Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA

“KOROSI PADA PAKU”

Oleh

1. Alfina Rosyida (07)


2. Laily Rahmadani Varantino (21)

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR


DINAS PENDIDIKAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 10 KOTA MALANG
Jl. Danau Grati No.1 Telp. 0341 - 719300, Fax. 0341 - 717300 Malang 65139
Website :www.sman10malang.sch.id
I. Tujuan Praktikum

Praktikum ini bertujuan untuk :


1. Untuk mengetahui paku pada aqua gelas manakah yang menjadi berkarat.
2. Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan besiberkarat.
3. Cara pencegahan korosi pada besi.

II. Dasar Teori

Korosi adalah kerusakan atau degradasi logam akibat reaksiredoks antara suatu
logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa
yang tidak dikehendaki. Dalam bahasa sehari-hari, korosi disebut perkaratan. Pada
peristiwa korosi, logam mengalami oksidasi, sedangkan oksigen (udara) mengalami
reduksi. Karat logam umumnya adalah berupa oksida atau karbonat. Rumus kimia
karat besi adalah Fe2O3.nH2O, suatu zat padat yang berwarna_coklat-merah. Korosi
merupakan proses elektrokimia. Pada korosi besi, bagian tertentu
dari_besi_itu_berlaku_sebagai anode,_dimana_besi_mengalami_oksidasi. Fe(s)-----
>Fe2+(aq) +_2e Elektron yang dibebaskan di anode mengalir ke bagian lain dari
besi itu yang bertindak_sebagai katode,_dimana_oksigen_tereduksi.

O2(g) +_4H+(aq) +_4e ---------> 2H2O(l) atau O2(g) +_2H2O(l) +_4e-------------


>4OH-(aq)

Ion besi(II) yang terbentuk pada anode selanjutnya teroksidasi membentuk ion
besi(III) yang kemudian membentuk senyawa oksida terhidrasi, yaitu karat besi.
Mengenai bagian mana dari besi itu yang bertindak sebagai anode dan bagian mana
yang bertindak sebagai katode, bergantung pada berbagai faktor, misalnya zat
pengotor,_atau_perbedaan_rapatan_logam_itu.

a. Penyebab korosi

Faktor yang berpengaruh terhadap korosi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu yang
berasal dari bahan itu sendiri dan dari lingkungan. Faktor dari bahan meliputi
kemurnian bahan, struktur bahan, bentuk kristal, unsur-unsur kelumit yang ada
dalam bahan, teknik pencampuran bahan dan sebagainya. Faktor dari lingkungan
meliputi tingkat pencemaran udara, suhu, kelembaban, keberadaan zat-zat kimia
yang bersifat korosif dan sebagainya

b. Pengendalian korosi

Korosi menimbulkan banyak kerugian karena mengurangi umur berbagai barang


atau bangunan yang menggunakan besi atau baja. Sebenarnya korosi dapat dicegah
dengan mengubah besi menjadi baja tahan karat (stainless steel). Akan tetapi, proses
ini terlalu mahal untuk kebanyakan penggunaan besi. Korosi besi memerlukan
oksigen dan air.

1. Mengecat. Jembatan, pagar dan railing biasanya dicat. Cat menghindarkan kontak
besi dengan udara dan air.
2. Melumuri dengan oli atau gemuk. Cara ini diterapkan untuk berbagai perkakas
dan mesin. Oli dan gemuk mencegah kontak besi dengan_air.
3. Dibalut dengan plastik. Berbagai macam barang, misalnya rak piring dan
keranjang sepeda dibalut dengan plastik. Plastik mencegah kontak besi dengan udara
dan air.
4.Tin plating (pelapisan dengan timah).

5. Galvanisasi (pelapisan dengan zink).

6. Cromium plating (pelapisan dengan kromium).

7. Sacrificial protection (pengorbanan anode).

2.1.2 Besi

Besi adalah logam yang berasal dari bijih besi (tambang) yang banyak digunakan
untuk kehidupan manusia sehari-hari dari yang bermanfaat sampai dengan yang
merusakkan. Dalam tabel periodik, besi mempunyai simbol Fe dan nomor atom 26.
Besi juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.

III. Alat dan Bahan


1. 4 Buah paku
2. 4 buah wadah
3. Air garam
4. Air biasa
5. Air mendidih
6. Minyak
7. Stiker

IV. Cara Kerja

1. Berikan penanda pada masing-masing wadah


2. Masukkan paku kedalam masing-masing wadah
3. Tuangkan ke dalam masing-masing gelas berturut-turut air pada wadah I, air yang sudah
dipanaskan pada wadah II, larutan garam pada wadah III, minyak sayur pada wadah IV,
4. Lakukan pengamatan dengan mencatat dan memfoto perkembangan korosi paku dan
perubahan warna cairan pada masing-masing gelas.
5. Lakukan pengamatan dalam 2 hari secara berturut-turut.

