Anda di halaman 1dari 37

PT Berau Coal Revisi : 0

Binungan Fixed Plant Expantion CR12 Tanggal : 31 Maret 2017


Halaman : 1dari 37
DOKUMEN TENDER– BAGIAN 4

BAGIAN 4. SPESIFIKASI TEKNIS SIPIL STRUKTUR

4.1 Persyaratan Umum


4.1.1 Ruang Lingkup
1. Spesifikasi teknis ini merupakan persyaratan dari segi teknis yang secara umum
berlaku untuk seluruh bagian pekerjaan dimana persyaratan ini biasa diterapkan.
Secara lengkap seluruh jenis pekerjaan tersebut dapat disesuaikan/dilihat dan
tercantum pada Drawing BMO Fixed-Plant Expantion CR12.
2. Kecuali disebut secara khusus dalam dokumen dimaksud berikut, lingkup pekerjaan
yang ditugaskan termasuk tetapi tidak terbatas pada hal-hal sebagai berikut :
a. Pengadaan tenaga kerja
b. Pengadaan bahan/material
c. Pengadaan peralatan & alat bantu, sesuai dengan kebutuhan lingkup pekerjaan
yang ditugaskan
d. Koordinasi dengan sub Kontraktor/pekerjaan lain yang berhubungan dengan
pekerjaan pada bagian yang dilaksanakan
e. Penjagaan kebersihan, kerapian dan keamanan area kerja
f. Pembuatan Shop Drawing dan As-built Drawing (gambar terlaksana)
3. Spesifikasi teknis ini menjadi satu kesatuan dengan Persyaratan Teknis Pelaksanaan
Pekerjaan dan secara bersama-sama merupakan persyaratan dari segi teknis bagi
seluruh pekerjaan sebagaimana diungkapkan dalam satu atau lebih dari dokumen-
dokumen berikut ini :
a. Gambar pelelangan/pelaksanaan, by kontraktor
b. Persyaratan teknis umum/pelaksanaan pekerjaan/bahan
c. Rincian volume pekerjaan/rincian penawaran, by kontraktor
d. Dokumen pelelangan/pelaksanaan yang lain
4. Dalam hal dimana ada bagian pekerjaan yang persyaratan teknisnya tidak diatur
dalam Spesifikasi teknis ini, maka atas bagian pekerjaan tersebut Kontraktor harus
mengajukan salah satu dari persyaratan berikut ini guna disepakati oleh PTBC
untuk dipakai sebagai patokan persyaratan teknis:
a. Standar/norma/kode/pedoman yang bisa diterapkan pada bagian pekerjaan
bersangkutan yang diterbitkan oleh Instansi/ Institusi/ Assosiasi Profesi/Assosiasi
Produsen/Lembaga Pengujian atau Badan-badan lain yang
berwenang/berkepentingan atau Badan-badan yang bersifat Internasional ataupun
Nasional dari Negara lain, sejauh bahwa atau hal tersebut diperoleh persetujuan
dari PTBC.
b. Brosur teknis dari produsen yang didukung oleh sertifikat dariLembaga Pengujian
yang diakuisecaraNasional/Internasional.

4.1.2 Pengukuran
1. Data Standar Pengukuran.
Standar pengukuran berdasarkan poligon tertutup tiga titik koordinat dan patok akan
disediakan PTBC dan akan menjadi patokan pengukuran yang dilakukan Kontraktor.
Bila Kontraktor berkeberatan atas penentuan sistim koordinat tersebut, maka dalam 1
(satu) minggu setelah penentuan, Kontraktor dapat mengajukan keberatan secara
tertulis beserta data pendukung untuk kemudian akan dipertimbangkan oleh PTBC.
2. Persyaratan Pengukuran.
Kontraktor harus melaksanakan perhitungan pengukuran dan pemeriksaan untuk
mendapatkan lokasi yang tepat sesuai Gambar Kerja dan harus disetujui PTBC.

CHID Department
PT Berau Coal Revisi : 0
Binungan Fixed Plant Expantion CR12 Tanggal : 31 Maret 2017
Halaman : 2dari 37
DOKUMEN TENDER– BAGIAN 4

Setiap kali melakukan pengukuran, pemeriksaan ketepatan harus dilakukan dengan


Poligon Tertutup. Kesalahan maksimal yang diijinkan dari Poligon Tertutup adalah
sebagai berikut :
Kerangka Horizontal (Poligon):
 Angka error penutup sudut = 10  n
(n = banyak titik/sudut).
 Angka error relatif  1/10000.
- Kerangka Vertikal (Sipat Datar):
 Angka error penutup beda tinggi =
10  D km (mm).
(D = total jarak terpendek).
Semua jarak kemiringan harus dikurangkan ke jarak tegak.
Semua kegiatan pengukuran harus terdokumentasikan dalam bentuk form laporan
pengukuran, yang menunjukkan hasil bacaan alat ukur maupun perhitungan geometri.

3. Patok/Bench Mark
Kontraktor harus menjaga, melindungi patok standar pengukuran maupun patok-patok
yang dibuatnya.
Pemindahan patok, termasuk patok-patok yang dibuat pihak lain harus dihindarkan.
Tidak diperkenankan mengikat binatang pada patok.
Setiap kerusakan pada patok harus dilaporkan kepada PTBC.
Kontraktor setiap waktu bertanggung jawab memperbaiki dan mengganti patok yang
rusak. Biaya perbaikan patok menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya.
Patok harus dibuat oleh Kontraktor dari besi baja yang ditanam dalam beton seperti
ditentukan di lokasi pekerjaan oleh PTBC.
Bila patok berada pada tanah lunak, baja dengan angker harus ditanam dalam beton K-
225 dan ukuran sesuai dengan yang disetujui PTBC.
Pondasi patok harus dibuat sesuai Spesifikasi ini.
Penandaan harus jelas terbaca dan kuat/awet. Patok di tanah harus dilindungi dengan
pipa beton dan struktur lain dan harus bebas dari air dan tanah.
Kerangka horisontal harus dari pasak kayu, berukuran 50mm x 50mm panjang 300mm,
ditanam dengan kuat ke dalam tanah, menonjol 20mm di atas permukaan tanah dengan
paku di tengahnya sebagai tanda.
Standar pewarnaan patok adalah sebagai berikut:
1. Warna oranye menujukan titik center line
2. Warna hijau menunjukan batas terluar bangunan.
3. Warna merah untuk patok Bench Mark.
4. Tim Pengukur dan Peralatan
Kontraktor harus menyediakan tim ukur yang ahli yang disetujui terlebih dahulu oleh
PTBC, dan mereka bertanggung jawab memberikan informasi dan data yang berkaitan
dengan pengukuran kepada PTBC. Kontraktor harus menggunakan sejumlah peralatan
pengukuran yang memadai, akurat dan memiliki sertifikat kalibrasi yang masih berlaku
dan disetujui PTBC. Alat ukur minimal yang harus digunakan adalah total station dan
water level.

CHID Department
PT Berau Coal Revisi : 0
Binungan Fixed Plant Expantion CR12 Tanggal : 31 Maret 2017
Halaman : 3dari 37
DOKUMEN TENDER– BAGIAN 4

4.1.3 Program Mobilisasi


1. Dalam waktu 7 hari setelah penandatanganan kontrak, Kontraktor harus
melaksanakan Rapat Pra Pelaksanaan (Pre Construction Meeting) yang dihadiri PTBC
dan Kontraktor untuk membahas semua hal baik yang teknis maupun yang non teknis
dalam proyek ini.
2. Dalam waktu 15 hari setelah Rapat Pra Pelaksanaan, Kontraktor harus menyerahkan
Program Mobilisasi (termasuk program perkuatan jembatan, bila ada) dan Jadwal
Kemajuan Pelaksanaan kepada PTBC untuk dimintakan persetujuannya.
3. Program mobilisasi harus menetapkan waktu untuk semua kegiatan mobilisasi yang
disyaratkan dan harus mencakup informasi antara lain :
Lokasi base camp Kontraktor dengan denah lokasi umum dan denah detil di lapangan
yang menunjukkan lokasi kantor Kontraktor, bengkel, gudang, dan instalasi
pencampur beton, serta laboratorium bilamana fasilitas tersebut termasuk dalam
cakupan Kontrak.
Jadwal pengiriman peralatan yang menunjukkan lokasi asal dari semua peralatan
yang tercantum dalam Daftar Peralatan yang diusulkan dalam Penawaran bersama
dengan usulan cara pengangkutan dan jadwal kedatangan peralatan di lapangan.
Setiap perubahan pada peralatan maupun personil yang diusulkan dalam Penawaran
harus memperoleh persetujuan dari PTBC.
Suatu daftar rinci yang menunjukkan struktur yang memerlukan perkuatan agar aman
dilewati alat-alat berat, usulan metodologi pelaksanaan dan jadwal tanggal mulai dan
tanggal selesai untuk perkuatan setiap struktur.
Suatu jadwal kemajuan yang lengkap dalam bagan balok (bar chart) yang
menunjukkan tiap kegiatan mobilisasi utama dalam suatu kurva kemajuan untuk
menyatakan presentase kemajuan mobilisasi.
4. Selain itu dibicarakan hal pengerahan tenaga kerja, pengaturan jam kerja maupun
penempatan bahan. Khususnya dalam pengerahan tenaga kerja dan pengaturan jam
kerja dalam pelaksanaannya harus sesuai dengan peraturan ketenagakerjaan yang
berlaku dan mengutamakan pemakain tenaga kerja lokal.
4.1.4 Transportasi dan Penanganan
Spesifikasi ini menetapkan ketentuan-ketentuan untuk transportasi dan penanganan
tanah, bahan campuran beton, bahan-bahan lain, peralatan dan perlengkapan.
1) Standar
Pelaksanaan pekerjaan harus mengacu pada Peraturan Pemerintah, Peraturan
Daerah Propinsi dan Kotamadya, yang berlaku maupun ketentuan-ketentuan tentang
pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup.
2) Koordinasi
Kontraktor harus memperhatikan koordinasi yang diperlukan dalam kegiatan
transportasi baik untuk pekerjaan yang sedang dilaksanakan atau yang sedang
dilaksanakan dalam Kontrak-kontrak lainnya, maupun untuk pekerjaan dengan Sub
Kontraktor atau perusahaan utilitas lainnya yang dianggap perlu.
Bilamana terjadi tumpang tindih pelaksanaan antara beberapa Kontraktor, maka PTBC
mempunyai kekuasaan penuh untuk memerintahkan setiap Kontraktor dan berhak
menentukan urutan pekerjaan selanjutnya untuk menjaga kelancaran penyelesaian
seluruh proyek, dan dalam segala hal keputusan PTBC harus diterima dan dianggap
sebagai keputusan akhir tanpa menyebabkan adanya tuntutan apapun.
3) Pembatasan Beban Transportasi
a) Bilamana diperlukan, PTBC dapat mengatur batas beban dan muatan sumbu
untuk melindungi jalan atau jembatan yang ada di lingkungan proyek.

CHID Department
PT Berau Coal Revisi : 0
Binungan Fixed Plant Expantion CR12 Tanggal : 31 Maret 2017
Halaman : 4dari 37
DOKUMEN TENDER– BAGIAN 4

b) Kontraktor harus bertanggung jawab atas setiap kerusakan jalan maupun


jembatan yang disebabkan oleh kegiatan pelaksanaan Pekerjaan.
c) Bilamana menurut pendapat PTBC, kegiatan pengangkutan yang dilakukan oleh
Kontraktor akan mengakibatkan kerusakan jalan raya atau jembatan, atau
bilamana terjadi banjir yang dapat menghentikan kegiatan pengangkutan
Kontraktor, maka PTBC dapat memerintahkan Kontraktor untuk menggunakan
jalan alternatif, dan Kontraktor tidak berhak mangajukan tuntutan apapun untuk
kompensasi tambahan sebagai akibat dari perintah PTBC.
4) Pembuangan Bahan di luar Lokasi Pekerjaan
a) Kontraktor harus mengatur pembuangan bahan di luar lokasi Pekerjaan
sebagaimana disyaratkan dalam Spesifikasi ini.
b) Pengelolaan limbah konstruksi harus mengikuti prosedur yang berlaku di PTBC.
c) Bilamana terdapat bahan yang hendak dibuang di luar lokasi Pekerjaan, maka
Kontraktor harus mendapat izin tertulis dari pemilik tanah di mana bahan buangan
tersebut akan ditempatkan, dan izin tersebut harus ditembuskan kepada PTBC
bersama dengan permohonan untuk pelaksanaan.
d) Bilamana bahan yang dibuang seperti yang disyaratkan di atas dan lokasi
pembuangan tersebut terlihat dari jalan, maka Kontraktor harus membuang
bahan tersebut dan meratakannya sedemikian hingga dapat diterima oleh PTBC.
4.1.5 Fasilitas dan Pengendalian Sementara
1. Lingkup Pekerjaan.
Pekerjaan ini meliputi pengadaan, pengoperasian dan pemeliharaan semua fasilitas dan
pengendalian sementara utilitas umum di lokasi yang disetujui PTBC, Pengawas
Lapangan dan pejabat berwenang setempat. Pekerjaan ini meliputi hal-hal berikut tetapi
tidak terbatas pada:
a. Daya dan penerangan sementara,
b. Penutup, pendinginan dan ventilasi sementara,
c. Tampungan Air sementara,
d. Drainase sementara,
e. Layanan penangkal kebakaran sementara,
f. Kantor lapangan dan gudang,
g. Dan lainnya sesuai petunjuk Pengawas Lapangan.
2. Pelaksanaan Pekerjaan.
2.1 Daya dan Penerangan Sementara.
a. Sumber listrik selama konstruksi diambil dari jaringan distribusi terdekat milik
PTBC, Kontraktor harus membuat pengaturan untuk memenuhi dan menjaga
suplai listrik sementara yang disetujui oleh Pengawas PTBC. PTBC akan
melakukan backcharge penggunaan daya listrik selama pelaksanaan pekerjaan,
berdasarkan jumlah pemakaian daya. Untuk keperluan tersebut, kontraktor
wajib menyediakan kWh meter.
b. Kontraktor harus menyediakan dan menjaga distribusi daya yang dibutuhkan
selama pelaksanaan untuk proyek dan semua jenis alat bertenaga listrik dan
untuk bangunan sementara. Terminasi distribusi daya harus pada lokasi-lokasi
yang disetujui Pengawas PTBC. Terminasi harus dilengkapi dengan circuit
breaker, saklar pemutus dan perlengkapan elektrikal lainnya yang dibutuhkan
untuk melindungi sistem suplai daya.
c. Kontraktor harus menyediakan dan menjaga sistem penerangan sementara
sesuai kebutuhan selama pelaksanaan pekerjaan dan untuk memenuhi
persyaratan minimum keselamatan dan keamanan yang berlaku di PTBC.

CHID Department
PT Berau Coal Revisi : 0
Binungan Fixed Plant Expantion CR12 Tanggal : 31 Maret 2017
Halaman : 5dari 37
DOKUMEN TENDER– BAGIAN 4

Sediakan penerangan yang memadai pada semua bangunan sementara,


penerangan luar untuk menerangi perancah, timbunan bahan, saluran-saluran
dan lainnya sesuai dengan pengarahan dari Pengawas PTBC, dan penerangan
umum keseluruhan, memadai untuk petugas keamanan dan darurat.
d. Peralatan sementara dan pengkabelan untuk daya dan penerangan harus
sesuai dengan ketentuan untuk pekerjaan elektrikal dan peraturan pemerintah.
Pengkabelan sementara harus dijaga dan digunakan dengan cara yang aman
agar tidak membahayakan orang ataupun properti.
e. Sistem daya dan penerangan permanen, atau sebagian, boleh digunakan
asalkan Kontraktor memperoleh persetujuan dari Pengawas Lapangan dan
bertanggung jawab penuh untuk seluruh sistem daya dan penerangan.
2.2 Pendinginan, Ventilasi dan Bangunan Sementara.
a. Sistem sirkulasi udara permanen, atau sebagian, boleh dilakukan asalkan
Kontraktor mendapatkan persetujuan dari Pengawas Lapangan dan PTBC dan
bertanggung-jawab penuh untuk seluruh sistem sirkulasi.
b. Bila suatu sambungan (atau pekerjaan penyelesaian lainnya yang dapat rusak
karena terpapar temperatur tinggi) membentuk bagian suatu pekerjaan
permanen yang direncanakan untuk pemasangan selama temperatur luar
sekitarnya tinggi, Kontraktor harus menyediakan pendinginan terpantau
sementara di ruangan yang dimaksud, dan juga menyediakan partisi-partisi
sementara.
2.3 Air Sementara.
a. Sediakan suplai air yang memadai untuk semua kegiatan konstruksi, kebutuhan
bangunan sementara dan bangunan gudang dan sistem jaringan pipa untuk
fasilitas penangkal kebakaran, dan membayar semua biaya dan pengeluaran
yang ditimbulkan. Semua air harus bersih, jernih, dapat diminum dan bebas
dari zat-zat yang merusak. Air payau tidak boleh digunakan untuk pekerjaan
konstruksi. Keluaran air harus berada pada lokasi yang baik di sekitar lahan
pada elevasi dasar untuk digunakan oleh semua pemasok termasuk sub-
kontraktor.
b. Sediakan dan jaga jaringan distribusi air ke berbagai saluran keluar termasuk
tangki penyimpan, pompa, dan ke semua instalasi plambing yang dibutuhkan
untuk bangunan-bangunan sementara.

