Anda di halaman 1dari 16

PENGELOLAAN BISNIS INTERNASIONAL

MAKALAH

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Akuntansi Internasional

DOSEN MATA KULIAH


Dr. Heni Nurani SE.,M.Si.,Ak.,CA

Disusun oleh
Mutiara Sari (5211161013)
Syahda Daisi (5211161021)
Yeni Rimayanti (5211161027)
Riri Mardiana (5211161031)
KELAS : A

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI
CIMAHI
2018
Kata Pengantar

Assalamualaikum Wr.Wb.

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat dan
Hidayahnya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini. Semoga makalah
ini dapat digunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca
dalam memahami pengelolaan bisnis internasional.
Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi
makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Mohon maaf apabila dalam makalah ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh
karena itu kami harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang
bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Cimahi, September 2018

Penyusun

i
Daftar isi

Kata Pengantar ........................................................................................................................ii


Daftar isi ...................................................................................................................................ii
BAB I ......................................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN .................................................................................................................... 1
1.1. Latar Belakang ............................................................................................................ 1
1.2. Rumusan Masalah ....................................................................................................... 2
1.3. Tujuan.......................................................................................................................... 2
BAB II ....................................................................................................................................... 3
PEMBAHASAN ....................................................................................................................... 3
1.1 Etika dan Tanggung Jawab Sosial dalam Pengelolaan Bisnis Internasional .............. 3
1.2 Strategi Bisnis Internasional........................................................................................ 5
1.3 Perjanjian Bisnis Internasional .................................................................................... 6
1.4. Manajemen Sumber Daya Manusia di Multinational Corporation (MNC) ................ 8
1.5. Manajemen Pemasaran di Multinational Corporation (MNC) .................................. 10
BAB III.................................................................................................................................... 12
PENUTUP ............................................................................................................................... 12
3.1 Kesimpulan................................................................................................................ 12
3.2 Saran .......................................................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................. 13

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Kegiatan bisnis sekarang ini , telah menimbulkan tantangan baru, yaitu adanya tuntutan
praktik bisnis yang baik, etis, dan menjadi dasar kehidupan bisnis yang dapat diterima oleh banyak
negara di dunia. Dalam kegiatan bisnis internasional, perusahaan akan mampu bertahan apabila
mampu bersaing. Untuk dapat bersaing tentunya harus memiliki daya saing, yang di antaranya
dihasilkan dari produktivitas dan efisiensi. Untuk itu diperlukan etika dalam berusaha atau berbisnis,
karena praktik usaha yang tidak etis dapat menimbulkan kegagalan pasar, mengurangi produktivitas
dan meningkatkan ketidakefisienan.

Ekonomi antar bangsa yang bergerak menuju kesaling tergantungan ekonomi. Suatu ekonomi
global jangan dianggap hanya sekedar perdagangan yang semakin besar diantara negara-negara di
dunia, karena yang tengah terjadi adalah suatu ekonomi dunia yang bergerak ke arah ekonomi
tunggal, satu ekonomi dan satu pasar. Dengan demikian kini tidak ada lagi yang namanya ekonomi
nasional murni. Bagian dunia yang lain terlalu besar untuk diabaikan, baik sebagai pasar maupun
sebagai pesaing.

Perubahan ini disebabkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin
cepat meluas sejalan dengan perubahan dalam sikap dan pikiran manusia yang semakin maju.
Sebagain akibat dari proses perubahan tersebut, bangsa bangsa harus bekerjasama baik dalam tataran
global maupun regional.

Dalam melakukan kerja sama bisnis atau transaksi bisnis antar negara, para pelaku bisnis
memerlukan kontrak bisnis internasional, baik itu dalam skema antara pemerintah dengan pemerintah
(G to G), antara pemerintah dengan swasta (G to B), maupun antara swasta dengan swasta (B to B).
Kesepakatan mengenai ketentuan-ketentuan dalam kerja sama bisnis atau transaksi bisnis
internasional antara pelaku bisnis yang berasal dari dua negara atau lebih biasanya dituangkan
kedalam suatu kontrak bisnis internasional. Kontrak bisnis internasional merupakan dasar hubungan
hukum dan pedoman bersama bagi pelaku bisnis yang berbeda negara dalam melaksanakan kerja
sama bisnis atau transaksi bisnis internasional.

