Anda di halaman 1dari 7

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan pada Makhluk Hidup


1. Pertumbuhan
Pertumbuhan adalah proses perubahan bentuk organisme yang
menjadi lebih besar karena berlanjutnya pembelahan sel atau karena
pembesaran sel, atau pula kedua – duanya.
2. Perkembangan
Perkembangan adalah proses pengaktifan sel – sel pada organisme
untuk mulai mengambil struktur dan fungsi khusus sehingga
membentuk semua sistem tubuh.
B. Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan
Perkembangan Makhluk Hidup
1. Faktor Dalam Tubuh (Internal), meliputi :
a. Genetik
Genetik adalah faktor pembawa sifat menurun yang terdapat di
dalam setiap sel makhluk hidup.
b. Hormon
Hormon merupakan senyawa organik (zat kimia) yang terdapat pada
makhluk hidup yang berfungsi untuk mengendalikan berbagai
fungsi di dalam tubuh.
1) Hormon pertumbuhan pada tumbuhan
Beberapa hormon pertumbuhan pada tumbuhan adalah sebagai
berikut :
a) Auksin (AUX)
Auksin berfungsi untuk merangsang aktivitas kambium,
merangsang pembengkokan batang, dan merangsang
dominasi apikal.
b) Sitokinin (CK)
Sitokinin memacu pembelahan sel serta mempercepat
pembentukan akar dan tunas.
c) Giberelin (GA)
Giberelin merangsang pembelahan dan perbesaran sel serta
merangsang perkecambahan biji.
d) Etilen (ETH)
Etilen berperan untuk menghambat pemanjangan batang,
mempercepat penuaan buah, dan menyebabkan penuaan
daun.
e) Asam absisat (ABA)
Asam absisat berperan dalam proses perontokan daun.
2) Hormon pertumbuhan pada Hewan
Beberapa hormon pertumbuhan pada hewan adalah sebagai
berikut :
a) Tiroksin
Tiroksin berfungsi untuk mengendalikan pertumbuhan
hewan. Pada katak, hormon ini merangsang dimulainya
proses metamorfosis.
b) Somatomedin
Somatomedin mempengaruhi pertumbuhan tulang
c) Ekdison dan juvenil
Ekdison dan juvenil mempengaruhi perkembangan fase
larva dan fase dewasa, khususnya pada hewan invertebrata.
a) Tiroksin
Tiroksin dihasilkan oleh kelenjar tiroid. Hormon ini
mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan
metabolisme karbohidrat dalam tubuh.
b) Somatotropin (STH)
Hormon ini dihasilkan oleh hipofisis bagian depan. Perannya
adalah mempengaruhi kecepatan pertumbuhan seseorang.
c) Testosteron
Testosteron berfungsi untuk mengatur perkembangan organ
reproduksi dan munculnya tanda – tanda kelamin sekunder
pada pria.
d) Estrogen/Progesteron
Estrogen/progesteron berfungsi untuk mengatur
perkembangan orgn reproduksi dan munculnya tanda – tanda
kelamin sekunder pada wanita.
2. Faktor Luar Tubuh (Eksternal), meliputi :
a. Makanan dan Nutrisi
Makanan merupakan salah satu bahan penting sebagai sumber
energi dalam proses pembentukan metabolisme tubuh. Kualitas dan
kuantitas nutrisi akan mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan makhluk hidup.
b. Suhu
Semua makhluk hidup membutuhkan suhu yang sesuai untuk
menunjang pertumbuhan dan perkembangannya. Suhu ini disebut
suhu optimum.
c. Cahaya matahari
Cahaya matahari merupakan sumber energi utama bagi kehidupan
di bumi. Cahaya matahari mempengaruhi proses fotosintesis pada
tumbuhan. Fotosintesis tidak dapat berlangsung jika tidak terdapat
cahaya matahari, sehingga tidak dapat memproduksi makanan.
d. Air
Air berperan dalam proses fotosintesis dan pembelahan sel pada
tumbuhan. Ketersediaan air dalam jumlah yang cukup akan mengisi
rongga vakuola sehingga dinding sel mengembang dan mendorong
sel untuk membelah. Jika air tersedia dalam jumlah yang kurang,
maka proses fotosintesis akan terganggu dan pembelahan sel akan
terhambat.