2.4 Drainase Sementara.


a. Setelah berada di lahan pekerjaan, Kontraktor harus menerima tanggung-
jawab penuh untuk drainase air hujan, air tanah dan air yang timbul karena
proses konstruksi, dan harus menyediakan dan menjaga instalasi drainase
sementara selama masa konstruksi dengan cara yang disetujui Pengawas
Lapangan sehingga tidak mengakibatkan kerugian pada pekerjaan permanen
atau area dan properti di dekatnya.
b. Kontraktor harus menyiapkan Pengendalian Erosi/Sedimentasi dan Rencana
Drainase Sementara dan menyerahkannya kepada Pengawas Lapangan.
Rencana harus menunjukkan minimal semua fasilitas drainase sementara
termasuk tetapi tidak dibatasi pada: saluran sementara, selokan/parit, kanal-
kanal pengalihan, kolam sedimentasi dan struktur pengendalian sedimen
lainnya.
c. Instalasi drainase sementara (air hujan dan air kotor) boleh dihubungkan ke
saluran pembuangan yang ada asalkan dilengkapi dengan ijin tertulis yang
diperoleh dari yang berwenang, dan asalkan pekerjaan penyambungan tersebut
dilaksanakan dan dijaga dengan baik sesuai dengan peraturan dan petunjuk
dari yang berwenang.
2.5 Layanan Penangkal Kebakaran Sementara.

CHID Department
PT Berau Coal Revisi : 0
Binungan Fixed Plant Expantion CR12 Tanggal : 31 Maret 2017
Halaman : 6dari 37
DOKUMEN TENDER– BAGIAN 4

a. Pastikan bahwa tidak ada api tersulut di sekitar lahan dan lakukan tindakan
pencegahan yang layak untuk mencegah penyebaran api pada pekerjaan,
pekerjaan sementara, kantor-kantor, warung-warung, dan tempat-tempat lain
dan benda-benda yang berkaitan, terutama gudang penyimpan produk bahan
bakar, cat, bahan peledak dan bahan mudah terbakar lainnya, benda-benda
berbahaya dan beracun. Sediakan dan jaga dengan baik dan simpan setiap
waktu dan di semua tempat yang berhubungan dengan pekerjaan sebuah
fasilitas dan peralatan penangkal kebakaran yang cukup dan efisien berikut
pekerja yang terlatih dalam penggunaannya, sesuai dengan semua peraturan
dan perintah yang ditetapkan oleh lembaga berwenang setempat.
b. Tipe, lokasi dan kecukupan fasilitas dan peralatan penangkal kebakaran yang
cukup harus sesuai dengan petunjuk Pengawas Lapangan. Fasilitas/peralatan
yang dimaksud harus termasuk, tetapi tidak dibatasi pada :
3. Pembuatan Direksi Keet Kontraktor serta Perlengkapannya
Kontraktor diharuskan menyediakan fasilitas untuk kantor kontraktorselama
pelaksanaan konstruksi berlangsung dan direksi keet tersebut harus dikeluarkan dari
lapangan setelah serah terima kedua, kecuali ditentukan lain oleh PTBC, dengan
ketentuan-ketentuan sebagai berikut :
a. Ukuran luas (+/- 300 m2), bentuk dan desain dapat disesuaikan dengan
kondisi setempat, sedangkan ukuran luas harus memfasilitasi ruang rapat,
ruang kerja Resident Engineer, ruang kerja pengawas (minimal untuk lima
belas orang), tempat penyimpanan gambar dan dokumen-dokumen lainnya,
toilet, pantry, musholla, alat-alat bantu komunikasi (telepon, faksimili dan e-
mail) dan tidak mengabaikan keamanan, kebersihan dan bahaya kebakaran,
serta memperhatikan tempat yang tersedia sehingga lokasi direksi keet tidak
mengganggu kelancaran pekerjaan lapangan.
b. Bangunan tersebut terbuat dari 2 unit kontainer office dan dikombinasikan
dengan bangunan rangka kayu kelas II, dinding triplex diberi pintu finish cat
(luar dan dalam bangunan) dan jendela yang cukup, penerangan listrik,
pengamanan dan pengkondisian udara yang cukup. Bangunan dilengkapi
toilet dan pantri menggunakan bahan yang berlapis keramik dan lantai keramik
non-slip.
4. Gudang dan Penyimpanan Material
Khusus untuk simpan bahan-bahan seperti pasir, kerikil harus dibuatkan kotak simpan
dipagar dengan dinding papan, sehingga masing-masing bahan tidak tercampur
dengan lainnya.
Kontraktor tidak diperkenankan :
Menyimpan alat-alat, bahan bangunan diluar area proyek, walaupun untuksementara.

Menyimpan bahan-bahan yang ditolak PTBC diseluruh area proyekdikarenakan tidak


memenuhi syarat dan harus segera mengeluarkan bahan-bahan tersebut dari area
proyek, agar kebersihan, keteraturan dan ketertiban tetap terjaga sepanjang
pelaksanaan pekerjaan.
5. Pekerjaan Papan Dasar Pelaksanaan

a. Papan dasar pelaksanaan (bouwplank) dipasang pada patok kayu kelas II dengan
ukuran 5/7 cm, yang tertancap dalam tanah sehingga tidak bisa digerak-gerakan
atau diubah-ubah, berjarak maksimum 1,5 meter satu sama lain.
b. Papan dasar pelaksanaan (bouwplank) dibuat dari kayu kelas II, dengan ukuran
tebal 3 cm, lebar 20 cm, lurus dan diserut rata pada sisi sebelah atasnya
(waterpass).
c. Tinggi sisi atas papan patok ukur harus sama satu dengan yang lainnya, kecuali
dikehendaki lain oleh pengawas PTBC.

CHID Department
PT Berau Coal Revisi : 0
Binungan Fixed Plant Expantion CR12 Tanggal : 31 Maret 2017
Halaman : 7dari 37
DOKUMEN TENDER– BAGIAN 4

d. Papan dasar pelaksanaan (bouwplank) dipasang sejauh minimal 100 cm dari sisi
luar galian tanah pondasi.
e. Setelah selesai pemasangan papan dasar pelaksanaan (bouwplank), Pelaksana
Pekerjaan harus melaporkannya kepada pengawas PTBC.
f. Segala pekerjaan pembuatan dan pemasangan papan dasar pelaksanaan
(bouwplank) termasuk tanggungan Kontraktor.
6. Pengamanan Proyek
a. Kontraktor harus menjamin keamanan proyek selama proyek berlangsung di dalam
lokasi proyek. Pengamanan proyek terdiri dari security yang bertugas untuk
mengamankan keluar masuk barang dan keamanan lingkungan proyek selama 24
jam
b. Kontraktor wajib memasang rambu-rambu peringatan pada tempat-tempat yang
mudah dilihat baik pejalan kaki maupun kendaraan proyek.
c. Peralatan K3 berguna untuk persediaan jika ada yang sakit atau kecelakaan kecil di
dalam hari-hari proyek berjalan.
d. Apabila diperlukan Kontraktor diizinkan untuk mendirikan pagar pengaman yang
memadai.
7. Kebersihan lokasi proyek
1. Kontraktor harus menjamin kebersihan lokasi pekerjaan dengan mengatur
penempatan lokasi bahan bangunan dan alat-alat kerja serta daerah kerja,
sehingga kelancaran pekerjaan tidak terhambat.
2. Kontraktor wajib untuk melaksanakan pembersihan dari puing-puing ataupun sisa
pekerjaan yang tidak terpakai dengan mengangkut dan mengeluarkan dari lokasi
proyek.
3. Setelah proyek selesai dan sebelum dilakukan Serah Terima, kontraktor wajib
membersihkan seluruh daerah kerja dari segala macam sisa bahan bangunan,
bekas bongkaran, bangunan-bangunan sementara dan ganti semua bagian sistem
permanen yang aus atau rusak.

4.1.6 Uji Beton dan Besi


1. Umum.
Pekerjaan ini mencakup penyedian peralatan seperti :
- Alat-alat laboratorium dan peralatan yang dibutuhkan.
- Perlengkapan penyimpanan.
- Landasan pencampur dekat lokasi gudang.
- Cetakan kedap air dengan alas, dengan diameter 150mm x tinggi 309mm.
- Batang besi untuk memadatkan contoh adukan beton dengan diameter 16mm (5/8"),
panjang 600mm.
- Kerucut slump.
- Sekop dan sendok tangan.
- Kotak-kotak untuk mengangkut silinder.
2. Pembuatan Contoh Adukan Beton.
- Contoh adukan beton diambil sesuai dengan prosedur ASTM C 172 dan/atau SNI
03-2458-1991 atau seperti ditentukan dalam Spesifikasi ini.
- Contoh adukan beton harus mewakili setiap kelompok pencampuran dan terdiri dari
berbagai perbandingan dari tempat yang berbeda dalam kelompok pencampuran.
Komposisi contoh harus terdiri tidak kurang dari 28.320cm 3 (1 cu.ft.).

CHID Department
PT Berau Coal Revisi : 0
Binungan Fixed Plant Expantion CR12 Tanggal : 31 Maret 2017
Halaman : 8dari 37
DOKUMEN TENDER– BAGIAN 4

- Sebanyak minimal 3 (tiga) buah contoh kubus beton harus dibuat selama penggu-
naan setiap kelompok pencampuran kecuali pada awal dan akhir pencampuran, dan
menempatkannya pada sebuah tempat metal seperti kereta dorong.
- Tingkat penggunaan kelompok pencampuran ditentukan oleh tingkat kecepatan alat
pencampur dan bukan oleh ukuran bukaan pintu.
- Pengambilan contoh dilakukan dengan menempatkan wadah atau menuangkan
campuran beton ke dalam kereta dorong.
- Harus diperhatikan agar aliran campuran beton tidak menyebabkan terpisahnya
bahan-bahan beton.
- Contoh harus diaduk menyeluruh dengan sekop untuk memperoleh keseragaman.
Uji slump contoh harus dilakukan segera setelah pengambilan contoh.
3. Uji Slump
Uji slump harus dilakukan setiap kali pembuatan uji beton silinder. Metoda harus
memenuhi standar SNI 03-1972-1990 atau ASTM C 143 atau dengan cara sebagai
berikut:
- Kerucut slump harus bersih dan basah.
- Isi kerucut dengan ketebalan setiap lapis 1/3 dari ketinggian kerucut.
- Setiap lapis harus ditusuk-tusuk dan dipadatkan dengan batang besi secara hati-hati
dan merata sebanyak 25 (duapuluh lima) kali.
- Ratakan puncak kerucut dengan perlahan hingga kerucut slump terisi penuh.
- Bersihkan adukan beton yang berserakan di sekitar alas kerucut.
- Angkat kerucut slump dari adukan beton dan biarkan selama 5 (lima) detik, dan
kerucut harus diangkat hanya ke arah vertikal.
- Pengukuran nilai slump harus dilakukan segera. Nilai slump harus sesuai ketentuan
SNI 03-1972-1990 atau sesuai petunjuk PTBC.
4. Pembuatan kubus beton
Cara pembuatan kubus beton harus sesuai dengan cara yang diuraikan dalam SNI 03-
4810-1998 atau ASTM C 31. Contoh diusahakan tidak berubah pada saat pengangkutan.
Bila bahan akan diangkut ke tempat yang jauh dari tempat pengambilan contoh, beton
harus diaduk dengan sekop sebelum dimasukkan ke dalam cetakan.
Caranya sebagai berikut:
- Letakkan cetakan kubus di atas pelat dasar yang rata, bersih dan kuat, disarankan
dibuat dari pelat besi.
- Isi cetakan dengan adukan beton sebanyak 3 (tiga) lapis.
- Tiap lapis adukan ini harus dipadatkan dengan menggunakan batang besi diameter
16mm yang ditusuk-tusukkan pada adukan tersebut dengan merata dan berhati-
hati sebanyak 25 (duapuluh lima) kali.
- Ratakan permukaan dengan perlahan dan tutup dengan kaca atau pelat metal agar
tidak terjadi penguapan air. Jangan sekali-sekali menggunakan kayu.
5. Besi Beton
a. Kecuali ditentukan sebelumnya dan tertera pada BOQ, besi beton disediakan oleh
PTBC dilokasi pekerjaan.
b. Kontraktor harus membuat laporan pemakaian besi beton dan disampaikan ke
PTBC.
c. Mobilisasi besi beton dari area penumpukan kelokasi pekerjaan menjadi tanggung
jawab kontrantor.
d. Material dan alat pendukung untuk pekerjaan besi beton menjadi tanggungjawab

CHID Department
PT Berau Coal Revisi : 0
Binungan Fixed Plant Expantion CR12 Tanggal : 31 Maret 2017
Halaman : 9dari 37
DOKUMEN TENDER– BAGIAN 4

kontraktor.
e. Pengujian mutu besi beton juga akan dilakukan setiap saat bilamana dipandang
perlu oleh PTBC. Semua biaya uji tersebut sepenuhnya menjadi tanggungan
Kontraktor.
f. Benda uji harus diberi tanda dengan kode yang menunjukkan tanggal pengiriman,
lokasi terpasang bagian struktur yang bersangkutan dan lain-lain data yang perlu
dicatat.

4.2 KONSTRUKSI LAHAN


4.2.1. Persiapan Permukaan Lahan
1. Umum.
- Kontraktor harus mempelajari dengan seksama dan mengikuti semua
detail/potongan, elevasi, profil, dimensi dan kerataan seperti ditunjukkan dalam
Gambar Kerja. Bila dimensi dalam Gambar Kerja meragukan, Kontraktor harus
menyampaikannya kepada PTBC sebelum memulai pekerjaan. Kesalahan atau
kelalaian yang dilakukan Kontraktor akan menjadi tanggung-jawabnya dan biaya
perbaikan yang diakibatkan karena hal tersebut menjadi tanggung-jawab Kontraktor
dan tidak dapat ditagihkan kepada PTBC.
- Kontraktor harus memberikan perlindungan terhadap bangunan/sarana yang ada.
a. Segala kerusakan yang timbul pada bangunan/konstruksi sekitarnya menjadi
tanggung jawab Kontraktor untuk memperbaikinya, bila kerusakan tersebut
jelas akibat pelaksanaan pekerjaan.
b. Selama pekerjaan berlangsung Kontraktor harus selalu menjaga kondisi jalan
sekitarnya dan bertanggung jawab sepenuhnyaterhadap kerusakan-kerusakan
yang terjadi akibat pelaksanaan pekerjaan ini.
c. Kontraktor wajib mengamankan sekaligus melaporkan/menyerahkan kepada
pihak yang berwenang bila nantinya menemukan benda-benda bersejarah
- Kontraktor harus memberitahukan secara tertulis kepada PTBC yang ditandatangani
oleh wakil yang ditunjuk, dimana dan kapan memulai suatu bagian pekerjaan, dan
harus disetujui PTBC.
- Kontraktor harus menyerahkan kepada PTBC jadwal pekerjaan setiap 1 (satu)
minggu dan akan meliputi Daftar peralatan,Daftar tenaga kerja, dan Volume yang
harus diselesaikan.
Jadwal tersebut di atas harus disetujui PTBC, sebelum memulai setiap pekerjaan.
- Kontraktor tidak diijinkan mengganti setiap peralatan atau tenaga kerja yang sudah
dialokasikan untuk pekerjaan dalam daftar yang telah disetujui, kecuali bila telah
dilakukan pertimbangan sebelum melakukan pergantian dan dengan persetujuan
PTBC.
- Kontraktor harus mendapatkan semua ijin dari yang berwenang dan persyaratan lain
yang dibutuhkan untuk pekerjaan ini.
Keterlambatan pekerjaan yang disebabkan karena penyelesaian surat ijin tidak dapat
dijadikan alasan untuk memperpanjang waktu pelaksanaan pekerjaan.
- Kontraktor tidak diijinkan bekerja dalam cuaca buruk dan/atau hujan atau bila tanah
yang akan dikerjakan dalam keadaan basah, kecuali bila ditentukan lain oleh PTBC.
- Tidak diijinkan bekerja pada malam hari, kecuali bila disetujui PTBC.
2. Pemeriksaan dan Pengujian
- Tim pengukuran harus berada di lokasi selama berlangsungnya pekerjaan.
Pemeriksaan harus dilakukan pada tahap pra dan pasca pekerjaan.
- Semua peralatan dan alat pengukuran yang akan digunakan dalam pekerjaan ini

CHID Department
PT Berau Coal Revisi : 0
Binungan Fixed Plant Expantion CR12 Tanggal : 31 Maret 2017
Halaman : 10dari 37
DOKUMEN TENDER– BAGIAN 4

harus diperiksa dan diuji sebelum pekerjaan dimulai.

