Anda di halaman 1dari 11

Etika Profesi, Kode Etik Profesi dan Struktur Organisasi

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas


mata pelajaran

Disusun Oleh :

Aditia Saputra
Kelas :

PROGRAM STUDI PROFESI APOTEKER ANGKATAN XXXVIII


SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) NEGERI 5
PALEMBANG
2018
PENGERTIAN ETIKA PROFESI
a) Pengertian etika profesi

Etika profesi berasal terdiri atas “etika” dan “profesi”. Istilah Etika berasal dari

bahasa Yunani kuno. Bentuk tunggal kata ‘etika’ yaitu ethos sedangkan bentuk

jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak arti yaitu : tempat tinggal yang

biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap, cara

berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat kebiasaan.

Menurut Brooks (2007), etika adalah cabang dari filsafat yang menyelidiki

penilaian normatif tentang apakah perilaku ini benar atau apa yang seharusnya

dilakukan. Kebutuhan akan etika muncul dari keinginan untuk menghindari

permasalahan – permasalahan di dunia nyata. Kata ‘etika’ dalam Kamus Besar Bahasa

Indonesia yang baru (Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1988 – mengutip dari

Bertens 2000), mempunyai arti :

1. Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban

moral (akhlak);

2. Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak;

3. Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.

Istilah etika menghubungkan penggunaan akal budi perseorangan dengan tujuan

untuk menentukan kebenaran atau kesalahan dan tingkah laku seseorang terhadap orang

lain. Dalam bahasa Indonesia perkataan etika lazim juga disebut susila atau kesusilaan

yang berasal dari bahasa Sanskerta yaitu dari kata su yang artinya indah dan kata indah

yang artinya kelakuan. Jadi kesusilaan mengandung arti kelakuaan yang baik yang

berwujud kaidah, norma (peraturan hidup kemasyaratan).


Sedangkan dalam bahasa agama Islam, istilah etika ini merupakan bagian dari

akhlak. Dikatakan merupakan bagian dari akhlak, karena akhlak bukanlah sekedar

menyangkut perilaku manusia yang bersifat perbuatan yang lahiriah saja, akan tetapi

mencakup hal- hal yang lebih luas, yaitu meliputi bidang akidah, ibadah, dan syariah.

Profesi sendiri berasal dari bahasa latin “Proffesio” yang mempunyai dua

pengertian yaitu janji atau ikrar dan pekerjaan, dalam arti sempit profesi berarti kegiatan

yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya

pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. Profesi merupakan kelompok lapangan kerja

yang khusus melaksanakan kegiatan yang memerlukan ketrampilan dan keahlian tinggi

guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia.

Etika profesi adalah sikap etis sebagai bagian integral dari sikap hidup dalam

menjalankan kehidupan sebagai pengemban profesi. Etika profesi adalah cabang filsafat

yang mempelajari penerapan prinsip-prinsip moral dasar atau norma-norma etis umum

pada bidang-bidang khusus (profesi) kehidupan manusia. Etika Profesi adalah konsep etika

yang ditetapkan atau disepakati pada tatanan profesi atau lingkup kerja tertentu. Etika

profesi Berkaitan dengan bidang pekerjaan yang telah dilakukan seseorang sehingga

sangatlah perlu untuk menjaga profesi dikalangan masyarakat atau terhadap konsumen

(klien atau objek).

Menurut para ahli, sebagai berikut :

1. Drs. O.P. SIMORANGKIR, etika atau etik sebagai pandangan manusia

dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.


2. Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika adalah teori tentang tingkah laku

perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan

oleh akal.

3. Keiser dalam ( Suhrawardi Lubis, 1994:6-7 ) merupakan suatu sikap hidup berupa

keadilan untuk dapat memberikan pelayanan yang professional terhadap masyarakat

dengan penuh ketertiban serta keahlian ialah sebagai pelayanan didalam rangka

melaksanakan suatu tugas yang berupakan kewajiban terhadap masyarakat.

4. Menurut Anang Usman, SH., MSi

  Etika profesi adalah sikap etis sebagai bagian integral dari sikap hidup dalam

menjalankan kehidupan sebagai pengemban profesi.

 Etika profesi adalah cabang filsafat yang mempelajari penerapan prinsip-prinsip

moral dasar atau norma-norma etis umum pada bidang-bidang khusus (profesi)

kehidupan manusia.

  Etika profesi adalah konsep etika yang ditetapkan atau disepakati pada tatanan

profesi atau lingkup kerja tertentu. Contoh : pers dan jurnalistik, engineering

(rekayasa), science,medis/dokter,dsb.

Jadi menurut kami etika profesi adalah aturan-aturan atau norma standar

perilaku serta tanggung jawab yang ditetapkan pada profesi tersebut agar tidak

terjadi penyimpangan atau penyalahgunaan oleh orang-orang di bidang profesi

tersebut.

5. PERANAN DAN PRINSIP ETIKA PROFESI

a) Peranan etika profesi


Nilai-nilai etika itu tidak hanya milik satu atau dua orang, atau segolongan orang

saja, tetapi milik setiap kelompok masyarakat, bahkan kelompok yang paling kecil

yaitu keluarga sampai satu bangsa. Dengan nilai-nilai etika tersebut, suatu kelompok

diharapakan akan mempunyai tata nilai untuk mengtur kehidupan bersama. Salah satu

golongan masyarakat yang mempunyai nilai-nilai yang menjadi landasan dalam

pergaulan baik dengan kelompok atau masyarakat umumnya maupun dengan sesama

anggotanya, yaitu masyarakat profesional. Golongan ini sering menjadi pusat

perhatian karena adanya tata nilai yang mengatur dan tertuang secara tidertulis (yaitu

kode etik profesi) dan diharapkan menjadi pegangan para anggotanya.

