Anda di halaman 1dari 7

KEBUTUHAN DAN POLA TIDUR

PADA BERBAGAI KELOMPOK USIA

Disusun untuk Memenuhi Tugas Kebutuhan Istirahat Tidur


Dosen Pembimbing : Ns. Dwi Haryanti, S.Kep. MAN.

DISUSUN OLEH KELOMPOK 5 SEMESTER 5B :

1. Hamroul (SK.112.045)
2. Kristiani (SK.114.041)
3. M. Bagas Endiasa (SK.114.052)
4. Muhibatul Ma’rufi (SK.114.053)
5. Rima Indah Novita (SK.114.06 )
6. Wulan Rukmana D. (SK.114.0 )

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KENDAL
TAHUN AJARAN 2016/2017
Kebutuhan Dan Pola Tidur Pada Berbagai Kelompok Usia

A. Kebutuhan Dan Pola Tidur Pada Berbagai Kelompok Usia


Tidur dengan pola yang teratur ternyata lebih penting jika dibandingkan
dengan jumlah jam tidur itu sendiri. Pada beberapa orang, mereka merasa
cukup dengan tidur selama 5 jam saja pada tiap malamnya (Kozier, 2004).
Secara umum, durasi atau waktu lama tidur mengikuti pola sesuai dengan
tahap tumbuh kembang manusia
1. Bayi Baru Lahir (0-3 bulan)
Bayi Baru Lahir sampai usia 3 bulan, rata-rata tidur sekitar 16 jam
sehari. Bayi yang lahir tanpa medikasi lahir keadaan terjaga mata terbuka
lebar dan mengisap kencang. Setelah sekitar 1 jam bayi baru lahir
menjadi diam dan kurang responsif terhadap stimulus internal dan
eksternal. Periode tidur berakhir beberapa menit sampai 2 sampai 4 jam
setelah kemudian bayi terbagun lagi dan seringkali menyebabkan
tangisan karena terlalu responsif terhadap stimulus. Stimulus lapar, nyeri,
dan dingin. Pada minggu pertama bayi baru lahir tidur degan konstan.
Kira-kira 50% dari tidur ini adalah tidur REM, yang menstimulasi pusat
otak tertinggi, hal ini di anggap esensia bagi perkembagan karena
neonatus tidak tejaga cukup lama untuk menstimulasi eksternal yang
yang bermakna.
2. Bayi (4-11 bulan)
Beberapa bayi tidur 22 jam perhari, bayi lain lahir 12 jam sampai
14 jam perhari. Sekitar 20%-30% tidur adalah tidur REM. Pertama-
pertama bayi terbangun setiap 3 sampai 4 jam, makan dan kemudian
kembali tidur. Periode terjaga penuh mengalami peningkatan secara
betahap-tahap selama beberapa bulan pertama. Pada bulan keempat,
sebagian bayi tidur sepanjang malam dan menetapkan pola tidur siang
yang bervariasi pada setiap individu. Namun mereka umum nya terbagun
lebih awal di pagi hari. Diakhir tahun pertama, seorang bayi biasanya
tidur siang sebanyak 1 atau 2 kali sehari dan tidur 14 jam tiap 24 jam.
Sekitar setengah dari waktu tidur bayi di habiskan pada tahap tidur
ringan. Selama tidur ringan, bayi melakukan sebagian besar aktivitas
seperti bergerak, berdeguk dan batuk. Orang-orang tua perlu memastikan
bahwa bayi benar-benar terbangun sebelum mengangkat mereka untuk
di beri makan dan di ganti pakaian. Banyak bayi mulai terbangun
kembali di tengah malam pada usia antara 5 sampai 9 bulan.
3. Toddler (1-2 tahun)
Pada usia 2 tahun, anak-anak biasa nya tidur sepanjang malam dan
tidur siang setiap hari. Total tidur rata-rata 12 jam perhari. Tidur siang
dapat hilang pada usia 3 tahun. Hal yang umum bagi toddler terbagun
pada malam hari. Persentasi tidur REM berlanjut menurun selama
periode ini toddler tidak ingin tidur pada malam hari ketidakinginan ini
dapat berhubungan dengan kebutuhan untuk otonomi, atau takut
perpisahaan. Toddler mempunyai kebutuhan untuk mengeksplorasi dan
memuaskan keingin tahuannya, yang dapat menjelaskan mengapa
beberapa dari mereka mencoba untuk menunda waktu tidur.
4. Prasekolah (3-5 tahun)
Rata-rata tidur anak usia prasekolah sekitar 12 jam semalam
(sekitar 20% adalah REM). Pada usia 5 tahun, anak prasekolah jarang
tidur siang. Kecuali pada kebudayaan yaitu tidur siang adalah kebiasaan.
Anak usia prasekolah biasa nya mengalami kesulitan untuk rileks atau
diam setelah hari-hari yang aktif. Anak usia prasekolah juga mempunyai
masalah dengan ketakutan waktu tidur, terjaga pada malam hari, atau
mimpi buruk, orang tua paling berhasil untuk membawa anak prasekolah
untuk tidur dengan membina ritual yang konsisten yang mencakup
aktivitas waktu tenang sebelum waktu tidur.
5. Anak usia sekolah (6-13 tahun)
Jumlah tidur yang di perlukan pada usia sekolah bersifat individual
di karenakan status aktifitas dan tingkat kesehatan berpariasi. Anak usia
sekolah biasa nya tidak membutuhkan tidur siang. Pada usia 6 tahun akan
tidur malam rata-rata 11 sampai 12 jam, sementara anak usia 11 tahun
tidur sekitar 9 sampai 10 jam. Anak usia 6 atau 7 tahun biasanya dapat di
bujuk untuk tidur dengan mendorong melakukan aktifitas yang tenang.
Anak yang lebih tua sering kali menolak tidur karena ketidak- sadaran
terhadap kelelahan atau kebutuhan mandiri. Anak usia sekolah akan
menjadi lelah pada hari berikut nya jika diizin kan untuk tinggal lebih
lama dari biasa nya. Anak yang lebih tua meminta waktu tidur yang lebih
larut sebagai suatu simbol dominan dari anak yang lebih muda.
6. Remaja (14-17 tahun)
Remaja memperoleh sekitar 7 ½ jam untuk tidur setiap malam
pada saat kebutuhan tidur yang aktual meningkat, remaja umumnya
mengalami sejumlah perubahan yang sering kali mengurangi waktu tidur.
Biasa nya orang tua tidak lagi terlibat pada penataan waktu tidur yang
spesipik. Tuntutan sekolah, kegiatan sosial setelah sekolah, dan
perkerjaan penuh waktu menekan waktu yang tersedia waktu tidur.
Remaja tidur lebih larut dan bangun lebih cepat pada waktu sekolah
menengah atas. Harapan sosial yang umum adalah remaja membutuhkan
tidur. Yang sedikit dari pada para remaja.
7. Dewasa muda (18-25 tahun)
Kebanyakan dewasa muda tidur malam hari rata-rata 6 sampai 8 ½
jam,tetapi hal ini berpariasi. Dewasa muda jarang sekali tidur siang.
Kurang dari 20% waktu tidur yang di habiskan yaitu tidur REM,yang
tetap konsiten sepanjang hidup. Dewasa muda muda yang sehat
membutukan cukup tidur untuk berpastisipasi dalam kesibukan aktivitas
yang mngisi hari-hari mereka. Akan tetapi, adalah hal yang umum untuk
tuntutan gaya hidup yang mengganggu pola tidur yang umum. Stres
perkejaan, hubungan keluarga, dan aktivitas sosial dapat mngarah pada
insomnia.
8. Dewasa tengah (26-64 tahun)
Selama masa dewasa tengah total waktu yang di gunakan untuk
tidur malam hari mulai menurun. Jumlah tidur tahap 4 mulai menurun,
suatu penurunan yang berlanjut dengan bertambah nya usia. Gangguan
tidur sering kali mulai di diagnosa diantara orang-orang pada rentang
usia ini bahkan ketika gejola dari ganguan yang telah ada untuk di
sebabkan oleh penuaan oleh perubahan stress usia menengah. Gangguan
tidur dapat di sebabkan oleh kecemasan, depresi, atau penyakit pisik
ringan tertentu. Wanita yang mngalami gejala menopause dapat
mngalamai insomnia. Anggota kelompok usia ini dapat terggantung pada
obat tidur.
9. Lansia (> 65 tahun)
Jumlah tidur total tidak berubah sesuai pertambahan usia. Akan
tetapi, kualitas tidur kelihatan menjadi berubah pada kebanyakan lansia.
Episode tidur REM cenderung memendek. Terdapat penurunan yang
progresif pada tahap tidur REM 3 dan 4, berapa lansia hampir tidak
memiliki tahap 4 atau tidur yang dalam. Seorang lasia yang terbangun
lebih sering di malam hari, dan membutuhkan banyak waktu untuk jatuh
tertidur. Akan tetapi pada lansia yang berhasil beradaptasi terhadap
perubahan pisiologis dan fisikologis dalam penuaan lebih mudah
memelihara tidur REM dan keberlangsungan dalam siklus tidur mirip
dengan dewasa muda.
Keragaman dalam perilaku tidur lansia adalah umum. Keluhan
tentang kesulitan tidur waktu malam sering kali terjadi diantara lansia,
sering kali akibat keberadaan penyakit kronik yang lain. Sebagai contoh,
seorang lansia yang mngalami akritis mempunyai kesulitan tidur akibat
nyeri sendi. Kecenderungan untuk tidur siang kelihatan nya meningkat
secara progresif dengan bertambah nya usia. Peningkatan waktu siang
hari yang di pakai untuk tidur dapat terjadi karena seringnya terbangun
pada malam hari.
No Tingkat Perkembangan Pola Tidur Normal
1. Bayi baru lahir Tidur 14 sampai 18 jam/hari