3. Pembersihan dan Pembongkaran


Lahan di atas tanah asli harus dibersihkan dari semua tumbuh-tumbuhan seperti pohon,
batang pohon, bonggol, akar-akar pohon yang tertimbun, semak, rumput, rerumputan
dan bahan lain yang mengganggu, dalam batas sesuai ketentuan Gambar Kerja atau
sesuai petunjuk PTBC.
Lahan di bawah permukaan tanah asli dalam batas yang ditentukan, harus dibongkar
sampai kedalaman secukupnya untuk membuang semua bonggol, akar-akar besar,
batang yang tertimbun dan bahan lain yang mengganggu.
4. Pengupasan dan Penumpukan Tanah Lapisan Atas.
Tanah lapisan atas harus terdiri dari tanah yang bebas dari campuran tanah lapisan
bawah, sampah, bonggol, akar-akar, batuan, belukar, rerumputan atau pertumbuhan
tanaman.
Pengupasan tanah lapisan atas harus meliputi penggalian bahan yang sesuai yang
berasal dari lapisan penutup tanah asli pada daerah yang ditentukan atau sesuai
petunjuk PTBC.
Tanah lapisan atas harus dipisahkan dan ditumpuk di lokasi yang ditentukan untuk
digunakan dalam pekerjaan lansekap dan/atau reklamasi.
4.2.2. Pembongkaran
- Sebelum memulai pekerjaan, Kontraktor harus membuat dan menyerahkan Rencana
Detail pembongkaran kepada PTBC untuk disetujui.
- Kontraktor bertanggung-jawab melakukan pembongkaran dan pemindahan dengan baik
dan berhati-hati.
- Semua bahan dari pembongkaran tetap menjadi milik PTBC kecuali bila ditentukan lain
dalam dokumen kontrak.
- Semua bahan atau benda yang harus diamankan harus dipindahkan, sedapat mungkin
tanpa kerusakan, dalam bagian atau potongan yang siap untuk diangkut oleh
Kontraktor, dan harus ditumpuk atau disimpan pada tempat yang ditentukan PTBC.
Kontraktor harus meratakan area pekerjaan pembongkaran dan meninggalkan area
dalam keadaan bersih dan rapi. Kontraktor juga harus menjaga dan memelihara pohon-
pohon yang ada yang dibiarkan pada tempat aslinya.
- Kontraktor harus segera memperbaiki setiap barang yang rusak selama proses
pekerjaan, termasuk kerusakan perkerasan, jalan setapak atau tanah di dekatnya yang
disebabkan oleh pengangkutan bahan-bahan atau peralatan.
- Kontraktor harus menyediakan penangkal debu untuk mencegah penyebaran debu
pada seluruh pekerjaan dan lokasi proyek.
- Kontraktor harus melindungi utilitas, jalur dan pelayanan eksisting yang ditemukan
selama pelaksanaan pekerjaan dan harus menutup/ memutus utilitas, jalur dan
pelayanan ini. PTBC dan bagian utilitas umum harus diberitahu oleh Kontraktor sebelum
memutus jalur pelayanan tersebut.
- Kontraktor bertanggung-jawab untuk menjaga/memelihara utilitas dan jalur eksisting
yang dipindahkan ke tempat yang telah ditunjuk, sehingga semuanya tetap berjalan
normal seperti sebelumnya.
- Kontraktor harus membuat dan memelihara jalan masuk sementara sesuai kebutuhan
untuk kendaraan normal dan lalu lintas pejalan kaki.
- Kontraktor harus membuat dan memelihara jalan sementara pada seluruh lahan seperti
diminta oleh PTBC.
- Kontraktor diwajibkan memilih batas-batas pembongkaran berdasarkan Gambar Kerja
yang menyatakan fungsi ruang baru atau pekerjaan-pekerjaan baru lainnya dan
membandingkannya dengan kondisi yang ada (eksisting).

CHID Department
PT Berau Coal Revisi : 0
Binungan Fixed Plant Expantion CR12 Tanggal : 31 Maret 2017
Halaman : 11dari 37
DOKUMEN TENDER– BAGIAN 4

- Kontraktor wajib memasang pagar/dinding pembatas pada sekeliling daerah bongkaran.


4.2.3. Pembersihan Lahan
1. Umum
- Tanah lapisan atas harus terdiri dari tanah organik yang bebas dari campuran tanah
bawah, sampah, bonggol, akar-akar, batu-batuan, kayu, alang-alang atau tumbuh-
tumbuhan.
Pengupasan tanah lapisan atas meliputi penggalian bahan yang sesuai dari
permukaan tanah asli pada bagian dari lokasi yang ditentukan dalam Gambar Kerja
atau sesuai petunjuk PTBC.
Tanah lapisan atas harus dipisah dan ditumpuk di lokasi tertentu untuk digunakan
dalam pekerjaan lansekap dan/atau reklamasi.
- PTBC akan menentukan titik-titik lokasi yang akan dikerjakan, dan Kontraktor harus
memasang patok-patok acuan pada titik lokasi tersebut.
- Kontraktor harus melakukanjoint surveybersama PTBC pada area kerja. Hasil
pengukuran tersebut tidak berarti membebaskan Kontraktor dari tanggung-jawab
atas kesalahan dan kelalaian yang dibuatnya.
- Kontraktor harus merencanakan dan menempatkan penumpukan pada setiap jarak
50 m dan ditempatkan pada sisi jalan untuk memudahkan pengangkutan.
- Semua bahan galian yang harus dibuang harus diangkut ke daerah yang ditentukan
PTBC.
- Kontraktor harus membiarkan tanah tidak dikupas sedalam 50 sampai 70mm sesuai
petunjuk PTBC untuk keperluan pemadatan dan keseimbangan harus seluruhnya
atau sebagian dipotong seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja. Kelebihan
pemotongan harus diperbaiki.
- Pada lokasi-lokasi khusus terjadinya tekanan rendah menurut anggapan PTBC,
harus diisi dengan tanah galian dan dipadatkan sampai kepadatan tanah maksimal
yang disyaratkan.

2. Pelaksanaan
- Kedalaman pengupasan tanah lapisan atas 200 mm, kecuali bila ditentukan lain oleh
PTBC. Jarak/radius pengupasan minimal 50 meter atau sesuai petunjuk PTBC.
- Bahan-bahan yang mengganggu seperti ranting, akar dan batuan besar tidak boleh
tercampur pada tempat penumpukan. Bahan-bahan yang tidak sesuai harus
dipisahkan dan dibuang ke tempat yang ditentukan PTBC.
Sistem drainase sementara yang berfungsi dengan baik harus disediakan di seke-
liling lokasi penumpukan.
- Untuk pekerjaan pengupasan hanya dozer ringan atau motor scraper yang boleh
digunakan. Penggantian peralatan harus digunakan dengan persetujuan PTBC.
- Sebelum menghentikan pekerjaan, semua lubang dan tanah lepas harus diisi atau
ditutup, digilas dan diratakan dengan elevasi permukaan. Perataan sementara dan
drainase yang diperlukan harus dibuat dan dirawat oleh Kontraktor untuk menjaga
lokasi pekerjaan dari genangan air.
- Tempat penumpukan tanah lapisan atas harus dilengkapi dengan pencegahan erosi
dan harus dibuat sesuai petunjuk PTBC.
4.2.4. Galian, Urukan Kembali dan Pemadatan
1. Galian
- Pekerjaan galian dapat dianggap selesai bila dasar galian telah mencapai elevasi
yang ditentukan dalam Gambar Kerja atau telah disetujui PTBC. Dasar galian harus
rata dan bebas dari akar-akar tanaman atau bahan-bahan organis lainnya.

CHID Department
PT Berau Coal Revisi : 0
Binungan Fixed Plant Expantion CR12 Tanggal : 31 Maret 2017
Halaman : 12dari 37
DOKUMEN TENDER– BAGIAN 4

Selanjutnya dasar galian harus dipadatkan sesuai dengan persyaratan yang


berlaku
- Semua bahan galian harus dikumpulkan pada tempat tertentu sesuai petunjuk PTBC
sehingga bila dibutuhkan dan memenuhi ketentuan bahan galian tersebut dapat
digunakan untuk bahan urukan atau dibuang sesuai petunjuk PTBC.
- Bila terjadi kelebihan penggalian di luar garis batas dan elevasi yang ditentukan
dalam Gambar Kerja atau petunjuk PTBC yang disebabkan karena kesalahan
Kontraktor, kelebihan penggalian tersebut tidak dapat dibayar dan Kontraktor harus
memperbaiki daerah tersebut sesuai Gambar Kerja atas biaya Kontraktor.
- Penggalian harus dilakukan dengan cara sedemikian rupa agar tidak merusak patok-
patok pengukuran atau pekerjaan lain yang telah selesai.
- Semua kerusakan yang disebabkan karena pekerjaan penggalian menjadi tanggung-
jawab Kontraktor dan harus diperbaiki oleh Kontraktor tanpa biaya tambahan atau
waktu.
- Apabila ternyata terdapat pipa-pipa pembuangan, kabel listrik, telepon dan lain-lain,
maka Kontraktor harus secepatnya memberitahukan hal ini kepada PTBC untuk
mendapatkan penyelesaian. Kontraktor bertanggung jawab atas segala kerusakan
akibat kelalaiannya dalam mengamankan jaringan utilitas ini. Jaringan utilitas aktif
yang ditemukan di bawah tanah dan terletak di dalam lokasi pekerjaan harus
dipindahkan ke suatu tempat yang disetujui oleh PTBC atas tanggungan
Kontraktor.
- Kontraktor harus mengantisipasi air yang terdapat pada dasar galian dan wajib
menyediakan pompa air atau pompa lumpur dengan kapasitas yang memadai
untuk menghindari genangan air dan lumpur pada dasar galian. Kontraktor harus
merencanakan secara benar, kemana air tanah harus dialirkan, sehingga tidak
terjadi genangan air/banjir pada lokasi di sekitar pekerjaan. Di dalam lokasi galian
harus dibuat drainase yang baik agar aliran air dapat dikendalikan selama
pekerjaan berlangsung.
- Jika galian yang harus dilakukan ternyata cukup dalam, maka kontraktor harus
membuat pengaman galian sedemikan rupa sehingga tidak terjadi kelongsoran
pada tepi galian. Galian terbuka hanya diijinkan jika diperoleh kemiringan lebih
besar 1:2 (vertikal : horisontal). Sisi galian harus dilindungi dengan adukan beton
atau dengan material kedap air seperti lembaran terpal/kanvas sehingga sisi galian
tersebut selalu terlindung dari hujan maupun sinar matahari.
- Kontraktor harus menyingkirkan setiap batuan yang ditemukan pada daerah elevasi
akhir pada kedalaman minimal 150mm di bawah elevasi akhir rencana. Batuan dapat
berupa batu atau serpihan keras dalam batuan dasar asli, dan batu besar dengan
volume lebih dari 0,5 cm3 atau berukuran lebih besar dari 100cm, yang harus
disingkirkan dengan alat khusus dan/atau diledakkan.
2. Bahan Urukan
- Bahan urukan harus bebas dari bahan organik, gumpalan besar, kayu, bahan-bahan
lain yang mengganggu dan butiran batu lebih besar dari 100mm dan memiliki gradasi
sedemikian rupa agar pemadatan berjalan lancar.
- Bila menurut pendapat PTBC, suatu bahan tidak dapat diperoleh, penggunaan batu-
batuan atau kerikil yang dicampur dengan tanah dapat diijinkan, dalam hal ini, bahan
yang lebih besar dari 150mm dan lebih kecil dari 50mm tidak diijinkan digunakan,
dan persentase pasir harus berjumlah cukup untuk mengisi celah dan membentuk
kepadatan tanah yang seragam dengan nilai kepadatan yang sesuai.
- Semua bahan galian kecuali tanah tidak boleh digunakan sebagai bahan urukan
kecuali bila disetujui PTBC seperti tersebut di atas.
- Bahan urukan yang disimpan di dekat tempat kerja untuk waktu lebih dari 12 jam
harus dilindungi dengan lembaran plastik agar tidak terjadi penyimpangan pada
bahan urukan yang telah disetujui tersebut.

CHID Department
PT Berau Coal Revisi : 0
Binungan Fixed Plant Expantion CR12 Tanggal : 31 Maret 2017
Halaman : 13dari 37
DOKUMEN TENDER– BAGIAN 4

- Setiap lapisan bahan urukan, bila kering, harus dibasahi merata sampai tercapai
kadar air tertentu untuk mendapatkan kepadatan yang disyaratkan.
3. Pemadatan
- Pemadatan dilakukan dengan disiram air dan selanjutnya dipadatkan dengan alat
pemadat yang disetujui PTBC. Pemadatan dilakukan hingga mencapai tidak
kurang dari 98 % dari kepadatan optimum laboratorium. Pemadatan harus
dilakukan pada kondisi galian yang memadai agar dapat hasil kepadatan yang
baik. Kondisi galian tersebut harus dipertahankan sampai pekerjaan pemadatan
selesai dilakukan. Pemadatan harus diulang kembali jika keadaan tersebut diatas
tidak terpenuhi.
- Setiap lapisan urukan yang dihampar harus dipadatkan seperti yang disyaratkan,
diuji kepadatannya dan harus diterima oleh PTBC sebelum lapisan berikutnya
dihampar.
4.2.5. Persiapan Tanah Dasar
Umum
Daerah yang akan disiapkan permukaannya harus dibersihkan dari bahan-bahan yang
tidak diinginkan. Permukaan tanah harus dibuat sesuai dengan elevasi dan kemiringan
serta dipadatkan sampai 90% - 95% kepadatan kering maksimal sehingga akan
memberikan formasi yang sama pada semua elevasi. Semua bahan sampai kedalaman
150mm di bawah tanah permukaan pada galian dan sampai kedalaman 300mm pada
timbunan harus benar-benar dipadatkan sampai minimal 90% - 95% persyaratan
kepadatan kering AASHTO T99.
Perlindungan Pekerjaan
Setiap bagian permukaan yang telah selesai dan disetujui PTBC harus dilindungi dari
kekeringan/retak dan air.
Setiap kerusakan yang diakibatkan karena kelalaian Kontraktor, harus diperbaiki sesuai
petunjuk PTBC tanpa biaya tambahan.
Toleransi Tanah Dasar
Permukaan yang telah selesai harus memiliki toleransi ± 50mm dari yang direncanakan
dan harus memungkinkan air permukaan mengalir dengan baik.
4.2.6. Lapis Pondasi Bawah (Pekerjaan Jalan)
- Bahan untuk lapis pondasi bawah harus bahan alam atau campuran buatan dari
butiran keras agregat mineral yang diseleksi dari sumber pengambilan yang disetujui.
Bahan tersebut harus bebas dari gumpalan tanah liat, tumbuh-tumbuhan, tanah
organik dan tidak mudah hancur pada perubahan cuaca dan kelembaban.
- Bila ketebalan lapis pondasi bawah yang dibutuhkan lebih dari 200mm, ketebalan
tersebut harus dibagi menjadi sebuah lapisan bagian atas tebal 150mm dan sebuah
lapisan bagian bawah tebal minimal 50mm.
- Gradasi bahan untuk lapisan bagian atas harus memenuhi ketentuan berikut:

Ukuran Saringan Persentasi Berat


Standar (mm) Alternatif (inci) yang Lolos

50 2” 100
25 1” 60 – 100
9,5 3/8” 30 – 100
4,75 No. 4 15 – 100
2,00 No. 10 10 – 70

CHID Department
PT Berau Coal Revisi : 0
Binungan Fixed Plant Expantion CR12 Tanggal : 31 Maret 2017
Halaman : 14dari 37
DOKUMEN TENDER– BAGIAN 4

0,425 No. 40 5 – 40
0,075 No. 200 2 – 25

4.2.7. Lapis Pondasi Atas (Pekerjaan Jalan)


- Bahan agregat harus diseleksi dari tempat yang disetujui. Agregat kasar yang
tertinggal di saringan berukuran 4,75mm harus terdiri dari bahan keras yang tahan
lama, atau bagian-bagian batu atau krikil. Batu harus memiliki gradasi yang seragam
dan harus disaring serta dicuci.
Batu yang hancur ketika dibasahkan atau dikeringkan harus dibuang.
- Agregat halus yang melewati saringan berukuran 4,75mm harus terdiri dari bahan-
bahan alam yang halus.
- Semua batu harus bebas dari lumpur, kotoran-kotoran dan harus memenuhi keten-
tuan-ketentuan seperti tersebut dalam tabel berikut :

Saringan
Persentase Berat
Standar (mm) Alternatif (inci) Melalui Saringan

50 2” 100
25 1” 65
9,50 3/8” 40 – 60
4,75 No. 4 25 – 45
2,00 No. 10 12 – 30
0,425 No. 40 6 – 16
0,075 No. 200 0–8

4.2.8. Perkerasan Aspal Beton


Bahan pekerjaan perkerasan aspal beton yang terdiri dari:
- Agregat,
- Agregat Halus.
- Pengisi/Filler.
- Agregat Campuran.
- Aspal Keras,
Harus memenuhi ketentuan SNI.03-1737-989.
4.2.9. Perkerasan Blok Beton
1. Blok Beton
Blok beton harus memiliki kuat tekan minimal 200kg/cm², kecuali bila ditentukan lain
oleh PTBC dan harus memenuhi ketentuan SII.0819-84/SNI.03-0691-1989, buatan lokal
yang disetujui.
Blok beton harus dari tipe Trihex dan True Pave dalam warna sesuai kebutuhan, dengan
ketebalan masing-masing 60mm.
2. Grass Block
Grass block harus memiliki kuat tekan minimal 200kg/cm², tebal 60mm dengan bentuk
sesuai Gambar Kerja, dan berasal dari produk lokal yang disetujui.

CHID Department
PT Berau Coal Revisi : 0
Binungan Fixed Plant Expantion CR12 Tanggal : 31 Maret 2017
Halaman : 15dari 37
DOKUMEN TENDER– BAGIAN 4

4.3 BETON
4.3.1. Baja Tulangan
1. Baja Tulangan Polos
Baja tulangan polos harus dari baja mutu BjTP-24 dengan tegangan leleh minimal
2400kg/cm², dan memenuhi ketentuan SNI.07-2052-2002.
2. Baja Tulangan Ulir
Baja tulangan ulir harus dari baja mutu BjTS-40 dengan tegangan leleh minimal
4000kg/cm², dan memenuhi ketentuan SII-0136-84/SNI.07-2052-2002.
3. Jaring Kawat Baja Las
Jaring kawat baja las harus dari mutu Bj-50 dengan tegangan leleh minimal 5000kg/cm²
yang memenuhi ketentuan SNI.07-0663-1989.
4. Lain-lain
Sebelum pemesanan dilakukan, maka Kontraktor harus mengusulkan merk besi beton
dilengkapi dengan brosur dan data teknis dari pabrik yang akan digunakan untuk
disetujui PTBC.
Besi beton disimpan pada tempat yang bersih dan tumpu secara baik tidak merusak
kualitasnya. Tempat penyimpanan harus cukup terlindung sehingga kemungkinan
karat dapat dihindarkan.
Pembengkokan besi beton harus dilakukan sesuai dengan gambar rencana dan
berdasarkan standar detail yang ada. Pembengkokan tersebut harus dilakukan dengan
menggunakan alat-alat (bar bender) sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan
cacat patah, retak-retak dan sebagainya. Semua pembengkokan harus dilakukan
dalam keadaan dingin dan pemotongan harus dengan bar cutter. Pemotongan dan
pembengkokan dengan sistim panas tidak diijinkan. Untuk itu Kontraktor harus
membuat gambar kerja pembengkokan (bar bending schedule) dan diajukan kepada
PTBC untuk mendapatkan persetujuan sebelum dilakukan pemotongan besi.
Beton tahu harus digunakan untuk menahan jarak yang tepat pada tulangan, dan
minimum mempunyai kekuatan beton yang sama dengan beton yang akan dicor. Jarak
antara beton tahu ditentukan maksimal 100 cm.

Toleransi Besi
Diameter Besi (mm) Toleransi dia (mm) Toleransi Berat (%)
6 <<10 + 0.4 +7
10 ><16 + 0.4 +5
16 << 28 + 0.5 +4
>28 + 0.6 +2

CHID Department
PT Berau Coal Revisi : 0
Binungan Fixed Plant Expantion CR12 Tanggal : 31 Maret 2017
Halaman : 16dari 37
DOKUMEN TENDER– BAGIAN 4

4.3.2. PEMBESIAN

4.3.2.1 Percobaan dan Pemeriksaan (Test and Inspections)


Setiap pengiriman harus berasal dari pemilihan yang disetujui dan harus disertai
surat keterangan percobaan dari pabrik.
Setiap jumlah pengiriman 20 ton baja tulangan harus diadakan pengujian periodik
minimal 4 contoh yang terdiri dari 3 benda uji untuk uji tarik, dan 1 benda uji untuk
uji lengkung untuk setiap diameter batang baja tulangan. Pengambilan contoh
baja tulangan akan ditentukan oleh Direksi Lapangan.
Semua pengujian tersebut di atas meliputi uji tarik dan lengkung, harus dilakukan
di laboratorium Lembaga Uji Konstruksi BPPT atau laboratorium lainnya
direkomendasi oleh Direksi Lapangan dan minimal sesuai dengan SII-0136-84
salah satu standard uji yang dapat dipakai adalah ASTM A-615. Semua biaya
pengetesan tersebut ditanggung oleh Kontraktor.
Segala macam kotoran, karat, cat, minyak atau bahan-bahan lain yang merugikan
terhadap kekuatan rekatan harus dibersihkan.
Tulangan harus ditempatkan dan dipasang cermat dan tepat dan diikat dengan
kawat dari baja lunak.
Sambungan mekanis harus ditest dengan percobaan tarik.
Sebelum pengecoran beton, lakukan pemeriksaan dan persetujuan dari
pembesian, termasuk jumlah, ukuran, jarak, selimut, lokasi dari sambungan dan
panjang penjangkaran dari penulangan baja oleh Direksi Lapangan.
Sertifikat : Untuk mendapatkan jaminan atas kualitas atau mutu baja tulangan,
maka pada saat pemesanan baja tulangan kontraktor harus menyerahkan
sertifikat resmi dari Laboratorium. Khusus ditujukan untuk keperluan proyek ini.

4.3.2.2 Bahan-bahan / Produk

a. Tulangan
Sediakan tulangan berulir mutu BJTD-40, sesuai dengan SII 0136-84 dan
tulangan polos mutu BJTP-24, sesuai dengan SII 0136-84 seperti dinyatakan
pada gambar-gambar struktur.
Tulangan polos dengan diameter lebih kecil 13 mm harus baja lunak dengan
tegangan leleh 2400 kg/cm2.
Tulangan ulir dengan diameter lebih besar atau sama dengan 13 mm harus
baja tegangan tarik tinggi, batang berulir dengan tegangan leleh 4000
kg/cm2.
b. Tulangan Anyaman (Wire mesh)
Sediakan tulangan anyaman , mutu U-50, mengikuti SII 0784-83.
c. Penunjang/Dudukan Tulangan (Bar Support)
Dudukan tulangan haruslah tahu beton yang dilengkapi dengan kawat
pengikat yang ditanam, atau batang kursi tinggi sendiri (Individual High
Chairs).
d. Bolstern, kursi, spacers, dan perlengkapan-perlengkapan lain untuk mengatur
jarak.
1. Pakai besi dudukan tulangan menurut rekomendasi CRSI, kecuali
diperlihatkan lain pada gambar.
2. Jangan memakai kayu, bata atau bahan-bahan lain yang tidak
direkomendasi.
3. Untuk pelat di atas tanah, pakai penunjang dengan lapisan pasir atau
horizontal runners dimana bahan dasar tidak akan langsung menunjang
batang kursi (chairs legs). Atau pakai lantai kerja yang rata.
4. Untuk beton ekspose, dimana batang-batang penunjang langsung
berhubungan/ mengenai cetakan, sediakan penunjang dengan jenis hot-

CHID Department
PT Berau Coal Revisi : 0
Binungan Fixed Plant Expantion CR12 Tanggal : 31 Maret 2017
Halaman : 17dari 37
DOKUMEN TENDER– BAGIAN 4

dip-galvanized atau penunjang yang dilindungi plastik.


e. Kawat Pengikat
Dibuat dari baja lunak dan tidak disepuh seng.

4.3.2.3 Jaminan Mutu


Bahan-bahan harus dari produk yang sama seperti yang telah disetujui oleh
Direksi Lapangan.
Sertifikat dari percobaan (percobaan giling atau lainnya) harus diperlihatkan untuk
semua tulangan yang dipakai. Percobaan-percobaan ini harus memperlihatkan
hasil-hasil dari semua kom- posisi kimia dan sifat-sifat fisik.
4.3.2.4 Persiapan Pekerjaan/Perakitan Tulangan
Pembengkokkan dan pembentukan.
Pemasangan tulangan dan pembengkokan harus sedemikian rupa sehingga
posisi dari tulangan sesuai dengan rencana dan tidak mengalami perubahan
bentuk maupun tempat selama pengecoran berlangsung.
Pembuatan dan pemasangan tulangan sesuai dengan PBI 1971.
Toleransi pembuatan dan pemasangan tulangan disesuaikan dengan persyaratan
PBI 1971 atau A.C.I. 315.
4.3.2.5 Pengiriman, Penyimpanan dan Penanganannya
Pengiriman tulangan ke lapangan dalam kelompok ikatan ditandai dengan
etiket/label yang mencantumkan ukuran batang, panjang dan tanda pengenal.
Pemindahan tulangan harus hati-hati untuk mengindari kerusakan. Gudang di
atas tanah harus kering, daerah yang bagus saluran-salurannya, dan terlindung
dari lumpur, kotoran, karat dsb.

4.3.2.6 PELAKSANAAN PEMASANGAN TULANGAN, PEMBENGKOKAN DAN


PEMOTONGAN

4.3.2.6.1 Persiapan
a. Pembersihan
Tulangan harus bebas dari kotoran, lemak, kulit giling (mill steel)
dan karat lepas, serta bahan-bahan lain yang mengurangi daya
lekat. Bersihkan sekali lagi tonjolan pada tulangan atau pada
sambungan konstruksi untuk menjamin rekatannya.
b. Pemilihan/seleksi
Tulangan yang berkarat harus ditolak dari lapangan.
4.3.2.6.2 Pemasangan Tulangan
a. Umum
Sesuai dengan yang tercantum pada gambar dan PBI 1971
Koordinasi dengan bagian lain dan kelancaran pengadaan bahan
serta tenaga perlu diadakan untuk mengindari keterlambatan.
Adakan/berikan tambahan tulangan pada lubang-lubang (openings)
/ bukaan.
b. Pemasangan
Tulangan harus dipasang sedemikian rupa diikat dengan kawat
baja, hingga sebelum dan selama pengecoran tidak berubah
tempatnya.
1. Tulangan pada dinding dan kolom-kolom beton harus dipasang
pada posisi yang benar dan untuk menjaga jarak bersih
digunakan spacers/penahan jarak.
2. Tulangan pada balok-balok footing dan pelat harus ditunjang
untuk memperoleh lokasi yang tepat selama pengecoran beton
dengan penjaga jarak, kursi penunjang dan penunjang lain

CHID Department
PT Berau Coal Revisi : 0
Binungan Fixed Plant Expantion CR12 Tanggal : 31 Maret 2017
Halaman : 18dari 37
DOKUMEN TENDER– BAGIAN 4

yang diperlukan.
3. Tulangan-tulangan yang langsung di atas tanah dan di atas
agregat (seperti pasir, kerikil) dan pada lapisan kedap air harus
dipasang/ditunjang hanya dengan tahu beton yang mutunya
paling sedikit sama dengan beton yang akan dicor.
4. Perhatian khusus perlu dicurahkan terhadap ketepatan tebal
penutup beton. Untuk itu tulangan harus dipasang dengan
penahan jarak yang terbuat dari beton dengan mutu paling
sedikit sama dengan mutu beton yang akan dicor. Penahan-
penahan jarak dapat berbentuk blok-blok persegi atau gelang-
gelang yang harus dipasang sebanyak minimum 4 buah setiap
m^2 cetakan atau lantai kerja. Penahan-penahan jarak ini
harus tersebar merata.
5. Pada pelat-pelat dengan tulangan rangkap, tulangan atas
harus ditunjang pada tulangan bawah oleh batang-batang
penunjang atau ditunjang langsung pada cetakan bawah atau
lantai kerja oleh blok-blok beton yang tinggi. Perhatian khusus
perlu dicurahkan terhadap ketepatan letak dari tulangan-
tulangan pelat yang dibengkok yang harus melintasi tulangan
balok yang berbatasan.

c. Toleransi pada Pemasangan Tulangan


1. Terhadap selimut beton (selimut beton) : ± 6 mm
2. Jarak terkecil pemisah antara batang : ± 6 mm
3. Tulangan atas pada pelat dan balok :
- balok dengan tinggi sama atau lebih kecil dari 200 mm : ± 6
mm
- balok dengan tinggi lebih dari 200 mm tapi kurang dari 600
mm : ± 12 mm
- balok dengan tinggi lebih dari 600 mm : ± 12 mm
- panjang batang : ± 50 mm
4. Toleransi pada pemasangan lainnya sesuai PBI '71.

d. Pembengkokan Tulangan, Sesuai Dengan PBI '71.


1. Batang tulangan tidak boleh dibengkok atau diluruskan dengan
cara-cara yang merusak tulangan itu.
2. Batang tulangan yang diprofilkan, setelah dibengkok dan
diluruskan kembali tidak boleh dibengkok lagi dalam jarak 60
cm dari bengkokan sebelumnya.
3. Batang tulangan yang tertanam sebagian di dalam beton tidak
boleh dibengkokkan atau diluruskan di lapangan, kecuali
apabila ditentukan di dalam gambar-gambar rencana atau
disetujui oleh perencana.
4. Membengkok dan meluruskan batang tulangan harus dilakukan
dalam keadaan dingin, kecuali apabila pemanasan diijinkan
oleh perencana.
5. Apabila pemanasan diijinkan, batang tulangan dari baja lunak
(polos atau diprofilkan) dapat dipanaskan sampai kelihatan
merah padam tetapi tidak boleh mencapai suhu lebih dari 850
oC.
6. Apabila batang tulangan dari baja lunak yang mengalami
pengerjaan dingin dalam pelaksanaan ternyata mengalami
pemanasan di atas 100 oC yang bukan pada waktu las, maka
dalam perhitungan-perhitungan sebagai kekuatan baja harus

CHID Department
PT Berau Coal Revisi : 0
Binungan Fixed Plant Expantion CR12 Tanggal : 31 Maret 2017
Halaman : 19dari 37
DOKUMEN TENDER– BAGIAN 4

diambil kekuatan baja tersebut yang tidak mengalami


pengerjaan dingin.
7. Batang tulangan dari baja keras tidak boleh dipanaskan,
kecuali diijinkan oleh perencana.
8. Batang tulangan yang dibengkok dengan pemanasan tidak
boleh didinginkan dengan jalan disiram dengan air.
9. Menyepuh batang tulangan dengan seng tidak boleh dilakukan
dalam jarak 8 kali diameter (diameter pengenal) batang dari
setiap bagian dari bengkokan.

e. Toleransi pada Pemotongan dan Pembengkokan Tulangan.


