Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH AKIDAH AKHLAK

KHASAIS NABI MUHAMMAD SAW

DISUSUN OLEH :
M.SHAFWAN MUHDI (11820114491)
PUJI HALIM PANGESTU (11820111192)

DOSEN PEMBIMBING :
Dr. HERVRIZAL

HUKUM KELUARGA
FAKULTAS SYARI’AH DAN HUKUM
UIN SULTAN SYARIF KASIM RIAU
PEKANBARU
2018
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...................................................................................... Error! Bookmark not defined.
BAB I ................................................................................................... Error! Bookmark not defined.
PENDAHULUAN........................................................................................ Error! Bookmark not defined.
Latar belakang.............................................................................. Error! Bookmark not defined.
BAB II ................................................................................................. Error! Bookmark not defined.
PEMBAHASAN.......................................................................................... Error! Bookmark not defined.
BAB III ............................................................................................... Error! Bookmark not defined.
PENUTUP ............................................................................................... Error! Bookmark not defined.
KESIMPULAN...................................................................................... Error! Bookmark not defined.
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... Error! Bookmark not defined.
KATA PENGANTAR

Bismillahhirrahmaanirrahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Segala puji bagi Allah Subhanahu Wata’alaa,yang telah memeberikan
rahmat,hidayah dan karunianya,karena dengan izinNya penulis mampu
menyelesaikan makalah AQIDAH AKHLAK untuk memenuhi tugas terstruktur yang
dibimbing oleh dosen bapak Dr.HERVRIZAL. Shalawat serta salam tak lupa
ucapkan shalawat kepada junjungan alam yakni Muhammad Sallallahu ‘Alaihi
wasallam,cahaya disepanjang zaman ,suri tauladan yang tak tergantikan ,yang
telah membawa kita dari alam kejahilan menuju alam yang penuh dengan ilmu
pegetahuan.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua tercinta
yanng senantiasa menyebut kami dalam Do’anya, memberikan semangat dan
dorongan agar kami menjadi anak soleh dah solehah ,berakhlak mulia,menuntut
ilmu tiada jemu dan berharap hanya kepada Allah yang maha kuasa.penulis juga
berterima kasih kepada bapak Dr.HERVRIZAL selaku pembimbing mata kuliah
AKIDAH AKHLAK.
Berkenaan dengan penulisan makalah ini ,penulis menyadari masih banyaknya
kekurangan yang perlu diperbaiki untuk peningkatan makalah-makalah
selanjutnya.untuk itu,penulis mengharapkan kritik dan saran kepada
pembaca.semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Akhir kata,penulis mengucapkan selamat membaca dan terima kasih
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Pekanbaru, November 2018


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang

Siapa yang tidak mengenal seorang yang bernama Muhammad di dunia ini? Siapa yang
tidak mengetahui keteladanan Muhammad di dunia ini? Dan siapa pula-lah yang tidak
mengetahui kehormatan nama seorang Muhammad di muka bumi ini? Beliau adalah salah
seorang hamba pilihan yang mendapat gelar habîb al-llâh karena kedekatannya dengan
Allah swt. Tentu nama besar Muhammad amat sangat diakui oleh semua kalangan. Apapun
statusnya, apapun tradisinya, apapun agamanya, semuanya mengetahui kredibilitas
Muhammad saww.

Menanggapi tentang rasulullah Muhammad saww, maka ada beberapa kekhususan yang
beliau miliki daripada nabi-nabi lain. Salah satunya yakni dikenangnya hari kelahiran
beliau, sebagai hari yang menggembirakan yang seakan-akan telah membuka tabir
kegelapan menuju cahaya yang terang benderang, dan hal ini memang terbukti benar.
Karena beliau mampu merubah tradisi, adat, budaya atau kebiasaan-kebiasaan masyarakat
Arab jahiliyyah menjadi masyarakat yang berpendidikan, berpredikat mulia dan diakui
keistimewaannya hanya dalam kurun waktu 21 tahun, sehingga beliau bersabda:
“Sebaik-baiknya bangsa adalah bangsa Arab, dan sebaik-baiknya klan adalah klan Bani
Hasyim”
Apa yang menjadikan bangsa Arab istimewa? Jawabannya adalah karena mereka
mendapatkan anugerah atas penempatan Rasulullah saww sebagai bangsa Arab. Lalu
mengapa Bani hasyim adalah klan yang paling utama dari klan-klan Arab lainnya? Karena
Risalah kenabian ada di dalam tubuh nasab Bani Hasyim. Bahkan beberapa dari ulama juga
mengatakan lebih dari itu, karena tampuk keimamahan juga berada dalam silsilah klan Bani
Hasyim.
Makalah ini dibuat dengan tujuan untuk mengungkap beberapa keutamaan-keutamaan dan
akhlak Rasulullah saww dalam segala aktifitasnya. Dengan tujuan untuk mengenang
kembali kemuliaan Rasulullah Muhammad saww dihari kelahirannya. Semoga makalah
yang jauh dari kesempurnaan ini dapat memiliki berkah atas beliau dan keluarganya, amin.

