Anda di halaman 1dari 8

JUDUL

DISUSUN OLEH:
KELOMPOK 8
Anisa Nuraini P 150610160010
Nahda Amalia 150610160016
Febhy Anjani Poetri 150610160047
Adhi Wirahadi 150610160075

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas semua
limpahan rahmat-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah mata kuliah
Perencanaan Pembangunan Pertanian dan Pedesaan ini meskipun dengan sangat sederhana.
Harapan kami semoga laporan yang telah tersusun ini dapat bermanfaat sebagai salah satu rujukan
maupun pedoman bagi para pembaca, menambah wawasan serta pengalaman, sehingga nantinya
saya dapat memperbaiki bentuk ataupun isi makalah ini menjadi lebih baik lagi.
Sebagai penulis, kami mengakui bahwasanya masih banyak kekurangan yang terkandung
di dalamnya. Oleh sebab itu, dengan penuh kerendahan hati kami berharap kepada para pembaca
untuk memberikan kritik dan saran demi lebih memperbaiki makalah ini.
Terima Kasih.

Jatinangor, 29 September 2018


Penyusun
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pengertian pembangunan mungkin menjadi hal yang paling menarik untuk
diperdebatkan. Mungkin saja tidak ada satu disiplin ilmu yang paling tepat mengartikan
kata pembangunan. Sejauh ini serangkaian pemikiran tentang pembangunan telah berkembang,
mulai dari perspektif sosiologi klasik (Durkheim, Weber, dan Marx), pandangan Marxis,
modernisasi oleh Rostow, strukturalisme bersama modernisasi memperkaya ulasan pendahuluan
pembangunan sosial, hingga pembangunan berkelanjutan. Namun, ada tema-tema pokok yang
menjadi pesan di dalamnya. Dalam hal ini, pembangunan dapat diartikan sebagai `suatu upaya
terkoordinasi untuk menciptakan alternatif yang lebih banyak secara sah kepada setiap warga
negara untuk memenuhi dan mencapai aspirasinya yang paling manusiawi (Nugroho dan Rochmin
Dahuri, 2004)
Makna penting dari pembangunan adalah adanya kemajuan/perbaikan (progress), pertumbuhan
dan diversifikasi. Pembangunan adalah sumua proses perubahan yang dilakukan melalui upaya-
upaya secara sadar dan terencana. Pemerintah Indonesia memberikan prioritas tinggi kepada
perkembangan ekonomi dan sosial di seluruh negara Indonesia. Pemerintah telah menetapkan
sejumlah target yang ambisius yang direncanakan tercapai pada tahun 2025.
Target-target ini mencakup:
 Masyarakat yang tertib, maju, damai dan berkeadilan sosial
 Populasi yang kompetitif dan inovatif
 Demokrasi yang adil
 Perkembangan sosial dan kesetaraan antara semua orang dan daerah
 Menjadi kekuatan ekonomi dan diplomatik yang berpengaruh di skala global
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah Indonesia menyusun tiga rencana pembangunan yang
saling terkait dan bergantung:
 Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN)
 Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN)
 Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI)