Kerja sama bisnis atau transaksi bisnis internasional menimbulkan hubungan hukum yang
kompleks karena melibatkan pelaku bisnis yang memiliki latar belakang negara yang sistem
hukumnya saling berbeda. Untuk mengatasi kompleksitas hubungan hukum bisnis internasional ini,
maka substansi kontrak bisnis internasional harus dibuat secara baik, benar, dan akurat agar tidak
menimbulkan masalah hukum atau sengketa hukum di kemudian hari

1
2

Selain itu untuk mengelola bisinis internasional yang kuat,dimulai dengan memiliki
sumberdaya manusia yanag baik dan mampu untuk terus berkembang. Perkembangan suatu
perusahaan menjadi multinasional sangat memerlukan sumberdaya yang berkualitas karena
hal ini akan berpengaruh pada citra perusahaan itu sendiri. Manajemen dalam perusahaan
akan terus berupaya untuk melatih dan mendapatkan sumberdaya manusia yang berkualitas
dan kompetitif. Perusahaan yang semakin besar akan membutuhkan sumber daya manusia
yang semakin kompleks untuk memenuhi kebutuhan perusahaan di negara yang berbeda-
beda.Oleh karena itu perusahaan akan mulai menerapkan manajemen sumber daya manusia
global/internasional (MSDMI) untuk memperoleh sumber daya manusia yang berkualitas dan
dapat memberikan pelayanan terbaik.

1.2. Rumusan Masalah

1. Apa saja etika dan tanggung jawab sosial dalam pengelolaan bisnis internasional?
2. Bagaimana strategi bisnis internasional?
3. Apa yang dimaksud dengan perjanjian bisnis internasional?
4. Bagaimana cara mengelola sumber daya manusia di perusahaan multinasional?
5. Bagaimana cara manajemen pemasaran di perusahaan multinasional?

1.3. Tujuan

1. Mengetahui etika dan tanggung jawab sosial dalam pengelolaan bisnis


internasional
2. Mengetahui strategi bisnis internasional
3. Mengetahui perjanjian bisnis internasional
4. Mengetahui cara mengelola sumber daya manusia di perusahaan multinasional
5. Mengetahui cara manajemen pemasaran di perusahaan multinasional
BAB II

PEMBAHASAN

1.1 Etika dan Tanggung Jawab Sosial dalam Pengelolaan Bisnis Internasional

1.1.1 Definisi Etika dan Tanggung Jawab Sosial


Secara etimologis, kata “etika” berasal dari kata Yunani “ethos” (jamak : ta etha),
yang berarti “adat istiadat” atau “kebiasaan”. Etika secara lebih luas dipahami sebagai
pedoman bagaimana manusia harus hidup, dan bertindak sebagai orang yang baik. Etika
memberi petunjuk, orientasi, arah bagaimana harus hidup secara baik sebagai manusia.

Etika bisnis dapat didefinisikan sebagai suatu standar atau prinsip moral yang
diterapkan di dalam lembaga atau organisasi bisnis dan perilaku yang dapat diterima (benar)
atau tidak dapat diterima (salah) dari orang-orang yang bergerak di dunia bisnis. Sedangkan,
etika bisnis internasional terkait dengan standar moral yang diterapkan di dalam kegiatan
bisnis internasional. Sebagai suatu ilmu, etika bisnis merupakan ilmu yang mempelajari
secara khusus standar moral tersebut dan melakukan analisis dan evaluasi dari keputusan-
keputusan bisnis didasarkan pada konsep dan penilaian moral.

