Anda di halaman 1dari 2

A.

Konsep Pendelegasian

1. Definisi Pendelegasian

Delegasi adalah suatu proses dimana responbilitas/tanggungjawab

dan otoritas/wewenang untuk melakukan suatu tugas (fungsi, aktivitas atau

keputusan) dialihkan kepada orang lain yang menerima autoritas dan

responbikitas tersebut. Walaupun delegator (pihak yang mendelegasikan)

masih tetap bertanggung jawab terhadap tugas tersebut, pihak yang

didelegasi (utusan) juga dapat bertanggung jawab kepada delegator

mengenai reponbilitas yang dipikul. Oleh karenanya delegasi adalah suatu

proses dinamik yang mencakup responbilitas, akuntabilitas dan otoritas.

Sebagai suatu proses, delegasi memberi wewenang kepada yang lain dan

membangun keperacayaan, meningkatkan komunikasi dan kemampuan

kepemimpinan dan mengembangkan kerja tim (Sullivan & Decker, 2005,

p. 144).

Delegasi juga merupakan suatu alat. Dengan pendelagasian yang

efektif, seorang manajer dapat menyelesaikan lebih banyak tugas, dan

produktivitas juga meningkat. Delegasi dapat pula menjadi suatu alat

untuk mengembangkan keterampilan dan kemampuan orang lain dan dapat

rmenimbulkan keselarasan dalam suatu organisasi. Untuk berdelegasi

secara efektif, manajer perawat harus menyadari bahwa delegasi

merupakan suatu seni dan kebetulan delegasi juga merupakan suatu

keterampilan yang dapat dipelajari (Sullivan & Decker, 2005, p. 144).


2. Tanggung jawab/responbilitas dan Akuntabilitas

Walaupun reponbilitas dan akuntabilitas sering dipakai secara

sinonim, dua kata ini menggambarkan konsep berbeda yang berjalan

bersamaan. Responbilitas menunjukan kewajiban untuk mengerjakan

suatu tugas, sedangkan akuntabilitas adalah penerimaan akan hasil atau

kekurangan tugas teersebut. Dalam delegasi, responbilitas diserah-

terimakan dari suatu pihak ke pihak yang lain sedangkan akuntabilitas

dibagi antara satu pihak dengan pihak yang lain (Sullivan & Decker, 2005,

p. 144).

3. Otoritas

Prinsip delegasi kedua adalah bahwa seiring dengan responbilitas,

maka anda harus memberikan otoritas. Otoritas adalah hak untuk

bertindak. Oleh karenanya, dengan mmberikan otoritas, delegator

memberikan wewenang kepada utusan untuk mengerjakan tugas.

Seringkali prinsip delegasi ini diabaikan. Manajer tetap menguasai

otoritas, yang memperlemah kemampuan utusan untuk mengerjakan

tugas. Menjadikan seorang utusan sampai pada kegagalan, dan

meminimalkan efisiensi dan produktivitas (Sullivan & Decker, 2005, p.

144).