otoriter ini hanya dipandang efektif apabila
digunakan pada suatu keadaan atau situasi, di mana pemimpin ini harus banyak
mengambil kebijakan yang bersifat tegas di dalam menghadapi berbagai masalah yang
timbul daalam institusi yang dipimpinya. Misalnya ada anggota yang berbuat kriminal,
berkata jorok, berbuat asusila, atau terlalu lama atau sering meninggalkan tugas tanpa ada
alasan yang jelas dan diperbolehkan.
Kepemimpinan yang otoriter ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
1. Wewenang mutlak terpusat pada pemimpin.
2. Keputusan selalu dibuat oleh pemimpin.
3. Kebijaksanaan selalu dibuat oleh pemimpin.
4. Komunikasi berlangsung satu arah dari pimpinan kepada bawahan.
5. Pengawasan terhadap sikap, tingkah-laku, perbuatan, atau kegiatan para bawahannya
dilakukan secara ketat.
6. Prakarsa harus selalu datang dari pimpinan.
7. Tidak ada kesempatan bagi bawahan untuk memberikan saran, pertimbangan, atau
pendapat.
8. Tugas-tugas bagi bawahan diberikan secara instruktif.
9. Lebih banyak kritik daripada pujian.
10. Pimpinan menuntut prestasi sempurna dari bawahan tanpa syarat.
11. Pimpinan menuntut kesetiaan mutlak tanpa syarat.
12. Cenderung adanya paksaan, ancaman, dan hukuman.
13. Kasar dalam bertindak.
14. Kaku dalam bersikap.
15. Tanggung jawab keberhasilan organisasi hanya dipikul oleh pimpinan.

b. Autocratic style

21
Kepemimpinan yang demokratis tidak menjadikan keptusan dari atasan harga mati, untuk
mendukung tercapainya suatu tujuan dari perusahaan maka keputusan itu dapat diubah.
Dalam konteks ini, pihak pemimpin beranggapan bahwa para pengikutnya ingin berusaha
sebaik-baiknya. Pemimpin yang bertindak demokratis itu memiliki sifat kooperatif, suka
bermusyawarah, dan senang bertanya kepada anggota tentang hambatan atau sarana yang
diperlukan bagi kelancaran tugas yang telah diberikan kepada mereka. Lebih penting lagi
bahwa tipe kepemimpinan yang demokratis ini lebih dekat dan terkait dengan sikap tidak
keras dan kasar, tetapi justru senang bersikap lemah-lembut atau humanis dalam
menegakkan aturan dan/atau di dalam memberikan perintah kepada anggotanya . Tipe
kepemimpinan semacam ini memiliki pribadi yang terbuka. Dia mau menerima masukan
dan kritik dari anggotanya. Sekaligus bersikap supportif dan mendukung apa yang
menjadi ide atau usul anggota, selama ide itu ditujukan untuk kemajuan lembaga. Untuk
menumbuhkan iklim yang harmonis, pemimpin ini juga memperhatikan kebutuhan
bawahan atau kesejahteraannya. Dalam hal mengambil suatu keputusan, pemimpin yang
demokratis akan mengedepankan prinsip musyawarah dengan orang-orang yang ada
dalam tanggungjawabnya. Bahkan, tidak akan mengambil suatu keputusan hanya
didasarkan atas pendapat seorang saja.
Gaya pemimpin yang sersikap demokratis ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
1. Wewenang pimpinan tidak mutlak.
2. Pimpinan bersedia melimpahkan sebagian wewenang kepada bawahan.
3. Keputusan dibuat bersama antara pimpinan dengan bawahan.
4. Kebijaksanaan dibuat bersama antara pimpinan dengan bawahan.
5. Komunikasi berlangsung timbal-balik, baik yang terjadi antara pimpinan dan bawahan
maupun antara sesama bawahan.
6. Pengawasan terhadap sikap, tingkah-laku, perbuatan atau kegiatan para bawahan
dilakukan secara wajar.
7. Prakarsa dapat datang dari pimpinan maupun bawahan.
8. Banyak kesempatan bagi bawahan untuk menyampaikan saran, pertimbangan, dan
pendapat.
9. Tugas-tugas kepada bawahan diberikan dengan lebih bersifat permintaan daripada
instruktif.

