Anda di halaman 1dari 14

SATUAN ACARA PENYULUHAN

TAYAMMUM DAN SHOLAT BAGI ORANG SAKIT


DI RUANG HD RS SAIFUL ANWAR MALANG

OLEH :
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
POLTEKKES KEMENKES MALANG PRODI LAWANG
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER
STIKES MAHARANI MALANG
STIKES KEPANJEN

Pemerintah Provinsi Jawa Timur


Rumah Sakit Dr. Saiful Anwar
Jalan Jaksa Agung Suprapto No. 2 Malang, Kode Pos 65111 Telp (0341)362101, Fax
(0341) 369384
Satuan Acara Penyuluhan Tayammum dan Sholat Bagi Orang Sakit

Judul : Tayammum dan Sholat Bagi Orang Sakit


Hari/tanggal : Jum’at, 28 September 2018
Tempat : Ruang HD
Lama : 30 menit
Penyaji : 1. Universitas Brawijaya
2. Poltekkes Kemenkes Malang Prodi Lawang
3. Universitas Muhammadiyah Jember
4. STIKES Maharani Malang
5. STIKES Kepanjen
Sasaran : Pasien dan keluarga pasien R HD

A. Latar Belakang
Bersuci merupakan hal yang sangat erat kaitannya dan tidak dipisahkan dengan
ibadah. Misalnya shalat dan haji, tanpa bersuci orang yang berhadats tidak dapat
menunaikan ibadah tersebut.
Melaksanakan ibadah adalah melaksanakan perintah Allah Yang Maha Suci.Banyak
orang mungkin tidak tahu bahwa sesungguhnya bersuci memiliki tata cara atau aturan
yang harus dipenuhi. Kalau tidak dipenuhi, tidak akan sah ibadahnya. Bersuci ataupun
menghilangkan hadats ini bisa dihilangkan dengan mandi,wudhu, ataupun dengan
tayamum.
Sehingga dengan menghilangkan hadats dengan mandi,wudhu ataupun tayamum,
seseorang bisa sah melakukan ibadah.
Menurut Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin Diterjemahkan secara bebas oleh
Muhammad Abduh Tuasikal, ST dari risalah beliau yang berjudul Thoharotul Maridh wa
Sholatuhu Bismillahir rahmanir rohim Segala puji hanyalah milik Allah, kami memuji-
Nya, kami meminta pertolongan pada-Nya, kami memohon ampunan dari-Nya dan kami
pun bertaubat kepada-Nya. Kami meminta perlindungan kepada Allah dari kejelekan diri
kami dan kejelekan amal kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak
ada seorang pun yang bisa menyesatkannya. Barangsiapa yang disesatkan oleh-Nya,
maka tidak ada seorang pun yang bisa memberi petunjuk baginya. Aku bersaksi bahwa
tidak ada sesembahan yang disembah dengan benar kecuali Allah semata, tidak ada
sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.
Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepadanya, keluarga, sahabat dan yang
mengikutinya dengan baik.Amma ba’du … Ini adalah risalah yang cukup ringkas yang
berisi beberapa penjelasan mengenai thoharoh (bersuci) dan shalat yang khusus ditujukan
bagi orang yang dirundung sakit. Perlu diketahui bahwa orang yang dirundung sakit
memiliki hukum khusus dalam thoharoh (bersuci) dan shalat sesuai dengan keadaan
mereka, yang juga hal ini diperhatikan oleh syari’at islam. Sesungguhnya Allah
mengutus Nabi-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan ajaran yang lurus,
toleran dan ajaran tersebut selalu mendatangkan kemudahan bagi hamba-Nya. Allah
ِ ‫“ َو َما َج َع َل َعلَ ْي ُك ْم فِي ال ِد‬Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk
Ta’ala berfirman, ‫ِّين ِم ْن َح َرج‬
kamu suatu kesempitan dalam agama.” (QS. Al Hajj [22]: 78) ‫َّللاُ بِ ُك ُم ْاليُس َْر َوال ي ُِريد ُ ِب ُك ُم‬ ‫ي ُِريد ُ ه‬
ْ
‫“ العُس َْر‬Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesulitan
bagimu.” (QS. Al Baqarah [2]: 185) ‫ط ْعت ُ ْم َوا ْس َمعُوا َوأ َ ِطيعُوا‬ َ َ‫َّللاَ َما ا ْست‬
‫“ فَات هقُوا ه‬Maka bertakwalah
kalian kepada Allah sesuai kesanggupan kalian dan dengarlah serta taatlah.” (QS. At
Taghobun [64]: 16) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‫ِإ هن ال ِدِّينَ يُسْر‬
“Sesungguhnya agama ini mudah.” (HR. Bukhari no. 39) ‫ط ْعت ُ ْم‬ َ َ‫إِذَا أ َ َم ْرت ُ ُك ْم بِأ َ ْمر فَأْتُوا ِم ْنهُ َما ا ْست‬
“Jika kalian diperintahkan dengan suatu perintah, laksanakanlah semampu kalian.” (HR.
Bukhari no. 7288 dan Muslim no. 1337) Berdasarkan kaedah-kaedah penting ini, Allah
Ta’ala meringankan bagi orang-orang yang kesulitan dalam melakukan ibadah supaya
melakukan ibadah sesuai dengan kondisi mereka sehingga mereka dapat melakukan
ibadah kepada Allah Ta’ala, tanpa merasa sempit dan sulit. Segala puji kita panjatkan
pada Rabb kita, Rabb semesta alam.

