Anda di halaman 1dari 76

SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF

A. Sistem Informasi
Sebelum menginjak pada Sistem Informasi Eksekutif dan definisi SIM,
pada sub bab ini akan dijelaskan terlebih dahulu pengertian sistem dan informasi.
Sistem adalah suatu keseluruhan yang terdiri dari sejumlah variabel yang
berinteraksi. Suatu sistem pada dasarnya adalah suatu susunan yang teratur dari
kegiatan yang berhubungan satu sama lain dan prosedur-prosedur yang berkaitan
yang melaksanakan dan memudahkan pelaksanaan kegiaan utama dari suatu
organisasi (Prof. Komarudin). Sistem memiliki karakteristik antara lain :
mencakup sejumlah sus sistem ; saling berkaitan sehingga menggambarkan
sebuah jaringan kerja; membentuk satuan kerja; mencapai tujuan bersama; bekerja
secara interdependensial (merupakan bagian integral dari sistem lain yang lebih
besar).
Informasi adalah data yang sudah diolah yang memberikan arti dan
manfaat, data ini diperrgunakan untuk bahan keoputusan manajemen sebagai alat
keterangan yang pasti untuk membuat kesimpulan.

1. Beberapa pengertian Sistem Informasi menurut para ahli :


a. Menurut Kadir (2003:54) sistem adalah sekumpulan elemen yang saling
terkait atau terpadu yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan.
b. Ackof dalan Effendy (1989:51) mengatakan bahwa sistem adalah setiap
kesatuan, secara konseptual atau fisik, yang terdiri dari bagian-bagian dalam
keadaan saling tergantung satu sama lain.
c. Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995:950) disebutkan bahwa sistem
mempunyai dua pengertian; (a) Seperangkat unsur yang secara teratur saling
berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas; dan (b) Susunan yang teratur
dari pandangan, teori, asas, dan sebagainya.

1
Dari ketiga definisi di atas, terlihat bahwa masing-masing menekankan
bahwa sistem memakai pendekatan paa elemen atau komponen. Artinya, bahwa
sistem haruslah terdiri atas berbagai komponen/elemen yang saling
berhubungan.sehingga membentuk satu kesatuan yang utuh. Sistem Informasi
adalah aplikasi komputer untk mendukung operasi dari suatu organisasi : operasi,
instalasi, dan perawatan komputer, perangkat lunak, dan data. Sistem Informasi
Manajemen adalah kunci dari bidang yang menekankan financial dan personal
manajemen. ‘Sistem Informasi’ dapat berupa gabungan dari beberapa elemen
teknologi berbasis Komputer yang saling berinteraksi dan bekerja sama
berdasarkan suatu prosedur kerja (aturan kerja) yang telah ditetapkan, dimana
memproses dan mengolah data menjadi suatu bentuk informasi yang dapat
digunakan dalam mendukung keputusan.
a. Alter dalam Effendi (2989:11), sistem informasi adalah kombinasi antara
prosedur kerja, informasi, orang, dan teknolog infomasi yang
diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah ognisasi.
b. Wilkinson, sistem informasi adalah kerangka kerja yang
mengkoordinasikan sumber daya (manusia, komputer) untuk meengubah
masukan (input) menjadi keeluaran (informasi), guna mencapai sasaran-
sasaran.
Ilmu Informasi adalah ilmu yang mempelajari data dan informasi,
mencakup bagaimana menginterpertasi, menganalisa, menyimpan, dan mengambil
kembali. Ilmu Informasi dimulai sebagai dasar dari analisa komunikasi dan basis
data. Sistem Informasi adalah aplikasi komputer untuk mendukung operasi dari
suatu organisasi : operasi, instalasii, dan perawatan komputer, perangkat lunak,
dan data.

2. Tipologi Sistem Informasi


Tipologi Sistem Informasi Berdasar Tingkat Manajemen secara
klasik dalam suatu organisasi dikenal ada tiga tingkatan manajemen yaitu
Tingkatan Strategi, Taktik, dan Operasional (Shro 1974). Tingkat Strategis
berkaitan dengan kebijakan jangka panjang serta penempatan organisasi pada

2
lingkungan. Tingkat Manajemen Taktis bertugas untuk menerjemahkan kebijakan
strategis menjadi bagian-bagian yang harus dikerjakan serta mengatur koordinasi
internal organisasi. Sedangkan Tingkat Manajemen Operasional bertugas untuk
menjalankan roda organisasi sesuai dengan rencana jangka panjang dan pedoman
yang telah disusun oleh manajemen tingkat taktis.
Berdasarkan pembagian tingkatan manajemen secara klasik itu, sistem
informasi dapat dibagi menjadi 6 kategori (Szymanski,1955).
a. Sistem Informasi Operasional
b. Sistem Informasi Manajemen
c. Sistem Informasi Pendukung Keputusan
d. Sistem Informasi Eksekutif
e. Sistem Informasi Pakar
f. Sistem Informasi Perkantoran

B. Sistem Informasi Manajemen


Sistem Informasi Manajemen adalah kunci dari bidang yang menekankan
financial dan personal manajemen. ‘Sistem Informasi’ dapat berupa gabungan dari
beberapa elemen teknologi berbasis komputer yang saling berinteraksi dan
bekerja sama berrdasarkan suatu prosedur kerja (aturan kerja) yang telah
ditetapkan, dimana memproses dan mengolah data menjadi suatu beentuk
informasi yang dapat digunakan dalam mendukung keputusan.

1. Beberapa pengertian SIM :


a. Menurut Azhar Susanto (2003:73)
SIM adalah kumpulan dari subsistem-subsistem yang saling
berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk
mencapai suatu tujuan, yaitu mengolah data menjadi suatu informasi yang
diperlukan oleh manajemen dalam proses pengambilan keputuasan saat
melaksanakan fungsinya.

3
b. Menurut The Encyclopedia of Management
Management Information System (MIS) are planned and orginazed
approach to supplying executives with the intelligence aids that facilitate the
managerial process.
c. Menurut McLeod dan Schell
SIM didefinisikan sebagai suatu sistem berbasis komputer yang
menyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan yang
serupa.
d. Raymond McLeod Jr (1996:54)
SIM adalah sebagai sesuatu sistem berbasis komputer yang
meyediakan informasi bagi beberapa pemakai dengan kebutuhan serupa.
Output informasi digunakan oleh manajer maupun non manajer dalam
perusahaan untuk membuat keputusan dalam memecahkan masalah.
e. Komaruddin dalam Effendy (1989:111)
SIM adalah pendekatan yang terorganisir dan terencana untuk
memberikan eksekutif bantuan informasi yang tepat, yang memberikan
kemudahan bagi proses manajemen.
SIM berfungsi sebagai penyedia informasi bagi pemakai
(manajemen) dalam perusahaan untuk digunakan oleh manajer maupun non-
manajer saat mereka membuat keputusan untuk memecahkan masalah,
dikarenakan SIM juga dapa membantu mengidentifikasikan masalah dan
memahaminya.

4
2. Adapun karakteristiik SIM sebagai berikut :
a. Meneyluruh
b. Terkoordinasi
c. Terdiri dari bagian-bagian atau sub sistem
d. Terintegrasi secara rasional
e. Mampu menyajikan informasi dalam berbagai bentuk dan cara
f. Dapat meningkatkan produktivitas
g. Selaras dengan gaya dan karakteristik manajemen

3. Sejarah Sistem Informasi Manajemen


Jauh sebelum adanya teknologi komputer, Sistem Informasi Manajemen
(SIM) telah digunakan oleh para pimpinan organisasi atau perusahan, termasuk
manajer dalam upaya pengambilan keputusan. Namun demikian, proses
pengambilan keputusan yang dilakukan saat itu masih sangat sederhana. Segala
sesuatunya masih berjalan secara manual, masih lamban, karena senua data masih
tersimpan dalam lembaran – lembaran arsip yang beranekaragam. Manakala sang
pimpinan membutuhkan berbagai informasi yang berhubungan dengan sesuatu
yang harus diputuskan atau diambil kebijakan, maka tidak ada cara lain kecuali
membongkar kembali semua arsip yang dibutuhkan. Kalaupun arsip itu
ditemukan,manakala tulisannya sudah pudar, kertasnya sudah kusam atau bahkan
mungkin arsip tersebut sudah rusak dimakan rayap atau kutu buku. Pendek kata,
proses pencarian arsip dan dokumen yang dibutuhkan sebagai dasar dari
pengambilan keputusan bagi sang pimpinan sangatlah lamban dan membutuhkan
waktu yang lama.
Demikian gambaran proses sistem informasi manajemen kala itu, dimana
teknologi komputer belum ditemukan. Semuanya serba lamban, tidak efisien dan
juga tidak efektif. Dengan hadirnya teknologi komputer seperti sekarang ini, telah
mengubah segalanya. Data dan dokumen yang tadinya disimpan secara manual,
sekarang semuanya tersimpan secara digital, dengan sekali klik saja, semua
dokumen dan data dapat ditampilkan. Hanaya dalam hitungan detik saja data
dapat disajikan. Dengan kondisi demikian tentu saja SIM hanya tinggal

5
mempersiapkan substansinya saja, sedangkan wadah atau kerangkanya dapat
dipersiapkan melalui teknologi komputer. Namun demikian, hadirnya teknologi
komputer telah merubah persepsi kebanyakan orang. Apabila berbicara tentang
Sistem Informasi Manajemen, maka yang diingat adalah komputer dengan sebuah
sistem yang saling tersambung dengan berbagai jaringan dalam komputer
tersebut. Persepsi seperti ini tentu saja tidaklah semuanya benar, karena teknologi
komputer hanyala wadah atau fasilitas, yang kehadirannya mempermudah proses
dalam Sistem Informasi Manajemen (SIM). Sedangkan prinsip kerja dan basis
dari SIM itu sendiri adalah ilmu manajemen, karena SIM lahir dari manajemen.
Artinya, tanpa adanya manajemen maka SIM itu sendiri sesungguhnya tidak ada.
Adapun komputer , kehadirannya seperti proses reaksi kimia bagi katalisator,
katalisator dapat mempercepat proses reaksi kimiawi, tetapi katalisator bukanlah
zat kimianya.
Salah satu fungsi manajemen adalah perencanaan. Dalam proses
perencanaan, pihak manajemen berusaha memikirkan apa saja yang akan
dikerjakannya. Berupa ukuran atau jumlahnya, siapa yang akan melaksanakan dan
mengendalikannya agar tujuan organisasi/perusahaan dapat tercapai. Dalam
kerangka itu semua, diperlukan informasi, dan informasi yang relevan dengan
proses perencanaan harus disediakan. Alat untuk menyediakan informasi tersebut
dapat berupa sebuah SIM, atau dapat juga usaha khusus seperti pengumpulan data
baik internal maupun eksternal, yang nantinya dapat menghasilkan informasi yang
dibutuhkan. Jadi informasi adalah bahan dasar bagi pimpinan organisasi atau
manajer dalam membuat rencana,merumuskan kegiatan atau mengambil
kebijakan.
Sistem Informasi Manajemen berbasis komputer mengandung arti bahwa
komputer memainkan peranan penting dalam sebuah Sistem Informasi
Manajemen. Secara teori, penerapan sebuah Sistem Informasi Manajemen
memang tidak harus menggunakan komputer dalam kegiatannya. Tetapi pada
prakteknya (pada era sekarang), tidak mungkin Sistem Informasi Manajemen
yang sangat kompleks itu dapat berjalan dengan baik tanpa adanya bantuan
penunjang yaitu komputer. Sistem Informasi Manajemen yang akurat dan efektif,

6
pada kenyataanya selalu berhubungan dengan istilah komputer-based atau
pengolahan informasi yang berbasis pada komputer.
Proses manajemen dimulai dengan perencanaan, kemudian proses
pelaksanaan, proses pengendalian dan pengawasan. Pada setiap proses diperlukan
informasi yang sebagian dihasilkan oleh SIM. Sistem Informasi Manajemen
sangat bermanfaat bagi para manajer dalam proses pengambilan keputusan.
Sistem ini secara terpadu dan efisien melaksanakan pengumpulan data, dan
menyajikan informasi sesuai dengan kebutuhan para pengambil keputusan. Sistem
ini memberikan kemudahan dalam menyediakan data secara tepat waktu sesuai
dengan kebutuhan.

a. Komputer
Komputer berasal dari bahasa latin computare yang mengandung arti
menghitung. Karena luasnya bidang garapan ilmu komputer, para pakar dan
Peneliti sedikit berbeda dalam mendefinisakan terminologi computer.
Menurut Hamacher komputer adalah mesin penghitung elektronik yang cepat dan
dapat menerima informasi input digital, kemudian memprosesnya sesuai dengan
program yang tersimpan di memorinya, dan menghasilkan output berupa
informasi. Blissmer mengatakan bahwa, komputer adalah suatu alat elektronik
yang mampu melakukan beberapa tugas sebagai berikut : menerima input,
memproses input tadi sesuai dengan programnya, menyimpan perintah-perintah
dan hasil dari pengolahan, menyediakan output dalam bentuk informasi.
Sedangkan Fuori berpendapat komputer adalah suatu pemroses data yang dapat
melakukan perhitungan besar secara cepat, termasuk perhitungan aritmetika dan
operasi logika, tanpa campur tangan dari manusia.
Pada dasarnya sebuah komputer adalah alat yang mengolah simbol-simbol
baik yang berupa angka, kode huruf, maupun kombinasinya. Simbol-simbol
dimasukkan oleh manusia ke dalam computer melalui alat input, yang
mengolahnya melalui cara tertentu, yang dapat dibedakan menjadi cara analog dan
digital.

7
Sistem komputer merupakan kombinasi dari komponen-komponen
perangkat keras (hardware), pernagkat lunak (software), komunikasi, sumber daya
(manusia dan informasi)dan prosedur-prosedur pemrosesan. Kelima komponen
tersebut tidak dapat berdiri sendiri dan bekerja sendiri. Karena hardware tidak bias
memproses penggajian misalnya. Tanpa adanya program pernagkat lunak,
demikian pula sebaliknya perngakat lunak atau program computer yang memuat
instruksi-instruksi yang dibutuhkan oleh perangkat keras itulah yang melengkapi
tugas-tugas yang diperlukan.

b. Manusia dan Komputer


Pada awlanya dalam konsep system informasi tradisional, manusia
merupakan komponen utama dalam mengolah data menjadi informasi. Gambar
berikut menunjukkan model dasar sistem tradisional, dimana manusia sebagai
pengolah informasi.
Berdasarkan uraian sbelumnya, bahwa hadirnya teknologi komputer telah
memberika kontribusi yang sangat positif dalam Sisten Informasi Manajemen.
Bagi manajer, kehadiran komputer dalam SIM bukan saja memberikan kontribusi
positif, lebih jauh dari itu, proses pengambilan keputusan menjadi lebih mudah
dan murah.
Sehubungan dengan hal uraian tersebut diatas, maka dapat diambil
beberapa kesimpulan ;
1) Bahwa SIM bukanlah komputer, ia merupakan pengembangan dari ilmu
manajemen dan telah ada jauh sebelum hadirnya komputer;
2) Bahwa SIM merupakan metode bagi para pimpinan perusahaan/manajer
dalam upaya pengambilan upaya pengambilan keputusan yang dapat
dipertanggungjawabkan;
3) Bahwa hadirnya teknologi computer telah membawa perubahan besar bagi
aktifitas Sistem Informasi Manajemen;
4) Bahwa SIM yang berbasis computer dapat menyajikan informasi (sebagai
bahan pengambilan keputusan) yang bermutu, bernilai dan berkualitas,

8
yaitu informasi yang relevan bagi perusahaan /organisasi, yang akurat dan
tentu saja informasiyang tepat waktu atau tidak basi atau kadaluwarsa;
5) Bahwa dengan aktivitas SIM yang berbasis computer, para pimpinan
perusahaan/manajer dapat lebih mudah, murah,efisisen, dan efektif dalam
upaya pengambilan keputusan, termasuk didalamnya dalam melakukan
fungsi-fungsi manajemen, seperti perencanaan (planning),
pengorganisasian (organizing), penggerakkan (actuating), dan pengawasan
(controlling).

