Anda di halaman 1dari 12

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil
Kegiatan TPP ini dilaksanakan pada pasien yang berobat ke KDK
(Klinik Dokter Keluarga) Fakultas Kedokteran Universitas
Muhammadiyah Palembang dan dilakukan home visite ke rumah pasien

A. Karateristik Demografi Keluarga


Pada kegiatan TPP ini kami mengunjungi rumah pasien yang
terletak di lorong Banten 1 RT 55 RW 2 no 24. Berdasarkan
wawancara yang telah dilakukan anggota keluarga yang tinggal di
rumah tersebut berjumlah 5 orang terdiri dari suami istri, 1 anak
perempuan dan 2 anak laki-laki yang belum menikah. Pasien yang
kami kunjungi bernama Tn A berumur 50 tahun dengan status menikah
dan bekerja sebagai karyawan swasta, istri Tn A merupakan ibu rumah
tangga. Tn A telah mengalami hipertensi kurang lebih selama 2 tahun
dan mulai menyadari ketika Tn A merasakan sakit di belakang kepala.

B. Identitas Penderita
1. Nama : Tn A
2. Umur : 50 tahun
3. Jenis Kelamin : Laki-laki
4. Agama : Islam
5. Pekerjaan : Karyawan Swasta
6. Alamat : Lorg Banten 1, RT 55 RW 02 No 24
7. Status Pernikahan : Menikah
8. Tanggal Kunjungan : Jumat, 7 Desember 2018

C. Penetapan Masalah Pasien


1. Riwayat Medis (tambahi bae dari awal masuk sampe terakhir
kali pemeriksaan terus bilang kalo bapak itu sering ke kdk 2
minggu sekali) : Tn A menderita hipertensi selama kurang
lebih 2 tahun dan ketika mengunjungi KDK pertama kali
didapatkan hasil tekanan darah Tn A 180/110 mmHg lalu ketika
home visite didapatkan hasilnya 140/80 mmHg. Tn A sering

1
mengkonsumsi makanan asin dan mempunyai kebiasaan makan
nasi bersamaan dengan kecap asin. Tn A juga mengeluh sakit
kepala di bagian belakang dan gampang stress serta emosi.
2. Riwayat Penyakit Keluarga (tambahi bae adik nomor berapo
biar jelas) amen dri genogram anak nomor 4 yang perempuan :
Tn A mengatakan bahwa adik Tn A juga mengalami keluhan
yang sama
3. Riwayat Kebiasaan: Tn A sering mengkonsumsi makanan asin
dan ketika didiagnosa hipertensi Tn A mulai mengurangi
mengkonsumsi makanan yang asin
4. Riwayat Sosial Ekonomi : Tn A bekerja sebagai karyawan
swasta di pendopo. Tuan A bekerja di Pendopo setiap hari dan
baru pulang kerumah setiap akhir pekan serta Tn A mempunyai
warung, istri Tn A merupakan ibu rumah tangga. Tn. A selalu
berinteraksi dengan tetangganya.
5. Riwayat Gizi
BB : 68 kg
TB : 168 cm
IMT : 24, 09 (Normal)
D. Anamnesis
1. Keluhan utama : sakit kepala di bagian belakang
2. Riwayat Penyakit sekarang : menderita hipertensi
3. Riwayat Penyakit dahulu : tidak ada
4. Riwayat Penyakit Keluarga : adik Tn A mengalami keluhan
yang sama
5. Riwayat Kebiasaan : sering mengkonsumsi makanan asin
6. Riwayat sosial ekonomi : Tn A bekerja sebagai karyawan

swasta dan memiliki sebuah warung di dekat rumahnya


7. Riwayat Gizi : Tn A mempunyai IMT 24,09 yang dikategorikan

normal.

E. Diagnostik Holistik

Pendekatan
Penjelasan Diagnosis Holistik
Aspek
Aspek I Keluhan utama Menderita Hipertensi
(Individu) Harapan Bisa sembuh dan tekanan
darah terkontrol
Kekhawatiran pasien ketika Menjadi komplikasi penyakit

2
datang. lain dan takut tidak bisa
beraktivitas
Aspek II Diagnosis klinis Hipertensi
(Klinik) Diagnosis banding penyakit

Aspek III Contoh:


(Internal) usia, 50 tahun
perilaku kesehatan, Menjaga pola makan setelah
persepsi kesehatan, dsb. didiagnosa hipertensi dan rutin
minum obat

Aspek IV Contoh:
(Eksternal) keadaan keluarga, Harmonis
lingkungan psikososial Hubungan antar tetangga
sekitar sangat baik
ekonomi keluarga, Berkecukupan

keadaan lingkungan rumah Bersih dan sehat


pekerjaan, dsb
Aspek V Penilaian terhadap derajat Keasaan baik karena masih
(Fungsional) fungsional pasien pada saat ini bias beraktivitas seperti biasa
(diwaktu yang bersangkutan).