B. Tujuan Kegiatan
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah selesai mengikuti penyuluhan tentang tayamum dan sholat bagi orang
sakit, peserta dapat memahami dan mengerti cara bertayamum dan sholat bagi
orang sakit serta dapat melakukannya.

2. Tujuan Instruksional Khusus


a Menjelaskan tentang pengertian bertayammum
b Menjelaskan tentang perbedaan wudlu dan tayammum
c Menjelaskan dan mempraktikan tata cara bertayammum
d Menjelaskan tentang sunah dan yang membatalkan tayammum
e Menjelaskan tentang sholat bagi orang sakit
C. Sasaran
Adapun sasaran dari penyuluhan ini ditujukan khususnya kepada keluarga pasien atau
pasien di Ruang HD

D. Materi (terlampir)
a. Pengertian tayammum
b. Sebab sebab tayammum
c. Perbedaan Wudlu dan Tayammum
d. Sunah bertayammum
e. Tata cara Bertayammum
f. Sholat Bagi Orang Sakit

E. Alat Bantu
Menggunakan alat bantu PPT, leaflet dan LCD

F. Metode
1. Ceramah dan tanya jawab.
2. Demonstrasi
3. Slide

F. Strategi
a. Kontrak dengan pasien dan keluarga
b. Menggunakan pemampang materi dengan leaflet agar dapat lebih mudah
diperhatikan pasien dan keluarga
c. Menggunakan bahasa yang mudah dimengerti
d. Dengan tanya jawab langsung
e. Melatih pasien dan keluarga untuk melakukan tayammum

G. Setting Tempat
LCD

Keterangan :
Layar Proyektor Pasien dan Keluarga

Mahasiswa
H. Kegiatan Penyuluhan

KEGIATAN
NO WAKTU KEGIATAN PENYULUHAN
PESERTA

1. 5 menit Pembukaan :

1. Mengucapkan salam.
2. Menjelaskan nama dan akademi Menjawab salam
3. Menjelaskan tujuan pendidikan kesehatan
Mendengarkan
4. Menyebutkan materi yang diberikan.
5. Menanyakan kesiapan peserta Mendengarkan

2. 10 menit Pelaksanaan :