C. Proses Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan


Perkembangan pada tumbuhan dibagi ke dalam tiga bagian, yaitu:

1. Pembelahan (Cleavage)

Selama tahapan perkembangan ini nukleus zigot menjalani


serangkaian pembelahan mitotik. Nukleus anak yang dihasilkan
biasanya dipisahkan dalam sel-sel terpisah yang berasal dari
sitoplasma zigotnya. Selama tahapan ini tidak ada atau hanya sedikit
pertumbuhan.

2. Morfogenesis
Selama tahapan ini sejumlah sel-sel yang dihasilkan terus membelah
diri, bergerak-gerak dan menata dirinya menjadi lapisan-lapisan dan
kumpulan yang berbeda. Kendati sel-sel embrio selama fase
perkembangan ini disusun menjadi kelompok-kelompok khusus,
semuanya itu agak serupa dalam strukturnya.
3. Diferensiasi
Sel-sel embrio yang sedang berkembang itu mulai mengambil bentuk
struktur dan fungsi khusus yang akan dipunyainya pada saat menjadi
dewasa. Sel-sel yang terdiferensiasi itu tersusun menjadi jaringan,
jaringan menjadi organ, dan organ menjadi sistem.
4. Pertumbuhan
Pertumbuhan terjadi bahkan setelah semua sistem tubuh organisme itu
terbentuk. Apapun mekanisme yang sebenar-benarnya, pertumbuhan itu
bergantung kepada pengambilan lebih banyak bahan dan energi
daripada yang diperlukan semata-mata untuk fungsi-fungsi normal
organisme tersebut. Harus ada akumulasi protein, karbohidrat, dan
masih banyak lagi macam-macam molekul yang khas bagi makhluk
hidup.
Pertumbuhan pada tumbuhan dibagi ke dalam dua bagian, yaitu:

1. Pertumbuhan Primer

Pertumbuhan primer merupakan pertumbuhan yang sangat dasar yang


terjadi pada tumbuhan. Pertumbuhan primer terjadi karena sel-sel pada
jaringan meristem melakukan pembelahan secara terus-menerus. Jaringan
meristem terdapat pada ujung akar dan ujung batang. Karena itu,
pertumbuhan primer mempengaruhi ukuran akar dan batang pada
tumbuhan. Pertumbuhan primer diantaranya adalah pembentukan lapisan
epidermis, korteks, xilem primer, floem primer juga empelur.
Titik pertumbuhan primer dibagi menjadi 3 bagian:

a. Ujung akar : Sel-sel yang berkembang pada ujung akar membentuk


jaringan-jaringan penyusun akar seperti: epidermis, endodermis, korteks
dan silinder pusat.
b. Daerah pemanjangan setelah daerah pembelahan :Di sini, pertumbuhan
ditandai dengan bertambahnya ukuran tumbuhan tersebut.
c. Daerah diferensiasi : Sel-sel yang bertumbuh di daerah diferensiasi
berkembang membentuk sel-sel dengan fungsi khusus.

2. Pertumbuhan Sekunder

Disebut juga dengan meristem sekunder. Pertumbuhan ini ditandai dengan


pelebaran batang, penambagan lingkar tahun dan jaringan parenkim yang
menghubungkan kulit kayu dengan empelur atau disebut juga dengan jari-
jari empelur.

Pada xilem dan floem terdapat sel-sel kambium yang membelah aktif. Sel
kambium yang membelah ke dalam akan membentuk xilem sekunder
sedangkan yang membelah ke luar membentuk floem sekunder.
Pertumbuhan sekunder ini biasanya dipengaruhi oleh musim. Aktivitas
kambium akan meningkat pada musim penghujan dan menurun pada musim
kemarau.

