Anda di halaman 1dari 5

Laporan Praktikum

Geologi Eksplorasi

Miftah Syarif Harsya


1606825700

Geologi
Program Studi Geologi & Geofisika
Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Indonesia
1. Jelaskan hasil konturing Cu in Soil yang telah kalian buat.

Terdapat dua zona dengan konsentrasi tinggi yang berada di sebelah utara dan timur dari
topografi tinggian di tengah peta, dengan nilai tertinggi masing-masing 97 dan 114 ppm.
Zona tersebut memiliki luas yang cukup besar. Di sebelah timur garis kontur sangat rapat,
sedangkan di sebelah barat lebih renggang. Range nilai kontur cukup jauh, berkisar dari 0
hingga 110 ppm.

2. Jelaskan hasil konturing Au in Soil yang telah kalian buat.

Terdapat empat zona dengan konsentrasi tinggi di atas 40 ppb yang tersebar mengelilingi
topografi tinggian di tengah peta. Tidak seperti Cu, luas zona konsentrasi Au tinggi tidak
terlalu besar. Secara keseluruhan garis konturnya renggang. Range nilai kontur berkisar
dari 0 hingga 40 ppb.

3. Mengapa hasil konturing Au dan Cu berbeda?


Perbedaan tersebut disebabkan oleh jumlah zona mineralisasi dan sifat mobilitas dari unsur
Au dn Cu. Unsur Au memiliki zona mineralisasi yang lebih banyak, namun memiliki sifat
mobilitas yang rendah. Sedangkan unsur Cu memiliki zona mineralisasi yang lebih sedikit
dan sifat mobilitas yang tinggi.
4. Anda diminta untuk menentukan 4 titik bor di daerah penelitian. Tentukan azimuth,
dip, dan kedalaman titik bor. Urutkan juga pengeboran dari titik yang kalian rasa
paling potensial hingga kurang potensial.
Urutan titik pengeboran dari yang potensial hingga tidak potensial: 2, 1, 3, 4. Lokasi titik
dan azimuth ada di lampiran.
Titik Azimuth (°) Dip (°) Kedalaman (m)
1 245 45 <500
2 165 45 <500
3 70 60 <500
4 157 60 <500
Penentuan lokasi titik bor didasarkan pada topografi dan lokasi konsentrasi tertinggi dari
suatu unsur. Titik bor berada di wilayah yang landai dan dekat dengan lokasi konsentrasi
tersebut. Pada titik bor 1 dan 2, terdapat konsentrasi tinggi Au dan Cu, sehingga hanya
dibutuhkan satu titik untuk keduanya. Azimuth diarahkan ke titik dengan konsentrasi
tertinggi untuk setiap unsur. Sedangkan nilai dip diperkirakan dari jumlah titik konsentrasi
tinggi, di mana jumlah titik yang dilewati lebih banyak (seperti 1 dan 2) berarti nilai dip
akan leih kecil. Hal ini dilakukan agar informasi yang didapat lebih banyak dan kedalaman
bor lebih pendek. Kedalaman pengeboran dibuat pendek (<500 m) untuk mengurangi
biaya.
5. Tentukan batas ambang untuk nilai background dan anomali pada untuk unsur Au
dan Cu pada hasil survey geokimia di subprospek Central Ayam Jago.

Background = Median data


Anomaly threshold = (2*Standard Deviation) + Median

(Perhitungan menggunakan excel)

Background Threshold Au: Median seluruh nilai Au = 35 ppb


Anomaly Threshold Au: (2 x Standar Deviasi seluruh nilai Au) + Median = 87.2 ppb
Background Threshold Cu: Median seluruh nilai Cu = 15 ppm
Anomaly Threshold Cu: (2 x Standar Deviasi seluruh nilai Cu) + Median = 34.6 ppm

Referensi
Haldar, S. K. (2018). Mineral Exploration Principles and Applications Second Edition. Elsevier.
Wilson, M. A., Burt, R., Indorante, S. J., Jenkins, A. B., Chiaretti, J. V., Ulmer, M. G., & Scheyer,
J. M. (2008). Geochemistry in the modern soil survey program. 151–171.
Lampiran

2
1