Anda di halaman 1dari 10

AGREGAT/BAHAN UNTUK PERKERASAN

Pengertian agregat

Agregat adalah sekumpulan butir- butir batu pecah, kerikil, pasir, atau mineral lainnya
baik berupa hasil alam maupun buatan (SNI No: 1737-1989-F). Agregat adalah material
granular, misalnya pasir, kerikil, batu pecah yang dipakai bersama-sama dengan suatu media
pengikat untuk membentuk suatu beton semen hidraulik atau adukan.

 Semen hidrolik adalah produk yang digunakan untuk menghentikan air dan kebocoran
pada struktur beton dan batu.
 Semen hidrolik digunakan secara luas di industri konstruksi yang menyegel struktur
di bawah kelas dan dalam situasi di mana struktur dapat terpengaruh atau terendam
air.

1.Agregat Halus.

Agregat halus pada umumnya terdiri dari pasir atau partikel yang lewat saringan No.
4, sedangkan agregat kasar tertahan pada saringan tersebut. Ukuran maksimum agregat kasar
dalam struktur beton diatur dalam peraturan untuk kepentingan berbagai komponen. Namun
pada dasarnya bertujuan agar agregat dapat masuk atau lewat di antara sela-sela tulangan atau
acuan.

Pasir sebagai agregat halus dalam pembuatan beton jika ditinjau dari asalnya dapat berupa
pasir alam sebagai hasil disintegrasi alami dari batuan atau berupa pasir buatan yang
dihasilkan oleh alat-alat pemecah batuan. Agar diperoleh mutu beton yang baik, pasir yang
akan digunakan harus memenuhi beberapa kriteria tertentu. Pasir harus terdiri dari butiran
tajam, keras dan bersifat kekal. Selain itu pasir tidak boleh mengandung banyak lumpur dan
bahan-bahan organik karena dapat mengurangi kekuatan beton.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah keanekaragaman besar butiran agregat halus
tersebut. Dengan diketahuinya gradasi (pembagian atau distribusi ukuran
agregat), perencanaan adukan beton dapat dilakukan dengan tepat. Tujuan gradasi ini tidak
lain adalah untuk mengurangi regangan seminimum mungkin.
Perangkat saringan Agregat Halus

Ukuran saringan agregat


 Satu set saringan terdiri dari : 12,5 mm (1/2”) , 9,50 mm (3/8”) , 4,75mm (No.4) ,
2,36 mm (No.8) , 1,18 mm (No.16) , 0,600 mm (No.30) , 0,300 mm (No.50) , 0,150
mm (No.100) , 0,075 mm (No.200) , PAN
2. Agregat Kasar.

Agregat kasar terdiri dari batu pecah dan kerikil-kerikil. Batu pecah diperoleh dari pemecah
batu, sedangkan kerikil merupakan disintegrasi dari batuan. Perbedaan mendasar antara
kerikil (koral) dengan batu pecah (split) adalah dengan permukaan yang lebih kasar maka
batu pecah lebih menjamin ikatan yang lebih kokoh dengan semen.

Sama halnya dengan agregat halus, agregat kasar harus memenuhi beberapa syarat, yaitu
terdiri dari butir yang keras dan tidak berpori. Agregat jenis ini juga tidak boleh banyak
mengandung lumpur dan kekerasan juga merupakan salah satu syaratnya. Agregat kasar
harus terdiri dari butir-butir yang beranekaragam besarnya untuk memperoleh rongga-rongga
seminimum mungkin. Pemakaian ukuran butiran ini juga tergantung dari dimensi
penggunaan beton yang akan dibuat.

Untuk memisahkan agregat kasar dengan agregat halus dipakai saringan No. 4. Material yang
tertahan pada saringan tersebut merupakan agregat kasar. Ini dilakukan dengan menggunakan
satu set saringan yang digerakkan oleh motor (Sieve Shaker). Setelah perhitungan dilakukan
maka dapat dibuat kurva distribusi ukuran atau kurva gradasi agregat halus (pasir).
 Agregat kasar adalah agregat yang semua butirannya tertahan di saringan:
 4,80 mm
 4,75 mm
 5.00 mm

1. Ukuran agregat kasar yang lolos saringan no 2 merupakan kelompok agregat dengan
ukuran maksimum butir 7.6 cm (3″).
2. Ukuran agregat kasar yang lolos saringan no 4, 6, dan 7 dimensi butiran maksimum 5
cm (2′)
3. Ukuran agregat kasar yang lolos saringan no 6 dan 7 dimensi butiran maksimum 2.5
cm (1″) yang umum digunakan dalam bangunan, dan
4. Ukuran agregat yang lolos saringan no 8 dimensi butiran maksimum 1 cm (1/2″) yang
disebut beton gradasi jagung bagi perkerjaan perbaikan atau grouting.