22
10. Pujian dan kritik seimbang.
11. Pimpinan mendorong prestasi sempurna para bawahan dalam batas kemampuan
masingmasing
12. Pimpinan meminta kesetiaan para bawahan secara wajar.
13. Pimpinan memperhatikan perasaan dalam bersikap dan bertindak.
14. Terdapat suasana saling percaya, saling hormat menghormati, dan saling menghargai.
15. Tangungjawab keberhasilan organisasi dipikul bersama pimpinan dan bawahan.

 Kepemimpinan pada AirAsia

Di AirAsia, Kepemimpinan yang di dilakukan oleh Tony Fernandez merupakan Gaya


Kepemimpinan Demokratis karena Tony membuat keputusan dengan melibatkan bawahannya,
mendelegasikan otoritas, dan menggunakan umpan balik sebagai peluang untuk melatih
karyawanya. Tony adalah seorang pemimpin yang sangat memerhatikan karyawan-karyawannya.
Dia mau mendengar aspirasi dari 10.000 karyawannya langsung bahkan seluruh karyawannya
memiliki nomor handphone pribadi Tony agar karyawannya dapat menyampaikan pikiran
mereka secara langsung. Tony Fernandez, Sebagai seorang petinggi di perusahaan mau ikut
menyelesaikan konflik antar karyawan secara langsung karena menurutnya “some conflict needs
to be directly finished”. Tony lebih focus kepada karyawannya karena dia mengatakan bahwa
“Karyawan adalah nomor satu. Karena apabila mereka senang, mereka akan memuaskan
pelanggan.”

Tony Fernandez juga menerapkan system organisasi “open door”, yang juga Ia wujudkan secara
harfiah pada konsep interior kantor yang tanpa bilik/sekat. Maksud dari system “open door”
adalah keterbukaan antara para pekerja dan Tony sendiri. Karyawan bebas keluar masuk ruangan
Tony tanpa harus melalui serangkaian hirarki tertentu. Mereka menjadi lebih dekat dengan
atasan mereka dan tidak segan untuk menyampaikan ide secara langsung. Sistem ini juga
meningkatkan efisiensi bekerja karena menghemat waktu untuk sekedar mengetuk pintu.

Di bawah kepemimpinan Tony Fernandes, maskapai ini terbang tinggi, dan visi mereka
adalah menjadi maskapai penerbangan berbiaya rendah terbesar di Asia sehingga mereka dapat
memberikan layanan biaya rendah yang akan memungkinkan tiga miliar orang untuk terbang ke

23
lebih banyak tujuan di seluruh wilayah. Oleh karena itu, misi mereka adalah menjadi perusahaan
teratas untuk bekerja, di mana karyawan diperlakukan seperti keluarga.

Di AirAsia Berhad, gaya kepemimpinan yang dipraktikkan oleh Tony Fernandes sebagai
CEO AirAsia adalah kepemimpinan yang karismatik. Meskipun telah menerima berbagai
penghargaan dan penghargaan internasional untuk AirAsia dan dirinya sendiri, Tony Fernandes
tetap menjadi bos yang sangat bersahaja dan mudah didekati yang memiliki senyum untuk semua
orang. Misalnya, semua karyawan di AirAsia memiliki nomor ponsel Tony. Tony Fernandes
diberi nama FORBES ASIA 2010 Business of the Year dan Forbes menobatkannya sebagai
"perintis tunggal yang karismatik". Dia tidak diragukan lagi seorang pembicara karismatik ketika
ia berbicara pada tingkat yang dapat dipahami orang awam. Bahkan, dari pakaiannya, topi
universal dan kemeja biasa, dia tidak menganggap dirinya terlalu serius meskipun menjadi CEO
of a multi-billion-airlines.

Salah satu ciri kepemimpinan Tony Fernandes telah diadopsi adalah 'walk the talk'. Ini
berarti bahwa dia mencoba tingkat terbaik untuk bergaul dengan karyawannya, dimana dia telah
bekerja di kantor atau di awak kabin. Ini telah membuatnya belajar banyak dari bekerja di
maskapai itu sendiri. Dia membuat keputusan bisnis berdasarkan pengalamannya sendiri,
pengamatan dan umpan balik dari krunya. Dengan begitu para staff kemudian akan menghargai
pemimpin mereka dan termotivasi untuk melakukan yang terbaik.

