Anda di halaman 1dari 123

UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT.

Ocean Valley International

UKL – UPL
PERTAMBANGAN DAN PENGOLAHAN BATU GAMPING

Desa Kolono dan Geresa


Kecamatan Bungku Timur 2017
Kabupaten Morowali

PT. OCEAN VALLEY INTERNATIONAL

i 14-15,
Jl. Pangeran Jayakarta 141-Blok
Jakarta Pusat
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

LEMBAR PENGESAHAN

Nomor :
Tanggal :

UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DAN


UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
(UKL – UPL)

Kegiatan:
PERTAMBANGAN DAN PENGOLAHAN BATU GAMPING
DI DESA KOLONO DAN GERESA KECAMATAN BUNGKU TIMUR
KABUPATEN MOROWALI PROVINSI SULAWESI TENGAH

Disusun Oleh:
PT. OCEAN VALLEY INTERNATIONAL

Disetujui Oleh:

KEPALA
DINAS LINGKUNGAN HIDUP DAERAH
KABUPATEN MOROWALI

Drs. F A J A R
Pembina TKt. I
Nip. 19700228 199103 1 008

ii
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ............................................................................. ii


KATA PENGANTAR .................................................................................... iii
DAFTAR ISI ............................................................................................... iv
DAFTAR TABEL ......................................................................................... v
DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... vi
DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. vii
BAB I IDENTITAS PEMRAKARSA DAN PENYUSUN
1.1. Pemrakarsa ............................................................................... I-1
1.2. Penyusun .................................................................................. I-1
BAB II RENCANA USAHA DAN/ATAU KEGIATAN
2.1. Nama Rencana Usaha dan/atau Kegiatan ................................. II-1
2.2. Lokasi Rencana Usaha dan/atau Kegiatan ................................ II-1
2.3. Skala/Besaran Rencana Usaha dan/atau Kegiatan .................. II-2
2.4. Garis Besar Komponen Rencana Usaha dan/atau Kegiatan ...... II-4
2.5. Deskripsi Rona Lingkungan Hidup Awal ................................... II-26
BAB III DAMPAK LINGKUNGAN YANG DITIMBULKAN DAN UPAYA
PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP SERTA UPAYA
PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
3.1. Dampak Lingkungan ................................................................. III-1
3.2. Upaya Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup ........... III-3
BAB IV JUMLAH DAN JENIS IZIN PPLH YANG DIBUTUHKA
BAB V SURAT PERNYATAAN
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

iv
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. Koordinat Lokasi ........................................................................ II-1


Tabel 2.2. Komposisi Tenaga Kerja Konstruksi............................................ II-10
Tabel 2.3. Kebutuhan Alat Berat ................................................................. II-11
Tabel 2.4. Jadwal Pelaksanaan Rencana Kegiatan ...................................... II-25
Tabel 2.5. Rata – Rata Curah Hujan Bulanan di Lokasi Studi
Tahun 2006 – 2015 .................................................................... II-26
Tabel 2.6. Hasil Pengukuran Kualitas Udara............................................... II-27
Tabel 2.7. Prediksi Erosi ............................................................................ II-31
Tabel 2.8. Erosi yang Ditoleransikan dan Indeks Bahaya Erosi ................... II-31
Tabel 2.9. Prediksi Sedimentasi ................................................................ II-32
Tabel 2.10. DAS di Lokasi Sudi ................................................................... II-33
Tabel 2.11. Hasil Pengamatan Transportasi Darat ...................................... II-37
Tabel 2.12. Jenis Vegetasi di Sekitar Lokasi Rencana Kegiatan ................... II-37
Tabel 2.13. Jenis Fauna Darat di Sekitar Lokasi Proyek ............................. II-39
Tabel 2.14. Jumlah Sekolah, Guru dan Murid di Desa Kolono dan Geresa . II-40
Tabel 2.15. Jenis Usaha di Desa Kolono dan Geresa ................................... II-41
Tabel 2.16. Sarana Kesehatan dan Tenaga Kesehatan di
Kecamatan Bungku Timur ........................................................ II-47
Tabel 2.17. Banyaknya Penderita Penyakit Menurut Jenis Penyakit di
Kecamatan Bungku Timur Tahun 2016 .................................... II-48
Tabel 3.1. Matriks Identifikasi Dampak ...................................................... III-1
Tabel 3.2. Dampak Lingkungan yang Ditimbulkan ..................................... III-2
Tabel 3.3. Matriks Upaya Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup III-4

v
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

DARTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Peta Lokasi ............................................................................. II-3


Gambar 2.2. Peta RTRW Kabupaten Morowali ............................................ II-5
Gambar 2.3. Peta IPPIB............................................................................... II-6
Gambar 2.4. Peta Kawasan Hutan ............................................................. II-7
Gambar 2.5. Lebar Jalan Angkut Dua Lajur pada Jalan Lurus ................... II-12
Gambar 2.6. Potongan Melintang Jalan yang Ditimbun .............................. II-12
Gambar 2.7. Potongan Melintang yang Jalan yang Digali ............................ II-13
Gambar 2.8. Lapisan Konstruksi Jalan ....................................................... II-13
Gambar 2.9. Spesifikasi Jalan Angkut Dua Lajur Pada Tikungan ............... II-19
Gambar 2.10. Sudut Maksimum Penyimpangan Kendaraan ....................... II-19
Gambar 2.11. Grafik Rata – Rata Curah Hujan di Lokasi Studi
Tahun 2006 – 2015 .............................................................. II-27
Gambar 2.12. Peta Kelas Lereng ................................................................. II-29
Gambar 2.13. Peta Jenis Tanah .................................................................. II-30
Gambar 2.14. Peta DAS .............................................................................. II-35
Gambar 2.15. Peta Geologi .......................................................................... II-36
Gambar 2.16. Grafik Jumlah Penduduk berdasarkan Jenis Kelamin .......... II-40
Gambar 2.17. Peta Sampel dan Studi ......................................................... II-49
Gambar 3.1. Peta Lokasi UKL – UPL ........................................................... III-20

vi
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. IUP Eksplorasi


Lampiran 2. Rekomendasi Kesesuaian RTRW
Lampiran 3. Hasil Analisis Kualitas Udara
Lampiran 4. Administrasi Tim Penyusun
Lampiran 5. Dokumentasi Lokasi Sekitar
Lampiran 6. Dokumentasi Survey
Lampiran 7. Rekapitulasi Peta
Lampiran 8. Expose Dokumen UKL-UPL

vii
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

BAB I
IDENTITAS PEMRAKARSA DAN PENYUSUN

1.1. Pemrakarsa

Identitas pemrakarsa kegiatan ini yaitu sebagai berikut:

a. Nama Pemrakarsa : PT. OCEAN VALLEY INTERNASIONAL


b. Alamat pemrakarsa : Jl. Pangeran Jayakarta 141-Blok 14-15
Jakarta Pusat
c. Penanggung Jawab : CAKRA MEGA TJUANTA
d. Jabatan Penanggung Jawab : Direktur
e. Alamat Penanggung Jawab : Pakubowono Resd B. 12 E
Kelurahan Gunung
Kecamatan Kebayoran Baru
Kota Jakarta Selatan
Provinsi DKI Jakarta

1.2. Penyusun

Penyusunan dokumen ini dilakukan oleh pemrakarsa dengan meminta bantuan


pihak lain yang merupaka penyusun perorangan. Adapun identitas tim penyusun
yaitu sebagai berikut:

a. Ketua Tim : Darsan, SP.,MP (Sertifikasi ATPA, Sertifikas Amdal A dan B,


Tenaga Ahli Fisik – Kimia/Tanah)
b. Anggota :
1) Wayer Haris Sauntiri, ST (Ahli Pemetaan Lingkungan dan
Pemetaan/Ahli Muda Teknik Lingkungan)
2) Samsul Husen, S.KM (Ahli Kesehatan Masyarakat)

Identitas Pemrakarsa dan Penyusun I-1


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

BAB II
RENCANA USAHA DAN/ATAU KEGIATAN

2.1. Nama Rencana Usaha dan/atau Kegiatan

Nama rencana usaha dan/atau kegiatan ini yaitu “Pertambangan dan Pengolahan
Batu Gamping”.

2.2. Lokasi Rencana Usaha dan/atau Kegiatan

Secara administrasi, lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan ini yaitu:

Desa : Kolono dan Geresa

Kecamatan : Bungku Timur

Kabupetean : Morowali

Provinsi : Sulawesi Tengah

Koordinat lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan sebagaimana disajikan pada


Tabel 2.1.

Tabel 2.1. Koordinat Lokasi


Bujur Timur Lintang Selatan
No 0 ' '' 0 ' ''
1 122 0 0,9 2 40 2,8
2 122 0 0,9 2 39 49,6
3 121 59 47,2 2 39 49,6
4 121 59 47,2 2 39 22,4
5 122 0 38,2 2 39 22,4
6 122 0 38,2 2 39 49,2
7 122 0 51,1 2 39 49,3
8 122 0 51,1 2 40 2,8
Sumber: IUP Eksplorasi PT. Ocean Valley Internasional, 2016

Adapun batas – batas lokasi recana usaha dan/atau kegiatan yaitu:

Utara : Hutan

Selatan : Permukiman Desa Kolono dan Geresa

Timur : Kebun Campuran

Barat : Kebun Campuran

Peta lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan selengkapnya disajikan pada


Gambar 2.1.

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-1


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

2.3. Skala/Besaran Rencana Usaha dan/atau Kegiatan

Skala/besaran rencana usaha dan/atau kegiatan ini yaitu mencakup kegiatan


pertambangan batuan pada lahan seluas 194,8 ha dengan prediksi cadangan
batuan sebesar 19.031.960 m3. Prediksi ini berdasarkan hasil penyelidikan pada
kegiatan eksplorasi sebelumnya dimana rata – rata cadangan batuan yaitu 97.700
m3/ha. Pada kegitan ini direncanakan pembangunan dan pengoperasian mesin
pemecah batu (stone crusher) dengan kapasitas 450.000 m3/tahun.

Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2012


tentang Jenis Rencana Usaha dan/atau Kegiatan yang Wajib Memiliki Analaisis
Mengenai Dampak Lingkungan Hidup, rencana usaha/kegiatan ini termasuk
bidang energi dan sumber daya mineral yang merupakan kegiatan eksploitasi
(operasi produksi) mineral bukan logam atau meneral batuan. Karena kapasitas
rencana kegiatan ini ≤ 500.000 m3, maka rencana kegiatan ini tidak wajib Amdal
hanya wajib UKL – UPL.

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-2


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Gambar 2.1. Peta Lokasi

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-3


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

2.4. Garis Besar Komponen Rencana Usaha dan/atau Kegiatan

2.4.1. Kesesuaian Lokasi Rencana Kegiatan dengan Tata Ruang

Penyusunan UKL – UPL wajib sesuai dengan rencana tata ruang sebagaimana
diamanatkan pada Pasal 14 (2) PP Nomor 17 tahun 2012. Analisis kesesuaian
RTRW dilakukan melalui analisis spasial berupa overlay peta lokasi kegiatan
dengan peta RTRW Kabupaten Morowali. Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa
lokasi rencana kegiatan pertambangan dan pengolahan batu gamping oleh PT.
Ocea Valley International di Desa Kolono dan Geresa Kecamatan Bungku Timur
Kabupaten Morowali telah sesuai dengan RTRW Kabupaten Morowali (RTRWK)
Tahun 2012 – 2023.

Bukti formal kesesuaian RTRW tersebut yaitu Surat Rekomendasi Kepala Dinas
Pekerjaan Umum dan Pemanfaatan Ruang Kabupaten Morowali Nomor:
650/27/REK-RTRWK/DPUPRD/V/2017, yang dikeluarkan di Bungku tanggal 22
Mei 2017. Rekomendasi RTRW ditetapkan berdasarkan hasil evaluasi kunjungan
lapangan dengan berpedoman pada Undang – Undang Nomor 26 Tahun 2007
Tentang Penetapan Ruang, Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang
Penyelenggaraan Penataan Ruang, Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2012
Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Morowali Tahun 2012 – 2032,
serta Peraturan Bupati Morowali Nomor 21 Tahun 2015 Tentang Penetapan Ruang
Manfaat Jalan (Rumaja) Ruang Milik Jalan (Rumija) dan Ruang Pengawasan Jalan
(Ruwasjalan). Peta RTRW Kabuaten Morowali disajikan pada Gambar 2.2.

Analisis spasial lokasi rencana kegitan juga dilakukan terhadap Peta Indikatif
Penundaan Pemberian Izin Baru (PIPPIB) Revisi XI sebagaimana pada Lampiran
Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia
Nomor SK. 6347/MenLHK-PKTL/IPSDH/PLA.1/11/2016 Tanggal 21 November
2016. Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan lokasi lokasi
rencana kegiatan pertambangan dan pengolahan batu gamping oleh PT. Ocean
Valley International di Desa Kolono dan Geresa Kecamatan Bungku Timur
Kabupaten Morowali berada diluar PIPPIB.

Hasil analisis spasial terhadap peta kawasan hutan menunjukkan bahwa


sebagian besar lokasi rencana kegiatan ini berada dalam APL. Peta PIPPB
selengkapnya disajikan pada Gambar 2.3. dan peta kawasan hutan sebagaimana
disajikan pada Gambar 2.4.

Rencana Usaha
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Gambar 2.2. Peta RTRW Kabupaten Morowali

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-5


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Gambar 2.3. Peta IPPIB

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-6


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Gambar 2.4. Peta Kawasan Hutan

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-7


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

2.4.2. Penjelasan Mengenai Persetujuan Prinsip atas Rencana Kegiatan

Secara prinsip rencana kegiatan pertambangan dan pengolahan batu gamping di


Desa Kolono dan Geresa Kecamatan Bungku Timur Kabupaten Morowali dapat
dilaksanakan. Hal ini berdasarkan IUP Eksplorasi PT. Ocean Valley International
Nomor: 540/635/DISESDM-G.ST/2016, tanggal 25 Agustus 2016, Surat
Rekomendasi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pemanfaatan Ruang Kabupaten
Morowali Nomor: 650/27/REK-RTRWK/DPUPRD/V/2017, tanggal 22 Mei 2017,
hasil analisis PIPPIB Revisi XI sebagaimana pada Lampiran Surat Keputusan
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor SK.
6347/MenLHK-PKTL/IPSDH/PLA.1/11/2016 Tanggal 21 November 2016 dan
hasil analisis peta kawasan hutan.

2.4.3. Uraian Mengenai Komponen Rencana Kegiatan yang Dapat


Menimbulkan Dampak Lingkungan

Komponen rencana kegiatan yang dapat menimbulkan dampak lingkungan


diuraikan berdasarkan tahapan proyek. Tahapan proyek rencana kegiatan
pertambangan dan pengolahan batu gamping di Desa Kolono dan Geresa
Kacamatan Bungku Timur Kabupaten Morowali oleh PT. Ocean Valley
International terdiria atas tahap pra konstruksi, tahap konstruksi, tahap operasi
dan tahap pasca operasi.

a. Tahap Pra Konstruksi

1) Perizinan

Pada tahap ini pemrakarsa akan melakukan pengurusan perizinan untuk


memenuhi segela perizinan yang disyaratkan dalam rangka kegiatan
pertambangan dan pengolahan batu gamping. Perizinan tersebut berupa Izin
Usaha Pertambangan Eksplorasi Pertambangan, Rekomendasi Kesesuaian Lokasi
Kegiatan dengan RTRW, Izin Lingkungan, Izin Operasi dan perizinan – perizinan
lainya. Kegiatan perizinan ini akan dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang – undangan yang berlaku.

2) Sosialisasi

Sebelum melakukan kegiatan pertambangan dan pengolahan batu gamping,


pemrakarsa akan melakukan sosialisasi kegiatan yang dimaksud. Sasaran utama
kegiatan sosialisasi ini yaitu masyakat disekitar lokasi proyek yakni masyarakat
Desa Kolono dan Geresa Kacematan Bungku Timur. Sosialisasi dilakukan untuk

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-8


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

menyampaikan rencana kegiatan termasuk beberapa hal penting lainya seperti


mekanisme perekrutan tenaga kerja, pengupahan tenaga kerja dan pembebasan
lahan milik masyarakat. Sosialisasi dilakukan dengan metode pertemuan
langsung antara pemrakarsa dengan masyarakat yang difasilitasi dan melibatkan
beberapa stakeholder terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten
Morowali, Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Morowali, pihak keamanan
(kepolisian), pemerintah desa dan kecamatan serta tokoh masyarakat setempat.

3) Pembebasan lahan

Pembebasan lahan akan dilakukan oleh pemrakarsa pada lokasi sebagaimana


yang termuat dalam Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi Batuan yang dimiliki.
Untuk efisiensi dan efektifitas pembebasan lahan maka sebelumnya akan
dilakukan identifikasi status dan kepemilikan lahan. Pada masyarakat yang
teridentifikasi sebagai pemilik lahan selanjutnya dilakukan pertemuan secara
langsung untuk membicarakan dan menyepakati rencana pembebasan lahan
yang akan dilakukan. Proses identifikasi dan pertemuan dengan masyarakat
pemilik lahan akan melibatkan Badan Pertanahan Nasional, Pemerintah Desa
Kolono dan Geresa, Pemerintah Kecamatan Bungku Timur dan pihak keamana
setempat.

Lahan yang berada pada Hutan Produksi memerlukan persetujuan dalam bentuk
izin pinjam pakai kawasan hutan sebagaimana yang disebutkan dalam Peraturan
Menteri Kehutanan P50/MENLHK/SETJEN/KUM.I/VI/2016 tentang Pedoman
Pinjam Pakai Kawasan Hutan, sedangkan lokasi yang beradap pada APL atau yang
diakui atu diklaim oleh masyarakat sekitar sebagai lahan garapan, sistem
pemanfaatan lahan dilakukan dengan sistem dan mekanisme musyawarah untuk
mencapai kesepakatan bersama akan harga tanah dengan memperhatikan harga
yang tercantum dalam NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) atas tanah.

b. Tahap Konstruksi

1) Penerimaan Tenaga Kerja Konstruksi

Penerimaan tenaga kerja konstruksi akan dilakukan oleh pemrakarsa untuk


memenuhi kebutuhan dam progres kegiatan konstruksi rencana pertambangan
dan pengolahan batu gamping. Oleh karena itu pemrakarsa akan merekrut tenaga
kerja konstruksi dengan beberapa komposisi dan spesifikasi keahlian dan tingkat

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-9


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

pendidikan. Adapun komposisi tenaga kerja yang dibutuhkan yaitu sebagaimana


disajikan pada Tabel 2.2.

Tabel 2.2. Komposisi Tenaga Kerja Konstruksi


Pendidikan
No Pekerja Jumlah
Minimum
1 Mandor D3 3
2 Kepala Tukang Batu SMK/SMU 1
3 Kepala Tukan Kayu SMK/SMU 1
4 Kepala Tukan Besi SMK/SMU 1
5 Tukang Batu SD 8
6 Tukang Kayu SD 5
7 Tukang Besi SD 5
8 Juru Las SMK/SMU 3
9 Operator Alat Berat SMK 10
10 Operator Chain saw SMP 5
11 Mekanik D3 3
12 Elektrik D3 3
13 Buruh Kasar/Helper SD 16
14 Sopir SD 12
15 Keamanan SD 2
16 Staf Perencana S1 2
17 Juru Gambar/GIS D3 1
Total 81
Sumber: PT. Ocean Valley International, 2017

Penerimaan tenaga kerja konstruksi PT. Ocean Valley International akan


dilakukan dan diinformasikan secara terbuka serta akan memprioritaskan tenaga
kerja lokal khususnya masyarakat Desa Kolono dan Geresa Kecamatan Bungku
Timur sesuai spesifikasi tenaga kerja yang telah disyaratkan. Hak dan kewajiban
tenaga kerja yang direkrut akan dijelaskan dan dimuat dalam kontrak kerja yang
akan ditandatangani sebelum pelaksanaan kegiatan konstruksi.

2) Mobilisasi Peralatan dan Material

Pada tahap ini pemrakarsa akan memobilisasi segala peralatan yang dibutuhkan
dalam rangka konstruksi rencana pertambangan dan pengolahan batu gamping.
Peralatan tersebut termasuk jenis alat berat. Adapun kebutuhan peralatan yang
dibutuhkan PT. Ocean Valley International diantaranya yaitu sebagaimana
disajikan pada Tabel 2.3.

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-10


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Tabel 2.3. Kebutuhan Alat Berat


No Nama Alat Jumlah (Unit)
1 Dump truck 10
2 Excavator 5
3 Bulldozer 1
4 Wheel Loader 1
6 S.W Roller 1
7 Motor Greeder 2
8 Compactor 2
9 Processing Plant 1
10 Timbangan 1
Sumber: PT. Ocean Valley International, 2017

Untuk kebutuhan konstruksi juga dibutuhan material berupa semen, pasir sirtu
dan batuan. Material yang tidak tersedia dilokasi proyek akan dimobilisasi dari
tempat lain yang terdekat. Mobilisasi peralatan dan material akan melintasi Jalan
Trans Sulawesi kemudian masuk kedalam lokasi pertambangan melalui jalan
tambang.

3) Pembangunan Sarana dan Prasaran Penunjang

Sarana dan prasarana penunjang yang akan dibangun pada tahap ini diantaranya
yaitu jalan tambang, base camp tenaga kerja konstruksi, bangunan kantor, mess
karyawan, bangunan utilitas energi, tempat ibadah, poskeamanan, Tempat
Penyimpanan Sementara Limbah Berbahaya dan Beracun (LB3) dan kolam
pengendapan lumpur (sedimen pond).

a) Jalan Tambang

Jalan tambang berfungsi sebagai jalan penghubung antara jalan utama dengan
lokasi Basecamp, Stockpile, Stone Crusher, work shop dan kantor serta menuju
lokasi penambangan. Jalan tambang diperlukan baik selama masa konstruksi
maupun selama masa operasi dan pemeliharaan. Jalan tambang ini biasanya
dibuat mulai dari jalan terdekat yang sudah ada menuju lokasi Basecamp,
Stockpile, Stone Crusher, work shop, kantor dan lokasi penambangan. Klasifikasi
jalan masuk sesuai dengan klasifikasi dan kebutuhan lalu lintas ke lokasi rencana
kegiatan. Jalan masuk akan dibuat dengan perkerasan batuan yang diperoleh
dari sekitar lokasi rencana kegiatan.

Jalan tambang yang lebar diharapkan akan membuat lalu lintas pengangkutan
lancar dan aman. Dalam perhitungan untuk lebar jalan tambang yang lurus dan
tikungan berbeda, karena pada posisi membelok kendaraan akan membutuhkan

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-11


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

ruang gerak yang lebih lebar akibat jejak ban depan dan belakang yang
ditinggalkan di atas jalan melebar. Disamping itu, perhitungan jalan perlu
mempertimbangkan jumlah lajur, yaitu lajur tunggal untuk jalan satu arah atau
lajur ganda untuk jalan dua arah.

Lebar jalan minimum pada jalan lurus dengan jalur ganda atau lebih, menurut
Aasho Manual Rural High Way Design, harus ditambah dengan setengah lebar alat
angkut pada bagian tepi kiri dan kanan jalan. Spesifikasi jalan tambang
selengkapnya sebagaimana ditampilkan pada Gambar 2.5. - 2.8.