1.2 Tujuan
1.3 Manfaat
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Substansi dan Hirarki Perencanaan?????
2.2 Program Tol Laut
2.2.1 Pengertian Tol Laut
Tol Laut merupakan konsep pengangkutan logistik kelautan yang dicetuskan oleh
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Program ini bertujuan untuk
menghubungkan pelabuhan-pelabuhan besar yang ada di nusantara. Dengan adanya
hubungan antara pelabuhan-pelabuhan laut ini, maka dapat diciptakan kelancaran
distribusi barang hingga ke pelosok. Selain hal itu, pemerataan harga Logistik setiap
barang di seluruh wilayah Indonesia. Sehingga diharapkan proses distribusi barang
(terutama bahan pangan) di Indonesia menjadi semakin mudah. Kemudian, berdampak
pada harga bahan pokok yang semakin merata di seluruh wilayah Indonesia. konsep tol
laut ini bukan serta merta membuat jalan tol di atas laut. Melainkan jalur pelayaran
bebas hambatan yang menghubungkan hampir seluruh pelabuhan di Indonesia
Sebuah studi yang dilakukan Institut Teknologi Bandung (ITB), mengungkapkan
bahwa biaya logistik di Indonesia mencapai 24 persen dari produk domestik bruto.
Tingginya biaya logistik tadi tidak hanya berdampak pada mahalnya barang-barang,
namun juga menjadi salah satu faktor yang menghambat pertumbuhan ekonomi di
Indonesia. Program tol laut dirancang tidak hanya sekadar membangun konektivitas
antara kawasan Barat Indonesia dengan kawasan Timur Indonesia untuk kelancaran
arus barang dan logistik serta menekan biaya logistik saja. Namun Tol laut telah
berkembang menjadi semacam lokomotif bagi pembangunan di Indonesia, utamanya
pembangunan di kawasan Indonesia Timur.
Melalui program tol laut diharapkan akan dapat mempercepatat integrasi antara
kawasan pelabuhan dengan kawasan industri dan kawasan ekonomi, kawasan
pertumbuhan ekonomi serta kluster-kluster ekonomi untuk menopang kebutuhan akan
arus barang dan logistik di pelabuhan. Tol laut juga menjadi salah satu solusi untuk
mengatasi kesenjangan antara wilayah Indonesia Barat dengan Indonesia Timur.
Karena melalui program ini dikembangkan kawasan industri atau kawasan ekonomi
baru di sekitar pelabuhan utama maupun pelabuhan pengumpul, agar terjadi
keseimbangan pengangkutan barang.
Tol laut pada gilirannya akan mendorong berkembangnya kawasan-kawasan
pertumbuhan ekonomi yang baru. Setidaknya kehadiran tol laut akan melempangkan
jalan suatu kawasan yang akan dikembangkan sesuai dengan potensi yang ada di
kawasan itu, serta mendorong ketersedian infrastruktur yang memadai.
2.2.2 Manfaat Tol Laut
1. Mewujudkan NawaCita Pertama
Salah satu manfaat yang dirasakan oleh negara Indonesia dengan berjalannya program
tol laut ini terkandung dalam poin pertama agenda prioritas presiden Joko Widodo dan
Jusuf Kalla, yakni memperkuat jati diri sebagai maritim terbesar di dunia
2. Meningkatkan Kesejahteraan Semua Lapisan Masyarakat Indonesia
Dapat dikatakan bahwa manfaat yang kedua ini adalah manfaat utama berjalannya
program tol laut, yakni sanggup membuat harga kebutuhan bahan pokok di seluruh
wilayah Indonesia sama rata. Karena salah satu alasannya adalah jalur dan harga
distribusinya yang sudah tidak semahal sebelum adanya program tol laut.
3. Meningkatkan Kemandirian dan Jumlah Pendapatan Nelayan Indonesia
Pelabuhan yang telah diresmikan oleh presiden Joko Widodo saat ini sudah memiliki
fasilitas yang lebih baik dari sebelumnya, terutama pada bagian fasilitas penampung
ikan yang akan dijual oleh nelayan. Lebih besar dan bersih. Sehingga dapat
dimanfaatkan oleh para nelayan untuk menjual ikan dalam jumlah yang lebih banyak.
4. Pembangunan Infrastruktur dan Mengurangi Angka Pengangguran Indonesia
Dari sekitar 270 juta penduduk Indonesia, 7 juta diantaranya adalah pengangguran.
Melalui program ini, diharapkan angka 7 juta tersebut dapat berkurang karena
