Anda di halaman 1dari 7

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Salah satu UMKM kuliner di Kota Medan yang sangat menarik untuk

dibahas adalah warung mie instan yang berada di Kecamatan Medan Polonia

yang berada di sekitaran pusat kota. UMKM kuliner warung mie instan pada

daerah tersebut selalu ramai pada setiap harinya. UMKM kuliner warung mie

instan ini mulai buka mulai dari sore hari sampai besok dini harinya. Dengan

rasa makanannya yang relatif enak dan murah, tempatnya yang juga nyaman

untuk berkumpul dan bercerita dengan teman, sahabat, dan saudara, oleh sebab

itu warung-warung mie instan ini mempunyai pangsa pasar yang luas, mulai dari

remaja, muda, tua, bahkan keluarga.

UMKM kuliner warung mie instan ini juga merupakan salah satu simbol

daripada Kota Medan. Karena sangat jarang ataupun bahkan tidak ada warung

mie instan dengan bumbu dan rasa seperti yang ada pada kebanyakan warung

mie instan di Kecamatan Medan Polonia Kota Medan ini. Banyak kadangkala

artis ibukota ataupun orang orang terkenal yang dapat kita jumpai karena

mereka tertarik akan rasa dari mie instan yang ada di daerah kuliner ini, karena

memang rasanya sangat berbeda daripada mie instan yang biasa mereka temui di

ibukota. Warung warung mie instan di Kecamatan Medan Polonia ini

menyajikan rasa yang khas bahkan dengan ciri mie instan andalan yang khas

1
juga, seperti ‘’Mie Becek’’ yang merupakan perpaduan antara mie kuah dengan

mie goreng.

Menurut UMKM Centre lebih kurang 40% UMKM di Kota Medan

bergerak di sektor kuliner atau makanan dan minuman. Maka tidak

mengherankan hampir di seluruh wilayah Kota Medan terdapat UMKM Kuliner.

Walaupun belum terdapat angka pasti berapa kontribusi dan penyerapan tenaga

kerja oleh UMKM di sektor tersebut namun, dapat diprediksi kontribusinya akan

cukup besar. UMKM Kuliner biasanya banyak ditemukan seperti wilayah padat

penduduk, pusat perbelanjaan, dan pusat kota.

Pertumbuhan UMKM terbilang sangat cepat dan terus meningkat, hal ini

dikarenakan tingginya populasi usia produktif di Indonesia yang tidak

berbanding lurus dengan ketersediaan jumlah lapangan pekerjaan, mendorong

orang Indonesia berlomba-lomba menciptakan terobosan untuk meningkatkan

daya saing demi memajukan perekonomian masing-masing. Hal ini deperkuat

oleh pernyataan Kementerian Koperasi dan UKM, pertumbuhan koperasi dan

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terus meningkat dari tahun ke

tahun sehingga mampu mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan.

Data Biro Pusat Statistik dan Kementerian Koperasi dan UMKM tahun

2010 menunjukkan jumlah UMKM di Indonesia mencapai 43,22 juta unit

dengan penyerapan 79,6 juta tenaga kerja. Medan sebagai salah satu kota besar

di Indonesia tentu memiliki jumlah UMKM yang besar juga. Dinas

Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan menunjukkan jumlah UMKM di

2
Kota Medan sampai tahun 2011 berjumlah 222.133 pelaku usaha mencapai

hampir 500 kali lipat dari jumlah usaha besar. Sedangkan kontribusi UMKM

terhadap PRDB (Produk Domestik Regional Bruto) Kota Medan masih terbatas,

hanya mencapai 39,8% sedangkan usaha besar mencapai 60,2% hal ini

menunjukkan kuatnya sektor usaha besar dan masih terbatasnya sektor UMKM.

(BPS Sumatera Utara, 2014).

Menurut UMKM Centre lebih kurang 40% UMKM di Kota Medan

bergerak di sektor kuliner atau makanan dan minuman. Maka tidak

mengherankan hampir di seluruh wilayah Kota Medan terdapat UMKM Kuliner.

Walaupun belum terdapat angka pasti berapa kontribusi dan penyerapan tenaga

kerja oleh UMKM di sektor tersebut namun, dapat diprediksi kontribusinya akan

cukup besar. UMKM Kuliner biasanya banyak ditemukan seperti wilayah padat

penduduk, pusat perbelanjaan, dan pusat kota.

Kinerja usaha mengacu pada kesuksesan oleh pelaku usaha. Kinerja

usaha adalah hasil yang telah dicapai dari apa yang telah dilakukan oleh pemilik

dan atau manajer dalam menjalankan bisnis. Defenisi kinerja usaha adalah

sebagai sukses produk baru dan pengembangan pasar, dimana kinerja usaha

dapat diukur melalui pertumbuhan penjualan dan porsi pasar. Kinerja akan

menghasilkan nilai tambah baik bagi usaha maupun pelaku usaha sebagai

pemilik.