F. Fungsi Keluarga
1. Fungsi Biologis : Tn A berstatus menikah dan mempunyai 3
orang anak
2. Fungsi Sosial : Tn A mempunyai hubungan yang baik dengan
tetangga di sekitar rumahnya

3
3. Fungsi Psikologis : Komunikasi antar anggota keluarga Tn A
baik, anggota keluarga berinteraksi dengan harmonis
4. Fungsi ekonomi dan pemenuhan kebutuhan : Tn A bekerja
sebagai karyawan swasta di Pendopo pada akhir pekan serta Tn
A mempunyai warung
5. Fungsi penguasaan masalah dan kemampuan beradaptasi :
setelah didagnosis menderita hipertensi Tn A mulai mengatur
pola makan dengan mengurangi mengkonsumsi makanan yang
mengandung banyak garam dan selalu rutin mengkonsumsi
obat anti hipertensi.

6. Fungsi Fisiologis

FUNGSI KELUARGA (Fisiologis) – SKOR A-P-G-A-R

Sering/Selalu Kadang- Jarang/Tidak


kadang
A Saya puas bahwa saya 
dapat kembali ke
keluarga saya bila saya
menghadapi masalah
P Saya puas dengan cara 
keluarga saya
membahas dan
membagi
masalah dengan saya
G Saya puas dengan cara 
keluarga saya
menerima dan
mendukung keinginan
saya untuk melakukan
kegiatan baru atau arah
hidup yang baru
A Saya puas dengan cara 
keluarga saya
mengekspresikan kasih

4
sayangnya dan
merespon emosi saya
seperti kemarahan,
perhatian
dll
R Saya puas dengan cara 
keluarga saya dan saya
membagi waktu
bersama-sama

Hasil dari wawancara Tn A didapatkan interpretasi dari fungsi fisiologis


keluarga Tn A 8 yaitu baik

G. Fungsi Patologis SCREEM


FUNGSI KELUARGA (Patologis) – SKOR S-C-R-E-E-M
Sumber Pathology Keterangan
Sosial Interaksi sosial yang baik antar -
anggota keluarga juga dengan
saudara partisipasi mereka
dalam masyarakat cukup,
membina hubungan yang baik
dengan tetangga sekitarnya

Cultural Kepuasan atau kebanggaan -


terhadap budaya baik, hal ini
dapat dilihat dari pergaulan
sehari-hari baik dalam
keluarga maupun di
lingkungan, Banyak tradisi
budaya yang masih diikuti.
Sering mengikuti acara-acara
yang bersifat kondangan,
hajatan, sunatan, dll.
Menggunakan bahasa jawa,
tata krama dan kesopanan

5
Religius Pemahaman agama cukup. -
Agama Keluarga ini sudah cukup
menawarkan menjalankan sholat 5 waktu
pengalaman
spiritual yang
baik untuk
ketenangan
individu yang
tidak didapatkan
dari yang lain
Ekonomi Ekonomi keluarga ini -
tergolong mampu. untuk
kebutuhan primer sudah bisa
terpenuhi, kebutuhan sekunder
juga sudah terpenuhi.

Edukasi Pendidikan anggota keluarga -


cukup memadai. Kemampuan
untuk memperoleh dan
memiliki fasilitas pendidikan
seperti buku-buku, koran
terpenuhi. Namun keluarga
tidak berlangganan koran,
biasanya melihat berita dari
acara TV ataupun radio
Medical Bila ada anggota keluarga -
Pelayanan yang sakit, segera dibawa ke
kesehatan Puskesmas atau Klinik dokter.
puskesmas Keluarga menggunaka BPJS
memberikan untuk pembiayaan kesehatan
perhatian khusus
terhadap kasus

6
penderita

H. Kesimpulan Permasalahn Fungsi Keluarga


Tidak terdapat permasalahan fungsi keluarga dan keluarga harmonis

I. Struktur Keluarga (Genogram)

Ibu Ayah

Keterangan :
: Wanita : laki-laki penderita
: Laki-laki : perempuan penderita
: Menikah

J. Pola Interaksi Keluarga :


√ Harmonis
Tidak Harmonis

K. Keadaan Rumah dan Lingkungan


1. Ukuran Rumah : 6,5 x 10
2. Ruang Tamu : 3x 3,5
3. Ruang Keluarga : 3 x 6
4. Kamar Tidur, Kamar mandi/ WC : 3 kamar tidur, 2 kamar
mandi

7
5. Dapur : 4 x 3
6. Dinding rumah : terbuat dari batu bata
7. Ventilasi rumah : ada
8. Lantai rumah : keramik
9. Sumur/ sumber air : berasal dari ledeng
10. Septic tank : ada
11. Tempat pembuangan sampah : ada

