Anda di halaman 1dari 2

A.

Probability Sampling
1. Simple Random Sampling
Misal seorang peneliti memiliki daftar 100 orang populasi dan ingin memeilih 10 orang
untuk menjadi sample. Pertama, semua orang dalam populasi ditandai dengan no 1-100.
Nomor tersebut lalu diacak. Pengacakan bisa meniru model arisan. 10 individu yang
nomornya keluar menjadi sample penelitiannya.
2. Sistematik Random Sampling
Misal seorang peneliti ingin meneliti pola konsumsi mahasiswa fakultas ekonomi di
suatu universitas. Jumlah total populasinya 1000 mahasiswa. Peneliti ingin melakukan
survei pada 100 mahasiswa saja. Teknik sampling yang dilakukan , pertama-tama peneliti
merencanakan, misal sample yang diambil adalah daftar nomor urut ke 10 dan
kelipatannya (20,30,40 dst sampai 1000), lalu peneliti mengacak daftar 1000 nomor yang
semula berurutan. Setelah diacak, dilihat kembali, mereka yang namanya berada di
urutan 10 dan kelipatannya diambil sebagai sample.
3. Stratified Random Sampling
Misalnya, penelitian tentang pentingnya agama dikalangan mahasiswa universitas
hayam wuruk.. peneliti membuat strata, mana mahasiswa baru, mana mahasiswa tahun
kedua, mana tahun ketiga, dan mana mahasiswa tahun akhir. Masing-masing strata atau
tingkatan diambil sample nya secara proporsional menggunakan random sampling.
Misalnya jumlah sample mahasiswa baru 100, jumlah sample mahasiswa tingkat lainnya
sama atau mendekati 100. Apabila hanya 1 mahasiswa tingkat akhir yang dijadikan
sample, misalnya maka sampling tidak proporsional.
4. Cluster Random Sampling
Contoh survei tentang tingkat kepercayaan warga NU dan Muhammadiyah tentang
pernyataan bahwa “Borobudur peninggalan Raja Sulaiman”. Daftar keseluruhan populasi
warga NU dan Muhammadiyah tidak tersedia. Tidak mungkin pula membuatnya. Maka,
peneliti memilih organisasi NU dan Muhammadiyah cabang mana yangakan dijadikan
sample. Setiap organisasi diperoleh daftar anggota-anggotanya.
5. Multistage Random Sampling
Misal surveijamban di jawa timur – kita tentukan dulu beberapa kabupaten/kota yang
disampling – beberapa kecamatan- beberapa desa- beberapa dusun- beberapa RW-
beberapa RT
B. Non Probability Sampling
1. Convenience atau accidental Sampling
Misalnya menghentikan orang dijalan untuk dimintai pendapatnya atau dilakukan survei
kecil-kecilan. Misal penelitian tentang prefelemci fashion pengunjung event java jazz
pada akhir taun ini. Survei dilakukan pada pengunjung setempat ketika event
diselenggarakan.
2. Purposive/judgement Sampling
Misal, penelitian tentang perilaku korup polisi lalu lintas, peneliti menentukan sampling
dengan cara mengamati siapa saja orang-orang yang pernah merasa dirugikan oleh
oknum polisi lalu lintas, seperti ditilang tanpa alasan yang jelas, dipersulit dalam
pembuatan SIM. Teknik sampling ini disebut purposif karena pemilihan sample dialkuakn
dengan bertujuan.
3. Quota Sampling
Contonya, penelitian tentang presepsi masyarakat indonesia tentang kesetaraan gender.
Sample yang dicaru , yaitu indonesia. Quota sampling membuat kategori berdasarkan
karakteristik, seperti jenis kelamin, tingkat pendidikan , umur, dan sebagainya.