1. Batang tulangan harus dipotong dan dibengkok sesuai dengan
yang ditunjukkan dalam gambar-gambar rencana dengan
toleransi-toleransi yang disyaratkan oleh perencana. Apabila
tidak ditetapkan oleh perencana, pada pemotongan dan
pembengkokan tulangan ditetapkan toleransi-toleransi seperti
tercantum dalam ayat-ayat berikut.
2. Terhadap panjang total batang lurus yang dipotong menurun
ukuran dan terhadap panjang total dan ukuran intern dari
batang yang dibengkok ditetapkan toleransi sebesar ± 25 mm,
kecuali mengenai yang ditetapkan dalam ayat (3) dan (4).
Terhadap panjang total batang yang diserahkan menurut
sesuatu ukuran ditetapkan toleransi sebesar + 50 mm dan - 25
mm.
3. Terhadap jarak turun total dari batang yang dibengkok
ditetapkan toleransi sebesar ± 6 mm untuk jarak 60 cm atau
kurang dan sebesar ± 12 mm untuk jarak lebih dari 60 cm.
4. Terhadap ukuran luar dari sengkang, lilitan dan ikatan-ikatan
ditetapkan toleransi sebesar ± 6 mm.

f.
Panjang penjangkaran dan panjang penyaluran.
1. Baja tulangan mutu U-24 (BJTP-24)
Panjang penjangkaran = 30 diameter dengan kait
Panjang penyaluran = 30 diameter dengan kait
Baja tulangan mutu U-40 (BJTD-40)
Panjang penjangkaran = 40 diameter tanpa kait
Panjang penyaluran = 40 diameter tanpa kait
2. Penyambungan tidak boleh diadakan pada titik dimana terjadi
tegangan terbesar. Sambungan untuk tulangan atas pada
balok dan pelat beton harus diadakan di tengah bentang, dan
tulangan bawah pada tumpuan. Sambungan harus ditunjang
dimana memungkinkan.
3. Ketidak-lurusan rangkaian tulangan kolom tidak boleh
melampaui perbandingan 1 terhadap 10.
4. Standard Pembengkokan
Semua standar pembengkokan harus sesuai dengan SKSNI-
91 ( Tata Cara Penghitungan Struktur Beton untuk
Bangunan Gedung), kecuali ditentukan lain.
4.3.2.6.3 Pemasangan Wire Mesh
Pemasangan pada kepanjangan terpanjang yang memungkinkan
dilakukan.
Jangan melakukan penghentian / pengakhiran lembar wire mesh antara
tumpuan balok atau tepat diatas balok dari struktur menerus.
Keseimbangan pengakhiran dari lewatan dalam arah lebar yang

CHID Department
PT Berau Coal Revisi : 0
Binungan Fixed Plant Expantion CR12 Tanggal : 31 Maret 2017
Halaman : 20dari 37
DOKUMEN TENDER– BAGIAN 4

berdampingan untuk mencegah lewatan yan menerus.


Wire mesh harus ditahan pada posisi yang benar selama pengecoran.
4.3.2.6.4 Las
Bila diperlukan atau disetujui, pengelasan tulangan beton harus sesuai
dengan Reinforcement Steel Welding Code (AWS D 12.1). Pengelasan
tidak boleh dilakukan pada pembengkokan di suatu batang, pengelasan
pada persilangan (las titik) harus diijinkankecuali seperti di anjurkan
atau disahkan oleh Direksi Lapangan. ASTM specification harus
dilengkapi dengan keperluan jaminan kehandalan kemampuan las
dengan cara ini.

4.3.3. Beton Cor di Tempat


1. Mutu Beton
Kecuali ditentukan lain dalam Gambar Kerja atau sesuai petunjuk Pengawas Lapangan,
beton dikelompokan dalam kelas yang berbeda, sesuai ketentuan berikut ini :
- Mutu beton K-400 untuk beton struktural pekerjaan kelautan.
- Mutu beton K-300 untuk beton struktural selain pekerjaan kelautan.
- Mutu beton K-200 digunakan untuk seluruh pekerjaan beton non-struktural.
- Mutu beton K-150 digunakan untuk beton pengisi dan lantai kerja pondasi.
Adukan Beton yang dibuat di tempat (Site Mixing)
Untuk mendapatkan kualitas beton yang baik, maka untuk beton yang dibuat di
lapangan harus memenuhi syarat-syarat :
Semen diukur menurut berat
Agregat kasar diukur menurut berat
Pasir diukur menurut berat
Adukan beton dibuat dengan menggunakan alat pengaduk mesin (concrete
mixer/truck mixer)
Jumlah adukan beton tidak boleh melebihi kapasitas mesin
Lama pengadukan tidak kurang dari 2 menit sesudah semua bahan berada dalam
mesin pengaduk
Mesin pengaduk yang tidak dipakai lebih dari 30 menit harus dibersihkan lebih
dahulu, sebelum adukan beton yang baru dimulai.
2. Semen
 Semen portland harus memenuhi persyaratan standard Internasional atau Spesifikasi
Bahan Bangunan Bagian A SK SNI 3-04-1989-F atau sesuai SII-0013-82, Type-1
atau NI-8 untuk butir pengikat awal kekekalan bentuk, kekuatan tekan aduk dan
susunan kimia. Semen yang cepat mengeras hanya boleh dipergunakan dimana jika
hal tersebut dikuasakan tertulis secara tegas oleh Direksi Lapangan.
 Jika mempergunakan semen portland pozolan (campuran semen portland dan
bahan pozolan) maka semen tersebut harus memenuhi ketentuan SII 0132 Mutu
dan Cara Uji Semen Portland Pozoland atau spesifikasi untuk semen hidraulis
campuran.
 Di dalam syarat pelaksanaan pekerjaan beton harus dicantumkan dengan jelas
jenis semen yang boleh dipakai dan jenis semen ini harus sesuai dengan jenis
semen yang digunakan dalam ketentuan persyaratan mutu (semen tipe 1).

Rasio air semen yang disyaratkan pada tabel 1 dan tabel 2harus dihitung menggunakan
berat semen, sesuai dengan ASTM C 150, ASTM C 595 M atau ASTM C 845 ditambah
dengan berat abu terbang dan bahan pozzolan lainnya sesuai dengan ASTM C 618,
kerak sesuai dengan ASTM C 989 dan silica fume sesuai dengan ASTM C 1240
bilamana digunakan.

CHID Department
PT Berau Coal Revisi : 0
Binungan Fixed Plant Expantion CR12 Tanggal : 31 Maret 2017
Halaman : 21dari 37
DOKUMEN TENDER– BAGIAN 4

Penyimpanan Semen
 Penyimpanan semen harus dilaksanakan dalam tempat penyimpanan dan
dijaga agar semen tidak lembab, dengan lantai terangkat bebas dari tanah dan
ditumpuk sesuai dengan syarat penumpukan semen dan menurut urutan
pengiriman. Semen yang telah rusak karena terlalu lama disimpan sehingga
mengeras ataupun tercampur bahan lain, tidak boleh dipergunakan dan harus
disingkirkan dari tempat pekerjaan. Semen harus dalam zak-zak yang utuh dan
terlindung baik terhadap pengaruh cuaca, dengan ventilasi secukupnya dan
dipergunakan sesuai dengan urutan pengiriman. Semen yang telah disimpan
lebih 60 hari tidak boleh digunakan untuk pekerjaan.
 Curah semen harus disimpan di dalam konstruksi silo secara tepat untuk
melindungi terhadap penggumpalan semen dalam penyimpanan.
 Semua semen harus baru, bila dikirim setiap pengiriman harus disertai dengan
sertifikat test dari pabrik.
 Semen harus diukur terhadap berat untuk kesalahan tidak lebih dari 2,5 %.
 "Kontraktor" harus hanya memakai satu merek dari semen yang telah disetujui
untuk seluruh pekerjaan. "Kontraktor" tidak boleh mengganti merk semen
selama pelaksanaan dari pekerjaan, kecuali dengan persetujuan tertulis dari
Direksi Lapangan.

CHID Department
PT Berau Coal Revisi : 0
Binungan Fixed Plant Expantion CR12 Tanggal : 31 Maret 2017
Halaman : 22dari 37
DOKUMEN TENDER– BAGIAN 4

3. Air
Air untuk campuran, perawatan atau aplikasi lainnya harus bersih dan bebas dari unsur-
unsur yang merusak seperti alkali, asam, garam dan bahan anorganik lainnya.
Bagaimanapun, bila hal ini terjadi, semua air kecuali yang telah disebutkan di atas,
harus diuji dan harus memenuhi ketentuan AASHTO T26 dan/atau disetujui Pengawas
Lapangan.
4. Agregat
Agregat untuk beton harus memenuhi ketentuan dan persyaratan dari SII 0052-80
"Mutu dan Cara Uji Agregat Beton" dan bila tidak tercakup dalam SII 0052-80, maka
harus memenuhi spesifikasi agregat untuk beton.
a. Agregat halus (Pasir)
Mutu pasir untuk pekerjaan beton harus terdiri dari : butir-butir tajam, keras,
bersih, dan tidak mengandung lumpur dan bahan-bahan organis.
Agregat halus harus terdiri dari distribusi ukuran partikel-partikel seperti yang
ditentukan di pasal 3.5. dari NI-2. PBI '71.
Agregat halus tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5 % (ditentukan
terhadap berat kering). Yang diartikan dengan lumpur adalah bagian-bagian yang
dapat melalui ayakan 0.063 mm. Apabila kadar lumpur melampaui 5 %, maka
agregat halus harus dicuci. Sesuai PBI'71 bab 3.3. atau SII 0051-82.
Ukuran butir-butir agregat halus, sisa di atas ayakan 4 mm harus minimum 2 %
berat; sisa di atas ayakan 2 mm harus minimum 10 % berat; sisa di atas ayakan
0,25 mm harus berkisar antara 80 % dan 90 % berat.
Pasir laut tidak boleh dipakai sebagai agregat halus untuk semua mutu beton.
Penyimpanan pasir harus sedemikian rupa sehingga terlindung dari pengotoran
oleh bahan-bahan lain.
b. Agregat Kasar (Kerikil dan Batu Pecah)
Yang dimaksud dengan agregat kasar yaitu kerikil hasil desintegrasi alami dari
batu-batuan atau batu pecah yang diperoleh dari pemecahan batu, dengan besar
butir lebih dari 5 mm sesuai PBI 71 bab 3.4.
Mutu koral : butir-butir keras, bersih dan tidak berpori, batu pecah jumlah butir-
butir pipih maksimum 20 % bersih, tidak mengandug zat-zat alkali, bersifat kekal,
tidak pecah atau hancur oleh pengaruh cuaca.
Tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 1 % (terhadap berat kering) yang

CHID Department
PT Berau Coal Revisi : 0
Binungan Fixed Plant Expantion CR12 Tanggal : 31 Maret 2017
Halaman : 23dari 37
DOKUMEN TENDER– BAGIAN 4

diartikan lumpur adalah bagian-bagian yang melalui ayakan 0.063 mm apabila


kadar lumpur melalui 1 % maka agregat kasar harus dicuci.
Tidak boleh mengandung zat-zat yang reaktif alkali yang dapat merusak beton.
Ukuran butir : sisa diatas ayakan 31,5 mm, harus 0 % berat; sisa diatas ayakan 4
mm, harus berkisar antara 90 % dan 98 %, selisih antara sisa-sisa kumulatif di
atas dua ayakan yang berurutan, adalah maksimum 60 % dan minimum 10 %
berat.
Kekerasan butir-butir agregat kasar diperiksa dengan bejana penguji dari Rudeloff
dengan beban penguji 20 t, harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

- tidak terjadi pembubukan sampai fraksi 9.5 - 19 mm lebih dari 24 % berat


- tidak terjadi pembubukan sampai fraksi 19-30 mm lebih dari 22 % atau dengan
mesin pengaus Los Angeles, tidak boleh terjadi kehilangan berat lebih dari 50
% sesuai SII 0087-75, atau PBI-71
Penyimpanan kerikil atau batu pecah harus sedemikian rupa agar terlindung
dari pengotoran bahan-bahan lain.

c. Pemadatan Beton
Beton yang akan dicor harus segera dipadatkan dengan alat pemadat (vibrator)
dengan tipe yang disetujui oleh PTBC. Pemadatan tersebut bertujuan untuk
mengurangi udara pada beton yang akan mengurangi kualitas beton. Pemadatan
tersebut berkaitan dengan kelecakan (workability) beton. Pada cuaca panas
kelecakan beton menjadi sangat singkat, sehingga slump yang rendah rendah
biasanya merupakan masalah . Untuk itu harus disediakan vibrator dalam jumlah
yang memadai, sesuai dengan besarnya pengecoran yang akan dilakukan.
Minimal harus dipersiapkan satu vibrator cadangan yang akan dipakai, jika ada
vibrator yang rusak pada saat pemadatan sedang berlangsung. Alat pemadat
harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga tidak menyentuh besi beton.Pada
lokasi yang diperkirakan sulit untuk dipadatkan seperti pada pertemuan balok-
kolom, dinding beton yang tipis dan pada lokasi pembesian yang rapat dan rumit,
maka kontraktor harus mempersiapkan metode khusus untuk pemadatan beton
yang disampaikan kepada PTBC paling lambat 3 hari sebelum pengecoran
dilaksanakan, agar tidak terjadi keropos pada beton, sehingga secara kualitas
tidak akan disetujui.
5. Bahan Perawatan
Bahan untuk perawatan harus memenuhi ketentuan berikut :

Metoda lain untuk perawatan beton harus disetujui PTBC.Perawatan beton bertujuan
antara lain untuk menjaga agar tidak terjadi kehilangan zat cair pada saat pengikatan
awal terjadi dan mencegah penguapan air dari beton pada umur beton awal dan juga
mencegah perbedaan temperatur dalam beton yang dapat menyebabkan terjadinya
keretakan dan penurunan kualitas beton. Perawatan beton harus dilakukan begitu
pekerjaan pemadatan beton selesai dilakukan . Untuk itu harus dilakukan perawatan
beton sedemikian sehingga tidak terjadi penguapan yang cepat terutama pada
permukaan beton yang baru dipadatkan. Permukaan beton harus dirawat secara baik
dan terus menerus dibasahi dengan air bersih selama minimal 7 hari segera setelah
pengecoran selesai. Untuk elemen vertikal seperti kolom dan dinding beton, maka
beton tersebut harus diselimuti dengan karung yang dibasahi terus menerus selama 7

CHID Department
PT Berau Coal Revisi : 0
Binungan Fixed Plant Expantion CR12 Tanggal : 31 Maret 2017
Halaman : 24dari 37
DOKUMEN TENDER– BAGIAN 4

hari.
6. Bahan Tambahan ( Admixture )
Bahan tambahan untuk menahan gelembung udara untuk semua beton ekspos harus
memenuhi ketentuan ASTM C 260.
- Bahan tambahan untuk mengurangi air dan memperlambat pengerasan beton, bila
dibutuhkan, harus memenuhi ketentuan ASTM C 494 tipe B dan D.
- Bahan tambahan untuk mempercepat pengerasan beton, bila diperlukan, harus
memenuhi ketentuan ASTM C 494 tipe C.
- Admixture harus disimpan dan dilindungi untuk menjaga kerusakan dari container.
Admixture harus sesuai dengan ACI 212.2R-71 dan ACI 212 2R-64. Segala macam
admixture yang akan digunakan dalam pekerjaan harus disetujui oleh Direksi
Lapangan. Admixture yang mengandung chloride atau nitrat tidak boleh dipakai.
7. Baja Tulangan
Baja tulangan harus memenuhi ketentuan Baja Tulangan.
8. Acuan / Bekisting
Kontraktor harus membuat acuan yang dapat dipertanggungjawabkan secara struktur
baik kekuatan, stabilitas maupun kekakuannya serta layak untuk digunakan. Acuan
merupakan suatu bagian pekerjaan struktur yang berguna untuk membentuk struktur
beton agar sesuai gambar rencana.
Jenis acuan harus sesuai dengan yang disyaratkan didalam spesifikasi ini. Kontraktor
dapat mengusulkan alternatif acuan dengan catatan bahwa harus disetujui oleh PTBC.
Semua bagian acuan yang sudah selesai digunakan harus dibongkar dan dikeluarkan
dari lokasi pekerjaan. Tidak dibenarkan adanya bagian acuan yang tertanam di dalam
struktur beton.
Pada struktur beton kedap air , cara pemasangan acuan dan bukaan pada acuan
harus dibuat sedemikian rupa, sehingga bukaan tersebut harus dapat ditutup dengan
sempurna, sehingga bebas dari kebocoran. Semua pengikat acuan (ties) harus
dilengkapi dengan material tertentu seperti water haffles, sehingga pada saat dicor
akan menyatu dengan struktur beton.
 Detail – ditail Khusus
Pembuatan acuan khusus sesuai yang direncanakan harus termasuk yang
ditawarkan di dalam penawaran Kontraktor. Termasuk juga jika menggunakan
material acuan yang khusus untuk menghasilkan detail khusus.

