Anda di halaman 1dari 12

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Asam Urat

1. Pengertian Asam Urat

Asam urat merupakan produk akhir atau produk buangan yang

dihasilkan dari metabolisme atau pemecahan purin. Asam urat

merupakan antioksidan dari manusia dan hewan, tetapi bila dalam

jumlah berlebihan dalam darah akan mengalami pengkristalan dan

dapat menimbulkan gout.Asam urat mempunyai peran sebagai

antioksidan bila kadarnya tidak berlebihan dalam darah, namun

bila kadarnya berlebih asam urat akan berperan sebagai

prooksidan (Francis, 2010).

Definisi asam urat menurut Sunita (2015) adalah salah satu

penyakit arthritis gout yang disebabkan oleh metabolisme

abnormal purin yang ditandai dengan meningkatnya kadarasam

urat dalam darah.

Pendapat Junadi (2012) asam urat merupakan peradangan

sendi yang bersifat menahun dan umumnya setelah terjadi

serangan gout berulang, sendi yang terserang bisa menjadi

bengkok atau cacat.

Jadi, dapat disimpulkan asam urat adalah penyakit yang

disebabkan oleh metabolisme abnormal purin yang ditandai


dengan meningkatnya kadar asam urat dalam darah yang bersifat

menahun dan umumnya terjadi berulang.

2. Tahapan Asam Urat

Safitri (2012), mengidentifikasi gejala penyakit asam urat

memiliki tiga tahapan, yaitu:

a. Tahap Pertama disebut arthritis gout acute

Pada tahap pertama penderita sering mengalami serangan gout

yang khas dan serangan tersebut akan cepat menghilang tanpa

pengobatandalam waktu 5-7 hari, maka penderita sering

menduga kakinya keseleo atau infeksi dan tidak melakukan

pemeriksaan lanjutan.

b. Tahap Kedua disebut arthritis gout acute intermiten

Pada tahap ini sudah melewati masa gout interkritikal selama

bertahun-tahun tanpa gejala yang berarti, penderita akan

memasuki pada tahap iniditandai dengan serangan peradangan

yang khas. Penderita akan sering mendapat serangan berulang

dengan jarak serangan satu dengan serangan berikutnya akan

semakin lama, semakin rapat, semakin panjang, dan jumlah

sendi yang terserang semakin banyak. Pada tahap kedua

penderita baru menyadari bahwa dia sudah terkena penyakit

asam urat, cara penanganan tahap kedua akan lebih sulit dari

pada tahap pertama.

c. Tahap Ketiga disebut arthritis gout kronik bertofus


Pada tahap ketiga penderita telah menderita sakit selama 10

tahun atau lebih, lalu akan terjadi benjolan-benjolan di sekitar

sendi yang meradang disebut sebagai tofus. Tofus merupakan

benjolan keras berisi serbuk kapur yang berasal dari kristal

monosodium urat, apabila dibiarkan maka akan berakibat

kerusakan pada sendi dan tulang sekitarnya.

3. Etiologi Penyakit Asam Urat

Penyebab dari asam urat menurut andry (2009) dan junadi (2012)

adalah sebagai berikut:

a. Pembentukan asam urat berlebihan (gout metabolik):

1) Gout primer metabolik: terjadi karena sintesa atau

pembentukan asam urat yang berlebihan.

2) Gout sekunder metabolik: terjadi karena pembentukan

asam urat berlebihan karena penyakit lain, seperti

leukemia, terutama yang di obati dengan sitostatika,

psoriasis, polisitemiavera, dan mielofibrosis.

b. Pengeluaran asam urat melalui ginjal kurang (gout renal):

1) Gout renal primer: terjadi karena gangguan ekskresi asam

urat dtubuli distal ginjal yang sehat.

2) Gout renal sekunder: disebabkan oleh ginjal yang rusak,

misalnya pada glomerunolefritis kronik, kerusakan ginjal

kronis (Cronic renal failure)


c. Perombakan pada usus yang berkurang. Serangan gout

(athritis gout akut) secara mendadak, dapat dipicu oleh:

1) Luka ringan

2) Konsumsi alkohol dalam jumlah besar atau makanan yang

kaya akan protein purin, kelelahan.

3) Stress secara emosional

4) Penyakit dan sejumlah obat yang menghambat sekresi

asam urat seperti salicilat dosis kecil, hidroklorotiazit

(diuretik), INH, porosemid, asam-asam keton hasil

pemecahan lemak sebagai akibat dari terlalu banyak

mengkonsumsi lemak.

5) Kedinginan

6) Usia (pada pria berumur 30-50 tahun, wanita berumur >50

tahun)

7) Asupan senyawa purin berlebih

8) Konsumsi alkohol berlebih

9) Kegemukan atau obesitas

10) Hipertensi

11) Penyakit jantung

12) Obat-obatan tertentu (terutama deuretika)

13) Gangguan fungsi ginjal


4. Tanda Gejala Asam Urat

Damayanti (2012), menjabarkan tanda dan gejala penyakit asam

urat sebagai berikut:

a. Pada persendian terasa ngilu, nyeri, linu, rasa kesemutan dan

bahkan sampai bengkak kemerahan.

b. Nyeri biasanya terjadi pada pagi hari ataupun malam hari.

c. Nyeri yang dirasakan berulang-ulang.

d. Lokasi sendi yang sering terserang asam urat yaitu lutut, jari

kaki, jari-jari tangan, siku, pergelangan tangan, serta tumit.

e. Jika sudah parah biasanya persendian akan mengalami sakit

yang hebat jika digerakkan.

Smart (2010), menjelaskan tanda gejala penyakit asam urat

adalah:

a. Kekakuan pada dan seputar sendi yang berlangsung sekitar

30-60 menit di pagi hari.

b. Bengkak pada tiga atau lebih sendi pada saat yang

bersamaan.

c. Bengkak dan nyeri, umumnya terjadi dengan pola yang

simetris (nyeri pada sendi yang sama di kedua sisi tubuh) dan

umumnya menyerang sendi pergelangan tangan.

5. Patofisiologi Asam Urat

Peningkatan kadar asam urat dapat disebabkan oleh pembentukan

yang berlebih atau penurunan eksresi asam urat. Asam urat adalah
produk akhir metabolisme purin, yang secara normal metabolisme

purin menjadi asam urat. Berikut ini patofisiologi asam urat

menurut Safitri (2012), Indriawan (2009), Kertia (2009) sebagai

berikut : Makanan yang masuk akan diolah oleh tubuh, melalui

proses metabolisme dan menghasilkan asam urat, setiap orang

mempunyai kadar asam urat dalam tubuh. Pada tubuh manusia

secara alamiah telah menyediakan 85% senyawa purin untuk

kebutuhan sehari-hari, jadi kebutuhan purin yang dibutuhkan dari

makanan sebanyak 15%. Gout merupakan suatu peradangan pada

sendi yang diakibatkan karena kelebihan purin. Zat Purin yaitu zat

alami yang ditemukan dalam semua sel-sel tubuh dan hampir pada

semua makanan.

Purin berasal dari makanan yang banyak mengandung protein

yaitu makanan dari tanaman (sayur, buah, kacang-kacangan) atau

hewan (daging, jeroan, ikan sarden). Apabila mengkonsumsi

makanan yang tidak terkontrol, maka akan terjadi peningkatan

kadar asam urat yang melebihi batas normal (pria <7 mg dan

wanita <6mg), yang dapat menyebabkan penumpukan kristal

monosodium urat sehingga kristal asam urat akan mengendap di

dalam sendi. Gout ditandai dengan linu-linu, pegal, dan terdapat

nyeri. Bagian tubuh yang paling terkena nyeri yaitu tulang

punggung, sendi-sendi pangkal kaki terutama pada jempol kaki,


pergelangan kaki, atau sendi lutut.Sendi yang terserang akan

berwarna merah, bengkak, panas, nyeri dan sulit digerakkan.

Pengendapan yang terjadi di dalam sendi akan menimbulkan

responinflamsi terjadi dan serangan gout dimulai dengan serangan

berulang-ulang, apabila dibiarkan maka akan terjadi infeksi

kemudian menjadi tofus. Penumpukan kristal monosodium urat

disebut dengan tofi atau tofus yaitu benjolan keras yang berisi

serbuk seperti kapur yang merupakan deposit dari kristal

monosodium urat. Tofus ini yang akan mengendap dibagian sendi

yang dingin seperti ibu jari kaki, pangkal jari kaki, siku, bahu,

telinga. Pada tofus ini jika dibiarkan terus menurus akan

mengeluarkan nanah yang dapat menambah nyeri hebat, kaku

bahkan dapat terjadi kecacatan serta akan menambah berat gejala

penyakit asam urat.

Kegagalan ginjal dalam proses pembuangan asam urat dalam

jumlah yang cukup banyak dapat menimbulkan peningkatan kadar

asam urat. Pada asam urat kronis dapat menimbulkan komplikasi

ke ginjal dengan cara pengendapan yang terjadi secara sekunder,

kemudian terjadi pembentukan batu ginjal (nefrolitiasis urat)

disertai dengan penyakit ginjal kronis, jantung dan infeksi lainnya,

hingga dapat menimbulkan kematian.


6. Sifat dan Struktur Kimia Asam Urat

Asam urat merupakan asam lemah dengan pKa 5,8 yang

cenderung berada di cairan plasma ekstraselular, sehingga

membentuk ion urat dengan pH 7.4. Menurut Francis (2010)

adalah ion urat mudah disaring dari plasma, kadar urat di dalam

darah tergantung pada usia dan jenis kelamin. Kadar asam urat

akan meningkat dengan bertambahnya usia dan gangguan fungsi

ginjal. Francis (2010), Brian (2008) dan Nugroho (2012)

menjelaskan bahwa kristal urat yang dilihat dibawah mikroskop

hasilnya menyerupai jarum-jarum renik yang tajam, berwarna

putih dan berbau busuk.

a. Metabolisme asam urat

Metabolisme asam urat adalah pembentukan asam urat dalam

darah yang dapat meningkat. Peningkatan tersebut disebabkan

oleh dua faktor yaitu faktor luar dan faktor dalam. Adanya

gangguan dalam proses ekskresi dalam tubuh maka dapat

menyebabkan penumpukan asam urat di dalam ginjal dan

persendian. Jalur kompleks pembentukan asam urat dimulai

dari ribose 5-phosphate, suatu pentose yang berasal dari

glycidic metabolism, dirubah menjadi PRPP (phosphoribosyl

pyrophosphate) dan kemudian phosphoribosilamine, lalu

ditransformasi menjadi inosine monophosphate (IMP). Dari

senyawa perantara yang berasal dari adenosine


monophosphate (AMP) dan guanosine monophosphate

(GMP), purinic nucleotides digunakan untuk sintesis DNA

dan RNA, serta inosine yang kemudian akan mengalami

degradasi menjadi hypoxanthine, xanthine dan akhirnya

menjadi uric acid.

1) Peningkatan kadar asam urat (Hiperurisemia), terdapat

penyebab peningkatan kadar asam yaitu kandungan

makanan tinggi purin, ekskresi asam urat berkurang

karena fungsi ginjal terganggu, penyakit tertentu dan

penggunaan berbagai macam obat.

2) Penurunan kadar asam urat (Hipourisemia), terdapat

penyebab terjadinya penurunan kadar asam urat yaitu

kegagalan fungsi tubulus ginjal dalam melakukan

reabsorpsi asam urat, rendahnya kadar tiroid, dan

pemberian obat-obatan penurun kadar asam urat. Obat

penurun kadar asam urat, misalnya allopurinol

merupakan struktur isomer dari hipoxanthin dan

merupakan penghambat enzim.

b. Diagnosis penyakit hiperurisemia

Hiperusemia tidak selalu tampak gejala dari luar, karena

mempunyai resiko besar terjadi kerusakan ginjal dengan

terbentuknya kristal-kristal yang sudah mengendap dijaringan

kemih. Seseorang dikatakan menderita asam urat jika


pemeriksaan laboratorium yang menunjukan kadar asam urat

dalam darah diatas 7 mg/dL untuk pria dan 6 mg/dL untuk

wanita (Muhammad, 2011).

c. Pemeriksaan Asam Urat

Macam-macam pemeriksaan asam urat menurut Muhammad

(2011), Kertia (2009) yaitu :

1) Pemeriksaan Laboratorium

Pemeriksaan laboratorium pada kadarasam urat

menunjukkan bahwa kadar dalam darah diatas 7 mg/dL

untuk pria dan 6 mg/dL untuk wanita. Kadar asam urat

dalam urine lebih dari 760-1000 mg/24 jam dengan diet

biasa dan dapat dilakukan pemeriksaan gula darah,ureum,

kriatinin dan pemeriksaan profil lemak untuk menguatkan

diagnosis.

2) Pemeriksaan Radiologis

Pemeriksaan radiologis digunakan untuk melihat proses

yang terjadi dalam sendi dan tulang untuk melihat proses

pengapuran dalam tofus.

3) Pemeriksaan Cairan Sendi

Pemeriksaan cairan dilakukan di bawah mikroskop untuk

dapat melihat kristal dalam cairan sendi dan untuk melihat

perbedaan jenis arthritis, maka perlu dilakukan kultur

cairan sendi. Pemeriksaan yang dapat dilakukan yaitu


dengan cara mengeluarkan cairan sendi, memasukkan obat

ke dalam sendi dan penyedotan cairan sendi, maka nyeri

sendi pada klien dapat berkurang dan lebih cepat sembuh.

4) Pemeriksaan Rontgen

Pemeriksaan rontgen dapat dilakukan pada awal setiap kali

melakukan pemeriksaan rontgen dan akan lebih efektif

pemeriksaan dilakukan pada penyakit yang sudah kronis.

Pemeriksaan rontgen perlu dilakukan untuk melihat

kelainan baik pada sendi maupun pada tulang dan jaringan

di sekitar sendi.

7. Penatalaksanaan Asam Urat

Bagi penderita asam urat bisa mengkonsumsi obat alloppurinol

karena allopurinol bekerja menurunkan produksi asam urat dengan

cara penghambatan kerja enzim yang memproduksinya, yaitu

enzim xantim oksidase. Selain bermanfaat menekan produksi

asam urat, allopurional juga memiliki efek positif dalam melawan

kolesterol jahat dalam tubuh. selain tersebut langkah pertama

untuk mengurani nyeri adalah dengan mengendalikan

peradangan, baik dengan obat-obatan maupun dengan

mengistirahatkan sendi yang sedang meradang (Junadi, 2012).

8. Pencegahan Asam Urat (Gout)

Gout tidak dapat dicegah, tetapi beberapa faktor pencetusnya bisa

dihindari, misalnya cidera, konsumsi alkohol yang berlebih,


makanan yang kaya protein. Untuk mencegah kekambuhan,

dianjurkan untuk minum banyak air, menghindari minuman

beralkohol dan mengurangi makanan yang kaya akan protein.

Banyak penderita gout yang memiliki kelebihan berat badan, jika

berat badan mereka dikurangi, maka kerap kali kadar asam urat

dalam darah akan kembali normal atau mendekati normal.

Beberapa penderita gout, terutama yang mengalami serangan

berulang yang hebat, mulai menjalani pengobatan jangka panjang

ketika gejala gout telah menghilang dan pengobatan dilanjutkan

hingga diantara serangan. Kolkisin dosis rendah diminum setiap

hari dan bisa mencegah serangan atausekarang kurangnya,

mengurangi frekuensi serangan. Mengkonsumsi obat anti

peradangan non steroid secara rutin juga bisa mencegah terjadinya

serangan gout berulang. Terkadang kolkisin dan obat peradangan

non steroid diberikan dalam jangka waktu yang bersamaan.

Namun kombinasi kedua obat ini tidak mencegah maupun

memperbaiki kerusakan sendi karena pengendapan kristal dan

memiliki risiko bagi penderita yang memiliki yang memiliki

penyakit ginjal atau hati (Junadi, 2012).