Tanggung jawab sosial adalah kumpulan kewajiban organisasi untuk pelindung dan
memajukan masyarakat di mana organisasi bekerja. Kompleksitas bagi manajer bisnis
internasional jelas itu keseimbangan yang ideal antara tanggung jawab sosal secara global
terhadap kondisi lokal yang mungkin statis perbedaan pendekatan dengan negara-negara yang
berbeda dimana perusahaan tersebut melakukan bisnis.

1.1.2 Prinsip Etika Bisnis


Pada umumnya perusahaan-perusahaan bisnis internasional, terutama yang besar,
sudah memiliki pedoman etika bisnis di dalam perusahaannya. Etika ini berupa prinsip-
prinsip umum diantaranya:
Prinsip 1. Tanggung Jawab Bisnis Dari “Shareholders” ke “Stakeholders”
Prinsip 2. Dampak Ekonomis dan Sosial dari Bisnis: Menuju Inovasi, Keadilan dan
Komunitas Dunia
Prinsip 3. Perilaku Bisnis : Dari Hukum Tersurat ke Semangat Saling Percaya

3
4

Prinsip 4. Sikap Menghormati Aturan


Prinsip 5. Dukungan Bagi Perdagangan Multilateral
Prinsip 6. Sikap Hormat Bagi Lingkungan Alam
Prinsip 7. Menghindari Operasi-Operasi Yang Tidak Etis

1.1.3 Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility)


Salah satu konsep terkait dengan etika bisnis adalah Corporate Social Responsibility
(CSR) atau tanggung jawab sosial perusahaan. CSR merupakan suatu konsep mengenai
tanggung jawab perusahaan untuk turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat di
lingkungan perusahaan, termasuk turut menjaga dan meningkatkan kondisi lingkungan hidup.
Pertimbangan dasar konsep CSR adalah kenyataan bahwa suatu perusahaan banyak
memperoleh manfaat dari masyarakat, khususnya masyarakat di sekitar perusahaan, termasuk
masyarakat sebagai konsumen yang menyebabkan perusahaan memperoleh laba. Oleh
karena itu, merupakan kewajiban perusahaan untuk turut membantu mensejahterakan
masyarakat.

Perusahaan juga harus memperhatikan kondisi lingkungan masyarakat, seperti jangan


sampai proses produksi menghasilkan limbah sebagai hasil sampingan yang merugikan atau
menurunkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Tujuan itu diantaranya dapat dicapai
dengan cara turut menyediakan fasilitas dan memajukan pendidikan masyarakat,
menyediakan fasilitas dan memajukan kesehatan masyarakat, meningkatkan pelayanan
terhadap masyarakat, memberikan informasi yang berguna bagi masyarakat, membina
lingkungan dan konservasi sumber daya alam, serta melakukan praktek bisnis yang beretika.

Jadi secara umum, penerapan tanggung jawab sosial suatu perusahaan ditujukan
kepada :

 Stakeholders (pemangku kepentingan) perusahaan, khususnya pemilik modal,


karyawan, dan konsumen;
 Lingkungan hidup di sekitar kegiatan operasi perusahaan; dan
 Kesejahteraan sosial umum.

Permasalahan dalam penerapan CSR bagi suatu perusahaan yang bergerak dalam
bisnis internasional muncul dari luar perusahaan dan dari dalam perusahaan itu sendiri. Dari
5

luar perusahaan, permasalahan yang muncul terutama diakibatkan oleh perbedaan kondisi di
antara negara-negara dimana perusahaan melakukan kegiatannya. Kondisi ini meliputi antara
lain bagaimana peraturan terkait CSR dan lingkungan yang ada di negara tersebut, peran
pemerintah dan kondisi kesejahteraan masyarakat setempat. Hal ini seringkali menimbulkan
pendekatan yang berbeda antara satu negara dengan negara lain dalam penerapan SCR.

