Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIK SISTEM PEMINDAH TENAGA

MEKANISME KERJA KOPLING

Disusun Oleh :

1. Adnan Ahmad Fauzi 17509134032


2. Rizka Adi Prastyo 17509134033
3. Muhammad Lutfi Zerianto 17509134034
4. Zaky Abid Tidar 17509134035
5. Ahmad Najib Hasbullah 17509134036

PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF


UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2018/2019
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
JOB SHEET SISTEM PEMINDAH TENAGA
Semester III MEKANISME PENGGERAK KOPLING 100 Menit
No. JST/OTO/6321/3 Revisi : 01 Tgl : 1 September 2015 Hal 1 dari 5

I. Kompetensi :
Memelihara / servis, memperbaiki dan overhaul sistem pemindah tenaga pada
kendaraan ringan.

II. Sub Kompetensi


1. Mengidentifikasi sistem mekanisme penggerak kopling mekanis (kabel) dan
hidrolik beserta komponennya.
2. Melepas dan memasang sistem mekanisme penggerak kopling dengan cara
yang benar.
3. Menjelaskan cara kerja mekanisme penggerak kopling dan komponen-
komponennya.
4. Melakukan pemeriksaan, pengukuran dan mengidentifikasi gangguan serta cara
mengatasinya.

III. Alat dan Bahan


1. Unit mekanisme penggerak kopling pada engine model dan pada mobil Toyota
Kijang Super.
2. Tool box set, SST kunci nipel dan tang snap ring.
3. Jangka sorong.
4. Minyak rem,selang transparan, botol kosong minyak rem.

IV. Keselamatan Kerja


1. Pergunakan alat sesuai dengan fungsinya.
2. Hati-hatilah dengan minyak rem, jangan sampai mengenai cat pada kendaraan.
3. Hati-hati saat melepas dan memasang pipa rem, gunakan kunci nipel jangan
menggunakan kunci pas.
4. Hati-hati saat bekerja dibawah kendaraan.pastikan pemasangan jack stand
sudah tepat.
5. Bekerja dengan hati-hati dan teliti.
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
JOB SHEET SISTEM PEMINDAH TENAGA
Semester III MEKANISME PENGGERAK KOPLING 100 Menit
No. JST/OTO/6321/3 Revisi : 01 Tgl : 1 September 2015 Hal 2 dari 5

V. Teori Dasar
1. Sistem penggerak kopling dibagi menjadi dua yaitu mekanis dan hidrolis.
a. Mekanis
Pengoperasian unit kopling sistem mekanik menggunakan kabel baja
yang menghubungkan pedal kopling dengan tuas pembebas kopling. Saat
pedal kopling diinjak, maka akan menarik kabel kopling yang diteruskan
dengan menggerakan tuas pembebas kearah menekan pegas kopling.
Sehingga plat kopling bebas tak terjepit oleh plat tekan. Saat pedal dilepas,
maka pedal kopling akan dikembalikan pada posisi semula oleh pegas
pengendali pedal. Sementara tuas kopling akan kembali pada posisi semula
oleh pegas diafragma.Adapun komponen dari sistem kopling mekanis yaitu:

1. Clutch Pedal (Pedal Kopling)


Clutch pedal adalah komponen input yang berfungsi untuk
mengubah serta meringankan dalam pengendalian kopling. Kerja dari
pedal ini nantinya menggunakan pengungkit yang mana pada ujung
pedal terdapat enngsel. Di bagian bawah engsel ini terdapat push rod
yang dihubungkan pada piston master silinder. Keras atau tidaknya
penekanan kopling sangat dipengaruhi penjang dari pedal kopling.
Selain itu, dalam komponen ini terdapat penyetelan ketinggian
kopling serta free play. Biasanya penyetelan ini berada di bagian
bawah namun lebih efektif ketika diletakkan dalam pedal. Tak hanya
membuat lebih mudah, namun penyetelan dapat dilakukan tanpa
membutuhkan banyak alat.
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
JOB SHEET SISTEM PEMINDAH TENAGA
Semester III MEKANISME PENGGERAK KOPLING 100 Menit
No. JST/OTO/6321/3 Revisi : 01 Tgl : 1 September 2015 Hal 2 dari 5

2.Clutch release cable

Clutch release cable atau kabel penghubung merupakan komponen


pada sistem kopling yang berfungsi untuk menghubungkan tenaga
dari pengemudi (injakkan di pedal kopling) yang menuju ke garpu
pembebas (release fork). Ketika pedal diinjak maka kabel ini akan
menarik garpu pembebas sehingga akan memutuskan hubungan antara
mesin dengan transmisi.