4. Fungsi dan Peran SIM


Peran SIM dalam suatu organisasi baik itu bisnis maupun non bisnis sangat
sentral sekali, karena organisasi adalah sebagai suatu sistem yang memiliki
jaringan informasi yang kuat antara bagian yang satu dengan yang lainnya.
Peran SIM memang sangat luas sekali dalam organisasi yaitu sebagai dasar
pengambilan keputusan taktis, stratejik, maupun operasional perusahaan sebuah
system informasi manajemen meliputi semua subsistem didalam dan diluar
organisasi dalam operasionalnya. Data yang diperoleh melalui komunikasi dan
hubungan antar personal akan diolah, dipelajari dan dianalisis untuk dijasikan
informasi yang dibutuhkan seorang manajer untuk dibuat kesimpulan, forecasting
dan menyediakan segala informasi untuk dijadikan suatu keputusan yang
diperlukan oleh perusahaan.

5. Komponen SIM
Sistem informasi terdiri atas komponen input, model, output, database,
teknologi dan control (audit).
a. Komponen INPUT
Perusahaan menyimpan data-data atau informasi yang diperlukan
(input) dalam suatu model yang berisi elemen-elemen skenario dalam
periode tertentu. Sebagian dari elemen-elemen itu berhubungan dengan
perusahaan, misalnya jumlah unit yang dihasilkan, harga bahan baku, dan
sebagainya. Elemen-elemen yang lain berhubungan dengan pengaruh

9
lingkungan perusahaan, seperti; indeks ekonomi, indeks minuman, harga
pesaing, dan pemasaran pesaing.
Input merupakan data yang masuk ke dalam sistem informasi, yang
bersumber dari dokumen dasar (source document).
Source document adalah formulir yang digunakan untuk
menangkap (capture) data.
Manfaat source document :
1) Dapat menunjukkan macam data yang harus dikumpulkan dan
ditangkap.
2) Data dapat dicatat dengan jelas, konsisten dan akurat.
3) Mendukung kelengkapan data, karena data disebutkan satu persatu.
4) Bertindak sebagai pendistribusian data, karena jumlah tembusan dari
dokumen dasar dapat diberikan kepada pihak yang membutuhkan.
5) Berguna sebagai bukti yang syah.
6) Dapat digunakan untuk pelacakan pemeriksaan (audit trail).
7) Dapat digunakan sebagai cadangan atau pelindung (back-up) dari file
data komputer.

Proses Pemasukan Data dari Dokumen Dasar

Dokumen Proses
Data Dasar Pemasukan
Data
Gambar 1. Proses Pemasukan Data

b. Komponen MODEL
Model adalah penyederhanaan (abstraction) dari suatu entitas
(peristiwa, objek atau aktivitas). Informasi yang dihasilkan oleh sistem
informasi berasal dari data yang diambil dari basis data yang diolah
melalui model tertentu. Model yang digunakan dapat berupa model logika
dan model matematika. Model Logika menunjukkan suatu proses

10
perbandingan logika. Model matematika menunjukan perhitungan
matematika.
Jenis-jenis model:
1) Model Fisik adalah penggambaran entitas dalam bentuk tiga dimensi.
Contoh maket dan prototype mobil.
2) Model Naratif adalah penggambaran entitas secara lisan maupun
tulisan.
3) Model Grafik adalah penggambaran entitas dengan sejumlah garis,
simbol atau bentuk
4) Model Matematika adalah penggambaran entitas dengan
menggunakan rumus matematika
c. Komponen OUTPUT
Eksekutif mempelajari data-dat yang berasal dari input tadi untuk
kemudian diolah untuk menghasilkan keputusan yang harus diambil.
Proses ini terus berulang pada setiap periode.
Produk dari sistem informasi adalah output berupa informasi yang
berguna bagi pemakainya.
Output merupakan komponen yang harus ada dalam sistem
informasi. Sistem informasi yang tidak pernah menghasilkan output tetapi
selalu menerima input dikatakan bahwa input yang diterima masuk ke
dalam lubang yang dalam (deep hole).
d. Komponen DATABASE
A database is an organized logical grouping or related files. In a
database, data are integrated and related. (turban McLean Wetherbe,
Information Technology for management, 747)
Database adalah kumpulan data yang saling berhubungan satu
dengan yang lainnya, tersimpan diperangkat keras komputer dan
digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.
Banyak paket perangkat lunak disediakan untuk memanipulasi
Database. Paket perangkat lunak ini disebut DBMS (Database
Management System). Contoh DBMS yang terkenal misalnya dBase, Fox

11
Base, Microsoft Acces dan Oracle. DBMS yang popular untuk mengolah
database adalah RDBMS (Relational Database Management System).
Dilihat dari definisi SIM, database berasal dari data dan informasi
dari lingkungan . Isi database digunakan oleh perangkat lunak yang
menghasilkan laporan periodik dan laporan khusus serta model
matematika yang mensimulasi berbagai aspek operasi perusahaan. Output
perangkat lunak dipergunakan oleh orang-orang dalam perusahaan yang
bertanggungjawab memecahkan masalah perusahaan.

Hal ini dapat digambarkan dengan model SIM pada gambar berikut:
Lingkungan Data Informasi

Pemecahan
Masalah
Organisasi

Perangkat lunak Model


penulisan Imporan Matematika

Database

Lingkungan
Gambar 2. Model SIM

Memiliki ciri informasi yang up to date (terkini) yang biasanya


tidak terdapat dalam laporan periodik. Hal ini dapat menjelaskan sesuatu
yang sedang terjadi atau baru saja terjadi, dan dapat membahas topik yang
merupakan minat tertentu pamakai pada saay ini.

12
e. Komponen TEKNOLOGI
Komponen teknologi mempercepat sistem informasi dalam
pengolahan data. Komponen teknologi dapat dikelompokan ke dalam dua
macam katagori yaitu :
Teknologi Sistem Komputer (Perangkat Keras dan Perangkat
Lunak)
Teknologi Sistem Telekomunikasi.

f. Komponen KONTROL

PENGENDALIAN APLIKASI

Pengendalian Pengendalian Pengendalian


Masukan proses Keluaran

Pengendalian Organisasi Pengendalian Dokumentasi


Pengendalian Perangkat Keras Pengendalian Keamanan Fisik
Pengendalian Keamanan Data Pengendalian Komunikasi

Gambar 3. Komponen Kontrol


Berikut adalah gambaran arus informasi yang didapat dari intern
dan ekstern perusahaan yang kemudian diolah pada masing-masing divisi
untuk kemudian dijadikan bahan pertimbangan untuk top manajer
(eksekutif) serta non-manajer dalam pengambilan keputusan.

13
Arus Sistem Informasi Eksekutif
Perencanaan Data
dan Semakin
Pengendalian Bersifat

Sistem Informasi Eksekutif

Sumber Daya Informasi


Sumber daya Manusia
Sistem Informasi

Sistem Informasi

Sistem Informasi
Sistem Informasi

Sistem Informasi
Manufaktur
Pemasaran

Keuangan

Sistem Informasi Perusahaan

Pencatatan
Data
Transaksi
Terinci

Gambar.4. Arus SIE


Isi Rencana Strategis Sumber Daya Informasi

14
Rencana Strategis
Sumber Daya
Informasi

Tujuan Tujuan
Tujuan Tujuan Tujuan
Otomatisas Sistem
SIA SIM DDS
i Kantor Pakar

Keseluruha Keseluruha Keseluruha Keseluruha Keseluruha


n Sumber n Sumber n Sumber n Sumber n Sumber
Daya Daya Daya Daya Daya
Informasi Informasi Informasi Informasi Informasi

Sumber Sumber Sumber Sumber Sumber


Daya Daya Daya Daya Daya
Manusia Manusia Manusia Manusia Manusia

Perangkat Perangkat Perangkat Perangkat Perangkat


Keras Keras Keras Keras Keras

Perangkat Perangkat Perangkat Perangkat Perangkat


Lunak Lunak Lunak Lunak Lunak

Informasi Informasi Informasi Informasi Informasi


dan Data dan Data dan Data dan Data dan Data

Gambar.5. Strategi Sumber Daya Informasi

15
Informasi mengalir baik secara vertikal (antara manajer) dan juga
horizontal (antara departemen). Informasi pada level manajemen :
1). Top level management akan lebih mementingkan gambaran besar dan
perencanaan jangka panjang, memproyeksikan event-event yang
mungkin terjadi di masa depan.
2). Mid level management akan lebih mementingkan system control dan
perencanaan, serta implementasi tujuan jangka panjang.
3). Level Suvervisor akan lebih berfokus pada kontrol operasional harian,
memonitor yang berlangsung dalam basis harian dan juga mensupervisi
para pekerja.
Hampir semua organisasi modern memiliki database
terkomputerisasi yang mencatat aktivitas rutin harian yang kita kenal
dengan transaksi. Ada beberapa level dari sistem informasi
terkomputerisasi yaitu :
1) Sistem Pemprosesan Transaksi
Mensubsitusikan pemprosesan berbasis komputer dari pencatatan
manual, berhubungan dengan proses rutin yang telah terstruktur termasuk
aplikasi pencatatan. Contohnya :
Terdapat pada sistem informasi akuntansi yang mengontrol
setidaknya 6 aktivitas :
(1) Pemprosesan sales order – pencatatan pesanan dari konsumen
(2) Account Recievables – memperlihatkan uang yang masih
“tertahan” di customer ( uang piutang )
(3) Sistem pembalian dan inventory – ketersediaaan perlengkapan dan
barang jadi dan barang- barang persediaan dan servis yang telah
dibeli
(4) Account Payable – menunjukkan cek, pembayaran gaji, tunjangan,
dll.
(5) Buku besar – menunjukkan semua transaksi di atas.

16
2) Sistem Informassi Manajemen
Menyediakan input yang digunakan dalam proses penentuan
keputusan manajerial, berfungsi untuk mendukung situasi pengambilan
keputusan yang terstruktur dimana kebutuhan informasi dapat diantisipasi.
Sistem informassi manajemen membutuhkan sistem manajemen database
untuk mengintegrasikan database kepada departemen - departemen yang
berbeda.
Sebuah SIM dapat mengeluarkan laporan yang berbeda – beda :
(1) Laporan Periodic – dikeluarkan dengan interval yang regular
(2) Exception report – menunjukkan even – even yang belum
diperhitungkan sebelumnya
(3) Laporan permintaan– dikeluarkan pada saat dibutuhkan ( on -
demand )

3) Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan


Menyediakan informasi kepada manajer yang harus membuat
keputusan dalam situasi – situasi tertentu, mendukung pengambil
keputusan dalam situasi yang tidak terstruktur dengan baik. DSS (decision
support system) terdiri dari pengguna, software, database, dan model
pengambilan keputusan yang memberikan sistem tersebut kemampuan
analitis.
4) Sistem Support Eksekutif
Sistem berbasiskan computer yang kompatibel dengan gaya
kepemimpinan manajemen dan tanggung jawab eksekutif.
5) Expert Support System
Sebuah program komputer yang menggunakan data dan aturan –
aturan tertentu untuk menyerupai keputusan yang mungkin dibuat oleh
pakar. Sistem ini didesain untuk mendukung penggunanya dengan
merekomendasikan keputusan yang spesifik, merekomendasikan aksi, atau
membuat prediksi.

17
6) Work Group Support System
Sistem otomatis yang diarahkan untuk membuat pekerja semakin
produktif dengan mengubah struktur dan aktivitas dari kantor dan juga
work Group lainnya.

Model IRM

Lingkungan Perusahaan

Pengaruh Lingkungan

Eksekutif Perusahaan
CEO Eksekutif Lain

Pengaruh Intern Rencana Strategis

Area Fungsional
Jasa Keuangan Sumber Daya Manufaktur Pemasaran
Informasi Manusia

Rencana Strategis Sumber Daya Informasi

Sumber Daya Sumber Daya


Komputer Pusat Komputer Tersebar

Data dan Informasi


Para Pemakai yang Terlibat dalam Pemakai Lain
end-user computing

Gambar.6 Model IRM

Bahasa Pemograman
Generasi pemograman
1st Mesin 10010001
2nd assembly pack 210 (8,13)
3rd procedural overtime:=0

18
4th problem end name= “JONES”
5th natural IF patient is dizzy
THEN check temperature and blood pressure
Program adalah sebuah daftar dari instruksi untuk diikuti computer sebagai
alat untuk melakukan tugas. Instruksi tersebut dibuat dengan pernyataan –
pernyataan yang dibuat dalam bahasa pemograman (seperti Basic).
Dalam pemograman ada 6 langkah yang dapat kita ikuti :
Langkah 1 : Definisikan Masalahnya
Analisis program terdiri dari klasifikasi empat tugas :
Menentukan obyektif dari program tersebut dengan memfokuskan diri
pada problem – problem spesifik untuk diselesaikan.
Menenrukan output yang diinginkan sebelum memikirkan tentang input
yang dibutuhkan.
Menentukan pada input dan sumber data.
Menentukan kebutuhanpemrosesan atupun langkah – langkahyang
dibutuhkan untuk menggunakan data input untuk menghasilkan data
output.
Langkah 2 : Keputusan Membuat atau Membeli
Keputusan membeli atau membuat adalah pilihan antara membuat program
yang dapat dikostumisasi oleh programmer atu membeli paket software yang telah
ditulis oleh pihak ketiga.
Perangkat lunak yang dibuatsendiri dapat dibuat secara persis yang
disesuaikan dengan kebutuhan – kebutuhan perusahaan.
Paket software yang dibeli dapat menghemat waktu dan uang tetapi
biasanya tidak persis sesuai dengan kebutuhan – kebutuhan perusahaan.
Keputusan dibuat dengan memperbandingkan program dengan biaya dan
waktu yang dibutuhkan untuk membuatnya.