L. Denah Rumah

DENAH RUMAH

Kamar Dapur
Mandi
Kamar
Mandi Ruang Keluarga
Kamar
3
Kamar Kamar Ruang
Tamu
2 1

M. Daftar Masalah
1. Masalah Medis : Tn A menderita hipertensi
2. Masalah Non Medis : Tn A tidak mengalami masalah non
medis
N. Kesimpulan dan Saran
1. Kesimpulan : Tn A menderita hipertensi sejak kurang lebih 2 tahun
ini, riwayat keluarga pasien yaitu adik pasien juga mengalami
hipertensi. Sosial Tn A harmonis baik dengan keluarga maupun
tetangga, keadaan lingkungan Tn A baik

8
2. Saran : Tn A disarankan untuk mengurangi makanan asin,
beraktivitas fisik serta rutin minum obat. Tatalaksana yang
diberikan pada Tn A yaitu Amlodipin dengan dosis 1x1 dan
Candersatan dengan dosis 1x1.

4.2 Pembahasan
A. Identifikasi Masalah Kesehatan Pasien
Pada kegiatan TPP ini, dilakukan home visit kepada pasien yang berobat di
KDK FK Muhammadiyah Palembang. Dari hasil home visit yang dilakukan
pada tanggal 7 Desember 2018, pasien yang dikunjungi bernama Tn. A usia
50 tahun bertempat tinggal di Lorong Banten 6, RT 55 RW 02 No. 24. Tn. A
beragama islam dengan pekerjaan karyawan swasta.
Tn A menderita hipertensi selama kurang lebih 2 tahun dan ketika
mengunjungi KDK pertama kali didapatkan hasil tekanan darah Tn.A
180/110. Tn A sering mengkonsumsi makanan asin dan mempunyai kebiasaan
makan nasi bersamaan dengan kecap asin. Tn A juga mengeluh sakit kepala di
bagian belakang dan gampang stress serta emosi. Tn A mengatakan bahwa
adik Tn A juga mengalami keluhan yang sama. Tn A sering mengkonsumsi
makanan asin dan ketika didiagnosa hipertensi Tn A mulai mengurangi
mengkonsumsi makanan yang asin. Tn A bekerja sebagai karyawan swasta di
pendopo yang mengharuskan setiap akhir pekan Tn A ke pendopo untuk
bekerja serta Tn A mempunyai warung, istri Tn A merupakan ibu rumah
tangga. Tn. A selalu berinteraksi dengan tetangganya.
Fungsi fisiologis keluarga Tn.A baik dengan nilai APGAR skornya 8. Tn.
A tinggal dengan 2 orang anaknya dan 1 istrinya. Keluarga Tn.A termasuk
keluarga yang harmonis. Tn. A masih beraktivitas seperti biasa, baik didalam
maupun diluar rumah sehingga derajat fungsional pasien bernilai 5.
Hal ini sesuai dengan teori Nasution (2014), pendekatan holistik tidak
hanya mengobati gejala tetapi juga mencari penyebab dari gejala.
Terdapat 5 aspek dalam diagnostik holistik yaitu :
1. Aspek Personal: alasan kedatangan, harapan, kekhawatiran dan
persepsi pasien
2. Aspek Klinis: Masalah medis, diagnosis kerja berdasarkan gejala dan
tanda
3. Aspek risiko internal : seperti pengaruh genetik, gaya
hidup,kepribadian, usia, gender

9
4. Aspek risiko eksternal dan psikososial: berasal dari
lingkungan (keluarga, tempat kerja, tetangga, budaya)
5. Derajat Fungsional: Kualitas Hidup Pasien. Penilaian dengan skor 1 –
5, berdasarkan disabiltas dari pasien.

B. Identifikasi Fungsi Keluarga Terhadap Kesehatan Pasien


Tn A berstatus menikah dan mempunyai 3 orang anak. Tn A mempunyai
hubungan yang baik dengan tetangga di sekitar rumahnya. Komunikasi antar
anggota keluarga Tn A baik, anggota keluarga berinteraksi dengan harmonis.
Tn A bekerja sebagai karyawan swasta di Pendopo pada akhir pekan serta Tn A
mempunyai warung. Setelah didagnosis menderita hipertensi Tn A mulai
mengatur pola makan dengan mengurangi mengkonsumsi makanan yang
mengandung banyak garam dan selalu rutin mengkonsumsi obat anti
hipertensi.
FUNGSI FISIOLOGIS (SKOR APGAR – ADAPTATION,
PARTNERSHIP, GROWTH, AFFECTION, RESOLVE)
INDIKATOR FUNGSI SKOR
A – Adaptation 1
Jarang/tidak sama sekali = 0
P – Partnership 2
G – Growth 2 Kadang-kadang = 1
A – Affection 2
Sering/selalu = 2
R – Resolve 1
TOTAL 8
Total poin Tn. A= 8 (baik)
Menurut teori, pasien adalah bagian dari keluarga dan lingkungannya.
Pelayanan dokter keluarga memiliki sistem untuk memandang pasien sebagai
bagian dari keluarga pasien, dan memperhatikan bahwa keluarga pasien dapat
mempengaruhi dan atau dipengaruhi oleh situasi dan kondisi kesehatan pasien
(Prasetyawati, 2010).