Gambar 2.5. Lebar Jalan Angkut Dua Lajur pada Jalan Lurus

Gambar 2.6. Potongan Melintang Jalan yang Ditimbun

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-12


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Gambar 2.7. Potongan Melintang yang Jalan yang Digali

Gambar 2.8. Lapisan Konstruksi Jalan

b) Bangunan Kantor

Bangunan kantor tambang merupakan bagian dari infrastruktur tambang


yang digunakan untuk kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan
evaluasi dari kegiatan operasi penambangan pada lokasi tersebut. Sarana
perkantoran sebagai pusat pengendalian dari kegiatan-kegiatan penambangan,
baik kegiatan operasional di lapangan maupun kegiatan administrasi dan
kearsipan. Ukuran bangunan kantor disesuaikan dengan jumlah karyawan yang
bekerja. Lokasi bangunan kantor dipilih berdasarkan kemudahan jalan masuk
dan keluar daerah pertambangan. Beberapa fasilitas yang disediakan dalam
kantor antara lain: fasilitas jaringan listrik, fasilitas jaringan air/ sumber air
bersih, fasilitas jaringan komunikasi, Fasilitas computer dan lain-lain.

c) Mess Karyawan

Mess karyawan yang akan dibangun seluruhnya seluas 300 m² terdiri dari
bangunan mess senior staf house seluas 100 m² dan bangunan karyawan staf
seluas 200 m². Bangunan karyawan non staf terdiri dari 2 unit masing-masing
dengan luas 120 m². Tiap – tiap unit terdiri dari 6 kamar tidur berukuran 2,5 x
3 m, ruang istirahat dengan ukuran 3 x 6 m, teras dengan ukuran 2 x 20 m,

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-13


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

selasar dengan ukuran 1,5 x 20 m dan dilengkapi dengan MCK dengan 3 buah
kamar mandi berukuran 2 x 2,5 m, serta dapur.

d) Bangunan Utilitas Energi


• Stasiun BBM

Untuk mencukupi kebutuhan bahan bakar operasi pertambangan dan


pengolahan batuan di lokasi, maka perlu dibangun stasiun pengisian BBM,
terdiri dari 2 tanki bahan bakar yang mempunyai kapasitas 100.000 liter. Dari
tanki BBM disalurkan melalui pipa menuju ruang pelayanan yang mengatur
pemakaian bahan bakar. Luas bangunan untuk stasiun BBM ini adalah 100 m²
(10 x 10 m).

• Bangunan Gardu Listrik/Genset

Bangunan gardu pembangkit listrik dibuat dengan tujuan untuk memenuhi


kebutuhan energi listrik untuk beberapa kepentingan. Luas bangunan adalah
9 m² (3 x 3 m). Sebagai pondasi genset digunakan pondasi beton bertulang.
Pondasi ini dibuat untuk meredam getaran yang ditimbulkan oleh mesin genset.

• Bangunan Instalasi Air

Luas bangunan untuk instalasi air ini adalah 40 m² (8 x 5 m), yang disediakan
untuk keperluan penyediaan air minum dan kebutuhan sehari – hari sperti untuk
pencucian kendaraan dan bengkel alat-alat berat. Stasiun pompa air ini harus
dapat menyediakan air bersih dan sehat yang memenuhi kualitas kesehatan.

e) Bangunan Utilitas Mekanik


• Bengkel tambang

Bengkel merupakan infrastruktur yang digunakan untuk alat-alat berat yang


memerlukan perbaikan dan perawatan. Letak bangunan ini diusahakan tidak
terlalu jauh dari lokasi penambangan agar alat-alat berat yang memerlukan
perbaikan dapat dengan cepat diperbaiki. Bangunan ini juga dilengkapi dengan
peralatan bengkel alat berat. Kontruksinya dari kayu dengan atap asbes. Luas
lahan yang direncanakan adalah :

Bengkel beratap (workshop) = 15 x 20 m = 300 m²

Bengkel tidak beratap = 15 x 30 m = 450 m²

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-14


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

• Gudang Peralatan

Bangunan ini digunakan sebagai tempat menyimpan suku cadang alat-alat berat
dan peralatan tambang lainnya dan termasuk dalam bangunan workshop dengan
luas lahan 10 x 10 m².

f) Tempat Ibadah

Bangunan tempat ibadah berupa mushola yang berukuran 8 x 5 m, terdiri dari


ruang sholat, ruang penjaga dan tempat wudhu.

g) Pos Keamanan

Pos keamanan akan dibangun pada setiap lokasi yang strategis yang
membutuhkan pengamanan khusus yaitu di daerah perkantoran, perumahan,
pengolahan, stockpile, dan gudang bahan peledak. Pos keamanan yang akan
dibangun sebanyak 3 buah masing-masing berukuran 3 x 3 m.

h) Pembangunan Tempat Penyimpanan Sementara Limbah Berbahaya dan


Beracun (LB3)

Dalam rangka kegiatan pertambangan dan pengolahan batu gamping yang


menggunakan alat berat, memungkinkan adanya LB3 berupa oli dan sisa-sisa
pelumas lainnya yang merupakan LB3 cair. Penangan yang akan dilakukan
berupa penyimpanan dalam bak penampungan sementara limbah B3 dengan
mengacu pada PP No. 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Berbahaya
dan Beracun. Bak penyimpanan limbah B3 dibuat dari beton kedap air dengan
ukuran 2 x 1 x 1 m.

Penanganan LB3 akan mengikuti regulasi yang mengatur pengelolaan limbah B3


tersebut. Mulai dari teknis atau tata cara penyimpanan limbah oli bekas dan
dokumen pengangkutan saat menyerahkan kepada pengumpul yang berizin.
pemrakarsa akan membangun TPS Limbah B3 sesuai dengan spesifikasi teknis
yang dipersyaratkan serta memilih lokasi pada tapak proyek yang bukan
merupakan daerah yang bebas banjir dan telah melalui pengurugan sehingga
aman dari kemungkinan banjir serta jarak minimum antara lokasi dengan
fasilitas umum adalah 2 km meter. Bangunan TPS LB3 akan dibuat terpisah
dengan bangunan lain dengan jarak minimal 20 meter. Penanganan Limbah B3
berdasarkan Kep. Bappedal No. 1 Tahun 1995 Tentang Tata Cara dan Persyaratan
Teknis dan Penyimpanan dan Pengumpulan Limbah Bahan Berbahaya dan
Beracun.

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-15


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Adapun tatacara cara penyimpanan LB3 yang dilakukan oleh PT. Ocean Valley
International akan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

- Karakteristik pelumas bekas yang disimpan;


- Kemasan disesuaikan dengan karakteristik pelumas bekas dapat berupa
drum;
- Pola penyimpanan akan dibuat dengan sistem blok, sehingga dapat
dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap setiap kemasan jika terjadi
kerusakan dan apabila terjadi kecelakaan dapat segera ditangani;
- Lebar gang antar blok harus akan diatur sedemikian rupa, sehingga dapat
digunakan untuk lalu lintas manusia, dan kendaraan pengangkut (forklift);
- Penumpukan kemasan akan mempertimbangkan kestabilan tumpukan
kemasan. Jika berupa drum (isi 200 liter), maka tumpukan maksimum 3
(tiga) lapis dengan tiap lapis dialasi dengan palet dan bila tumpukan lebih
dan 3 (tiga) lapis atau kemasan terbuat dan plastik, maka harus
dipergunakan rak;
- Lokasi peyimpanan akan dilengkapi dengan tanggul disekelilingnya dan
dilengkapi dengan saluran pembuangan menuju bak penampungan yang
kedap air. Bak penampungan dibuat mampu menampung 110 % dari
kapasitas volume drum atau tangki yang ada di dalam ruang penyimpanan,
serta tangki harus diatur sedemikian sehingga bila terguling tidak akan
menimpa tangki lain;
- Mempunyai tempat bongkar muat kemasan yang memadai dengan lantai
yang kedap air.

Secara detail, rencana penanganan penyimpanan limbah oli bekas sebagai


berikut:

- Penyimpanan kemasan akan dibuat dengan sistem blok. Setiap blok terdiri
atas 2 (dua) x 2 (dua) kemasan, sehingga dapat dilakukan pemeriksaan
menyeluruh terhadap setiap kemasan sehingga jika terdapat kerusakan
kecelakaan dapat segera ditangani;
- Lebar gang antar blok harus memenuhi persyaratan peruntukannya. Lebar
gang untuk lalu lintas manusia minimal 60 cm dan lebar gang untuk lalu
lintas kendaraan pengangkut (forklift) disesuaikan dengan kelayakan
pengoperasiannya;

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-16


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

- Penumpukan kemasan limbah B3 harus mempertimbangkan kestabilan


tumpukan kemasan. Jika kemasan berupa drum logam (isi 200 liter), maka
tumpukan maksimum adalah 3 (tiga) lapis dengan tiap lapis dialasi palet
(setiap palet mengalasi 4 drum). Jika tumpukan lebih dan 3 (tiga) lapis atau
kemasan terbuat dari plastik, maka harus dipergunakan rak;
- Jarak tumpukan kemasan tertinggi dan jarak blok kemasan terluar
terhadap atap dan dinding bangunan penyimpanan tidak boleh kurang dari
1 (satu) meter;
- Kemasan – kemasan berisi limbah B3 yang tidak saling cocok akan
disimpan secara terpisah, tidak dalam satu blok, dan tidak dalam bagian
penyimpanan yang sama. Penempatan kemasan harus dengan syarat
bahwa tidak ada kemungkinan bagi limbah-limbah yang tersebut jika
terguling/tumpah akan tercampur/masuk ke dalam bak penampungan
bagian penyimpanan lain.

Bangunan tempat penyimpanan LB3 akan dibangun dengan ketentuan –


ketentuan sebagai berikut:

- Memiliki rancang bangun dan luas ruang penyimpanan yang sesuai dengan
jenis, karakteristik dan jumlah limbah B3 yang dihasilkan/akan disimpan;
- Terlindung dari masuknya air hujan baik secara langsung maupun tidak
langsung;
- Dibuat tanpa plafon dan memiliki sistem ventilasi udara yang memadai
untuk mencegah terjadinya akumulasi gas di dalam ruang penyimpanan,
serta memasang kasa atau bahan lain untuk mencegah masuknya burung
atau binatang kecil lainnya ke dalam ruang penyimpanan;
- Memiliki sistem penerangan (lampu/cahaya matahari) yang memadai
untuk operasional penggudangan atau inspeksi rutin. Jika menggunakan
lampu, maka lampu penerangan harus dipasang minimal 1 meter di atas
kemasan dengan sakelar (stop contact) harus terpasang di sisi luar
bangunan;
- Dilengkapi dengan sistem penangkal petir;
- Pada bagian luar tempat penyimpanan diberi penandaan (simbol) sesuai
dengan tata cara yang berlaku;
- Lantai bangunan penyimpanan harus kedap air, tidak bergelombang, kuat
dan tidak retak;

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-17


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

- Lantai bagian dalam dibuat melandai turun kearah bak penampungan


dengan kemiringan maksimum 1%. Pada bagian luar bangunan,
kemiringan lantai diatur sedemikian rupa sehingga air hujan dapat
mengalir kearah menjauhi bangunan penyimpanan;
- Sarana lain yang harus tersedia adalah: peralatan dan sistem pemadam
kebakaran, pagar pengaman, pembangkit listrik cadangan, fasilitas
pertolongan pertama, peralatan komunikasi, gudang tempat penyimpanan
peralatan dan perlengkapan pintu darurat dan Alarm.
i) Pembangunan Sedimen Pond

Sediment pond (kolam pengendap) yaitu tempat untuk menangkap run-off dan
menahan air ketika tanah dan kotoran lain dalam air mengendap menjadi
sedimen. Kolam pengendap diperlukan karena air keluaran yang mengandung
banyak Total Suspended Solid atau residu tersuspensi yang melampaui baku
mutu kualitas keluaran air. Secara garis besar kolam pengendap bisa dibuat
dengan membangun tanggul penahan atau menggali lubang untuk tampungan air
atau sedimen. Kolam pengendap berbeda dengan sebuah dam dimana bertujuan
untuk menahan air hanya selama untuk mengendapkan material tersuspensi,
setelah air jernih, air tersebut bisa dialirkan. Kolam pengendap juga harus
dipelihara, dimana bila sediment telah mengendap dan mencapai kadar air
tertentu dimana bisa dibuang, maka pembuangan atau pengerukan kolam
dilakukan.

Kolam pengendap selain sebagai tempat untuk mengendapkan material


tersuspensi, di area tambang juga berfungsi sebagai penampungan air limbah
yang mengandung logam berat (Fe dan Mn) dan air yang mengandung asam (pH
< 6), dimana di dalam tampungan tersebut dilakukan perlakuan penetralan air
limbah atau tercemar sehingga bisa menjadi normal sesuai ambang batas baku
mutu yang disyaratkan oleh Pemerintah. Di kolam pengendap tersebut bisa
dilakukan treatment berupa pengapuran, pemberian alum, aerasi, dan perlakuan-
perlakuan lainnya sesuai dengan kondisi kandungan limbahnya.

Lebar jalan angkut pada tikungan selalu lebih besar daripada lebar jalan lurus.
Untuk jalur ganda, maka lebar jalan minimum pada tikungan didasarkan pada:

- Lebar jejak ban.


- Lebar juntai atau tonjolan (overhang) alat angkut bagian depan dan
belakang pada saat membelok.

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-18


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

- Jarak antara alat angkut atau kendaraan pada saat bersimpangan.


- Jarak dari kedua tepi jalan.

Spesifikasi jalan angkut dua lajur pada tikungan sebagaimana disajikan pada
Gambar 2.9.

Gambar 2.9. Spesifikasi Jalan Angkut Dua Lajur Pada Tikungan

Jari – jari tikungan jalan angkut berhubungan dengan kontruksi alat angkut yang
digunakan, khususnya jarak horizontal antara poros roda depan dan belakang
memperlihatkan jari-jari lingkaran yang dijalani roda belakang dan roda depan
berpotongan di pusat C dengan besar sudut sama dengan sudut penyimpangan
roda depan, selengkapnya sebagaimana pada Gambar 2.10.

Gambar 2.10. Sudut Maksimum Penyimpangan Kendaraan

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-19


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Adapun spesifikasi jalan tambang yang direncanakan oleh PT. Ocean Valley
International adalah sebagai berikut:

- Lebar daerah penguasaan (ROW) : 12 m


- Jumlah jalur : 2 buah
- Lebar perkerasan normal : 4 meter
- Lebar bahu jalan : 1 meter
- Lereng melintang perkerasan :2%
- Lereng melintang bahu jalan :4%
- Kebebasan minimum samping : 1,5 – 3,5 meter
- Kebebasan minimum atas : 4,5 meter

Jalan tambang juga dilengkapi saluran drainase tepi dan saluran melintang di
tempat-tempat tertentu, disesuaikan dengan topografi jalur alan dan intensitas
hujan yang diperkirakan. Kapasitas saluran drainase harus dapat menampung
dan mengalirkan air untuk mengurangi pengaruh negative air terhadap jalan.
Khusus untuk jalan pengalihan dari jalan yang ada di sekitar kolam penenang,
klasifikasi dan spesifikasi jalan mengikuti jalan yang sudah ada.

j) Stockpile

Stockpile berfungsi sebagai lokasi penampungan sementara material hasil


penambangan maupun material hasil pengolahan stone crusher. Stockpile dibuat
dengan pemadatan dan penutupan permukaan dengan material batuan.

4) Konstruksi Stone Crusher

Pemasangan komponen-komponen Stone Crusher dilakukan oleh teknisi yang


berpengalaman dengan dibantu oleh tenaga kerja non skill yang telah direkrut
sebelumnya. Besaran Stone Crusher yang dibangun disesuaikan dengan
kebutuhan material yang akan diolah oleh pemrakarsa. Stone Crusher dibuat
untuk mengolah material batuan berukuran besar yang akan ditambang oleh
pemrakarsa menjadi material yang sesuai dengan spesifikasi yang dipersyaratkan
oleh pabrik/smelter nikel yang membutuhkan.

5) Pemutusan Hubungan Kerja Tenaga Kerja Konstruksi

Pemutusan hubungan kerja konstruksi dilakukan setelah kegiatan konstruksi


pertambangan telah selesai. Pemutusan hubungan kerja konstruksi dilakukan
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan yang berlaku dengan
memperhatikan dan memenuhi hak – hak tenaga kerja yang akan diputuskan.

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-20


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Selain itu juga akan memperhatikan dan melaksanakan segala ketentuan yang
termuat dalam kontrak kerja yang telah disepakati dan ditandatangan pada tahap
penerimaan tenaga kerja konstruksi. Dari jumlah total tenaga kerja konstruksi,
tidak semua akan dilakukan pemutusan hubungan kerja, beberapa tenaga kerja
konstruksi akan dilanjutkan mejadi tenaga kerja operasi terutama pada tenaga
kerja yang memiliki skill tertentu dalam pemeliharaan sarana dan prasarana serta
konstruksi stone crusher yang telah dibanguan.

c. Tahap Operasi

1) Penambangan dan Pengolahan Batu Gamping

Penambangan dan pengolahan batu gamping merupakan kegiatan utama yang


direncanakan oleh PT. Oceal Valley International di Desa Kolono dan Geresa
Kecamatan Bungku Timur Kabupaten Morowali. Pada tahap ini ada beberapa
komponen kegiatan yang dilaksanakan yakni pembukaan (land clearing),
penambangan batuan, penyimpanan sementara batuan hasil penambangan,
pengangkutan dan pengoperasian stone crusher.

• Pembukaan (Land Clearing)

Kegiatan pembukaan lahan penambangan dilakukan yaitu membersihkan front


kerja dari pohon, akar atau rumput. Kemudian juga dilakukan pembersihan dan
pengupasan top soil pada permukaan. Pembukaan lahan dilakukan dengan tidak
melakukan pembakaran sebagaimana yang diamanatkan dalam Keputusan
DitjenBun No. 38/KB.110/SK/DJ-Bun/05.95 tentang Pembukaan Lahan Tanpa
Bakar. Pada tahapan ini juga dilakukan pembuatan Sediment Pond, sump serta
Mining Boundaries sebagai mekanisme perlindungan lingkungan terhadap
gangguan kualitas air yang bersumber dari front penambangan. Khusus top soil
akan ditempatkan di pinggiran lokasi yang selanjutnya digunakan untuk
keperluan reklamasi dan revegetasi.

Pekerjaan galian dan pengurugan yang akan dilakukan sesuai dengan kondisi
lahan. Untuk daerah yang terlalu tinggi dari elevasi yang direncanakan perlu
dilakukan pekerjaan galian. Sedangkan untuk area yang lebih rendah akan
diurug dengan material yang memenuhi kriteria tanah urug untuk selanjutnya
dipadatkan. Apabila tanah galian di lokasi memenuhi kriteria tanah urug, maka
hasil galian tersebut ditempatkan di lokasi sementara untuk selanjutnya

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-21


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

digunakan sebagai tanah urug. Tetapi apabila tidak memenuhi syarat, maka hasil
galian akan dibuang ke luar lokasi.

• Penambangan Batuan

Penambangan batuan yang terdiri dari material batuan akan dilakukan dengan
menggunakan alat berat yang terdiri dari 1 Dozer dan 3 unit excavator PC-200
serta 6 unit dump truck kapasitas 18 ton sebagai fasilitas pemuatan material
tambang untuk selanjutnya dibawa ke lokasi stockpile. Adapun jenis tambang
akan dikelola yakni material batuan dengan kadar gamping tinggi yang nantinya
akan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan smelter nikel/industry baja
yang sedang beroperasi di Kabupaten Morowali khususnya dan daerah lain pada
umumnya. Metode penambangan yang diterapkan yaitu metode tambang terbuka
quarry, penambangan dimulai pada lokasi dekat areal pengolahan sampai area
yang jauh dari lokasi pengolahan yang mengarah pada batas akhir IUP.

• Penyimpanan Sementara Batuan Hasil Penambangan

Hasil penambangan kemudian disimpan sementara pada stockpile. Hal ini


dimaksudkan untuk memudahkan dan memperlancar kegiatan penambangan
batuan. Penyimpanan ini berada tidak jauh dari titik lokasi penambangan. Setelah
tertumpuk cukup banyak, batuan hasil penambangan kemudian diangkut.

• Pengangkutan dan Pengoperasian Stone Crusher

Pengankutan yang dimaksud pada tahapan ini yaitu pengangkutan batuan hasil
penambangan dari lokasi stockpile ke lokasi stone crusher. Pengangkutan akan
menggunakan jalan tambang yang telah dibuat pada tahap konstruksi. Material
penambangan yang telah diangkut selanjutnya dilakukan pengolahan pada unit
Stone Crusher. Tujuan dari pengolahan pada unit Stone Crusher adalah untuk
mendapatkan material hasil pengolahan berupa suplit (batu pecah) berbagai
ukuran, pasir batu dan abu batu. Pengoparasian Stone Crusher oleh pemrakarsa
pada dasarnya dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan pabrik/smelter nikel
ataupun pabrik baja, namun tidak menutup kemungkinan pemrakarsa juga akan
melayani kebutuhan masyarakat dan proyek yang dilaksanakan di sekitar lokasi
rencana kegiatan. Peruntukan material hasil pengolahan diantaranya
dipergunakan untuk kebutuhan lapisan pondasi jalan agregat kasar dan lapisan
pondasi jalan agregat halus, suplit sebagai bahan campuran pekerjaan beton pada
jembatan dan box culvert. Sebelum batuan hasil pengolahan dipasarkan/dijual

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-22


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

pada pihak yang membutuhkan, maka material hasil pengolahan tersebut akan
ditampung dan disimpan pada lokasi stockpile yang telah disediakan.

2) Pengoperasian Sarana dan Prasaran Penunjang

Sejalan dengan kegiatan penambangan dan pengolahan batu gamping, sarana


dan prasarana juga di operasikan atau digunakan. Hal ini dalam rangka
menunjang kelancaran kegiatan penambangan dan pengolahan batu gamping
yang merupakan kegiatan utama dalam proyek ini.

3) Reklamasi, Revegetasi dan Penataan Lahan Pasca Tambang

Pada beberapa lokasi yang telah ditambang, kegiatan reklamasi, revegetasi dan
penataan lahan langsung dilaksanakan. Tujuannya yaitu untuk memulihkan
kualitas lahan yang terdegradasi selama kegiatan penambangan. Reklamasi
dilakukan dengan mengembalikan top soil yang telah dipisahkan sebelumnya
pada kegiatan pembukaan lahan dan pengupasan top soil.

Revegetasi dilakukan dengan memanfaatkan tanaman yang lebih mudah


beradaptasi pada lahan pasca tambang berupa tanaman pioner dan tanaman
cover crop seperti Mucuna pruriens, Centrosema virginianum dan Colopogonium
mucunoides. Sedangkan untuk lahan yang telah selesai ditambang namun tidak
dapat direklamasi karena kekurangan material over burden dan top soil maka
lahan tersebut dibentuk sedemikian rupa agar menyerupai kolam/embung
sebagai wadah penampungan air hujan yang nantinya dapat berfungsi sebagai
cadangan air tanah bagi daerah – daerah disekitarnya. Kegitan ini didesain sebaik
mungkin untuk memberikan nilai estetika yang merupaka salahsatu tujuan
penataan lahan pasca tambang.

d. Tahap Pasca Operasi

1) Demobilisasi Peralatan

Dengan selesainya kegiatan operasi pertambangan dan pengolahan batu gamping,


segala peralatan yang digunakan kemudian didemobilisasi. Demobilisasi
dilakukan dari lokasi proyek ke lokasi kantor atau gudang yang disediakan oleh
PT. Ocean Valley International. Demobilisasi akan menggunakan jalur seperti
kegiatan mobilisasi yakni dari jalan tambang kemudian melalui Jalan Trans
Sulawesi.

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-23


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

2) Penanganan Tenaga Kerja

Penangan tenaga kerja pada bagia ini termasuk pemutusan hubungan kerja. PHK
dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang – undangan yang berlaku
dengan memperhatikan dan memenuhi hak – hak tenaga kerja serta
memperhatikan dan memenuhi segala ketentuan yang tercantum dalam kontrak
kerja yang telah disepakati dan ditandatangan bersama oleh pemrakarsa dan
tenaga kerja yang bersangkutan. Pemrakarsa juga akan memfasilitasi tenega
kerja yang diputuskan agar dapat menajadi tenaga kerja pada perusahaan yang
lainnya pada kegiatan pertambangan yang sama.