infrastruktur dari setiap wilayah Indonesia diperbaiki sehingga lebih layak dan menarik
sebagai tempat berkunjungnya wisatawan lokal maupun mancanegara.
2.2.3 Perkembangan Program Tol Laut
Tol laut secara bertahap telah terbukti berhasil menekan disparitas harga
dengan terjadinya penurunan harga kebutuhan pokok di wilayah timur
Indonesia sekitar 20%-40%, disamping itu juga terbukti mampu mendorong
pemanfaatan potensi potensi ekonomi yang ada di kawasan Timur serta membuka pasar
baru untuk produk yang dihasilkan di kawasan Indonesia Timur.
Evaluasi tahun 2018 terkait implementasi Tol Laut membawa secercah
harapan akan percepatan terwujudnya pembangunan inklusif yang berkeadilan,
manfaat nyata telah dirasakan rakyat Indonesia khususnya di wilayah timur, indikator
sederhana dapat dicermati dari telah terjadinya peningkatan mobilitas manusia,
mobilitas barang, harga transportasi yang lebih murah, biaya logistik yang lebih murah
yang membawa manfaat turunnya harga-harga diwilayah 3 T berkisar 20% sampai
dengan 40%. Harga semen di wilayah Wamena, Papua turun berkisar 35%, dari
semula Rp 500.000 per sak menjadi Rp 300.000 per sak. Daerah Wasior harga beras
turun 4 %, semen 8 %, besi 10 % dan seng 9 %
Di Nusa Tenggara Timur (NTT) dampak penurunan disparitas harga cukup
terasa dibanding Papua. Misalnya saja di Larantuka, penurunan harga kebutuhan pokok
5% hingga 15%, disamping itu aktivitas ekonomi lokal mulai menggeliat dengan
terjaminnya jalur transportasi membawa produk ikan basah ke Surabaya, sementara di
Rote NTT terjadi penurunan harga kebutuhan pokok 6 % Hingga 13 %.
Pada tahun 2018 ini pemerintah Jokowi akan terus memacu
pengembangan Program Tol Laut dengan mengambil kebijakan strategis melalui
penambahan trayek Tol Laut dari 13 menjadi 15 trayek, menambah 5 kapal ternak
guna memastikan stabilisasi harga daging sapi, serta mendistribusikan 100 kapal untuk
mendukung program tol laut, dimana 50 di antaranya merupakan kapal perintis yang
juga disiapkan untuk kapal angkutan Lebaran.
Adanya Program Tol Laut dengan masifnya pengembangan pelabuhan
perintis non komersil dan pelabuhan peti kemas komersial secara perlahan tapi pasti
juga telah membawa manfaat nyata bagi meningkatnya aktivitas ekonomi lokal pada
daerah-daerah yang dilalui, Dari Pelabuhan Makassar pada tanggal 9 Maret 2018 telah
dilakukan ekspor perdana Jagung 60.000 ton ke Philipina. Berbagai dampak
kebijakan strategis pengembangan Tol Laut merupakan indikasi awal yang
membuktikan bahwa perekonomian di daerah mulai bergerak naik. Ada pengiriman
barang yang berkelanjutan dan makin besar, distrisbusi barang dan jasa lancar dan
harga bahan kebutuhan pokok di masyarakat telah terkendali bahkan turun, dengan
distribusi barang dan jasa yang makin cepat dan tinggi, diharapkan akan bisa menekan
biaya logistik nasional, sekaligus menaikkan daya saing perekonomian lokal.
2.2.4 Jalur Tol Laut
 Tanjung Priok, Tanjung Batu, Tarempa, Natuna, Tanjung Priok.
 Teluk Buyur, Pulau Nias Gunung Sitoli, Mentawai, Pulau Enggano, Teluk
Buyur.
 Tanjung Perak, Belang Belang, Sangatta, Nununkan, Pulau Sebatik, Tanjung
Perak
 Tahuna, Kahakitang, Buhias, Tagulandang, Biaro, Lirung, Melangoane,
Kakorotan, Miangas, Marore, Tahuna.
 Tanjung Perak, Makaasar, Tahuna, Tanjung Perak
 Tobelo, Maba, Gebe, Obi, Sanana, dan Tobelo.
 Tanjung Perak, Wanci, Namlea, Tanjung Perak.
 Tanjung Perak, Tidore, Morotai, dan Tanjung Perak.
 Tanjung Perak, Nabire, Serul, Wasior, Tanjung Perak.
 Biak, Oransbari, Weren, Sarmi, Biak.
 Tanjung Perak, Timika, Agats, Merauke, Tanjung Perak
 Tanjung Perak, Fakfak, Kaimana, Tanjung Perak.
 Tanjung Perak, Larantuka, Adorana, Lewoleba Tanjung Perak.
 Tanjung Perak, Saumlaki, Dodo, Tanjung Perak.
 Tanjung Perak, Kalbahi, Moa, Rote, Sabu, Tanjung Perak.

2.3 Analisis
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
3.2 Saran