19
Langkah 3 : Desain Program

YES NO
IF
(test condition)

THEN ELSE
(Statement) Gambar 7. Desain Program (Statement)

Bila program tersebut dibuat sendiri, dalam desain program, sebuah solusi
desain menggunakan teknik pemograman terstruktur, terdiri dari :
Desain program top-down, langkah-langkah pemrosesan besar, disebut
juga sevagai modul dalam pemograman, diidentifikasikan.
Pseudocode – ekspresi –ekspresi naratif dari logika pemograman ditulis.
Flowchart – representasi grafik dari langkah – langkah yang dibutuhkan
untuk menyelesaikan sebuah masalah pemograman.
Struktur logika – 3pengaturan digunakan dalam flowchart program untuk
menulis program terstruktur.
Tiga struktur logika :
Sequence – satu pernyataan pemograman diikuti dengan pernyataan
lainnya.
Seleksi (atau IF – THEN –ELSE) ketika keputusan harus dibuat.
Loop – ketika proses diulang selama beberapa kali hingga waktu yang
ditentukan.
Langkah 4 : Mulai Tulis Kode Pemograman
Coding adalah penulisan program. Ada beberapa aspek penting dalam
pemograman :
Kualitas program – program yang baik terstruktur menggunakan struktur
logika.
Pemilihan bahasa – bahasa pemograman harus dipilih sesuai dengan
problem yang dihadapi dan juga system computer yang digunakan.

20
Langkah 5 : Debug Program (tes ulang program)
Debugging adalah pengetasan program untuk memainimalisir kesalah
dalam sintaks bahasa pemograman dan juga kesalahan logika pemograman.
Metode ini terdiri dari :
Desk chacking – secara teliti membaca print out dari sebuah program.
Testing manual – menggunakan data sample untuk mengetes hasil
pemrosesan yang benar.
Percobaan translasi – menjalankan program menggunakan computer
menggunakan program translator.
Mengetes data sample – mengetes program untuk eror dalam logika dalam
sebuah computer menggunakan data sampel.
Langkah 6 : Pendokumentasian Program
Dokumentasi terdiri dari deskripsi tertulis dari sebuah program dan
prosedur yang harus dijalankan bagi pengguna, dan juga operator dan programmer
selama perawatan program – modifikasi ataupun pembaharuan program
Pengguna perlu tahu bagaimana menggunakan program dan memasukkan
data untuk menghasilkan hasil yang diiinginkan.
Operatuor perlu tahu bagaimana cara mengeksekusi program dan
memperbaiki kesalahan.
Programmer perlu tahu agar dapat menjelaskan bagaimana program
tersebut bekerja dan merawat program dimasa depan.

3. Sistem Informasi Eksekutif


Sistem informasi manajemen muncul dengan publikasi yang luas pada
tahun 1960-an. SIM ada yang memandang sebagai sentral, namun pada
prakteknya SIM merupakan perkembangan atau perluasan dari sistem pelaporan
untuk manajer tingkat bawah. Dalam tahun 1970-an system penunjang keputusan
(DSS) telah memberikan bantuan untuk tugas pembuatan keputusan spesifik. DSS
bisa digunakan oleh personel diorganisasi secara keseluruhan, tapi biasanya hanya
digunakan oleh personel di organisasi secara keseluruhan, tapi biasanya hanya
digunakan oleh staff dan manajer menengah dan bawah. Karena beberapa alasan

21
dukungan yang diberikan DSS kepada eksekutif hanyalah sedikit, maka dalam
pengembangannya muncullah Sistem Informasi Eksekutif (EIS) atau Sistem
Penunjang Eksekutif (ESS).

a. Sistem Informasi Eksekutif didefinisikan sebagai:


Sistem terkomputerisasi yang memberi eksekutif akses yang mudah ke
informasi internal dan eksternal yang relevan dengan faktor keberhasilan
kebutuhannya. Mengirimkan, menganalisis, dan menyajikan informasi pada
station kerja para pengambil keputusan yang memberikan gambaran jelas
kepadanya mengenai standar penting serta kejadian-kejadian, sebelum terlambat
menanganinya. Data khususnya gambaran pasar, informasi keuangan, dan statistik
industri, dikumpulkan dari sistem pemrosesan bisnis on-line milik perusahaan dan
organisasi pihak ketiga.
Suatu bagian yang menyediakan informasi bagi eksekutif mengenai kinerja
keseluruhan perusahaan. Dalam membangun EIS para eksekutif menggunakan
beberapa konsep dasar yang bertujuan memungkinkan para eksekutif dapat
memantau seberapa baiknya kinerja perusahaan dalam mencapai tujuannya.

b. Sejarah Sistem Informasi Eksekutif


Sistem Informasi Eksekutif (EIS) adalah satu jenis dari manajemen
informasi sistem dimaksud untuk memudahkan dan mendukung keterangan dan
pembuatan keputusan kebutuhan dari eksekutif senior dengan menyediakan
kemudahan akses terhadap keduanya internal dan eksternal keterangan relevan
untuk bertemu gol strategi dari organisasi. Ini biasanya dipertimbangkan sebagai
satu bentuk dikhususkan dari satu sistem mendukung keputusan (DSS).
Penekanan dari EIS berada di atas peraga grafis dan mudah untuk
pergunakan interface pemakaian. Mereka menawarkan laporan kuat dan dril
bawah kemampuan. Pada umumnya, EIS adalah perusahaan lebar DSS untuk
menolong eksekutif tertinggi teliti, bandingkan, dan soroti kecenderungannya
pada penting variable sehingga bahwa mereka dapat memonitor kinerja dan

22
mengidentifikasi kesempatan dan masalah. EIS dan penggudangan data teknologi
sedang memusat pada pasar.
Pada tahun terbaru, masa EIS yang telah kehilangan ketenaran disokong
dari intelegen bisnis (dengan area sub dari laporan, analitik, dan papan peralatan
digital).
Secara umum, Sistem Informasi Eksekutif dikembangkan seperti
mainframe program berbasis komputer. Tujuannya adalah untuk melindungi
sekumpulan data dan untuk menyediakan kinerja penjualan atau statistik riset
pemasaran untuk membuat keputusan, seperti halnya petugas keuangan, direktur
pemasaran, dan petugas eksekutif pemimpin. Obyektif adalah untuk
mengembangkan aplikasi komputer itu akan menyoroti keterangan untuk
memuaskan kebutuhan eksekutif senior. Secara khas, sebuah EIS menyediakan
data hanya perlu untuk mendukung keputusan level eksekutif dari pada data bagi
seluruh perusahaan.
Hari ini, aplikasi dari EIS tidak hanya pada hirarki perusahaan, tetapi juga
di komputer pribadi pada satu daerah jaringan lokal. EIS sekarang seberangi
platform perangkat keras komputer dan mengintegrasikan keterangan menyimpan
pada mainframe, mesin komputer pribadi, dan minicomputers. Sebagai beberapa
perusahaan jasa klien mengadopsi sistem informasi perusahaan yang terakhir,
karyawan dapat mempergunakan komputer pribadi mereka untuk memperoleh
akses ke data perusahaan dan memutuskan data yang adalah revelan untuk
pembuatan keputusan mereka. Perbuatan pengaturan ini semua, pengguna mampu
untuk menyesuaikan akses mereka ke perusahaan sesuai data dan menyediakan
keterangan relevan terhadap keduanya bagian atas dan tingkat yang lebih rendah
di perusahaan.
c. Karakteristik dan sifat Sistem Informasi Eksekutif (EIS)
1) Sesuaikan dengan pemakai eksekutif perorangan. Mengekstraksi,
menyaring, meringkas, dan menangkap data yang penting.
2) Memberikan akses status online, analisa trend, pelaporan kekecualian
dan drill down (yaitu memungkinkan pemakai untuk mengakses

23
kerincian atau data yang mendukung yang berada di bawah yang
teringkas).
3) Mengakses dan memadukan jangkauan data internal dan eksternal yang
bersifat luas.
4) Bersifat user-friendly dan menggunakannya hanya dibutuhkan
ketrampilan yang sedikit tanpa pelatihan.
5) Digunakan secara langsung oleh eksekutif tanpa intermediary
(perantara).
6) Menampilkan informasi grafik, tabuler dan/atau tekstual.

Selain kemampuan yang ada pada EIS, dalam ESS mempunyai


kemampuan tambahan diantaranya:
Memberikan dukungan kepada komunikasi ellektronik (mis:Email.
Computer conferencing, dan word processing)
Mempunyai kemampuan analisa data
Mempunyai alat pengorganisasian

EIS timbul akibat adanya kegagalan dalam memberikan dukungan


komputer terhadap eksekutif. Hal tersebut disebabkan antara lain :
Para eksekutif yang tidak mengikuti perkembangan komputer, sehingga
kesulitan dalam menggunakan komputer.
Senior eksekutif yang mempunyai waktu yang padat, sehingga tidak mau
menggunakan sistem yang memerlukan pelatihan terlebih dahulu.
Kesulitan dalam memahami sifat yang menginginkan sistem yang
digunakan harus lebih responsive dari pada manusia atau personel staffnya.

Dari beberapa hal tersebut di atas, maka Sistem Informasi Eksekutif


sebaiknya:
Dapat memenuhi kebutuhan informasi bagi eksekutif senior
Harus dibuat/dikembangkan oleh personil yang mempunyai keterampilan
bisnis maupun teknis.

24
Harus mudah digunakan, sehingga bisa dianggap bersifat intuitif (mudah
dimengerti)

Pengembangan Sistem Informasi Eksekutif dapat terjadi akibat:


Tekanan eksternal, yang berasal dari lingkungan diluar perusahaan dan
bisa meliputi gejolak lingkungan, persaingan yang meningkat serta
Tekanan internal meliputi adanya kebutuhan akan informasi barn, lebih baik
dan lebih tepat waktu, adanya keharusan untuk mengelola organisasi yang
semakin kompleks dan sulit untuk dijalankan serta adanya kebutuhan akan
sistem pelaporan yang lebih efisien.
Suatu bagian yang menyediakan infonnasi bagi eksekuif mengenai kinerja
keseluruhan perusahaan.
Dalam membangun EIS para eksekutif menggunakan beberapa
konsep dasar yang bertujuan memungkinkan para eksekutif dapat
memantau seberapa baiknya kineria perusahaan dalam mencapai tujuannya.

Konsep dasar tersebut terbagi atas 3 hal, yaitu


Faktor penentu keberhasilan (critical success factor)
Adalah hal-hal (faktor) yang menentukan keberhasilan atau kegagalan
segala jenis kegiatan organisasi. Faktor-faktor ini dalam setiap
perusahaaan berDecia-beds tergantung dan- kegiatan yang cittakukan.
Management By Exception (MBE)
Perbandingan antara kineria yang direncanakan dengan kinerja aktual. Sehingga
informasi dapat langsung didapat dan digunakan untuk menyelesaikan setiap
permasalahan.
Model Mental
Peran utama EIS adalah membuat sari dari data dan informasi yang volumenya
besar untuk meningkatkan kegunaannya. Pengambilan sari ini disebut Penempatan
informasi. Dimana menghasilkan sesuatu gambaran atau model mental dari
operasi perusahaan.
Model tersebut memungkinkan seseorang membuat penilaian dan

25
perkiraaan untuk memahami, memutuskan tindakan yang perlu diambil dan untuk
mengembalikan pelaksanaannya.
Konfigurasi EIS berbasis komputer pads dasarnya meliputi satu computer
personal. Dalam perusahaan PC dihubungkan dengan main frame. Komputer
personel berfungsi sebagai eksekutif workstation. Konfigurasi perangkat kerasnya
mencakup penyimpanan sekunder (hardisk) yang menyimpan database eksekutif.
Database eksekutif data dan informasi yang telah diproses sebelumnya telah
diproses oleh komputer sentral. Eksekutif hanya tinggal melakukan menu pilihan
untuk melakukan proses. Sistem jugs memungkinkan pemakai menggunakan
kotak pos elektronik untuk mengakses data dan infonnasi dan lingkungan.

d. Keputusan Penerapan EIS


Untuk memutuskan apakah akan diterapkan EIS berbasis komputer atau
tidak perusahaaan perlu membuat tiga keputusan
1) Perlukah mengembangkan FIS ?
Jika tidak, eksekutif akan mengandalkan sistem vang ada.
Jika ya, maka ekskutif akan menyusun rencana dan tujuan dalam
pengembangan dari system yang ada (ini tergantung pada masing-masing
perusahaan sesuai dengan kebutuhan informasi)
2) Apakah tersedia perangkat lunak produktivitas perorangan
siap pakai ?
Jika ada, gunakan perangkat lunak tersebut
Jika tidak ada, maka, eksekutif akan melihat seberapa
pentingnya dan apakah menambah efisiensi jika di lakukan penambahan
perangkat lunak.
3) Perlukah kits membeli perangkat lunak EIS siap pakai ?
Jika ya, maka perangkat lunak dibeli
Jika tidak, staf spesialisasi informasi perusahaan menciptakan
perangkat lunak EIS sendiri .

26
e. Kaitan yang jelas dengan tujuan bisnis
Sebagian besar EIS yang dirancang digunakan untuk
memecahkan masalah yang spesifik berkaitan dengan bisnis :
1) Manajemen atas penolakan organisasi
Jika eksekutif menolak menggunakan EIS, perlu dilakukan
upaya untuk mendapatkan mengidentifikasikan satu masalah yang
dihadapi eksekutif tersebut untuk penerapannya.
2) Manajemen atas penyebaran dan evomm sistem
Jika manajer tingkat atas mulai menerima infonnasi dari Sistem
Informasi Eksekutif, maka manajer tingkat bawah menginginkan
informasi yang sama, karena mereka ingin mengantisipasi masalah
dan memecahkannya sebelum manajer tingkat atas mengangap masalah
tersebut tidak terkendali
Eksekutif merupakan manajer tingkat atas yang berpengaruh kuat
pada kegiatan dan arch organisasi. Eksekutif lebih peduli dengan cara
membuat jaringannya bekerja mencapai agenda itu daripada dengan
keputusan spesifik. Eksekutif menggunakan instuisi maupun analisis
rasional dalam memecahkan masalah, menerapkan instuisi pada tiap
langkah dengan urutan yang sama.
Ketika teknologi meinformasi mulai melanda Indonesia di awal tahun
90-an, Sistem Informasi Eksekutif (EIS = Executive Information System)
merupakan salah satu feature yang banyak ditawarkan para pembuat
perangkat lunak kepada, perusahaan. Modul yang diperuntukkan bagi para
anggota Direksi dan Manajer Senior ini menawarkan kemudahan-
kemudahan tertentu bagi para pelaku utama bisnis ini untuk melakukan
kontrol secara langsung terhadap perusahaan yang dipimpinnya.
Berikut adalah penjelasan ringkas mengenai apa dan bagaimana
Sistem Manajemen Eksekutif itu, keuntungannya bagi manajemen
perusahaan, dan permasalahan-permasalahan yang ada di sekitamya