1. 1. Penyampaian materi
a. Menjelaskan tentang pengertian bertayammum
b. Menjelaskan tentang perbedaan wudlu dan
tayammum
c. Menjelaskan sunah dalam bertayammum
d. Menjelaskan dan mempraktikan tata cara Mendengarkan
bertayammum Bertanya
e. Menjelaskan tentang sunah dan yang
membatalkan tayammum
f. Menjelaskan tentang sholat bagi orang sakit
2. Tanya jawab

a. Memberikan kesempatan peserta untuk bertanya

3. 5 menit Evaluasi:

1. Menanyakan kembali hal-hal yang sudah Menjawab


dijelaskan mengenai bertayammum dan sholat Menjelaskan
bagi orang sakit
Memperhatikan

4. 5 menit Penutup :

Mendengarkan
1. Menutup pertemuan dengan menyimpulkan Menjawab salam
materi yang telah dibahas
2. Memberikan salam penutup

I. Pengorganisasian
1. Penyuluh : Universitas Brawijaya
-Diah Niati
-Putri Sakinah
-Titis Sukma P.
-Komang Ayu Eka W.
Unmuh Jember
-Titin Puji P.
-Ria Indah M
-Alfin Yoesra
-Yougatama A. F
STIKES Maharani Malang
-Vannessia Prasetya Cia
Poltekes prodi Lawang
-
STIKES Kepanjen
-
2. Observer :
3. Fasilitator :
4. Pembimbing lahan :
5. Pembimbing lahan :

J. Job Description
1. Penyuluh:
- Menggali pengetahuan pasien dan keluarga tentang tayamumm
- Menyampaikan materi penyuluhan
- Mendiskusikan cara bertayammum
2. Observer
- Membuka dan menutup acara
- Mengamati jalannya acara penyuluhan
- Membantu kelancaran acara penyuluhan
- Mencatat pertanyaan dari peserta
3. Fasilitator
- Menyeting waktu penyajian sesuai dengan rencana kegiatan
- Menyiapkan semua peralatan dan bahan uang dibutuhkan untuk penyuluhan
- Membagikan leaflet pada akhir pelaksanaan kegiatan

K. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi struktur
a) Peserta hadir di tempat pelaksanaan pada waktu yang telah ditentukan
b) Persiapan dilaksanakan satu hari sebelum penyuluhan
2. Evaluasi proses
a) Kegiatan berjalan dengan lancar dan tujuan tercapai
b) Masing-masing mahasiswa bekerja sesuai dengan tugas
c) Peserta antusias mendengarkan materi penyuluhan dari awal hingga akhir
d) Peserta tidak ada yang meninggalkan tempat penyuluhan selama acara
berlangsung
e) Peserta antusias bertanya
f) Pelaksanaan penyuluhan berjalan dengan baik
3. Evaluas hasil
a) Penyuluhan diikuti oleh minimal 75% dari jumlah pasien dan keluarga pasien
yang ada di Ruang HD RSSA
b) Peserta penyuluhan dapat menjawab pertanyaan tentang pengertian, tujuan,
tahap-tahap tayammum dan sholat bagi orang sakit dengan benar
MATERI PENYULUHAN

TAYAMUM DAN SHOLAT BAGI ORANG SAKIT

1. Pengertian

Tayamum adalah pengganti wudhu atau mandi wajib yang tadinya seharusnya
menggunakan air bersih digantikan dengan menggunakan tanah atau debu yang bersih.
Yang boleh dijadikan alat tayamum adalah tanah suci yang ada debunya. Dilarang
bertayamum dengan tanah berlumpur, bernajis atau berbingkah. Pasir halus, pecahan
batu halus boleh dijadikan alat melakukan tayamum.

