Anda di halaman 1dari 6

Pertemuan :

Tugas SKS : 2
Dosen : Muh.Surip,
Mata Kuliah Kepemimpinan Kode :
S.Pd. M.Si
Prodi S1 Pendidikan Bahasa Indonesia
Hari/Tanggal :
Fakultas Bahasa dan Seni - Unimed Nilai :
2018
Nama Mhs : Wisnu Wardana Akbar Paraf Dosen :
NIM : 2181111004
Materi : kepemimpinan organisasi dan tim kerja
Indikator Capaian : mahasiswa dapat menjelaskan, mendeskripsikan tentang kepemimpinan
organisasi dan tim kerja.
Soal:
1. Rangkumlah materi ppt dibawah ini.
2. Tuliskanlah 5 pendapat ahli yang mengungkapkan apa itu kepemimpinan
organisasi dan tim kerja
3. Carilah 3 masalah dalam kepemimpinan organisasi dan masalah di tim kerja,
kenapa masalah itu terjadi dan bagaimanakah solusi menyelesainya.

Jawaban :
1. Ringkasan

A. Kepemimpinan Organisasi
Kepemimpinan Organisasi adalah sebuah proses dimana seorang pemimpin memengaruhi
dan memberikan contoh kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan
organisasi.Beberapa sikap kepemimpinan dalam organisasi yang perlu diterapkan oleh
seorang pemimpin:
1. Menjalin kedekatan dengan anak buah
2. Memberikan semangat dan motivasi.
3. Memberikan kepercayaan dan tanggung jawab

Pemimpin harus mempunyai jiwa yang tegas dan adil, cepat dalam memutuskan kepastian,
dalam organisasi , pemimpin harus bertanggung jawab atas keputusan yang sudah di ambilnya
dan berdasarkan jiwa seorang pemimpin itu sendiri dia mampu membangun organisasi yang
lebih baik dan berjalan harmonis. Dalam sebuah organisasi, kepemimpinan adalah suatu hal
yang sangat penting. Peran seorang pemimpin dalam suatu organisasi sangat besar pengaruhnya
dalam kehidupan organisasi itu sendiri. Menurut Siagian (1986 : 37-38) setiap pemimpin pada
tingkat apapun posisinya dalam struktur organisasi akan memerlukan keterampilan yang disebut
dengan istilah technical skills dan managerial skills. Aksioma yang berlaku dalam bidang ini
adalah semakin tinggi kedudukan seseorang di dalam organisasi, semakin kurang diperlukan
technical skills dan semakin besar diperlukan managerial skills. Dengan kata lain juga dapat
dikatakan bahwa semakin tinggi kedudukan seorang pemimimpin dalam struktur organisasi dia
harus menjadi orang yang generalist, sebaliknya semakin kebawah posisinya sebagai pemimpin
dia dituntut untuk mejadi seorang yang spesialis. Tindakan kepemimpinan dalam tugas internal
terdiri atas model yang merinci serangkaian skill atau tindakan yang dilakukan pemimpin untuk
meningkatkan kinerjanya, yaitu :