B. Rumusan masalah

1. Menguraikan beberapa kekhususan dan keistimewaan nabi Muhammad SAW .


BAB II

PEMBAHASAN

Beberapa Kekhususan dan Keistimewaan Nabi saww di mata Allah swt.

Banyak ulama yang alam kitab-kitab manaqibnya mereka menyebut kekhususan dan
keisitmewaan junjungan kita Nabi Besar Muhammad saww. Mereka menngatakan antara lain:
“Alam Wujud ini diciptakan oleh Allah swt demi Rasulullah saww.” , beberapa hadits tentang
keutamaan terserbut adalah:

“Setelah Adam berbuat kesalahan (melanggar larangan Allah) ia mohon: “Ya Rabb, demi
kebenaran Muhammad Engkau Mengampuni Dosa kesalahanku.”. Allah bertanya:
“Bagaimana engkau mengenai Muhammad?” Adam Menjawab: “Ketika Engkau
menciptakanku dengan tanganMu dan setelah Engkau tiupkan bagian dari ruh-Mu kepadaku,
kuangkatlah kepalaku klulihat pada penyangga arsy termaktub: LA ILAHA ILLALLAH
MUHAMMAD RASULULLAH. Aku mengerti bahwa engkau tidak akan menempatkan nama
lain di samping nama-Mu kecuali makhluk yang paling Engkau cintai”, Allah menjawab:
“Hai Adam, engkau benar. Kalau bukan karena Muhammad Aku tidak menciptamu.”

Imam Asyakir meriwayatkan sebuah hadits dari Salman Al-Farisy, bahwa ia (Salman) pernah
mendengar sendiri penjelasan yang pernah diberikan oleh Rasulullah saww, bahwasanya pada
suatu hari turun malaikat Jibril kepada beliau lalu berkata:
“Allah Tuhanmu berfirman kepadamu: “Jika Aku dahulu telah mengangkat Ibrahim sebagai
Khalil (Nabi yang terdekat), sekarang engkau telah kuangkat sebagai habib (kekasih). Aku
tidak menciptakan makhluk apa pun yang lebih mulia di sisi-Ku daripadamu. Dunia dan
semua penghuninya Kuciptakan untuk Kuperkenalkan mereka akan kemuliaanmu dan
kedudukanmu di sisi-Ku. Jika bukan karena engkau dunia ini tidak Kuciptakan!”

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk rahmat bagi semesta alam.” (QS. Al-
Anbiya’: 107)

Firman Allah tersebut telah meastikan bahwa Muhammad saww adalah rahmat bagi aalm
semesta, dan untuk mewujudkan rahmat itu Allah menciptakan alam semesta. Jadi alam
semesta ini adalah pengejawantahan, manifestasi atau perwujudan rahmat Ilahi. Karenanya
tidak keliru jika dikatakan bahwa alam semesta ini diciptakan demi rahmat yang terkait
padanya, yakni Muhammad saww.