3.Garpu pembebas (release fork)

Garpu pembebas atau release fork berfungsi untuk menekan


release bearing untuk membebaskan hubungan antara mesin dan
transmisi.

4.Release lever
Release lever berfungasi menarik kabel yang mengakibatakan
release fork menekan pegas sehingga mengakibat kan kopling terangkat
bebas dari putaran mesin.
5.Garpu pembebas (release fork)

Garpu pembebas atau release fork berfungsi untuk menekan


release bearing untuk membebaskan hubungan antara mesin dan
transmisi.

b. Hidrolis
Pengoperasian kopling sistem hidrolis ini memanfaatkan tekanan
hidrolis minyak. Pedal kopling dalam hal ini berfungsi untuk menekan
minyak yang ada pada master silinder dan selanjutnya disalurkan kesilinder
kopling.Tekanan minyak selanjutnya mendorong tuas pembebas dan
bantalan tekan menekan pegas diafragma. Proses ini menyebabkan kopling
memutuskan hubungan antara mesin dengan sistem pemindah tenaga.
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
JOB SHEET SISTEM PEMINDAH TENAGA
Semester III MEKANISME PENGGERAK KOPLING 100 Menit
No. JST/OTO/6321/3 Revisi : 01 Tgl : 1 September 2015 Hal 2 dari 5

Adapun komponen dari sistem hidrolik yaitu:

1. Master cylinder
Fungsi dari master silinder ini mengubah energi mekanis ke dalam
tekanan hidrolis. Entah itu pada bagian rem ataupun pada bagian kopling
yang mana menggunakan penggerak hidrolik. Namun fungsi dari master
silinder pada rem tentunya berbeda pada bagian kopling mobil. Dalam
sistem kopling, biasanya hanya menggunakan tipe master silinder
sederhana dengan satu piston di dalamnya. Untuk reservoirnya sendiri
masih menggunakan jenis reservoir minyak rem, sehingga terdapat selang
penghubung dari reservoir dan master.

2. Clutch Pedal (Pedal Kopling)


Clutch pedal adalah komponen input yang berfungsi untuk mengubah
serta meringankan dalam pengendalian kopling. Kerja dari pedal ini
nantinya menggunakan pengungkit yang mana pada ujung pedal terdapat
enngsel. Di bagian bawah engsel ini terdapat push rod yang dihubungkan
pada piston master silinder. Keras atau tidaknya penekanan kopling sangat
dipengaruhi penjang dari pedal kopling.
Selain itu, dalam komponen ini terdapat penyetelan ketinggian kopling
serta free play. Biasanya penyetelan ini berada di bagian bawah namun
lebih efektif ketika diletakkan dalam pedal. Tak hanya membuat lebih
mudah, namun penyetelan dapat dilakukan tanpa membutuhkan banyak
alat.
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
JOB SHEET SISTEM PEMINDAH TENAGA
Semester III MEKANISME PENGGERAK KOPLING 100 Menit
No. JST/OTO/6321/3 Revisi : 01 Tgl : 1 September 2015 Hal 3 dari 5

3. Hydrolic Clutch Pipe


Pipa hidrolis biasanya tidak jauh berbeda dengan jenis selang lainnya.
Meskipun berfungsi untuk menyakurkan tekanan hidrolis, namun pipa ini
tidak berbahan dasar besi dengan bentukan tetap.

Ada beberapa tipe yang menggunakan tipe pipa besi yang mana hanya
terletak pada kedua ujung selang. Namun kebanyakan juga ada yang
menggunakan jenis high pressure flexible pipe yang mana berbahan dasar
fleksible namun tetap dapat menahan adanya tekanan kopling.

