Anda di halaman 1dari 7

SISTEM EKONOMI

Setiap negara menghadapi masalah pokok dalam ekonomi. Cara masing-masing negara
untuk menghadapi ketiga masalah tersebut berbeda-beda, tergantung pada sistem ekonomi yang
digunakan oleh negara yang bersangkutan.

Sistem ekonomi merupakan cara suatu bangsa (masyarakat dan pemerintah) mengatur
kehidupan ekonominya. Dengan perkataan lain, sistem ekonomi merupakan jaringan organisasi
dan kebijakan yang ditetapkan suatu pemerintahan negara dalam mengatasi masalah ekonomi.

Berikut akan kita tinjau empat macam sistem ekonomi, sebagai upaya mengatasi masalah
pokok dalam ekonomi.

1. Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem ekonomi tradisional merupakan sistem ekonomi dasar, dan masih menggunakan
kebiasaan masyarakat yang berpola dari nilai budaya. Sistem ini ditandai dengan tingkat
produktivitas masyarakat yang masih rendah atau pola pemikiran di dalam mengolah faktor-
faktor produksi masih terbatas, termasuk teknologi produksinya masih sederhana, dan diatur
menurut kebiasaan turun temurun.

Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional yang menonjol, antara lain sebagai berikut.

 Pembagian kerja belum ada.


 Peran masyarakat dalam berusaha masih kurang.
 Produksi masih terbatas dan ditentukan sesuai kebutuhan.
 Masih terdapat pertukaran secara barter.
 Teknologi yang diterapkan masih sederhana.
 Hidupnya terutama dari sektor agraris.

Kelebihan sistem ekonomi tradisional, antara lain sebagai berikut.

 Tidak terjadi persaingan.


 Konflik-konflik tidak terjadi, karena semua berjalan sesuai dengan kebiasaan.
 Cukup aman karena anggota masyarakat tidak dibebani dengan target- target yang
harus dicapai.
 Tidak menimbulkan tekanan jiwa (stres) bagi masyarakat.

Kekurangan sistem ekonomi tradisional, antara lain sebagai berikut.

 Masyarakat bekerja semata-mata untuk memenuhi kebutuhan hidup dan bukan


untuk meningkatkan kesejahteraan.

1
 Kegiatan ekonomi dilakukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan dasar,
tidak untuk mencari keuntungan.
 Kecil sekali terjadi perubahan-perubahan yang dapat mengangkat derajat
kehidupan masyarakat, karena setiap perubahan dianggap tabu.
 Tidak memperhitungkan efisiensi penggunaan sumber daya secara maksimal.

2. Sistem Ekonomi Komando

Pada sistem ini, seluruh kegiatan ekonomi diatur dan ditentukan oleh pemerintah. Oleh
karena proses ekonomi berjalan secara komando dari pusat, dan semua keputusan berada di
tangan pemerintah pusat, maka sistem ini dinamakan sistem ekonomi komando (sistem ekonomi
terpusat).

Keputusan mengenai produksi, distribusi, dan konsumsi sepenuhnya berada di tangan


pemerintah. Masyarakat tidak diberi kebebasan dan kesempatan berusaha. Sistem ekonomi ini
disebut juga sistem ekonomi kolektif.

Ciri-ciri sistem ekonomi komando, antara lain sebagai berikut.

 Perencanaan ekonomi, kegiatan produksi, dan pengawasan secara terpusat (central


planning).
 Sumber ekonomi (tanah, alat produksi, dan perusahaan) milik pemerintah.
 Milik perseorangan tidak ada kecuali barang-barang yang sudah dibagikan.
 Jenis pekerjaan dan pembagian kerja diatur oleh pemerintah.
 Kebebasan individu dalam berusaha tidak ada.
 Harga dan tingkat bunga ditetapkan oleh pernerintah.

Kelebihan sistem ekonomi terpusat antara lain sebagai berikut,

 Pemerintah bertanggung jawab penuh terhadap perkembangan ekonomi


masyarakat.
 Kebutuhan rakyat terpenuhi secara menyeluruh dan merata karena
pendistribusiannya diatur pemerintah.
 Tidak ada kelas-kelas dalam masyarakat karena semua adalah kelas pekerja
pemerintah.
 Krisis ekonomi jarang terjadi karena semua masalah ekonomi diatur dan
dikendalikan oleh pemerintah.