Di AirAsia, manajemen Grup membangun budaya perusahaan yang kuat, berorientasi


pada tim, di mana karyawan memahami secara aktif fokus pada mempertahankan biaya rendah
dan produktivitas tinggi AirAsia memotivasi karyawannya dengan memberikan bonus
berdasarkan kontribusi masing-masing karyawan untuk produktivitas AirAsia. Manajemen Grup
mendorong komunikasi terbuka yang menciptakan lingkungan kerja yang dinamis, dan
memenuhi semua karyawannya setiap tiga bulan untuk meninjau hasil AirAsia dan menghasilkan
cara-cara baru untuk menurunkan biaya dan meningkatkan produktivitas. Karyawan sering
berkomunikasi langsung dengan manajemen senior AirAsia dan menawarkan saran tentang
bagaimana AirAsia dapat meningkatkan efisiensi atau produktivitasnya. Di AirAsia, kesetiaan
adalah elemen penting yang dilihat dan mendorong karyawannya untuk selalu setia, jujur, dan
bekerja sebagai tim. maskapai ini menerapkan aturan kerja yang fleksibel, menyederhanakan
fungsi administrasi yang memungkinkan karyawan untuk melakukan banyak peran dalam

24
struktur organisasi yang sederhana dan datar. Dalam kasus AirAsia, hierarki yang lebih datar
meningkatkan komunikasi yang dipercepat, menghasilkan tenaga kerja yang efektif dan terfokus.

 Strategi Tony Fernandes

Salah satu CEO terkenal dalam dunia maskapai penerbangan Air Asia yang bernama Tony
Fernandes merupakan seorang pemimpin asal Malaysia yang mengambil langkah berani dan
mengambil alih Air Asia. Sebagai seorang pemimpin Tony fernandes mengadopsi gaya “Walk-
aroud” agar mendekatkan diri kepada karyawan dan saling bekerja sama.Hampir setiap hari
Tony Fernandes menggabungkan dirinya untuk bekerja sama dengan karyawan atau staffnya.

Dengan meluangkan waktunya untuk bekerja secara langsung dengan staffnya


membuktikan bahwa Tony fernandes adalah salah satu pemimpin terbaik. Untuk menjadi
pemimpin yang baik, seseorang setidaknya memiliki pengalaman tentang bagaimana pekerjaan
berjalan dengan dan tanpa karyawan. Jika Tony tidak melakukan ini, maka dia akan memiliki
pemimpin yang lebih baik daripada dia sekarang.

Tony Fernandesmendorong pelanggan agar berbondong- bondong ke Air Asia. Dengan


beberapa strategi misalnya melayani rute penerbangan yang jarak tempuhnya pendek sehingga
kru tidak perlu menginap di hotel dan tiap hari bisa pulang. Kemudian ia juga mencari bandara
yang sewanya tidak terlalu mahal. Tiket pesawat dijual online sehingga menghemat biaya kertas
dan tak perlu sewa counter.

Strategi yang dimiliki oleh Tony fernandes adalah:

 Merawat dan memelihara karyawannya dengan baik


 Memiliki kekuatan merk atau logo Air Asia yang berbeda dan dikenal secara
Internasional
 Berinvestasi unggul dalam pemasaran
 Mendapat dukungan dari Pemerintah
 Menggunakan teknologi digital
 Memiliki kemurahan hati pada pribadi sendiri dan perusahaannya
 Mempekerjakan orang yang memiliki passion yang tinggi

25
 Memiliki visi berani,global dan jangka panjang untuk perusahaannya

Fernandes mengatakan: "Di AirAsia, kita menganggap diri kita sebagai pabrik impian.
Kami dengan sengaja memutuskan bahwa kami menginginkan sebuah perusahaan di mana orang
dapat mengejar gairah mereka dan kami ingin memanfaatkan semua bakat yang kami miliki di
rumah. Budaya yang kita miliki berasal dari kenyataan bahwa kita menginginkan keterbukaan
dan kita ingin orang menjadi kreatif dan bergairah dengan apa yang mereka lakukan. Untuk
melakukan itu, kita harus menginspirasi mereka. "

Dalam membangun kembali Air Asia Tony fernandes hanya membutuhkan waktu 2
tahun dan Air Asia berekspansi ke Indonesi,Jepang,Filipina,Thailand dan menjadi maskpai
termurah di Negara tersebut.