4. Release Fork
Komponen ini memiliki fungsi mengkonversikan energi mekanis yang
berasal dari output aktuator silinder yang mana menuju release bearing.
Sama seperti pedal kopling, komponen ini bekerja menggunakan prinsip
pengungkit. Yang mana panjang lengan fork akan sangat mempengaruhi
kekerasan pada penekanan kopling.

5.Silinder pembebas
Silinder pembebas atau release cylinder ini terletak pada bagian
bawah kendaraan dan memiliki fungsi untuk meneruskan tenaga dari
master silinder yang nantinya digunakan untuk mendorong garpu
pembebas (release fork).

Komponen sistem hidrolik lebih banyak dibandingkan sistem mekanik,


tetapi mempunyai keuntungan yang mampu mengatasi kekurangan sistem
penggerak mekanik yaitu : kehilangan tenaga karena gesekan lebih kecil
sehingga penekanan pedal kopling lebih ringan, memungkinkan diberikan
perbandingan diameter master dan release silinder sehingga penekanan
pedal kopling jauh lebih ringan, pemindahan tenaga lebih cepat dan lebih
baik, penempatan fleksibel karena fluida dialirkan melalui fleksible hose.
Kekurangan dari sistem hidrolik adalah konstruksinya rumit dan dapat
terjadi kegagalan fungsi jika terdapat udara di dalam sistem.

2.Hukum Pascal

Hukum pascal adalah salah satu hukum dalam ilmu fisika yang
berhubungan dengan zat cair dan gaya-gaya yang ada padanya.Bunyi hukum
pascal adalah tekanan yang diberikan pada suatu zat cair didalam suatu wadah, akan
diteruskan ke segala arah dan sama besar.Kaidah ini yang digunakan untuk dasar
mekanisme hidrolis pada kopling
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
JOB SHEET SISTEM PEMINDAH TENAGA
Semester III MEKANISME PENGGERAK KOPLING 100 Menit
No. JST/OTO/6321/3 Revisi : 01 Tgl : 1 September 2015 Hal 3 dari 5

VI. LANGKAH KERJA


1. Mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Melakukan pengamatan dan pemeriksaan pada mekanisme penggerak kopling
mulai dari pedal kopling, master kopling, release silinder.

Reservoirtank Master Silinder

Release Silinder Kopling Pedal Kopling


3. Memasang fender cover pada bodi kendaraan agar minyak kopling tidak
mengenai cat bodi kendaraan.

Fender cover adalah barang yang digunakan untuk melindungi body


mobil dari benturan benda ringan dan oli yang dapat merusak cat
mobil.Biasanya barang ini terbuat dari bahan plastik yang kedap terhadap cairan
khususnya oli.Cara pemasangannya biasanya di pasang saat service mobil pada
bodi mobil yang dekat dengan mesin depan atau body yang rawan dengan
terkena oli yang dapat memudarkan cat.

4. Melakukan pembongkaran unit mekanisme penggerak kopling hidrolik ( master


silinder kopling dan release silinder) dengan langkah yang efektif, efisien dan
sistematik.
1.Membongkar Master Silinder
a. Melepas tangki cadangan
Melepas baut pengikat,cincin dan tangki seservoir
b. Melepas rakitan batang pendorong
Menarik karet penutup debu dan menggunakan obeng untuk melepaskan
snapring,selanjutnya menarikrakitan batang pendorong keluar
c. Melepas piston
Melepaskan menggunakan kompresor udara,dan keluarkan piston dari
silinder.

Bongkar Master Silinder Kopling


2.Membongkar master release silinder
a. Melepas piston
Melepaskan menggunakan kompresor udara,dan keluarkan piston dari
silinder.