3) Penyerahan Aset

Beberapa aset perusahaan utamanya aset yang tidak bergerak seperti jalan,
jembatan dan lain sebagainya, akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten
Morowali sesuai dengan ketentuan perundang – undangan yang berlaku.

Ringkasan komponen rencana kegiatan yang dapat menyebabkan dampak


lingkungan kegiatan pertambangan dan pengolahan batu gamping di Desa Kolono
dan Geresa Kecamatan Bungku Timur Kabupaten Morowali oleh PT. Ocean Valley
International yaitu sebagai berikut:

a. Tahap Pra Konstruksi

1) Perizinan
2) Sosialisasi
3) Pembebasan lahan

b. Tahap Konstruksi

1) Penerimaan Tenaga Kerja Konstruksi


2) Mobilisasi Peralatan dan Material
3) Pembangunan Sarana dan Prasaran Penunjang
4) Konstruksi Stone Crusher
5) Pemutusan Hubungan Kerja Tenaga Kerja Konstruksi

c. Tahap Operasi

1) Penambangan dan Pengolahan Batu Gamping


2) Pengoperasian Sarana dan Prasaran Penunjang
3) Reklamasi, Revegetasi dan Penataan Lahan Pasca Tambang

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-24


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

d. Tahap Pasca Operasi

1) Demobilisasi Peralatan
2) Penanganan Tenaga Kerja
3) Penyerahan Aset

Rencana pelaksanaan rencana kegiatan pertambangan dan pengolahan batu


gamping PT. Ocean Valley International direncanakan selama 5 (lima) tahun
sesuai batas perizinan pada umumnya. Namun demikian jika cadangan bahan
tambang masih tersedia dan layak tambang maka perizinan akan dilakukan
perpanjangan. Jadwal pelaksanaan rencana kegiatan selama 5 (lima) tahun
sebagaimana disajikan pada Tabel 2.4.

Tabel 2.4. Jadwal Pelaksanaan Rencana Kegiatan


Tahun
No Tahapan dan Jenis Kegiatan
2017 2018 2019 2020 2021 2022
a Tahap Pra Konstruksi
1 Perizinan
2 Sosialisasi
3 Pembebasan Lahan
b Tahap Konstruksi
1 Penerimaan Tenaga Konstruksi
2 Mobilisasi Peralatan dan material
Pembangunan Sarana dan Prasarana
3
penunjang
4 Konstruki stone crusher
5 PHK TK Konstruksi
c Tahap Operasi
Penambangan dan pengolahan batu
1
gamping
Pengoperasian sarana dan prasarana
2
penunjang
Reklamasi, revegetasi dan penataan
3
lahan pasca tambang
d Tahap Pasca Operasi
1 Demobilisasi Peralatan
2 Penanganan Tenaga Kerja
3 Penyerahan Aset
Sumber: PT. Oceal Valley International, 2017
Ket: = Pelaksanaan Kegiatan

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-25


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

2.5. Deskripsi Rona Lingkungan Hidup Awal

2.5.1. Komponen Geo-Fisik-Kimia

a. Iklim

Iklim memiliki peranan penting dalam mempengaruhi serta menunjang kegiatan


pertambangan dan pengolahan batu gamping terutama kaitanya dengan dampak
lingkungan yang ditimbulkan. Sebagai contoh yaitu peningkatan run – off sangat
dipengaruhi oleh curah hujan. Dengan mengetahui kondisi curah hujan, kegitan
pembukaan lahan dapat dihindari pada saat – saat musim hujan sehingga ran –
off tidak erosif. Kondisi curah hujan di lokasi studi dapat digambarkan
berdasarkan data rata – rata curah hujan bulanan pada pencatatan di Stasiun
BMKG Bubung Kabupaten Luwuk Provinsi Sulawesi Tengah selama 10 tahun
(tahun 2006 – 2015) sebagaimana disajikan pada Tabel 2.5. dan grafik rata – rata
curah hujan sebagaimana disajikan pada Gambar 2.11.

Tabel 2.5. Rata – Rata Curah Hujan Bulanan di Lokasi Studi Tahun 2006 – 2015
Bulan
Tahun
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des
2006 114 78 182 147 61 612 43 69 40 10 21 118
2007 40 65 155 199 151 150 236 140 21 13 75 129
2008 85 164 170 198 183 158 467 342 95 112 197 127
2009 233 91 138 164 74 123 61 49 7 10 66 48
2010 54 3 94 107 203 126 78 182 94 89 65 273
2011 126 287 80 147 116 153 255 57 105 23 63 92
2012 129 144 174 149 158 274 215 146 66 58 94 158
2013 34,2 80,2 61,6 103,2 100,2 120,1 178,5 71,6 58,7 40,5 61,6 102,4
2014 64,8 69,4 100,3 129,2 50,9 233 111,2 200,8 2,2 7,8 44,6 59,7
2015 119,8 61,5 57,6 165 26,7 177 139 23 3 0 33 93,9

Sumber: BMKG Bubung Luwuk, 2016

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-26


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

700
Januari
600 Februari

500 Maret
April
400
Mei
300 Juni
200 Juli
Agustus
100
September
0
Oktober
2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015

Gambar 2.11. Grafik Rata – Rata Curah Hujan di Lokasi Studi Tahun 2006 – 2015

B. Kualitas Udara

Kualitas udara dianalisis dengan parameter Sulfur Dioksida (SOx), Nitrogen


Dioksida (NOx), Karbon Monoksida (CO), Suhu, Debu dan Kebisingan. Jika
bandingkan dengan baku mutu udara sebagaimana tercantum dalam Peraturan
Pemerintah Nomor : 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara,
dari semua parameter udara tersebut menunjukkan bahwa tidak melebihi baku
mutu. Hasil pengukuran kualitas udara selengkapnya sebagaimana disajikan
pada Tabel 2.6.

Tabel 2.6. Hasil Pengukuran Kualitas Udara


Waktu Hasil (µg/Mm³) Baku Mutu
No Parameter
Pengambilan U-01 U-02 (µg/Mm³)
1 Sulfur Dioksida (Sox) 1 jam 5,8 8,4 900
2 Nitrogen Dioksida ( Nox) 1 jam 100 110 400
3 Karbon Monoksida (CO) 1 jam 600 700 30.000
4 Suhu °C 33,6 33,5 -
5 Debu 1 jam 4,8 5,7 90
6 Kebisingan (dΒ) 1 jam 46-54 45-51 perumahan &
Pemukiman = 55

Industri = 70 dΒ
Perkantoran &
Perdagangan = 65
dΒ, Pemerintahan
& Fas. Umum= 60

Sumber: Hasil Analisis Laboratorium, 2017
Koordinat Sampel:
U-01: 020 40' 13,60'' S 1220 00' 52,80'' E
U-02: 020 39' 37,16'' S 1220 00' 34,88'' E

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-27


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

C. Lahan

1) Penggunaan Lahan dan status kawan

Jenis penggunaan lahan di lokasi studi pada umunya merupakan hutan. Hanya
sebagian kecil kebun masyarakat dengan kondisi merupakan bekas kebun yang
tidak terrawat. Hasil analisis spasial menunjukkan bahwa sebagian besar lokasi
studi merupakan Areal Penggunaan Lain (APL), sisanya merupakan kawasan
lindung lainnya. Pada kawasan lindung ini, pemrakarsa perlu menyelesaikan
segala perizinan yang diperlukan berupa pinjam pakai kawasan dengan mengacu
pada Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.16/2014 tentang Pedoman Pinjam
Pakai Kawasan Hutan.

2) Topografi dan Kelerengan

Topografi dan kelerengan di lokasi IUP Eksplorasi PT. Ocean Valley International
di Desa Kolono dan Geresa Kecamatan Bungku Timur Kabupaten Morowali terdiri
dari beberapa kelas. Hasil survey lapangan dan analisis spasial menunjukkan
bahwa ketinggia tempat di lokasi studi yaitu 100 – 700 mdpl. Kemudian tingkat
kelerengan terdiri atas kelerengan 0 – 15% seluas 87,7 ha (44,92%) dan
kelerengan 15 – 30% seluas 107,3 ha (55,08%). Peta kelas lereng selengkapnya
sebagaimana disajikan pada Gambar 2.12.

3) Tanah

Tanah merupakan tubuh alam bebas yang bersumber dari pelapukan bahan
induk dari batuan induk dengan berbagai karakteristik fisik, kimia dan biologi
padanya. Hasil survey lapangan dan analisis peta jenis tanah menunjukkan
bahwa jenis tanah di lokasi studi merupaka podsolik merah kuning (PMK),
termasuk sub order udalt. Jenis tanah ini umumnya berkembang diatas batuan
kuarsa, gamping dan kapur. Secara fisik sangat cocok bagi berbagai jenis
tanaman pertanian namun secara kimia umumnya terdapat beberapa jenis unsur
hara esensial dengan kadar yang rendah. Peta jenis tanah di lokasi studi
selengkapnya disajikan pada Gambar 2.13.

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-28


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Gambar 2.12. Peta Kelas Lereng

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-29


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Gambar 2.13. Peta Jenis Tanah

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-30


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

4) Erosi
Besarya erosi yang terjadi di lokasi IUP PT. Ocean Valley International diprediksi
dengan menggunakan metode USLE (Universal Soil Loss Equation). Formulasinya
dapat digunakan rumus dari Wischmeier dan Smith (1978) dalam Banuwa (2013)
sebagai berikut :

A=RKLSCP
Dimana:
A = Banyaknya tanah yang tererosi (ton/ha/tahun)
R = Faktor erosivitas hujan (joule/ha/tahun)
K = Faktor erodibilitas tanah (ton/joule)
L = Faktor panjang lereng (m)
S = Faktor kecuraman lereng (%)
C = Faktor pengelolaan tanaman
P = Faktor pengolahan tanah (tindakan konservasi)
Sebelum adanya kegiatan pertambangan dan pengolahan batu gamping, prediksi
erosi yang terjadi di lokasi studi yaitu sebagaimana disajikan pada Tabel 2.7.

Tabel 2.7. Prediksi Erosi


A Luas Rerata Imbang
No UL R K LS CP
(ton/ha/thn) (Ha) (ton/thn)
1 S-1 748,03 0,50 0,17 0,04 2,48 78,22 1,00
2 S-2 748,03 0,49 0,41 0,0006 0,09 116,58 0,05
Jumlah 1,05
Sumber: Hasil Analisis, 2017
Koordinat sampling = S-1: 020 40' 00,7'' S 1220 00' 43,6'' E
S-2: 020 39' 29,9'' S 1220 00' 29,8'' E

Hasil analisis menunjukkan bahwa rerata imbang prediksi erosi yang terjadi di
lokasi studi adalah 1,05 ton/tahun. Berdasarkan kriteria erosi, besaran prediksi
erosi tersebut termasuk kelas I (sangat rendah) dengan kriteria sangat baik.
Dengan demikian maka Indeks Bahaya Erosi (IBE) termasuk harkat rendah. IBE
diperoleh dari nilai erosi yang ditoleransikan. Hasil analisis erosi yang
ditoleransikan dan indeks bahaya erosi selengkapnya sebagaimana disajikan pada
Tabel 2.8.
Tabel 2.8 Erosi yang Ditoleransikan dan Indeks Bahaya Erosi
Sub
KE MPT Etol A
No UL Order BV IBE Harkat
(mm) (tahun) (Ton/ha/tahun) (ton/ha/thn)
Tanah
1 S-1 570 Udult 300 1,11 16,87 2,48 0,15 Rendah
2 S-2 623 Udult 300 1,01 16,78 0,09 0,01 Rendah
Sumber: Hasil Analisis, 2017

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-31


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

5) Sedimentasi

Kondisi rona lingkungan hidup awal sedimentasi dihitung menggunakan metode


Sediment Delivery Ratio (SDR). SDR merupkan rasio antara jumlah sedimen yang
terangkut ke dalam sungai terhadap jumlah erosi yang terjadi di DAS yang disebut
sebagai rasio pelepasan sedimen. Metode penetapan SDR berdasarkan penelitian
empiris dikemukakan oleh Boyce (1975) dalam Kodoatie dan Sugianto (2002)
dengan persamaan sebagai berikut :

SDR = 0,41 A-0,3

dimana SDR adalah rasio pelepasan sedimen dan A adalah luas DAS (km2).
Sedangkan cara memperkirakan besarnya hasil sedimentasi menurut SCN
National Engineering Handbook (DPMA, 1984 dalam Asdak, 2002) adalah sebagai
berikut :

Y = E (SDR) A

dimana Y adalah hasil sedimen persatuan luas, E adalah erosi total, SDR adalah
rasio pelepasan sedimen, dan A adalah luas DAS. Prediksi sedimentasi tanpa
adanya kegiatan pertambangan dan pengolahan batu gamping sebagaimana
disajikan pada Tabel 2.9.

Tabel 2.9. Prediksi Sedimentasi


Satuan E A Y Luas
No SDR Rerata Imbang
Lahan (ton/ha/thn) (km2) (ton/ha/thn) (Ha)
1 S-1 2,48 0,22 7,8 4,290 78,22 0,02
2 S-2 0,09 0,20 11,7 0,203 116,58 0,001
Total 0,02
Sumber: Hasil Analisis, 2017
Koordinat sampling = S-1: 020 40' 00,7'' S 1220 00' 43,6'' E
S-2: 020 39' 29,9'' S 1220 00' 29,8'' E

D. Hidrologi

Keadaan hidrologi di lokasi studi terdiri atas sumber-sumber air yang berasal dari
air tanah, air permukaan dan air hujan. Sebagai daerah yang merupakan daerah
berbukit dan bergunung – gunung. Air tanah pada umumnya diperoleh dari air
yang berasal dari mata air yang berasal dari pegunungan yang mempunyai jenis
flora dan pepohonan yang cukup rapat.

Secara umum kuantitas air terutama air permukaan di wilayah studi cukup baik,
hal ini didukung oleh adanya kondisi jenis flora dan pepohonan yang cukup rapat.

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-32


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Pada wilayah studi tidak terdapat sungai yang mengalir sepanjang tahun namun
terdapat beberapa aliran kecil yang berair pada saat hujan (intermiten). Daerah
studi terletak pada 4 (empat) wilayah tangkapan air (catchment area) yaitu DAS
Laroue, DAS Laronsangi, DAS Lasoni dan DAS Nambo dengan luasan yang
bervariasi sebagaimana disajikan pada Tabel 2.10. dan peta DAS selengkapnya
disajikan pada Gambar 2.14.

Tabel 2.10. DAS di Lokasi Sudi


Luas DAS Luas DAS dalam IUP
No Nama DAS
(Ha) Ha %
1 DAS Laroue 423.08 78.51 40.30
2 DAS Laronsangi 27262.38 115.11 59.09
3 DAS Lasoni 2590.34 0.29 0.15
4 DAS Nambo 345.57 0.89 0.46
Jumlah 194.8 100.00
Sumber: Hasil Analisis Spasial, 2017

E. Geologi

Lokasi studi termasuk dalam Formasi Tokala (TRJt) dan aluvium (Qa). Formasi
Tokala merupakan batugamping klastika, batupasir sela, wake, serpih, napal dan
lempung pasiran dengan sisipan argilit. Batugamping klastika, berwarna kelabu
muda, kelabu sampai merah jambu, berbutir halus, sangat padu, serta memiliki
perlapisan yang baik, dengan kekar yang diisi urat kalsit putih kotor. Umumnya
telah mengalami pelipatan kuat; tidak jarang ditemukan sinklin dan antiklin,
serta lapisan yang hampir tegak (melebihi 80o). Setempat terdaunkan. Batupasir
sela, berukuran halus sampai kasar, berwarna kelabu kehijauan sampai merah
kecoklatan terakat lempung dan oksida besi lunak, setempat padat, mengandung
sedikit kuarsa, berlapis baik. Wake, berwarna kelabu kehijauan sampai
kecoklatan, berbutir sedang sampai kasar, terekat lempung. Perlapisan berkisar
dari tidak jelas sampai baik. Di beberapa tempat tampak perlapisan bersusun;
tebal lapisan mencapai 50 cm. Serpih dan napal, berwarna kelabu sampai kekbu
tua, memiliki perlapisan baik, tebal lapisan antara 10 - 20 cm. Lempung pasiran,
berwarna kelabu sampai kecoklatan, perlapisan baik, tebal lapisan antara 1 - 10
cm berselingan dengan batuan yang disebutkan terdahulu. Argilit, menunjukkan
kesan rijang, berwarna kelabu, beberapa sisipan. Batugamping, mengandung
fosil Halobia, Amonit dan belemnit yang diperkirakan berumur Trias - Jura Awal
dan lingkungan laut dangkal (neritik).

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-33


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Formasi Tokala tersingkap di bagian selatan dan tenggara Lembar. Sedang nama
formasi berdasarkan pada tempat singkapan yang baik di G. Tokala, Lembar
Batui. Satuan batuan ini berketebalan melebihi 1000 m, secara selaras tertindih
Formasi Nanaka dan secara tektonik bersentuhan dengan batuan ultramafik.

Formasi Aluvium (Qa) : lumpur, lempung, pasir, kerikil, dan kerakal. Lempung,
berwarna coklat muda sampai coklat tua; kelabu tua sampai kehitaman
berselingan dengan pasir, kerikil dan kerakal. Sebagian endapan danau agak
padat. Tebal lapisannya beberapa cm sampai puluhan cm. Pasir, berwarna coklat,
berbutir halus sampai kasar, perlapisan buruk dan tidak padat. Tebalnya dari
beberapa cm sampai puluhan cm. Setempat membentuk struktur perlapisan
bersusun, mengandung sisa tumbuhan. Kerikil dan kerakal, bersifat lepas dan
kemas terbuka; komponennya berukuran sampai 5 cm, membulat-tanggung
sampai membulat, terdiri atas kepingan batuan ultramafik, sedimen malih,
kuarsit, batugamping terdaunkan dan rijang. Aluvium berupa endapan sungai,
rawa, danau dan pantai; diperkirakan berumur Plistosen - Holosen. Sebarannya
terdapat di sepanjang tepi danau dan pantai timur Lembar Bungku. Peta geologi
lokasi studi selengkapnya sebagaimana disajikan pada Gambar 2.15.

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-34


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Gambar 2.14. Peta DAS

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-35


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

PETA GEOLOGI

Gambar 2.15. Peta Geologi

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-36


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

f. Transportasi

Data transportasi darat disekitar lokasi proyek diperoleh melalui pengamatan


langsung dilapangan. Pengamatan transportasi darat dilakukan di Desa Geresa
yakni pada jalan poros yang merupaka Jalan Trans Sulawesi. Hasil pengamatan
transportasi darat selengkapnya sebagaimana disajikan pada Tabel 2.11.

Tabel 2.11. Hasil Pengamatan Transportasi Darat


Jumlah/jam
No Jenis Kendaraan smp
Kendaraan Smp
1 Sepeda motor 0,9 181 162,9
2 Sedan, jeep, pick up, minibus 1 51 51
3 Bus, tangki 2 sumbu, truck 1,8 17 30,6
Sumber: Hasil Pengamatan, 2017
Koordinat Pengamatan: 020 40' 15,8'' S 1220 00' 53,3'' E

2.5.2. Komponen Biologi

a. Flora Darat

Inventarisasi flora yang dilakukan disekitar rencana lokasi kegiatan


pertambangan dan pengolahan batu gamping dilakukan dengan metode
pengamatan langsung. Hasil inventarisasi menunjukkan bahwa di lokasi studi
terdapat dua kelompok jenis flora yang tumbuh yaitu vegetasi non budidaya dan
vegetasi budidaya. Daftar lengkap dari hasil inventarisasi komponen
vegetasi/flora non bididaya di lokasi proyek sebagaimana disajikan pada
Tabel 2.12.

Tabel 2.12. Jenis Vegetasi di Sekitar Lokasi Rencana Kegiatan


No Nama Lokal Spesies
1 Nangka Artocarpus heterophyllus
2 Rotan Calamus trachycoleus
3 Kayu Besi Metrosideros petiolata
4 Beringin Ficus benjamina L.
5 Aren Arenga pinnata
6 Jambu Mete Anacardium occidentale
7 Kayu kolaka Maranthes corymbosa
8 Kume Drypentes longifolia
9 Londrong Koordersiodendron pinnatum
10 Macaranga daun lebar Macaranga gigantean
11 Mirip Ketapang Semecarpus cuneiformis
12 Pisang Hutan Musa balbisiana
13 Palm Palmaceae sp2
14 Pandan Hutan Freycinetia sp.

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-37


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

No Nama Lokal Spesies


15 Mirip pohon asam Desmanthus virgatus
16 Cendana Santalum album
17 Waru Hibiscus tiliaceus
18 Daun gerigi kecil Thea lanceolata
19 Beringin Ficus benjamina
20 Gamal Glirisidea sepium
21 Rumput-rumputan Gramineae
22 Cemara Laut Casuarina equisetifolia
23 Mangga hutan Buchanania sp
24 Meranti Shorea sp
25 Kelapa Cocos nucifera L.
26 Jambu-jambu Syzygium sp.
27 Ketapang Terminalia catapa
28 Kedondong Laut Nothopanax fruticosum miq
29 Bambu Rambat Gigantochloa sp
30 Kayu Angin Casuarina sumatrana
31 Jati Tectona grandis
32 Ponto Buchanania arbirences
33 Belimbing Wuluh Averrhoa bilimbi
34 Eha Castanopsis buruana
35 Singi/dongi Dolichandrone spathscea
36 Cabai Capsicum. Sp
37 Pisang Musa Sp.
38 Cengkeh Syzygium aromaticum
39 Pala Myristica fragrans
40 Pepaya Carica papaya L.
41 Kakao/Coklat Theobroma cacao L.
Sumber: Hasil Survey Lapangan, 2017
Tingkat keanekaragaman dapat digunakan untuk menyatakan struktur
komunitas. Suatu komunitas dikatakan mempunyai keanekaragaman jenis tinggi
jika komunitas itu disusun oleh banyak spesies (jenis) dengan kelimpahan spesies
yang sama atau hampir sama. Sebaliknya jika komunitas itu disusun oleh spesies
yang sangat sedikit, serta hanya sedikit spesies yang dominan, maka
keanekaragaman jenisnya rendah. Keanekaragaman jenis di suatu daerah tidak
hanya ditentukan oleh banyaknya jenis, tetapi juga oleh banyaknya individu dari
setiap jenis.
Selanjutnya nilai kualitas lingkungan biotik (flora) dapat ditentukan dengan
menggunakan beberapa parameter di antaranya kerapatan pohon/ha, keanekaan
flora, dan jenis yang dilindungi undang-undang.

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-38


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

b. Fauna Darat

Berdasar hasil pengamatan pada lokasi yang sama dengan flora darat dan
wawancara dengan masyarakat serta studi pustaka, fauna darat yang ada di
sekitar rencana lokasi usaha pertambangan dan pengolahan batu gamping
sebagaimana disajikan pada Tabel 2.13.

Tabel 2.13. Jenis Fauna Darat di Sekitar Lokasi Proyek


NO Nama Lokal Spesies
1 Ayam Hutan Gallus gallus
2 Walet polos Collocalia vanikorensis
3 Pipit Ptilinopus bernteinii
4 Babi Hutan Sus scrofa
5 Jangkrik Neoxabea bipunclata geer
6 Kera Macaca ochreata
7 Kelelawar Myotis adversus
8 Katak Rana sp
9 Kadal Mabuya multifasciata
10 Biawak Varanus bengalensis
11 Nyamuk hutan Aedes stimulans Wlker
12 Laba-laba tanah Lycosa sp
13 Kaki Seribu Polydesmid millipede
Sumber: Hasil Survey Lapangan, 2017

2.5.3. Komponen Sosio-Ekonomi-Budaya

a. Kependudukan

Jumlah penduduk Kecamatan Bungku Timur pada tahun 2014 yaitu 8.388 jiwa
kemudian mengalami peningkatan pada tahun 2015 menjadi 8.515 jiwa. Untuk
Desa Kolono, jumlah penduduk pada tahun 2015 yaitu 1.735 jiwa, merupakan
desa dengan jumlah penduduk paling banyak di Kecamatan Bungku Timur.
Sementara itu, jumlah penduduk Desa Geresa tahun 2015 yaitu 622 jiwa. Luas
wilayah Desa Kolono yaitu 48 km2 sehingga kepadatan penduduknya yaitu 36
jiwa/km2. Kemudian luas wilayah Desa Geresa yaitu 17 km2 sehingga kepadatan
penduduknya yaitu 37 jiwa/km2. Jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin di
Desa Kolono dan Geresa sebagaimana disajikan pada Gambar 2.16.