Perangkat Saringan Agregat Kasar


Klasifikasi Agregat

 Agregat Ringan adalah agregat yang dalam keadaan kering dan gembur
mempunyai berat 1100 kg/m3 atau kurang.

 Agregat Halus adalah pasir alam sebagai hasil desintegrasi _alami_ bantuan atau pasir
yang dihasilkan oleh inustri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir terbesar
5,0 mm.

 Agregat Kasar adalah kerikil sebagai hasil desintegrasi alami dari bantuan atau
berupabatu pecah yang diperoleh dari industri pemecah batu dan mempunyai ukuran
butir ntara 5-40 mm. Agregat Kasar, adalah agregat dengan ukuran butiran butiran
lebih lebih besar besar dari dari saringan saringan No.88 (2,36 mm)

 Bahan Pengisi (filler), adalah bagian dari agregat halus yang minimum 75% lolos
saringan no. 30 (0,06 mm).
Pengertian aspal
Aspal ialah bahan hidro karbon yang bersifat melekat (adhesive), berwarna hitam
kecoklatan, tahan terhadap air, dan visoelastis. Aspal sering juga disebut bitumen merupakan
bahan pengikat pada campuran beraspal yang dimanfaatkan sebagai lapis permukaan
lapis perkerasan lentur. Aspal berasal dari alam atau dari pengolahan minyak bumi.
Aspal atau bitumen adalah suatu cairan kental yang merupakan senyawa hidrokarbon dengan
sedikit mengandung sulfur, oksigen, dan klor. Aspal sebagai bahan pengikat dalam
perkerasan lentur mempunyai sifat viskoelastis. Aspal tampak padat pada suhu ruang padahal
adalah cairan yang sangat kental. Aspal merupakan bahan yang sangat kompleks, dan secara
kimia belum dikarakterisasi dengan baik. Kandungan utama aspal adalah senyawa karbon
jenuh, dan tak jenuh, alifatik, dan aromatic yang mempunyai atom karbon sampai 150 per
molekul. Atom-atom selain hidrogen, dan karbon yang juga menyusun aspal adalah nitrogen,
oksigen, belerang, dan beberapa atom lain. Secara kuantitatif, biasanya 80% massa aspal
adalah karbon, 10% hydrogen, 6% belerang, dan sisanya oksigen, dan nitrogen, serta
sejumlah renik besi, nikel, dan vanadium. Senyawa-senyawa ini sering dikelaskan atas
aspalten (yang massa molekulnya kecil), dan malten (yang massa molekulnya besar).
Biasanya aspal mengandung 5 sampai 25% aspalten. Sebagian besar senyawa di aspal adalah
senyawa polar.
Aspal Emulsi
Aspal cement dengan penetrasi rendah digunakan di daerah bercuaca panas atau lalu
lintas dengan volume tinggi, sedangkan aspal semen dengan penetrasi tinggi digunakan untuk
daerah bercuaca dingin atau lalu lintas dengan volume rendah. Di Indonesia pada umumnya
dipergunakan aspal semen dengan penetrasi 60-70 dan 80-100.

Aspal emulsi adalah suatu campuran aspal dengan air dalam bahan pengemulsi. Berdasarkan
muatan listrik yang dikandungnya, aspal emulsi dapat dibedakan atas :
1. Kationik, disebut juga aspal emulsi asam, merupakan aspal emulsi yang bermuatan
arus listrik positif.
2. Anionik, disebut juga aspal emulsi alkali, merupakan aspal emulsi yang bermuatan
negatif.c. Nanionik, merupakan aspal emulsi yang tidak mengalami ionisasi, berarti
tidak mengantarkan listrik.
3. Nanionik, merupakan aspal emulsi yang tidak mengalami ionisasi, berarti tidak
mengantarkan listrik.

Aspal Modifikasi

Aspal modifikasi dibuat dengan mencampur aspal keras dengan suatu bahan tambah.
Aspal modifikasi mulai diperkenalkan diluar negeri lebih dari 15 tahun lalu(Caribit,
Cariphalt, Mexphalt,Superphalt,dsb) dengan maksud mencegah retakpada waktu musim
dingin, mencegah deformasi plastis pada beban berat di musim panas, dan diharapkan akan
lebih awet terhadap oksidasi terik matahari.