Tony Fernandes telah berhasil menerapkan 2 strategi bersaing yaitu cost leadership atau
product differentiation dalam mengembangkan bisnis AirAsia. Cost leadership adalah strategi
yang diambil untuk menghasilkan barang atau jasa yang dapat diterima oleh pelanggan dengan
biaya terendah dibanding kompetitornya. AirAsia menerapkan konsep low cost carrier yang
memberikan tarif rendah dengan menghapus beberapa layanan pada pesawat umumnya seperti
catering, minimalis reservasi untuk merebut pasar. Beberapa karakteristik bahwa sebuah
maskapai menerapkan konsep low cost carrier diantaranya menawarkan rute jarak pendek,
biasanya melayani kelas penumpang ekonomi, memiliki satu tipe pesawat, memiliki frekuensi
penerbangan tinggi untuk memaksimalkan utilisasi pesawat dalam satu harinya, lebih
mengutamakan sistem tiket elektronik daripada tiket konvensional, dan lain-lain. Sedangkan
product differentiation adalah strategi bersaing dimana perusahaan berhasil mengembangkan dan
memelihara keunikan nilai seperti meningkatkan kualitas keamanan dan kenyamanan bagi
penumpang AirAsia.

Strategi bisnis AirAsia dalam merebut pasar seperti memperkuat armada, menambah rute
penerbangan, melakukan promosi tiket, meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat strategi
marketing, strategi penghematan dan service science. Strategi penghematan AirAsia seperti
melayani rute penerbangan jarak pendek sehingga kru tidak perlu menginap di hotel, mencari
bandara dengan biaya sewa tidak terlalu mahal sampai tiket pesawat hanya dijual online
sehingga tidak perlu menyewa counter. Selain itu, perlu adanya strategi service science. Layanan

26
tersebut memang tidak dapat diukur namun dirasakan oleh pelanggan karna sekarang pelanggan
tidak hanya sekedar memerlukan barang atau jasa namun juga layanan yang menyertai produk.
AirAsia menerapkan ini melalui sistem online pada pemesanan tiket pesawat. Nilai yang dapat
dirasakan pelanggan misalnya pelanggan tidak perlu datang dan antri ke counter. Dengan strategi
tersebut, Tony Fernandes hanya perlu waktu 2 tahun untuk membangun AirAsia

Upayanya tidak hanya terlihat pada saat yang tepat tapi juga pada masa buruk
organisasinya Tony berdiri teguh Membangun komitmen terhadap visi yang mengubah
penglihatannya pada kenyataan. Kehilangan AirAsia QZ8051. Orang-orang terkesan dengan
komitmennya selama krisis. Segera setelah dia mendengar tentang kejadian tersebut, dia naik
pesawat, dan terbang melalui jalur penerbangan yang sama agar dapat berada di sana bersama
keluarga penumpangnya. Dia dikategorikan di bawah kepemimpinan 101. Jika terjadi krisis, dia
tidak merekatkan dirinya ke tempat duduknya, dia mendapat tangannya kotor. Dia menghabiskan
banyak waktu dengan keluarga penumpang dan staf, dan terus menjadi pendukung mereka. Dia
selalu bertanggung jawab atas tindakan tim mereka. Dia mengutip dalam sebuah wawancara
yang mengatakan, “Para penumpang berada di pesawat saya dan saya harus bertanggung jawab
untuk itu.”

Tony Fernandes, dan timnya, membiarkan investigasi berjalan dengan sendirinya, dan
tidak sampai pada kesimpulan apapun. Dia mendapatkan rasa hormat yang lebih besar dengan
bersikap tegas dalam semua keputusan dan arahan yang diambil selama tragis ini dan
menyimpan kata-katanya. Tony Fernandes, tahu betul bahwa bisnis di industri jasa tidak ada apa-
apanya tanpa klien mereka. Ini adalah saat yang penting bagi AirAsia, mereka perlu
mempertahankan basis klien mereka di saat banyak penumpang mungkin merasa gugup untuk
terbang bersama mereka dalam waktu dekat. Tony tidak berusaha menjelaskan apa yang terjadi,
perhatian utamanya adalah untuk pelanggannya. Ini membantu mempertahankan, dan
meningkatkan kepercayaan yang telah dibangun selama 20 tahun terakhir.