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-39


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

1000
800
600
400
200
0
Kolono Geresa
Laki-Laki 832 306
Perempuan 903 316

Gambar 2.16. Grafik Jumlah Penduduk berdasarkan Jenis Kelamin

b. Pendidikan

Peningkatan kualitas pendidikan sangat dipengaaruhi sarana dan prasarana


pendukung dalam penyelenggaraan pendidikan. Di Desa Kolono dan Geresa
terdapat beberapa sekolah dengan guru dan mirid sebagaimana disajikan pada
Tabel 2.14.

Tabel 2.14. Jumlah Sekolah, Guru dan Murid di Desa Kolono dan Geresa
Jumlah Sekolah
Desa TK SD SLTP SLTA SMK
Kolono 1 1 1 1 1
Geresa 1 1 0 0 0
Jumlah Guru
Desa TK SD SLTP SLTA SMK
Kolono 4 16 23 23 12
Geresa 4 13 0 0 0
Jumlah Murid
Desa TK SD SLTP SLTA SMK
Kolono 72 246 244 282 59
Geresa 26 120 0 0 0

Sumber: BPS, 2016

c. Agama

Sebagaimana umumnya Etnis Bungku yang beragama Islam, maka agama yang
dipeluk oleh seluruh warga Desa Kolono dan Geresa adalah agama Islam, sehingga
untuk menunjang kegiatan peribadatan dan pembinaan agama di lingkungan
masyarakat, terdapat 2 buah masjid di Desa Kolono dan 1 masjid di Desa Geresa
yang dibawah pengelolaan Pegawai Sara dan Pengurus Masjid, beberapa Tempat
Pengajian Al-Qur’an (TPA) yang dikelola oleh guru mengaji. Sementara untuk

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-40


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

urusan Nikah, Talaq, Cerai dan Rujuk (NTCR) diangkat seorang Pegawai
Pembantu Pencatat Nikah, Talaq, Cerai dan Rujuk (P3NTCR) yang merupakan
perwakilan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bungku Timur.

d. Mata Pencaharian Penduduk

Mata pencaharian sebagian besar masyarakat Desa Kolono dan Geresa adalah
petani baik petani tanaman musiman maupun tanaman perkebunan seperti
kelapa dalam, kakao, cengkeh dan pala. Mata pencaharian selanjutnya yaitu
nelayan dimana Desa Kolono dan Geresa berbatasan langsung dengan garis
pantai Teluk Tolo. Sebagian masyarakat juga berprofesi sebagai pedang termasuk
perdagangan hasil bumi antar pulau. Data BPS (2016) menunjukkan bahwa di
Desa Kolono terdapat 10 kios/toko dan di Desa Geresa terdapat 11 kios/toko. Di
Desa Kolono dan Moramo juga terdapat beberapa orang PNS/ASN.

Terdapat beberapa jenis usaha yang digeluti masyarakat di Desa Kolono dan
Geresa. Data selengkapnya sebagaimana disajikan pada Tabel 2.15.

Tabel 2.15. Jenis Usaha di Desa Kolono dan Geresa


Jumlah (Unit)
No Jenis Usaha
Kolono Geresa
1 Industri kecil 4 3
2 Industri rumah tangga 15 17
3 Kerajinan kayu 3 3
4 Kerajinan anyaman 1 1
5 Tukang kayu 26 20
6 Tukang jahit 1 3
7 Tukang cukur 0 2
8 Bengkel las 2 1
9 Bengkel motor 4 1

Sumber: BPS, 2016

e. Tingkat Pendapatan

Indikator kemakmuran atau kesejahteraan suatu masyarakat adalah besarnya


pendapatan masyarakat dapat dilihat melalui jenis mata pencaharian/pekerjaan
yang digelutinya. Berdasarkan wawancara yang dilakukan, diketahui bahwa
sebagian besar masyarakat Desa Kolono dan Geresa memiliki pendapatan
Rp 750.000,- sampai Rp 2.500.000,-/bulan disusul Rp 2.500.000,- sampai
Rp 4.500.000,-/bulan kemudian diatas Rp 4.500.000,-/bulan dengan jumlah
yang relatif kecil.

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-41


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

d. Pola Pemilikan dan Penggunaan Lahan

Hasil survey di lokasi studi, diperoleh data dan informasi bahwa pola kepemilikan
lahan sebagian besar penduduk sudah memiliki sertifikat. Selain itu, ada pula
bukti kepemilikan lahan berupa Surat Keterangan Kepemilikan Tanah (SKPT).
Bukti kepemilikan lahan hanya sebatas surat – surat dari pemerintah desa
ataupun kesaksian tokoh-tokoh masyarakat dan warga lainnya dan bukti
pembayaran pajak (PBB).

e. Sosial Budaya

Pada lokasi rencana lokasi kegiatan ditemukan kenyataan bahwa nilai budaya
dan adat istiadat setempat masih begitu kuat eksistensinya dimasyarakat, baik
dalam konteks hubungan manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia,
maupun manusia dengan lingkungannya. Dalam hal hubungan manusia dengan
Tuhannya, baik masyarakat Etnis Bungku sebagai masyarakat lokal maupun
suku – suku pendatang lainnya sangat meyakini mengenai adanya kekuatan yang
lebih tinggi yang mengatasi kekuatan manusia dan alam yaitu kekuatan Tuhan
semesta alam. Oleh karena itu, mereka meyakini bahwa manusia harus taat dan
patuh terhadap Tuhan yang Maha Kuasa. Segala perilaku dan tindakan, terlepas
itu kemudian ditaati atau dipatuhi, selalu didasari oleh kesadaran mengenai
adanya Tuhan. Kenyataan seperti ini didapati pada semua warga Desa Kolono dan
Geresa. Dalam wujudnya yang paling nyata, misalnya ketika mereka membuka
lahan perkebunan mereka meyakini bahwa berhasil tidaknya usaha tersebut
tergantung pada kehendak Tuhan. Selain percaya kepada Tuhan, masyarakat di
daerah ini pula masih mempercayai mengenai adanya mahluk halus dan tabu
(pantangan). Sebagai contoh, masyarakat masih percaya bahwa pada sebagian
kawasan baik di hutan atau di laut dihuni oleh mahluk-mahluk halus sehingga
untuk memasukinya diperlukan ritual – ritual tertentu.

Dalam hal hubungan manusia dengan manusia, di kalangan masyarakat Desa


Kolono dan geresa masih menjunjung tinggi adat istiadat setempat, seperti orang
tua harus dihormati dan orang seusia harus saling menghargai. Adat istiadat
seperti ini masih cukup melekat kuat baik di kalangan orang tua maupun di
kalangan generasi muda. Mereka pun memiliki konsepsi bahwa pendatang atau
orang baru harus menjunjung tinggi adat istiadat masyarakat setempat atau yang
punya kampung, sehingga dengan demikian mereka pula akan memberikan
penghargaan yang setara. Dalam wujudnya yang paling nyata mengenai adat

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-42


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

tersebut yaitu ketika seorang anak muda yang melintas didepan orang tua akan
mengatakan tabe (permisi) sambil membungkukkan badan, tegur sapa yang
ramah dikalangan golongan seusia, sikap menghargai pendatang atau orang baru
sembari memberikan senyum, mengajak mengobrol, mengajak minum air panas,
atau membantu sebisanya jika ada yang minta tolong.

Solidaritas sosial baik atas dasar hubungan kekerabatan maupun hubungan


kedaerahan masih cukup kuat dikalangan masyarakat di daerah ini. Solidaritas
sosial atas dasar kekerabatan dikalangan masyarakat Etnis Bungku maupun
suku – suku lain nampak dalam acara perkawinan, kerja kebun atau
penggalangan dana sumbangan untuk pembangunan tempat ibadah dan
pendidikan. Begitu pula solidaritas sosial atas dasar kedaerahan juga cukup
menonjol. Hal ini nampak dalam pergaulan sehari – hari yang cukup akrab tanpa
menampakkan unsur etnis. Kenyataan pula menunjukkan bahwa banyak
pekerjaan seperti kerja sama membangun rumah dilakukan secara gotong royong
oleh masyarakat yang tidak melihat status sosialnya, baik kaya mapun miskin,
baik tokoh masyarakat maupun masyarakat biasa.

Dalam hal perkawinan, walaupun masyarakat seluruhnya beragama Islam, tetapi


dalam penyelenggaraan upacara perkawinan tetap dilaksanakan secara adat
bersamaan tuntunan dalam agama Islam. Hal ini nampak dalam proses
pelamaran dan perkawinan. Unsur agama hanya nampak pada pengucapan Ijab
Qabul/janji dan sumpah kedua mempelai, sedangkan adat terdapat pada
keseluruhan proses perkawinan. Perkawinan semacam ini tidak saja
diberlakukan pada perkawinan dikalangan masyarakat Desa Kolono dan Geresa
sendiri saja tetapi pula diberlakukan bagi orang lain yang menikahi perempuan
warga Desa Kolono dan Geresa. Bahkan pada beberapa kasus orang luar yang
melangsungkan prosesi pernikahan di Desa Kolono dan Geresa menggunakan
adat masyarakat lokal yang menjadi pasangannya. Dikalangan warga masyarakat
Etnis Bungku maupun suku-suku lain, upacara adat yang dilakukan pada waktu-
waktu tertentu antara lain setelah panen dan membangun rumah. Dalam upacara
mendirikan rumah baru, penduduk menyediakan makanan tradisional.

Apabila terjadi sengketa baik antara individu maupun kelompok, khususnya


perkara yang bersifat perdata seperti sengketa tanah, kebun, tumbuh – tumbuhan
dan lain-lain, dapat diselesaikan oleh seorang tokoh adat bersama – sama dengan
aparat pemerintah desa setempat maupun kecamatan. Dalam konteks ini media

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-43


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

penyelesaiannya adalah melalui proses musyawarah yang dipimpin oleh tokoh


adat dan disaksikan oleh aparat pemerintah. Sedangkan untuk perkara – perkara
yang bersifat pidana seperti perkelahian atau pencurian, masyarakat masih
memilih penyelesaian di desa setempat, dan dapat diselesaikan bersama tokoh –
tokoh masyarakat, tokoh agama, maupun tokoh pemuda. Kemudian pihak – pihak
yang bertikai atau yang mencuri dapat dikenakan denda sesuai ketentuan yang
berlaku di desa, dan apabila persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan di desa,
kemudian kepala desa akan melaporkan kepada aparat kepolisian setempat.

Karakteristik Masyarakat

Karakteristik masyarakat di Desa Kolono dan Geresa secara garis besar dapat
dibagi dua kelompok, yakni karakteristik masyarakat bekerja sebagai pegawai
(masyarakat modern), serta karateristik petani, masyarakat nelayan, dan
gabungan antara petani dan nelayan. Karakteristik masyarakat bekerja sebagai
pegawai dilembaga pendidikan dan kesehatan baik sebagai PNS/ASN maupun
sebagai honorer yang pada umumnya mereka yang mempunyai sumberdaya
manusia dan skill sesuai bidang profesi masing-masing. Setiap aktivitasnya telah
diatur oleh instansi yang menaunginya, secara otomatis mereka akan terbiasa
hidup disiplin dan mematuhi aturan dan karakteristik masyarakat petani terdapat
pada kelompok masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari hasil-hasil
pertanian, perkebunan jangka panjang dan hasil laut. Bagi kelompok ini
sumberdaya (basis material) yang paling utama adalah tanah (land) dengan suatu
sistem kepemilikan (kepenguasaan) baik yang berdasarkan hukum positif (ipso
jure) maupun yang berdasarkan hukum adat (ipso facto) maupun perairan laut.

Kelembagaan Masyarakat

Kelembagaan masyarakat yang terdapat di Desa Kolono dan Geresa meliputi


kelembagaan masyarakat yang bersifat modern, sementara itu yang bersifat
tradisional seperti misalnya lembaga adat. Kelembagaan masyarakat yang bersifat
modern tersebut meliputi Pemerintah Desa, BPD, PKK dan Persatuan Pemuda
serta lembaga bentukan masyarakat lainnya baik yang bersifat formal maupun
informal. Lembaga-lembaga ini sangat berperan namun demikian peran
pemerintah desa tetap menjadi ujung tombak dalam hal urusan pemerintahan.
Sementara lembaga yang bersifat tradisional yakni Ketua Adat yang berperan
menyelasaikan hal-hal yang sifatnya mengandung adat istiadat di kampung,
seperti halnya perkawinan, acara pesta rakyat dan lain – lain.

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-44


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Pemerintah Desa tidak saja mengurusi hal – hal yang berkaitan dengan kegiatan
pemerintahan, tetapi pula mengurusi masalah – masalah kemasyarakatan
lainnya seperti ketenagakerjaan, pertanahan, sengketa masyarakat, dan lain-lain.
Di kalangan masyarakat, masalah yang dihadapi terlebih dahulu dilaporkan
kepada Pemerintah Desa, setelah Pemerintah Desa belum menyelesaikan
masalah, baru langsung melaporkannya ke Pemerintah Kecamatan.

Dalam konteks urusan pemerintahan desa sendiri, Pemerintah Desa belum


maksimal menyelesaikan masalah – masalah yang terjadi dalam masyarakat,
berhubung kurang harmonisnya hubungan antara sesama Pemerintah Desa
maupun tokoh – tokoh masyarakat lainnya, masih ada miskomunikasi antara
sesama pemerintah desa dan tokoh-tokoh pemuda maupun tokoh – tokoh
masyarakat. Badan Pemberdayaan Desa (BPD) yang sangat diharapkan
menengahi persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat, namun kenyataannya
BPD masih kesulitan mencari titik temunya karena faktor belum harmonisnya
hubungan beberapa elemen – elemen masayarakat yang terkait di dalamnya.
Selama ini pemerintah Bungku Timur (TRIPIKA) dan lembaga bentukan
masyarakat sangat komunikatif dengan masyarakat setempat, akhirnya semua
persoalan dapat diselesaikan melalui TRIPIKA dan lembaga tersebut sebagai
mediator bila terjadi permasalahan.

Kepemimpinan

Otoritas yang bersifat legal formal merupakan sumber kepemimpinan yang paling
efektif dibandingkan dengan otoritas yang bersifat informal. Para tokoh yang
memegang peranan penting dimasyarakat adalah mereka yang memiliki
kekuasaan secara formal dalam struktur pemerintahan, sedangkan mereka yang
tidak memiliki kedudukan secara formal dalam struktur pemerintahan tidak
memiliki peran yang begitu efektif dimasyarakat. Diantara mereka yang dianggap
sebagai tokoh pemimpin karena kedudukannya dipemerintahan adalah Kepala
Desa. Seorang Kepala Desa memiliki peranan yang cukup signifikan ditengah –
tengah masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa seorang Kepala Desa dianggap
sebagai penguasa wilayah sebagaimana halnya seorang camat, bupati atau
gubernur. Di desa – desa dalam wilayah Bungku Timur seorang Kepala Desa
memegang peran yang sangat sentral sehingga segala kegiatan tidak saja yang
bersifat administratif tetapi juga politis harus disetujui oleh Kepala Desa.

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-45


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Kepala Desa dianggap sebagai salah satu jabatan formil di desa, sehingga seorang
Kepala Desa dipandang sebagai tokoh yang memiliki otoritas untuk
mengendalikan masyarakat, walaupun seseorang yang menjabat sebagai Kepala
Desa adalah dari golongan muda atau bukan dari keturunan yang terhormat atau
pula orang luar yang bukan penduduk lokal tetapi karena jabatannya, maka ia
akan lebih cenderung dipatuhi oleh masyarakat dibandingkan dengan mereka
yang lebih tua, golongan peapua dan penduduk asli di kampung tersebut. Apabila
seseorang telah berhenti sebagai Kepala Desa, maka dengan sendirinya pula
penghargaan masyarakat terhadapnya menjadi hilang.

Selain dari kepemimpinan yang berdasarkan pada otoritas legal formal, terdapat
pula kepemimpinan yang bersumber pada otoritas informal, walau ini
kenyataannya kurang efektif. Mereka yang termasuk dalam kategori ini adalah
seorang Imam Desa yang memiliki kekayaan tertentu, seorang mantan pejabat
baik pemerintahan, kepolisian atau militer, tokoh adat, seorang muda yang
memiliki pendidikan relatif tinggi dan guru sekolah. Mereka ini cenderung
dipandang terhormat oleh masyarakat walaupun masyarakat belum tentu patuh
terhadap saran atau perintah dari mereka. Dalam perjamuan atau suatu pesta
misalnya mereka akan diperlakukan lebih dibanding dengan anggota masyarakat
lainnya dan mereka diberi porsi perhargaan setingkat dibawah Tripika.

2.5.4. Komponen Kesehatan Masyarakat

a. Sumberdaya Kesehatan

Perbaikan pemeliharaan kesehatan rakyat dilaksanakan dalam usaha


peningkatan kemampuan tenaga kerja bagi keperluan pembangunan serta
meningkatkan terwujudnya kesejahteraan rakyat. Kesehatan merupakan
kebutuhan manusia Indonesia yang utama sebagai ukuran kualitas hidup yang
mendasar, sehingga perlu dijaga keseimbangan antara kemajuan dibidang
teknologi dengan kondisi lingkungan hidup pada tingkat yang tidak akan
memberikan pengaruh yang merugikan bagi kesehatan masyarakat.

Pembangunan berwawasan lingkungan kesehatan perlu dijaga kelestariannya


dengan melalui penyelenggaraan upaya kesehatan menyeluruh dan terpadu
untuk menuju sehat tahun 2020. Sehat adalah hak asasi manusia, karenanya
perlu dijaga dan diperlihara agar kita dapat selalu berkarya dalam masyarakat.
Kesehatan bukanlah segalanya tetapi tanpa kesehatan segalanya tidak ada
artinya.

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-46


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Pada tahun 2015 di Kecamatan Bungku Timur Kabupaten Morowali penyediaan


sarana kesehatan semakin meningkat baik kualitas maupun kuantitas. Data
sarana kesehatan dan tenaga kesehatan di Kecamatan Bungku Timur
selengkapnya disajikan pada Tabel 2.16.

Tabel 2.16. Sarana Kesehatan dan Tenaga Kesehatan di


Kecamatan Bungku Timur
No Fasilitas Kesehatan Jumlah
1. Puskesmas 1 buah
2. Puskesmas Pembantu 3 buah
3. Posyandu 11 buah
4. Apotek 1 buah
5. Pos KB 9 Buah
6. Poskesdes 6 Buah
7. Tempat Praktek Dokter 1 Buah
8. Toko Obat/Jamu 1 Buah
Tenaga Kesehatan
1. Dokter Umum 2 Orang
2. Bidan Desa 16 Orang
3. Paramedis 21 Orang
Sumber: BPS, 2015

b. Kondisi Kesehatan Masyarakat

Hasil wawancara yang dilakukan terhadap masyarakat di lokasi rencana tapak


kegiatan terkait pola hidup bersih dan sehat diperoleh data sebagai berikut:
1) Sumber air yang digunakan masyarakat berasal dari jaringan pipa yang
bersumber dari pegunungan dibelakang desa;
2) Perumahan warga pada umumnya permanen dan semi permanen;
3) Pembuangan sampah RT dilakukan di tempat pembuangan sampah, di lahan
kosong, dan/atau di lahan pertanian;
4) Jamban keluarga menggunakan jamban sendiri dan jamban umum;
5) Sumber air untuk mencuci berasal dari jaringan pipa;

Untuk aspek Kesmas tidak lepas dari kondisi kesehatan masyarakat Kecamatan
Bungku Timur dan Kabupaten Morowali secara umum. Banyaknya penyakit yang
diidap warga Kecamatan Bungku Timur sebagaimana disajikan pada Tabel 2.17.

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-47


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Tabel 2.17. Banyaknya Penderita Penyakit Menurut Jenis Penyakit di


Kecamatan Bungku Timur Tahun 2016
No. Jenis Penyakit Jumlah Kasus
1 Gasteritis (Penyakit Lambung) 118
2 Hypertensi Esensial (Darah Tinggi) 89
3 Polimialgia Reumatik 21
4 Influenza 99
5 Gastro Enteritis 30
6 Diabetes Miletus 11
Jumlah 368
Sumber: Dokumen UKL – UPL Puskesmas Plus Bahomotefe, 2016

Pengumpulan data primer dan sekunder yang dituangkan dalam rona lingkungan
hidup awal ini dapat dipetakan sebagai peta sampel dan studi sebagaimana
disajikan pada Gambar 2.17.

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-48


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Gambar 2.17. Peta Sampel dan Studi

Rencana Usaha dan/atau Kegiatan II-49


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Rencana Usaha
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

BAB III
DAMPAK LINGKUNGAN YANG DITIMBULKAN DAN
UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP SERTA
UPAYA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP

3.1. Dampak Lingkungan

Dampak lingkungan yang ditimbulkan dari rencana kegiatan pertambangan dan


pengolahan batu gamping oleh PT. Ocean Valley International di Desa Kolono dan
Geresa Kecamatan Bungku Timur diidentifikasi dengan beberapa pendekatan
berupa matriks interaksi, analogi dan diskusi atau interaksi kelompok. Matriks
identifikasi dampak sebagaimana disajikan pada Tabel 3.1.

Tabel 3.1. Matriks Identifikasi Dampak


Tahapan/Komponen Kegiatan
No Komponen Lingkungan Prakonstruksi Konstruksi Operasi Pasca Operasi
1 2 3 1 2 3 4 5 1 2 3 1 2 3
I GE0 – FISIK - KIMIA
1 Kualitas udara x x x x
2 Kebisingan x x x x x
3 Tanah x
4 Kualitas air permukaan x
5 Lalu lintas darat x x
II BIOLOGI
1 Flora darat x x
2 Fauna darat x
III SOSIAL – EKONOMI – BUDAYA
1 Sikap dan persepsi x x x x x
2 Keresahan masyarakat x x x x x
3 Kesempatan kerja x x x
4 Peluang berusaha x x
5 Pendapatan masyarakat x x x x x x
6 PAD x x x
IV KESEHATAN MASYARAKAT
1 Derajat kesehatan x x
2 Sanitasi lingkungan x x x x
3 Vektor penyakit x
Ket: x = Menunjukkan ada dampak
Pra Konstruksi: Konstruksi: Operasi: Pasca Operasi:
1. Perizinan 1. Penerimaan Tenaga Kerja 1. Penambangan dan 1. Demobilisasi
2. Sosialisasi Konstruksi Pengolahan Batu Peralatan
3. Pembebasan 2. Mobilisasi Peralatan dan Gamping 2. Penanganan Tenaga
Lahan Material 2. Pengoperasian Kerja
3. Pembangunan Sarana Sarana dan 3. Penyerahan Aset
dan Prasaran Prasaran
4. Konstruksi Stone Crusher Penunjang
5. PHK Tenaga Kerja 3. Reklamasi,
Konstruksi Revegetasi dan
Penataan Lahan

Dampak Lingkungan yang Ditimbulkan dan Upaya Pengeolaan Lingkungan III-1


Hidup Sera Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Matriks interaksi menampilkan interaksi komponen rencana kegiatan sebagai


sumber dampak dengan komponen lingkungan yang akan terpapar. Penentuan
ada tidaknya dampak selanjutnya digunaka metode analogi pada rencana
kegiatan yang sama pada lingkup wilayah Kabupaten Morowali. Selain itu juga
dilakukan diskusi dengan beberapa ahli yang berkompoten serta dengan
pemrakarsa. Berdasarkan hal tersebut diperoleh dampak lingkungan
sebagaimana disajikan pada Tabel 3.2.