Bongkar Release Silinder Kopling


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
JOB SHEET SISTEM PEMINDAH TENAGA
Semester III MEKANISME PENGGERAK KOPLING 100 Menit
No. JST/OTO/6321/3 Revisi : 01 Tgl : 1 September 2015 Hal 4 dari 5

5. Melakukan penyetelan kerja mekanisme penggerak kopling yang meliputi:


ketinggian pedal kopling, jarak bebas pedal kopling , jarak bebas garpu
pembebas dan kelancaran geraknya.
6. Melakukan perhitungan keuntungan hidrolis dan keuntungan mekanis dari
sistem yang digunakan.
1) Keuntungan dari sistem hidrolik
a) Penempatan Posisi Tenaga Lebih Baik
b) Gaya Yang Dibutuhkan Kecil
c) Menggunakan Minyak Mineral
d) Beban Mudah Dikontrol
e) Beban Dapat Berhenti Otomatis
f) Mudah Dalam Pemasangan
g) Sedikit Perawatan
2) Kerugian dari sistem hidrolik :
a. Kontruksinya lebih rumit
b. Kerja kopling akan terganggu apabila terjadi kebocoran, atau terdapat
udara pada sistem. Dan ini sering terjadi pada kendaraan-kendaraan
yang ada.
c. Komponennya mudah rusak akibat debu,korosi dan kotoran lain.
3) Keuntungan dari sistem mekanis :
a) Kalau rusak di jalan bisa langsung ganti sulur/ kabelnya.
b) Mekanismenya sederhana
c) Karena sifat kabel yang fleksibel maka penempatannya juga fleksibel
d) Tidak memerlukan ruang yang besar
4) Kerugian dari sistem mekanis :
a) Gaya yang dihasilkan kecil.
b) Kabel mudah putus dan berbahaya jika pada jalan macet yang menanjak
c) Elastisitas kabel menyebabkan mekanisme ini tidak bekerja dengan
sepontan
d) Kurang kuart untuk beban berat
7. Mendiskusikan mengenai kondisi komponen dan sistem, kemungkinan
penyebab kerusakan, kemungkinan perbaikan serta kemungkinan akibat jika
kerusakan terjadi dan dibiarkan.
.
a. Master silinder
Hasil pemeriksaan terhadap master silinder didapatakan data:
a) Diameter dalam: 15,5mm
b) Karet seal aus
c) Dinding silinder berkarat
Diagnosis :Dari data yang didapatkan penyebab master silinder rusak adalah
karena karet sealnya mengalami keausan atau rusak.Hal ini terjadi karena
dinding silinder yang mengalami korosi.Hal ini bisa terjadi karena dinding
silinder teroksidasi dengan udara luar.Udara ini terperangkap dalm silinder
saat pemasangan atau selama pemakaian terjadi kebocoran saluran dan
bercampur dengan minyak rem.Jika dibiarkan akan merusak mekanisme
penggerak kopling sendiri
Perbaikan:Menghilangkan karat pada dinding silinder menggungakan
amplas halus.Setelah benar benar hilang ganti karet seal dengan yang baru
sesuai spesifikasi.
b. Untuk release silindernya
d) Diameter dalam nya : 20,36mm
e) Diameter luarnya : 39,42mm
f) Sama seperti komponen master silinder pegas atau spring nya dan piston
nya sudah jelek dan korosi dan silnya juga sudah jelek.
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
JOB SHEET SISTEM PEMINDAH TENAGA
Semester III MEKANISME PENGGERAK KOPLING 100 Menit
No. JST/OTO/6321/3 Revisi : 01 Tgl : 1 September 2015 Hal 5 dari 5

8. Lakukan pemasangan kembali terhadap komponen-komponen yang dibongkar


secara efektif dan efisien!
9. Kemudian setelah terpasang lakukan proses pembuangan udara pada sistem
kopling (Bleeding) agar mekanisme kerja kopling dapat berjalan dengan baik!
(Pastikan pada saat proses bleeding minyak kopling yang ada di rservoir tidak
kehabisan, agar tidak terjadi lagi udara masuk disistem)
10. Setelah semua selesai bersihkan alat dan bahan yang digunakan untuk praktek!
11. Kembalikan alat dan bahan serta bersihkan tempat kerja!

VII. Kesimpulan
Dari hasil praktek membongkar dan memasang kopling mobil,kita dapat
mengetahui bahwa Sistem pengoperasian kopling adalah sebuah unit mekanisme
untuk mengoperasionalkan kopling yaitu memutus dan menghubungkan putaran
dan daya mesin ke unit pemindah daya selanjutnya (transmisi),dimana mekanisme
pengoperasiannya menggunakan sistem mekanik dan hidrolis.
Diperiksa Oleh :
Dibuat Oleh :
Kelompok 3