27
BAB IV CONTROLLING
Feed-forward controlling ( kontrol sebelum dilakukannya suatu proses )

Pada air asia melakukan FEED FORWARD CONTROLLING pada saat managing
growth yaitu disaat memulai usahanya, sudah melakukan kontroling , baik dibagasi, pengecekan
bahan bakar, pengecekan tiket, arah, kapasitas penumpang, memberi safety untuk para
penumpang

Concurrent controlling ( melakukan control selagi atau sedang berlangsungnya suatu


proses)

Pada air asia melakukan concurrent controlling adalahan disaat terjadinya pertumbuhan
(growth( mereka tetap melakukan kontroling , baik di pasaran, rute, penambahan rute, kapasitas,
dan jadwal kebrangakatan,) selain itu saat berlangsungnya proses penerbangan , air asia juga
melakukan kontroling di dalam pesawat untuk mengecek apakah ada pelanganggaran, ada yang
sakit atau yang membutuhkan sesuatu yang dibutuhkan, di dalam bandar udara juga air asia tetap
melakukan kontroling agar tidak terjadi salah komunikasi dan kendala saat terjadi penerbangan,

feedback controlling

pada air asia melakukan feedback controlling disaat sudah sampai pesawat di bandar
udara , contohnya pengecekan mesein, pengecekan kerusakan, ban, behan bakar dll) mereka
mengecek semua yang menyangkut kebrangkatan supaya tidak ada kendala untuk kebrangkatan
selanjutnya, selain itu juga pada bagasi juga melakukan pengecekan apakah bagasi yang di ambil
kostumer sesuai dengan nomer bagasinya

28
 MANAGING PRODUCTIVITY(Mengatur Produktivitas)
PT. Indonesia Air Asia dapat mengatur produktivitas agar tetap dapatmemperoleh laba
atau profit yang optimal, namun tidak merugikan pelanggan atau konsumen. Air Asia
berhasil meningkatkan produktivitasnya dengan membuka rutepenerbangan baru. Adanya
pembukaan rute baru berdampak pada bertambahnyakesempatan konsumen untuk
memilih dan menentukan harga antar maskapaipenerbangan.Pembukaan rute baru juga
berdampak pada bertambahnya omzet maskapaipenerbangan Air Asia yang dikelola oleh
PT. Indonesia Air Asia untuk wilayahIndonesia, hal ini dikarenakan tentu ada konsumen
yang akan menggunakan jasapenerbangan untuk rute baru tersebut. Seiring dengan
peningkatan omzet, tentu profitatau laba yang diperoleh PT. Indonesia Air Asia akan
meningkat pula.Banyak pertimbangan yang ditelaah oleh PT. Indonesia Air Asia
sebelummemutuskan untuk membuka rute penerbangan baru, hal ini terkait dengan biaya
danmanfaat yang akan diperoleh dengan keputusan yang dipilih. Telaah biaya dan
manfaat menjadi hal yang utama sebelum menentukan pilihan terbaik untuk memperluas
bisnis maskapai penerbangan Air Asia ini.
 MANAGING GROWTH ( mengatur suatu pertubuhan pada suatu perusahaan )

Manajemen pertumbuhan adalah seperangkat teknik yang digunakan oleh perusahaan


untuk memastikan disaat populasi suatu perusahaan tumbuh, pihak perusahaan berusaha untuk
meningkatkan fasilitas dll. Bukan hanya layanan perusahaan. Tuntutan lain seperti perlindungan
terhadap tempat bekerja, fasilitas yang memadai dan terjangkau, pengiriman utilitas, pelestarian
bangunan dan tempat-tempat bernilai sejarah, dan tempat yang cukup untuk melakukan bisnis
juga dipertimbangkan.

