Anda di halaman 1dari 3

Radiasi adalah pencemaran/pengeluaran dan perambatan energi menembus ruang atau sebuah

substansi dalam bentuk gelombang atau partikel.

Radioisotop adalah suatu unsur radioaktif yang memancarkan sinar radioaktif. Penggunaan radioisotop
di bidang kesehatan untuk keperluan radiodiagnostik dan radioterapi dalam kedokteran nuklir.

Manfaat dibidang kedokteran:

. Perunut gangguan ginjal menggunakan 23I

2. Perunut trombosit (penyempitan pembuluh darah) menggunakan 24Na

3. Perunut kelenjar gondok atau tiroid kelenjar gondok atau tiroid menggunakan yodium

4. Pengobatan dengan membunug sel kanker dengan 60Co

5. Sterilisasi, membunuh bakteri, jamur, dan serangga dalam makanan, sinar γ-

6. Sterilisasi peralatan kedokteran dengan sinar γ-

7. 99Tc dan 201TI, kedua radioisotop itu digunakan bersama-sama untuk mendeteksi kerusakan
jantung.

8. Xenon (133Xe) digunakan untuk mendeteksi penyakit paru-paru.

9. 32P digunakan untuk mendeteksi penyakit mata, tumor, dan lain-lain.Serta dapat pula mengobati
penyakit polycythemia rubavera, yaitu pembentukan sel darah merah yang berlebihan.

Efek samping:
Radiasi yang terlalu tinggi dapat menimbulkan gejala akut yang dapat dirasakan oleh pasien, namun
walaupun tidak tedapat gejala bukan berarti tidak menimbulkan bahaya, karena radiasi dapat
menimbulkan dampak jangka panjang yang lebih berbahaya. Gejala akut yang dapat ditimbulkan oleh
radiasi yang tinggi adalah sebagai berikut :

1. Mual muntah

2. Diare

3. Sakit kepala

4. Demam

5. Pusing, mata berkunang-kunang

6. Disorientasi atau bingung menentukan arah

7. Lemah, letih dan tampak lesu

8. Kerontokan rambut dan kebotakan

9. Muntah darah atau berak darah

10. Tekanan darah rendah

11. Luka susah sembuh


Adapun dampak jangka panjang dari radiasi nuklir adalah :

1. Kanker

2. Penuaan dini

3. Gangguan sistem saraf dan reproduksi

4. Mutasi genetik