Keistimewaan Nabi Muhammad saw Lainnya

Allah mengutus para rasul-Nya untuk membimbing umat manusia agar selalu mengikuti
petunjuk-Nya. Agama Islam mengajarkan kepada para pemeluknya agar mengikuti langkah-
langkah yang dicontohkan oleh para nabi dan rasul, mentaati dan memuliakan mereka dengan
tidak membedakan satu rasul dengan rasul yang lain. Sebagian para rasul itu, Allah
memberikan beberapa keistimewaan dan kelebihan yang berbeda antara yang satu dengan
yang lainnya. Ada di antara mereka yang bergelar Ulul Azmi, yaitu para nabi yang tergolong
besar dan agung karena perjuangan mereka yang sangat berat dalam mengemban risalah-Nya.
Ada di antara mereka yang diberikan al-Kitab, ada yang dikaruniai ketabahan yang luar biasa,
ada yang dianugerahi ilmu yang sangat mendalam, dan lain sebagainya. Dalam beberapa
riwayat disebutkan bahwa mereka yang bergelar Ulul Azmi itu adalah Nabi Nuh
‘alaihissalam, Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, Nabi Musa ‘alaihissalam, Nabi Isa ‘alaihissalam,
dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dari lima rasul yang tergolong Ulul Azmi itu, Nabi Muhammad adalah nabi terakhir yang
tentunya juga memiliki kelebihan-kelebihan yang tidak dimiliki oleh nabi-nabi dan rasul-
rasul sebelumnya. Nabi Muhammad adalah seorang rasul yang sangat tawadhu atau rendah
hati meskipun beliau memiliki berbagai kelebihan dan keistimewaan dari nabi dan rasul serta
manusia lainnya. Beliau tidak pernah menunjukkan sifat-sifat yang tidak terpuji di tengah-
tengah umatnya. Rasul-rasul yang lain memperkenalkan dirinya sesuai dengan anugerah yang
Allah berikan. Di antara mereka, ada yang digelari Khalilullah (kekasih Allah ) seperti Nabi
Ibrahim, ada yang dinyatakan sebagai Kalimullah (orang-orangyang berbicara dengan Allah),
seperti Nabi Musa, ada yang digelari Ruhullah (ruh ciptaan Allah), seperti Nabi Isa dan lain
sebagainya. Nabi sendiri, ketika ditanya tentang dirinya, beliau menjawab dengan penuh
tawadhu dan rendah hati, “Aku adalah seorang yatim yang dipelihara Abu Thalib.”
Nabi terakhir yang rendah hati dan berakhlak mulia itu pada hakekatnya memiliki kelebihan-
keleihan yang banyak dari para nabi dan rasul yang lain. Sebagian dari kelebihan-kelebihan
yang dimiliki beliau, sedikitnya ada enam macam yang beliau sebutkan dalam sabdanya:

ُ‫ي‬ َ ‫ َوا ُ ِّح ْلتُُ ِّل‬،‫ب‬ ِّ ‫الر ْع‬ُّ ‫ص ْرتُُ ِّب‬ ِّ ‫ اُع‬: ُ‫لى اْأل َ ْن ِّبيا َ ُِّء ِّبسِّت‬
ِّ ُ‫ْطيْتُُ َج َو ِّام َُع اْل َكُِّل َُم َُو ن‬ َ ُُ‫ض ْلت‬
َُ ‫ع‬ ِّ ُ‫ف‬
َُ ِّ‫ق كآف ُةً َو ُخ ِّت َُم ب‬
‫ي‬ ُِّ ‫ط ُه ْو ًرا َو َمس ِّْجدًا َوأ ُ ْر ِّس ْلتُُ اِّلَى ْالخ َْل‬ َ ‫ض‬ َُ ‫اْلغَنَائِّ ُُم َو ُج ِّع ْلتُُ ِّل‬
ُُ ‫ي األ َ ْر‬
َُ‫النَّبِّيُّون‬

“Aku dilebihkan dari para nabi yang lain dengan enam keistimewaan berupa; (1) diberikan
kepadaku “jawami’ al-kalim (seseorang yang memiliki kemampuan menyusun kalimat yang
ringkas tetapi memiliki jangkauan makna yang luas dan kalimatnya menarik)”, (2) aku
diberikan pertolongan dalam peperangan dengan tergetarnya hati musuh, (3) dihalalkan
bagiku harta rampasan perang, (4) dijadikan bagiku bumi untuk bersuci dan bersujud, (5) aku
diutus bagi semua makhluk, dan (6) aku sebagai Nabi yang terakhir.” (HR. Muslim: 812, al-
TirmidzI: 1474, dan Ahmad: 21130) .
Selain itu, dalam riwayat yang lain disebutkan bahwa Nabi memiliki hak memberikan syafaat
(pertolongan dengan izin Allah) yang akan bermanfaat bagi umatnya nanti pada hari kiamat.
(HR. Muslim).