Sifatdaricampurandenganmodifikasiaspaldiharapkan dapat:

1. Meningkatkankemudahandalampelaksanaan(workability).

2. Menurunkanpermanent deformasi

3. Meningkatkankemampuanpenyaluranbeban

4. Menurunkankegetasan.

Bahanyang dapatdigunakansebagaimodifikasiaspalantaralain, yaitupolymer


(plastomerdanelastomer),chemical (sulfur, timbal, danmangan), adhesion agent(PC),
danfibre(cellulose, asbestos, danglass).
Jenis- Jenis Aspal
Definisi / Pengertian aspal, Jenis- Jenis Aspal, Tipe-Tipe Aspal, Aspal Alam, Aspal Buatan,
Aspal Minyak, Aspal keras (asphalt cemen, AC), Aspal cair (Cut Back Asphalt), Aspal emulsi,
Aspal Buton

Definisi Aspal
Material berwarna hitam atau coklat tua. Pada temperatur ruang berbentuk padat sampai agak
padat, jika dianaskan sampai temperatur tentu dapat menjadi lunak / cair sehingga dapat
membungkus partikel agregat pada waktu pembuatan campuran aspal beton atau sapat masuk
kedalam pori-pori yang ada pada penyemprotan/ penyiraman pada perkerasan macadam atau
pelaburan. Jika temperatur mulai turun. Aspal akan mengeras dan mengikat agregat pada
tempatnya (sifat Termoplastis)

 Hidrocarbon adalah bahan dasar utama dari aspal yang umumnya disebut bitumen.
Sehingga aspal sering juga disebut bitumen,
 Aspal merupakan salah satu material konstruksi perkerasan lentur . Aspal merupakan
komponen kecil . Umumnya 4 – 10 % dari berat campuran. Tetapi merupakan
komponen yang relatif mahal
 Aspal umumnya berasal dari salah satu hasil destilasi minyak bumi (Aspal Minyak)
dan bahan alami (aspal Alam),
 Aspal minyak (Aspal cemen) bersifat mengikat agregat pada campuran aspal beton
dan memberikan lapisan kedap air. Serta tahan terhadap pengaruh asam, Basa dan
garam,
 Sifat aspal akan berubah akibat panas dan umur, aspal akan menjadi kaku dan rapuh
dan akhirnya daya adhesinya terhadap partikal agregat akan berkurang.

Jenis Aspal Berdasarkan cara mendapatkannya

Aspal Alam :- Aspal Gunung (Rock Asphalt)


ex : Aspal P. Buton
- Aspal Danau (Lake Asphalt)
ex : Aspal Bermudez, Trinidad
Aspal alam ada yang diperoleh di gunung-gunung seperti aspal di pulau buton, dan ada pula
yang diperoleh di pulau Trinidad berupa aspal danau. Aspal alam terbesar di dunia terdapat di
Trinidad, berupa aspal danau. Indonesia memiliki aspal alam yaitu di Pulau Buton, yang
terkenal dengan nama Asbuton (Aspal Pulau Buton). Penggunaan asbuton sebagai salah satu
material perkerasan jalan telah dimulai sejak tahun 1920, walaupun masih bersifat
konvensional. Asbuton merupakan batu yang mengandung aspal. Asbuton merupakan
material yang ditemukan begitu saja di alam, maka kadar bitumen yang dikandungnya sangat
bervariasi dari rendah sampai tinggi.

Produk asbuton dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu :1) Produk asbuton yang masih
mengandung material filler, seperti asbuton kasar,asbuton halus,asbuton mikro, dan butonite
mastik asphalt.2) Produk asbuton yang telah dimurnikan menjadi aspal murni melalui proses
ekstrasi atau proses kimiawi

Aspal Buatan :Aspal Minyak


Merupakan hasil destilasio minyak bumi

Berdasarkan jenis bahan dasarnya

 Asphaltic base crude oil


 Bahan dasar dominan aspaltic
 Parafin base crude oil
 Bahan dasar dominan parafin
 Mixed base crude oil
 Bahan dasar campuran asphaltic dan parafin