27
Pengukur Kinerja
Dalam teori-teori dasar manajemen strategic, konsep yang
ditawarkan dalam menilai kinerja sebuah perusahaan adalah dengan cara
menetapkan ukuran-ukuran kinerja (KPM = key performance measures), baik
yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif. Suatu perusahaan X dikatakan
memiliki kinerja yang baik dalam arti kata sesuai dengan visi dan misi yang
dicanangkan – apabila KPM yang dimiliki memenuhi target (atau di atas target)
yang telah ditetapkan di awal perencanaan bisnis. Sebagai contoh – sebuah
perusahaan distribusi dan penjualan dikatakan berhasil jika memiliki kondisi
(memenuhi KPM) sebagai berikut:
Rata-rata nilai penjualan yang berhasil didapatkan per-salesman selama
satu tahun minimal 100 juta rupiah;
Rata-rata Service Level penjual terhadap permintaan pelanggan untuk
berbagai jenis produk yang ditawarkan minimal 93%; dan
Para pelanggan merasa puas terhadap pelayanan yang diberikan
Seperti terlihat dalam contoh di atas, dua KPM pertama bersifat kuantitatif
sementara KPM lainnya bersifat kualitatif. Sebagai pelaku bisnis yang paling
tinggi tingkatannyadalam suatu perusahaan, seorang eksekituf – seperti Presiden
Direktur dan para anggota Direksi – cukup melihat ketiga kondisi perusahaan
yang bersangkutan di layar monitor setiap harinya, untuk memastikan bahwa
everything is under control. Fungsi pertama dari EIS adalah untuk menampilkan
informasi sehubungan dengan hal tersebut di atas dalam format grafis yang
sederhana, namun menarik dan informatif.
Fasilitas “Drilling Down”
Walaupun dalam aktifitas sehari-hari seorang eksekutif hanya berurusan
dengan segala sesuatu yang bersifat high level, bukan berarti bahwa yang
bersangkutan tidak memerlukan informasi lebih mendetail atau terinci mengenai
suatu hal. Fasilitas dalam EIS yang disediakan untuk memudahkan para eksekutif
untuk melakukan analisa informasi ke dalam tingkat yang lebih mendetail inilah
yang disebut dengan drilling down capability. Katakanlah bahwa realisasi KPM
untuk Service Level di perusahaan X di bawah standar. Seorang eksekutif ingin

28
melihat perincian lebih menjauh, propinsi mana saja yang menyebabkan rata-rata
Service Level menjadi di bawah standar. Bahkan sangat mungkin seorang
eksekutif ingin terus melakukan drilling down ke tingkat yang lebih rendah lagi
seperti Kabupaten, Kecamatan, sampai mungkin ke tingkat outlet penjualan.
Analisis “What-If”
Fasilitas standar terakhir yang ditawarkan oleh EIS adalah kemampuan
untuk mensimulasikan suatu skenario bisnis yang biasa dinamakan what-if
analysis. Di dalam analisa inii, seorang eksekutif dapat melakukan perubahan-
perubahan terhadap variabel-variabel yang berhubungan dengan suatu sistem
kalkulasi atau perhitungan tertentu untuk melihat dampak bisnis yang terjadi jika
suatu keputusan diambil.

f. Implementasi EIS
Bagi para eksekutif yang tertarik untuk membeli paket EIS ataupun
membuatnya sendiri (melalui Divisi Teknologi Informasi internal perusahaan),
ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menjamin efektivitas sistem yang
diharapkan.
1) Hal yang pertama berhubungan dengan hakekat atau nature dari EIS
itu sendiri. Dalam hirarki sistem informasi, EIS merupakan suatu alat
(tool) yang dapat menghasilkan suatu sistem pelaporan informasi yang
tertinggi dalam perusahaan. Yang dilakukan oleh perangkat EIS adalah
melakukan penarikan data (data warehouse) dan mensarikannya (data
summarizing) dari suatu sumber data tertentu atau database yang ada di
bawahnya. Dengan kata lain, perusahaan yang ingin membeli atau
membuat perangkat EIS sudah harus memiliki suatu gudang data (data
warehouse) terlebih dahulu. Pastikan bahwa sistem EIS yang akan
dikembangkan dapat dengan mudah mengakses sistem basis data (database
system) yang ada. Jika tidak, terpaksa harus dikembangkan suatu sistem
antarmuka (interface) tertentu untuk menjembatani kedua hal tersebut.
Bagi perusahaan yang belum memiliki sistem basis data tertentu dan ingin

29
mengimplementasikan EIS, dianjurkan untuk membeli sistem basis data
yang sudah termasuk sistem EIS di dalam paketnya.
2) Hal kedua adalah sehubungan dengan features yang harus tersedia
dalam suatu paket EIS. Adalah suatu kenyataan bahwa setiap eksekutif
meiliki caranya masing-masing yang unik dalam mengambil suatu
keputusan, sehingga bentuk penyajian informasi pada EIS harus
disesuaikan dengan karakteristik eksekutif tersebut. Ada di antara mereka
yang menyukai bentuk grafik (batang, garis, lingkaran, dsb.) dan ada yang
lebih memilih bentuk angka-angka sederhana. Paknet EIS yang dibeli atau
dikembangkan harus dapat mengakomodasikan kepentingan tersebut di
atas.
3) Hal ketiga masih berkaitan dengan features EIS yaitu kemampuan
untuk melakukan customization (pembuatan bentuk sajian informasi dalam
bentuk gambar dan angka-angka yang informatif) secara cepat. Seorang
Direktur terkadang dihadapkan pada suatu hal-hal yang bersifat prioritas
pada masa-masa tertentu.
Bentuk laporan EIS yang diinginkan di akhir bulan mungkin tidak sama
dengan yang dibutuhkan per hari atau pada suatu saat tertentu. Di sinilah
diperlukan fasilitas-fasilitas pada modul EIS yang mempermudah pembuatan
laporan-laporan bagi eksekutif secara cepat dan variatif. Tidak jarang seorang
eksekutif di hadapkan pada suatu keadaan dimana yang bersangkutan harus
mengontrol beberapa hal pada saat yang bersamaan. EIS yang baik harus tetap
mempertahankan kesederhanaan dalam pembuatan laporan walaupun data yang
dipergunakan atau masalah yang dihadapi terasa kompleks. Fasilitas customizable
ini juga dibutuhkan berkaitan dengan keperluan eksektif yang dapat berubah-ubah
dengan cepat dari waktu ke waktu, terutama di dalam kondisi bisnis yang serba
dinamik saat ini.

30
g. Buruknya Kinerja EIS
Tercatat 3 (tiga) hal dominant yang menyebabkan kurang berhasilnya atau
menurunnya kinerja (efektivitas) EIS setelah diimplementasikan pada suatu
perusahaan.
1) Hal pertama adalah disebabkan karena kesalahan pengertian
mengenai cara kerja EIS itu sendiri yang dianggap sebagai suatu sistem
yang terpisah dari modul-modul teknologi informasi lain dalam
perusahaan. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, modul EIS hanya
melakukan peringkasan data dari sistem basis data yang telah ada. Jika
data pada database utama tidak reliable atau memiliki struktur yang buruk,
maka informasi yang dihasilkan oleh sistem EIS pun tidak memiliki
kualitas yang baik (prinsip garbage in-gabage out).
2) Hal kedua disebabkan karenatidak adanya prosedur yang baik untuk
menjaga agar data yang ada selalu up to date. Seringkali para eksekutif
mengeluh bahwa laporan EIS yang diterima sudah usang, atau tidak lagi
sesuai dengan kebutuhan saat itu. Jika modul EIS yang dimiliki terintegrasi
dengan sistem basis data, maka yang perlu dipelihara adalah mekanisme
keteraturan dalam melakukan update data dari hari ke hari, sedangkan jika
sistem EIS yang dimiliki tidak terintegrasi dengan sistem basis datanya,
maka mekanisme yang harus dijaga adalah keteraturan melakukan
interfacing antara sistem basis data dengan modul EIS yang ada, baik
secara manual maupun dibantu dengan program komputer.
3) Hal ketiga adalah karena modul EIS yang sudah terlampau sederhana
(tidak benyak memiliki fasilitas-fasilitas yang dapat memberikan advance
features) sehingga sulit mengakomodasikan keperluan masing-masing
eksekutifyang terkadang berbeda satu sama lain (unik) dan berubah-ubah
dalam tempo yang sangat cepat.
Adalah suatu kenyataan bahwa paket-paket EIS yang ada di pasaran
ditawarkan dengan harga yang cukup mahal dan adalah suatu kenyataan pula
bahwa bagi para eksekutif terkadang informasi yang dihasilkan EIS masih dirasa
memiliki benefit yang intangible, sulit untuk diatur keuntungannya secara rupiah.

31
Konsep value for mney harus benar-benar dipertimbangkan sebelum memutuskan
untuk mengembangkan konsep EIS di perusahaan.

h. Model Sistem Informasi Eksekutif (EIS)


Lingkungan
Ket :
Konfigurasi EIS berbasis komputer pada dasarnya meliputi satu komputer
personal. Dalam perusahaan PC dihubungkan dengan mainframe. Komputer
personel berfungsi sebagai eksekutif workstation. Konfigurasi perangkat kerasnya
mencakup penyimpanan sekunder (hardisk) yang menyimpan database eksekutif.
Database eksekutif data dan informasi yang telah diproses sebelumnya telah
diproses oleh komputer sentral. Eksekutif hanya tinggal melakukan menu pilihan
untuk melakukan proses. Sistem juga memungkinkan pemakai menggunakan
kotak pos elektronik untuk mengakses data dan informasi dari lingkungan.

i. Faktor-Faktor Penentu Keberhasilan Penerapan EIS


1) Sponsor Eksekutif
Yang mengerti dan berkomitmen Eksekutif tngkat puncak (CEO)
harus berfungsi sebagai sponsor eksekutif EIS agar mampu menorong
penerapan EIS diperusahaan
2) Sponsor Operasi
Jika sponsor eksekutif terlalu sibuk, maka sebagian tugas dilimpahkan
kepada eksekutif puncak lain sebagai sponsor operasi yang bekerja sama
dengan spesialis informasi unuk memastikan pelaksanaan pekerjaaan
3) Staf jasa informasi yang sesuai
Harus tersedia spesialis informasi yang tidak hanya mengerti
teknologi informasi, tetapi tahu juga cara eksekutif menggunakan system
tersebut.
4) Teknologi Informasi yang sesuai
Penggunakan teknologi informasi harus benar-benar sesuai dengan
keinginan eksekutif, tidak lebih atau kurang.

32
5) Manajemen data
Tidak hanya untuk menghasilkan informasi, eksekutif juga
menginginkan sejauh mana kemutakhiran dari data dan informasi yang
dihasilkan.
6) Kaitan yang jelas dengan tujuan bisnis
Sebagian besar EIS yang dirancang digunakan untuk memecahkan
masalah yang spesifik berkaitan dengan bisnis
7) Manajemen atas penolakan organisasi
Jika eksekutif menolak menggunakan EIS, perlu dilakukan upaya
untuk mendapatkan mengidentifikasikan satu masalah yang dihadapi
eksekutif tersebut untuk penerapannya.
8) Manajemen atas penyebaran dan evolusi system
Jika manajer tingkat atas mulai menerima informasi dari EIS, maka
manajer tingkat bawah menginginkan informasi yang sama, karena mereka
ingin mengantisipasi masalah dan memecahkannya sebelum manajer
tingkat atas mengangap masalah tersebut tidak terkendali.

KESIMPULAN
Eksekutif merupakan manajer tingkat atas yang berpengaruh kuat pada
kegiatan dan arah organisasi. Eksekutif lebih peduli dengan cara membuat
jaringanya bekerja mencapai agenda itu daripada dengan keputusan spesifik.
Eksekutif menggunakan instuisi maupun analis rasional dalam memecahkan
masalah, menerapkan instuisi pada tiap langkah dengan urutan yang sama.
Gambaran Umum :
Sistem Informasi Eksekutif (EIS) merupakan software dashboard bagi para
eksekutif dan pengambil keputusan di perguruan tinggi dalam menjalankan roda
organisasi. Modul ini menyediakan beragam informasi eksekutif yang dapat
dimanfaatkan oleh eksekutif dalam memonitor perkembangan dan kualitas
pengajaran, perkembangan prestasi mahasiswa, kondisi keuangan organisasi
hingga status perkembangan berbagai kegiatan penelitian yang dilakukan
perguruan tinggi.

33
j. Komponen dari Sebuah EIS dapat tergolong seperti :
1) Perangkat Keras (Hardware)
Ketika membicarakan tentang perangkat keras untuk satu lingkungan
EIS,kita harus memfokuskan pada perangkat keras yang dibutuhkan
pertemuan eksekutif. Eksekutif harus diletakan yang pertama dan
kebutuhan eksekutif harud didefinisikan sebelum perangkat keras dapat
terpilih. Perangkat keras komputer dasar diperlukan untuk suatu EIS
meliputi 4 komponen :
(1) Input data-masukkan alat. Alat ini mengijinkan eksekutif untuk
memasuki verifikasi dan perbaharui data dengan seketika.
(2) Unit pusat proses (CPU), yaitu daging buah karena ini mengontrol
komponen mesin komputer yang lain.
(3) File menyimpan data. Eksekutif dapat mempergunakan ini
terpisah untuk menyimpan keterangan bisnis berguna dan bagian
ini juga membantu eksekutif mencari keterangan informasi bisnis
historis dengan mudah.
(4) Output device, sediakan yang satu rekaman visual atau permanen
untuk eksekutif menyimpan atau membaca dengan kedatangan
dari daerah jaringan lokal (LAN), beberapa produk EIS untuk
terhubung jaringan stasiun kerja jadi siap. Sitem ini memerlukan
dukungan dan hardware komputer tidak begitu mahal. Mereka
juga meningkatkan akses dari keterangan EIS untuk banyak
pengguna yang lain dengan suatu perusahaan.
2) Perangkat lunak (Software)
Memilih sesuai perangkat lunak penting untuk mendesain satu EIS
yang efektif. Oleh sebab itu, komponen perangkat lunak dan bagaimana
mereka mengintegrasikan data kedalam suatu sistem sangatlah penting.
Perangkat lunak dasar diperlukan untuk suatu EIS meliputi empat
komponen :
1) Teks mendasari perangkat lunak. Bentuk paling umum dari teks
mendokumentasikan,

34
2) Database. Database heterogen bercokol pada satu jangkauan
spesifik vendor dan platform komputer buka akses eksekutif
pertolongan keduanya internal dan eksternal data,
3) Dasar grafis. Grafis dapat mengarahkan volume dari teks dan
statistik ke dalam keterangan visual untuk eksekutif. Jenis grafis
yang paling khas adalah : bagan gugs berkala, sebar diagram,
peta, grafis gerak, bagan urutan dan perbandingan mengorientasi
graf (yaitu bagian balok),
4) Dasar model. EIS memodelkan mengandung data statistik rutin
dan khusus, keuangan dan menganalisa kuantitatif lain.
Barangkali masalah lain untuk eksekutif adalah “choosing” dari
satu jangkauan dari sangat tinggi paket software teknis. Kemudahan dari
penggunaan, kemampuan reaksi ke eksekutif permintaan dan harga adalah
semua bahan pertimbangan layak. Selanjutnya, ini harus dipertimbangkan
apakah paket dapat barlari pada perangkat keras yang sudah ada.
3) Pengguna Interface
EIS membutuhkan efisiensi untuk mendapatkan kembali data relevan
untuk membuat keputusan, sehingga interface pemakai adalah sangatlah
penting. Beberapa jenis pertemuan dapat tersedia di struktur EIS, seperti
laporan terjadwal, soal atau jawab, pandu menu, bahasa perintah, bahasa
alami dan input atau output. Kalau eksekutif tidak nyaman dengan
keterangan bertanya atau menjawab corak mode, EIS sepenuhnya
dimanfaatkan. Alat penghubung ideal untuk satu EIS akan sederhana untuk
mempergunakan dan sangat tinggi lentur, menyediakan kinerja konsisten,
mencerminkan eksekutif dunia, dan mengandung keterangan pertolongan.
4) Telekomunikasi
Sebagai desentralisasi sedang menjadi kecendrungan saat ini di
perusahaan, telekomunikasi akan bermain satu peran sangat penting di
dalam terhubung jaringan sistem informasi. Mengirimkan data dari satu
tempat ke tempat lain. Sebagai tambahan, telekomunikasi di dalam suatu
EIS dapat mempercepat kebutuhan akan akses ke distribusi data.

