Anda di halaman 1dari 2

SCHOOL REFUSAL “Keadaan tekanan emosi, perasaan “Salah satu studi oleh Last dan

takut dan cemas menghadapi Strauss (dalam Davison, John& Ann,


(Penolakan Unruk Pergi Sekolah) 2006), menemukan bahwa 75% anak-
sekolah.”
anak yang menolak untuk sekolah
disebabkan oleh kecemasan berpisah
dari ibu atau orang yang terdekat
Karakteristik menolak pergi dengannya.“
sekolah :

 Sama sekali meninggalkan


sekolah (absen terus menerus).
Disusun Oleh :
 Masuk sekolah tetapi kemudian
Syarifah Rizka Maulida I4061162008 meninggalkan sekolah sebelum
Tia Aditya Rini I4061162014 jam sekolah usai.
Riska Nazaria I4061162045  Perilaku bermasalah yang berat Jenis Penolakan pergi sekolah :
setiap pagi menjelang pergi ke
 Tipe I, tipe ini puncaknya terjadi pada
sekolah dan cemas. anak sekitar umur 5‐8 tahun. School
KEPANITERAAN KLINIK ILMU  Ketiadaan karakteristik anti- refusal akut terjadi dalam kurun
KESEHATAN JIWA
sosial seperti mencuri, waktu antara 2 minggu sampai satu
RUMKIT TK. II DUSTIRA CIMAHI berbohong dan bersifat merusak. tahun.
 Seringkali anak membujuk  Tipe II, yang terjadi selama 2 tahun
FAKULTAS KEDOKTERAN ajaran atau lebih. Tipe ini puncaknya
orangtuanya agar mengizinkan
terjadi pada anak tingkat SLTP atau
UNIVERSITAS TANJUNGPURA anak untuk membolos atau SLTA dan memperlihatkan kesulitan
2018
tinggal dirumah. yang lebih serius.
Faktor penyebab menolak sekolah : Bagaimana cara menghadapi anak yang
menolak sekolah
 Faktor internal
 Dapat terbuka terhadap orangtua
Ketakutan akan kegagalan secara mengenai kesulitan yang dihadapi.
akademis, Gangguan kecemasan  Orang tua diharapkan lebih tegas
berpisah, Kurangnya pengetahuan dan terhadap anak terutama untuk
pengertian anak, Kurang adanya menanamkan disiplin dalam hal
percaya diri, Fantasi anak yang sering pendidikan, sehingga anak akan
memutar balikan dan membesar- terkondisi dengan hal tersebut.
besarkan realitas.  Orang tua juga seharusnya
 Faktor eksternal membiarkan dan memberikan
kepercayaan terhadap anak agar anak
Dampak Penolakan Sekolah :
Stress yang ada dalam sekolah, seperti bisa mandiri.
guru, teman atau lingkungan sekolah  Prestasi anak menjadi merosot.  Guru diharapkan lebih memperhatikan
yang kurang menyenangkan dan  Kegagalan pada berbagai mata perilaku siswa.
memberikan tekanan. Mendapat ejekan, pelajaran, sehingga dapat mengancam  Guru juga seharusnya dapat lebih
gertakan atau gangguan dari anak lain. keberlangsungan anak untuk memotivasi dan memberikan suasana
bersekolah. yang nyaman di sekolah agar siswa
 Kurang percaya diri dan merasa senang berada di sekolah dan
mengasingkan diri mengakibatkan lebih.
sulit untuk bersosialisasi dengan
lingkungan sekitar,
 Dikeluarkan dari sekolah/dropout.