2
Kekurangan sistem ekonomi terpusat antara lain sebagai berikut

 Inisiatif dan kreativitas perorangan dalam sistem ekonomi terpusat tidak dapat
berkembang sehingga menghambat kemajuan di bidang ekonomi dan teknologi.
 Hak milik perseorangan tidak diakui.
 Kebebasan pribadi sangat terbatas karena setiap orang diminta untuk taat
melaksanakan keputusan-keputusan dan perintah-perintah yang ditetapkan
pemerintah. \
 Informasi tidak akurat karena panjangnya jalur birokrasi.

3. Sistem Ekonomi Pasar/Liberal

Sistem ini tumbuh bersamaan dengan kapitalisme, sehingga merupakan sistem


perekonomian kapitalis bebas berusaha. Sistem pasar (liberal) memberikan kebebasan secara
penuh kepada anggota masyarakat (produsen dan konsumen) untuk menentukan kegiatan
ekonomi yang ingin mereka lakukan. Setiap individu memiliki kebebasan dalam berusaha dan
memiliki benda, baik berupa modal maupun benda-benda konsumsi.Pemerintah tidak campur
tangan dan tidak berusaha memengaruhi kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat.

4. Sistem Ekonomi Campuran

Dalam sistem ekonomi campuran, sektor swasta dan pemerintah sama- sama diakui
keberadaannya. Di samping sektor swasta terdapat pula semacam badan perencanaan negara
(untuk di negara kita disebut Bappenas) yang merencanakan arah dan perkembangan ekonomi,
supaya sesuai dengan sasaran yang telah ditetapkan.

Pemecahan masalah perekonomian mengenai barang apa yang akan diproduksi, dan
berapa banyaknya, bagaimana cara memproduksi, dan untuk siapa barang tersebut diproduksi,
ditangani bersama- sama antara pemerintah dan swasta.

Sistem ekonomi campuran merupakan perpaduan antara sistem liberal (pasar) dan sistem
komando (terpusat). Penerapan masing-masing negara yang memakai sistem ini bervariasi,
karena dipengaruhi oleh potensi dan kondisi ekonomi masing-masing negara, termasuk aspirasi
dari masyarakat.

Kelebihan sistem ekonomi campuran antara lain sebagai berikut.

 Dengan adanya campur tangan pemerintah, pertumbuhan ekonomi akan teratur


dan stabil.
 Karena inisiatif dan kreativitas seseorang diakui, maka terdorong untuk mencari
keuntungan.

3
 Tugas pemerintah tidak terlalu berat karena mendapat bantuan dari swasta.
 Adanya campur tangan pemerintah dapat memperkecil pengaruh monopoli
swasta.

Kekurangan sistem ekonomi campuran adalah sulit untuk menentukan unsur yang benar
sesuai dengan kepribadian dan kebutuhan masyarakat sehingga memerlukan ketelitian dan
kejelian.

4
1. Karakteristik Perekonomian Indonesia Menurut UUD 1945 Pasal 33

Landasan hukum mendasar tentang perekonomian Indonesia dapat dilihat dari UUD 1945 Pasal
33 sebagai berikut.

 Ayat 1 : Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan.
 Ayat 2 : Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat
hidup orang banyak dikuasai oleh Negara.
 Ayat 3 : Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalanmya dikuasai oleh Negara
dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
 Ayat 4 : Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi
dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan
lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan
ekonomi nasional .Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam
undang-undang.

Berdasarakan bunyi ayat dalam pasal 33 tersebut dapat diketahui karakteristik perekonomian
Indonesia di antaraya sebagai berikut.

 Kekeluargaan menjadi azas mendasar dalam demokrasi ekonomi Indonesia.


 Peran Negara sangat penting dalam mengelola sumber daya ekonomi yang penting bagi
masyarakat.
 Kemakmuran masyarakat menjadi prioritas utama dalam pengelolaan sumber daya
ekonomi yang terdapat di tanah air Indonesia, bukan kemakmuran seseorang atau
kelompok orang.
 Melarang adanya penguasaan sumber daya alam ditangan perorangan atau pihak-pihak
tertentu. Dengan kata lain monopoli, oligopoli maupun praktik kartel dalam bidang
pengelolaan sumber daya alam dianggap bertentangan dengan prinsip Pasal 33 UUD
1945.

Perekonomian indonesia ditopang oleh tiga pelaku utama yaitu Koperasi, BUMN/D
(Badan Usaha Milik Negara/Daerah), dan Badan Usaha Milik Swasta (BUMS) yang akan
mewujudkan demokrasi ekonomi yang bercirikan mekanisme pasar, serta intervensi pemerintah,
serta pengakuan terhadap hak milik perseorangan.