V. Hasil Pengamatan

Wadah I : Hari ke-1: Belum ada Perubahan


Hari ke-2: Terjadi perubahan, mulai timbul korosi pada paku dibagian bawah

Wadah II: Hari ke-1: Belum ada perubahan


Hari ke-2: Terjadi perubahan sedikit korosi

Wadah III Hari 1 : Terdapat karat di bagian ujung bawah paku, Tidak terjadi perubahan
warna air.
Hari 2 : Terjadi penambahan karat sehingga menyelimuti bagian tengah paku.
Terjadi sangat sedikit perubahan warna air pada bagian dasar.

Wadah IV : Hari 1 : Tidak terjadi karat pada paku. Tidak terjadi perubahan warna air.

Hari 2 : Tidak terjadi karat pada paku.


Tidak terjadi perubahan warna air.
VI. Pembahasan

Dari pengamatan yang dilakukan selama lima hari tersebut, dapat diketahui bahwa
pada gelas yang berisi air, air yang pernah mendidih dan larutan garam mengalami
korosi dimulai
pada hari pertama dan berlanjut sampai hari kedua dengan jumlah korosi yang terus
bertambah, sedangkan pada gelas yang berisi minyak sayur . Pada paku yang
mengalami korosi memiliki kecepatan korosi yang berbeda pada setiap cairan
Berdasarkan kecepatan dan jumlah korosi yang ditimbulkan, dapat di tulis cairan
yang menyebabkan korosi dari yang tercepat adalah
1. Larutan garam
2. Air
3. Air yang mendidih
4. Minyak sayur
Pada larutan garam, terdapat kandungan air(H2O) kandungan oksigen dalam larutan
garam ini menyebabkan korosi dan proses korosi yang terjadi dipercepat oleh
kandungan NaCl yang bersifat elektrolit.
Pada air biasa , penyebab terjadinya korosi adalah adanya air yang mengandung
oksigen terlarut sehingga menyebabkan korosi pada paku.
Pada air yang pernah mendidih, kurang atau megalami sedikit korosi disebabkan
karena saat dididihkan, air akan kehilangan kandungan oksigen terlarut dan keadaan
gelas tertutup, sehingga oksigen tidak dapat masuk kedalam gelas dan menyebabkan
kekurangan oksigen dan mengalami korosi yang kurang.
Pada gelas yang berisi minyak sayur tidak mengalami korosi karena minyak sayur
tidak mengandung oksigen dan tidak dapat berikatan dengan oksigen di udara,
sehingga paku dalam keadaan bebas oksigen dan tidak dapat mengalami perkaratan.
Berdasarkan hasil tersebut, dapat diketahui bahwa, untuk melindungi bahan besi dari
korosi dapat dilakukan dengan cara pelapisan besi dengan bahan yang tidak
mengalami perkorosian atau bahan yang tidak dapat bereaksi dengan oksigen,
sehingga besi dalm keadaan bebas oksigen dan tidak mengalami korosi.
VII. Kesimpulan

Dari hasil pratikum tersebut saya dapat menyimpulkan bahwa paku yang tidak
mengalami korosi terjadi pada paku A dan D(paku terbuka tanpa air dan paku
tertutup tanpa air) hal ini bisa terjadi karena tidak ada kontak langsung antara
oksigen dan air serta plastik merupakan pencegahan agar tidak terjadi korosi.
Kemudian dari praktek tersebut di benarkan bahwa salah satu faktor korosi
adanya kontak antara udara dan air.Agar tidak terjadi korosi pada besi jangan sampai
besi terkontaminasi dengan air atau larutan yang dapat menyebabkan oksidasi
sehingga besi dapat berkarat. Jika kita menghindarkan besi dari air, maka besi tidak
dapat bereaksi dengan oksigen yang dapat membuatnya berkarat.
Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Korosi Adalah
A) Air
B) Oksigen

Faktor-Faktor Yang Dapat Mempercepat Terjadinya Korosi


A) Elektrolit
B) Permukaan Besi

Cara Mengatasi Korosi Adalah


A) Sacrificial Protection (Pengorbanan Anode)
B) Cromium Plating (Pelapisan Dengan Kromium)
C) Galvanisasi (Pelapisan Dengan Zink)
D) Tin Plating (Pelapisan Dengan Timah)
E) Dibalut Dengan Plastic
F) Melumuri Dengan Oli Atau Minyak
G) Dicat