Pertumbuhan primer dan sekunder ini akan terus berlangsung selama


tumbuhan tersebut masih hidup.

D. Proses Pertumbuhan dan Perkembangan pada Hewan


Pertumbuhan dan perkembangan hewan terdiri dari dua tahap, yaitu
tahap embrio dan tahap pasca embrio.
1. Tahap Embrio
Tahap embrio dimulai dari proses fertilisasi (penyatuan sel telur dan
sperma), kemudian terbentuk zigot yang mengalami proses pembelahan.
Tahap embrio dikelompokkan menjadi beberapa fase, yaitu fase
morula, fase blastula, fase gastrula, fase diferensiasi, serta
organogenesis.

a. Fase Morula
Pada fase ini zigot mengalami pembelahan berkali-kali. Pembelahan
sel dimulai dari satu menjadi dua, dua menjadi empat, dan
seterusnya. Pada saat pembelahan sel terjadi pembelahan yang tidak
bersamaan. Pembelahan yang cepat terjadi pada bagian vertikal
yang memiliki kutub fungsional atau kutub hewan (animal pole) dan
kutub vegetatif (vegetal pole). Antara dua kutub ini dibatasi oleh
daerah sabit kelabu Lihat Gambar 1. Setelah pembelahan terjadi
pada bagian vertikal, kemudian dilanjutkan dengan bagian
horizontal yang membelah secara aktif sampai terbentuk 8 sel.
Pembelahan sel berlanjut sampai terbentuk 16-64 sel. Embrio yang
terdiri dari 16-64 sel inilah yang disebut morula.
b. Fase Blastula
Pada fase blastula terjadi pembagian sitoplasma ke dalam dua
kutub yang dibentuk pada fase morula. Konsentrasi sitoplasma
pada kedua kutub tersebut berbeda. Pada kutub fungsional terdapat
sitoplasma yang lebih sedikit dibandingkan dengan kutub
vegetatif. Konsentrasi sitoplasma yang berbeda menentukan arah
pertumbuhan dan perkembangan hewan selanjutnya. Pada fase ini
kutub fungsional dan kutub vegetatif telah selesai dibentuk. Hal
ini ditandai dengan dibentuknya rongga di antara kedua kutub yang
berisi cairan dan disebut blastosol / blastocoel . Embrio yang
memiliki blastosol disebut blastula. Proses pembentukan blastosol
disebut blastulasi. Setelah fase blastula selesai dilanjutkan dengan
fase gastrula.
c. Fase Gastrula
Pada fase gastrula, embrio mengalami proses diferensiasi dengan
mulai menghilangkan blastosol. Sel-sel pada kutub fungsional akan
membelah dengan cepat. Akibatnya, sel-sel pada kutub vegetatif
membentuk lekukan ke arah dalam (invaginasi). Invaginasi akan
membentuk dua formasi, yaitu lapisan luar (ektoderm) dan lapisan
dalam (endoderm).
Bagian ektoderm akan menjadi kulit dan bagian endoderm akan
menjadi berbagai macam saluran. Bagian tengah gastrula disebut
dengan arkenteron. Pada perkembangan selanjutnya, arkenteron
akan menjadi saluran pencernaan pada hewan vertebrata dan
beberapa invertebrata. Bagian luar yang terbuka pada gas menuju
arkenteron disebut dengan blastofor. Bagian ini dipersiapkan
menjadi anus dan pada bagian ujung akan membuka dan menjadi
mulut. Pada fase ini akan terjadi lanjutan diferensiasi sebagian
endoderm menjadi bagian mesoderm. Pada akhir dan gastrula telah
terbentuk bagian endoderm, mesoderm, dan ectoderm.
d. Diferensiasi dan Organogenesis
Pada fase ini mulai terjadi diferensiasi dan organogenesis pada
struktur dan fungsi sel untuk menjadi jaringan yang
spesifik. Proses ini dikendalikan oleh faktor gen yang dibawa pada
saat terjadi pembentukan kutub fungsional dan kutub
vegetatif. Pada akhirnya masing-masing bagian endoderm,
mesoderm, dan ektoderm akan mengalami diferensiasi menjadi
organ-organ sebagai berikut:

1)Ektoderm akan mengalami diferensiasi menjadi epidermis, rambut, kelenjar


minyak, kelenjar keringat, email gigi, sistem saraf, dan saraf reseptor.

2)Mesoderm akan mengalami diferensiasi menjadi tulang, jaringan


ikat, otot, sistem peredaran darah, sistem ekskresi misalnya duktus deferens, dan
sistem reproduksi
1. Endoderm akan mengalami diferensiasi menjadi jaringan epitel
pencernaan, sistem pernapasan, pankreas dan hati serta kelenjar
gondok.

Dalam proses diferensiasi dan organogenesis, bagian yang


berdekatan saling mempengaruhi. Sebagai contoh, bagian
mesoderm akan mempengaruhi ektoderm dalam diferensiasi untuk
perkembangan alat gerak, yaitu sebagian berasal dari sel ektoderm
dan sebagian dari mesoderm. Setelah tahap embrio selesai, embrio
yang disebut janin siap dilahirkan.

2. Tahap Pasca Embrio


Pada tahap pasca embrio, terjadi pertumbuhan dan perkembangan menjadi
individu dewasa. Individu dewasa, artinya siap menghasilkan keturunan atau
bereproduksi Beberapa hewan invertebrata mengalami regenerasi atau
metamorfosis selama pertumbuhan dan perkembangannya Sedangkan
hewan vertebrata mengalami pertumbuhan dan perkembangan dari hewan
muda (anak) menjadi hewan dewasa.

Regenerasi
Regenerasi adalah proses perbaikan tubuh yang luka atau rusak. Proses ini
ditentukan oleh sel-sel batang dalam tubuh hewan yang belum mengalami
diferensiasi. Pada organisme yang berkembang biak secara aseksual,
regenerasi berarti juga sebagai proses reproduksi atau berkembang biak
Contohnya cacing pipih, Cacing pipih memiliki kemampuan regenerasi yang
sangat tinggi. Apabila tubuhnya dipotong, potongan akan menjadi individu
baru dan lengkap.

Metamorfosis Metamorfosis adalah perubahan ukuran, bentuk, dan bagian-


bagian tubuh hewan dari suatu stadium ke stadium
berikutnya. Metamorfosis merupakan proses pertumbuhan dan
perkembangan hewan khususnya serangga dan amfibi menuju
dewasa. Dalam siklus hidupnya, hewan memiliki truktur dan fungsi tubuh
yang berbeda pada setiap stadium. Metamorfosis dikendalikan oleh
hormon. Di bawah pengaruh hormon, ukuran tubuh hewan
bertambah, jaringan terorganisasi, dan bagian-bagian tubuh kembali
dibentuk.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup merupakan dua
hal yang berbeda namun saling berkaitan. Dapat dikatakan mengalami
pertumbuhan jika terjadi penambahan ukuran volume, tinggi, lebar, jumlah
dan massa sedangkan pada perkembangan terjadi perubahan fungsi organ
yang menuju pada kedewasaan. Proses-proses tersebut dipengaruhi oleh dua
faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Adapun faktor internal
meliputi hormon dan gen. Sedangkan faktor eksternal meliputi makanan
atau nutrisi, suhu, iklim, tanah, kelembapan, dan pH.

B. Kritik dan Saran


Dalam penyusunan makalah ini kami sudah berusaha sebaik mungkin.
Makadari itu, apabila ada kesalahan yang tidak kami sadari kritik dan saran
yang membangun sangat kami harapkan untuk memyempurnaan makalah
ini.