Anda di halaman 1dari 11

Pengaruh Terapi Akupuntur Terhadap Nyeri Akibat Asam Urat Pada Lansia

Di Kota Pacitan

Disusun Oleh :

1. Hayun Rohmantika (1603001)

PROGAM S-1 KEPERAWATAN


Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Husada Semarang
2018

1
DAFTAR ISI

BAB I : Pendahuluan................................................................................................................3
A. Latar Belakang.....................................................................................................3
B. Rumusan Masalah................................................................................................3
C. Tujuan Penelitian.................................................................................................3
D. Manfaat Penelitian...............................................................................................4
E. Originalitas Penelitian.........................................................................................4
BAB II: Tinjauan Pustaka..........................................................................................................5
A . Tinjauan Teori......................................................................................................5
B. Kerangka Teori....................................................................................................5
C. Variabel penelitian………………………………………………………………
D. Hipotesis
BAB III: Metode Penelitian
A. Jenis dan Desain Penelitian
B. Waktu dan Tempat Penelitian
C. Definisi Operasional
D. Populasi, Sampel dan Teknik Sampling
E. Instrumen Penelitian
F. Teknik pengumpulan data
G. Analisis Data
H. Etika Penelitian

2
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

What : pengaruh terapi akupuntur terhadap nyeri asam urat, Akupunktur adalah suatu ilmu dan seni
pengobatan tradisional timur dengan penusukan jarum akupunktur, pada daerah khusus di permukaan
tubuh, dengan tujuan utama menjaga keseimbangan bioenergi dalam tubuh manusia (Rajin, Masruroh,
& Ghofar, 2015).
Where : di kota pacitan, karena kota tersebut sangat banyak lansia, dan tidak sedikit pula ditinggal
anak kerja diluar kota sehingga para lansia tidak tahu tindakan apa yang perlu untuk mengatasi asam
urat
When : desember 2018- desember 2019
Why : lansia banyak dijumpai mengenai masalah asam urat
Who : lansia. Lansia menurut WHO adalah seseorang yang telah memasuki usia 60 tahun keatas.
Lansia merupakan kelompok umur pada manusia yang telah memasuki tahapan akhir dari fase
kehidupannya. Kelompok yang dikategorikan lansia ini akan terjadi sesuatu proses yang disebut
Aging Process (Darmojo, 2008).
How : Lansia akan mengalami perubahan pada ginjal yang beratnya akan berkurang 20-3-% dari
ukuran ginjal dewasa. Dampaknya fungsi hemostasis dari ginjal berubah. Ginjal yang salah satu
fungsinya adalah mengeluarkan sampah metabolisme seperti asam urat juga akan mengalami
gangguan. Sampah yang harusnya dibuang malah dikembalikan ke dalam tubuh lagi (Darmojo, 2008).
Stimulasi untuk menurunkan nyeri salah satunya dapat menggunakan Akupuktur. Akupunktur
adalah cara pengobatan dengan cara menusuk jarum (Acus = Jarum, Punture = Tusuk), dan dalam
bahasa Cina disebut Cen Jiu. Akupunktur adalah suatu ilmu dan seni pengobatan tradisional timur
dengan penusukan jarum akupunktur, pada daerah khusus di permukaan tubuh, dengan tujuan utama
menjaga keseimbangan bioenergi dalam tubuh manusia (Rajin, Masruroh, & Ghofar, 2015).

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut diatas, peneliti merumuskan
permasalahan “apakah terjadi penurunan nyeri akibat asam urat setelah dilakukan terapi
akupuntur?”

C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui adanya pengaruh terapi akupuntur terhadap penderita asam urat pada lansia
2. Tujuan Khusus
a. Untuk menurukan nyeri asam urat terutama pada lansia

3
b. Untuk mengetahui kadar asam urat setelah dilakukan akupuntur

D. Manfaat Penelitian
a. Bagi Lansia dan Masyarakat
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lansia dan masyarakat
sebagai solusi bagi penderita asam urat
b. Bagi Peneliti
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan, menambah pengetahuan dan
pengalaman dalam meningkatkan kemampuan peneliti di bidang kesehatan, terutama
tentang pengaruh terapi akupuntur terhadap nyeri akibat asam urat
c. Bagi Praktisi Keperawatan atau kesehatan
Hasil penelitian ini dapat memberikan pengetahuan atau referensi terkait pengaruh terapi
akupuntur terhadap nyeri akibat asam urat

d. Bagi institusi pendidikan


Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan masukan dalam memperkaya bahan
pustaka yang berguna bagi pembaca secara keseluruhan.

