Anda di halaman 1dari 5

TUGAS

AKUNTANSI PEMERINTAHAN

Di susun oleh :

DWIKY PRAMANA

16043083

Universitas Negri Padang


PERBEDAAN PP 24 Tahun 2005 dengan PP 71 Tahun 2010
Sesuai dengan PP Nomor 71 Tahun 2010, penerapan SAP Berbasis Akrual dapat
dilaksanakan secara bertahap. Pemerintah dapat menerapkan SAP Berbasis Kas Menuju
Akrual paling lama 4 (empat) tahun setelah Tahun Anggaran 2010.
Dengan ditetapkannya PP 71 Tahun 2010 tentang SAP ini maka PP 24 Tahun 2005
dinyatakan tidak berlaku lagi. Namun meski sudah dinyatakan berlaku secara substansial PP
24 Tahun 2005 masih dilaksanakan dalam rangka proses transisi penyusunan laporan
keuangan berbasis Kas Menuju Akrual kepada penyusunan laporan keuangan berbasis akrual.
Substansi PP 24 Tahun 2005 ini dinyatakan dalam Lampiran II PP 71 Tahun 2010 tentang
SAP.

PP Nomor 71 Tahun 2010 mengatur SAPBerbasis Akrual, dan PP Nomor 71 Tahun


2010 juga mengatur SAP Berbasis Kas MenujuAkrual yang saat ini masih digunakan oleh
seluruh entitas.
Komponen-komponen yang terdapat dalam satu set laporan keuangan terdiri dari
laporan pelaksanaan anggaran (budgetary reports) dan laporan finansial, sehingga seluruh
komponen menjadi sebagai berikut:
1. Laporan Realisasi Anggaran
2. Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih
3. Neraca
4. Laporan Operasional
5. Laporan Arus Kas
6. Laporan Perubahan Ekuitas
7. Catatan atas Laporan Keuangan
Laporan Arus Kas hanya disajikan oleh entitas yang mempunyai fungsi
perbendaharaan umum dan Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih yang hanya disajikan
oleh Bendahara Umum Negara dan entitas pelaporan yang menyusun laporan keuangan
konsolidasiannya.

PERBEDAAN :
1. Laporan perubahan saldo anggaran lebih
PP 24 Tahun 2005,
Tidak ada memiliki laporan tersendiri
Sedangkan PP 71 Tahun 2010,
Laporan Perubahan SAL menyajikan secara komparatif dengan periode sebelumnya
pos-pos berikut:
 Saldo Anggaran Lebih awal;
 Penggunaan Saldo Anggaran Lebih;
 Sisa Lebih/Kurang Pembiayaan Anggaran tahun berjalan;
 Koreksi Kesalahan Pembukuan tahun Sebelumnya; danLain-lain;
 Saldo Anggaran Lebih Akhir.
2. Laporan neraca
PP 24 Tahun 2005
Ekuitas Dananya terbagi;
 Ekuitas Dana Lancar: selisih antara aset lancar dan kewajiban jangka pendek,
termasuk sisa lebih pembiayaan anggaran/saldo anggaran lebih
 Ekuitas Dana Investasi: mencerminkan kekayaan pemerintah yang tertanam
dalam investasi jangka panjang, aset tetap, dan aset lainnya, dikurangi dengan
kewajiban jangka panjang
 Ekuitas Dana Cadangan: mencerminkan kekayaan pemerintah yang
dicadangkan untuk tujuan tertentu sesuai dengan peraturan perundang-
undangan.
PP 71 Tahun 2010,
Didalamnya ,hanya ekuitas, yaitu kekayaan bersih pemerintah yang merupakan
selisih antara aset dan kewajiban pemerintah pada tanggal laporan.Saldo ekuitas
di Neraca berasal dari saldo akhir ekuitas pada Laporan Perubahan Ekuitas
3. Laporan operasional
PP 24 Tahun 2005
Pada peraturan ini laporan operasional disebut dengan Laporan Kinerja Keuangan
Bersifat optional
Disusun oleh entitas pelaporan yang menyajikan laporan berbasis akrual
Sekurang-kurangnya menyajikan pos-pos :
 Pendapatan dari kegiatan operasional;
 Beban berdasarkan klasifikasi fungsional dan klasifikasi ekonomi;
 Surplus atau defisit.
PP 71 Tahun 2010, Laporan Operasional
Merupakan Laporan Keuangan Pokok
Menyajikan pos-pos sebagai berikut:
 Pendapatan-LO dari kegiatan operasional;
 Beban dari kegiatan operasional ;
 Surplus/defisit dari Kegiatan Non Operasional, bila ada;
 Pos luar biasa, bila ada;
 Surplus/defisit-LO.
4. Laporan arus kas
PP 24 Tahun 2005,
Disajikan oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan (Par 15). Arus masuk dan
keluar kas diklasifikasikan berdasarkan aktivitas operasi, investasi aset non keuangan,
pembiayaan, dan non anggaran

PP 71 Tahun 2010,
Disajikan oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan umum (Par 15). Arus
masuk dan keluar kas diklasifikasikan berdasarkan aktivitasoperasi, investasi,
pendanaan, dan transitoris
5. Laporan perubahan ekuitas
PP 24 Tahun 2005,
Bersifat optional
Sekurang-kurangnya menyajikan pos-pos:
 Sisa Lebih/Kurang Pembiayaan Anggaran;
 Setiap pos pendapatan dan belanja beserta totalnya seperti diisyaratkan dalam
standar-standa lainnya, yang diakui secara langsung dalam ekuitas;
 Efek kumulatif atas perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan
yang mendasar diatur dalam suatu standar terpisah .
PP 71 Tahun 2010,
Merupakan Laporan Keuangan Pokok
Sekurang-kurangnya menyajikan pos-pos:
 Ekuitas awal;
 Surplus/defisit-LO pada periode bersangkutan;
 Koreksi-koreksi yang langsung menambah/mengurangi ekuitas, misalnya:
koreksi kesalahan mendasar dari persediaan yang terjadi pada periode-periode
sebelumnya dan perubahan nilai aset tetap karena revaluasi aset tetap.
 Ekuitas akhir.
6. Catatan atas Laporan Keuangan
PP 24 Tahun 2005,pada dasarnya hampir sama dengan PP baru
PP 71 Tahun 2010,
Perbedaan yang muncul hanya dikarenakan komponen laporan keuangan yang
berbeda dengan PP lama