35
5) Aplikasi
EIS diperbolehkan eksekutif untuk menemukan suatu data sesuai
dengan kriteria didefinisikan pengguna dan meningkatkan keterangan
mendasari pengertian yang mendalam dan pemahaman. Tidak sama
dengan satu presentasi management information sistem tradisional, EIS
dapat mencirikan di antara penting dan jarang data terpakai, dan jejaki
aktivitas berbeda kritis kunci untuk eksekutif, keduanya yang sangat
menolong di dalam mengevaluasi kalau perusahaan sedang menjumpai
objektif perusahaannya. Setelah menyadari keuntungannya, orang-orang
telah menerapkan EIS pada beberapa area, terutama di pabrikasi,
pemasaran dan biaya area.
6) Pabrikasi
Pada dasarnya, memproduksi menjadi perubahan bentuk bahan baku k
dalam barang jadi yang akan dijual atau proses intermediate menyertakan
produksi atau penyelesaian semi-manufactures. Ini adalah satu Branch
besar dari industri dan dengan penghasilan sekunder. Membuat kontrol
operasional fokuskan pada operasi sehari-hari dan ide pusat dari proses ini
adalah efektivitas dan efesiensi. Untuk menghasilkan manajerial yang
penuh arti dan keterangan operasional untuk mengkontrol operasi
pabrikasi, eksekutif harus membuat perubahan pada keputusan berjalan.
EIS menyediakan evaluasi dari vendor dan pembeli, evaluasi dari membeli
materi dan bagian, dan analisa dengan area pembelian kritis. Oleh sebab
itu, eksekutif dapat mengatur dan menelaah operasi pembelian secara
efektif dengan EIS. Sebagai tambahan, karena perencanaan produksi dan
kontrol menyesuaikan dengan berat pada datanya pabrik berlandaskan dan
komunikasinya dengan sepenuh membuat pekerjaan pusat, EIS juga
menyediakan satu pendekatan untuk meningkatkan perencanaan produksi
dan kontrol.
7) Pemasaran
Pada satu organisasi, eksekutif pemasaran perannya adalah untuk
menciptakan masa depan. Bea utama mereka sedang mengatur sumber

36
daya pemasaran tersedia untuk menciptakan satu lebih perdagangan
berjangka efektif. Untuk ini, mereka memerlukan pertimbangan sekitar
resiko dan ketidakpastian dari satu proyek dan dampaknya pada
perusahaan pada jangka pendek dan jangka panjang. Untuk membantu
eksekutif pemasaran di keputusan pemasaran efektif pembuatan, satu EIS
dapat teraplikasi. EIS menyediakan satu pendekatan ke peramalan
penjualan yang dapat mengijinkan eksekutif pasar untuk membandingkan
penjualan ramalan dengan penjualan masa lalu. EIS juga menawarkan satu
pendekatan ke harga produk, yaitu ditemukan di analisa proyek. Eksekutif
pasar dapat mengevaluasi harga sebagai terkait ke kompetensi seiring
dengan dengan hubungan dari mutu produk dengan harga tertagih. Secara
ringkas, paket software EIS memperbolehkan eksekutif pemasaran untuk
memanipulasi data dengan mencari kecendrungan, melaksanakan audit
dari data penjualan dan penjumlahan penghitung, rata-rata, perubahan,
perbedaan atau rasio. Semua fungsi analisa penjualan ini eksekutif
pemasaran pertolongan untuk membuat keputusan terakhir.
8) Keuangan
Satu analisa keuangan adalah salah satu paling penting tahap ke
perusahaan hari ini. Eksekutif (Eddie Bingkaian) perlu mempergunakan
rasio keuangan dan anlisa arus kas untuk menaksir kecenderungan dan
mengambil keuntungan keputusan investasi. Satu EIS adalah satu
tanggung jawab mengorientasi pendekatan yang perencanaan terintegrasi
atau penganggaran dengan kontrol dari laporan kinerja, dan ini dapat
sangat menolong ke eksekutif pendanaan. Pada dasarnya, EIS fokuskan
pada tanggung jawab dengan kinerja keuangan dan ini mengenali
kepentingan dari standar biaya dan penganggaran lentur pada
perkembangan mutu dari keterangan menyediakan bagi seluruh level
eksekutif. EIS perbolehkan eksekutif untuk memfokuskan lebih pada basis
jangka panjang dari tahun arus dan berada di luar, yang berarti yang
eksekutif bukan saja dapat mengatur satu aliran cukup untuk memelihara
operasi arus kecuali juga dapat membayangkan bagaimana caranya

37
memperluas operasi yang direnungkan berlalu tahun datang. Juga,
kombinasi dari EIS dan EDI lingkungan dapat menolong manajer kas
untuk menelaah struktur keuangannya perusahaan sangat itu cara terbaik
dari pembiayaan untuk satu proyek ibukota diterima dapat disimpulkan.
Sebagai tambahan, EIS adalah satu alat baik untuk menolong eksekutif ke
rasio keuangan ulasan, soroti kecenderungan keuangan dan meneliti
sekawan kinerja dan kompetitornya.

k. Keuntungan dan Kerugian penggunaan komponen EIS


1) Keuntungan
(1) Mudah bagi eksekutif taraf bagian atas untuk pergunakan,
pengalaman komputer luas bukan diperlukan di operasi
(2) Sediakan pengiriman tepat waktu dari keterangan rangkuman
perusahaan
(3) Keterangan yang disediakan makin baik mengerti
(4) Saring data untuk manajemen
(5) Tingkatkan untuk menjejaki keterangan
(6) Tawarkan efisiensi untuk pembuatan keputusan
2) Kerugian
(1) Fungsi adalah terbatas, tidak dapat melaksanakan hitungkan
kompleks
(2) Susah untuk mengukur manfaat bagi dan untuk membenarkan
implementasi dari satu EIS
(3) Eksekutif mungkin menghadapi beban terlalu berat keterangan
(4) Sistem mungkin menjadi alon-alon, besar, dan susah untuk
mengatur
(5) Sulit ke data arus biaya hidup
(6) Bolehkan memimpin ke kurang data yang dapat dipercaya dan
tidak kuat
(7) Perusahaan kecil mungkin menghadapi biaya berlebihan untuk
implementasi

38
Kecenderungan masa depan
Perdagangan berjangka dari sistem info eksekutif tidak akan diikat oleh
mesin komputer mainframe. Kecenderungan ini mengijinkan belajar melepaskan
dari eksekutif sistem operasi komputer berbeda dan pada hakekatnya menyusut
biaya implementasi untuk perusahaan. Karena memanfaatkan aplikasi perangkat
lunak yang sudah ada dalam kecenderungan ini, eksekutif juga akan
menghilangkan kebutuhan untuk mempelajari satu bahasa baru atau istimewa
untuk EIS bungkus. Sistem informasi eksekutif masa depan tidak hanya akan
menyediakan satu sistem dukungan eksekutif senior, tetapi juga kandungan
kebutuhan keterangan untuk manajer pertengahan. Sistem Informasi Eksekutif
masa depan akan menjadi berbeda karena akibat integrasi aplikasi baru yang
potensial dan tekmologi ke dalam sistem, seperti menggabungkan kecerdasan
buatan dan integrasi mutimedia karakteristik dan ISDN teknologi ke dalam satu
EIS.

l. Business Benefit:
Informasi disajikan dengan format yang beragam, baik dalam bentuk tabel,
grafik, rasio maupun indikator-indikator lainnya. Hal ini akan memberikan pilhan
dan kemudahan bagi eksekutif untuk melihat kinerja organisasi dari berbagai
sudut pandang.
1) Drill-down user interface
Drill-down user interface merupakan suatu konsep perancangan
antar tampilan aplikasi, sehingga pengguna dapat mengakses informasi
secara hirarkis, mulai dari yang bersifat umum dan dapat digali ke bawah
hingga level yang lebih deytail dan luas. Model ini sudah banyak
digunakan pada aplikasi-aplikasi berbasis web saat ini. Dengan
mengadopsi konsep ini maka eksekutif dapat mengetahui informasi yang
bersifat umum (tingkat pusat) hingga detail ke level unit operasional.
2) Cakupan integrasi yang luas (wide-scope)
Sebagai upper layer dari aplikasi-aplikasi di bawahnya, maka
Modul Eksekutif akan menyajikan informasi yang beragam dan

39
cakupannya luas, dari bidang akademik hingga penelitian. Selain itu,
modul ini juga menyajikan informasi yang sifatnya komposit atau
perpaduan informasi antar bidang, misalnya rasio jumlah mahasiswa
dengan dosen dalam satu fakultas.

40
Contoh kasus sistem informasi eksekutif PT. Telkom Indonesia

PROFIL PT. TELKOM INDONESIA


PT. Indonesia Telemedia (perseroan) didirikan pada tanggal 07 Mei 1997
oleh PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk, PT. Datakom Asia, PT. Rajawali Citra
Televisi Indonesia, dan PT. Telekomindo Primabhakti c.q. PT. Megacell Media
dengan komposisi kepemilikan saham yang hamper seimbang berkisar 20%-30%.
Perseroan merupakan perusahaan yang bergerak dibidang layanan Pay TV baik
melalui Cable yang telah tersebar di 5 kota besar (Jakarta, Bandung, Semarang,
Surabaya dan Denpasar) dan layanan Pay TV Satelite dengan coverage Nasional
serta Layanan Internet. Perseroan efektif mulai beroperasi sejak bulan Desember
1999.
Pada bulan Mei 2003 terjadi perubahan kepemilikan saham perseroan
dimana PT. TELKOM, Tbk menjadi pemilik saham mayoritas sebesar 65,76%
dan mulai diperkenalkanya brand image perseroan yang baru yaitu
“Telkomvision”. PT. TELKOM melanjutkan proses akuisisi terhadap saham-
saham PT. RCTI dan PT. Megacell sehingga kepemilikan saham PT. TELKOM
menjadi sebesar 95,68% pada tahun 2005 dan Telkom mulai serius
mengembangkan Telkomvision sebagai salah satu portofolio strategis TELKOM.
Pada tahun 2006 dilakukan restrukturisasi perseroan dengan melakukan
penambahan modal agar fundamental keuangan TelkomVision lebih sehat dan
diikuti pula dengan penggantian pengurus agar lebih sesuai dengan lingkungan
bisnis sehingga dapat memacu dan mengejar ketertinggalan dengan kompetitor
lain yang sudah melakukan ekspansi dalam bisnis media, hiburan dan internet.
Seiring dengan kemajuan teknologi serta adanya perubahan lingkungan
bisnis semakin banyak operator pay TV yang menjalankan bisnisnya di Indonesia
baik yang tumbuh dari dalam negeri maupun investor luar negeri (PMA) hal ini
menandai dimulainya era kompetisi dalam bisnis media, hiburan dan internet.
Dalam hal ini pemerintah sebagai regulator telah mengeluarkan UU No. 36 tahun
1999 tentang Telekomunikasi dan UU No. 32 tahun 2002 tentang Penyiaran

41
sebagai pedoman dalam menjalankan bisnis media, hiburan dan telekomunikasi di
Indonesia.
Perubahan regulasi tersebut merupakan suatu momentum yang baik bagi
TelkomVision untuk dapat mengembangkan dirinya dalam meraih peluang yang
lebih besar dalam industri media dan jasa telekomunikasi, sejalan dengan
perkembangan telekomunikasi yang mengarah kepada konvergensi teknologi
media dan hiburan menuju pengelolaan bisnis T I M E (Telecommunication,
Information, Multimedia and Entertainment).
Dengan berkembangnya industri media, hiburan dan jasa telekomunikasi
maka TelkomVision merencanakan terus pengembangan produk baru seperti
IPTV (Internet Protokol Television) bekerjasama dengan PT. TELKOM, DVB-H
(Digital Video Broadcasting Handheld), DVB-T (Digital Video Broadcasting
Teresterial), MMDS (Multichanel Multipoint Distribution Service) dan kerjasama
dalam distribusi content dengan PT. TELKOMSEL (3G). Pengembangan produk
ini merupakan wujud komitment TelkomVision dalam memenuhi permintaan
pasar.
Pada bulan Juli 2007 Telkomvision melangkah maju dengan meluncurkan
Layanan Pay TV Pra Bayar Pertama di Indonesia dengan terlebih dahulu
melakukan upgrade Head End DTH, Perubahan LOGO dan Tagline baru dengan
motto “ Ini Baru Beda “. Sistim Pra Bayar tersebut memungkinkan pelanggan
memiliki keleluasaan menikmati tayangan sesuai dengan pilihan dan harga yang
sangat terjangkau.
Dengan tersedianya insfrastruktur yang didukung penuh oleh pemegang
saham mayoritas yaitu PT. TELKOM sebagai pemilik 98,75% saham di
Telkomvision dan adanya sinergi Telkom group serta kerjasama yang baik dengan
Content Provider maka dapat dipastikan bahwa Telkomvision mampu
memberikan kontribusi terbaik kepada “stakeholders”.
PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. (TELKOM) merupakan perusahaan
penyelenggara bisnis T.I.M.E (Telecommunication, Information, Media and
Edutainmet) yang terbesar di Indonesia. Pengabdian TELKOM berawal pada 23
Oktober 1856, tepat saat dioperasikannya layanan telekomunikasi pertama dalam

42
bentuk pengiriman telegraf dari Batavia (Jakarta) ke Buitenzorg (Bogor). Selama
itu pula TELKOM telah mengalami berbagai transformasi.
Transformasi terakhir sekaligus yang disebut dengan NEW TELKOM
Indonesia adalah transformasi dalam bisnis, transformasi infrastruktur,
transformasi sistem dan model operasi dan transformasi sumber daya manusia.
Transformasi tersebut resmi diluncurkan kepada pihak eksternal bersamaan
dengan New Corporate Identity TELKOM pada tanggal 23 Oktober 2009, pada
hari ulang tahun TELKOM yang ke 153. TELKOM juga memiliki tagline baru,
The World in Your Hand.
Sampai dengan 31 Desember 2008 jumlah pelanggan TELKOM tumbuh
37% dari tahun sebelumnya sebanyak 68,6 juta pelanggan yang terdiri dari
pelanggan telepon tidak bergerak kabel sejumlah 8,6 juta, pelanggan telepon tidak
bergerak nirkabel sejumlah 12,7 juta pelanggan dan 65,3 juta pelanggan jasa
telepon bergerak.
Sejalan dengan lahirnya NEW TELKOM Indonesia, berbekal semangat
positioning baru Life Confident manajemen dan seluruh karyawan TELKOM
berupaya mempersembahkan profesionalitas kerja, serta produk dan layanan
terbaik bagi pelanggan dan stakeholders.
Sepanjang Tahun 2008, berbagai penghargaan dan sertifikasi telah
diterima oleh TELKOM, baik dari dalam maupun luar negeri antara lain,
Sertifikasi ISO 9001:2000 dan ISO 9004:2000 untuk Divisi Enterprise Service
dari TUV Rheinland International Indonesia; Penghargaan Sistem Kesehatan dan
Keselamatan Kerja (SMK3) dan Kecelakaan Nihil 2008 dari Wakil Presiden RI;
The Best Corporate Image category dalam ajang Most Admired Companies
Awards ke 8 dari Frontier Consulting Group; Juara Umum 2007 Annual Report
Award dari Menteri Keuangan RI; Juara Umum Anugerah Media Humas 2008
dari Bakorhumas CIO of The Year 2008 dalam Hitachi Data System IT
Inspiration Awards; dan Penghargaan CEO dan Perusahaan Idaman dari Majalah
Warta Ekonomi.
Saham TELKOM per 31 Desember 2008 dimiliki oleh pemerintah
Indonesia (52,47%) dan pemegang saham publik (47,53%). Saham TELKOM

43
tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), New York Stock Exchange (NYSE),
London Stock Exchange (LSE) dan Tokyo Stock Exchange, tanpa tercatat. Harga
saham TELKOM di BEI pada akhir Desember 2008 sebesar Rp 6.900. Nilai
kapitalisasi pasar saham TELKOM pada akhir tahun 2008 mencapai Rp 139,104
miliar atau 12,92 % dari kapitalisasi pasar BEI.
Dengan pencapaian dan pengakuan yang diperoleh TELKOM, penguasaan
pasar untuk setiap portofolio bisnisnya, kuatnya kinerja keuangan, serta potensi
pertumbuhannya di masa mendatang, TELKOM menjadi model korporasi terbaik
Indonesia.