Dengan demikian, paling tidak ada tujuh keistimewaan Rasulullah yang akan dijabarkan
dalam pembahasan berikut ini.
1. Jawami’ al-kalim, yaitu kemampuan menyusun kalimat yang sederhana dan pendek namun
mempunyai jangkauan makna yang luas dan menarik. Kalau kita memperhatikan hadits Nabi,
kita banyak menjumpai kalimat-kalimat yang singkat dan menarik tetapi mempunyai
jangkauan makna yang luas, misalnya sabda beliau, “Agama itu nasihat.” Kalimat ini sangat
ringkas tetapi maksudnya begitu luas, mencakup berbagai macam makna yang terkandung di
dalamnya. Demikian juga sabdanya, “Di antara baiknya pengamalan Islam seseorang adalah
meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat bagi dirinya.” Ketika ada seorang pemuda
meminta nasihat kepada Nabi, beliau tidak memberikan nasihat yang panjang lebar, beliau
hanya berkata, “Kamu jangan marah!”. Inilah salah satu kelebihan Nabi Muhammad yang tidak
dimiliki oleh manusia biasa, bahkan oleh nabi-nabi yang lain sekalipun.

2. Dalam setiap menghadapi peperangan, dimana Nabi dan para sahabatnya menempuh taktik
untuk mempertahankan diri dari serangan musuh, beliau senantiasa mendapat pertolongan
Allah dengan tergetarnya hati musuh. Sehingga meskipun jumlah pengikut beliau sedikit,
namun musuh gentar dan merasa ciut untuk menghadapi kaum Muslimin, akhirnya mereka
kalah, dan kaum Muslimin meraih kemenangan. Hal itu kita bisa melihat langsung dalam
sejarah kehidupan Nabi Muhammad.
3. Halalnya rampasan perang (ghanimah). Pada masa nabi-nabi terdahulu, harta rampasan perang
tidak boleh dimanfaatkan, akan tetapi pada masa Nabi Muhammad, harta-harta tersebut
diperintahkan untuk dimanfaatkan oleh beliau dan para sahabatnya. Ketetapan ini disebutkan
dalam firman-Nya,
“Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu ambil itu, sebagai makanan
yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang”. (QS. Al-Anfal, 8:69)

4. Nabi Muhammad dan umatnya diperbolehkan bersuci dengan menggunakan tanah


(bertayamum) apabila tidak ditemukan air atau karena ada halangan lain. Beliau juga beserta
umatnya boleh mengerjakan shalat di mana saja di muka bumi ini, di masjid, mushala,
lapangan, ladang, gunung, dan sebagainya. Padahal para Nabi terdahulu dan umatnya hanya
diperbolehkan sembahyang di tempat-tempat yang telah ditentukan, yaitu di ma’bad atau
tempat ibadah yang resmi secara syariat.

5. Risalah Nabi bersifat umum dan diperuntukkan bagi seluruh umat jin dan manusia, dari
berbagai suku bangsa di seluruh alam. Risalahnya juga berlaku sepanjang masa di semua
tempat. Mengenai hal ini, Allah berfirman,

“Dan Kami tidak mengutusmu (Muhammad), melainkan kepada umat manusia seluruhnya
sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia
tiada mengetahuinya.” (QS. Saba`, 34:28).
Dalam ayat lainnya, Allah berfirman:

َُ‫ّل َر ْح َمةًُ ِّل ْل َعالَ ُِّمين‬ َ ‫س ْلن‬


ُ َّ ‫َاكُ ِّإ‬ َ ‫َو َما أ َ ْر‬
“Dan tiadalah Kami mengutusmu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” (QS.
Al-Anbiya, 21:107)