 Bahan acuan
Bahan acuan yang dipergunakan dapat berbentuk beton, baja, pasangan bata yang
diplester, kayu atau material lain yang dapat dipertanggungjawabkan kualitasnya.
Penggunanaan acuan siap pakai produksi pabrik tertentu diizinkan untuk
dipergunakan, selama dapat disetujui oleh PTBC. Acuan yang terbuat dari multiplek
yang dilapisi dengan sejenis kertas film yang khusus digunakan untuk acuan
sangat dianjurkan dengan tebal multiplek minimal 12 mm. Pengaku harus dibuat
dengan benar agar tidak terjadi perubahan bentuk/ukuran dari elemen beton yang
dibuat. Penyangga yang terbuat dari baja lebih disukai, walau penggunaan material
penyanggah dari kayu dapat diterima. Bahan dan ukuran kayu yang digunakan
harus mendapatkan persetujuan PTBC. Untuk pekerjaan beton yang langsung yang
berhubungan dengan tanah, maka sebagai lantai kerja harus dibuat dari beton K
175. Sebagai acuan samping dari beton tersebut dapat menggunakan pasangan
batu kali, batu bata atau material lain yang disetujui PTBC. Untuk elemen beton
tertentu seperti kolom bulat disarankan menggunakan acuan baja.
Pembongkaran Acuan
1. Pembongkaran harus dilakukan dengan hati-hati, dimana bagian konstruksi
yang dibongkar acuannya harus dapat memikul berat sendiri dan beban –beban
pelaksanaannya.
2. Pembongkaran acuan dapat dilakukan setelah mencapai waktu sbb:

CHID Department
PT Berau Coal Revisi : 0
Binungan Fixed Plant Expantion CR12 Tanggal : 31 Maret 2017
Halaman : 25dari 37
DOKUMEN TENDER– BAGIAN 4

Elemen Struktur Waktu Minimum


Sisi-sisi balok, kolom dan dinding 3 hari
Balok dan plat beton (tiang penyangga tidak 21 hari
dilepas)
Tiang-tiang penyangga plat 21 hari
Tiang-tiang penyangga balok-balok 21 hari

Waktu pembongkaran tersebut hanya merupakan kondisi normal dan harus


dipertimbangkan secara khusus jika pada lantai-lantai tersebut bekerja beban
rencana. Kontraktor dapat merencanakan dan mengusulkan metode dan
perhitungan yang akan digunakan, dan usulan tersebut harus mendapat
persetujuan dari PTBC. Semua akibat yang timbul akibat usulan tersebut menjadi
tanggung jawab Kontraktor.
Setiap rencana pekerjaan pembongkaran acuan harus diajukan terlebih dahulu
secara tertulis untuk disetujui PTBC.
9. Lain-lain
Beton Kedap Air
a. Beton kedap air adalah beton yang dibuat agar tidak tembus air untuk jangka waktu
yang lama. Untuk itu Kontraktor wajib mengikuti segala ketentuan yang disyaratkan
oleh Pemasok bahan kedap air/ waterproofing, termasuk carapembuatan beton
tersebut.
b. Pada siar pelaksanaan harus dipasang waterstop sesuai dengan spesifikasi pabrik.
Waterstop tersebut harus ditunjukkan di dalam gambar kerja/shop drawing,
sehingga rencana pengecoran harus direncanakan dengan baik. Biaya waterstop
tersebut sudah termasuk didalam penawaran yang diajukan oleh Kontraktor.
c. Apabila terjadi kebocoran selama masa garansi, maka kontraktor harus
mengadakan perbaikan-perbaikan dengan biaya Kontraktor. Prosedur perbaikan
tersebut harus diusulkan oleh Kontraktor dan disetujui oleh PTBC, sedemikian rupa
sehingga tidak merusak bagian-bagian lain yang sudah selesai.

Sambungan Konstruksi (Construction Joint)


a) Jadwal pengecoran beton yang berkaitan harus disiapkan untuk setiap jenis struktur
yang diusulkan dan PTBC harus menyetujui lokasi sambungan konstruksi pada
jadwal tersebut, atau sambungan konstruksi tersebut harus diletakkan seperti yang
ditunjukkan pada Gambar. Sambungan konstruksi tidak boleh ditempatkan pada
pertemuan elemen-elemen struktur kecuali disyaratkan demikian.
b) Sambungan konstruksi pada tembok sayap harus dihindari. Semua sambungan
konstruksi harus tegak lurus terhadap sumbu memanjang dan pada umumnya
harus diletakkan pada titik dengan gaya geser minimum.
c) Bilamana sambungan vertikal diperlukan, baja tulangan harus menerus melewati
sambungan sedemikian rupa sehingga membuat struktur tetap monolit.
d) Lidah alur harus disediakan pada sambungan konstruksi dengan kedalaman paling
sedikit 4 cm untuk dinding, pelat dan antara telapak pondasi dan dinding. Untuk
pelat yang terletak di atas permukaan, sambungan konstruksi harus diletakkan
sedemikian sehingga pelat-pelat mempunyai luas tidak melampaui 1,2 kali dimensi
yang lebih kecil.
e) Kontraktor harus menyediakan pekerja dan bahan tambahan sebagaimana yang
diperlukan untuk membuat sambungan konstruksi tambahan bilamana pekerjaan
terpaksa mendadak harus dihentikan akibat hujan atau terhentinya pemasokan
beton atau penghentian pekerjaan oleh PTBC.
f) Atas persetujuan PTBC, bahan tambah (aditif) dapat digunakan untuk pelekatan
pada sambungan konstruksi, cara pengerjaannya harus sesuai dengan petunjuk

CHID Department
PT Berau Coal Revisi : 0
Binungan Fixed Plant Expantion CR12 Tanggal : 31 Maret 2017
Halaman : 26dari 37
DOKUMEN TENDER– BAGIAN 4

pabrik pembuatnya.
g) Pada air asin atau mengandung garam, sambungan konstruksi tidak diperkenankan
pada tempat-tempat 75 cm di bawah muka air terendah atau 75 cm di atas muka air
tertinggi kecuali ditentukan lain dalam gambar.

10. Percobaan Bahan dan Campuran Beton


a. Umum
Test bahan: Sebelum membuat campuran, test laboratorium harus dilakukan
untuk test berikut, sehubungan dengan prosedur-prosedur ditujukan ke standard
referensi untuk menjamin pemenuhan spesifikasi proyek untuk membuat
campuran yang diperlukan.
b. Semen : berat jenis semen
c. Agregat :
Analisa tapis, berat jenis, prosentase dari void (kekosongan), penyerapan,
kelembaban dari agregat kasar dan halus, berat kering dari agregat kasar,
modulus terhalus dari agregat halus.
d. Adukan/campuran beton
 Adukan beton harus didasarkan pada trial mix dan mix design masing-masing
untuk umur 7, 14 atau 21 dan 28 hari yang didasarkan pada minimum 20 hasil
pengujian atau lebih sedemikian rupa sehingga hasil uji tersebut dapat disetujui
oleh Direksi Lapangan.
Hasil uji yang disetujui tersebut sudah harus disertakan selambat-lambatnya 3
minggu sebelum pengerjaan dimulai, dan selain itu mutu betonpun harus sesuai
dengan mutu standard PBI 1971. Pekerjaan tidak boleh dimulai sebelum
diperiksa Direksi Lapangan tentang kekuatan/kebersihannya.
Semua pembuatan dan pengujian trial mix dan design mix serta
pembiayaannya adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kontraktor. Trial
mix dan design mix harus diadakan lagi bila agregat yang dipakai diambil dari
sumber yang berlainan, merk semen yang berbeda atau supplier beton yang
lain.
 Ukuran-ukuran
Campuran desain dan campuran percobaan harus proporsional semen
terhadap agregat berdasarkan berat, atau proporsi yang cocok dari ukuran
untuk rencana proposional atau perbandingan yang harus disetujui oleh Direksi
Lapangan.
 Percobaan adukan untuk berat normal beton
Untuk perincian minimum dan maximum slump untuk setiap jenis dan kekuatan
dari berat normal beton, dibuat empat (4) adukan campuran dengan memakai
nilai faktor air-semen yang berbeda-beda.
 Pengujian mutu beton ditentukan melalui pengujian sejumlah benda uji silinder
beton diameter 15 cm x tinggi 30 cm sesuai PBI 1971, ACI Committee - 304,
ASTM C 94-98.
 Benda uji (setiap pengambilan terdiri dari 3 buah dengan pengetesan dilakukan
pada hari yang tercantum pada item 6) dari satu adukan dipilih acak yang
mewakili suatu volume rata-rata tidak lebih dari 10 m3 atau 10 adukan atau 2
truck drum (diambil yang volumenya terkecil). Disamping itu jumlah maximum
dari beton yang dapat terkena penolakan akibat setiap satu keputusan adalah
30 m3, kecuali bila ditentukan lain oleh Direksi Lapangan.
 Hasil uji untuk setiap pengujian dilakukan masing-masing untuk umur 7, 14 atau
21 dan 28 hari.
 Pembuatan benda uji harus mengikuti ketentuan PBI'71, dilakukan di lokasi
pengecoran dan harus disaksikan oleh Direksi Lapangan. Apabila digunakan
metoda pembetonan dengan menggunakan pompa (concrete pump), maka
pengambilan contoh segala macam jenis pengujian lapangan harus dilakukan
dari hasil adukan yang diperoleh dari ujung pipa "concrete-pump" pada lokasi

CHID Department
PT Berau Coal Revisi : 0
Binungan Fixed Plant Expantion CR12 Tanggal : 31 Maret 2017
Halaman : 27dari 37
DOKUMEN TENDER– BAGIAN 4

yang akan dilaksanakan.


 Pengujian bahan dan beton harus dilakukan dengan cara yang ditentukan
dalam Standard Industri Indonesia (SII) dan PBI'71 NI-2 atau metoda uji bahan
yang disetujui oleh Direksi Lapangan.
 Rekaman lengkap dari hasil uji bahan dan beton harus disediakan dan
disimpan dengan baik oleh tenaga pengawas ahli, dan selalu tersedia untuk
keperluan pemeriksaan selama pelaksanaan pekerjaan dan selama 5 tahun
sesudah proyek bangunan tersebut selesai dilaksanakan.
e. Pengujian slump
 Kekentalan adukan beton diperiksa dengan pengujian slump, dimana nilai
slump harus dalam batas-batas yang diisyaratkan dalam PBI 1971 dan sama
sekali tidak diperbolehkan adanya penambahan air/additive, kecuali ditentukan
lain oleh Direksi Lapangan.
 "Kontraktor" harus menjamin bahwa ia mampu dengan slump berikut, beton
dengan mutu dan kekuatan yang memuaskan, yang akan menghasilkan hasil
akhir yang bebas keropos, ataupun berongga-rongga. Pelaksanaan dari
persetujuan kontrak adalah bahwa "Kontraktor" bertanggung jawab penuh
untuk produksi dari beton dan pencapaian mutu, kekuatan dan penyelesaian
yang memenuhi syarat batas slump.
Bila dipakai pompa beton, slump harus didasarkan pada pengukuran di
pelepasan pipa, bukan di truk mixer. Maximum slump harus 150 mm.
 Rekomendasi slump untuk variasi beton konstruksi pada keadaan atau kondisi
normal :
Slump pada (cm)

Konstruksi Beton Maksimum Minimum

Dinding, pelat fondasi dan fondasi telapak 12.50 10.00


bertulang.
Fondasi telapak tidak bertulang, kaison dan 9.00 7.50
konstruksi di bawah tanah.

Pelat, balok, kolom dan dinding. 15.00 12.50

Pembetonan massal. 7.50 7.50

Untuk beton dengan bahan tambahan plasticizer, slump dapat dinaikkan


sampai maksimum 1,5 cm.

4.3.4. Beton Pracetak


1. Umum
- Semua beton pracetak seperti untuk saluran terbuka, gorong-gorong, penutup lubang
periksa atau kanstein harus terbuat dari beton mutu K-250 kecuali untuk beton
pracetak untuk pekerjaan kelautan menggunakan mutu K-400.
- Semua baja tulangan yang diperlukan harus sesuai ketentuan Baja Tulangan.
- Adukan untuk menutup sambungan harus memenuhi ketentuan Adukan dan
Plesteran.
2. Kanstein dan Penutup Lubang Periksa
Kanstein dan penutup lubang periksa harus memiliki bentuk dan ukuran yang sesuai
dengan ketentuan dalam Gambar Kerja, produksi lokal.
3. Gorong-Gorong.
Gorong-gorong harus terdiri dari pipa beton bertulang yang memiliki diameter dan
ketebalan dinding sesuai Gambar Kerja, produksi lokal.

CHID Department
PT Berau Coal Revisi : 0
Binungan Fixed Plant Expantion CR12 Tanggal : 31 Maret 2017
Halaman : 28dari 37
DOKUMEN TENDER– BAGIAN 4

4.3.5. Adukan Encer


1. Adukan Encer
Adukan encer dari bahan dasar semen, jenis non-shrinkage dan non-metallic seperti
Sika Grout 215, Conbextra GP atau yang setara. Adukan encer harus memiliki kuat
tekan minimal 550kg/cm² pada umur 28 hari.
2. Air
Air sebagai bahan pencampur/pengencer harus air yang bersih seperti disyaratkan
dalam ketentuan Beton Cor di Tempat.
3. Cetakan/Acuan
Bahan cetakan/acuan dibuat dari bahan besi pelat atau kayu lapis dengan ketebalan
yang sesuai, yang dibentuk sedemikian rupa sesuai dengan ukuran dan bentuk yang
ditunjukan dalam Gambar Kerja.
Cetakan harus sama pada semua tempat dengan ukuran dan bentuk yang sama.
4.3.6. Tiang Pancang Beton Pratekan

1. Lingkup Pekerjaan
Meliputi semua tenaga, alat-alat dan bahan untuk menyelesaikan semua pekerjaan
tiang beton sesuai dengan gambar-gambar konstruksi, dengan memperhatikan
ketentuan-ketentuan tambahan dari perencana/ Konsultan MK/Pengawas dalam
uraian syarat-syarat pelaksanaan.
2. Keahlian dan pertukangan
Kontraktor harus bertanggung jawab terhadap seluruh pekerjaan pemancangan beton
sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang disyaratkan, temasuk kekuatan, toleransi
dan penyelesaiannya.
Semua pekerjaan harus dilaksanakan oleh ahli-ahli atau tukang-tukang yang
berpengalaman dan mengerti benar akan pekerjaannya.
Semua pekerjaan yang dihasilkan harus mempunyai mutu yang sebanding dengan
standar yang umum berlaku.
Apabila pengawas PTBC memandang perlu, kontraktor dapat meminta nasihat-
nasihat dari tenaga ahli yang ditunjukakan menjadi beban kontraktor.
3. Spesifikasi teknis pemancangan
a. Bahan
 Beton yang dipakai untuk pembuatan tiang beton cetak harus mempunyai mutu
beton minimal K-500 (beton Readymix) yang memiliki penulangan spiral baja
tulangan polos mutu BjTP 24 standar SNI 07-2052-2002, dengan diameter
nominal 5mm. Penulangan tambahan ke arah memanjang menggunakan baja
tulangan ulir mutu BjTS 40 yang memenuhi SNI 07-2052-2002, dengan
diameter minimal 19mm.
b. Alat Pancang
 Hydraulic jack/ diesel hammer/ drop hammer sesuai spesifikasi tiang pancang
yang digunakan.
 Peralatan pendukung.
c. Daya Pikul Tiang
 Didapat dari penunjukan meter (gauge) yang terpasang pada alat hydraulic jack
yang digunakan.
 Pemancangan dihentikan bila daya dukung yang diingnkan sudah tercapai.
d. Toleransi Posisional danKemiringan Tiang
 Toleransi untuk ketepatan titik tiang tidak lebih dari 8,00 cm dari letak titik pada
awal pemancangan, dan jarak antara dua buah tiang pancang tidak
bertambah/berkurang lebih dari 15,00 cm dari yang seharusnya.
 Toleransi kemiringan untuk tiang yang seharusnya vertikal adalah tidak lebih

CHID Department
PT Berau Coal Revisi : 0
Binungan Fixed Plant Expantion CR12 Tanggal : 31 Maret 2017
Halaman : 29dari 37
DOKUMEN TENDER– BAGIAN 4

miring dari 1 : 75.