Jiwa dari Pasal 33 UUD 1945 yang berlandaskan semangat sosial, menempatkan
penguasaan terhadap berbagai sumber daya untuk kepentingan publik (seperti sumber daya alam)
pada negara.

5
Kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan,
kemandirian, serta menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional menjadi
prinsip dasar yang harus diperhatikan oleh setiap pelaku ekonomi di Indonesia.

2. Nilai-Nilai Dasar Perekonomian Indonesia Menurut UUD 1945 Pasal 33

Nilai-nilai dasar menjadi ciri khas dari kegiatan ekonomi suatu negara. Tahukah kalian
apa saja nilai dasar yang menjadi ciri khas perekonomian Indonesia dan menjadi pembeda
dengan perekonomian negara lain?

Berdasarkan UUD 1945 pasal 33 dapat diketahui beberapa nilai dasar yang menjadi
identitas perekonomian Indonesia, di antaranya sebagai berikut.

a. Kekeluargaan

Kekeluargaan menjadi nilai dasar pertamayang wajib diwujudkan oleh setiap pelaku
ekonomi Indonesia. Hal tersebut dipesankan secara langsung oleh ayat 1 pasal 33 UUD 1945.
Kekeluargaan menggambarkan semangat kebersamaan dalam mengelola sumber daya ekonomi
yang terdapat di Indonesia untuk digunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran bersama.

b. Kerja Sama

Kerja sama lebih penting dibanding persaingan dalam melakukan kegiatan ekonomi di
Indonesia, sehingga persaingan yang menjadi ciri khas ekonomi kapitalis/liberalis sangat
bertentangan dengan semangat pasal 33, terlebih persaingan yang tidak sehat yang menggiring
kepada monopoli pemanfaatan sumber daya ekonomi dan monopoli kemakmuran oleh
sekelompok orang.

c. Gotong Royong

Gotong royong menjadi identitas penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia,


termasuk dalam melakukan kegiatan ekonomi sehingga maanfaat dari bumi, air dan kekayaan
alam yang terkandung didalamnya dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia tanpa
terkecuali.

d. Keadilan

Keadilan menjadi hal penting dalam setiap kegiatan ekonomi di Indonesia, sehingga
setiap pelaku ekonomi dapat memperoleh bagian sesuai dengan prestasi kerjanya atau sesuai
dengan kontribusinya dalam kegiatan ekonomi. Sebaliknya, ketimpangan ekonomi menjadi hal
yang bertentangan dengan semangat pasal 33, sehingga diperluJkan peran negara dalam
menegakan keadilan ekonomi bagi seluruh pelaku ekonomi di Indonesia.

6
e. Kemandirian

Kemandirian menjadi nilai dasar yang mencerminkan ketidaktergantungan bangsa


Indonesia kepada pelaku ekonomi asing. Dengan semangat kemandirian, bangsa Indonesia dapat
melakukan swasembada pada setiap bidang ekonomi yang menguasai hajat hidup orang banyak,
contohnya dalam hal penyediaan sembilan bahan pokok yang menjadi kebutuhan dasar
masyarakat, negara dapat mendorong pemanfaatan sumber daya alam Indonesia yang sangat
kaya semaksimal mungkin sehingga tidak perlu banyak impor yang menguntungkan negara lain
dan mengurangi cadangan devisa Indonesia.

RANGKUMAN
Masalah pokok ekonomi pada era klasik ada tiga, yaitu masalah produksi, masalali
konsumsi, dan masalah distribusi. Adapun pada masa era ekonomi modern tiga permasalahan
pokok yang dihadapi dalam perekonomian, yaitu berkaitan dengan pertanyaan apa, bagaimana,
dan untuk siapa barang diproduksi.

Sistem ekonomi dapat diartikan sebagai cara pengorganisasian satuan ekonomi untuk
membuat keputusan-keputusan mengenai berbagai masalah ekonomi masyaralcatnya dalam
rangka mencapai kesejahteraan ekonomi yang diharapkan.

Terdapat lima sistem ekonomi yang tiimbuh dan berkembang sesuai dengan situasi
kondisi dan ideologi negara yang bersangkutan, yaitu sistem ekonomi tradisional, sistem
ekonomi terpusat, sistem ekonomi pasar, sistem ekonomi campuran, dan sistem ekonomf. Islam.

Berdasarkan UUD 1945 pasal 33 beberapa nilai dasar yang menjadi identitas
perekonomian Indonesia antara lain kekeluargaan, kerja sama, gotong royong, keadilan, dan
kemandirian.