6. Nabi Muhammad sebagai penutup para nabi. Sebagaimana telah diketahui, misi para nabi dari
masa ke masa adalah membimbing umat manusia agar menapaki jalan yang lurus, yaitu jalan
yang diridhai oleh Allah. Ajaran mengenai aqidah, berupa kepercayaan dan keyakinan yang
menyatakan bahwa sesungguhnya Allah itu Tuhan Yang Maha Esa, tidak pernah berubah dari
masa ke masa. Ajaran ini sama dari satu rasul kepada rasul yang lain, yaitu ajaran yang
dirumuskan dalam kalimat tauhid “Lâ Ilâha illa Allâh” (Tiada Tuhan melainkan Allah ).
Ajaran mengenai syariat terus mengalami perubahan dari masa ke masa menuju kesempurnaan
yang sesuai dengan zamannya. Oleh karena itu, pada masa Nabi Muhammad, syariat Islam
merupakan tatanan syariat hasil penyempurnaan dari syariat-syariat sebelumnya yang tidak
berubah lagi untuk selamanya. Mengenai hal ini, Nabi bersabda,
“Perumpamaanku dengan nabi-nabi sebelumku adalah bagaikan seseorang yang membangun
suatu bangunan. Orang-orang itu berusaha memperbaiki dan memperindah bangunan tersebut,
kecuali pasangan batu bata dari salah satu pojok bangunan itu. Banyak orang yang
memperhatikan bangunan tersebut dan mengaguminya. Mereka berkomentar, “Sayang,
mengapa pemasangan batu bata itu tidak diselesaikan agar tatanan bangunan tersebut menjadi
sempurna?” Rasulullah menjawab, “Akulah batu bata itu, aku yang menyempurnakan
bangunan itu dan akulah penutup para nabi.” (HR. Al-Bukhari: 3271 dan Muslim: 4239)

7. Nabi Muhammad diberikan hak syafaat yang akan bermanfaat bagi umatnya nanti di hari
kiamat. Pada dasarnya, setiap nabi diberi kesempatan yang sama oleh Allah untuk
memohonkan sesuatu kepada-Nya. Permohonan mereka itu nantinya akan Allah kabulkan.
Maka masing-masing nabi tersebut berdoa agar Allah memberikan ampunan bagi diri mereka
sendiri. Maka Allah pun mengabulkan semuanya. Nabi Adam menyesali perbuatan dosanya
ketika memakan buah terlarang di surga, ia bertobat kepada Allah agar mengampuninya. Nabi
Musa memelas kepada Allah atas kekeliruannya, ketika dengan tidak sengaja membunuh
seorang pribumi Mesir, ketika melerai perkelahian dengan seorang Bani Israil. Begitu pula
Nabi Yunus dengan ikan Hutnya, dan nabi-nabi lainnya. Sedangkan Rasulullah, menunda satu
permohonannya diperuntukkan nanti berupa syafaat bagi umatnya.

Keistimewaan nabi Muhammad dari umatnya


Selain beliau memiliki keistimewaan dari nabi-nabi lain yang hanya beliau memilikinya dan
merasakannya, beliau juga mempunyai keistimewaan dari umatnya, yang diantaranya :
1. Sholat dhuha yang bagi nabi wajib, tapi bagi umatnya sunnah.
2. Sholat tahajjud, sholat ini juga wajib bagi dirinya, begitu juga dua rakaat fajar.
3. Bersiwak, karena kalau diwajibkan untuk umatnya, maka pasti akan keberatan untuk
melakukannya. Maka dari itu sunnah untuk umatnya.
4. Haram untuk keluarga beliau menerima zakat
5. Dihalalkan bagi beliau menikahi lebih dari 4 wanita.
6. Dan haram hukumnya menikahi istri Nabi setelah sepeninggalnya. Karena istri-istri
Nabi adalah ummul mu’minin (Ibunya semua orang beriman)

Itu semua adalah keistimewaan beliau yang Allah berikan kepadanya, yang semua itu tidak
diberikan kepada Nabi-Nabi yang lain dan juga umat beliau.
.

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Sebagai nabi terakhir sekaligus terbaik, Nabi Muhammad saw tidak hanya mempunyai
mukjizat teristimewa saja, namun juga dibekali oleh Allah swt berbagai keutamaan dan
kelebihan. Allah swt sengaja member keutamaan serta kelbihan ini sebagai pembeda
sekaligus mempertegas keafdhalan beliau diantara manusia-manusia pilihan yang menjadi
nabi-nabi Allah swt.

DAFTAR PUSTAKA
1. Moenawar Khalil, Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad, Gema Insani, 2001
2. Khalil Ibrahim Mula Khatir, 100 keistimewaan Rasulullah dan Umatnya, Darus
Sunnah.
3. Muhammad Husai haekal, Sejarah Hidup Muhammad, Litera AntarNusa, 2015