 Kontraktor harus menjamin bahwa tiang beton cetak yang baru dibuat tidak
mengganggu atau merusak tiang-tiang yang dibuat sebelumnya.
 Jika ada gangguan dalam pelaksanaan tiang beton cetak yang diluar
kemampuan kontraktor untuk mengatasinya, maka kontraktor dapat menambah
satu atau lebih tiang beton cetak, dan sebelum pelaksanaan harus minta
persetujuan dari perencana/ Konsultan Pengawas.
 Pemasangan poer dan tie beam dapat dilaksanakan setelah semua tiang Mini
terpasang baik dan setelah disetujui oleh PTBC.
e. Penyambungan Tiang
Tiang beton cetak disambung dengan mengelas plat baja pada kedua tiang yang
akan disambung dengan full buttweld.
Pelat penyambung harus dilengkapi dengan pinggiran yang terbuat dari baja pelat
yang memiliki tegangan tarik minimal 3700 kg/cm2 sesuai SNI 07-0722-1989
yang dibentuk sesuai ketentuan gambar kerja.
Sebelum pengelasan dilakukan potongan tiang yang akan disambung distel hingga
satu garis dengan tiang yang telah terpancang di dalam tanah. Setelah pengelasan
selesai dilaksanakan, sambungan tersebut diberi lapisan aspal dan pemancangan
tiang dilanjutkan.Bahan las yang digunakan untuk penyambungan harus tipe E
7018 yang memenuhi ketentuan AWS atau yang setara.
f. Pemancangan
 Setiap saat pada saat pemancangan, tiang pancang harus disanggah dengan
baik sehingga tidak berubah dari posisi yang telah ditentukanserta tidak
terjadikemungkinan tekuk. Penyanggahan ini harus diatur sedemikian rupa
sehingga tidak menyebabkan kerusakan pada tiang tekan.
 Alat pancang yang akan dipergunakan harus mempunyai kapasitas dan
efisiensi, sesuaidengan syarat-syarat yang ditentukan dan terlebih dahulu
mendapatkan persetujuan tertulis dari Konsultan Pengawas sebelum
digunakan. Manometer pengukur tekanan harus ada sertifikat kalibrasi yang
masih berlaku dari pihak yang berwenang.
 Panjang tiang pancang yang akanditekankan harus mendapatkan persetujuan
Konsultan Pengawas, sesuai dengan keadaan tanah setempat.
 Setiap tiang pancang harus dipancang terus menerus sampai penetrasi atau
kedalaman yang disyaratkan tercapai. Kecuali Pengawas PTBC menyetujui
bahwa penghentian pemancangan terjadi karena hal-hal yang diluar kekuasaan
kontraktor.
 Kontraktorharus membuat catatan pemancangan (tiap pemasukan 500 mm
kecuali sisa 2000 mm terakhir harus dibaca tiap 250 mm ) atau sesuai dengan
petunjuk Pengawas PTBC.
 Bila terjadi karakteristik pemancangan yang berbeda dengan karakteristik yang
diharapkan berdasarkan hasil penyelidikan tanah maupun penekanan-
penekanan sebelumnya, Kontraktor harus segera memberitahukan Pengawas
PTBC untuk meminta petunjuknya.
 Urut-urutan pemancangan harus diatur sedemikian rupa sehingga pengaruh
yang jelek dari "heave" dan desakan tanah kesamping dapat dibatasi sekecil
mungkin. Urut-urutan penekanan ini harus dikonsultasikan dan disetujui secara
tertulis oleh Konsultan Pengawas.
 Bila terjadi “heave”,Kontraktor harus melakukan penekanan ulang pada semua
tiang yang terjadi heave.
 Toleransi posisi horizontal pondasi tiang pada Level Poer tidak boleh melebihi
75 mm dalam segala arah.
 Toleransi posisi vertikal pondasi tiang tidak boleh melebihi kemiringan 1:75
g. Pemotongan Kepala Tiang Tekan
 Bila pemancangan telah mencapai kapasitas tiang atau kedalaman yang
disyaratkan, maka kepala tiang tekan harus dikupas sampai dengan level

CHID Department
PT Berau Coal Revisi : 0
Binungan Fixed Plant Expantion CR12 Tanggal : 31 Maret 2017
Halaman : 30dari 37
DOKUMEN TENDER– BAGIAN 4

yang ditentukan dalam gambar pelaksanaan.


 Panjang tulangan yang terkupas harus sesuai dengan panjang yang
disyaratkan dalam gambar pelaksanaan.
 Kontraktor harus melakukan segala usaha agar pemotongan tiang tekan ini
tidak menyebabkan kerusakan pada tiang tekan tersebut.
 Setiap tiang tekan yang retak atau cacat harus dibongkar dan diper-baiki
dengan beton dengan mutu yang sama dengan mutu beton yang disyaratkan
untuk tiang tekan.
h. Penolakan Tiang
 Tiang yang tidak dilaksanakan dengan benar serta tidak memenuhi spesifikasi
ini akan ditolak. Kontraktor wajib membuat tiang pengganti tanpa biaya
tambahan.
 Segera setalah pekerjaan selesai, Kontraktor harus membuat “As built drawing”
dari letak dan kedalaman tiang pancang mini pile.

4.3.7. Tiang Pancang Pipa Baja


1. Umum
Tiang pancang terdiri dari bahan pipa baja yang terbuat dari bahan sesuai Appendix D
atau standar lain yang setara, dengan sistem las atau tanpa las/seamless, dengan
dimensi sesuai ketentuan dalam Gambar Kerja.
Semua pipa harus lulus uji pabrik dan harus memiliki tanda-tanda yang tidak mudah
terhapus/dihapus. Tanda-tanda yang harus ada pada pipa adalah :
 Kelas Pipa
 Standar Pipa
 Dimensi
 Nomor Produksi
 Nama Pabrik Pembuat
Setiap pipa harus dilengkapi sertifikat pabrik untuk pipa bersangkutan.
2. Pelindung Katoda
Pelindung katoda menggunakan bahan anoda campuran aluminium panjang 1828mm
dan lebar 200mm dengan berat bersih 71kg. Komposisi setiap anoda terdiri dari :
 Tembaga : 0.01 % maksimal
 Silikon : 0.05 - 0.20 %
 Besi : 0.05 - 0.15 %
 Seng : 3.5 - 5.0 %
 Titanium : 0.01 - 0.05 %
 Bismut : 0.05 - 0.15 %
 Indium : 0.02 - 0.05 %
 Aluminium : Sisanya,
dengan kapasitas listrik 2.700 A.jam setiap kg.
Setiap anoda harus dilengkapi sertifikat pabrik untuk anoda bersangkutan.
3. Adukan Beton
Adukan beton untuk pengisi kepala tiang pancang harus memenuhi persyaratan 8.3.2
Beton Cor di Tempat.

CHID Department
PT Berau Coal Revisi : 0
Binungan Fixed Plant Expantion CR12 Tanggal : 31 Maret 2017
Halaman : 31dari 37
DOKUMEN TENDER– BAGIAN 4

4.4 PASANGAN
4.4.1. Adukan dan Pelesteran
1. Semen
Semen tipe I harus memenuhi standar SII-0013-81/SNI.15-2049-2004 atau ASTM C
150.
Semen harus berasal dari satu merek dagang.
2. Pasir
Pasir harus bersih, keras, padat dan tajam, tidak mengandung lumpur atau kotoran
lain yang merusak.
Perbandingan butir-butir harus seragam mulai dari yang kasar sampai pada yang
halus, sesuai dengan ketentuan ASTM C 33. Pengujian harus dilakukan 30 hari
sebelum pekerjaan dimulai.
3. Air
Air untuk mencampur adukan harus bersih, bebas dari asam, minyak, alkali dan zat-
zat anorganik yang bersifat merusak.
Air dengan kualitas yang diketahui dan dapat diminum tidak perlu diuji. Pada dasarnya
semua air, kecuali yang telah disebutkan di atas, harus diuji sesuai ketentuan
AASHTO T26 dan/atau disetujui Pengawas Lapangan.
4. Bahan Tambahan
Bahan tambahan untuk meningkatkan kekedapan terhadap air dan menambah daya
lekat harus berasal dari merek yang dikenal luas, seperti Super Cement, Febond SBR,
Cemecryl, Barra Emulsion 57 atau yang setara.
5. Komposisi
Campuran 1 semen dan 3 pasir digunakan untuk adukan kedap air, adukan kedap air
150mm di bawah permukaan tanah sampai 200mm di atas lantai, tergambar atau tidak
tergambar dalam Gambar Kerja, plesteran permukaan beton yang terlihat dan tempat-
tempat lain seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja.
Campuran 1 semen dan 5 pasir untuk semua pekerjaan adukan dan plesteran selain
tersebut di atas.
4.4.2. Batu Bata Merah
1. Batu Bata
- Batu bata harus bata merah dari mutu yang terbaik dengan pembakaran sempurna
dan merata, produksi lokal, dengan ukuran nominal 55mm x 110mm x 230mm
atau sesuai dengan ukuran lokal yang dapat diperoleh.
- Bata merah yang digunakan harus mempunyai kuat tekan minimal 25kg/cm²,
sesuai ketentuan SNI 15-2094-2000.
2. Bata Kerawang/Ventilasi
Bata kerawang/ventilasi dari bahan beton harus memiliki dimensi 200mm x 200mm x
100mm, produksi lokal. Corak beton kerawang harus sesuai petunjuk dalam Gambar
Kerja.
3. Adukan dan Pelesteran
Adukan dan pelesteran harus sesuai ketentuan Adukan dan Plesteran.
4.4.3. Blok Kaca
1. Blok Kaca
Blok kaca harus merupakan blok kaca berongga terdiri dari dua bagian terpisah kaca
pres yang digabungkan pada suhu tinggi, dibuat dari kaca bening, dan memiliki

CHID Department
PT Berau Coal Revisi : 0
Binungan Fixed Plant Expantion CR12 Tanggal : 31 Maret 2017
Halaman : 32dari 37
DOKUMEN TENDER– BAGIAN 4

karakteristik sebagai berikut :


 Tipe : Jernih, bercorak garis bersilang,
 Ukuran : 190mm x 190mm x 95mm,
 Berat : ± 2,75kg,
 Warna :Sesuai Skema Warna,
 Transmisi cahaya : 75%.
2. Adukan
Adukan untuk pasangan blok kaca harus memenuhi ketentuan Adukan dan Plesteran.
4.4.4. Bronjong
Kawat Bronjong
a) Haruslah baja berlapis seng yang memenuihi AASHTO M279 kelas 1, dan
ASTM 279. Lapisan galvanisasi ininimum haruslah 0,26 kg/m2.
b) Karakteristik kawat bronjong adalah:
Tulangan tepi, diameter : 5,0 mm, 6 SWG
Jaringan, diameter : 4,0mm, 8 SW0
Pengikat diameter : 2,lmm,14 SWG
Kuat Tarik : 4200 kg/cm2
Perpanjangan diameter : 10%(minimum)
c) Anyaman haruslah merata bentuk segi enam yang teranyam dengan tiga lilitan
dengan lubang kira-kira 80 mm x 60 mm yang dibuat sedeinikian rupa hingga
tidak lepas-lepas dan dirancang untuk diperoleh kelenturan dan kekuatan yang
diperlukan Keliling tepi dari anyaman kawat harus diikat pada kerangka
bronjong sehingga sambungan-sambungan yang diikatkan pada kerangka
harus sama kuatnya seperti pada badan anyaman.
d) Keranjang haruslah merupakan unit tunggal dan disediakan dengan dimensi
yang disyaratkan dalam Gambar dan dibuat sedeinikian sehingga dapat dikirim
kelapangan sebelum diisi dengan batu.
Batu
Batu untuk pasangan batu kosong dan bronjong harus terdiri dari batu yang keras
dan awet dengan sifat sebagai berikut:
a) Keausan agregat dengan mesin Los Angeles harus kurang dari 35%.
b) Berat isi kering oven lebih besar dari 2,3.
c) Penyerapan Air tidak lebih besar dari 4 %.
d) Kekekalan bentuk agregat terhadap natrium sulfat atau magnesium sulfatDalam
pengujian 5 siklus (daur) kehilangannya harus kurang dari 10 %.
Batu untuk pasangan batu kosong haruslah bersudut tajam, berat tidak kurang dari
40 kg dan meinilki dimensi minimum 300 mm. PTBC dapat memerintahkan batu
yang ukurannya lebih besar jika diperlukan.

Penempatan Bronjong
a) Keranjang bronjong harus dibentangkan dengan kuat untuk memperoleh bentuk
serta posisi yang benar dengan menggunakan batang penarik atau ulir penarik
kecil sebelum pengisian batu ke dalam kawat bronjong. Sambungan antara
keranjang haruslah sekuat Seperti anyaman itu sendiri. Setiap segi enam harus
menerima paling sedikit dua lilitan kawat pengikat dan kerangka bronjong
antara segi enam tepi paling sedikit satu liliitan. Paling sedikit 15 cm kawat
pengikat harus ditinggalkan sesudah pengikatan terakhir dan dibengkokkan ke
dalam keranjang.
b) Batu harus dimasuikkan satu deini satu sehingga diperoleh kepadatan
maksimal dan rongga seininimal mungkin. Bilamana tiap bronjong telah diisi
setengah dari tingginya, dua kawat pengaku horizontal dari muka ke belakang

CHID Department
PT Berau Coal Revisi : 0
Binungan Fixed Plant Expantion CR12 Tanggal : 31 Maret 2017
Halaman : 33dari 37
DOKUMEN TENDER– BAGIAN 4

harus dipasang. Keranjang selanjutnya diisi sedikit berlebihan agar terjadi


penurunan (settlement). Sisi luar batu yang berhadapan dengan kawat harus
mempunyai permukaan yang rata dan bertumpu pada anyaman.
c) Setelah pengisian, tepi dari tutup harus dibentangkan, dengan batang penarik
atau ulir penarik pada permukaan atasnya dan diikat.
d) Bilamana keranjang dipasang satu di atas yang lainnya, sambungan vertical
harus dibuat berselang seling.