Pada air asia disaat managing growth ( mangatur suatu pertumbuhan pada suatu
perusahaan ) pihak perusahaan mengambil beberapa langkah, salah satu contohnya adalah
penambahan teller penukaran tiket , penambahan rute, pelayanan customer service yang semakin
modern, check-in online, menerapkan system LCC( low cost carrier ).

 Managing downturn ( mengatasi saat mengalami kemeresotan )

29
Pihak air aisia pada saaat kemerosotan atau sedang mengalami kemerosotan melakung
beberapa strategi, dan salah satunya pihak air asia melakukan RE-BRANDING. Contohnya pada
kasus jatuhnya pesawat air asia pada beberapa yahun lalu menyebabkan tercemarnya salah satu
maskapai ini , pihak air asia langsung menggambil sikap untuk mere-breanding perusahaannya
tersebut, dimana rebranding merupakan upaya yang dilakukan oleh perusahaan atau lembaga
untuk mengubah total atau memperbaharui sebuah brand yang telah ada agar menjadi lebih baik
dengan tidak mengabaikan tujuan awal perusahaan, yaitu berorientasi profit. Rebranding sendiri
berasal dari kata Re yang berarti “kembali” dan Branding yang bermakna “penciptaan brand
image” secara mendasar menuju kondisi yang lebih baik.

Beberapa adalah salah satu contoh yang dilakukan oleh air asia saat merebranding
perusahaanya yaitu AirAsia memilih langkah penguatan merek dengan melakukan dua hal.
Pertama, pemasangan iklan, seperti yang sekarang ini telah mulai dilakukan AirAsia di sejumlah
media massa. Kedua, akan menambah rute penerbangan baru ke berbagai negara. Mengingat,
pemerintah akan menambah daftar negara penerima bebas visa. Sejumlah rute internasional yang
akan dibuka adalah rute yang belum dimiliki AirAsia, seperti Brunei, Myanmar, Vietnam, hingga
Hongkong.

 MANAGING LIFE CHOICE AND CHALLENGE

Mengatur pilihan dan tantanganan itu sendiri, dimana pihak airasia menggunakan
beberapa strategy yang digunakan untuk mengatur pilihan dan tangantangan yang perushaan
mereka hadapi, yaitu :

Safety First
Bekerja sama dengan penyedia perawatan paling terkenal di dunia dan mematuhi standar operasi
penerbangan dunia.

High AircraftUtilization
Waktu perputaran 9 (turn around time) terepat di region dengan hanya 25 menit,memastikan tarif
terhemat dan produktivitas yang tinggi.

30
Low Fare, NoFrills
Menyediakan pilihan layanan yang sesuai dengan kebutuhan bagi para penumpang tanpa
menurunkan kualitas dan layanan

StreamlineOperations
Memastikan bahwa setiap proses dilakukan secara sesederhana dan efsien(

Lean distribution System


Menawarkan kanal distribusi yang luas dan inovatif untuk memudahkan proses pembelian dan
perjalanan.

"point to point Networ”


Menerapkan jaringan point to point agar pengoperasian menjadi sederhana dengan berbiaya yang
rendah

 Value Chain Analysis


 LOGISTIK DALAM NEGERI:
Karena logistik masuk melibatkan berbagai kategori dalam industri jalur
udara, misalnya bagaimana menjadwalkan penerbangan, mengawasi pesaing
mereka bahwa strategi apa yang mereka gunakan untuk mempertahankan
pasar, dan bagaimana memotong harga mereka saat mereka mengelola
efisiensi bahan bakar dengan membelinya maju ketika harga rendah, dan
bagaimana merencanakan rute karena mereka kebanyakan merencanakan rute
pendek sehingga biayanya rendah.
 LOGISTIK OUTBOUND:
Karena udara Asia kebanyakan menggunakan operasi mereka melalui online
karena proses tiketnya benar-benar online dan pelanggan dapat memperoleh
buku tiket mereka secara online dan mereka juga dapat mencetak kartu asrama
mereka dari rumah mereka, Air Asia menggunakan mesin listrik umum untuk
keamanan pelanggan mereka karena pelanggan adalah preferensi utama
perusahaan.
 PENJUALAN & PEMASARAN:

31
Air Asia memiliki nama merek yang kuat, sekarang pemasaran hari memiliki
dampak yang signifikan pada setiap penjualan organisasi, sehingga Air Asia
melakukan iklan dengan mensponsori "The amazing race", dan klub sepak
bola terkenal untied (mu), lukisan beberapa pesawat itu dengan klub warna
dan bintang olahraga, dan yang paling penting, chief executive Fernandes
sendiri mengenakan topi merah resmi Air Asia dan kaos dalam hampir setiap
fungsi resmi.
 JASA:
Sekarang hari yang mempertahankan pelanggan adalah tugas yang sulit
sehingga untuk mengatasi hal ini, Air Asia menyediakan berbagai jenis
layanan kepada pelanggannya seperti jika penerbangan tertunda lebih dari tiga
jam maka voucher e-hadiah u $ 61 diberikan, penumpang juga dapat - buku
bagasi terdaftar mereka untuk tingkat yang lebih rendah, dan pelanggan juga
dapat memesan hotel online, hostel, menyewa mobil dan layanan medis.
 AKTIVITAS PENDUKUNG:
Analisis rantai nilai memiliki beberapa kegiatan dukungan $ juga. Kegiatan
dukungan yang harus diikuti Air Asia untuk menjaga agar bisnis mereka
bersih dan operasional adalah;
 INFRASTRUKTUR PERUSAHAAN:
Air Asia memiliki infrastruktur perusahaan yang kuat, mereka telah berevolusi
dari lcc klasik menjadi penyedia layanan terintegrasi, mereka berfokus pada
tujuan mereka, mereka menyediakan tarif termurah, mereka menjelajahi pasar
baru, dan proses pengambilan keputusan sederhana.
 MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA:
Air Asia mempekerjakan pekerja yang cakap, dan mereka menugasi orang
yang memiliki banyak keterampilan sehingga mereka dapat melampaui harga
mereka dalam hal sumber daya manusia dan dapat mempertahankan misi
perusahaan mereka dari maskapai penerbangan dengan harga rendah, dan
mereka juga memberi kompensasi kepada karyawan mereka dalam hal
kinerja.
 PENGEMBANGAN TEKNOLOGI:

32
Air Asia menggunakan berbagai jenis teknologi untuk meminimalkan
biayanya dan membuat operasinya mudah dan efisien, mereka menggunakan
sistem manajemen hasil (YMS) yang memperhitungkan biaya operasi dan
pendapatan yang diharapkan, dan mereka juga menggunakan sistem reservasi
komputer (CRS) karena ini adalah sistem reservasi dan inventaris berbasis
web karena merupakan mesin penjualan langsung yang mengeliminasi
perantara, dan mereka juga menerapkan sistem perencanaan sumber daya
perusahaan (ERP) yang membantu menghemat waktu pada penutupan akhir
bulan, dan mempercepat pelaporan dan proses pengambilan data.
 Value Chain Diagram Analysis : ISU UTAMA TENTANG OPERASI AIR ASIA
 Masalah IT:
Pelanggan menghadapi masalah terkait pemesanan tiket secara online, karena sistem
mereka tidak diperbarui jika penundaan penerbangan atau dibatalkan mereka tidak
memiliki sistem yang menunjukkan pemberitahuan kepada pelanggan. Beberapa kartu
waktu tidak diterima oleh sistem untuk pembayaran, ini dapat menimbulkan masalah bagi
penumpang untuk membeli.
 Intervensi pemerintah:
Dengan meningkatnya permintaan low cost carrier, Air Asia mulai menembus lebih
banyak rute dan mengikat dengan lebih banyak bandara untuk Contoh Di Singapura, Air
Asia ingin memulai penerbangan dari negara bagian selatan Johor, mengingat untuk
menarik penumpang dengan menyediakan bus gratis layanan ke negara kota. Pemerintah
Singapura tidak mengizinkan menyediakan tautan bus ke Air Asia dengan mengatakan
itu bukan kepentingan nasionalnya. Pemerintah khawatir kehilangan bisnis bandara
changi, jika Air Asia datang dengan layanan itu, ini menderita kerugian besar bagi Air
Asia.