Tim Management

> Komisaris
Komisaris Utama : Tanri Abeng, MBA.
Komisaris : Bobby A.A.Nazief
Komisaris : Mahmuddin Yasin
Komisaris Independen : P. Sartono
Komisaris Independen : Arif Arryman

44
> Direksi
Direktur Utama : Rinaldi Firmansyah
Direktur Keuangan : Sudiro Asno
Direktur Human Capital & General Affair : Faisal Syam
Direktur Konsumer : I Nyoman G Wiryanata
Direktur Network & Solution : Ermady Dahlan
Direktur Enterprise & Wholesale : Arief Yahya
Direktur Compliance & Risk Management : Prasetio
Chief Information Technology : Indra Utoyo

Visi & Misi


Visi
To become a leading InfoCom player in the region
Telkom berupaya untuk menempatkan diri sebagai perusahaan InfoCom
terkemuka di kawasan Asia Tenggara, Asia dan akan berlanjut ke kawasan Asia
Pasifik.
Misi
Telkom mempunyai misi memberikan layanan " One Stop InfoCom
Services with Excellent Quality and Competitive Price and To Be the Role Model
as the Best Managed Indonesian Corporation " dengan jaminan bahwa pelanggan

45
akan mendapatkan layanan terbaik, berupa kemudahan, produk dan jaringan
berkualitas, dengan harga kompetitif.
Telkom akan mengelola bisnis melalui praktek-praktek terbaik dengan
mengoptimalisasikan sumber daya manusia yang unggul, penggunaan teknologi
yang kompetitif, serta membangun kemitraan yang saling menguntungkan dan
saling mendukung secara sinergis.

Pilar Bisnis
1. Fixed Phone (TELKOM Phone)
Personal Line
Corporate Line
Wartel & Telum

2. Mobile Phone (TELKOMSEL)


Prepaid Services (simPATI)
Postpaid Services (Halo)

3. Network & Interconnection (TELKOM Intercarier)


Interconnection Services
Network Leased Services

4. Data & Internet


Leased Channel Service (TELKOM Link)
Internet Service (TELKOMNet)
VoIP Service (TELKOM Save & Global 017)
SMS Service (from TELKOMSEL, TELKOMFlexi & TELKOM SMS)

5. Fixed Wireless Access (TELKOM Flexi)


Prepaid Services (Flexi Trendy)
Postpaid Services (Flexi Classy)

46
Kelompok Bisnis
Fixed-Phone
1. PT Pramindo Ikat Nusantara (Pramindo): Telekomunikasi (KSO 1, Sumatera)
2. PT Dayamitra Telekomunikasi (Dayamitra): Telekomunikasi (KSO-VI
Kalimantan)
Seluler
1. PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel): Telekomunikasi (Selular GSM)
Aplikasi, Content dan Datacom
1. PT Infomedia Nusantara (Infomedia): Layanan Informasi (bisnis berbasis
elektronik, call center dan segmen data)
2. PT Multimedia Nusantara (Metra): Multimedia. TV Cable
3. PT Indonusa Telemedia (Indonusa): Multimedia Interaktif, TV Cable
Properti dan Konstruksi
1. PT Graha Sarana Duta (GSD): Properti, Konstruksi dan jasa
TELKOM
1. Fixed-Wireline
2. Fixed-Wireless
3. Seluler
4. Data dan Internet
5. Network dan Interconnection
Internasional
1. PT Telekomunikasi Indonesia International (TII)

Unit Bisnis
Unit-unit Bisnis TELKOM terdiri dari Divisi, Centre, Yayasan dan Anak
Perusahaan, sebagai berikut :

47
1. Infrastruktur Telekomunikasi
2. Carrier & Interconnection Service
3. Divisi Multimedia
4. Divisi Fixed Wireless Network
5. Enterprise Service
6. Divisi Regional I - Sumatera
7. Divisi Regional II - Jakarta
8. Divisi Regional III - Jawa Barat
9. Divisi Regional IV - Jawa Tengah dan Yogyakarta
10. Divisi Regional V - Jawa Timur
11. Divisi Regional VI - Kalimantan
12. Divisi Regional VII - Kawasan Timur Indonesia
13. Maintenance Service Center
14. Training Center
15. Carrier Development Support Center
16. Management Consulting Center
17. Construction Center
18. I/S Center
19. R&D Center
20. Community Development Center(CDC)

Yayasan-Yayasan :
1. Dana Pensiun (Dapentel)
2. Yayasan Pendidikan TELKOM
3. Yayasan Kesehatan
4. Yayasan Sandhykara Putra Telkom (YSPT)

48
Anak Perusahaan :
Kepemilikan > 50%
1. PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) : Telekomunikasi (Selular GSM)
(baru)
2. PT Dayamitra Telekomunikasi (Dayamitra) : Telekomunikasi (KSO-VI
Kalimantan)
3. PT Infomedia Nusantara (Infomedia) : Layanan Informasi (baru)
4. PT. Telekomunikasi Indonesia Internasional : International
Telecommunication Services, Investment & Strategic Partnership and Project
Management & Consultancy
5. PT. Pramindo Ikat Nusantara (Pramindo) : Telekomunikasi Telepon Tetap
(KSO-I Sumatra)
6. PT. Multimedia Nusantara (Metra) :Multimedia, pay special TV
7. PT. Napsindo Primatel International (Napsindo) : Network Access Point
8. PT Indonusa Telemedia (Indonusa) : TV Cable (baru)
9. PT Graha Sarana Duta (GSD) : Properti, Konstruksi dan Jasa (baru)

Kepemilikan 20% - 50%


1. PT Patra Telekomunikasi Indonesia (Patrakom) : Layanan VSAT
2. PT Citra Sari Makmur (CSM) : VSAT dan layanan telekomunikasi lainnya
3. PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) : Transponder Satelit dan Komunikasi

Kepemilikan < 20%


1. PT Mandara Selular Indonesia (MSI) : Layanan NMT - 450 Selular dan CDMA
2. PT Batam Bintan Telekomunikasi (Babintel) Telepon Tetap di Batam dan
Pulau Bintan
3. PT Pembangunan Telekomunikasi Indonesia (Bangtelindo) : Pengelolaan
Jaringan dan Peralatan Telco

49
Mitra Strategis
TELKOM terus berupaya memberikan layanan terbaik kepada
pelanggannya. Untuk mewujudkan komitmennya tersebut, TELKOM bermitra
dengan perusahaan-perusahaan global yang terbaik di bidangnya. Di bawah ini
adalah perusahaan yang menjalin kemitraan strategis dengan TELKOM
Indonesia:
1. PT. Siemens Indonesia
2. PT. NEC Indonesia
3. PT. Industri Telekomunikasi Indonesia
4. PT. Compact Microwave Indonesia
5. PT. Alcatel Indonesia
6. Tomen Corporation
7. Llyod's Register Assurance Limited
8. SingTel
9. JICA (Japan International Cooperation Agency)
10. CISCO
11. KPN Netherlands
12 Mercer Cullen Egan Dell
13. AEOP (Australian Expert Overseas Program)
14. PT. ERICSSON INDONESIA
15. KONSORSIUM SIEMENS
16. PT. KRAKATAU INDUSTRIAL ESTATE
17. KYOWA EXEO CORP
18. PT. MCPHEE ANDREWARTHE CED LTD
19. PT. MOTOROLLA INDONESIA
20. NAMYANG TELECOM CO., LTD
21. NANTERE FRANCE
22. PT. NEC CORPORATION
23. NIPPON TELECOMM CONS Co LTD
24. PDC - PHILIPS DEVELOPMENT CORP
25. TELECOM NEW ZEALAND LTD

50
26. TELECON LTD
27. PHILIPS AUSTRALIA LTD
28. FRANCE TELECOM
29. FUJITSU
30. FURUKAWA ELECT
31. HITACHI KABEL Ltd
32. HYUNDAI
33. SAMSUNG Electronics
34. SINGAPORE TELECOMM
35. SPARCOMM (COMSTREAM)
36. TRT-TEL RADIO-ELECTRIQUEST et
37. UNIPHONE USHASAMA SDN BHD

Penghargaan
Sebagai sebuah perusahaan yang mempunyai keterikatan dengan
stakeholder dan shareholder, maka pencapaian kinerja dan aktivitas perusahaan
perlu mendapatkan feed back sebagai bahan evaluasi.
Penghargaan yang diterima perusahaan adalah salah satu alat kontrol
dalam memandang perusahaan dari sisi luar, yang pada ujungnya menjadi
barometer di dalam meningkatkan performansi bisnis perusahaan.
Pencapaian tersebut bisa dilihat dari penerimaan penghargaan oleh
perusahaan di tahun:

51
 2006

52
 2007

No Nama Penghargaan Kategori Pemberi Penghargaan

1 Anugerah Media Juara Umum Badan Koordinasi


Humas 2007 Kehumasan (Bakohumas)
Pemerintah - Denpasar 30
Agustus 2007

2 Marketing Award The Best Majalah Marketing &


2007 Experiental Marketing & Frontier Consulting Group
Customer Experience di Balai Sarbini Semanggi
The Best Plaza Jakarta, Rabu 29
Marketing Campaign Agustus 2007

3 Anugerah Business Peringkat 1 dalam Mutiara 2 Ballroom JW


Review 2007 Pengembangan SDM Marriot Hotel –Kuningan
Terbaik dan Kinerja Jakarta, Rabu 15 Agustus
Saham Terbaik 2007
Peringkat 2 dalam
Keuangan (berdasarkan
EVA), Korporasi, Program
Kepedulian Sosial (CSR)
Sekretaris
Perusahaan Terbaiik oleh
Harsya Denny Suryo

4 Indonesia’s Most IMAC Award 2007 Majalah Business Week


Admired Company di bidang Telekomunikasi dan Frontier Consulting
(IMAC) Award 2007 The Most Group, Hotel Ritz Carlton
Sustainable Corporate Mega Kuningan Jakarta, 18
Image 2007 Juli 2007

5 Call Center Award Call Center terbaik untuk Center for Customer
2007 kategori: Satisfaction & Loyalty

53
Telekomunikasi (CCSL) dan Majalah
Internet Service Marketing, XXI Club
Provider Jakarta Theater Building 12
April 2007

6 Zero Accident Zero Accident Award dan Jakarta Convention Center


Award dan System SMK3 Award (JCC), 06 Februari 2007
Management
Keselamatan dan
Kesehatan Kerja
(SMK3) Award

 2008

Categories Source Level


Top Brand Service Provider Marketing Magazine National
Selular Magazine cooperating with
The Best Prepaid CDMA
Indonesian Telecommunication National
Operator
Society (MASTEL)
Selular Magazine cooperating with
The Best Costoumer Care Indonesian Telecommunication National
Society (MASTEL)
The Company With The
Frontier Consulting Group National
Best Corporate Image
As Big Three, Telkom will
join in 2008 ASIAN MAKE Dumanis National
Award Competition
Nasional Center for Sustainability
The Best CSR Reporting in Reporting (NCSR) cooperating
National
Annual Report 2007 with Indonesian Institute for
Accounting Management (IAMI),

54
Ministry of State-Owned
Enterprises, Indonesian Capital
1. Grand Champion Market & Financial Institution
2. 1st Place in Non Watch
Financial-Listed Jakarta Stock Exchange, National National
State Owned Company Committee for Government Policy
Category Bank of Indonesia, Indonesian
Accountant Assosiation and
General Directorate of Taxes
1. Public Companies
Award Based onWAI
2. Best Public Companies
Based on WAI in Sector : SWA Magazine, Stren & Co, dan
National
Infrastucture, Utilities & SWA NETWORK.
Transportation
3. Top 25 Wealth Added
Creator 2008
e-learning Award, as
Content and Application Division for Education Institution,
Developer and e-Learning Departement of National National
Service Provider in Education
Indonesia
The Most Wanted
Enterprise in
Warta Ekonomi Magazine National
Telecommunication Sector

The Most Wanted CEO


2008 (Rinaldi Firmansyah, Warta Ekonomi Magazine National
TELKOM CEO)

55
Accounting Programm, Faculty of
Economics cooperating with
Grand Champion in
Indonesian Capital Market & National
Telecommunication Sector
Financial Institution Watch and
Bisnis Indonesia Daily Newspaper
The Best Non-Financial
State Owned Enterprise in Investor Magazine National
Telecommunication Sector
CIO of The Year (Indra
Utoyo, Director of IT and Hitachi Data Systems International
Supply, TELKOM)

 2009

Categories Source Level


The Best Outsourcing ContactCenterWorld.com Asia-Pasifik
Partnership – Asia Pasifik 2009
(Silver)
The Best Operator CDMA Cellular Show 2009 Nasional
Majalah Marketing Nasional
Service Quality Award 2009
Indonesia dan Carre-CCSL
Indonesian Institute for Nasional
The Good Corporate
Corporate Directorship
Governance Non Financial
(IICD) dan Majalah Business
Sector
Review
Cellular GSM Service Point Majalah Marketing Nasional
Corporate Forum for Nasional
Indonesian CSR Award 2008 Community Development dan
Menteri Sosial RI
Top Brand Award untuk Majalah Marketing bekerja Nasional