1. Fokus pada tujuan (menjelaskan, memperoleh persetujuan).


2. Merinci hasil (perencanaan, pemvisian, pengorganisasian, penjelasan peran, dan
pendelegasian wewenang).
3. Pemfasilitasian proses pembuatan keputusan (penginformasian, pengendalian,
pengkoordinasian, pemediasian, pensintesisan, dan pemfokusan pada masalah).
4. Pelatihan anggota tim sehubungan keahlian yang dibutuhkan dalam pekerjaannya
(pendidikan, pengembangan).
5. Pemeliharaan standar prima (penilaian tim dan kinerja individual, pembahasan kinerja
yang tidak sesuai) .
Tindakan hubungan dalam konteks internal dibutuhkan untuk meningkatkan skill interpersonal
anggota tim sekaligus hubungan yang terjalin di dalam tim. Tindakan dalam konteks ini terdiri
atas:
1. Pelatihan untuk meningkatkan skill interpersonal.
2. Penguatan kerjasama di antara anggota tim.
3. Pengelolaan konflik agar konflik tetap ada di tataran intelektual, bukan pribadi.
4. Penguatan komitmen tim.
5. Pemuasan kepercayaan dan dukungan yang dibutuhkan oleh anggota tim.
6. Bertindakan fair dan konsisten dalam perilaku-perilaku yang bersifat prinsipil.
Tindakan kepemimpinan eksternal adalah tindakan yang dibutuhkan untuk menjaga tim agar
terlindung dari dampak lingkungan eksternal, tetapi di saat sama, mempertahankan hubungan tim
dengan lingkungan eksternal. Termasuk ke dalam tindakan ini adalah:
1. Memperoleh akses atas informasi demi membangun aliansi eksternal;
2. Membantu tim yang telah terkena pengaruh lingkungan ;
3. Bernegosiasi dengan manajemen senior seputar pengakuan, dukungan, dan sumberdaya
yang perlu bagi kelangsungan tim;
4. Perlindungan anggota tim dari penetrasi lingkungan internal organisasi maupun eksternal
organisasi;
5. Melakukan pengujian atas indikator efektivitas yang berasal dari lingkungan eksternal,
misalnya survey kepuasan pelanggan; dan
6. Menyediakan informasi dari luar yang dibutuhkan oleh anggota tim.
B. Tim Kerja
1. Tim kerja ; kelompok yang usaha-usaha individualnya menghasilkan kinerja lebih tinggi
dari pada jumlah masukan individual (Stephen, Timothy; 2008:406). Hal ini memiliki
pengertian bahwa kinerja yang dicapai oleh sebuah tim lebih baik dari pada kinerja per
individu disuatu organsasi.
2. Allen (2004:21) pekerja tim atau tim kerja ; orang yang sportif, sensitive, dan senang
bergaul, serta mampu mengenali aliran emosi yang terpendam dalam tim dengan sangat
jelas. Tim kerja menghasilkan sinergi positif melalui usaha yang terkoordinasi. Usaha-
usaha individual mereka menghasilkan satu tingkat kinerja yang lebih tinggi daripada
jumlah masukan individual. Penggunaan tim secara ekstensif menghasilkan potensi bagi
sebuah organisasi untuk membuahkan banyak hasil yang lebih besar tanpa peningkatan
masukan. Kinerja tim akan lebih unggul daripada kinerja individu jika tugas yang harus
dilakukan menuntut keterampilan ganda.
3. Sebuah tim (team) ; sebuah unit yang terdiri dari 2 orang atau lebih yang berinteraksi dan
mengkoordinasikan pekerjaan mereka untuk menyelesaikan sebuah tugas yang spesifik
(Daft, 2003:171).
C. Beda Tim Kerja dgn Kelompok Kerja
1. Tim adalah suatu unit yang terdiri atas dua orang atau lebih yang berinteraksi dan
mengkoordinasi kerja mereka untuk tujuan tertentu. Definisi ini memiliki tiga
komponen. Pertama, dibutuhkan dua orang atau lebih. Kedua, orang-orang dalam
sebuah tim memiliki interaksi regular. Ketiga, orang-orang dalam sebuah tim
memiliki tujuan kinerja yang sama.
2. Kelompok tidak sama dengan tim. Kelompok didefinisikan sebagai dua individu atau
lebih, yang berinteraksi dan saling bergantung, yang bergabung bersama-sama untuk
mencapai sasaran. Suatu kelompok kerja adalah kelompok yang terutama berinteraksi
untuk berbagi informasi dan mengambil keputusan untuk membantu tiap anggota
berkinerja dalam bidang tanggung jawabnya. Kelompok kerja tidak perlu untuk
melakukan kerja kolektif yang menuntut upaya gabungan
D. Kerjasama Tim (teamwork)
1. Definisi Tim (Team) : Dua Orang atau lebih yang berinteraksi dan saling mempengaruhi
ke arah tujuan bersama.
2. Macam-macam tim Tim Formal Tim Komando, Komite, Gugus tugas/tim proyek Tim
Informal Reference Group,
3. Teamwork merupakan sarana yang sangat baik dalam menggabungkan berbagai talenta
dan dapat memberikan solusi inovatif suatu pendekatan yang mapan.
4. Ketrampilan dan pengetahuan yang beranekaragam yang dimiliki oleh anggota kelompok
juga merupakan nilai tambah yang membuat teamwork lebih menguntungkan jika
dibandingkan seorang individu yang brilian sekalipun.
5. Keterampilan Yang Diperlukan
A. Ketrampilan managerial (Managerial Skills), termasuk kemampuan dalam membuat
rencana kerja, menentukan tujuan, memantau kinerja, memonitor perkembangan dan
memastikan pekerjaan telah dilakukan secara benar, dan lain-lain.
B. Ketrampilan interpersonal (Interpersonal Skills), termasuk kemampuan
berkomunikasi, saling menghargai pendapat orang lain dan kemampuan menjalin
hubungan interpersonal dengan orang lain.
6. Kekuatan yang bekerja dalam kelompok, yang mempengaruhi hasil kerja kelompok dan
kepuasan anggotanya.
7. Unsur – unsur : Kegiatan, tindakan verbal maupun non verbal yang dilakukan oleh
anggota kelompok. Interaksi, Komunikasi dan kontak antar pribadi yang terjadi di antara
anggota-anggota kelompok. Sentimen, Perasaan, sikap, keyakinan/nilai-nilai yang dianut
oleh anggota kelompok.
8. Membangun Kerjasama Tim :
Untuk membangun sebuah tim yang dapat bekerjasama, dibutuhkan pemahaman
menyeluruh terhadap :
1. . Karakteristik Tim.
2. Tahap-tahap Perkembangan Tim. .
3. Cara-cara mengembangkan Kekompakkan Tim.
4. Faktor-faktor Penentu Efektivitas kerja Tim.
9. Karakteristik Tim Cara / metode tim untuk mengembangkan : Peran kepemimpinan,
Norma, dan Kekompakkan .
10. Tahap-tahap Perkembangan Tim : Pembentukkan, Konflik, Pemantapan Norma,
Berprestasi, dan Pembubaran .
11. Empat cara meningkatkan kekompakkan tim : Memperkenalkan Persaingan.
Meningkatkan ketertarikan antar pribadi. Meningkatkan interaksi. Menciptakan tujuan
bersama dan rasa senasib.
12. Membangun Tim yang Efektif : Sasaran Tim harus ditentukan dengan jelas. Kenali
Faktor-faktor penentu efektivitas kerja. Fokuskan Tim Pada Prestasi kerja. Wewenang
setiap anggota harus jelas. Pimpinan dipilih berdasarkan kemampuan dan ketrampilan
dalam memimpin. Ciptakan kondisi yang baik dan disiplin terhadap tugas-tugas tim
13. Faktor-faktor Penentu Efektivitas Tim : Faktor saling ketergantungan tugas
(Teknologi, Peraturan dan kedekatan antar anggota) Faktor saling ketergantungan
Hasil(Imbalan, pengakuan, sistem Pengendalian) Faktor Potensi (Rencana strategis
Organisasi, sejarah dan budaya) Faktor Efektivitas tugas (kriteria-kriteria tugas).