 Biaya operasi meningkat:


Menjadi pembawa biaya rendah, selalu ada ancaman baik dari LCC lain atau maskapai
penerbangan layanan penuh untuk bersaing satu sama lain, untuk mengalahkan saingan,
Air Asia datang dengan layanan nilai tambah kepada pelanggan seperti layanan check in
internet, dengan yang satu ini dapat menikmati mencetak boarding pass online mereka

33
sendiri, Air Asia tidak hanya memberikan tiket murah tetapi juga menyediakan layanan
keuangan lainnya seperti asuransi perjalanan, paket liburan, layanan pemesanan untuk
hotel, penyewaan mobil, dan kartu kredit Citibank -Air Asia. Untuk mempertahankan
jenis layanan ini diperlukan jumlah yang sangat besar. Ini meningkatkan biaya operasi
dengan menghasilkan layanan nilai tambah

 Biaya Tenaga Kerja Tinggi:


Dengan meningkatnya permintaan low cost carrier, dan perluasan rute udara, selalu perlu
merekrut anggota baru juga memberikan layanan yang lebih baik untuk kelancaran
operasi, sekarang sangat sulit untuk mempekerjakan orang dengan biaya rendah,
pembayaran harus bervariasi berbeda untuk industri yang berbeda. . Menjadi pembawa
biaya rendah, margin keuntungan hanya 30% dari Air Asia

 Hub Perawatan:
Karena Air Asia tidak memiliki fasilitas perawatan dan perbaikannya sendiri, karena
dengan berlalunya waktu dan peningkatan jumlah pesawat dari 3 hingga 100 pesawat saat
ini dan sekitar 100 pesawat yang akan diterima tahun depan, jadi tidak memiliki pusat
perawatan yang layak, maka biaya banyak ke perusahaan.

 Sumber Daya Manusia Terbatas:


Untuk mempertahankannya, keunggulan kompetitif dengan biaya rendah Air Asia
berjalan dengan sumber daya manusia yang terbatas sehingga jika beberapa situasi tidak
teratur datang maka sulit untuk menangani situasi.

 Penundaan penerbangan:
Seperti ketika penerbangan mereka ditunda maka tidak ada saluran yang tepat untuk
berkomunikasi dengan pelanggan atau pelanggan tidak menginformasikan sebelumnya

 Harga Bahan Bakar:


Karena kenaikan harga bahan bakar, industri jalur udara sangat berpengaruh dalam hal
ini, kegiatan operasional Air Asia juga berdampak buruk

34
Daftar Pustaka

AirAsia Berhad Annual Report (2009). Our Commitment. Retrieved


fromhttp://www.airasia.com/iwovresources/my/common/pdf/AirAsia/IR/AirAsia_AR09.pdf

AirAsia Berhad Annual Report (2009). Senior Management. Retrieved


fromhttp://www.airasia.com/iwovresources/my/common/pdf/AirAsia/IR/AirAsia_AR09.pdf

AirAsia in Business Competition Era (2009) SWOT Analysis. Retrieved


fromhttp://elearning.lib.fcu.edu.tw/bitstream/2377/28913/1/M980005798101.pdf

Metro Star (2008, April 28) LCCT To Get Bigger and Better. TheStar Online. Retrieved
fromhttp://thestar.com.my/metro/ Now Everyone Can Fly (2007) Country and
Language. Retrieved
fromhttp://www.airasia.com/my/en/aboutus/irstrategy.htmlstory.asp?file=/2008/4/1/central/2079
5047&sec=central

Now Everyone Can Fly (2007) Mission Statement. Retrieved


fromhttp://www.airasia.com/my/en/aboutus/irstrategy.html

Sarah Kamini. (2013), Leadership and The Management of Change AirAsia BHD. MGT 6444
Assigment. Taylor’s University.

Institute of Managers and Leaders(2018). The Behavioural Theory of Leadership. Australia.


New Zealand

Leadership(2016). Behavioral Theories of Leadership.

Muh. Hizbul Muflihin(2008), Kepemimpinan Pendidikan: Tinjauan terhadap Teori Sifat dan
Tingkah-laku. Jurnal Pemikiran Alternatif Pendidikan

https://www.dictio.id/t/tony-fernandes-strategi-bisnis-ceo-maskapai-air-asia-dalam-menuju-
kesuksesan/11353/4

https://www.ukessays.com/essays/management/value-chain-analysis-at-air-asia-management-essay.php

35