56
Internet Service Provider sama dengan Frontier
(Speedy & Telkomnet Instant),
Pre Paid CDMA (Flexi
Trendy), Post Paid CDMA
(Flexi Classy)
The Best Operational Center Contact Center Award oleh Nasional
(Gold), The Best Business ICCA (Indonesia Contact
Contribution (Gold), The Best Center Association)
Technology Innovation
(Bronze), The Best Manager
Above 100 Seat (Bronze)
Asia Best Companies 2009, Finance Asia Asia
Best Managed Company (Rank
2nd), Best Corporate
Governance (Rank 6th) , Best
Investor Relations (Rank 4th),
Best Corporate Social
Responsibility (Rank 2nd), Most
Commited to a strong dividend
policy (1st)
Urutan ke 675 Forbes Global 2000 Internasional

57
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PT. TELKOM INDONESIA
Berdasarkan hasil observasi, pihak PT.Telkom Indonesia yaitu manajer
EIS(Executive Information System) menyatakan bahwa alternatif pengembangan
yang digunakan adalah BUILD. Dimana sistem build ini menggunakan software
yang dibuat oleh divisi sistem informasi agar dapat berjalan dengan efektif dan
efisien. Software yang dibuat ini berfungsi sebagai alat untuk membangun bisnis
intelegensi diperusahaan tersebut.
Sistem Informasi Manajemen yang dijalankan oleh TELKOM adalah SAP
R/3. SAP atau SAP R/3 adalah aplikasi ERP terbesar di dunia dan begitu juga di
Indonesia. SAP pada dasarnya menyediakan semua solusi untuk semua fungsi
dalam perusahaan, dalam industri manapun. Tapi pada umumnya modul SAP
yang sering dipakai adalah:
a) FICO (Financial Controlling)
b) SD (Sales & Distribution)
c) MMPP (Material Management, Production Planning)
d) HR (Human Resources)

Cara menggunakan Program SAP


1. Mengaktifkan Program SAP.
a. Agar User dapat mengoperasikan program SAP R/3, maka pada komputer
yang bersangkutan harus telah terinstal program client untuk SAP, dan hal
ini dapat diketahui bila pada layar monitor telah mncul icon SAP Logon.
b. Double klik di icon SAP Logon dengan menggunakan mouse, tunggu
sejenak hingga muncul kotak segi empat.
c. Klik pada tulisan Logon yang terdapat dipojok kanan atas, tunggu sejenak
hingga muncul permintaan untuk mengisi user dan password.
d. Isi User dan Password sesuai dengan user dan password yang telah
diberikan kemudian enter.
e. Bila ingin mengganti password, setelah isi user dan password klik new
password yang terdapat di pojok kiri atas, dibawah tools bar (hanya
password saja yang bisa diganti dan untuk masuk ke program SAP diwaktu

58
mendatang gunakan password yang baru tersebut), password hanya bisa
diganti satu kali dalam waktu satu hari.
f. Muncul menu SAP sesuai dengan otorisasi yang telah diberikan melalui
user profile.
g. Selanjutnya program Sap sudah bisa digunakan.
2. Pengoperasian SAP R/3 dengan menggunakan lebih dari satu screen (layar).
SAP R/3 membantu user untuk bekerja pada screen yang berbeda dengan
kegiatan yang berbeda, seperti satu screen untuk mendisplay, dan satu screen
untuk menginput. SAP R/3 menyediakan maksimum 6 (enam) screen yang dapat
dibuka oleh satu user, dengan cara (user sudah berada di menu SAP) klik icon
matahari (berwarna kuning) yang terdapat di tools bar menu SAP dan tunggu
sejenak hingga muncul lagi tampilan screen yang berisi menu SAP yang sama
dengan screen yang pertama.
3. Fungsi Tombol Key Board dan Mouse untuk pengoperasian Modul SAP R/3
F1 = Digunakan sebagai fasilitas help, termasuk didalamnya bila user
ingin mengetahui apa manfaat dari field-field yang terdapat dai model input
yang hendak diisi saat melakukan entry transaksi.
Cara menggunakan tombol F1 adalah lertakkan cursor di field yang
hendak diketahui, kemudian tekan tombol F1, maka akan terlihat penjelasan dari
field tersebut.
Mouse = Pengoperasian Modul SAP R/3 lebih banyak menggunakan
mouse, dimulai saat masuk ke program untuk transaksi sampai memindakan
cursor dari satu field ke field yang lain saat hendak melakukan entry transsaksi.
Enter = Enter hanya digunakan untuk menyatakan bahwa apa yang
diminta oleh program sudah terpenuhi seluruhnya, misalnya saat user melakukan
entry transaksi, seluruh field-field yang diwajibkan untuk dientry sudah dientry
semua baru boleh menekan tombol enter. Apabila field-field belum lengkap
diisi, user sudah menekan enter, dapat saja terjadi user harus membatalkan
entryan tersebut karena program sudah memblock field-field yang harus diisi.

59
TAB = Tombol TAB digunakan untuk memindahkan cursor dari satu
field ke field yang lain.
4. Cara Log OFF dari SAP
Ada beberapa cara Log Off dari SAP pada kondisi user berada di menu
SAP yaitu :
a. Cara Pertama, klik tanda silang yang terdapat dipojok kanan atas.
b. Cara Kedua, klik system yang terdapat di tools bar, dan pilih log off.
c. Cara Ketiga ketik “/nend or/next di depat tanda V (hijau) pojok kanan atas
dan enter.
d. Cara Keempat, klik icon yang mempunyai tanda panah ke arah atas dengan
lingkaran berwarna kuning.
5. Cara memilih menu untuk transaksi.
Dapat dilakukan beberapa cara yaitu :
a. Memilih menu melalui folder yang telah disediakan sehingga sampai pada
menu terakhir yang dikehendaki (melalui menu path) lalu double klik di
menu tersebut atau
b. Mengetik transaction code (disingkat T.code) di kolom isian yang terdapat
didepan tanda “ V “ (warna hijau) dengan cara “/O……(isi T.code) lalu
enter
c. Transaction code merupakan code program yang terdapat untuk setiap
menu path.
6. Cara menyimpan file laporan di PC (Excel)
Dalam kondisi berada di screen laporan, pada tols bar, pilih “System –
List – Save dan tentukan sendiri file tersebut mau disimpan dimana dan dalam
bentuk apa.
7. Cara mencetak laporan di printer.

60
Biasanya saat dilakukan install SAP R/3 di Client, bersamaan pula
dilakukan setting untuk cetak laporan di printer secara on line, namun bila belum
dilakukan setting, SAP R/3 menyediakan fasilitas juga untuk melakukan cetak
laporan melalui local printer atas printer yang terhubung dengan PC dengan cara
:
a. Ketika berada di screen laporan, klik icon printer yang terdapat di tools bar.
b. Ketika berada di screen untuk print, pada output device ketik “LOCL”
c. Pada Spool Option ada pilihan yaitu :
1) Print Immediately : artinya file laporan yang ada ditampilan screen
langsung diprint.
2) Delete after output : artinya setelah diprint spoolnya dihapus (spool =
file temporary hasil output laporan yang dicreate ketika user
menampilkan laporan di screen).
3) New spool request : artinya membuat spool baru setiap mau diprint.

Pelatihan / Training Need Analysis (TNAOnline).


Aplikasi Online disediakan bagi karyawan Telkom untuk merencanakan
pelatihan yang diinginkan oleh seiap karyawan. Hal ini dlaksanakan dengan
pertimbangan bahwa:
- Setiap karyawan lebih tahu kekurangan dan kelemahannya sendiri.
- Setiap karyawan lebih tahu apa yang dibutuhkannya.
- Ikut merencanakan, motivasi belajar lebih besar.
- Terjadi komunikasi antara karyawan, personil SDM dan Penyelenggara

Pelatihan.
Login Aplikasi TNA Online.
Aplikasi TNA Online dapat diakses dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Akses ke http://portal.telkom.co.id. Isi user name dan password POINT
2. Pilih SubMenu TRAINING (Bagian dari Menu Employee Self Service)
3. Pilih Menu Training (arahkan cursor di atas menu Training)

61
Modul-Modul TNA Online.
1. Modul Training Need
Modul Training Need adalah modul untuk merencanakan kebutuhan
pelatihan masing-masing karyawan untuk program pelatihan selama satu tahun.
Berikut gambar bisnis proses Modul TNA.

2. Modul Penyelenggaraan Training.


Modul Penyelenggaraan Training adalah modul untuk menyelenggarakan
pelatihan. Dimulai dari persiapan jenis pelatihan yang akan diselenggarakan,
pendefinisian peserta pelatihan, pemanggilan, sampai konfirmasi peserta.
3. Modul Evaluasi
Modul Evaluasi adalah modul untuk melakukan evaluasi terhadap
kehadiran peserta, kualitas penyelenggaraan training, dan efektivitas training
dikaitkan tujuan organisasi.

Modul Training Need Analysis.


1. Membuat Usulan Training.
Masuk ke Modul Training Need dan Klik Menu Usulan. Akan muncul
tampilan dengan dua bagian besar. Di bagian kiri adalah “Available Training”
sedangkan di bagian kanan adalah “My Training”
Available Training adalah jenis pelatihan yang bisa dipilih untuk
diusulkan. My Training adalah daftar usulan yang telah dipilih.
Untuk mengusulkan training, harus dilakukan dengan langkah langkah :
1) Pilih Jenis Training.
2) Pilih Stream
3) Pilih Kompetensi
4) Pilih Nama Pelatihan
5) Jilka pelatihan yang kita inginkan tidak ada di list, kita bisa menembahnya
dengan meng-klik tulisan : Add Katalog
6) Pilih metode yang diinginkan

62
7) Pilih Link ke Action Plan (untuk menentukan action plan mana yang
mendukung pelatihan tersebut.
8) Klik “Add to My Training” (untuk mengusulkan pelatihan tersebut).

Catatan :
Ø Metoda dan Link ke Action Plan harus diisi
Ø Action Plan diinputkan oleh Manager lewat menu I Action Plan I
Ø Jenis Pelatihan yang telah kita usulkan dapat dilihat di bagian “My Training”

2. Mengedit Usulan Training.


Jika usulan yang telah dipilih akan diubah, maka dilakukan dengan
langkah langkah :
a) Pilih Jenis Pelatihan di Bagian My Training (bisa lebih dari satu) (1)
b) Klik tombol “Delete from My Training” (2)
c) Lakukan kembali langkah-langkah “Membuat Usulan Training” untuk
mengganti pelatihan yang telah di-delete.

Catatan :
Pelatihan yang bisa di-delete hanya pelatihan yang berstatus “InProgres”
Tips :
Ø Tekan Control dan Klik Jenis Pelkatihan untuk memilih lebih dari satu
pelatihan yang tidak berurutan.
Ø Tekan Shift dan Klik Jenis Pelatihan untuk memilih lebih dari satu pelatihan
yang berurutan.

3. Menambah Katalog.
Untuk menambah pelatihan yang tidak ada di katalog, dapat dilakukan
dengan langkah-langkah :
1) Klik tulisan Add Katalog pada saat mengusulkan training. (Lihat langkah
mengusulkan training).
2) Masukkan nama pelatihan yang diinginkan.

63
3) Inputkan Uraian dari pelatihan tersebut.
4) Pilih Proficiency Level dari pelatihan tersebut.
5) Ketikkan Durasi dari pelatihan tersebut.
6) Ketikkan nama Vendor.
7) Klik Tombol “Add to Katalog”, atau klik “Cancel” untuk membatalkan.

Catatan :
Ø Tulisan Add Katalog hanya muncul setelah memilih jenis kompetensi.

Aplikasi Sasaran Kerja Individu (SKI Online).


Tentang Aplikasi SKI Online.
Aplikasi SKI Online merupakan salah satu pengimplementasian aplikasi
paperless office dan Workflow System yang mengubah data-data hardcopy
kedalam bentuk softcopy. Cara kerja dari aplikasi SKI Online ini adalah dengan
menggunakan media Aplikasi berbasis WEB, yang berfungsi untuk melakukan
input/ mamasukkan data data hardcopy berupa data dokumen SKI, NKI, atau
Laporan Berkala. Dokumen-dokumen ini nantinya akan mengikuti suatu alur
proses kerja yang telah ditentukan. Dokumen akan terkirim kepada penilai 1 dan
kemudian penilai 2, Alur proses dari dokumen-dokumen ini secara transparan
dapat diamati dan dilihat oleh seluruh karyawan yang terlibat dalam proses
tersebut.
Keuntungan Aplikasi SKI Online.
Dengan adanya aplikasi SKI Online, seluruh dokumen dapat diamati oleh
setiap karyawan. Sehingga setiap karyawan dapat melihat kegiatan penyusunan
dokumen-dokumen bawahan atau atasannya. Keuntungan lainnya adalah proses
pembuatan Dokumen SKI, NKI, ataupun Laporan Berkala dapat dilakukan dengan
waktu lebih cepat. Dengan aplikasi ini dimungkinkan setiap data yang
dimasukkan atau diinputkan oleh seluruh karyawan dapat ter-arsip dengan baik.
Kemudian untuk pengguna dari bidang SDM dapat melakukan proses pencarian
data karyawan dengan cepat, mudah dan dapat mencetak dokumen SKI atau NKI
karyawan yang diinginkan’

64
Keamanan Aplikasi SKI Online.
Aplikasi SKI Online menjamin keamanan dokumen dengan pembatasan/
personalisasi akses untuk setiap pengguna Aplikasi. Hal ini dimungkinkan dengan
penggunaan Sistem Operasi Windows 2000 Server (metoda NTFS – Network File
System) dan DataBase Server menggunakan Oracle 8.0. Disamping itu, tidak
semua pengguna dapat mengupdate isi dokumen-dokumen Aplikasi SKI Online,
kecuali Administrator. Administrator memiliki privilage yang tertinggi dalam
aplikasi ini.

FASILITAS INTERNET UNTUK MENUNJANG PEKERJAAN


Adapun fasilitas internet yang digunakan di PT TELKOM untuk
menunjang pekerjaan setiap karyawan adalah Model Internet Portal, dimana di
dalam fasilitas ini telah tersedia :
1. News, yaitu fasilitas yang berisi tentang informasi Teknologi,
Telekomunikasi, Bisnis, Ekonomi/ Umum, Info Pendidikan, Iklan dsb.
2. Link, yaitu fasilitas yang bisa menghubungkan antara Unit Bisnis PT
TELKOM di satu tempat dengan Unit Bisnis PT TELKOM di tempat lain
di seluruh Indonesia.
3. Product, yaitu fasilitas yang dapat memberikan informasi tentang produk
PT TELKOM dan Telkomsel seperti Telepon, TelkomFlexi, Telkom
Teleconference, Kartu Halo, Telkomsel Siaga dan lain-lain.
4. FAQ (Forum Ask Question) dimana dengan fasilitas ini para pegawai
dapat saling bertanya-jawab tentang ilmu pengetahuan, kepegawaian,
keuangan, hukum, ekonomi, pendidikan atau masalah-masalah yang
berkaitan dengan pekerjaan di setiap Unit Bisnis dan lain-lain.
5. Helpdesk, fasilitas yang dapat membantu memberikan informasi yang
dibutuhkan.
6. KA301, yang ditujukan untuk menampung pengaduan yang terkait dengan
isu berkenaan akuntansi. Pelayanan, kepegawaian dan lain-lain.
7. Greetings, fasilitas bertegur sapa dengan teman-teman di tempat lain
melalui internet.