Tabel 3.2. Dampak Lingkungan yang Ditimbulkan


Tahapan/Komponen Kegiatan Dampak Lingkungan
Tahap Pra Konstruksi
1. Perizinan 1. Peningkatan PAD
2. Sosialisasi 1. Sikap dan persepsi masyarakat
2. Keresahan masyarakat
3. Pembebasan lahan 1. Sikap dan persepsi masyarakat
2. Keresahan masyarakat
3. Peningkatan pendapatan masyarakat
Tahap Konstruksi
1. Penerimaan Tenaga Kerja Konstruksi 1. Sikap dan persepsi masyarakat
2. Keresahan masyarakat
3. Peningkatan kesempatan kerja
4. Peningkatan pendapatan masyarakat
2. Mobilisasi Peralatan dan Material 1. Penurunan kualitas udara
2. Peningkatan kebisingan
3. Gangguan lalulintas darat
4. Peningkatan peluang berusaha
5. Peningkatan pendapatan masyarakat
6. Penurunan derajat kesehatan masyarakat
7. Penurunan sanitasi lingkungan
3. Pembangunan Sarana dan Prasaran 1. Penurunan kualitas udara
Penunjang 2. Peningkatan kebisingan
4. Konstruksi Stone Crusher 1. Peningkatan kebisingan
2. Penurunan sanitasi lingkungan
5. Pemutusan Hubungan Kerja Tenaga Kerja 1. Sikap dan persepsi masyarakat
Konstruksi 2. Keresahan masyarakat
3. Hilangnya mata pencaharian masyarakat
4. Penurunan pendapatan masyarakat
Tahap Operasi
1. Penambangan dan Pengolahan Batu 1. Penurunan kualitas udara
Gamping 2. Peningkatan kebisingan
3. Peningkatan erosi dan sedimentasi
4. Penurunan kualitas air permukaan
5. Gangguan flora darat
6. Gangguan fauna darat
7. Peningkatan peluang berusaha
8. Peningkatan pendapatan masyarakat
9. Peningkatan PAD
10. Penurunan derajat kesehatan
masyarakat
11. Penurunan sanitasi lingkungan
12. Peningkatan vektor penyakit

Dampak Lingkungan yang Ditimbulkan dan Upaya Pengeolaan Lingkungan III-2


Hidup Sera Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Tahapan/Komponen Kegiatan Dampak Lingkungan


2. Pengoperasian Sarana dan Prasaran 1. Penurunan sanitasi lingkungan
Penunjang
3. Reklamasi, Revegetasi dan Penataan 1. Peningkatan populasi flora darat
Lahan Pasca Tambang
Tahap Pasca Operasi
1. Demobilisasi Peralatan 1. Penurunan kualitas udara
2. Peningkatan kebisingan
3. Gangguan lalulintas darat
2. Penanganan Tenaga Kerja 1. Sikap dan persepsi masyarakat
2. Keresahan masyarakat
3. Hilangnya mata pencaharian masyarakat
4. Penurunan pendapatan masyarakat
3. Penyerahan Aset 1. Peningkatan aset daerah

3.2. Upaya Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup

Matriks upaya pengelolalaan dan pemantauan lingkungan hidup rencana


kegiatan pertambangan dan pengolahan batu gamping oleh PT. Ocean Valley
International di Desa Kolono dan Geresa Kecamatan Bungku Timur Kabupaten
Morowali disajikan pada Tabel 3.3. dan peta pengelolaan dan pemantauan
lingkunan hidup sebagaimana disajikan pada Gambar 3.1.

Dampak Lingkungan yang Ditimbulkan dan Upaya Pengeolaan Lingkungan III-3


Hidup Sera Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Tabel 3.3. Matriks Upaya Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelolaan dan
Besaran
Sumber Dampak Jenis Dampak Pemantauan Lingkungan Ket
Dampak Bentuk UKL Lokasi Periode Bentuk UPL Lokasi Periode Hidup
Tahap Pra Konstruksi
1. Perizinan 1. Peningkatan Jumlah pajak Pemrakarsa mematuhi Pemda Sekali, Pengumpulan data primer Pemda Sekali, a. Pelaksana:
PAD perizinan yang dan menyelesaikan Kabupaten selama dan sekunder yang Kabupaten selama - PT. Ocean Valley
diwajibkan seluruh biaya perizinan Morowali proses bersumber dari instansi Morowali proses International
pada sesuai dengan besaran pengurusan pemerintah terkait dengan pengurusan b. Pengawas:
pemrakarsa dan waktu yang telah perizinan perpajakan perizinan perizinan - DLH Daerah Kab.
ditetapkan berdasarkan Morowali;
peraturan perundang – - Pemerintah
undangan yang berlaku Kecamatan
Bungku Timur
dan Desa Kolono
dan geresa
c. Penerima Laporan:
- DLH Daerah Kab.
Morowali
2. Sosialisasi 1. Sikap, Minimal • Mensosialisasikan Desa Kolono Selama Pengamatan langsung di Desa Kolono Sekali, a. Pelaksana:
persepsi dan terdapat 1 rencana kegiatan dan Geresa kegiatan lapangan dan didukung dan Geresa selama - PT. Ocean Valley
keresahan (satu) orang pertambangan dan Kecamatan sosialisasi dengan data sekunder Kecamatan kegiatan International
masyarakat masyarakat di pengolahan batu Bungku Bungku sosialisasi b. Pengawas:
Desa Kolono gamping kepada Timur Timur - DLH Daerah Kab.
dan Geresa masyarakat sekitar Kabupaten Kabupaten Morowali;
yang secara langsung Morowali Morowali - Pemerintah
memberikan dengan informasi yang Kecamatan
sikap, persepsi terbuka dan lengkap; Bungku Timur
dan keresahan • Melakukan pendekatan dan Desa Kolono
dari kegiatan dan komunikasi dan geresa
sosialisasi (dialog) secara c. Penerima Laporan:
langsung dengan - DLH Daerah Kab.
masyarakat sekitar; Morowali
• Meminta bantuan
pemerintah desa dan
kecamatan serta tokoh
masyarakat setempat
dalam mendukung
kegiatan sosialisasi;
• Melakukan koordinasi
dengan pihak
keamanan untuk
melakukan tindakan-
tindakan preventif
yang diperlukan
3. Pembebasan 1. Sikap, Minimal • Mensosialisasikan Desa Kolono Selama Pengamatan langsung di Desa Kolono Sekali, a. Pelaksana:
lahan persepsi dan terdapat 1 kepada masyarakat dan Geresa kegiatan lapangan dan didukung dan Geresa selama - PT. Ocean Valley
keresahan (satu) orang sekitar dan terkhusus Kecamatan pembebasan dengan data sekunder Kecamatan kegiatan International
masyarakat masyarakat di pemilik lahan Bungku lahan Bungku pembebasan b. Pengawas:
Desa Kolono mengenai mekanisme Timur Timur lahan - DLH Daerah Kab.
dan Geresa dan besaran nilai Kabupaten Kabupaten Morowali;
yang tanah yang akan Morowali Morowali - BPN Kab.
memberikan dibebaskan; Morowali;
sikap, persepsi • Melakukan pendekatan - Pemerintah
dan keresahan dan komunikasi Kecamatan
dari kegiatan (dialog) secara Bungku Timur

Dampak Lingkungan yang Ditimbulkan dan Upaya Pengeolaan Lingkungan Hidup Sera Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup III-4
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelolaan dan
Besaran
Sumber Dampak Jenis Dampak Pemantauan Lingkungan Ket
Dampak Bentuk UKL Lokasi Periode Bentuk UPL Lokasi Periode Hidup
pembebasan langsung dengan dan Desa Kolono
lahan masyarakat pemilik dan geresa
lahan dalam rangka c. Penerima Laporan:
rencana pembebasan - DLH Daerah Kab.
lahan; Morowali;
• Pembebasan lahan - BPN Kab.
dengan melibatkan Morowali
instansi terkait seperti
BPN Kabupaten
Morowali;
• Meminta bantuan
pemerintah desa dan
kecamatan serta tokoh
masyarakat setempat
dalam pembebasan
lahan;
• Pembebasan lahan
dilakukan secara
langsung kepada
pemilik lahan tanpa
melalui perantara;
• Melakukan koordinasi
dengan pihak
keamanan untuk
melakukan tindakan-
tindakan preventif.
2. Peningkatan Sejumlah • Pembayaran Ganti Desa Kolono Selama Pengamatan langsung di Desa Kolono Sekali, a. Pelaksana:
pendapatan nominal yang Rugi tanah sesuai dan Geresa kegiatan lapangan dan didukung dan Geresa selama - PT. Ocean Valley
masyarakat diterima NJOP dan/atau Kecamatan pembebasan dengan data sekunder Kecamatan kegiatan International
masyarakat kesepakatan bersama Bungku lahan Bungku pembebasan b. Pengawas:
dari antara masyarakat Timur Timur lahan - DLH Daerah Kab.
pembebasan pemilik lahan dengan Kabupaten Kabupaten Morowali;
lahan pemrakarsa; Morowali Morowali - BPN Kab.
• Pembayaran Morowali;
pembebasan lahan - Pemerintah
dilakukan secara Kecamatan
langsung tanpa melalui Bungku Timur
perantara dan Desa Kolono
dan geresa
c. Penerima Laporan:
- DLH Daerah Kab.
Morowali;
- BPN Kab.
Morowali
Tahap Konstruksi
1. Penerimaan 1. Sikap, Minimal • Memberikan informasi Desa Kolono Selama Pengamatan langsung di Desa Kolono Selama a. Pelaksana:
Tenaga Kerja persepsi dan terdapat 1 penerimaan tenaga dan Geresa kegiatan lapangan dan didukung dan Geresa kegiatan - PT. Ocean Valley
Konstruksi keresahan (satu) orang kerja konstruksi secara Kecamatan penerimaan dengan data sekunder Kecamatan penerimaan International
masyarakat masyarakat di terbuka dan jelas; Bungku tenaga kerja Bungku tenaga kerja b. Pengawas:
Desa Kolono • Memberikan Timur konstruksi Timur konstruksi - DLH Daerah Kab.
dan Geresa penjelasan jumlah dan Kabupaten Kabupaten Morowali;
yang mekanisme Morowali Morowali - Dinsosnakertrans
memberikan pengupahan tenaga Kab. Morowali;
sikap, persepsi kerja yang direkrut

Dampak Lingkungan yang Ditimbulkan dan Upaya Pengeolaan Lingkungan Hidup Sera Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup III-5
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelolaan dan
Besaran
Sumber Dampak Jenis Dampak Pemantauan Lingkungan Ket
Dampak Bentuk UKL Lokasi Periode Bentuk UPL Lokasi Periode Hidup
dan keresahan secara jelas termasuk - Pemerintah
dari kegiatan deskripsi pekerjaan Kecamatan
penerimaan yang akan ditugaskan; Bungku Timur
tenaga kerja • Membuat kontrak kerja dan Desa Kolono
konstruksi secara tertulis yang dan geresa
berisi hak dan c. Penerima Laporan:
kewajiban tenaga kerja - DLH Daerah Kab.
konstruksi Morowali;
- Dinsosnakertrans
Kab. Morowali
2. Peningkatan Sebesar jumlah • Penerimaan tenaga Desa Kolono Selama Pengamatan langsung di Desa Kolono Selama a. Pelaksana:
kesempatan tenaga kerja kerja mengutamakan dan Geresa kegiatan lapangan dan didukung dan Geresa kegiatan - PT. Ocean Valley
kerja konstruksi yang tenaga kerja lokal Kecamatan penerimaan dengan data sekunder Kecamatan penerimaan International
akan direkrut khususnya yang Bungku tenaga kerja Bungku tenaga kerja b. Pengawas:
berdomisili di Desa Timur konstruksi Timur konstruksi - DLH Daerah Kab.
Kolono dan Geresa Kabupaten Kabupaten Morowali;
• Mempermudah Morowali Morowali - Dinsosnakertrans
persyaratan yang Kab. Morowali;
dibutuhkan dalam - Pemerintah
rekruitmen tenaga Kecamatan
kerja konstruksi Bungku Timur
dan Desa Kolono
dan geresa
c. Penerima Laporan:
- DLH Daerah Kab.
Morowali;
- Dinsosnakertrans
Kab. Morowali
3. Peningkatan Sejumlah upah • Pengupahan minimal Desa Kolono Selama Pengamatan langsung di Desa Kolono Selama a. Pelaksana:
pendapatan yang diperoleh sebesar UMR Kab. dan Geresa kegiatan lapangan dan didukung dan Geresa kegiatan - PT. Ocean Valley
masyarakat tenaga kerja Morowali; Kecamatan penerimaan dengan data sekunder Kecamatan penerimaan International
konstruksi • Pengupahan dilakukan Bungku tenaga kerja Bungku tenaga kerja b. Pengawas:
tepat waktu Timur konstruksi Timur konstruksi - DLH Daerah Kab.
Kabupaten Kabupaten Morowali;
Morowali Morowali - Dinsosnakertrans
Kab. Morowali;
- Pemerintah
Kecamatan
Bungku Timur
dan Desa Kolono
dan geresa
c. Penerima Laporan:
- DLH Daerah Kab.
Morowali;
- Dinsosnakertrans
Kab. Morowali
2. Mobilisasi 1. Penurunan Parameter • Penyiraman air Ruas jalan Setiap 6 Pengamatan dan Ruas jalan Setiap 6 a. Pelaksana:
Peralatan dan kualitas kualitas udara pada lokasi yang dan bulan pengukuran secara dan bulan - PT. Ocean Valley
Material udara tidak melebihi berpotensi permukiman dan/atau langsung terhadap permukiman International
baku mutu menimbulkan debu; yang dilalui setiap ada beberapa parameter yang dilalui b. Pengawas:
sebagaimana • Kendaraan berjalan dalam indikasi kualitas udara dalam - DLH Daerah Kab.
tercantum pelan – pelan pada mobilisasi yang mobilisasi Morowali;
dalam daerah yang berdebu, peralatan menunjukka peralatan - Pemerintah
Peraturan dengan kecepatan dan material n adanya dan material Kecamatan
Pemerintah kendaraan max 40 Desa Kolono gangguan Desa Kolono Bungku Timur

Dampak Lingkungan yang Ditimbulkan dan Upaya Pengeolaan Lingkungan Hidup Sera Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup III-6
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelolaan dan
Besaran
Sumber Dampak Jenis Dampak Pemantauan Lingkungan Ket
Dampak Bentuk UKL Lokasi Periode Bentuk UPL Lokasi Periode Hidup
Nomor : 41 km/jam; dan Geresa selama dan Geresa dan Desa Kolono
Tahun 1999 • Perawatan kendaraan Kecamatan kegiatan Kecamatan dan geresa
tentang bermotor secara Bungku berlangsung Bungku c. Penerima Laporan:
Pengendalian berkala. Timur Timur - DLH Daerah Kab.
Pencemaran • Membuat Standard Morowali
Udara Operating Procedure
(SOP)/Work
Instruction (WI) untuk
menangani kualitas
udara;
• Pengangkutan
material dilakukan
dengan menggunakan
dump truk yang layak
pakai;
• Menutup bak dump
truk pada saat
mengangkut material
terutama material
timbunan.
2. Peningkatan Tingkat • Kegiatan mobilisasi Ruas jalan Setiap 6 Pengamatan dan Ruas jalan Setiap 6 a. Pelaksana:
kebisingan kebisingan peralatan dan dan bulan pengukuran secara dan bulan - PT. Ocean Valley
tidak melebihi material dilakukan permukiman dan/atau langsung menggunakan permukiman International
baku mutu pada siang hari atau yang dilalui setiap ada Sound Level Meter yang dilalui b. Pengawas:
sebagaimaan kalau dilakukan pada dalam indikasi dalam - DLH Daerah Kab.
tercantum malam hari perlu mobilisasi yang mobilisasi Morowali;
dalam disosialisasikan peralatan menunjukka peralatan - Pemerintah
Keputusan pada masyarakat dan material n adanya dan material Kecamatan
Menteri Negara sekitar; Desa Kolono gangguan Desa Kolono Bungku Timur
Lingkungan • Pengaturan kecepatan dan Geresa selama dan Geresa dan Desa Kolono
Hidup No. Kep- kendaraan yang Kecamatan kegiatan Kecamatan dan geresa
48/MENLH/19 melintas didaerah Bungku berlangsung Bungku c. Penerima Laporan:
96 tentang permukiman dengan Timur Timur - DLH Daerah Kab.
Baku Mutu kecepatan kendaraan Morowali
Tingkat max 40 km/jam;
Kebisingan • Mengoperasikan
kendaraan yang laik
pakai;
• Mengatur frekuensi
lalulintas kendaraan;
• Pengaturan jadwal
pengoperasian
kendaraan
• Membuat Standard
Operating Procedure
(SOP)/Work
Instruction (WI)
untuk menangani
kebisingan
3. Gangguan Terjadinya • Mengatur jadwal Ruas jalan Setiap saat Pengamatan / pengukuran Ruas jalan Setiap 6 a. Pelaksana:
lalulintas kemacetan dan kendaraan dan selama langsung di lapangan dan bulan - PT. Ocean Valley
darat kecelakaan pengangkutan permukiman kegiatan permukiman International
lalulintas pada peralatan dan material; yang dilalui mobilisasi yang dilalui b. Pengawas:
jalur mobilisasi • Membuat rambu – dalam pealatan dan dalam - DLH Daerah Kab.
peralatan dan rambu lalulintas mobilisasi material mobilisasi Morowali;

Dampak Lingkungan yang Ditimbulkan dan Upaya Pengeolaan Lingkungan Hidup Sera Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup III-7
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelolaan dan
Besaran
Sumber Dampak Jenis Dampak Pemantauan Lingkungan Ket
Dampak Bentuk UKL Lokasi Periode Bentuk UPL Lokasi Periode Hidup
material terutama disekitar peralatan peralatan - Dinas
minimal satu lokasi proyek dan material dan material Perhubungan Kab.
kali Desa Kolono Desa Kolono Morowali;
dan Geresa dan Geresa - Pemerintah
Kecamatan Kecamatan Kecamatan
Bungku Bungku Bungku Timur
Timur Timur dan Desa Kolono
dan geresa
c. Penerima Laporan:
- DLH Daerah Kab.
Morowali;
- Dinas
Perhubungan Kab.
Morowali
4. Peningkatan Sejumlah • Memberikan Desa Kolono Sekali, Pengamatan langsung di Desa Kolono Setiap 6 a. Pelaksana:
peluang armada yang kesempatan pada dan Geresa selama lapangan dan didukung dan Geresa bulan - PT. Ocean Valley
berusaha merupakan masyarakat untuk Kecamatan kegiatan dengan data sekunder Kecamatan International
usaha terlibat dalam kegiatan Bungku mobilisasi Bungku b. Pengawas:
masyarakat mobilisasi peralatan Timur peralatan Timur - DLH Daerah Kab.
yang dilibatkan materia terutama yang Kabupaten dan material Kabupaten Morowali;
dalam memiliki armada atau Morowali Morowali - Pemerintah
mobilisasi kendaraan Kecamatan
peralatan dan pengangkutan Bungku Timur
material dan Desa Kolono
dan geresa
c. Penerima Laporan:
- DLH Daerah Kab.
Morowali
5. Peningkatan Sejumlah upah • Pembayaran upah Desa Kolono Sekali, Pengamatan langsung di Desa Kolono Setiap 6 a. Pelaksana:
pendapatan yang diterima masyarakat yang dan Geresa selama lapangan dan didukung dan Geresa bulan - PT. Ocean Valley
masyarakat oleh terlibat dalam kegiatan Kecamatan kegiatan dengan data sekunder Kecamatan International
masyarakat mobilisasi peralatan Bungku mobilisasi Bungku b. Pengawas:
yang terlibat dan material minimal Timur peralatan Timur - DLH Daerah Kab.
dalam kegiatan sebesar UMR Kab. Kabupaten dan material Kabupaten Morowali;
mobilisasi Morowali; Morowali Morowali - Pemerintah
peralatan dan • Pembayaran dilakukan Kecamatan
material secara langsung dan Bungku Timur
tepat waktu dan Desa Kolono
dan geresa
c. Penerima Laporan:
- DLH Daerah Kab.
Morowali
6. Penurunan Minimal • Membagikan masker Ruas jalan Setiap 6 • Pengamatan langsung di Ruas jalan Setiap 6 a. Pelaksana:
derajat terdapat 1 kepada masyarakat dan bulan lapangan dan didukung dan bulan - PT. Ocean Valley
kesehatan (satu) orang sekitar yang dilalui permukiman dan/atau dengan data sekunder; permukiman International
masyarakat masyarakat jalur mobilisasi yang dilalui setiap ada • Analisis data dilakukan yang dilalui b. Pengawas:
disekitar jalan terutama pada musim dalam indikasi dengan analisis dalam - DLH Daerah Kab.
jalur mobilisasi kemarau; mobilisasi yang kuantitatif dan kualitatif mobilisasi Morowali;
peralatan dan • Melakukan peralatan menunjukka peralatan - Dinas Kesehatan
material yang penyiraman terutama dan material n adanya dan material Kab. Morowali;
mengalami pada jalan jalur Desa Kolono gangguan Desa Kolono - Pemerintah
ISPA, sakit mobilisasi yang dan Geresa selama dan Geresa Kecamatan
mata dan berpotensi Kecamatan kegiatan Kecamatan Bungku Timur
gangguan menimbulkan Bungku berlangsung Bungku dan Desa Kolono
pendengaran bangkitan debu; Timur Timur dan geresa

Dampak Lingkungan yang Ditimbulkan dan Upaya Pengeolaan Lingkungan Hidup Sera Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup III-8
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelolaan dan
Besaran
Sumber Dampak Jenis Dampak Pemantauan Lingkungan Ket
Dampak Bentuk UKL Lokasi Periode Bentuk UPL Lokasi Periode Hidup
• Berperanaktif dalam c. Penerima Laporan:
mensosialisasikan - DLH Daerah Kab.
PHBS pada Morowali;
masyarakat sekitar - Dinas Kesehatan
Kab. Morowali
7. Penurunan Sejumlah • Menutup rapat bak Ruas jalan Setiap 6 Pengamatan langsung di Ruas jalan Setiap 6 a. Pelaksana:
sanitasi ceceran damp truck yang dan bulan lapangan dan didukung dan bulan - PT. Ocean Valley
lingkungan material pada digunakan dalam permukiman dan/atau dengan data sekunder permukiman International
ruas jalan jalur mobilisasi material; yang dilalui setiap ada yang dilalui b. Pengawas:
mobilisasi dalam indikasi dalam - DLH Daerah Kab.
peralatan mobilisasi yang mobilisasi Morowali;
material peralatan menunjukka peralatan - Dinas Kesehatan
dan material n adanya dan material Kab. Morowali;
Desa Kolono gangguan Desa Kolono - Pemerintah
dan Geresa selama dan Geresa Kecamatan
Kecamatan kegiatan Kecamatan Bungku Timur
Bungku berlangsung Bungku dan Desa Kolono
Timur Timur dan geresa
c. Penerima Laporan:
- DLH Daerah Kab.
Morowali;
- Dinas Kesehatan
Kab. Morowali
3. Pembanguna 1. Penurunan Parameter • Menggunakan Lokasi IUP Setiap 6 Pengamatan dan Lokasi IUP Setiap 6 a. Pelaksana:
n Sarana dan kualitas kualitas udara peralatan terutana PT. Ocean bulan pengukuran secara PT. Ocean bulan - PT. Ocean Valley
Prasaran udara tidak melebihi mesin – mesin yang Valley dan/atau langsung terhadap Valley International
Penunjang baku mutu laik pakai; International setiap ada beberapa parameter International b. Pengawas:
sebagaimana • Melakukan indikasi kualitas udara - DLH Daerah Kab.
tercantum penyiraman pada yang Morowali;
dalam tempat – tempat yang menunjukka - Pemerintah
Peraturan potensial n adanya Kecamatan
Pemerintah menimbulkan gangguan Bungku Timur
Nomor : 41 bangkitan debu selama dan Desa Kolono
Tahun 1999 kegiatan dan geresa
tentang berlangsung c. Penerima Laporan:
Pengendalian - DLH Daerah Kab.
Pencemaran Morowali
Udara
2. Peningkatan Tingkat • Menggunakan Lokasi IUP Setiap 6 Pengamatan dan Lokasi IUP Setiap 6 a. Pelaksana:
kebisingan kebisingan peralatan terutama PT. Ocean bulan pengukuran secara PT. Ocean bulan - PT. Ocean Valley
tidak melebihi mesin – mesin yang Valley dan/atau langsung menggunakan Valley International
baku mutu laik pakai; International setiap ada Sound Level Meter International b. Pengawas:
sebagaimaan • Konstruksi sarana dan indikasi - DLH Daerah Kab.
tercantum prasarana penunjang yang Morowali;
dalam tidak dilakukan pada menunjukka - Pemerintah
Keputusan malam hari, itupun n adanya Kecamatan
Menteri Negara kalau dilakukan harus gangguan Bungku Timur
Lingkungan disosialisasikan selama dan Desa Kolono
Hidup No. Kep- terlebih dahulu dengan kegiatan dan geresa
48/MENLH/19 masyarakat sekitar berlangsung c. Penerima Laporan:
96 tentang - DLH Daerah Kab.
Baku Mutu Morowali
Tingkat
Kebisingan