Berdasarkan bentuknya

 Aspal keras/panas (Asphalt cemen)

aspal yang digunakan dalam keadaan panas dan cair, pada suhu ruang berbentuk padat
*) Aspal keras pada suhu ruang (250 – 300 C) berbentuk padat
*) Aspal keras dibedakan berdasarkan nilai penetrasi (tingkat kekerasannya)
*) Aspal keras yang biasa digunakan :
- AC Pen 40/50, yaitu aspal keras dgn penetrasi antara 40 – 50
- AC pen 60/70, yaitu aspal keras dgn penetrasi antara 60 – 79
- AC pen 80/100, yaitu aspal keras dengan penetrasi antara 80 – 100
- AC pen 200/300, yaitu aspal keras dengan penetrasi antara 200-300
*) Aspal dengan penetrasi rendah digunakan di daerah bercuaca panas, volume lalu lintas
tinggi.
*) Aspal dengan penetrasi tinggi digunakan untuk daerah bercuaca dingin, lalu lintas rendah.
*) Di Indonesia umumnya digunakan aspal penetrasi 60/70 dan 80/100.

 Aspal dingin / Cair (Cut Back Asphalt)

aspal yang digunakan dalam keadaan dingin dan cair, pada suhu ruang berbentuk cair
*) Aspal cair merupakan campuran aspal keras dengan bahan pencair dari hasil penyulingan
minyak bumi
*) Pada suhu ruang berbentuk cair
*) Berdasarkan bahan pencairnya dan kemudahan penguapan bahan pelarutnya, aspal cair
dibedakan atas :
1. RC (Rapid curing cut back )
Merupakan aspal keras yang dilarutkan dengan bensin (premium), RC
merupakan curback asphal yang paling cepat menguap.
RC cut back asphalt dugunakan sebagai:
- Tack coat (Lapis perekat)
- Prime Coat (Lapis resap pengikat)
2. MC (Medium Curing cut back)
Merupakan aspal keras yang dilarutkan dengan minyak tanah (Kerosine). MC merupakan
cutback aspal yang kecepatan menguapnya sedang.
3. SC (Slow Curing cut back)
Merupakan aspal keras yang dilarutkan dengan solar, SC merupakan cut back asphal yang
paling lama menguap.
SC Cut back asphalt digunakan sebagai:
- Prime coat
- Dust laying (lapis pengikat debu)
Cut back aspal dibedakan berdasarkan nilai viscositas pada suhu 600 (makin kental)
ex :
RC 30 – 60 MC 30 – 60 SC 30 – 60
RC 70 – 140 MC 70 – 140 SC 70 - 140

 Aspal emulsi (emulsion asphalt)

aspal yang disediakan dalam bentuk emulsi dandigunakan dalam kondisi dingin dan cair
*) Aspal emulsi adlah suatu campuran aspal dengan air dan bahan pengemulsi

*) Emulsifer agent merupakan ion bermuatan listrik (Elektrolit), (+) Cation ; (-) Annion
*) Emulsifer agent berfungsi sebagai stabilisator
*) Partikel aspal melayang-layang dalam air karena partikel aspal diberi muatan listrik.
*) Berdasarkan muatan listriknya, aspal emulsi dapat dibedakan atas ;
1. Kationik,
disebut juga aspal emulsi asam, merupakan aspal emulsi yang bermuatan arus listrik posirif
2. Anionik,
disebut juga aspal emulsi alkali, merupakan aspal emulsi yang bermuatan negatif
3. Nonionik,
merupakan aspal emulsi yang tidak mengalami ionisasi, berarti tidak mengantarkan
listrik.
*) Yang umum digunakan sebagai bahan perkerasan jalan adalah aspal emulsi anionik dan
kationik.
*) Berdasarkan kecepatan pengerasannya aspal emulsi dibedakan atas
- Rapid Setting (RS), aspal yang mengandung sedikit bahan pengemulsi sehingga
pengikatan cepat terjadi. Digunakan untuk
Tack Coat
- Medium Setting (MS), Digunakan untuk Seal Coat
- Slow Seeting (SS), jenis aspal emulsi yang paling lambat menguap, Digunakan Sebagai
Prime coat

 Aspal Buton

Aspal buton merupakan aspal alam yang berasal dari pulau buton, Indonesia.
Aspal ini merupakan campuran antara bitumen dengan bahan mineral lainnya dalam bentuk
bantuan.
Karena aspal buton merupakan bahan alam maka kadar bitumennya bervariasi dari rendah
sampai tinggi.
Berdasarkan kadar bitumennya aspal buton dibedakan atas B10, B13, B20, B25, dan B30
(Aspal Buotn B10 adalah aspal buton dengan kadar bitumen rata-rata 10%)