Sementara itu intellectual capital (modal intelektual) adalah salah satu

aset paling penting dan strategis bagi keberhasilan UMKM. Dalam lingkungan

3
UMKM yang kompetitif, modal intelektual merupakan salah satu strategi untuk

menjaga kelangsungan hidup suatu usaha. Oleh karena itu, ada kebutuhan untuk

mempelajari peran modal di UMKM, untuk menciptakan kesadaran tentang

peran dan aplikasi modal intelektual dalam rangka memperoleh keuntungan

kompetitif. Dalam ekonomi berbasis pengetahuan, pengetahuan dianggap

sebagai aset penting untuk mencapai keberhasilan suatu usaha dengan

memanfaatkan pengetahuan implisit dan eksplisit untuk menciptakan nilai

tambah produk dan layanan.

Modal intelektual dianggap sebagai tulang punggung berbasis

pengetahuan ekonomi (Chang dan Hsieh 2011). Defenisi modal intelektual

umum, luas, dan lebar, oleh karena itu, banyak peneliti memberikan jawaban

yang umum untuk mengemukakan konsep mereka. Intellectual capital adalah

materi yang telah diformalisasi, ditangkap, dan dimanfaatkan untuk

memproduksi asset yang yang nilainya lebih tinggi. Hal ini dapat didefenisikan

sebagai alat atau manajemen strategi yang digunakan oleh organisasi untuk

menghasilkan keuntungan dan mencapai tujuan.

Berdasarkan penjelasan latar belakang di atas terlihat semakin tingginya

pasar persaingan pada pasar UMKM yang mengharuskan setiap pelaku usaha

menggunakan modal intelektual untuk mencapai kinerja usaha yang baik bagi

kelangsungan hidup usahanya. Maka dari itu peneliti tertarik untuk melakukan

penelitian yang berjudul “Pengaruh Modal Intelektual Terhadap Kinerja

4
Usaha (Studi Kasus Pada UMKM Bidang Kuliner Warung Mie Instan di

Kecamatan Medan Polonia Kota Medan)”.

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang penelitian ini, maka rumusan masalah dalam

penelitian ini adalah:

1. “Apakah modal intelektual berpengaruh terhadap kinerja usaha UMKM

yang bergerak pada bidang kuliner di warung-warung mie instan di

Kecamatan Medan Polonia Kota Medan?”

2. “Apakah modal manusia berpengaruh terhadap kinerja usaha UMKM

yang bergerak pada bidang kuliner di warung-warung mie instan di

Kecamatan Medan Polonia Kota Medan?”

3. “Apakah modal sosial berpengaruh terhadap kinerja usaha UMKM yang

bergerak pada bidang kuliner di warung-warung mie instan di

Kecamatan Medan Polonia Kota Medan?”

4. “Apakah modal pelanggan berpengaruh terhadap kinerja usaha UMKM

yang bergerak pada bidang kuliner di warung-warung mie instan di

Kecamatan Medan Polonia Kota Medan?”

5. “Apakah modal teknologi berpengaruh terhadap kinerja usaha UMKM

yang bergerak pada bidang kuliner di warung-warung mie instan di

Kecamatan Medan Polonia Kota Medan?”

5
1.3 Tujuan Penelitian

1. Untuk menganalisis pengaruh modal intelektual terhadap kinerja usaha

UMKM yang bergerak pada bidang kuliner di warung-warung mie instan

di Kecamatan Medan Polonia Kota Medan.

2. Untuk menganalisis pengaruh modal manusia terhadap kinerja usaha

UMKM yang bergerak pada bidang kuliner di warung-warung mie instan

di Kecamatan Medan Polonia Kota Medan.

3. Untuk menganalisis pengaruh modal sosial terhadap kinerja usaha

UMKM yang bergerak pada bidang kuliner di warung-warung mie instan

di Kecamatan Medan Polonia Kota Medan.

4. Untuk menganalisis pengaruh modal pelanggan terhadap kinerja usaha

UMKM yang bergerak pada bidang kuliner di warung-warung mie instan

di Kecamatan Medan Polonia Kota Medan.

5. Untuk menganalisis pengaruh modal pelanggan terhadap kinerja usaha

UMKM yang bergerak pada bidang kuliner di warung-warung mie instan

di Kecamatan Medan Polonia Kota Medan.

1.4 Manfaat Penelitian

1. Bagi Peneliti

Dapat menjadi tambahan dan memperluas wawasan peneliti khususnya

dalam bidang kewirausahaan dan pengaruh modal intelektual terhadap

kinerja usaha UMKM yang bergerak pada bidang kuliner di warung-

warung mie instan di Kecamatan Medan Polonia Kota Medan.

6
2. Bagi Peneliti lainnya

Memberikan manfaat untuk memperluas gambaran atau menjadi studi

pembanding maupun penunjang dalam penelitian selanjutnya.

3. Bagi Pelaku Usaha khususnya UMKM

Sebagai sumber informasi untuk menjadi pertimbangan dalam

berwirausaha dan sebagai bahan masukan kepada para pelaku usaha

UMKM yang ingin memperbaiki kinerja dan mengembangkan usahanya.

4. Bagi Masyarakat Luas

Sebagai sumber informasi tentang pengaruh modal intelektual terhadap

kinerja usaha UMKM yang bergerak pada bidang kuliner di warung-

warung mie instan di Kecamatan Medan Polonia Kota Medan.