Dampak Lingkungan yang Ditimbulkan dan Upaya Pengeolaan Lingkungan Hidup Sera Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup III-9
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelolaan dan
Besaran
Sumber Dampak Jenis Dampak Pemantauan Lingkungan Ket
Dampak Bentuk UKL Lokasi Periode Bentuk UPL Lokasi Periode Hidup
4. Konstruksi 1. Peningkatan Tingkat • Pada konstruksi stone Lokasi Setiap 6 Pengamatan dan Lokasi Setiap 6 a. Pelaksana:
Stone Crusher kebisingan kebisingan crusher menggunakan konstruksi bulan pengukuran secara konstruksi bulan - PT. Ocean Valley
tidak melebihi peralatan terutama stone crusher dan/atau langsung menggunakan stone crusher International
baku mutu mesin – mesin yang setiap ada Sound Level Meter b. Pengawas:
sebagaimaan laik pakai; indikasi - DLH Daerah Kab.
tercantum • Kegiatan konstruksi yang Morowali;
dalam tidak dilakukan pada menunjukka - Pemerintah
Keputusan malam hari, itupun n adanya Kecamatan
Menteri Negara kalau dilakukan harus gangguan Bungku Timur
Lingkungan disosialisasikan selama dan Desa Kolono
Hidup No. Kep- terlebih dahulu dengan kegiatan dan geresa
48/MENLH/19 masyarakat sekitar berlangsung c. Penerima Laporan:
96 tentang - DLH Daerah Kab.
Baku Mutu Morowali
Tingkat
Kebisingan
2. Penurunan Terdapat • Menyiapkan tempat Lokasi Setiap 6 Pengamatan langsung di Lokasi Setiap 6 a. Pelaksana:
sanitasi ceceran pembuangan sampah konstruksi bulan lapangan dan didukung konstruksi bulan - PT. Ocean Valley
lingkungan material dan sementara (TPS) stone crusher dan/atau dengan data sekunder stone crusher International
timbulan disekitar lokasi setiap ada b. Pengawas:
sampah sisa – konstruksi; indikasi - DLH Daerah Kab.
sisa konstruksi • Memanfaatkan yang Morowali;
stone crusher seefisien mungkin sisa menunjukka - Dinas Kesehatan
– sisa bahan/material n adanya Kab. Morowali;
konstruksi gangguan - Pemerintah
• Memisahkan sampah selama Kecamatan
organik dan anorganik; kegiatan Bungku Timur
• Menerapkan disiplin berlangsung dan Desa Kolono
membuang sampah dan geresa
pada tempatnya c. Penerima Laporan:
kepada seluruh tenaga - DLH Daerah Kab.
kerja; Morowali;
• Secara berkala - Dinas Kesehatan
mengumpulkan Kab. Morowali
sampah dari TPS
untuk selanjutnya
dibuang ke TPA;
• Sampah kegiatan
konstruksi dibuang ke
TPA, dan sisa
bahan/material
disimpan rapi
5. Pemutusan 1. Sikap, Minimal • Memberikan informasi Desa Kolono Sekali, Pengamatan langsung di Desa Kolono Setiap 6 a. Pelaksana:
Hubungan persepsi dan terdapat 1 PHK secara terbuka dan Geresa selama lapangan dan didukung dan Geresa bulan - PT. Ocean Valley
Kerja Tenaga keresahan (satu) orang dan jelas jauh sebelum Kacematan kegiatan dengan data sekunder Kacematan International
Kerja masyarakat masyarakat pelaksanaan PHK; Bungku pemutusan Bungku b. Pengawas:
konstruksi Desa Kolono • PHK dilakukan sesuai Timur hubungan Timur - DLH Daerah Kab.
dan Geresa dengan ketentuan Kabupeten kerja tenaga Kabupeten Morowali;
yang peraturan perundang – Morowali kerja Morowali - Dinsosnakertrans
memberikan undangan yang konstruksi Kab. Morowali;
sikap, persepsi berlaku; - Pemerintah
dan keresahan Kecamatan
karena kegiatan Bungku Timur
pemutusan dan Desa Kolono
hubungan kerja dan geresa

Dampak Lingkungan yang Ditimbulkan dan Upaya Pengeolaan Lingkungan Hidup Sera Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup III-10
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelolaan dan
Besaran
Sumber Dampak Jenis Dampak Pemantauan Lingkungan Ket
Dampak Bentuk UKL Lokasi Periode Bentuk UPL Lokasi Periode Hidup
tenaga kerja c. Penerima Laporan:
konstruksi - DLH Daerah Kab.
Morowali
2. Hilangnya Sejumlah • Memfasilitasi tenaga Desa Kolono Sekali, Pengamatan langsung di Desa Kolono Setiap 6 a. Pelaksana:
mata tenaga kerja kerja konstruksi yang dan Geresa selama lapangan dan didukung dan Geresa bulan - PT. Ocean Valley
pencaharian konstruksi yang diputuskan untuk Kacematan kegiatan dengan data sekunder Kacematan International
masyarakat diputuska dapat bekerja ditempat Bungku pemutusan Bungku b. Pengawas:
lain sesuai pengalaman Timur hubungan Timur - DLH Daerah Kab.
kerja yang dimiliki; Kabupeten kerja tenaga Kabupeten Morowali;
• Memberikan surat Morowali kerja Morowali - Dinsosnakertrans
keterangan konstruksi Kab. Morowali;
pengalaman kerja pada - Pemerintah
tenaga kerja Kecamatan
konstruksi yang Bungku Timur
diputuskan dan Desa Kolono
dan geresa
c. Penerima Laporan:
- DLH Daerah Kab.
Morowali;
- Dinsosnakertrans
Kab. Morowali
3. Penurunan Sejumlah • PHK dilakukan dengan Desa Kolono Sekali, Pengamatan langsung di Desa Kolono Setiap 6 a. Pelaksana:
pendapatan pendapatan memperhatikan dan dan Geresa selama lapangan dan didukung dan Geresa bulan - PT. Ocean Valley
masyarakat tenaga kerja memenuhi hak – hak Kacematan kegiatan dengan data sekunder Kacematan International
konstruksi yang tenaga kerja; Bungku pemutusan Bungku b. Pengawas:
diputuskan • Membayarkan Timur hubungan Timur - DLH Daerah Kab.
pesangon karyawan Kabupeten kerja tenaga Kabupeten Morowali;
yang diPHK sesuai Morowali kerja Morowali - Dinsosnakertrans
ketentuan. konstruksi Kab. Morowali;
- Pemerintah
Kecamatan
Bungku Timur
dan Desa Kolono
dan geresa
c. Penerima Laporan:
- DLH Daerah Kab.
Morowali;
- Dinsosnakertrans
Kab. Morowali
Tahap Operasi
1. Penambangan 1. Penurunan Parameter • Penyiraman pada Lokasi IUP Setiap 6 Pengamatan dan Lokasi IUP Setiap 6 a. Pelaksana:
dan kualitas kualitas udara lokasi yang berpotensi PT. Ocean bulan pengukuran secara PT. Ocean bulan - PT. Ocean Valley
Pengolahan udara tidak melebihi menimbulkan debu; Valley dan/atau langsung terhadap Valley International
Batu baku mutu • Kendaraan berjalan International setiap ada beberapa parameter International b. Pengawas:
Gamping sebagaimana pelan – pelan pada indikasi kualitas udara - DLH Daerah Kab.
tercantum daerah yang berdebu, yang Morowali;
dalam pengaturan kecepatan menunjukka - Pemerintah
Peraturan kendaraan max 40 n adanya Kecamatan
Pemerintah km/jam; gangguan Bungku Timur
Nomor : 41 • Mengoperasikan selama dan Desa Kolono
Tahun 1999 kendaraan yang laik kegiatan dan geresa
tentang pakai; berlangsung c. Penerima Laporan:
Pengendalian • Perawatan kendaraan - DLH Daerah Kab.
bermotor secara Morowali

Dampak Lingkungan yang Ditimbulkan dan Upaya Pengeolaan Lingkungan Hidup Sera Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup III-11
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelolaan dan
Besaran
Sumber Dampak Jenis Dampak Pemantauan Lingkungan Ket
Dampak Bentuk UKL Lokasi Periode Bentuk UPL Lokasi Periode Hidup
Pencemaran berkala
Udara
2. Peningkatan Tingkat • Pembukaan lahan, Lokasi IUP Setiap 6 Pengamatan dan Lokasi IUP Setiap 6 a. Pelaksana:
kebisingan kebisingan pengupasan top soil PT. Ocean bulan pengukuran secara PT. Ocean bulan - PT. Ocean Valley
tidak melebihi dan tanah penutup Valley dan/atau langsung menggunakan Valley International
baku mutu dilakukan pada siang International setiap ada Sound Level Meter International b. Pengawas:
sebagaimaan hari atau kalau indikasi - DLH Daerah Kab.
tercantum dilakukan pada yang Morowali;
dalam malam hari perlu menunjukka - Pemerintah
Keputusan disosialisasikan n adanya Kecamatan
Menteri Negara pada masyarakat gangguan Bungku Timur
Lingkungan sekitar; selama dan Desa Kolono
Hidup No. Kep- • Pengaturan kecepatan kegiatan dan geresa
48/MENLH/19 kendaraan yang berlangsung c. Penerima Laporan:
96 tentang melintas didaerah - DLH Daerah Kab.
Baku Mutu permukiman dengan Morowali
Tingkat kecepatan kendaraan
Kebisingan max 40 km/jam;
• Mengoperasikan
kendaraan yang laik
pakai;
• Mengatur frekuensi
lalulintas kendaraan;
• Pengaturan jadwal
pengoperasian
kendaraan.
3. Peningkatan Peningkatan • Pembukaan lahan, Lokasi IUP Setiap 6 Pengumpulan data primer Lokasi IUP Setiap 6 a. Pelaksana:
erosi dan erosi sebesar pengupasan top soil PT. Ocean bulan dan sekunder. PT. Ocean bulan - PT. Ocean Valley
sedimentasi 63,13 dan tanah penutup Valley dan/atau Prediksi erosi dilakukan Valley International
ton/tahun dan tidak dilakukan International setiap ada dengan menggunakan International b. Pengawas:
sedimentasi sekaligus; indikasi persamaan USLE menurut - DLH Daerah Kab.
sebesar 1,26 • Pembukaan lahan yang Wischmeier dan Smith Morowali;
ton/tahun pada lahan dengan menunjukka (1978) dalam Banuwa - Pemerintah
kimiringan > 15% n adanya (2013) sebagai berikut: Kecamatan
segera diratakan gangguan A = R x K x LS x C x P Bungku Timur
untuk menekan laju selama Analisis sedimentasi dan Desa Kolono
run-off; kegiatan dilakukan dengan dan geresa
• Penanaman tanaman berlangsung menggunakan metode c. Penerima Laporan:
penutup tanah (cover Sediment Delivery Ratio - DLH Daerah Kab.
crop) berupa Mucuna (SDR) oleh Boyce (1975) Morowali
pruriens, Centrosema dalam Kodoatie dan
virginianum dan Sugianto (2002) dengan
Mucuna pruriens pada persamaan:
lahan terbuka yang SDR = 0,41 A-0,3
tidak dimanfaatkan;
• Pembuatan kolam
pengendapan lumpur
atau sediment trap;
• Pembuatan saluran
drainase untuk
menghindari
genangan dan
mengalirkan air
dengan kecepatan
yang tidak erosif.

Dampak Lingkungan yang Ditimbulkan dan Upaya Pengeolaan Lingkungan Hidup Sera Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup III-12
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelolaan dan
Besaran
Sumber Dampak Jenis Dampak Pemantauan Lingkungan Ket
Dampak Bentuk UKL Lokasi Periode Bentuk UPL Lokasi Periode Hidup
4. Penurunan Kualitas air • Pembuatan kolam Lokasi IUP Setiap 6 Sapling air permukaan Lokasi IUP Setiap 6 a. Pelaksana:
kualitas air permukaan pengendapan lumpur PT. Ocean bulan kemudian dianalisis di PT. Ocean bulan - PT. Ocean Valley
permukaan melebihi baku atau sediment trap; Valley dan/atau Laboratorium Valley International
mutu • Pembuatan dan International setiap ada International b. Pengawas:
sebagaimana pengaturan drainase indikasi - DLH Daerah Kab.
tercantum agar aliran permukaan yang Morowali;
dalam tidak mengarah pada menunjukka - Pemerintah
Peraturan sumber – sumber air n adanya Kecamatan
Pemerintah No. permukaan gangguan Bungku Timur
82 Tahun 2001 selama dan Desa Kolono
tentang kegiatan dan geresa
Pengelolaan berlangsung c. Penerima Laporan:
Kualitas Air - DLH Daerah Kab.
dan Morowali
Pengendalian
Pencemaran Air
5. Gangguan Minimal • Memperhatikan Lokasi IUP Setiap 6 Identifikasi jenis – jenis Lokasi IUP Setiap 6 a. Pelaksana:
flora darat terdapat 1 keberadaan flora darat PT. Ocean bulan flora darat secara langsung PT. Ocean bulan - PT. Ocean Valley
(satu) jenis flora khususnya yang Valley dan/atau di lapangan Valley International
darat yang endemik dan dilidungi International setiap ada International b. Pengawas:
terganggu dari dilokasi proyek indikasi - DLH Daerah Kab.
kegiatan sebagaimana yang yang Morowali;
pertambangan tertuang dalam menunjukka - UPTD Kehutanan
dan pengolahan Peraturan Pemerintah n adanya Prov. Sulteng;
batu gamping Republik Indonesia gangguan - Pemerintah
Nomor 7 Tahun 1997 selama Kecamatan
Tentang Jenis-jenis kegiatan Bungku Timur
Tumbuhan dan Satwa berlangsung dan Desa Kolono
yang ilindungi; dan geresa
• Meminimalkan c. Penerima Laporan:
pembukaan lahan - DLH Daerah Kab.
yakni hanya pada Morowali;
lokasi yang diperlukan; - UPTD Kehutanan
• Melakukan revegetasi Prov. Sulteng
setelah kegiatan
pertambangan;
• Memasang rambu –
rambu perhatian
perlindungan flora
darat
6. Gangguan Minimal • Memperhatikan Lokasi IUP Setiap 6 Identifikasi jenis – jenis Lokasi IUP Setiap 6 a. Pelaksana:
fauna darat terdapat 1 keberadaan fauna PT. Ocean bulan fauna darat secara PT. Ocean bulan - PT. Ocean Valley
(satu) jenis darat khususnya yang Valley dan/atau langsung di lapangan Valley International
fauna darat endemik dan International setiap ada International b. Pengawas:
yang terganggu dilindungi dilokasi indikasi - DLH Daerah Kab.
dari kegiatan proyek sebagaimana yang Morowali;
pertambangan yang tertuang dalam menunjukka - UPTD Kehutanan
dan pengolahan Peraturan Pemerintah n adanya Prov. Sulteng;
batu gamping Republik Indonesia gangguan - Pemerintah
Nomor 7 Tahun 1997 selama Kecamatan
Tentang Jenis-jenis kegiatan Bungku Timur
Tumbuhan dan Satwa berlangsung dan Desa Kolono
yang Dilindungi ; dan geresa
• Meminimalkan c. Penerima Laporan:
pembukaan lahan

Dampak Lingkungan yang Ditimbulkan dan Upaya Pengeolaan Lingkungan Hidup Sera Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup III-13
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelolaan dan
Besaran
Sumber Dampak Jenis Dampak Pemantauan Lingkungan Ket
Dampak Bentuk UKL Lokasi Periode Bentuk UPL Lokasi Periode Hidup
yakni hanya pada - DLH Daerah Kab.
lokasi yang diperlukan; Morowali;
• Membuat penangkaran - UPTD Kehutanan
fauna darat tertentu; Prov. Sulteng
• Memasang rambu –
rambu perhatian
perlindungan fauna
darat.
7. Peningkatan Sejumlah • Memberikan Lokasi IUP Selama Pengamatan langsung di Lokasi IUP Setiap 6 a. Pelaksana:
peluang usaha kesempatan kepada PT. Ocean kegiatan lapangan dan didukung PT. Ocean bulan - PT. Ocean Valley
berusaha masyarakat masyarakat untuk Valley pertambanga dengan data sekunder Valley International
yang baru membuka usaha di International n dan International b. Pengawas:
terkait kegiatan sekitar lokasi proyek pengolahan - DLH Daerah Kab.
pertambangan batu Morowali;
dan pengolahan gamping - Dinsosnakertrans
batu gamping Kab. Morowali;
- Pemerintah
Kecamatan
Bungku Timur
dan Desa Kolono
dan geresa
c. Penerima Laporan:
- DLH Daerah Kab.
Morowali;
- Dinsosnakertrans
Kab. Morowali
8. Peningkatan Sejumlah upah • Melibatkan Desa Kolono Selama Pengamatan langsung di Desa Kolono Setiap 6 a. Pelaksana:
pendapatan masyarat armada/kendaraan dan Geresa kegiatan lapangan dan didukung dan Geresa bulan - PT. Ocean Valley
masyarakat sekitar yang angkut milik Kecamatan pertambanga dengan data sekunder Kecamatan International
terlibat dalam masyarakat sekitar Bungku n dan Bungku b. Pengawas:
kegiatan dalam kegiatan Timur pengolahan Timur - DLH Daerah Kab.
operasional dan pertambangan dengan Kabupaten batu Kabupaten Morowali;
dari usaha yang mekanisme kontrak Morowali gamping Morowali - Dinsosnakertrans
dibentuk dan kerjasama Kab. Morowali;
terjalin dengan - Pemerintah
pemrakarsa Kecamatan
Bungku Timur
dan Desa Kolono
dan geresa
c. Penerima Laporan:
- DLH Daerah Kab.
Morowali;
- Dinsosnakertrans
Kab. Morowali
9. Peningkatan Sejumlah pajak • Pemrakarsa mematuhi Pemerintah Selama Pengamatan pada instansi Pemerintah Setiap 6 a. Pelaksana:
PAD yang dan melaksanakan Daerah kegiatan terkait perpajakan daerah Daerah bulan - PT. Ocean Valley
dibayarkan pembayaran pajak Kabupaten pertambanga Kabupaten Morowali Kabupaten International
pemrakarsa operasi pertambangan Morowali n dan Morowali b. Pengawas:
kepada dan pengolahan batu pengolahan - DLH Daerah Kab.
Pemerintah gamping batu Morowali;
Daerah gamping - Pemerintah
Kabupaten Kecamatan
Morowali Bungku Timur
dan Desa Kolono
dan geresa

Dampak Lingkungan yang Ditimbulkan dan Upaya Pengeolaan Lingkungan Hidup Sera Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup III-14
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelolaan dan
Besaran
Sumber Dampak Jenis Dampak Pemantauan Lingkungan Ket
Dampak Bentuk UKL Lokasi Periode Bentuk UPL Lokasi Periode Hidup
c. Penerima Laporan:
- DLH Daerah Kab.
Morowali
10. Penurunan Minimal • Membagikan masker Lokasi IUP Setiap 6 Pengamatan langsung di Lokasi IUP Setiap 6 a. Pelaksana:
derajat terdapat 1 kepada masyarakat PT. Ocean bulan lapangan dan didukung PT. Ocean bulan - PT. Ocean Valley
kesehatan (satu) orang sekitar dan pekerja Valley dan/atau dengan data sekunder Valley International
masyarakat masyarakat terutama pada musim International setiap ada International b. Pengawas:
dan/atau kemarau; indikasi - DLH Daerah Kab.
pekerja yang • Melakukan yang Morowali;
mengalami penyiraman terutama menunjukka - Dinas Kesehatan
ISPA, sakit pada jalan jalur n adanya Kab. Morowali;
mata dan mobilisasi yang gangguan - Pemerintah
telinga berpotensi selama Kecamatan
menimbulkan kegiatan Bungku Timur
bangkitan debu; berlangsung dan Desa Kolono
• Berperan aktif dalam dan geresa
mensosialisasikan c. Penerima Laporan:
PHBS pada - DLH Daerah Kab.
masyarakat sekitar Morowali;
- Dinas Kesehatan
Kab. Morowali
11. Penurunan Terdapat • Menyiapkan tempat Lokasi IUP Setiap 6 Pengamatan langsung di Lokasi IUP Setiap 6 a. Pelaksana:
sanitasi ceceran pembuangan sampah PT. Ocean bulan lapangan dan didukung PT. Ocean bulan - PT. Ocean Valley
lingkungan material dan sementara (TPS) Valley dan/atau dengan data sekunder Valley International
timbulan disekitar lokasi International setiap ada International b. Pengawas:
sampah pertambangan; indikasi - DLH Daerah Kab.
• Memisahkan sampah yang Morowali;
organik dan anorganik; menunjukka - Dinas Kesehatan
• Menerapkan disiplin n adanya Kab. Morowali;
membuang sampah gangguan - Pemerintah
pada tempatnya selama Kecamatan
kepada seluruh tenaga kegiatan Bungku Timur
kerja; berlangsung dan Desa Kolono
• Secara berkala dan geresa
mengumpulkan c. Penerima Laporan:
sampah dari TPS - DLH Daerah Kab.
untuk selanjutnya Morowali;
dibuang ke TPA; - Dinas Kesehatan
• Sampah kegiatan Kab. Morowali
operasi dibuang ke
TPA, dan sisa
bahan/material
disimpan rapi
12. Peningkatan Terdapat vektor • Pembukaan lahan Lokasi IUP Setiap 6 • Pengamatan langsung di Lokasi IUP Setiap 6 a. Pelaksana:
vektor penyaki berupa pengupasan top soil PT. Ocean bulan lapangan dan didukung PT. Ocean bulan - PT. Ocean Valley
penyakit genangan di dan tanah penutup Valley dan/atau dengan data sekunder; Valley International
lokasi proyek diupayakan tidak International setiap ada • Analisis data dilakukan International b. Pengawas:
menimbulkan indikasi dengan analisis - DLH Daerah Kab.
cekungan; yang kuantitatif dan kualitatif Morowali;
• Membuat saluran menunjukka - Dinas Kesehatan
drainase pada tempat – n adanya Kab. Morowali;
tempat yang berpotensi gangguan - Pemerintah
sebagai vektor selama Kecamatan
penyakit; kegiatan Bungku Timur
berlangsung