2. Sebab Melakukan Tayamum

a. Dalam perjalanan jauh


b. Jumlah air tidak mencukupi karena jumlahnya sedikit
c. Telah berusaha mencari air tapi tidak diketemukan
d. Air yang ada suhu atau kondisinya mengundang kemudharatan
e. Air yang ada hanya untuk minum
f. Air berada di tempat yang jauh yang dapat membuat telat shalat
g. Pada sumber air yang ada memiliki bahaya
h. Sakit dan tidak boleh terkena air

3. Syarat Sah Tayamum

a. Telah masuk waktu salat


b. Memakai tanah berdebu yang bersih dari najis dan kotoran
c. Memenuhi alasan atau sebab melakukan tayamum
d. Sudah berupaya / berusaha mencari air namun tidak ketemu
e. Tidak haid maupun nifas bagi wanita / perempuan
f. Menghilangkan najis yang yang melekat pada tubuh
4. Sunah / Sunat Ketika Melaksanakan Tayamum

1) Membaca basmalah
2) Menghadap ke arah kiblat
3) Membaca doa ketika selesai tayamum
4) Medulukan kanan dari pada kiri
5) Meniup debu yang ada di telapak tangan
6) Menggosok sela jari setelah menyapu tangan hingga siku

5. Rukun Tayamum

- Niat Tayamum.
- Menyapu muka dengan debu atau tanah.
- Menyapu kedua tangan dengan debu atau tanah hingga ke siku.

6. Tata Cara / Praktek Tayamum

a. Membaca basmalah
b. Renggangkan jari-jemari, tempelkan ke debu, tekan-tekan hingga debu melekat.
c. Angkat kedua tangan lalu tiup telapat tangan untuk menipiskan debu yang
menempel, tetapi tiup ke arah berlainan dari sumber debu tadi.
d. Niat tayamum : Nawaytuttayammuma listibaa hatishhalaati fardhollillahi ta'aala
(Saya niat tayammum untuk diperbolehkan melakukan shalat karena Allah Ta'ala).
e. Mengusap telapak tangan ke muka secara merata
f. Bersihkan debu yang tersisa di telapak tangan
g. Ambil debu lagi dengan merenggangkan jari-jemari, tempelkan ke debu, tekan-
tekan hingga debu melekat.
h. Angkat kedua tangan lalu tiup telapak tangan untuk menipiskan debu yang
menempel, tetapi tiup ke arah berlainan dari sumber debu tadi.
i. Mengusap debu ke tangan kanan lalu ke tangan kiri sampai ke siku dengan debu
7. Sholat Bagi Orang Sakit
Islam memberikan rukhushah (keringanan) dalam mengerjakan shalat bagi orang
yang sakit, yaitu selama akal dan ingatannya masih sehat. Maka bagi orang yang sakit
atau tidak dapat mengerjakan shalat dengan sempurna, dapat melakukan shalat dengan
cara sebagai berikut:

1. Shalat dengan cara duduk


- Niat mengerjakan shalat dan menghadap ke kiblat.
- Rukuknya shalat sambil duduk dengan sedikit membungkukkan badan.
- Sujudnya sama seperti sujud orang yang mampu berdiri.

2. Shalat dengan cara terlentang


Kedua kaki di arahkan ke kiblat,kepala ditinggikan menggunakan bantal dan wajah
dihadapkan ke kiblat.
- Cara mengerjakan rukuk cukup menggerakkan kepala ke depan
- Gerakan sujudnya sama seperti ketika mengerjakan rukuk, akan tetapi lebih
rendah daripada rukuk.

3. Shalat dengan isyarat


Jika dengan cara duduk dan terlentang masih tidak mampu, shalat dapat dilakukan
dengan isyarat, baik dengan isyarat dengan kepala, maupun dengan mata. Jika
semua tidak mungkin, maka kerjakanlah dalam hati, selama jiwa dan akal masih
sehat.
DAFTAR PUSTAKA

Najibuddin Ahmad, 2012. Panduan shalat lengkap & juz’ amma: Bandung.

Sabiq sayyid. 2012. Fiqih sunnah jilid 1. Madina adipustaka: Depok


Lampiran Gambar: