Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Manusia yang di ciptkan oleh Allah ada beberapa yang menjadi nabi di
antaranya adalah nabi Isa as. Isa dalam (bahasa Arab: ‫عيس ى‬, `Īsā; Essa; sekitar 1 -
32M) adalah nabi penting dalam agama Islam dan merupakan salah satu dari Ulul
Azmi. Dalam Al-Qur'an, ia disebut Isa bin Maryam atau Isa al-Masih. Ia diangkat
menjadi nabi pada tahun 29 M dan ditugaskan berdakwah kepada Bani Israil di
Palestina.
Namanya disebutkan sebanyak 25 kali di dalam Al-Quran. Cerita tentang Isa
kemudian berlanjut dengan pengangkatannya sebagai utusan Allah, penolakan oleh
Bani Israil dan berakhir dengan pengangkatan dirinya ke surga. Dalam buku
dikatakan bawa wujud fisik Isa digambarkan oleh Muhammad yaitu, rambutnya
terbelah dua, wajahnya tampan, kulitnya putih agak kemerah-merahan. Muhammad
bertemu dengan Isa, ketika ia sedang dalam Isra Mi'raj ke Sidrat al-Muntahā, dilangit
kedua yang disebut sebagai Al-Maa'uun.
Menurut teks-teks Islam, Isa diutus kepada Bani Israil, untuk mengajarkan
tentang ke-esaan Tuhan dan menyelamatkan mereka dari kesesatan. Muslim percaya
Isa telah dinubuatkan dalam Taurat, membenarkan ajaran-ajaran nabi sebelumnya. Isa
digambarkan juga dalam ajaran Islam, memiliki mukjizat sebagai bukti kenabiannya,
seperti berbicara sewaktu masih bayi dalam peraduan, memberikan nyawa/kehidupan
pada burung yang terbuat dari tanah liat, menyembuhkan orang yang terkena lepra,
menyembuhkan orang tuna netra, membangkitkan orang mati dan meminta makanan
dari surga atas permintaan murid-muridnya. Beberapa kisah menyebutkan bahwa
Yahya bin Zakariyya pernah bertemu dengan Isa di sungai Yordan, sewaktu Yahya
pergi ke Palestina. Untuk memhami lebih lanjut maka keolompok tertarik untuk
menuliskan cerita nabi isa dgn rumus masalh di bawah ini

B. RUMUSAN MASALAH

1
Berdasarkan paparan pada latar belakang di atas maka kelompok kami
merumuskan “Bagaimana pandangan kaum muslimin tentang Nabi Isa as” yang
diantaranya adalah tentang perbedaan-perbedaan paham kaum muslimin dan
bagaimana kita memahami keberadaan Nabi Isha berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist.

C. TUJUAN
Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengetaui keberadaan Nabi Isa menurut
paham-paham kaum muslimin yang berdasarkan Al-qur’an, Nabi Isa dalam kenabian,
Nabi Isa tidak dibunuh ataupun disalib dan Kisah Turunnya Nabi Isa as Ke Bumi.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Nabi Isa as dalam kenabiannya

Menurut teks-teks Islam, Isa diutus kepada Bani Israil, untuk mengajarkan
tentang ke-esaan Tuhan dan menyelamatkan mereka dari kesesatan. Muslimpercaya

2
Isa telah dinubuatkan dalam Taurat, membenarkan ajaran-ajaran nabi sebelumnya. Isa
digambarkan juga dalam ajaran Islam, memiliki mukjizat sebagai bukti kenabiannya,
seperti berbicara sewaktu masih bayi dalam peraduan, memberikan nyawa/kehidupan
pada burung yang terbuat dari tanah liat, menyembuhkan orang yang terkena lepra,
menyembuhkan orang tuna netra, membangkitkan orang mati dan meminta makanan
dari surga atas permintaan murid-muridnya. Beberapa kisah menyebutkan bahwa
Yahya bin Zakariyya pernah bertemu dengan Isa di sungai Yordan, sewaktu Yahya
pergi ke Palestina.

Beberapa ayat dari Al Qur'an yang menegaskan tentang kenabian Isa antara lain:

Berkata Isa: "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Alkitab
(Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,dan Dia menjadikan aku seorang
yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku
(mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti
kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi
celaka, dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku
dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup
kembali". Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar,
yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. Tidak layak bagi
Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan
sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: "Jadilah", maka jadilah ia.
(Maryam: 30-35)

...dan tatkala Isa datang membawa keterangan dia berkata: "Sesungguhnya


aku datang kepadamu dengan membawa hikmat dan untuk menjelaskan
kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka
bertakwalah kepada Allah dan taatlah (kepada) ku". Sesungguhnya Allah
Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang
lurus. Maka berselisihlah golongan-golongan (yang terdapat) di antara
mereka, lalu kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang zalim yakni

3
siksaan hari yang pedih (kiamat). (Az Zukhruf: 63-65)

Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah
berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar,
kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami
menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami),
kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan
ayat-ayat Kami itu). (Al Maa'idah: 75)

...dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putera Maryam, adakah
kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang
tuhan selain Allah?". Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut
bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah
mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan
aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau
Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib". Aku tidak pernah mengatakan
kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku
(mengatakan)nya yaitu: "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu", dan
adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara
mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi
mereka, dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu. (Al
Maa'idah: 116-117)

Qur'an juga menceritakan perihal Isa yang diberikan kekuatan dengan ruh
kudus oleh Tuhan.

4
Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian
yang lain. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung
dengan dia) dan sebagiannya Allah meninggikannya beberapa
derajat, dan Kami berikan kepada Isa putera Maryam beberapa
mukjizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus, dan kalau
Allah menghendaki, niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang
(yang datang) sesudah rasul-rasul itu, sesudah datang kepada mereka
beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih, maka
ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka
yangkafir. Seandainya Allah menghendaki, tidaklah mereka
berbunuh-bunuhan. Akan tetapi Allah berbuat apa yang dikehendaki-
Nya. (Al Baqarah:253)

(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: "Hai Isa putra Maryam,


ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku
menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara
dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa;
dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat
dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah
(suatu bentuk) yang berupa burung dengan izin-Ku, kemudian kamu
meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya)
dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan
orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang
berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu
mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-
Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari
keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan
kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang
kafir di antara mereka berkata: "Ini tidak lain melainkan sihir yang
nyata". (Al Maa'idah: 110)

5
B. Isa tidak dibunuh ataupun disalib

Al-Qur'an menerangkan dalam surat An Nisaa':157 bahwa Isa tidaklah


dibunuh maupun disalib oleh orang-orang kafir. Adapun yang mereka salib adalah
orang yang bentuk dan rupanya diserupakan oleh Allah seperti Isa.

orang-orang Yahudi adalah sekelompok manusia yang dilaknat dan dimurkai


oleh Allah SWT. Perangainya yang licik dan perilakunya yang jahat menjadikan
mereka sebagai umat yang hina dan rendah. Banyak ayat Al-Qur’an yang telah
menjelaskan tentang watak dan sepak terjang Yahudi yang tercela ini.

Di antara kejahatan yang pernah dilakukan oleh orang-orang Yahudi adalah


upaya pembunuhan terhadap salah satu nabi utusan Allah SWT yang mulia, yaitu Isa
Al-Masih bin Maryam ‘alaihissalam, setelah sebelumnya mereka dengki kepada
beliau, mendustakan, dan tidak mau beriman kepada beliau. Begitulah Yahudi,
membunuh nabi merupakan sifat dan kebiasaan mereka sejak dahulu. Kalau para nabi
saja mereka bunuh, maka tentu menumpahkan darah kaum muslimin secara umum
merupakan perbuatan yang lebih ringan lagi bagi mereka. Sehingga tidaklah
mengherankan jika kemudian orang-orang Yahudi di masa kini dengan mudahnya
melakukan pembantaian terhadap saudara-saudara kita kaum muslimin di Palestina
dan di negeri-negeri lainnya.

Kisah mengenai orang-orang Yahudi -semoga laknat Allah SWT, kemurkaan,


kemarahan, dan adzab-Nya selalu menimpa mereka- adalah tatkala Allah
SWTmengutus Isa bin Maryam ‘alaihissalamdengan membawa bukti-bukti
(kebenaran risalah-Nya) yang nyata dan petunjuk, mereka (orang-orang Yahudi)
dengki kepadanya karena beliau telah dikaruniai oleh Allah SWTberupa risalah
kenabian dan berbagai mukjizat yang nyata. Di antara mukjizatnya adalah dapat
menyembuhkan orang yang buta dan orang yang terkena penyakit sopak (penyakit
belang pada kulit), menghidupkan kembali orang yang telah mati dengan izin Allah
SWT, mampu membuat patung seekor burung dari tanah liat lalu ia meniupnya dan
jadilah patung itu burung sungguhan dan dapat terbang dengan disaksikan oleh
banyak orang dengan seizin Allah SWT, serta berbagai mukjizat lainnya sebagai

6
bentuk pemuliaan Allah SWT tehadap beliau ‘alaihissalam. Berbagai mukjizat
tersebut atas kehendak Allah SWT melalui kedua tangan Nabi Isa ‘alaihissalam.

Walaupun demikian, orang-orang Yahudi mendustakan beliau dan


menyelisihinya, serta berupaya untuk mengganggunya dengan segenap kemampuan
yang mereka miliki. Sehingga hal ini menyebabkan Nabiyullah Isa ‘alaihissalam tidak
bisa tinggal dalam satu negeri bersama mereka, namun beliau banyak mengembara,
dan ibunya (Maryam) pun ikut mengembara bersama beliau ‘alaihissalam.

Orang-orang Yahudi masih belum puas dengan keadaan ini. Akhirnya mereka
pun berusaha menemui Raja Dimasyq (Damaskus) di masa itu. Raja Dimasyq adalah
seorang musyrik penyembah bintang, para pemeluk agamanya dikenal dengan sebutan
pemeluk agama Yunani.

Ketika orang-orang Yahudi itu sampai kepada raja tersebut, mereka


menyampaikan (berita dusta) kepadanya bahwa di Baitul Maqdis terdapat seorang
lelaki yang menebarkan fitnah di tengah-tengah manusia, menyesatkan mereka, dan
mengajak mereka agar memberontak kepada raja. Si raja pun murka demi mendengar
laporan tersebut. Kemudian ia menulis surat kepada wakilnya (kepala daerah) yang
ada di Baitul Maqdis, memerintahkan agar menangkap lelaki yang dimaksud, lalu
menyalibnya, dan meletakkan duri-duri di kepalanya agar tidak mengganggu orang-
orang lagi.

Ketika surat raja itu sampai kepadanya, ia segera melaksanakan perintah


rajanya itu. Lalu ia berangkat bersama sekelompok orang Yahudi menuju sebuah
rumah yang di dalamnya terdapat Nabi Isa‘alaihissalam. Ketika itu, beliau bersama
sejumlah sahabatnya, jumlah mereka ada dua belas atau tiga belas orang. Menurut
pendapat yang lain adalah tujuh belas orang. Peristiwa tersebut terjadi pada hari
Jum’at, sesudah waktu Ashar, yaitu malam Sabtu. Mereka pun mengepung rumah
tersebut.

Ketika Nabi Isa ‘alaihissalam merasa bahwa mereka pasti dapat memasuki
rumah itu atau ia (terpaksa) keluar rumah dan akhirnya pasti berjumpa dengan
mereka, maka ia pun berkata kepada para sahabatnya, “Siapakah di antara kalian yang
bersedia untuk diserupakan dengan diriku? Kelak ia akan menjadi temanku di surga.”

7
Maka ada seorang pemuda yang bersedia untuk itu. Namun Nabi
Isa ‘alaihissalam memandang pemuda itu masih terlalu kecil untuk melakukannya.
Sehingga ia pun mengulangi permintaannya sebanyak dua atau tiga kali. Tetapi setiap
kali ia mengulangi perkataannya, tidak ada seorang pun yang bersedia kecuali pemuda
itu. Akhirnya Nabi Isa ‘alaihissalam pun berkata, “(Kalau memang demikian),
kamulah orangnya.” Maka Allah SWT menjadikannya mirip seperti Nabi
Isa ‘alaihissalam, hingga seolah-olah ia memang Nabi Isa ‘alaihissalam sendiri.

Lalu terbukalah salah satu bagian dari atap rumah itu, dan Nabi
Isa ‘alaihissalam tertimpa rasa kantuk yang sangat hingga ia pun tertidur. Dalam
keadaan demikian, Allah SWT mengangkat beliau ‘alaihissalam menuju langit.

Muslim menyangkal adanya penyaliban dan kematian atas diri Isa ditangan
musuhnya. Al-Qur'an menerangkan Yahudi mencari dan membunuh Isa, tetapi mereka
tidak berhasil membunuh dan menyalibkannya. Isa diselamatkan oleh Allah dengan
jalan diangkat ke langitdan ditempatkan disuatu tempat yang hanya Allah SWT yang
tahu tentang hal ini. Al Qur'an menjelaskan tentang peristiwa penyelamatan ini.

Setelah Nabi Isa ’alaihissalam diangkat ke langit, para sahabatnya keluar.


Ketika mereka (orang-orang yang hendak menangkap Nabi Isa ‘alaihissalam) melihat
pemuda (yang mirip Nabi Isa ‘alaihissalam) itu, mereka menyangka ia adalah Nabi
Isa ‘alaihissalam. Pada malam itu juga mereka menangkap dan menyalibnya, serta
meletakkan duri-duri di kepalanya.

Orang-orang Yahudi menampakkan bahwa merekalah yang telah berhasil


menyalib Nabi Isa ‘alaihissalamdan mereka merasa bangga dengan hal ini. Ternyata
beberapa kalangan dari orang-orang Nasrani juga mempercayai hal tersebut (bahwa
Nabi Isa ‘alaihissalam disalib) karena kebodohan dan pendeknya akalnya mereka.
Kecuali mereka yang ada di rumah tersebut bersama Nabi Isa Al-Masih ‘alaihissalam,
mereka tidak mempercayainya karena menyaksikan sendiri bahwa Nabi
Isa ‘alaihissalam diangkat ke langit. Adapun selain dari mereka, semuanya
menyangka sebagaimana yang disangka oleh orang-orang Yahudi, bahwa orang yang
disalib itu adalah Isa Al-Masih putra Maryam ‘alaihissalam.

8
Hingga akhirnya mereka pun menyebutkan (sebuah mitos) bahwa Ibunda
Maryam duduk di bawah orang yang disalib itu dan menangisinya. Disebutkan pula
bahwa Nabi Isa ‘alaihissalam (yang mereka sangka disalib itu) bisa berbicara dengan
ibundanya itu.

Walaupun mereka mengaku telah membunuh dan menyalib Isa Al-


Masih ‘alaihissalam, namun sebenarnya mereka sendiri ragu, apakah yang dibunuh
dan disalib itu benar-benar Nabi Isa ‘alaihissalamatau bukan. Allah Dzat yang Maha
Mengetahui isi hati hamba-Nya menyatakan (artinya):

“Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa,


benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak
mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti
persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah
Isa.” (An-Nisa’: 157).

C. Kisah Turunnya Nabi Isa as ke bumi

Orang-orang Nasrani yang masih saja mempercayai bahwa Nabi


Isa ‘alaihissalam (Yesus menurut mereka) sudah meninggal dalam keadaan tersalib,
maka sungguh mereka telah tertipu. Allah SWT telah menyelamatkan dan
mengangkat beliau ke langit. Dengan kehendak dan kemampuan-Nya, Nabi
Isa ‘alaihissalam masih hidup hingga sekarang, dan nanti di akhir zaman, Allah SWT
akan menurunkan beliau kembali ke muka bumi dalam rangka menjalankan syariat
Islam sebagaimana yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, menyeru umat manusia
untuk menauhidkan Allah SWT, mengajak mereka agar beribadah dan sujud hanya
kepada-Nya, serta menjauhkan mereka dari segala bentuk kesyirikan.

Demikianlah sejak awal mula diangkat menjadi rasul, sampai meninggalnya


nanti setelah turun ke bumi, Nabi Isa ‘alaihissalam senantiasa mengajak umat manusia
agar beribadah hanya kepada Allah SWT. Nabi Isa ‘alaihissalam tidak akan pernah
rela diibadahi dan dipertuhankan. Nabi Isa‘alaihissalam tidak pernah mengajak

9
umatnya untuk menyembah beliau dan tidak pula mengajak umatnya agar sujud
kepada ibundanya. Allah SWT berfirman (artinya),

“Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu
mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua sesembahan selain
Allah?” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa
yang bukan hakku (mengatakannya).” (Al-Maidah: 116)

Kalau Nabi Isa ‘alaihissalam menyaksikan keyakinan dan kehidupan


beragama orang-orang Nasrani sekarang, pasti beliau akan mengingkarinya dan akan
menyatakan bahwa mereka adalah orang-orang kafir. Allah SWT berfirman (artinya),

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah


Al-Masih putra Maryam”, padahal Al-Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil,
beribadahlah kepada Allah Rabbku dan Rabb kalian semua.” (Al-Maidah: 72)

Allah SWT juga berfirman (artinya),

“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah


seorang dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada sesembahan yang berhak
diibadahi kecuali sesembahan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang
mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa
siksaan yang pedih.” (Al-Maidah: 73)

Allah SWT juga berfirman (artinya),

“Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang-orang Nasrani
berkata: “Al Masih itu putera Allah.” Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut
mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah
mereka , bagaimana mereka sampai berpaling?” (At-Taubah: 30)

Ketika turun ke muka bumi ini, Nabi Isa ‘alaihissalam akan berjuang bersama
kaum muslimin untuk menegakkan syariat Islam dan memerangi kekufuran dan syiar-
syiarnya. Beliaulah yang akan membunuh Dajjal, menghancurkan salib yang
merupakan simbol kebesaran dan syiar kaum Nasrani, membunuh babi-babi, dan
beliau tidak menghendaki apapun dari orang-orang kafir melainkan mereka harus

10
masuk Islam, karena jizyah (upeti) sudah tidak berlaku lagi. Hal ini sebagaimana yang
telah diberitakan oleh Rasulullah dalam sabda yang artinya:

“Demi Dzat Yang jiwaku berada di tangan-Nya (Demi Allah), sungguh telah dekat
saatnya Isa putra Maryam turun di tengah-tengah kalian sebagai hakim yang adil
(yang menjalankan syariat ini), ia akan menghancurkan salib, membunuh babi,
meletakkan (tidak memberlakukan) jizyah, dan harta akan melimpah sampai-sampai
tidak ada seorangpun yang mau menerimanya.” (Muttafaqun ‘Alaihi)

11
BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Muslim menyangkal adanya penyaliban dan kematian atas diri Isa ditangan
musuhnya. Al-Qur'an menerangkan Yahudi mencari dan membunuh Isa, tetapi mereka
tidak berhasil membunuh dan menyalibkannya. Isa diselamatkan oleh Allah dengan
jalan diangkat ke langitdan ditempatkan disuatu tempat yang hanya Allah SWT yang
tahu tentang hal ini. Al Qur'an menjelaskan tentang peristiwa penyelamatan ini.

12
DAFTAR PUSTAKA

Internet :

http://www.sufiz.com/kisah-nabi/kisah-nabi-isa-turun-ke-bumi-bagian-ke-5-habis.html

http://kaahil.wordpress.com/2013/05/03/kisah-yang-benar-tentang-penyaliban-nabi-isa-al-masih-
alaihissalam-menurut-islam/

http://id.m.wikipedia.org/wiki/isa

13