Pernafasan teratur, gerak tubuh sedikit

50 % tidur REM

Siklus tidur 45 sampai 60 menit


2. Bayi Tidur 12 sampai 14 jam/hari

20 sampai 30 % tidur REM

Mungkin tidur sepanjang malam


3. Toddler Tidur sekitar 11 sampai 12 jam/hari

(Usia 1 s/d 3 tahun) 25 % tidur REM

Tidur sepanjang malam dan tidur siang


4. Prasekolah Tidur sekitar 11 jam/hari

(Usia 3 s/d 6 tahun) 20 % tidur REM


5. Remaja Tidur sekitar 7sampai 8,5 jam/hari

20 % tidur REM
6. Dewasa Muda Tidur 7 sampai 8 jam/hari

20 sampai 25 % tidur REM


7. Dewasa Tengah Tidur 7 sampai 8 jam/hari

20 % tidur REM. Mungkin mengalami


insomnia dan sulit untuk dapat tidur
8. Dewasa Tua/Lansia Tidur sekitar 6 jam/hari

(Usia Diatas 60 Tahun) 20 sampai 25 % tidur REM. Mungkin


mengalami insomnia dan sering bangun
/ terjaga sewaktu tidur.

Tabel. Variasi / Pola Tidur Berdasarkan Tingkat Perkembangan atau Usia


DAFTAR PUSTAKA

Wartonah, Tarwoto. (2004). Kebutuhan Dasar Manusia dan Proses Keperawatan.


Jakarta: Salemba Medika.
Potter & Perry. (2005). Fundamental keperawatan edisi 4. Jakarta: EGC.