Dampak Lingkungan yang Ditimbulkan dan Upaya Pengeolaan Lingkungan Hidup Sera Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup III-15
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelolaan dan
Besaran
Sumber Dampak Jenis Dampak Pemantauan Lingkungan Ket
Dampak Bentuk UKL Lokasi Periode Bentuk UPL Lokasi Periode Hidup
• Berperanaktif dalam dan Desa Kolono
mensosialisasikan dan geresa
PHBS c. Penerima Laporan:
- DLH Daerah Kab.
Morowali;
- Dinas Kesehatan
Kab. Morowali
2. Pengoperasia 1. Penurunan Terdapat • Menyiapkan tempat Sekitar Setiap saat Pengamatan secara Sekitar Setiap 6 a. Pelaksana:
n Sarana dan sanitasi timbulan pembuangan sampah lokasi sarana selama langsung di lapangan lokasi sarana bulan - PT. Ocean Valley
Prasaran lingkungan sampah di sementara (TPS) dan pengoperasia dan International
Penunjang sekitar sarana disekitar lokasi sarana prasarana n sarana dan prasarana b. Pengawas:
dan prasarana dan prasarana penunjang prasarana penunjang - DLH Daerah Kab.
penunjang penunjang; penunjang Morowali;
• Memisahkan sampah - Dinas Kesehatan
organik dan anorganik; Kab. Morowali;
• Menerapkan disiplin - Pemerintah
membuang sampah Kecamatan
pada tempatnya Bungku Timur
kepada seluruh tenaga dan Desa Kolono
kerja; dan geresa
• Secara berkala c. Penerima Laporan:
mengumpulkan - DLH Daerah Kab.
sampah dari TPS Morowali;
untuk selanjutnya - Dinas Kesehatan
dibuang ke TPA Kab. Morowali
3. Reklamasi, 1. Peningkatan Terdapat • Melakukan revegetasi Lokasi Setiap saat Survey dan observasi Lokasi Setiap 6 a. Pelaksana:
Revegetasi populasi flora tanaman pada lahan – lahan pertambanga selama langsung di lapangan yang pertambanga bulan - PT. Ocean Valley
dan Penataan darat revegetasi yang pasca tambang; n IUP PT. tahap didukung oleh data n IUP PT. International
Lahan Pasca tumbuh pada • Tanaman revegetasi Ocean Valley kegiatan sekunder Ocean Valley b. Pengawas:
Tambang lahan pasca diupayakan jenis International reklamasi, International - DLH Daerah Kab.
tambang tanaman yang revegetasi Morowali;
sebelumnya dan - UPTD Kehutanan
berkembang pada penataan Prov. Sulteng;
lokasi tersebut lahan pasca - Pemerintah
tambang Kecamatan
Bungku Timur
dan Desa Kolono
dan geresa
c. Penerima Laporan:
- DLH Daerah Kab.
Morowali
- UPTD Kehutanan
Prov. Sulteng
Tahap Pasca Operasi
1. Demobilisasi 1. Penurunan Parameter • Penyiraman air Ruas jalan Setiap 6 Pengamatan dan Ruas jalan Setiap 6 a. Pelaksana:
Peralatan kualitas kualitas udara pada lokasi yang dan bulan pengukuran secara dan bulan - PT. Ocean Valley
udara tidak melebihi berpotensi permukiman dan/atau langsung terhadap permukiman International
baku mutu menimbulkan debu; yang dilalui setiap ada beberapa parameter yang dilalui b. Pengawas:
sebagaimana • Kendaraan berjalan dalam indikasi kualitas udara dalam - DLH Daerah Kab.
tercantum pelan – pelan pada demobilisasi yang demobilisasi Morowali;
dalam daerah yang berdebu, peralatan menunjukka peralatan - Pemerintah
Peraturan dengan kecepatan yakni Desa n adanya yakni Desa Kecamatan
Pemerintah kendaraan max 40 Kolono dan gangguan Kolono dan Bungku Timur
Nomor : 41 km/jam; Geresa selama Geresa

Dampak Lingkungan yang Ditimbulkan dan Upaya Pengeolaan Lingkungan Hidup Sera Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup III-16
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelolaan dan
Besaran
Sumber Dampak Jenis Dampak Pemantauan Lingkungan Ket
Dampak Bentuk UKL Lokasi Periode Bentuk UPL Lokasi Periode Hidup
Tahun 1999 • Perawatan kendaraan Kecamatan kegiatan Kecamatan dan Desa Kolono
tentang bermotor secara Bungku berlangsung Bungku dan geresa
Pengendalian berkala. Timur Timur c. Penerima Laporan:
Pencemaran • Membuat Standard - DLH Daerah Kab.
Udara Operating Procedure Morowali
(SOP)/Work
Instruction (WI) untuk
menangani kualitas
udara;
• Demobilisasi
dilakukan dengan
menggunakan dump
truk yang layak pakai;
• Menutup bak dump
truk pada saat
demobilisasi
2. Peningkatan Tingkat • Kegiatan demobilisasi Ruas jalan Setiap 6 Pengamatan dan Ruas jalan Setiap 6 a. Pelaksana:
kebisingan kebisingan peralatan dilakukan dan bulan pengukuran secara dan bulan - PT. Ocean Valley
tidak melebihi pada siang hari atau permukiman dan/atau langsung menggunakan permukiman International
baku mutu kalau dilakukan pada yang dilalui setiap ada Sound Level Meter yang dilalui b. Pengawas:
sebagaimaan malam hari perlu dalam indikasi dalam - DLH Daerah Kab.
tercantum disosialisasikan demobilisasi yang demobilisasi Morowali;
dalam pada masyarakat peralatan menunjukka peralatan - Pemerintah
Keputusan sekitar; yakni Desa n adanya yakni Desa Kecamatan
Menteri Negara • Pengaturan kecepatan Kolono dan gangguan Kolono dan Bungku Timur
Lingkungan kendaraan yang Geresa selama Geresa dan Desa Kolono
Hidup No. Kep- melintas didaerah Kecamatan kegiatan Kecamatan dan geresa
48/MENLH/19 permukiman dengan Bungku berlangsung Bungku c. Penerima Laporan:
96 tentang kecepatan kendaraan Timur Timur - DLH Daerah Kab.
Baku Mutu max 40 km/jam; Morowali
Tingkat • Mengoperasikan
Kebisingan kendaraan yang laik
pakai;
• Mengatur frekuensi
lalulintas kendaraan;
• Pengaturan jadwal
pengoperasian
kendaraan
• Membuat Standard
Operating Procedure
(SOP)/Work
Instruction (WI)
untuk menangani
kebisingan
3. Gangguan Terjadinya • Mengatur jadwal Ruas jalan Setiap saat Pengamatan / pengukuran Ruas jalan Setiap 6 a. Pelaksana:
lalulintas kemacetan dan kendaraan dan selama langsung di lapangan dan bulan - PT. Ocean Valley
darat kecelakaan pengangkutan permukiman kegiatan permukiman International
lalulintas pada peralatan; yang dilalui mobilisasi yang dilalui b. Pengawas:
jalur • Membuat rambu – dalam pealatan dan dalam - DLH Daerah Kab.
demobilisasi rambu lalulintas demobilisasi material demobilisasi Morowali;
peralatan terutama disekitar peralatan peralatan - Dinas
minimal satu lokasi proyek yakni Desa yakni Desa Perhubungan Kab.
kali Kolono dan Kolono dan Morowali;
Geresa Geresa - Pemerintah
Kecamatan Kecamatan Kecamatan

Dampak Lingkungan yang Ditimbulkan dan Upaya Pengeolaan Lingkungan Hidup Sera Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup III-17
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelolaan dan
Besaran
Sumber Dampak Jenis Dampak Pemantauan Lingkungan Ket
Dampak Bentuk UKL Lokasi Periode Bentuk UPL Lokasi Periode Hidup
Bungku Bungku Bungku Timur
Timur Timur dan Desa Kolono
dan geresa
c. Penerima Laporan:
- DLH Daerah Kab.
Morowali;
- Dinas
Perhubungan Kab.
Morowali
2. Penanganan 1. Sikap, Minimal • Memberikan informasi Desa Kolono Sekali, Pengamatan langsung di Desa Kolono Setiap 6 a. Pelaksana:
Tenaga Kerja persepsi dan terdapat 1 PHK secara terbuka dan Geresa selama lapangan dan didukung dan Geresa bulan - PT. Ocean Valley
keresahan (satu) orang dan jelas jauh sebelum Kacematan kegiatan dengan data sekunder Kacematan International
masyarakat masyarakat di pelaksanaan PHK; Bungku penanganan Bungku b. Pengawas:
Desa Kolono • PHK dilakukan sesuai Timur tenaga kerja Timur - DLH Daerah Kab.
dan Geresa dengan ketentuan Kabupeten Kabupeten Morowali;
yang peraturan perundang – Morowali Morowali - Pemerintah
memberikan undangan yang Kecamatan
sikap, persepsi berlaku; Bungku Timur
dan keresahan • Memperhatikan dan dan Desa Kolono
dari kegiatan memenuhi hal – hak dan geresa
penanganan tenaga kerja c. Penerima Laporan:
tenaga kerja sebagaimana yang - DLH Daerah Kab.
tertuang dalam Morowali
kontrak kerja yang
ditandatangani pada
saat penerimaan
tenaga kerja
2. Hilangnya Sejumlah • Memfasilitasi tenaga Desa Kolono Sekali, Pengamatan langsung di Desa Kolono Setiap 6 a. Pelaksana:
mata tenaga kerja kerja operasi yang dan Geresa selama lapangan dan didukung dan Geresa bulan - PT. Ocean Valley
pencaharian operasi yang diputuskan untuk Kacematan kegiatan dengan data sekunder Kacematan International
masyarakat diputuska dapat bekerja ditempat Bungku penanganan Bungku b. Pengawas:
lain sesuai pengalaman Timur tenaga kerja Timur - DLH Daerah Kab.
kerja yang dimiliki; Kabupeten Kabupeten Morowali;
• Memberikan surat Morowali Morowali - Dinsosnakertrans
keterangan Kab. Morowali;
pengalaman kerja pada - Pemerintah
tenaga kerja operasi Kecamatan
yang diputuskan Bungku Timur
dan Desa Kolono
dan geresa
c. Penerima Laporan:
- DLH Daerah Kab.
Morowali;
- Dinsosnakertrans
Kab. Morowali
3. Penurunan Sejumlah • PHK dilakukan dengan Desa Kolono Sekali, Pengamatan langsung di Desa Kolono Setiap 6 a. Pelaksana:
pendapatan pendapatan memperhatikan dan dan Geresa selama lapangan dan didukung dan Geresa bulan - PT. Ocean Valley
masyarakat tenaga kerja memenuhi hak – hak Kacematan kegiatan dengan data sekunder Kacematan International
operasi yang tenaga kerja; Bungku penanganan Bungku b. Pengawas:
diputuskan • Membayarkan Timur tenaga kerja Timur - DLH Daerah Kab.
pesangon karyawan Kabupeten Kabupeten Morowali;
yang diPHK sesuai Morowali Morowali - Dinsosnakertrans
ketentuan. Kab. Morowali;
- Pemerintah
Kecamatan

Dampak Lingkungan yang Ditimbulkan dan Upaya Pengeolaan Lingkungan Hidup Sera Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup III-18
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup Institusi Pengelolaan dan
Besaran
Sumber Dampak Jenis Dampak Pemantauan Lingkungan Ket
Dampak Bentuk UKL Lokasi Periode Bentuk UPL Lokasi Periode Hidup
Bungku Timur
dan Desa Kolono
dan geresa
c. Penerima Laporan:
- DLH Daerah Kab.
Morowali;
- Dinsosnakertrans
Kab. Morowali
3. Penyerahan 1. Peningkatan Sejumlah aset • Melakukan Lokasi IUP Sekali, Pengamatan secara Lokasi IUP Setiap 6 a. Pelaksana:
Aset aset daerah tidak bergerak penyerahan beberapa PT. Ocean selama langsung di lapangan dan PT. Ocean bulan - PT. Ocean Valley
milik aset perusahaan Valley kegiatan pengambilan data pada Valley International
pemrakarsa utamanaya aset yang International penyerahan beberapa instansi terkait International b. Pengawas:
tidak bergerak; aset dan instansi - DLH Daerah Kab.
• Penyerahan aset terkait Morowali;
dilakukan sesuai - Pemerintah
ketentuan perundang – Kecamatan
undangan yang Bungku Timur
berlaku. dan Desa Kolono
dan geresa
c. Penerima Laporan:
- DLH Daerah Kab.
Morowali

Dampak Lingkungan yang Ditimbulkan dan Upaya Pengeolaan Lingkungan Hidup Sera Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup III-19
U K L- U P L P erta m b a n g a n d a n P e n g ola h a n B at u G a m p i n g P T. O c e a n V alle y I nter n a tio n al

G a m b ar 3.1. Peta Lo k asi U K L – U P L

D a m p a k Li n g k u n g a n y a n g D iti m b u l k a n d a n U p a y a P e n g e ol a a n Li n g k u n g a n H i d u p S e r a U p a y a P e m a n t a u a n Li n g k u n g a n H i d u p III- 2 0
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Dampak Lingkungan yang Ditimbulkan dan Upaya Pengeolaan Lingkungan Hidup Sera Upaya Pemant
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

BAB IV
JUMLAH DAN JENIS IZIN PPLH YANG DIBUTUHKAN

Berdasarkan pengelolaan dan pemantauan, terdapat sejumlah jenis izin


Perlindungan dan Pengelolaan lingkungan hidup yang dibutuhkan oleh
pemrakarsa dalam rangka kegiatan pertambangan dan pengolehan batu gamping
oleh PT. Ocean Valley International di Desa Kolono dan Geresa Kacamatan
Bungku Timur Kabupaten Morowali yakni:

1. Izin penyimpanan sementara Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3);


2. Izin pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3)

Jumlah dan Jenis Izin PPLH yang Dibutuhkan IV-1


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2016. Dokumen UKL – UPL Puskesma Plus Bahomotefe. Kabupaten


Morowali.

Arsyad, S., 2010. Konservasi Tanah dan Air. IPB Press. Bogor.

________., 2000. Konservasi Tanah dan Air. IPB Press. Bogor.

Asdak, C., 2002. Hidrologi dan Pengelolaan DAS. Gadjah Mada University Press.
Yogyakarta.

Banuwa. I. S., 2013. Erosi. Kencana Prenada Media Group. Jakarta.

BPS. 2016. Kecamatan Bungku Timur Dalam Angka 2016. BPS Kabupaten
Morowali. Bungku.

Fachrul, M., 2007. Metode Sampling Bioekologi. Bumi Aksara, Jakarta.

Kodoatie. R. J dan Sugianto., 2002. Banjir. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.

Mey, D., 2003. Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Kakao Di Wilayah Kecamatan
Buru Utara Selatan Kabupaten Buru Propinsi Maluku. Tesis. Program
Pasca Sarjana Ilim-Ilmu MIPA. Program Studi Geografi. Universitas
Gadjah Mada. Yogyakarta.

Sinulingga, 1990. Dasar Konservasi Tanah dan Perencanaan Pertanian


Konservasi, IPB Press, Bogor.

Peraturan Perundang – Undangan:

Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang


Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1997 Tentang Jenis-


jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 tentang


Pengendalian Pencemaran Udara.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2001 tentang


Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.

Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 Tentang Izin Lingkungan.

Peraturan Pemerintah Nomor 101 tahun 2014 Tentang Pengelolaan limbah


berbahaya dan beracun.
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 05 Tahun


2012 Tentang Jenis Rencana Usaha Dan/Atau Kegiatan Yang Wajib Memiliki
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup.

Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 16 Tahun


2012 Tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup.

Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.16/2014 tentang Pedoman Pinjam Pakai


Kawasan Hutan.

Keputusan DitjenBun No. 38/KB.110/SK/DJ-Bun/05.95 tentang Pembukaan


Lahan Tanpa Bakar.

Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. Kep-48/MENLH/1996 tentang


Baku Mutu Tingkat Kebisingan.
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Lampiran 1. IUP Eksplorasi


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Lampiran 2. Rekomendasi Kesesuaian RTRW


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Lampiran 3. Hasil Analisis Kualitas Udara


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Lampiran 4. Administrasi Tim Penyusun

a. Darsan, SP.,MP

CURRICULUM VITAE

IDENTITAS DIRI
Nama : Darsan, SP., MP.
Tempat dan Tanggal Lahir : Mataoleo, 6 Juni 1987
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat Rumah : Jl. Bunga Kana, No. 3 Kamaraya, Kendari
Telp.rumah/Hp : 081245553775
Alamat e-mail : darsantungga@yahoo.co.id

RIWAYAT PENDIDIKAN PERGURUAN TINGGI


Tahun
Program Pendidikan Perguruan Tinggi Jurusan/Program Studi
Lulus
2011 Sarjana Universitas Halu Ole Kendari Pertanian/ Ilmu Tanah
2015 Magister Universitas Halu Ole Kendari Pertanian/ Agronomi

PELATIHAN/KURSUS
Tahun Pelatihan Penyelenggara
2007 Pelatihan Dasar Survey Semester Cinta Alam HIMAILTA- UHO, Kendari
2007 Latihan Dasar Kepemimpinan HIPPEMASURA, Kendari
2010 Pelatihan Survey Pemilukada Pada Jaringan Suara Indonesia JSI, Kendari
2010 Basic Training HMI Cabang Kendari HMI, Kendari
2011 Pelatihan Menghadapi Politik Uang Demi Melindungi Hak-Hak IDRAP, Kendari
Dasar Warga
2012 Pelatihan Mengelola Hidup Merencanakan Masa Depan (Mhmmd) MHMMD, Kendari
2014 Pelatihan Gis Untuk Survey Pertambangan Skala Kecil di SulawesiCharles Darwin University,
Tenggara The Australian National
University dan UHO, Kendari
2014 Desktop Training Landscape Monitoring, Hydrological Analysis, Charles Darwin University,
Field Surveys and Community Workshop The Australian National
University dan UHO, Kendari
2015 ESQ Basic Training Bimbingan Dr. (HC) Ari Ginanjar Agustian di UHO, Kendari
Universitas Halu Oleo
2015 Kursus Dasar-Dasar Amdal (AMDAL A) oleh Pusat Penelitan dan Puslitbang LH LP2M
Pengembangan Lingkungan Hidup Universitas Hasanuddin Universitas Hasanuddin,
Kendari
2015 Seminar Nasional “Biodiversitas Tanah dan Evaluasi Lahan FAPERTA-UHO, Kendari
Pertanian Kakao Rakyat untuk Keberlanjutan Industri
Kakao”Program Penelitian MP3EI Tahun 2015 : Integrasi
Komunitas Fauna Tanah dalam Analisis Sumberdaya Lahan Kakao
Rakyat untuk Mewujudkan Sasaran Pro-Lingkungan MP3EI.
2016 Pendidikan dan Pelatihan Penyusun Dokumen Mengenai Dampak Puslitbang LH LP2M
Lingkunga (AMDAL B) Universitas Hasanuddin,
Makassar
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

PENGALAMAN MENYUSUN AMDAL/UPL-UKL DAN PENELITIAN LINGKUNGAN


Tahun Judul Status
2010 Penyusunan Dokumen UKL-UPL PT. Billy Indonesia di Kabupaten Bombana Asisten Tenaga
Prov. Sultra Ahli Tanah
2013 Studi Amdal Pertambangan Nikel PD. Aneka Usaha (BUMD) Di Kecamatan Poli- Asisten Tenaga
Polia Kabupaten Kolaka Prov. Sultra Ahli Tanah
2013 Studi Amdal Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Pada Hutan Produksi (UPHHK-HTI) Asisten Tenaga
PT. Sinar Ceria Sejati Kabupaten Kolaka Ahli Tanah
2014 Studi Amdal Pembangunan PLTA Sungai Lasolo Kabupaten Konawe Utara Prov. Asisten Tenaga
Sultra Ahli Tanah
2014 Pemantauan Lingkungan Pertambangan PT. Stargate Pasific Resource Asisten Tenaga
Kabupaten Konawe Utara Prov. Sultra, Ahli Tanah
2014 Pemantauan Lingkungan Pertambangan PT. Konutara Sejahtera Kabupaten Asisten Tenaga
Konawe Utara Prov. Sultra Ahli Tanah
2014 Pemantauan Lingkungan Pertambangan PT. Karyatama Konawe Utara (KKU) Asisten Tenaga
Kabupaten Konawe Utara Prov. Sultra Ahli Tanah
2014 Studi Amdal Pembangunan Kantor Bupati Kabupaten Kolaka Timur Prov. Sultra Asisten Tenaga
Ahli Tanah
2014 Penyusunan Dokumen UKL-UPL Gudang Obat RS. Bahteramas. Prov. Sultra Tenaga Ahli
Tanah
2015 Penyusunan Dokumen Amdal PT. Bumi Gemilang Perdana Kec. Toili Barat Kab. Tenaga Ahli
Banggai Prov. Sulawesi Tengah
2015 Penyusunan Dokumen Amdal PT. Gemilang Mandiri Perkasa Kec. Toili dan Toili Tenaga Ahli
Barat Kab. Banggai Prov. Sulawesi Tengah
2015 Penyusunan Dokumen Amdal PT. Gemilang Mandiri Perkasa Kec. Nuhon dan Tenaga Ahli
Simpang Raya Kab. Banggai Prov. Sulawesi Tengah
2015 Penyusunan Dokumen Amdal Irigasi Tongauna di Kec. Ueesi Kab. Kolaka Timur Asisten Tenaga
Prov. Sultra Ahli Tanah
2015 Penyusunan Dokumen Pemantauan Lingkungan Hidup PT. Stargate Pasific Tenaga Ahli
Resources Kab. Konawe Utara Prov. Sultra Tanah
2015 Penyusunan Dokumen Amdal Bendungan Pelosika di Kecamatan Asinua Kab. Tenaga Ahli
Konawe, Prov. Sultra Oleh Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV Tanah
2015 Penyusunan Dokumen UKL-UPL Rumah Sakit Umum Daerah Kab. Kolaka Timur, Tenaga Ahli
Prov. Sultra Tanah
2015 Studi Amdal Pembangunan Smelter Nickel PT. Milenium Jaya Smeltindo. Tenaga Ahli
Kabupaten Kolaka, Prov. Sultra Tanah
2015 Studi Amdal Pembangunan Smelter PT. Surya Saga Utama di Kecamatan Tenaga Ahli
Kabaena Utara Kab. Bombana Tahun 2015 Tanah
2015 Studia Amdal Pembangunan Pabrik dan Perkebunan Kelapa Sawit Oleh PT. Tenaga Ahli
Madindra Inti Sawit di Kab. Kolaka, Prov. Sultra Tanah
2016 Pemantauan Lingkungan Hidup Pertambangan Bijih Nikel PT. Stargate Pasific Tenaga Ahli
Resources, Kab. Konawe utara, Prov. Sultra Tanah
2016 Studi Amdal Pembangunan Jaringan Transmisi 150 KV pada Proyek PLTU Tenaga Ahli
Kendari-3 (2x50) MW, di Kab. Konawe Selatan dan Kota Kendari, Oleh PT. DSSP Tanah
Power Kendari
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