C. Fungsi Patologis (SCREEM- Sosial, Cultural, Religion, Education,


Economic, Medical)

D. Identifikasi Struktur Keluarga yang Ada di Rumah


Tn. A menderita hipertensi dan terlihat pada genogram bahwa adik dari Tn.
A juga mengalami keluhan yang sama. Kebiasaan Tn. A sebelum terdiagnosis

10
hipertensi adalah sering mengkonsumsi makanan yang asik sehingga menjadi
faktor resiko terjadinya hipertensi.
Menurut teori genogram adalah peta silsilah yang dapat menggambarkan
struktur dalam keluarga, biasanya meliputi tiga generasi dari pohon keluarga.
Ini adalah cara yang sangat sederhana dan disiplin dari pengumpulan data
tentang individu, pasangan atau keluarga, khususnya untuk warisan keluarga
(Prasetyawati, 2010).

E. Identifikasi Keadaan Rumah dan Lingkungan Pasien


Keadaan rumah dan lingkungan Tn. A secara keseluruhan tergolong bersih dan
sehat dengan lantai keramik dan dinding rumah terbuat dari beton, ventilasi dan
pencahayaan di ruang kamar, ruang tamu, dan ruang keluarga sudah baik.
Ukuran rumah Tn. A sebesar 65m2. Rumah tersebut memiliki ruang tamu
seluas 3x3,5m dan ruang keluarga 3x6 m. Ruang tamu dan ruang keluarga
terpisah, terlihat rapi dan memiliki ventilasi yang baik. Rumah Tn.A memiliki
3 kamar tidur dan 2 kamar mandi yang bersih. Luas dapur 4x3m. Dinding
rumah Tn. A terbuat dari batu bata dan lantai sudah dikeramik. Sumber air di
rumah Tn. A berasal dari air ledeng. Rumah Tn. A juga memiliki septi tank dan
tempat pembuangan sampah
Lingkungan adalah sesuatu yang ada diluar host (pejamu) baik benda mati,
benda hidup, nyata atau abstrak, seperti suasana yang terbentuk akibat interaksi
semua elemen-elemen termasuk host yang lain. Lingkungan rumah merupakan
salah satu faktor yang memberikan pengaruh besar pada status kesehatan
penghuninya. Rumah sehat merupakan salah satu sarana untuk mencapai
derajat kesehatan yang optimum. Untuk memperoleh rumah yang sehat
ditentukan oleh tersedianya sarana sanitasi perumahan.
a) Ventilasi
Ventilasi alam yaitu jendela, pintu, dan lubang angin. Ventilasi yang baik
minimal 10% dari luas lantai; 5% ventilasi insidentil (dapat dibuka dan ditutup)
dan 5% ventilasi permanen (tetap). Ventilasi buatan. Pada suatu waktu,
diperlukan juga ventilasi buatan dengan menggunakan alat mekanis maupun

11
elektrik. Alat-alat tersebut adalah kipas angin, exhauter dan AC (air
conditioner).
b) Pencahayaan
Sedikitnya setiap rumah harus mempunyai lubang cahaya yang dapat
berhubungan langsung dengan cahaya matahari, minimal 10% dari luas lantai
rumah, 5% dapat dibuka
c) Lantai
lantai yang baik harus selalu kering, tinggi lantai harus disesuaikan dengan
kondisi setempat, lantai harus lebih tinggi dari muka tanah.
d) Dinding
Dinding harus tegak lurus agar dapat memikul berat sendiri, beban tekanan
angin, dan bila sebagai dinding pemikul harus pula dapat memikul beban
diatasnya. Dinding harus terpisah dari pondasi oleh suatu lapisan air rapat air
sekurang-kurangnya 15 cm di bawah permukaan tanah sampai 20 cm di atas
lantai bangunan, agar air tanah tidak dapat meresap naik keatas, sehingga
dinding tembok terhindar dari basah dan lembab dan tampak bersih tidak
berlumut. Lubang jendela dan pintu pada dinding, bila lebarnya kurang dari 1
m dapat diberi susunan batu tersusun tegak diatas batu, batu tersusun tegak
diatas lubang harus dipasang balok lantai dari beton bertulang atau kayu awet.
Untuk memperkuat berdirinya tembok 1⁄2 bata digunakan rangka pengkaku
yang terdiri dari plester-plester atau balok beton bertulang setiap luas 12 meter.

12