Dari dalam perusahaan, permasalahan muncul terutama diakibatkan dari sikap


pandang atau pendekatan perusahaan terhadap CSR. Secara umum, terdapat tiga sikap
pandang perusahaan, yaitu sikap pandang menghalangi, bertahan, dan proaktif. Perusahaan
yang mengambil sikap pandang menghalangi, biasanya melakukan sesedikit mungkin upaya
untuk mengatasi masalah sosial atau lingkungan. Perusahaan yang mengambil sikap pandang
bertahan akan melakukan segala sesuatu tidak lebih dari yang dipersyaratkan secara hukum.
Sedangkan perusahaan yang mengambil sikap pandang proaktif secara sungguh-sungguh
mendukung CSR dan secara proaktif membantu lingkungan dan masyarakat di sekitar
perusahaan

1.2 Strategi Bisnis Internasional

Dalam menerapkan strategi tingkat bisnis internasional, kegiatan operasional suatu


negara asal seringkali menjadi sumber keunggulan kompetitif yang paling penting. Sumber
daya dan kapabilitas yang dibangun di negara asal secara berkala memungkinkan perusahaan
menerapkan strategis tersebut di dalam pasar-pasar yang berlokasi di negara lain.

1.2.1 Pembagian Strategi Bisnis Internasional


 Strategi Kepemimpinan Biaya Internasional
1. Strategi biaya rendah internasional: tujuan utamanya adalah mendapatkan skala
ekonomi. Strategi ini dilakukan dengan melakukan penambahan kegiatan operasi
berbiaya rendah yang dikerjakan oleh pihak di luar perusahaan, tetapi kegiatan operasi
yang bernilai tambah tinggi tetap dipertahankan di negara asalnya. Oleh karena itu,
biasanya produk-produk diekspor dari negara asal.
2. Strategi Diferensiasi Internasional: Di terapkan oleh perusahaan-perusahaan yang
berbasis di sebuah negara yang memiliki kemampuan khusus dan sudah maju.
6

3. Strategi Fokus internasional: Memusatkan perhatiannya pada celah-celah pasar


internasional ketika menerapkan strategi fokus internasional
4. Strategi Kepemimpinan Biaya/Diferensiasi Integratif Internasional: Strategi ini
popular karena sistem manufaktur yang fleksibel, memperbaiki sistem informasi
dalam dan lintas perusahaan, dan sistem kendali kualitas total. Luasnya ragam pasar
dan pesaing, menjalankan strategi integrative semakin menjadi hal yang penting
dalam banyak pasar global.
 Strategi Tingkat-Perusahaan Internasional
1. Strategi Multidomestik adalah sebuah strategi yang keputusan-keputusan strategis
dan operasinya didesentralisasikan ke unit-unit bisnis strategis di setiap negara untuk
menyesuaikan produk-produk ke pasar lokal.
2. Strategi Global mengasumsikan produk-produk yang lebih distandarisasi dan kontrol
oleh kantor pusat. Akibatnya, strategi kompetitif disentaralisasi dan dikontrol oleh
kantor pusat. Unit-unit bisnis strategis yang beroperasi di setiap negara diasumsikan
saling tergantung (interdependent), dan kantor pusat berusaha untuk menyatukan
bisnis-bisnis yang tersebar di negara-negara tersebut.
3. Strategi Transnasional berusaha mencapai efisiensi global sekaligus daya tanggap
lokal. Mewujudkan kedua tujuan ini tidak mudah. Tujuan yang satu menuntut
ditutupnya koordinasi global, sementara yang lain memerlukan fleksibilitas lokal.
Oleh karenanya diperlukan “koordinasi fleksibel” yang diyakini dan disepakati
bersama.

1.3 Perjanjian Bisnis Internasional

1.3.1 Pengertian Kontrak Bisnis Internasional/Perjanjian Bisnis Internasional


Kontrak Bisnis merupakan suatu perjanjian dalam bentuk tertulis dimana substansi
yang disetujui oleh para pihak yang terikat didalamnya bermuatan bisnis. Adapun bisnis
adalah tindakan-tindakan yang mempunyai nilai komersial. Dengan demkiankontrak bisnis
adalah perjanjian tertulis antara dua lebih pihak yang mempunyai nilai komersial.