PENGALAMAN MENYUSUN AMDAL/UPL-UKL DAN PENELITIAN LINGKUNGAN


Tahun Judul Status
2016 Pemantauan Lingkungan Hidup Pertambangan Bijih Nikel PT. Stargate Pasific Tenaga Ahli
Resources, Kab. Konawe utara, Prov. Sultra Tanah
2016 Studi Amdal Pembangunan Jaringan Transmisi 150 KV pada Proyek PLTU Tenaga Ahli
Kendari-3 (2x50) MW, di Kab. Konawe Selatan dan Kota Kendari, Oleh PT. DSSP Tanah
Power Kendari
2016 Penyusunan UKL-UPL Terminal Mina-Minanga, Oleh Dishub Kab. Buton Utara, Tenaga Ahli
Prov. Sultra Tanah
2016 Penyusunan Dokumen UKL-UPL Perkebunan Kelapa Sawit PT. Cahaya Idola Tenaga Ahli
Tunggal Rona Alam (PT. CITRA) Kab. Morowali. Prov. Sulteng Tanah
2016 Studi Amdal Pembangunan Bendungan Loea di Kab. Kolaka Timur, Prov. Sultra Tenaga Ahli
oleh Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV Tanah
2016 Studi Amdal Pembangunan RSUD Kab. Buton Selatan (tipe C) di Kab. Buton Tenaga Ahli
Selatan, Prov. Sultra Tanah
2016 Studi Amdal Pembangunan Kantor Bupati Buton Selatan di Kab. Buton Selatan, Tenaga Ahli
Prov. Sultra Tanah
2016 Studi Amdal Pembangunan Daerah Irigasi Bonggo 3.200 ha di Distrik Bonggo Anggota Tim
Kabupaten Sarmi Provinsi Papua. Oleh Balai Wilayah Sungai Papua Penyusun
2016 Studi Amdal Pembangunan Jaringan Air Baku di Distrik Jagebob dan Tanah Anggota Tim
Miring Kabupaten Merauke Provinsi Papua. Oleh Balai Wilayah Sungai Papua Penyusun
2016 Studi Amdal Pembangunan Jaringan Air Baku Kota dan Kabupaten Jayapura Anggota Tim
Provinsi Papua. Oleh Balai Wilayah Sungai Papua Penyusun
2016 UKL-UPL Pembangunan Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) Sampah di Tenaga Ahli
Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tenggah. Oleh BLHD Kabupaten Tanah
Morowali
2016 Studi Amdal Pengembangan dan Pengoperasian Bandar Udara Bade di Distrik Anggota Tim
Edera Kabupaten Mappi Provinsi Papua Penyusun
2017 Studi Amdal Rencana Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit di Kecamatan Anggota Tim
Wolasi, Kolono, Kolono Timur dan Moramo Kabupaten Konawe Selatan Penyusun
Provinsi Sulawesi Tenggara. Oleh PT. Tiran Sulawesi
2017 UKL-UPL Penambangan dan Pengolahan Batu Gunung di Desa Laroenai Ketua Tim
Kecamatan Bungku Pesisir Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah. Oleh Penyusun
PT. Aset Sulawesi
2017 UKL-UPL Penambangan dan Pengolahan Batu Gunung di Kecamatan Bungku Ketua Tim
Timur Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah. Oleh PT. Rezky Utama Penyusun
Unsongi
2017 UKL-UPL Pembangunan Stockpile Bahan Tambang di Desa Mapila Kecamatan Anggota Tim
Kabaena Utara Kabupaten Bombana Provinsi Sulawesi Tenggara. Oleh PT. Penyusun
Almharig
2017 Studi Amdal Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit di Kecamatan Kolono, Anggota Tim
Kolono Timur, Moramo dan Wolasi Kabupaten Konawe Selatan. Oleh PT. Tiran Penyusun
Sulawesi
2017 Studi Amdal Perkebunan Kelapa Sawit di Desa Lawali Kecamatan Asera Anggota Tim
Kabupaten Konawe Utara. Oleh PT. Barong Baragas Energy Penyusun
2017 UKL-UPL Pertambangan Dan Pengolahan Batuan Di Desa Topogaro Kec. Ketua Tim
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

PENGALAMAN MENYUSUN AMDAL/UPL-UKL DAN PENELITIAN LINGKUNGAN


Tahun Judul Status
Bungku Barat Kab. Morowali Prov. Sulteng oleh PT. Good Mining AnugeraH Penyusun
Indonesi
2017 UKL-UPL Pertambangan Dan Pengolahan Batuan Di Desa Topogaro Kec. Ketua Tim
Bungku Barat Kab. Morowali Prov. Sulteng oleh PT. Logam Jaya Utama Penyusun

PENGALAMAN KERJA/PENELITIAN LAIN


Tahun Judul Kegiatan Posisi
Survey Perilaku Pemilih di Indonesia. Oleh Jaringan Suara Indonesia (JSI) di
2010 Surveyor
Prov. Sultra.
2010 Survey Sosial Kemasyarakatan. Oleh Jaringan Isu Publik (JIP) di Prov. Sultra. Surveyor
Quick Count Pilkada di Kabupaten Konawe Selatan, Muna dan Bombana
2010 Surveyor
oleh Suara Indonesia (JSI)
Studi Identifikasi Sifat Fisik Tanah yang Berkembang diatas batuan
2011 Ultrabasa pada Lereng Selatan Osu Doule Kec. Puriala Kab. Konawe Prov. Peneliti
Sultra
Survey Perilaku Pemilih di Indonesia. Oleh Jaringan Suara Indonesia (JSI) di
2011 Surveyor
Prov. Sultra.
2011 Quick Count Pilkada di Kabupaten Bombana.
2011 Penyusunan RTSP Daerah Transmigrasi di Desa Lebota Kecamatan Tenaga Ahli
Kabaena Timur Kabupaten Bombana Prov. Sultra Tanah
2011 Studi Kelayakan Pariwisata Pantai Sousu Kecamatan Wangi-Wangi Timur Ketua Tim
Kabupaten Wakatobi Prov. Sultra Tanah
Assisten
2012 Perkebunan Kelapa Sawit PT. Utama Agrindo Mas
Manager
Survey Perilaku Pemilih di Indonesia. Oleh Lembaga Poling Indonesia (LPI) Sorveyor
2012
di Prov. Sultra.
2012 Evaluasi Padi Sawah Existing Dan Potensi di Kabupaten Konawe Selatan Anggota Tim
Oleh LEMLIT UHO dan Dinas Pertanian Kab. Konsel Tanah
2012 Quick Count Pilkada di Kabupaten Buton. Oleh Jaringan Suara Indonesia Surveyor
(JSI)
2013 Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Kakao di Kecamatan Anggota Tim
Wakorumba Utara Kabupaten Buton Utara Oleh LEMLIT UHO dan Tanah
BAPPEDA-PM Kab. Butur
Penyusunan RTSP Daerah Transmigrasi di Desa Pohorua Kabupaten Muna Tenaga Ahli
2013
Prov. Sultra, Tanah
Penyusunan RTSP Daerah Transmigrasi di Desa Amohola Kabupaten Tenaga Ahli
2013
Konawe Selatan Prov. Sultra, Tanah
2014 Studi Peran Tanaman Penutup Tanah dan Metode Aplikasi Pupuk Organik Peneliti
terhadap Sifat Kimia, Fauna dan Aktivitas Mikroba Tanah Pasca
Penambangan Bijih Nikel
2014 Pemetaan Potensi Lahan Pertanian Tanaman Pangan di Kabupaten Surveyor
Konawe Selatan Oleh Faperta UHO dan BAPPEDA Kab. Konsel Lapangan
2014 Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi (MP3E) Tenaga Ahli
Kabupaten Muna Tahun 2014-2025 Oleh PPLH-KESDM dan BAPPEDA Kab.
Muna
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

PENGALAMAN KERJA/PENELITIAN LAIN


2014 Evaluasi Kesesuaian Lahan dan Peyusunan Data Base Sub Das Tamboli di Tenaga Ahli
Kec. Samaturu Kab. Kolaka Oleh BP DAS Sultra Tanah
2015 Survey, Investigasi dan Desain (SID) Daerah Irigasi (D.I) Lambale Kab. Tenaga Ahli
Buton Utara, Prov. Sultra Oleh PT. Aria Jasa Konsultan Tanah
Pertanian
2015 Survey, Investigasi dan Desain (SID) Daerah Irigasi (D.I) Tinabite Kab. Tenaga Ahli
Bombana, Prov. Sultra Oleh Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV Tanah
2015 Survey, Investigasi dan Desain (SID) Daerah Irigasi (D.I) Lampeapi Kab. Tenaga Ahli
Konawe Kepulauan, Prov. Sultra Oleh PT. Satyakarsa Mudatama Tanah
2015 Penyusunan Rencana Pengembangan Prasarana Transportasi (Feasibility Tenaga Ahli
Study Airport City) Prov. Sultra Oleh BAPPEDA Prov. Sultra dan PT. Tanah
Anterobumi
2015 Survey, Investigasi dan Desain (SID) Perluasan Sawah di Kabupate Tenaga Ahli
Merauke Seluas 3000 Ha Prov. Papua Oleh PT. Pillar Pusaka Inti Tanah
Pertanian
2016 Studi Survey Tanah dan Evaluasi Lahan Tanaman untuk Pengembangan Tenaga Ahli
Tanaman Pangan dan Perkebunan di Kab. Buton Utara Tanah
2016 Survei dan Investigasi Kegiatan Perluasan sawah di Prov. Sultra. Oleh. Asisten Tenaga
Fakultas Pertanian UHO, Kendari Ahli
2016 Studi Detail Desain Daerah Irigasi Ladongi Oleh BWS Sulawesi IV, di Kab. Tenaga Ahli
Kolaka Timur, Prov. Sultra Tanah
2016 Audit Lahan Pertanian Pangan di Kabupaten Konawe Utara Prov. Sultra Tenaga Ahli
2016 Studi Evaluasi Lahan Lokasi Rencana Pengmbangan Tambak di Kecamatan Ketua Tim
Mawasangka Kabupaten Buton Tengah. Oleh Balai Wilayah Sungai Tanah
Sulawesi IV
2017 Pemetaan Saluran dan Petak Tersier Daerah Irigasi (D.I) Ladongi Ketia Tim
Kecamatan Ladongi Kabupaten Kolaka Timur Provinsi Sulawesi Tengggara
Demikian curriculum vitae ini dibuat dengan sebenarnya untuk dipergunakan sebagaimana
mestinya.

Kendari, 16 Juli 2017


Yang Bersangkutan,

Darsan, SP., MP.


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

b. Wayer Haris Sauntiri, ST

CURRICULUM VITAE

I. DATA PRIBADI
1. Nama : WAYER HARIS SAUNTIRI, ST
2. Tempat/Tanggal Lahir : Kendari, 23 Maret 1983
3. Alamat : Jln. Adi Sucipto No. 5 Desa Sarimulyo (SP. B) Kecamatan
Kabangka Kabupaten. Muna Prov. Sulawesi Tenggara
4. E-mail : wayerharis@gmail.com
5. Telepon : 0823-4746-9655
6. Pendidikan Terakhir : S1 Teknik Lingkungan
7. NPWP : 72.349.648.5-811.000
8. Kualifikasi Tenaga : Ahli Muda Teknik Lingkungan/LPJK-Astekindo
Ahli/Asosiasi
9. No. Reg. Kompetensi : 1077758

II. KURSUS/SEMINAR/PELATIHAN
1. Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi Strategi Pemasyarakatan Open Source
Software di Sulawesi Tenggara 2007
2. Pendidikan dan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Literasi Komputer Berbasis ICT,
Jenjang Menengah Oleh Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Tenaga Kependidikan
Pertanian Cianjur 7 Juli - 12 Agustus 2010
III. RIWAYAT PEKERJAAN
1. Tahun 2007 s/d 2014 Tenaga Ahli Lingkungan CV. IDEALL MULTI DESIGN Consultant;
2. Tahun 2007 s/d 2009 Pendiri, Pengurus dan Pengajar Sanggar Teknologi Informasi dan
Komunikasi (Telematika) Sultra;
3. Tahun 2009 s/d 2011 Staf Pengajar Jurusan Teknik Komputer Jaringan SMK Neg. 1 Kabangka;
4. Tahun 2009 s/d 2011 Ketua Jurusan Teknik Komputer Jaringan SMK Neg. 1 Kabangka;
5. Tahun 2013 s/d 2014 Tenaga Ahli GIS/Pemetaan CV. IDEALL MULTI DESIGN Consultant;
6. Tahun 2015 s/d Sekarang Tenaga Ahli Lingkungan dan GIS/Pemetaan PT. IDEALL MULTI
DESIGN Consultant.

IV. KEAHLIAN LAIN

1. Menginstalasi dan Mengoperasikan Komputer dan Internet berbasis Windows dan Linux.
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

2. Mengoperasikan Software Pemetaan Arch GIS, Global Mapper, SAS Planet, Map Source dan
Envi;
3. Pembibitan dan Pemeliharaan Tanaman Perkebunan, Kehutanan dan Hortikultura.

V. PENELITIAN

1. Analisis COD, pH, H2S, PO4 Dan NO3 Pada Influen dan Efluen IPAL Pelabuhan Perikanan
Samudra (PPS) Kendari, 2007

VI. KARYA TULIS

1. Mengenal Teknik Internetworking PC yang dimuat Pada Rubrik Teknologi Informasi dan
Komunikasi Harian Kendari Pos, Sabtu 8 Maret 2008;
2. Mengenal Teknologi Broad Band Acces ADSL, WiFi dan WiMax yang dimuat pada Rubrik
Teknologi Informasi dan Komunikasi Harian Kendari Pos, Sabtu 15 Maret 2008.

VII. PENGALAMAN KERJA

Tahun 2016
1. Keg. Penyusunan Dokumen UKL-UPL Perkebunan Kelapa Sawit oleh PT. Cahaya Idola Tunggal
Rona Alam (CITRA) di Desa Larobenu, Umpanga, Bahoea Reko-reko, Wosu dan Lanona
Kecamatan Bungku Barat dan Bungku Tengah Kabupaten Morowali. (Anggota Tim/Ahli
Lingkungan dan Pemetaan)
2. Keg. Penyusunan Dokumen UKL-UPL Rencana Pembangunan Perumahan Kota Bahodopi
(Bahodopi Residence) dan Sarana Penunjangnnya oleh PT. Soliwu Cipta Persada di Desa
Bahodopi Kecamatan Bahodopi Kabupaten Morowali. (Anggota Tim/Ahli Lingkungan dan
Pemetaan)
3. Keg. Penyusunan Dokumen UKL-UPL Rencana Penambangan Batuan, Pengoperasian Stone
Crusher dan AMP PT. Surya Baru Cemerlang di Desa Pandauke Kec. Mamosalato Kab. Morowali
Utara. (Ketua Tim/Ahli Lingkungan dan Pemetaan);
4. Keg. Penyusunan Dokumen UKL-UPL Rencana Pembangunan dan Pengoperasian Tempat
Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) oleh Badan Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Morowali
di Desa Bahoruru Kecamatan Bungku Tengah Kabupaten Morowali. (Anggota Tim/Ahli
Lingkungan dan Pemetaan)
5. Keg. Penyusunan Laporan Semester I tahun 2016 Kegiatan Perkebuna Kelapa Sawit CV. Ismul
Azam di Desa Matano, Tanjung Harapan, Tanona dan Lalemo Kabupaten Morowali
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Tahun 2015
1. Keg. Penyusunan Dokumen UKL-UPL Rencana Pembangunan dan Pengoperasian PLTA/M
Tomata 10-12 MW oleh PT. Buminata Energi Perkasa di Desa Tomata, Kecamatan Mori Atas,
Kabupaten Morowali Utara. (Ketua Tim/Ahli Lingkungan dan Pemetaan)
2. Keg. Penyusunan Dokumen UKL-UPL Rencana Pembangunan Tembok Laut (Sea Wall) oleh
Dinas Pekerjaan Umum Daerah Kab. Morowali di Kelurahan Matano, Kecamatan Bungku
Tengah, Kabupaten Morowali. (Anggota Tim/Ahli Lingkungan dan Pemetaan)
3. Perencanaan Terpadu Pantai Kota Bungku oleh Dinas Pekerjaan Umum Daerah Kabupaten
Morowali (Ahli Lingkungan)

Tahun 2014
1. Keg. Penyusunan UKL-UPL Rencana Penambangan Batuan dan Pengoperasian Stone Crusher
oleh Saudara Riki Agil Syahri di Desa Ipi Kecamatan Bungku Tengah Kabupaten Morowali (Ketua
Tim/Ahli Lingkungan dan Pemetaan)
2. Keg. Penyusunan UKL-UPL Rencana Penambangan Batuan dan Pengoperasian Stone Crusher
oleh Saudari Rosmina T di Desa Torete Kecamatan Bungku Pesisir Kabupaten Morowali (Ketua
Tim/Ahli Lingkungan dan Pemetaan)
3. Keg. Penyusunan UKL-UPL Rencana Penambangan Batuan dan Pengoperasian Stone Crusher
oleh Saudari Marini Abdul Rahman di Desa Torete Kecamatan Bungku Pesisir Kabupaten
Morowali (Ketua Tim/Ahli Lingkungan dan Pemetaan)
4. Keg. Penyusunan UKL-UPL Rencana Penambangan Batuan oleh Saudari Dedi Syam Darmanto di
Desa Dampala dan Siumbatu Kecamatan Bahodopi Kabupaten Morowali (Ketua Tim/Ahli
Lingkungan dan Pemetaan)

Tahun 2013
1. Keg. Penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) Rencana Kegiatan
Pembangunan Pabrik Bijih Nikel dan fasilitas Pendukungnya Oleh PT. Sulawesi Mining
Investment di Desa Fatufia Kecamatan Bahodopi Kabupaten Morowali (Anggota Tim/Ahli
Lingkungan)

2. Kegiatan Penyusunan Dokumen UKL-UPL Jalan Hauling PT. Indoberkah Jaya Mandiri Ruas Jalan
Trans Sulawesi – Lokasi Tambang di desa Torete Kec. Bungku Pesisir Kab. Morowali. (Ketua
Tim/Ahli Lingkungan dan Pemetaan).

3. Kegiatan Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pelabuhan Khusus (Jetty) PT. Asia Prima Nikel di Desa
Torete Kec. Bungku Pesisir Kab. Morowali (Ketua Tim/Ahli Lingkungan dan Pemetaan)
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

4. Kegiatan Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pelabuhan Khusus (Jetty) PT. Virgo Artha Prima di
Desa Torete Kec. Bungku Pesisir Kab. Morowali (Anggota Tim/Ahli Lingkungan dan Pemetaan)

5. Kegiatan Penyusunan Dokumen UKL-UPL Pelabuhan Khusus BBM CV. Ansafar Wirakarya di
Tetalo Desa Nambo Kec. Bungku Timur Kab. Morowali (Ketua Tim/Ahli Lingkungan dan
Pemetaan).

6. Kegiatan Penyusunan Dokumen UKL-UPL Klinik Pratama Yayasan Zeteo Majesty Beteleme Kec.
Lembo Kabupaten Morowali Utara (Ketua Tim/Ahli Lingkungan dan Pemetaan).

7. Kegiatan Penyusunan Dokumen UKL-UPL Rencana Penambangan Bijih Nikel DMP PT. Dwi
Mitra Sejahtera di Desa Dampala Kec. Bahodopi, Kabupaten Morowali Utara. (Ketua Tim/Ahli
Lingkungan dan Pemetaan)

8. Kegiatan Penyusunan Dokumen UKL-UPL Stone Crusher dan Asphalt Mixing Plant (AMP) PT.
Surya Baru Cemerlang di Desa Bahomante Kec. Bungku Tengah Kab. Morowali (Ketua Tim/Ahli
Lingkungan dan Pemetaan)

9. Kegiatan Penyusunan Dokumen UKL-UPL Lokasi Penambangan Material Galian C PT. Karya
Anuntolufu di desa IPI Kec. Bungku Tengah Kab. Morowali (Ketua Tim/Ahli Lingkungan dan
Pemetaan)

10. Kegiatan Penyusunan Dokumen UKL-UPL Lokasi Penambangan Material Galian C, Stone
Crusher dan Asphalt Mixing Plant (AMP) PT. Mutu Utama Konstruksi di desa Buleleng Kec.
Bungku Pesisir Kab. Morowali (Ketua Tim/Ahli Lingkungan dan Pemetaan)

Tahun 2012
1. Keg. Penyusunan AMDAL Keg. Pertambangan Bijih Nikel oleh PT. Total Prima Indonesia di
Kecamatan Mamosalato Kab. Morowali Prop. Sulawesi Tengah, (Anggota Tim/Ahli Lingkungan)

2. Keg. Penyusunan Adendum AMDAL Keg. Pertambangan Bijih Nikel oleh PT. Bintangdelapan
Mineral di Kecamatan Bahodopi Kab. Morowali Prop. Sulawesi Tengah, (Anggota Tim/Ahli
Lingkungan).

3. Kegiatan Penyusunan Dokumen Status Lingkungan Hidup (SLHD) Kab. Morowali Tahun 2012.
(Ketua Tim/Ahli Lingkungan).

4. Kegiatan Penyusunan UKL-UPL Kegiatan Pertambangan Bijih Nikel oleh PT. Duta Nethindo di
Desa Lalampu, Kecamatan Bahodopi Kab. Morowali Prop. Sulawesi Tengah, (Anggota Tim/Ahli
Lingkungan).
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Tahun 2011
1. Keg. Penyusunan UKL/UPL Keg. Penambangan Bijih Nikel oleh PT. Cipta Perkasa Sejati di Desa
Lalampu Kec. Bahodopi, (Ahli Lingkungan)
2. Keg. Penyusunan UKL/UPL Keg. Pembangunan Reklamasi Pelabuhan Khusus oleh PT. Total
Prima Indonesia di Desa Tangofa Kec. Bungku Selatan, (Anggota Tim/Ahli Lingkungan)

Tahun 2010
1. Keg. Penyusunan UKL/UPL Keg. Pembangunan Reklamasi Pelabuhan Khusus PT. Stargate
Pasific Resources di Desa Torete Kec. Bungku Selatan, (Anggota Tim/Ahli Lingkungan)
2. Keg. Penyusunan AMDAL Keg. Pertambangan Bijih Nikel oleh PT. Stargate Pasific Resources di
Kecamatan Bungku Selatan Kab. Morowali Prop. Sulawesi Tengah, (Ahli Lingkungan)
Tahun 2008
1. AMDAL Pertambangan Nikel Lokasi Ds. Torete Kec. Bungku Selatan Kab. Morowali Prov.
Sulawesi Tengah oleh PT. TEKNIK ALUM SERVICE, (Anggota Tim/Ahli Lingkungan)
2. UKL dan UPL Pembangunan Dermaga PT. TEKNIK ALUM SERVICE di Desa. Torete Kab. Morowali
Prov. Sulawesi Tengah, (Anggota Tim/Ahli Lingkungan)

Sarimulyo, 18 Juli 2017

WAYER HARIS SAUNTIRI, ST


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

c. Samsul Husen

CURRICULUM VITAE

DATA PRIBADI
1. Nama : SAMSUL HUSEN, S.KM

2. Tempat/Tanggal Lahir : Palangga, 03 Desember 1988

3. Alamat : Kec. Palangga Kab. Konawe Selatan

4. Pendidikan Terakhir : S1 Kesehatan Masyarakat

PENGALAMAN KERJA

Tahun 2017
1. Keg. Penyusunan Dokumen UKL-UPL Rencana Penambangan Batuan, CV. Rezky Utama di Desa
Unsongi Kec. Bungku Timur Kab. Morowali (Ahli Kesehatan Masyarakat);
2. Keg. Penyusunan Dokumen UKL-UPL Rencana Penambangan Batuan, CV. Asset Sulawesi di
Desa Laroenai Kec. Bungku Pesisir Kab. Morowali (Ahli Kesehatan Masyarakat);
3. Keg. Penyusunan Dokumen UKL-UPL Rencana Penambangan Batuan, PT. Kapur Prima Perkasa
di Desa Lamontoli Kec. Bungku Selatan Kab. Morowali (Ahli Kesehatan Masyarakat);
4. Keg. Penyusunan Dokumen UKL-UPL Rencana Pembangunan dan Pengoperasian Puskesmas se-
Kabupaten Morowali olwh Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten Morowali (Ahli Kesehatan
Masyarakat);

Palangga, 18 Juli 2017

SAMSUL HUSEN, S.KM


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Lampiran 5. Dokumentasi Lokasi Sekitar


UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Lampiran 6. Dokumentasi Survey

Sampling Tanah
UKL-UPL Pertambangan dan Pengolahan Batu Gamping PT. Ocean Valley International

Sampling Kualitas Udara