Anda di halaman 1dari 2

Dasar Teori

Planaria merupakan hewan yang biasa dipakai untuk pengamatan/ percobaan regenerasi.
Hewan ini memiliki kemampuan yang sangat tinggi untuk memperbaiki bagian tubuh yang rusak
dan bahkan mampu mengganti bagian tubuh yang hilang dengan bentukan baru (Muchtarromah,
2006).
Planaria merupakan salah satu anggota kelompok cacing pipih (Plathyhelmintes). Cacing
ini hidup dengan baik di perairan yang jernih dan bersih (tidak terpolusi). Biasanya cacing ini
mudah ditemukan di dalam sungai muara dan air terjun. Tubuh planaria sangat empuk/lembut
dan sangat mudah terluka atau terpotong. Namun, planaria memiliki kemampuan yang sangat
tinggi untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi pada tubuhnya. Lebih jauh lagi, planaria
mampu mengganti bagian tubuhnya yang rusak atau hilang dengan yang baru hingga terbentuk
tubuh yang utuh lagi. Apabila tubuh planaria terluka atau terpotong, maka hal pertama yang
terjadi adalah penyembuhan luka yang menutup permukaan puntung. Proses selanjutnya adalah
pembersihan “serpihan” luka dibagian dalam dan pertumbuhan serta perkembangan jaringan
baru (Muctarromah, 2006).

Regenerasi adalah memperbaiki bagian tubuh yang rusak atau lepas kembali seperti
semula. Kerusakan itu bervariasi. Ada yang ringan, seperti luka dan memar; ada yang sedang,
yang menyebabkan ujung sebagian tubuh terbuang; dan yang berat, yang menyebabkan suatu
bagian besar tubuh terbuang (Yatim, 1984). Daya regenerasi tak sama pada berbagai organisme.
Ada yang tinggi ada yang rendah sekali dayanya. Tak jelas hubungan linier antara kedudukan
sistematik hewan dengan daya regenerasi. Yang terkenal tinggi dayanya ialah Coelenterata,
Platyhelmintes, Annelida, Crustacea, dan Urodela. Aves dan mamalia paling rendah dayanya,
biasanya terbatas kepada penyembuhan luka; bagian tubuh yang lepas tak dapat ditumbuhkan
kembali (Jasin, 1984).

Gambar x. Regenerasi pada Planaria

(Andriati, 2016)

Tahapan regenerasi planaria dimulai dengan adanya neobast yang akan tampakterhimpun
pada permukaan luka bagian sebelah bawah epithelium sehingga terbentuknya suatu blastema
yang kemudian struktur sel mengalami diferensiasi dalam pertumbuhan blastema dan di bawah
kondisi yang optimal mengalami regenerasi berproliferasi membentuk bagian-bagian yang
hilang. Neoblast berukuran sekitar 10µµ dengan rasio nukleositoplasmik yang tinggi. Sitiplasma
neoblast terdiri dari RNA yang melimpah dan sejumlah ribosom. pada tubuh sehat, neoblast
didistribusikan sepanjang sel parenkim/ mesenkim dan ada pada sel mitosis dan akan disebarkan
selama pembentukan jringan baru. Oleh karena itu, neoblast merupakn sel induk (Stem cell) pada
cacing pipih. (Newmark and Alfrado, 2001)

Daftar pustaka

Jasin, Maskoeri. 1984. Sistematik Hewan ( Invertebrata dan Vertebrata). Surabaya: Sinar Wijaya

Muchtarromah. 2006. Panduan Praktikum SPH II. Malang: UIN Malang.

Newmark, Philip A, et all. 2001 . Regeneration in Planaria . USA : Nature Publishng Group

Yatim, Wildan. 1984. Embriologi. Bandung: Tarsito.

Daftar gambar

Andriati, Deti. 2016. Regenerasi pada planaria. [online] diakses di


https://belajar.kemdikbud.go.id/SumberBelajar/tampilajar.php?ver=11&idmateri=599&mnu=Ma
teri1&kl=7