E. Originalitas Penelitian
Peneliti Judul Metode Hasil Perbedaan
Penelitian
Ervi Pengaruh Metode Kadar asam urat 1. Lokasi
Diantari asupan purin observsional sebagian besar Penelitian
dan caian dengan cross subjek (95%) 2. Variable
terhadap kadar sectional dalam kategori indepen
asam urat pada kuantiatif normal,
wania usia 50- sebanyak 82, 5%
60 tahun di purin rendah
kecamatan yaitu sebanyak
gajah mungkur <500 mg / hari
Semarang dan juga 85%
asupan cairan
subjek cukup
yaitu >1500
mg/hari. Hasil

4
uji statistik tidak
ada pengaruh
cairan terhadap
asam urat
p>0,05, dan ada
pengaruh positif
purin terhadap
asam urat p
<0,05

5
BAB II
Tinjauan Pustaka
A . Tinjauan Teori
1) Akupuntur
Akupunktur adalah suatu ilmu dan seni pengobatan tradisional timur dengan penusukan
jarum akupunktur, pada daerah khusus di permukaan tubuh, dengan tujuan utama menjaga
keseimbangan bioenergi dalam tubuh manusia (Rajin, Masruroh, & Ghofar, 2015).
2) Nyeri
Persepsi nyeri sesorang diatur oleh bagian system saraf yang mengatur impuls yang
akan diinterpretasikan sebagai nyeri. Bagian system saraf ini disebut the gate.Jika the gate ini
menerima terlalu banyak impuls, the gate akan berlimpah impuls yang meluap-luap, lalu
menutup untuk mencegah impuls lainnya masuk. Akupunktur menyebabkan tertutupnya the
gate dan mencegah serabut saraf C untuk menghantarkan impuls nyeri (Singer, 2010; Madsen,
Peter, & Absjorn, 2009).
3) Lansia
Lansia menurut WHO adalah seseorang yang telah memasuki usia 60 tahun keatas.
Lansia merupakan kelompok umur pada manusia yang telah memasuki tahapan akhir dari fase
kehidupannya. Kelompok yang dikategorikan lansia ini akan terjadi sesuatu proses yang disebut
Aging Process (Darmojo, 2008).
4) Asam Urat
Asam urat merupakan hasil metabolisme akhir dari purin yaitu salah satu komponen
asam nukleat yang terdapat dalam inti sel tubuh. Peningkataan kadar asam urat dapat
mengakibatkan gangguan pada tubuh manusia seperti perasaan linulinu di daerah persendian
dan sering disertai timbulnya rasa nyeri yang teramat sangat bagi penderitanya. Hal ini
disebabkan oleh penumpukan Kristal di daerah tersebut akibat tingginya kadar asam urat dalam
darah. Penyakit ini sering disebut penyakit gout atau lebih dikenal di masyarakat sebagai
penyakit asam urat. ( Price and Wilson, 1992)

B. Kerangka Teori
Faktor Internal :

 Usia

 StatusUmur
Gizi
Asam Urat

Faktor eksternal :

 Kondisi Kesehatan
6
C. Variabel penelitian
Dalam penelitian ini variabel yang akan diteliti adalah:
1. Variabel Independen
Variabel Independen (bebas) adalah variabel yang nilainya menentukan Variabel yang lain.
Variabel independen dalam penelitian ini adalah asam urat.
2. Variabel Dependen
Variabel Dependen (terikat) adalah variabeI yang nilainya ditentukan oleh variabel yang
lain.Variabel dependen dalam penelitian ini adalah akupuntur.

D. Hipotesis
Ha :Terdapat pengaruh setelah dilakukan akupuntur terhadap nyeri akibat asam urat pada lansia
di Kota Pacitan
Ho1:Tidak Terdapat Perbedaan setelah dilakukan akupunttur terhadap nyeri akibat asam urat pada
lansia di Kota Pacitan

7
BAB III
Metode Penelitian
F. Jenis dan Desain Penelitian
Jenis penelitian yang dilakukan ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan
experiment dengan perlakuan
G. Waktu dan Tempat Penelitian
a) Waktu penelitian
Penelitian ini dilakukan dimulai dari penyusunan proposal sampai dengan turun penelitian
yaitu bulan desember 2018-desember 2019
b) Tempat penelitian
Tempat penelitian di Kota Pacitan

H. Definisi Operasional

Variabel Definisi Operasional Alat ukur Hasil Ukur Skala

Asam urat Jumlah angka yang Menggunakan Dinyatakan Rasio


menunjukan pemakai Kuesioner dalam angka
responden nyeri asam
urat

akupuntur Akupunktur adalah Menggunakan alat Rasio


Mg/dL
cara pengobatan jarum akupuntur
dengan cara menusuk dan GCU
jarum pada bagian
tubuh

8
I. Populasi, Sampel dan Teknik Sampling
1. Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah lansia di Kota Pacitan yang berjumlah 25 yang
mengalami nyeri dan menderita asam urat

2. Sampel
a. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah:
1) Berusia mulai >50 tahun
2) Lansia yang menderita asam urat
b. Kriteria eksklusi dalam penelitian ini adalah:
1) Tidak mengisi koesioner dengan lengkap
2) Tidak hadir atau sakit saat dilakukan penelitian
3) Tidak bisa dilakukan tindakan karena takut
4) Teknik Pengambilan Sampel
Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan cara random
sampling dengan teknik pengambilan sampel acak sederhana (simple random sampling) yaitu
pengambilan sampel sedemikian rupa sehingga setiap unit dasar (individu) mempunyai
kesempatan yang sama untuk diambil sebagai sampel.

