Anda di halaman 1dari 4

KERUSAKAN GIGI

Definisi : gangguan perkembangan gigi/polaerupsi atau integritas struktural gigi individu.

Batasan karakteristik
•gigi ompong •erupsi gigi inkomplet sesuai usia
•Abrasi gigi • gigi goyang
•karies gigi •maloklusi
•Perubahan warna email gigi • gigi primer lepas sebelum waktunya
•erosi email • karies radiks gigi
•kalkulus oral berlebihan • fraktur gigi
•plak oral berlebihan • gigi tidak sejajar
•wajah asimetris • sakit gigi
•halitosis (bau mulut)

Faktor Yang berhubungan


• hambatan untuk perawatan diri • kebiasaan diet tidak adekuat
• kurang akses ke perawatan profesional • kurang hygiene oral
• asupan fluoride yang berlebihan • kurang pengetahuan mengenai kes.gigi
• pengguna agens pembersih gigi abrasif berlebihan • malnutrisi
•kebiasaan konsumsi zat yang mewarnai gigi

Populasi berisiko
• kesulitan ekonomi
• predisposisi genetik

Kondisi terkait
• bruksisme
• muntah kronis
• sensivitas suhu oral
• agens farmaseutika
Resiko mulut kering

Definisi : rentan terhadap ketidaknyamanan atau kerusakan pada mukosa oral karena penurunan
kuantitas atau kualitas saliva untuk melembabkan mukosa yang dapat mengganggu kesehatan.

Faktor Resiko
• dehidrasi
•depresi
•stress berlebihan
•terlalu gembira
•merokok

Kondisi terkait
•kemoterapi
•pembatasan cairan
•ketidakmampuan untuk makan per oral
•terapi oksigen
• agens farmasetika
•kehamilan
•terapi radiasi pada kepala dan leher
•penyakit sistemik
RESIKO INFEKSI

Definisi : rentan mengalami invasi dan multiplikasi prganisme patogenik yang dapat mengganggu
kesehatan

Faktor Resiko
•gangguan peristalsis
•gangguan integritas kulit
•vaksinasi tidak adekuat
•kurang pengetahuan untuk menghindari pemajanan patogen
•malnutrisi
•obesitas
•merokok
•stasis cairan tubuh

Populasi yang berisiko


•terpajan pada wabah

Kondisi terkait
•perubahan sekresi pH
•penyakit kronis
•penurunan kerja siliaris
•penurunan Hb
•imunosupresi
•prosedur invaif
•leukopenia
•pecah ketuban dini
•pecah ketuban lambat
•supresi respons inflamasi
Gangguan Menelan

Definisi : fungsi abnormal mekanisme menelan yang dikaitkan dengan defisit struktural atau fungsi
oral,faring, atau esofagus

Baatsan karakteristik :
Tahap pertama :oral
•abnormalitas pada fase oral pada pemeriksaan menelan
•tersedak sebelum menelan
•batuk sebelum menelan
•ngiler
•makanan jatuh dari mulut
•muntah sebelum menelan
•ketidakmampuan menersihkan rongga mulut
•bibir tidak menurup rapat
•mengatup puting susu tidak efisien
•mengunyah tidak efisien
•refluks nasal
•piecemeal deglutition
•makanan terkumpul di sulkus
•bolus masuk terlalu cepat
•pembentukan bolus terlalu lambat
•waktu makan lama yang tidaka dekuat
•kerja lidah tidak efektif pada pembentukan bolus

Tahap kedua : faring


•abnormalitas pada fase faring pada pemeriksaan menelan
•gangguan posisi kepala
•tersedak
•batuk
•keterlambatan menelan
•demam dengan etiologi tidak jelas
•menolak makan
•ingin muntah
•suara seperti kumur
•ketidakadekuatan elevasi laring
•refluks nasal
•infeksi paru berulang
•mene;an berulang

Tahap ketiga : Esofagus


•abnormalitas pada fase esofagus pada pemeriksaan menelan •hematemesis
•pernapasan bau asam •hiperekstensi kepala
•bruksisme •bangun malam hari
•kesulitan menelan •batuk malam hari
•nyeri epigastrik
•menolak makan
•nyeri uluhati