Kontrak Bisnis dilihat dari unsurnya dapat dibagi menjadi dua kategori. Pertama
adalah Kontrak Bisnis Domestik dan kedua adalah Kontrak Bisnis Internasional. Adapun
yang membedakan antara Kontrak Bisnis Domestik dengan Internasional adalah ada tidaknya
unsur internasional. Unsur internasional dapat berupa para pihaknya, substansi yang diatur
7

dan lain-lain. Sebagai contoh apabiladalam suatu kontrak bisnis para pihak yang mengikatkan
diri adalah warga negara atau badan hukum asing maka hal ini sudah dapat dikategorikan
sebagai Kontrak Bisnis Internasional. Contoh Kontrak Bisnis Internasional adalah Perjanjian
Pendirian Usaha Patungan (Joint Venture Agreement), perjanjian Pinjam Meminjam (Loan
Agreement) antara badan hukum Indonesia dengan bank asing, Perjanjian Penjaminan Emisi
(Underwriting Agreement) antara Emiten Indonesia dengan Penjamin Emis Efekberbadan
hokum asing dan lain-lain.

1.3.2 Karakteristik Kontrak Bisnis Internasional


Ciri khas atau karakteristik yang paling penting dari suatu kontrak adalah adanya
kesepakatan bersama (mutual consent) para pihak.Seperti diketahui bersama bahwa hukum
kontrak adalah hukum perdata (privat). Hukum ini memusatkan perhatian pada kewajiban
untuk melaksanakan kewajiban sendiri (self imposed obligation). Disebut sebagai bagian dari
hukum perdata karena pelanggaran terhadap kewajiban-kewajiban yang ditentukan dalam
kontrak, murni menjadi urusan pihak-pihak yang berkontrak.

Kontrak merupakan wujud dari kebebasan (freedom of contract) dan kehendak bebas
untuk memilih (freedom of choice). Sejak abad ke-19 prinsip-prinsip itu mengalami
perkembangan dan berbagai pergeseran penting. Pergeseran demikian disebabkan oleh:

 Tumbuhnya bentuk-bentuk kontrak standar.


 Berkurangnya makna kebebasan memilih dan kehendak para pihak, sebagai akibat
meluasnya campur tangan pemerintah dalam kehidupan rakyat.
 Masuknya konsumen sebagai pihak dalam berkontrak.

1.3.3 Prinsip-prinsip penting dalam hukum kontrak internasional


1. Prinsip kebebasan berkontrak
Pasal ini menegaskan adalah kebebasan para pihak untuk membuat kontrak, termasuk
kebebasan untuk menentukan apa yang mereka sepakati.
2. Prinsip pengakuan hukum terhadap kebiasaan dagang
Pengakuan pada praktek kebiasaan ini didasarkan pada pertimbangan bahwa kebiasaan
dagang bukan saja secara fakta mengikat tetapi juga karena ia berkembang dari waktu ke
waktu.
8

3. Prinsip i’tikad baik


Tujuan utama prinsip iniadalah tercapainya suatu keadaan yang adil dalam transaksi-
transaksi dagang internasional.
4. Prinsip force majeure.

Prinsip ini penting mengingat peristiwa yang terjadi dikemudian hari yang berada diluar
kendali para pihak dapat setiap saat terjadi. Prinsip ini sebenarnya lebih banyak
menggunakan prinsip yang dikenal dalam konsep hukum kontinental.

1.4. Manajemen Sumber Daya Manusia di Multinational Corporation (MNC)

Sumber daya manusia (SDM) merupakan aset penting penting dalam sebuah
organisasi atau perusahaan yang dapat membantu organisasi untuk mencapai tujuan
organisasinya. Maka perlu dilakukan manajemen sumber daya manusia (Human Resource
Management/HRM) yang tepat dan efektif oleh organisasi agar dapat membuat kinerja aset
mereka menjadi maksimal.

Menurut Dessler (2004:4) Sumber Daya Manusia (SDM) adalah suatu kebijakan dan
praktik menentukan aspek manusia atau sumber daya manusia dalam posisi manajemen
termasuk merekrut, melatih, memberikan penghargaan dan penilaian”.Sedangkan
menurutHasibuan (2006:10) Manajemen Sumber Daya Manusia adalah ilmu dan seni yang
mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya
tujuan perusahaan, karyawan,dan masyarakat.”