J. Instrumen Penelitian
1. Alat Penelitian
Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Kuesioner : mengenai asam urat berupa skala nyeri, PQRST, nutrisi dan life style
berupa pertanyaan
b. Pengukuran : akupuntur menggunakan jarum dan GCU

K. Teknik pengumpulan data


1. Jenis data
Berdasarkan sumbernya, data penelitian dapat dikelompokkan dalam dua jenis yaitu data
primer dan sekunder.
a. Data Primer
Data primer dalam penelitian ini diperoleh melalui kuesioner. Kuesioner ini akan
dibagikan dan diisi oleh responden yang dilakukan sekaligus dalam satu kali
pengumpulan.
b. Data Sekunder

9
Data sekunder yang didapat pada penelitian ini yaitu Studi dokumentasi yang dilakukan
dengan menelaah catatan tertulis, dokumen, dan arsip yang menyangkut masalah yang
diteliti berhubungan dengan instansi terkait.

L. Pengolahan Data

1. Editing
Penelitian melakukan editing data untuk memastikan data terkumpul secara lengkap dan
benar.
2. Tabulating
setelah data terkumpul peneliti melakukan tabulasi data guna mempermudah dalam input
data kedalam program SPSS.
3. Entry Data
Peneliti melakukan entry data kedalam program SPSS guna melakukan pengolahan data.
4. Cleaning
Peneliti melakukan pengecekkan kembali data yang sudah di input supaya tidak terjadi
kesalahan dalam pengolahan data.

M. Analisis Data
a. Analisa univariat
Analisis univariat menghasilkan distribusi dan persentase dari tiap variabel. Analisis
ini dilakukan untuk mendeskripsikan variabel penelitian dengan membuat tabel
distribusi frekuensi, data ditampilkan dalam proporsi atau presentase dan table.
b. Analisa bivariat
Analisa data bivariat adalah analisa yang dilakukan lebih dari dua variabel. Analisa
bivariat dilakukan untuk melihat hubungan 2 variabel yang meliputi variabel bebas dan
terikat. Dalam penelitian ini analisis bivariat untuk mengetahui hubungan antara
masing-masing variabel independent yaitu asam urat pada lansia dengan variabel
dependen yaitu akupuntur

c. Etika Penelitian
Masalah etika yang harus diperhatikan antara lain adalah sebagai berikut:
1. Informed Consent atau lembar persetujuan
Lembar persetujuan diberikan kepada sampel penelitian yang setuju berpartisipasi dalam
penelitian ini untuk ditanda tangani. Sebelum sampel penelitian menandatangani lembar
persetujuan penelitian, peneliti memberikan informasi kepada sampel penelitian tentang
tujuan dan sifat sukarela dalam mengikuti penelitian ini.

10
2. Confidentiality atau kerahasiaan
Peneliti menjaga rahasia identitas penelitian dengan tidak mencantumkan nama (cukup
dengan kode responden) pada setiap kuesioner. Peneliti juga menjaga kerahasiaan data
penelitian dengan menyimpannya pada file/computer pribadi yang tidak memungkinkan
diakses orang lain.
3. Anonymity atau kerahasiaan nama
Dalam menjaga kerahasiaan responden, peneliti tidak akan mencantumkan nama responden
pada lembar pengumpulan data tetapi dalam bentuk kode pada masing-masing lembar
tersebut.
4. Right to full disclosure/ hak untuk mendapatkan jaminan dari perlakuan yang diberikan
Peneliti memberikan penjelasan secara rinci tentang penelitian yang akan dilaksanakan serta
berjanji akan mempertanggung jawabkan kepada subjek bila ada sesuatu yang terjadi akibat
penelitian yang dilakukan.
5. Beneficient atau manfaat
Dalam arti prinsip bahwa peneliti harus berbuat baik, menghormati martabat manusia.
Prinsip ini dikatakan bahwa perlunya perlakuan yang terbaik bagi responden. Beneficience
membawa arti menyediakan kemudahan dan kesenangan kepada responden mengambil
langkah positif untuk memaksimalisasi akibat baik daripada hal yang buruk.
6. Respect for person atau menghormati harkat dan martabat manusia
Bebas memilih, perlindungan terhadap subyek yang otonominya terganggu atau kurang dan
kerahasiaan data/ informasi dari subyek.

11