2. Pendapat ahli mengenai kepemimpinan organisasi dan tim kerja


a. Menurut Darwin Silalahi “ skenario merupakan alat yang bisa membantu mengenali
pergeseran-pergeseran struktural dan menimbang interaksi yang mungkin antar
berbagai perspektif dan kemungkinan yang terjadi di dalam organisasi”.

b. Menurut Fall, 2005 “ skenario bukanlah proyeksi, prediksi atau referensi, melainkan
cerita-cerita utuh dan kredibel tentang masa depan. Skenario dibuat untuk membantu
perusahaan atau organisasi dalam menantang asumsi mereka, mengembangkan
strategi mereka dan menguji rencana-rencana”.
c. Tim kerja ; kelompok yang usaha-usaha individualnya menghasilkan kinerja lebih
tinggi dari pada jumlah masukan individual (Stephen, Timothy; 2008:406). Hal ini
memiliki pengertian bahwa kinerja yang dicapai oleh sebuah tim lebih baik dari pada
kinerja per individu disuatu organsasi.
d. Allen (2004:21) pekerja tim atau tim kerja ; orang yang sportif, sensitive, dan senang
bergaul, serta mampu mengenali aliran emosi yang terpendam dalam tim dengan
sangat jelas. Tim kerja menghasilkan sinergi positif melalui usaha yang terkoordinasi.
Usaha-usaha individual mereka menghasilkan satu tingkat kinerja yang lebih tinggi
daripada jumlah masukan individual. Penggunaan tim secara ekstensif menghasilkan
potensi bagi sebuah organisasi untuk membuahkan banyak hasil yang lebih besar
tanpa peningkatan masukan. Kinerja tim akan lebih unggul daripada kinerja individu
jika tugas yang harus dilakukan menuntut keterampilan ganda.
e. Sebuah tim (team) ; sebuah unit yang terdiri dari 2 orang atau lebih yang berinteraksi
dan mengkoordinasikan pekerjaan mereka untuk menyelesaikan sebuah tugas yang
spesifik (Daft, 2003:171).
3. Tiga masalah dalam kepemimpinan organisasi dan masalah di tim kerja, kenapa masalah
itu terjadi dan bagaimanakah solusi menyelesainya.
1. Kurangnya koordinasi. Terjadi karena mumgkin seorang pemimpin hanya merasa dirinya
sebagai pemimpin yang tertinggi dan tidak perlu mengkoordinasi. Solusinya sebagai
seorang pemimpin ada baiknya lebih sering mengkoordinasi bagaimana kinerja bawahan.
2. Pengkaderan atau rekrutmen. Hal ini terjadi kaeran seorang pemimpin berpikir bahwa
tidak ada yang mampu lebih hebat dari dirinya dan calon penggantinya merasa bahwa
dirinya tidak mampu.Solusinya sebaiknya seorang pemimpin memiliha calon
penggantinya yang benar-benar memiliki kompeten
3. Tim yang tidak dapat kerja sama. Hal ini terjadi mungkin karena seorang pemimpin
kurang melakukan interaksi terhadap bawahan sehingga sulit untuk kerja sama. Solusinya
sebaiknya sebagai seorang pemimpin ada baiknya lebih terbuka terhadap bawahan.