Dari beberapa pendapat ahli diatas, maka dapat disumpulkan bahwa Sumber Daya
Manusia (SDM)itu sendiri adalah suatu cara yang dibuat untuk mengatur sumber daya
(tenaga kerja) yang ada di dalam perusahaan. Sistem tersebut diciptakan untuk
memaksimalkan setiap individu secara efektif, sehingga tujuan bersama dapat tercapai.

Sumber Daya Manusia (SDM) Internasional adalah proses mengelola orang melintasi
batas internasional oleh perusahaan-perusahaan multinasional. Ini melibatkan manajemen di
seluruh dunia dari orang, bukan hanya manajemen ekspatriat. Perusahaan yang berfungsi
secara global terdiri perusahaan internasional dan multinasional.
9

Morgan menggambarkan manajemen sumber daya manusia di perusahaan


multinasional dalam 3 dimensi yang meliputi :
1. Aktivitas-aktivitas SDM yang luas meliputi pengadaan tenaga kerja, alokasi dan
2. Kategori negara atau bangsa yang terlibat dalam aktivitas-aktivitas MSDM Internasional:
a. Negara tuan rumah (host-country) dimana sebuah cabang dapat ditempatkan.
b. Negara asal (home-country) dimana perusahaan itu memiliki kantor pusat.
c. Negara-negara lain yang mungkin menjadi sumber tenaga kerja modal dan input lainnya.
3. Tiga kategori karyawan dalam perusahaan multinasional :
a. Karyawan Negara tuan rumah (host-country nationals/HCNs)
b. Karyawan Negara asal (parent-country nationals/PCNs)
c. Karyawan Negara ketiga (third-country nationals/TCNs)

Masalah-masalah SDM Bagi Perusahaan Multinasional


Banyak masalah yang dihadapi oleh perusahaan multinasional atau perusahaan global
dikaitkan dengan tanggung jawab departemen SDM. Berikut ini merupakan masalah-
masalah dalam sumber daya manusia pada perusahaan mulinasional yaitu:
1. Hambatan-hambatan kebudayaan yang ditimbulkan oleh perbedaan-perbedaan
kebudayaan antara negara-negara.
2. Ketidakmampuan untuk menggabungkan gaya manajemen dan korporasi dalam
usaha merger dan akuisisi serta penolakan yang ditemukan ketika berusaha
melaksanakan gaya atau budaya perusahaan induk di cabang luar negeri
3. Masalah-masalah Organisasional

Jadi, dapat disimpulkan bahwa untuk mengembangkan pandangan internasional yang


seutuhnya, manajer SDM Internasional haruslah :
1. Secara eksplisit mengenal bagaimana cara negara asal mengelola sumber daya
manusianya, yang merupakan fungsi nilai-nilai dan asumsi-asumsi budaya;
2. Memahami bahwa suatu cara bukanlah yang lebih baik atau lebih buruk daripada cara
lainnya di seluruh dunia;
3. Mengambil tindakan untuk membuat perbedaan-perbedaan kebudayaan dapat
dibicarakan dan karenanya dapat digunakan;
4. Mengembangkan suatu keyakinan bahwa cara yang lebih kreatif dan efektif dalam
mengelola berasal dari pembelajaran lintas budaya.
10

1.5. Manajemen Pemasaran di Multinational Corporation (MNC)

Pemasaran Internasional merupakan penerapan konsep, prinsip, aktifitas, dan proses


manajemen pemasaran dalam rangka penyaluran ide, barang atau jasa perusahaan kepada
konsumen di berbagai negara.