Sorotan masyarakat menjadi semakin tajam manakala perilaku-perilaku sebagian

para anggota profesi yang tidak didasarkan pada nilai-nilai pergaulan yang telah

disepakati bersama (tertuang dalam kode etik profesi), sehingga terjadi kemerosotan

etik pada masyarakat profesi tersebut. Sebagai contohnya adalah pada profesi hukum

dikenal adanya maia peradilan,demikian juga pada profesi dokter dengan pendirian

klinik super spesialis didaerah mewah, sehingga masyarakat miskin tidak mungkin

menjamahnya.

b) Prinsip etika profesi

1) Tanggung jawab

 Terhadap pelaksanaan pekerjaan itu dan terhadap hasilnya.

 Terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain atau

masyarakat pada umumnya.


2) Keadilan

Prinsip ini menuntut kita untuk memberikan kepada siapa saja apa yang

menjadi haknya.

3) Otonomi

Prinsip ini menuntut agar setiap kaum profesional memiliki dan di beri

kebebasan dalam menjalankan profesinya.

4) Prinsip Kompetensi

Prinsip ini menuntut untuk melaksanakan pekerjaan sesuai jasa

profesionalnya, kompetensi dan ketekunan.

5) Prinsip Perilaku Profesional

Prinsip ini menuntut kita untuk berprilaku konsisten dengan reputasi profesi

6) Prinsip kerahasiaan

Prinsip ini menuntut untuk menghormati kerahasiaan informasi.

KODE ETIK PROFESI

a) Kode Etik Profesi

Kode etik profesi adalah suatu sistem norma, nilai serta aturan professsional tertulis

yang dengan secara tegas menyatakan apa yang benar serta baik, dan juga apa yang

tidak benar serta tidak baik bagi professional. Kode etik tersebut menyatakan

perbuatan apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus dilakukan serta juga

apa yang harus dihindari.


Tujuan kode etik

Supaya dapat professional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau

juga kustomernya. Dengan adanya kode etik tersebut akan dapat melindungi perbuatan

yang tidak professional.

Fungsi kode etik

Menurut Biggs dan Blocher (1986:10) mengemukakan tiga fungsi kode etik yaitu :

1. Melindungi suatu profesi dari campur tangan pemerintah

2. Mencegah terjadinya pertentangan internal dalam suatu profesi

3. Melindungi para praktisi dari kesalahan praktik suatu profesi

Sifat dan susunan kode etik

1) Harus rasional

2) Harus konsisten, tetapi tidak kaku

3) Harus bersifat universal

Kode etik profesi terdiri atas :

1. Aturan kesopanan

2. Aturan kelakuan, dan

3. Sikap antara para anggota profesi

b) Standar profesi

Standar adalah nilai atau acuan yang menentukan level praktek terhadap staf atau

sistem yang telah ditetapkan untuk dapat diterima sampai pada wewenang tertentu

(schroeder, 1991).
Profesi adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan badan ilmu sebagai dasar untuk

pengembangan teori yang sistematis guna menghadapi banyak tantangan baru,

memerlukan pendidikan dan pelatihan yang cukup lama, serta memiliki kode etik dengan

fokus utama pada pelayanan (Winsley, 1964).

Dalam melaksanakan kewajibannya para profesional harus mengacu pada standar

profesi menurut bidangnya masing-masing. Standar profesi adalah pedoman yang harus

digunakan sebagai petunjuk dalam menjalankan profesi secara baik (Komalawati, 2002:17)

Menurut KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NO

377/MENKES/SK/III/2007, “Standar profesi ini disusun sebagai pedoman bagi tenaga

profesi manaajemen informasi kesehatan dalam meningkatkan kualitas sumber daya

manusia dalam memberikan pelayanan kesehatan di Indonesia”.


Struktur Organisasi

Pengertian struktur organisasi

Struktur organisasi adalah suatu susunan dan hubungan antara tiap bagian serta

posisi yang ada pada suatu organisasi atau dalam menjalankan kegiatan operasional untuk

mencapai tujuan yang telah di tetapkan.sedangkan. Organisasi Fungsional adalah

organisasi yang susunannya berdasarkan atas fungsi-fungsi yang ada dalam organisasi

tersebut Dalam organisasi ini seorang tenaga pengajar tidak hanya bertanggung jawab

kepada satu atasan saja.

Fungsi organisasi

Fungsi organisasi ini adalah agar para atasan tidak sembarang menempatkan

karyawannya dan para atasan tersebut dapat mengetahui keahlian dan keterampilan

karyawannya sehingga para karyawannya ditempatkan pada pekerjaan yang sesuai dengan

keahlianya.

Ciri Ciri Organisasi fungsional

Ciri-ciri nya adalah sebagai berikut:

1) Pengembangan tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan.

2) Dalam melaksanakan tugas tidak banyak memerlukan koordinasi terutama pada

tingkat pelaksanan bawahan karena bidang tugasnya sudah tegas dan jelas

3) Pembagian unit-unit organisasi di dasarkan pada spesialisasi

4) Para direktur mempunyai wewenang komando

5) Terdapat dua kolompok wewenang yaitu wewenang lini dan wewenang fungsional
Contoh Struktur Organisasi

1. Contoh Struktur Organisasi Kelas

2. Contoh Struktur Organisasi Sekolah


3. Contoh Struktur Organisasi Perusahaan