Penempatan Pasangan Batu Kosong


Terkecuali diletakkan untuk membentuk lantai mendatar, pasangan batu kosong
harus dimulai dengan penempatan lapis pertama dari batu yang paling besar dalam
galian parit di tumit lereng. Batu harus ditempatkan dengan mobil derek (crane) atan
dengan tangan sesuai dengan panjang, tebal dan kedalaman yang diperlukan.
Selanjutnya batu harus ditempatkan pada lereng sedeinikian hingga dimensi yang
paling besar tegak lurus tertadap permukaan lereng, jika tidak maka dimensi yang
deinikian akan lebih besar dari tebal dinding yang disyaratkan. Pembentukan batu
tidak diperlukan bilamana batu-batu tersebut telah bersudut, tetapi pemasangan
harus menjamin bahwa struktur dibuat sepadat mungkin dan batu terbesar berada di
bawah permukaan air tertinggi. Batu yang lebih besar harus juga ditempatkan pada
bagian luar dari permukaan pasangan batu kosong yang telah selesai.

PemasanganGeotextile
Dalam pemasangan bronjong untuk dinding penahan tanah dipasang geotextile
apabila dianggap perlu oleh pengawas PTBC. Material geotextiledisediakan oleh
PTBC kecuali disebutkan pada item pekerjaan dalam BOQ. Pemasangan geotextile
pada timbunan merupakan tanggung jawab kontraktor satu paket dengan
pemasangan bronjong.

4.4.5. Batu Kali


1. Umum
Pasangan batu kali digunakan untuk pondasi, saluran terbuka, dinding penahan tanah
dan lainnya seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja.
2. Batu Kali
Batu kali harus memiliki sisi terpanjang maksimal 150mm, dan memiliki minimal 3
bidang kontak.
Batu kali harus keras, bersifat kekal dan tidak boleh mengandung bahan yang dapat
merusak.
3. Adukan
Adukan dan pelesteran harus memenuhi ketentuan Adukan dan Plesteran.
4.5 METAL
4.5.1. Baja Struktur
1. Bahan Baja
- Semua bahan baja harus baru dan bebas dari cacat yang mempengaruhi kekuatan,
keawetan atau penampilan dan harus dari kualitas terbaik, dan harus memenuhi
standar yang berlaku.
2. Angkur, Baut, Mur dan Pelat Cincin
Baut, mur dan cincin biasa harus memenuhi persyaratan berikut:
 Baut standar, mur dan pelat cincin harus memenuhi ASTM A 307
 Angkur (termasuk washer), Baut (termasuk washer) ialah berkarakteristik

CHID Department
PT Berau Coal Revisi : 0
Binungan Fixed Plant Expantion CR12 Tanggal : 31 Maret 2017
Halaman : 34dari 37
DOKUMEN TENDER– BAGIAN 4

kekuatan/mutu tinggi harus memenuhi persyaratan ASTM A325/A325M.


 Mur, cincin dan ulir sekrup harus sesuai dengan standar baut biasa tersebut di atas.
3. Kawat Las
- Kawat las yang digunakan untuk pengelasan harus berupa produk standar dari tipe
yang sesuai dengan AWS D1.1 edisi terakhir atau yang setara. Kawat las yang
cocok harus dipilih yang paling sesuai dengan tipe baja yang akan dilas seperti
E70XX.
- Bahan-bahan pengelasan selain yang tersebut di atas harus dipilih sesuai dengan
metode pengelasan yang akan digunakan.
- Bila bahan dasar metal dari dua kekuatan leleh yang berbeda dilas bersama, metal
pengisi harus dipilih berdasarkan bahan dasar metal yang memiliki kekuatan leleh
lebih tinggi.
4. Cat
Cat dasar dan cat akhir untuk seluruh baja struktur harus sesuai dengan persyaratan
Spesifikasi Pengecatan.

5. Adukan Encer
Adukan encer untuk pengisi lubang angker, landasan pelat dasar dan lainnya seperti
ditunjukkan dalam Gambar Kerja harus sesuai ketentuan Spesifikasi Teknis untuk Grout.
4.5.2. Berbagai Jenis Metal
1. Umum
Semua bahan metal harus baru, bebas dari karat, cacat dan kerusakan lainnya serta
dari kualitas baik dan memiliki dimensi, tebal dan berat yang memenuhi toleransi yang
diijinkan untuk masing-masing bahan metal, sesuai standar yang berlaku.
2. Bahan Baja
Bentuk bahan metal seperti baja siku, baja pelat setrip maupun lembaran dan lainnya
harus dari baja mutu Bj.37 serta memiliki tegangan leleh minimal 2400kg/cm² yang
memenuhi ketentuan SNI.03-1729-1989 dan/atau ASTM A 36/A 36M.
3. Jaring Kawat Baja Las
Jaring kawat baja las harus dari kawat baja galvanis φ 1,25mm, yang dilas titik pada
setiap titik pertemuannya, dengan spasi 12,5mm x 12,5mm. Rangka kawat anyam
harus sesuai dengan petunjuk Gambar Kerja.
4. Baut, Mur dan Cincin
- Baut dan mur harus memenuhi ASTM A-307, dan harus berlapis kadmium, kecuali
bila ditentukan menggunakan baut jenis kelas tinggi.
- Cincin pelat dan cincin per selain yang berhubungan dengan baut kelas tinggi harus
sesuai ANSI B 18.22.1.
Semua cincin harus berlapis kadmium.
5. Cat Dasar dan Cat Akhir
Kecuali ditentukan lain, cat dasar dan cat akhir untuk seluruh permukaan berbagai jenis
metal harus memenuhi ketentuan Spesifikasi untuk Pengecatan.
4.6 PENGECATAN
A. Primer
Pengecatan primer untuk lantai beton harus tipe solvent epoxy primer.
Epoxy primer two pack untuk permukaan beton.
Chlorinated rubber primer untuk plasteran dinding luar.

CHID Department
PT Berau Coal Revisi : 0
Binungan Fixed Plant Expantion CR12 Tanggal : 31 Maret 2017
Halaman : 35dari 37
DOKUMEN TENDER– BAGIAN 4

Chlorinated rubber metal primer untuk struktur baja dan berbagai jenis metal baik untuk
pemakaian dalam maupun luar gedung.
Modified Alkyd Rust-Inhibitive Primer untuk penyokong baja, pipa dan penggantung baja yang
terekspos.
B. Finish Paints
Cat akhir harus sesuai dengan kriteria berikut :
- Epoxy Non-Slip Deck untuk permukaan beton.
- Water-Base High-Build Acrylic Semi Gloss struktur baja dan berbagai jenis metal baik
untuk pemakian dalam maupun luar gedung.
- High-Build Acrylic Polyurethane Enamel Gloss untuk berbagai jenis baja pemakaian luar
bangunan.
- High-Build Alkyd Enamel Gloss untuk penyokong baja, pipa, penggantung baja yang
terekspos dan pintu metal termasuk rangkanya.
- Aliphatic Urethane Gloss Enamel untuk permukaan pintu metal termasuk rangkanya.
4.7 BAHAN LAIN
1. Baru/ Bekas.
Kecuali ditetapkan lain secara khusus, maka semua bahan yang dipergunakan dalam/
untuk pekerjaan ini harus merupakan bahan yang baru, penggunaan bahan bekas
dalam komponen kecil maupun besar sama sekali tidak diperbolehkan/ dilarang
digunakan
2. Tanda Pengenal.
a. Dalam hal dimana pabrik/ produsen bahan mengeluarkan tanda pengenal untuk
produk bahan yang dihasilkannya, baik berupa cap/merk dagang pengenal pabrik/
produsen ataupun sebagai pengenal kualitas/ kelas/ kapasitas, maka semua bahan
dari pabrik/ produsen bersangkutan yang dipergunakan dalam pekerjaan ini harus
mengandung tanda pengenal tersebut.
b. Khusus untuk bahan bagi pekerjaan instalasi (penerangan, plumbing, dll.) kecuali
ditetapkan lain oleh PTBC, bahan sejenis dengan fungsi yang sama harus diberi
tanda pengenal untuk membedakan satu bahan dari bahan yang lain. Tanda
pengenal ini bisa berupa warna atau tanda-tanda lain atau dalam hal dimana tidak
/belum ada pengaturan yang jelas mengenai itu, hal ini harus dilaksanakan sesuai
petunjuk dari PTBC.
3. Merk Dagang dan Kesetarafan.
a. Penyebutan sesuatu merk dagang bagi suatu bahan/ produk di dalam Persyaratan
Teknis Umum, secara umum harus diartikan sebagai persyaratan kesetarafan
kualitas penampilan (Performance) dari bahan/produk tersebut, yang mana
dinyatakan dengan kata-kata "atau yang setaraf".
b. Kecuali secara khusus dipersyaratkan lain, maka penggunaan bahan/produk lain
yang dapat dibuktikan mempunyai kualitas penampilan yang setaraf dengan bahan/
produk yang memakai merk dagang yang disebutkan, dapat diterima sejauh bahwa
untuk itu sebelumnya telah diperoleh persetujuan tertulis dari PTBC atas kesetarafan
tersebut.
c. Penggunaan bahan/ produk yang disetujui sebagai "setaraf” tidak dianggap sebagai
perubahan pekerjaan dan karenanya perbedaan harga dengan bahan produk yang
disebutkan merk dagangnya akan diabaikan.
4. Penggantian (Substitusi).
a. Kontraktor bisa mengajukan usulan untuk menggantikan sesuatu bahan/produk
dengan sesuatu bahan/produk lain dengan penampilan yang setaraf dengan yang
dipersyaratkan.
b. Dalam persetujuan atau sesuatu penggantian (substitusi), perbedaan harga yang
ada dengan bahan/produk yang dipersyaratkan akan diperhitungkan sebagai
perubahan pekerjaan dengan ketentuan sebagai berikut :

CHID Department
PT Berau Coal Revisi : 0
Binungan Fixed Plant Expantion CR12 Tanggal : 31 Maret 2017
Halaman : 36dari 37
DOKUMEN TENDER– BAGIAN 4

1. Dalam hal dimana penggantian disebabkan karena kegagalan Kontraktor untuk


mendapatkan bahan/produk seperti yang dipersyaratkan, maka perubahan
pekerjaan yang bersifat biaya tambah dianggap tidak ada.
2. Dalam hal dimana penggantian dapat disepakati oleh PTBC sebagai
masukan (input) baru yang menyangkut nilai-nilai tambah, maka perubahan
pekerjaan mengakibatkan biaya tambah dapat diperkenankan.
5. Persetujuan Bahan.
a. Untuk menghindarkan penolakan bahan di lapangan, dianjurkan dengan sangat agar
sebelum sesuatu bahan/produk yang akan dibeli/dipesan/difabrikasi, terlebih dahulu
dimintakan persetujuan kepada PTBC dengan penjelasan kesesuaian dari
bahan/produk tersebut pada Persyaratan Teknis, yang mana akan diberikan dalam
bentuk tertulis yang dilampirkan pada contoh/brosur dari bahan/produk yang
bersangkutan untuk diserahkan kepada PTBC.
b. Penolakan bahan di lapangan karena diabaikannya prosedur diatas sepenuhnya
merupakan tanggung jawab Kontraktor, dan tidak dapat diberikan
pertimbangan keringanan atau ganti rugi apapun.
c. Adanya persetujuan tertulis dengan disertai contoh/brosur seperti tersebut di atas
tidak melepaskan tanggung jawab Kontraktor dari kewajibannya dalam Perjanjian
Kerja ini untuk mengadakan bahan/produk yang sesuai dengan persyaratannya,
serta tidak merupakan jaminan akan diterima/disetujuinya seluruh bahan/produk
tersebut di lapangan, sejauh dapat dibuktikan bahwa tidak seluruh bahan/
produk yang digunakan sesuai dengan contoh brosur yang telah disetujui.
6. Contoh.
Pada waktu memintakan persetujuan atau bahan/produk kepada PTBC harus disertakan
contoh dari bahan/produk tersebut dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Jumlah Contoh.
1. Untuk bahan/produk bila tidak dapat diberikan sesuatu sertifikat pengujian yang
dapat disetujui/diterima oleh PTBC sehingga oleh karenanya perlu
diadakan pengujian kepada PTBC harus diserahkan sejumlah bahan produk
sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam standar prosedur pengujian,
untuk dijadikan benda uji guna diserahkan pada Badan/Lembaga Penguji yang
ditunjuk oleh PTBC.
2. Untuk bahan/produk dengan ditunjukkan sertifikat pengujian yang dapat disetujui/
diterima oleh PTBC, kepada PTBC harus diserahkan 3 (tiga) buah contoh
yang masing-masing disertai dengan salinan sertifikat pengujian yang
bersangkutan.
b. Contoh yang Disetujui.
1. Dari contoh yanh diserahkan kepada PTBC atau contoh yang telah memperoleh
persetujuan dari PTBC harus dibuat suatu keterangan tertulis
mengenai persetujuannya dan disamping itu oleh PTBC harus dipasangkan
tanda pengenal persetujuannya pada 3 (tiga) buah contoh yang semuanya
akan dipegang oleh PTBC.
2. Pada waktu PTBC sudah tidak lagi membutuhkan contoh yang disetujui tersebut
untuk pemeriksaan bahan produk bagi pekerjaan, Kontraktor berhak meminta
kembali contoh tersebut untuk dipasangkan pada pekerjaan.
c. Waktu Persetujuan Contoh
1. Adalah tanggung jawab dari Kontraktor untuk mengajukan contoh pada
waktunya, sedemikian sehingga pemberian persetujuan atau contoh tersebut
tidak akan menyebabkan keterlambatan pada jadwal pengadaan bahan.
2. Untuk bahan/produk yang persyaratannya tidak dikaitkan dengan kesetarafan
pada suatu merk dagang tertentu, keputusan atau contoh akan diberikan
oleh PTBC dalam waktu tidak lebih dari 10 (sepuluh) hari kerja.
Dalam hal dimana persetujuan tersebut akan melibatkan keputusan tambahan
di luar Persyaratan Teknis (seperti penentuan model,warna,dll.), maka
keseluruhan keputusan akan diberikan dalam waktu tidak lebih dari 21 (dua
puluh satu) hari kerja.

CHID Department
PT Berau Coal Revisi : 0
Binungan Fixed Plant Expantion CR12 Tanggal : 31 Maret 2017
Halaman : 37dari 37
DOKUMEN TENDER– BAGIAN 4

3. Untuk bahan/produk yang bersifat pengganti (substitusi), keputusan persetujuan


akan diberikan oleh PTBC dalam jangka waktu 30 (tiga puluh) hari sejak
diterimanya dengan lengkap seluruh bahan-bahan pertimbangan.
4. Untuk bahan/ produk yang bersifat peralatan/ perlengkapan ataupun produk lain
yang karena sifat/jumlah/harga pengadaannya tidak memungkinkan untuk
diberikan contoh dalam bentuk bahan/produk jadi permintaan persetujuan bisa
diajukan berdasarkan brosur dari produk tersebut, yang mana harus dilengkapi
dengan :
- Spesifikasi teknis lengkap yang dikeluarkan oleh pabrik/ produsen
-Surat-surat seperlunya dari agen/importir, sesuai keagenan, surat jaminan
suku cadang dan jasa purna penjualan (after sales service) dan lain-lain.
-Katalog untuk warna, pekerjaan penyelesaian (finishing) dan lain-lain.
- Sertifikat pengujian, penetapan kelas dan dokumen-dokumen lain sesuai
petunjuk PTBC.
7. Penyimpanan Bahan.
a. Persetujuan atas sesuatu bahan/produk harus diartikan sebagai perijinan untuk
memasukkan bahan/produk tersebut dengan tetap berada dalam kondisi layak untuk
dipakai.
Apabila selama waktu itu ternyata bahwa bahan/produk menjadi tidak lagi layak
untuk pakai dalam pekerjaan, PTBC berhak untuk memerintahkan agar :
1. Bahan/Produk tersebut segera diperbaiki sehingga kembali menjadi layak untuk
dipakai.
2. Dalam hal dimana perbaikan tidak lagi mungkin, supaya bahan/produk
tersebut segera dikeluarkan dari lokasi pekerjaan selama 2 x 24 jam untuk
diganti dengan yang memenuhi persyaratan.
b. Untuk bahan/ produk yang mempunyai umur pemakaian tertentu penyimpanannya
harus dikelompokkan menurut umur pemakaian tersebut yang mana harus
dinyatakan dengan tanda pengenal dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Terbuat dari kaleng atau kertas karton yang tidak akan rusak selama
penggunaan ini
2. Berukuran minimal 40 x 60 cm
3. Huruf berukuran minimum 10 cm dengan warna merah
4. Diletakkan ditempat yang mudah terlihat

CHID Department