1.5.1 Alasan Sebuah Perusahaan Harus Menjalankan Manajemen Pemasaran


Internasional

a) Melayani permintaan konsumen dengan memperluas daerah pemasaran/penjualan


keluar
b) Memperoleh akses bahan baku dan factor produksi lain dengan cost yang lebih
rendah.
c) Mendapatkan akses pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan daya saing
perusahaan
d) Kesempatan untuk tumbuh dan berkembang lebih cepat jika pemasaran dilakukan
keluar negeri.
e) Kurangnya ketergantungan pada ekonomi dalam negeri.

Perusahaan yang menjalankan manajemen pemasaran internasional:


 Perusahaan importir
 Perusahaan eksportir
 Perusahaan multinasional

1.5.2 Tahap dan Langkah dalam Menjalankan Strategi Pemasaran di


Multinational Corporation
a. Tahap Menjadi Pemasaran Internasional
Untuk menjadi perusahaan internasional (becoming international), tidaklah terjadi begitu
saja. Melainkan beberapa tahap yaitu :

 No Foreign Marketing
 Infrequent Foreign Marketing
 Regular Foreign Marketing
 Global Marketing Operations
11

b. Langkah Strategis Memasuki Pasar Internasional


Untuk mengembangkan strategi memasuki pasar internasional (go international), perlu
dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :
 Analisis Lingkungan Internasional
 Penetapan Tujuan dan Kebijakan
 Sasaran Pasar Internasional
 Program Pemasaran
 Organisasi Pemasaran
 Evaluasi dan Pengendalian

1.5.3 Pasar Internasional dan strategi memasuki pasar Internasional


Secara umum segmentasi pasar internasional adalah berdasarkan aspek geografis
(nasional,regional maupun global).
 Kelompok pasar Eropa (EC, EFTA, COMECON)
 Kelompok pasar Timur Tengah (OAPEC, Arab Common Market)
 Kelompok pasar Asia (Jepang, China, ASEAN, AFTA)
 Kelompok pasar Amerika Utara (US, Kanada, NAFTA)
 Kelompok pasar Amerika Latin (ANCOM, CACM, CARICOM, LAIA)
 Kelompok pasar Afrika (ECOWAS, CEAO, CEUA, AMEU, EACU)

Strategi Memasuki Pasar Internasional


Pilihan strategi yang dapat dipilih untuk memasuki pasar internasional adalah :
 Ekspor (pasif maupun aktif)
 Licencing
 Joint Venture (concorcia, management, manufacturing)
 Direct Investment
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dalam bisinis iternasioan banyak hal yang harus di perhatikan termasuk pengelolaan bisinis,karena
cakupan bisinis yang semakin luas maka pengelolaan nyapun menjadi lebih luas lagi dan di butuhkan
strategi-strategi tertentu untuk mengelola bisinis tersebut agar bisnis dapat bersaing di pasar
internasional. Selain itu dengan meluasnya cakupan pasar maka ada beberapa aturan,etika dan cara
berbisnis yang harus di jalankan dan dihormati oleh pihak pihak yang terkait. Dalam bisnis
internasional pun Sumberdaya manusia sangatlah penting sehingga manajeman SDM sangatlah
berpengaruh dalam pengelolaan bisnis internasional.

3.2 Saran

Pengeloaan bisnis internasional akan memungkinkan terus berkembang kami berharap pembahasan
mengenai pengelolaan bisnis internasional tidak berhenti sampai disini namun terus dikembangkan
sesuai dengan perkembangan yang terjadi pada bisnis internasional.

12
DAFTAR PUSTAKA

https://firmansegaf.blogspot.com/2017/04/kontrak-bisnis-internasional.html?m=1

http://miamulyasari27.blogspot.com/2018/01/mengelola-sumber-daya-manusia-pada.html

http://ratihkumyprincess.blogspot.com/2015/10/strategi-pemasaran-perusahaan-
nasional.html?m=1

http://jamalhalidun.blogspot.com/2015/10/etika-dalam-bisnis-internasional.html?m=1

http://www.academia.edu/8847352/Etika_dan_Tanggung_Jawab_Sosial_dalam_Bisnis_Internasiona
l

http://bisnisinternas.blogspot.com/2017/06/strategi-bisnis-internasional.html?m=1

13