65
Selain daripada itu Portal Telkom juga memungkinkan kepada para
pegawai untuk mengirim atau menerima e-mail dengan memasukkan User Id dan
Password masing-masing pegawai yang bersangkutan dimana dengan fasilitas ini
pegawai dapat mendapatkan informasi tentang :
1) Personal yaitu yang memungkinkan pegawai mengetahui atau mendapatkan
slip gaji pegawai yang bersangkutan.
2) Employee Self Service, dengan faslitas ini pegawai dapat membuat Surat
Perintah Perjalanan Dinas (SPPD), Cuti, Training, Info Rekan, dan lain-lain.
3) Collaboration Center, fasilitas yang memungkinkan para pegawai membuat
Nota Dinas, Mail (menerima atau mengirim surat atau artikel atau
pernyataan atau komentar-komentar lain) dari satu pegawai ke pegawai lain
dimana nantinya akan terjadi saling memberikan informasi pemecahan
masalah atau tanggapan-tanggapan yang berkaitan dengan masalah-masalah
yang dikemukakan di dalam e-mail, dimana komentar-komentar ataupun
tanggapan-tanggapan yang sifatnya memberikan bantuan pemecahan
masalah yang relevan dengan masalah yang dikemukakan tersebut akan
saling melengkapi untuk dijadikan suatu bukti pendukung yang baik di
dalam pengambilan keputusan.
4) TELKOM E-learning, yang memberikan Solusi Belajar Sambil Bekerja
kepada setiap pegawai.
E-Learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan
tersampaikannya bahan ajar kepada siswa dengan menggunakan media Internet,
Intranet, atau Jaringan Komputer lain.
Keuntungan menggunakan e-Learning :
– Menghemat waktu proses belajar mengajar.
– Mengurangi biaya perjalanan.
– Menjangkau wilayah geografis yang lebih luas.
– Melatih pembelajar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan.

66
RUANG LINGKUP DIVISI TELKOM
Adapun ruang lingkup usaha dari masing-masing divisi dapat diuraikan
sebagai berikut:
1. Divisi Network
Divisi yang menyelenggarakan jasa telekomunikasi jarak jauh dalam
negeri melalui pengoprasian jaringan transmisi jalur utama nasional. Pelanggan
divisi Network utamanya adalah untuk kepentingan Internal TELKOM, namun
bila memungkinkan dapat melayani eksternal TELKOM.
2. Divisi Multimedia
Divisi TELKOM yang mengelola jasa Multimedia dan Network Provider
untuk melayani masyarakat, langganan, dan Internal TELKOM, Intrnet Provider
Coorporate Customers.
3. Divisi Sistem Informasi
Divisi Sistem Informasi, baik untuk kepentingan TELKOM, maupun pihak
lain.Produk-produk pelayanan yang dihasilkan:
a. Software
b. Management Information System
c.System Information Customer
d.Billing
e.Coorporate Database
f.Interconection Billing
g.Proses Telepon Selular
4. Divisi Riset Teknologi Informasi (RisTi)
Divisi yang melaksanakan riset dan pembangunan teknologi
telekomunikasi untuk kepentingan Internal TELKOM, baik riset pembangunan
produk baru, standarisasi perangkat, grand scenario tecnologi uji laboraturium
5.Divisi Property
Divisi yang mengelola Properties (tanah, gedung, dan sarana lainnya)
milik TELKOM yang tidak berkaitan dengan alat produksi. Pengelolaan
properties ini utamanya untuk kepentingan TELKOM, namun bila memungkinkan
dapat melayani pihak lainnya.

67
6. Divisi Atelir
Divisi yang berfungsi sebagai Repair Center (Pusat Perbengkelan) bagi
kepentingan TELKOM, meliputi:
a. Pengetesan dan modul Repair
b. Menyediakan suku cadang perangkat dan konsultan teknis
7.Divisi Pelatihan
Divisi yang menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi pegawai
TELKOM untuk menunjang terwujudnya sumber daya manusia yang berkualitas,
profesional dan berintegritas.
8.Divisi Pembangunan
Divisi yang melaksanakan pembangunan, konstruksi jaringan, konsultasi
pembangunan, desain proyek dan pengadaan untuk kepentingan TELKOM. Divisi
pembangunan ini tidak menangani pembangunan yang memjadi tanggung jawab
mitra KSO yang harus diselesaikan sampai akhir Repelita VI.
Terdapat tiga komponen dalam Sistem Informasi, yaitu information
technology, business process, dan people.

68
Mekanisme Prosedural Testing dan Implementasi Sistem Informasi Pada
Divisi SISFO PT. Telkom
Proses testing di Telkom berawal dari pengujian terhadap komponen –
komponen testing yang terdiri dari: unit dan modul testing, setelah itu masuk ke
proses integration testing untuk menguji sub-system dan system. Pada tahapan
terakhir dilakukannya proses user testing sebagai pengujian terakhir untuk
mengetahui apakah program tersebut siap digunakan sesuai dengan permintaan
(deliverable).

Acceptence test di Telkom


A. Acceptence test team dibagi menjadi dua yaitu :
 Telkom DIVRE II
 Mitra Integrasi Informatika
B. Test Environment preparation
 Hardware Required

Hardware yang diperlukan untuk melakukan testing terdiri dari:


1. Server : adalah semua komputer server yang berhubungan dalam proses ETL
yaitu terdiri dari server SISKA, ICB, WTDC 13, SUN, dan GS 160.
2. PC Client : adalah personal komputer dengan konfigurasi sebagai berikut:
a. Pentium III (min)
b. Smart Term (Terminal Emulator)
c. Oracle Form Runtime
d. Oracle Report Runtime
e. Oracle ODBC
f. Microsoft Internet Explorer 5.0

Scope of work
Lingkup pekerjaan sesuai dengan kontrak adalah pengadaan jasa pengembangan
data warehouse
1. Migrasi DWH
2. House Keeping

69
3. Penambahan Content
4. Proses control dan Data Management
5. Konsultasi Global Architecture Data Warehouse

Test Strategi
a. Test strategi disini menyajikan pendekatan yang direkomendasikan dan
merupakan guideline secara garis besarnya untuk melakukan uji coba
terhadap target yang telah ditetapkan.
b. Secara detail untuk setiap test dilengkapi dengan deskripsi test dan
bagaimana implementasi dan eksekusinya.
c. Perhatian utama pada test strategi disini adalah tekhnik yang digunakan
dan kriteria kapan uji tersebut dianggap selesai.
d. Secara garis besar tipe testing terdiri dari : Praktek Integration testing,
Functionality testing dan Access Control testing.

C. Kegiatan dalam perencanaan dan pembentukan dokumen model uji


Test Plan : Identifikasi kebutuhan untuk test, Development test strategy,
Membuat jadwal test

1. Identifikasi kebutuhan untuk test


2. Development test strategy
3. Membuat jadwal test
Design Test : Identifikasi test case, Identifikasi prosedure test, Review dan
access cakupan test
1. Identifikasi test case
2. Identifikasi prosedure test
3. Review dan access cakupan test
Implementasi Test : Catat program test, Identifikasi test mengenai
functionality
1. Catat program test
2. Identifikasi test mengenai functionality

70
Execute Test : Execute test prosedur, Evaluasi hasil eksekusi test prosedur,
Recover dari test yang gagal, Verifikasi hasil test
1. Execute test prosedur
2. Evaluasi hasil eksekusi test prosedur
3. Recover dari test yang gagal
4. Verifikasi hasil test

D. Test Cases List


 Migrasi

1. Check data RDB Executives


2. Check data KPI Dashboard
3. Check data Flexi Online
4. Check WarRoom DBSC
5. Check data Oracle Express Analyzer
 House Keeping

1. Test content server WTDC 13


2. Check content server RDD (SUN)
3. Check content server GS 160
4. Check content server ICB
5. Archiving strategy
 Penambahan Content
1. Check penambahan content MDF
2. Check penambahan content Cluster
 Proses kontrol dan Data Management
1. Check Menu dan Proses ETL
2. Check monitoring proses
3. Check laporan hasil proses ETL
4. Validasi data proses ETL
5. Response Time
6. Data Management

71
Dokumen Rekomendasi Data Warehouse
Penerapan Telkom dalam melakukan pengembangan terhadap beberapa
aplikasi program yang mereka beli dari vendor dengan memakai Waterfall
Model, yaitu dengan tahap :
a. Requirements Specification
b. Architectural Design
c. Detailed Design
d. Coding and Unit Testing
e. Integration and Testing
f. Operation and Maintenance

D. Kelompok Aplikasi

EIS
Executive
Information
System

DSS
Decision Support System

MIS
Management Information System

72
Pada dasarnya, kelompok aplikasi atau tahapan informasi dalam sistem
informasi manajemen ada tiga tahapan yaitu MIS(Management Information
System), DSS(Decision Support System), EIS(Executive Information System).
1. MIS(Management Information System)
Adalah sistem report yang dilakukan melalui dukungan dan pengembangan
proses operasional pada suatu perusahaan. MIS adalah kumpulan dari subsistem-
subsistem yang saling berhubungan satu sama laindan bekerja sama secara
harmonis untuk mencapai suatu tujuan, yaitu mengolah data menjadi suatu
informasi yang diperlukan oleh manajemen dalam proses pengambilan keputusan
saat melaksanakan fungsinya.
2. DSS(Decision Support System)
Adalah sistem report yang dilakukan melalui kontrol-kontrol pelaporan dari
masing-masing departemen. Sistem report ini, menganalisis sejumlah fakta yang
ada dengan tujuan untuk membuat keputusan yang lebih baik.
3. EIS(Executive Information System)
Adalah suatu bagian yang menyediakan informasi bagi eksekutif mengenai
kinerja keseluruhan perusahaan. Dalam membangun EIS para eksekutif
menggunakan beberapa konsep dasar yang bertujuan memungkinkan para
eksekutif dapat memantau seberapa baiknya kinerja perusahaan dalam mencapai
tujuannya.
Sistem informasi yang dipakai di PT.Telkom Indonesia telah mencapai pada
puncak Sistem Informasi Eksekutif, hal tersebut dapat kita lihat dari suatu divisi
yaitu divisi sistem informasi PT. Telkom Indonesia yang menyediakan informasi
bagi eksekutif mengenai kinerja keseluruhan perusahaan.

73
E. Model Sistem Informasi yang Digunakan PT. Telkom Indonesia

External Data Data


Data Source Repository Mart Query & Reporting

Tactical
Internet
Drill & Pivoting

Forecasting &
Transform

Transport

Modeling
Extract

What-if Analsys

Stategic
Costomized
Application

On-Line Transactional Processing (OLTP) On-Line Analytical Processing (OLAP)

Dari model diatas, dapat dilihat bahwa alur atau model sistem informasi yang
digunkan oleh PT. Telkom Indonesia memiliki alur yang teratur. Dimulai dari
pengumpulan semua sumber data eksternal dari masing-masing bidang atau departemen
yang ada dilaporkanatau diserahkan kepada bagian sistem informasi manajemen. Setelah
itu data dikumpulkan menjadi satu kedalam data repository. Setelah itu data-data tersebut
diklasifikasikan berdasarkan bidang masing-masing dan disatukan dengan data
sebelumnya, gunanya adalah untuk mempermudah setiap departemen dalam
menganalisis perkembangan kegiatan masing-masing bagian didalam perusahaan.
Setelah semua data terkumpul, pelaporan hasil pengolahan tersebut dapat digunakan oleh
masing-masing manajerdari departemen yang ada untuk bahan pertimbangan dalam
pengambilan keputusan guna memperbaiki atau mengembangkan kegiatan yang telah
dilakukan. Proses pengambilan data ini dapat diakses di website pengguna hanya
memasukan query dan laporan sebagai kata kunci untuk mengaksesnya. Dari keseluruhan
proses diatas, dapat disimpulakan bahwa PT. Telkom Indonesia online transactional
processing (OLTP) dan online analytical proccessing (OLAP) karena dalam pelaporan
dilakukan setiap waktu dan dapat diakses kapan saja. Dalam model ini, PT. Telkom
Indonesia lebih banyak menggunakan management information system karena masih
banyak yang blum tergarap dan akan menuju ke arah data mart (kelompok data yang

74
sama, contohnya penjualan, promosi dll) dan aplikasi saat ini masih dikembangkan
dengan visual basic. Oleh karena itu hasilnya lebih banyak kepada reporting. Setelah kita
analisis tahap-tahap sistem informasi yang digunakan oleh PT. Telkom Indonesia,
kemudian semua hasil kegiatan operasional yang telah dilakukan disusun untuk dijadikan
bahan pertanggungjawaban atau pelaporan kepada beberapa pihak. Pelaporan ini terdiri
dari bidang keuangan berupa neraca laba rugi dan arus kas, bidang produksi berupa biaya
serta asasaran yang digunakan dalam proses produksi, sedangkan dalam bidang
pemassaran pelaporan menyertakan data hasil penjualan beserta progress dari hasil
perkembangan pemasaran tersebut.

Penutup
SIM adalah kumpulan dari subsistem-subsistem yang saling berhubungan satu
sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai suatu tujuan, yaitu
mengolah data menjadi suatu informasi yang diperlukan oleh manajemen dalam proses
pengambilan keputuasan saat melaksanakan fungsinya.
Sistem informasi eksekutif dapat didefinisikan sebagai : Sistem
terkomputerisasi yang memberikan eksekutif akses yang mudah ke informasi internal dan
eksternal yang relevan dengan faktor keberhasilan kebutuhannya. Mengirimkan,
menganalisis, dan menyajikan informasi kepada station kerja para pengambil keputusan
yang memberikan gambaran jelas kepadanya mengenai standar penting serta kejadian –
kejadian sebelum terlambat menanganinya.
Berdasarkan hasil observasi, pihak PT.Telkom Indonesia yaitu manajer EIS
(Executive Information System) menyatakan bahwa alternatif pengembangan yang
digunakan adalah BUILD. Dimana sistem build ini menggunakan software yang dibuat
oleh divisi sistem informasi agar dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Software yang
dibuat ini berfungsi sebagai alat untuk membangun bisnis intelegensi diperusahaan
tersebut. Software yang digunakan adalah SAP R/3. SAP atau SAP R/3 adalah aplikasi
ERP terbesar di dunia dan begitu juga di Indonesia. SAP pada dasarnya menyediakan
semua solusi untuk semua fungsi dalam perusahaan, dalam industri manapun.

75
Daftar Pustaka

http://www.smecda.com/e-book/SIM/Simbab12.pdf
http://yudiagusta.files.wordpress.com/2008/03/lecture-13-sistem-
informasi-eksekutif-sistem-informasi-pemasaran.pdf
www.google.com
www.wikipedia.com
Mc. Leod,Raymond JR and George P.Schell.2006.Sistem
Informasi Manajemen edisi ke 9.Indeks.Jakarta
Susanto Azhar.2003 Sistem Informasi Manajemen Konsep dan
Pengembangan edisi ke 2.Lingga Jaya.Bandung
Makalah hasil observasi mahasiswa prodi manajemen UPI angkatan 2007

76