Anda di halaman 1dari 6

A.

Anatomi fisiologi sistem integumen

Integumen membentuk lapisan terluar pada tubuh. Integumen terdiri dari kulit dan
beberapa derivatif kulit terspesialisasi tertentu. Antara lain rambut, kuku, dan
beberapa jenis kelenjar.

1. Kulit

Kulit adalah organ terbesar tubuh. Beratnya kurang lebih 4,5 kg dan menutupi
area seluas 18 kaki persegi (1,67 m2) pada laki- laki dengan berat badan 75 kg.
Kulit mempunyai 3 lapisan yaitu: epidermis, dermis, subkutis. Kulit menutupi
tubuh dengan sempurna dan merupakan lanjutan dari membran yang
melapisi orifisium tubuh. Kulit melindungi struktur yang berada di bawahnya
dari cedera dan serangan mikroba. Kulit mengandung ujung saraf sensoris
(somatik) nyeri, suhu, dan sentuhan. Selain itu, kulit terlibat dalam regulasi.

a. Epidermis

Epidermis merupakan lapisan kulit yang paling suoerfisial dan terdiri


dari atas epitelium skuamosa berkeratin dan berlapis, yang memiliki
ketebalan bervariasi di setiap bagian tubuh. Kulit yang paling tebal adalah
bagian telapak tangan dan kaki. Tidak ada pembuluh darah atau ujung
saraf pada epidermis, tetapi lapisan yang lebih dalam terendam di dalam
cairan interstisial dari dermis, yang memberikan oksigen dan nutrien,
serta dialiri limfe

Terdapat beberapa lapisan sel di epidermis yang memanjang dari


lapisan germinatif hingga permukaan stratum korneum (lapisan tanduk
yang tebal). Sel-sel pada permukaan datar merupakan sel tipis, tidak
berinti, sel mati, atau skuames, dimana sitoplasma digantikan oleh protein
serat yakni keratin. Sel- sel ini secara konstan mengalami gesekan dan
mengalami perubahan bertahap saat sel ini berkembang menuju
permukaan.

Pergantian total epidermis berlangsung sekitar sebulan.


Pemeliharaan epidermis yang sehat bergantung pada tiga proses sebagai
berikut :

1) Deskuamasi (peluruhan) sel berkeratin dari permukaan

2) Keratinisasi sel efektif mendekati permukaan

3) Pembelahan sel yang terus- menerus di lapisan lebih dalam


dengan sel baru yang terbentuk yang terdorong ke permukaan.

Permukaan epidermis yang tampak menonjol oleh tonjolan sel


didermis di sebut papila. Pola tonjolan ini berada pada setiap individu.
Tonjolan ke bawah lapisan germinatif antara papila diyakini membantu
memberi nutrisi bagi sel epidermis dan menestabilkan dua lapisan, serta
mencegah kerusakan akibat gaya pencukuran. Lepuh (blister) terjadi saat
trauma menyebabkan terpisahnya dermis dan epidermis serta cairan
serosa yang berada di antara dua lapisan tersebut. Warna kulit
dipengaruhi oleh berbagai faktor berikut ini :

1) Melanin, suatu pigmen gelap dari tirosin (asam amino) dan


disekresi oleh melanosit di lapisan germinatif, diabsorbsi oleh sel
epitelium yang mengelilingi. Jumlahnya ditentukan secara genetik
dan bervariasi antara bagian tubuh yang berbeda, antara orang
yang berasal dari etnik yan g sama dan antar-etnik. Jumlah
melanosit cukup konstan sehingga perbedaan warna bergantung
pada jumlah melanin yang disekresi. Melanin melindungi kulit dari
efek cahaya matahari yang berbahaya. Pemajanan terhadap
cahaya matahari meningkatkan sintesis melanin.

2) Presentase saturasi hemoglobin dan jumlah darah yang beredar di


dermis menyebabkan kulit berwarna putih tampak kemerahan.

3) Kadar pigmen empedu yang berlebihan di darah dan karotin di


lemak subkutan menyebabkan kulit berwarna kekuningan.

b. Dermis

Dermis bersifat elastik dan keras. Dermis disusun oleh jaringan ikat dan
martiks mengandung serat kolagen yang bertautan dengan serat elastik.
Ruptur serat elastik terjadi saat kulit terlalu meregang, menyebabkan
striae yang permanen atau stretch mark (tanda sissa regangan). Tanda ini
dapat ditemukan pada orang hamil dan obesitas. Serat kolagen mengikat
air dan menyebabkan kulit memiliki daya rentang, tetapi kemampuan ini
menurun seiring usia, keriput terjadi. Fibroblas, sel mast, dan makrofag
merupakan sel utama yang ditemukan di dermis. Dilapisan terdalam yang
mendasari, terdapat jaringan ikat longgar dan beragam jumlah jaringan
adiposa (lemak). Struktur di dalam dermis meliputi :

1) Pembuluh darah

Arteriol membentuk suatu jaringan halus disertai cabang kapiler yang


mempengaruhi kelenjar keringat, kelenjar sebasea, folikel rambut, dan
dermis. Epidermis tidak memiliki pembuluh darah darah. Epidermis
mendapat nutrien dan oksigen dari cairan interstisial yang berasal dari
pembuluh darah yang ada di papila dermis.

2) Pembuluh limfe

Pembuluh limfe membentuk jaringan di dermis.

3) Ujung saraf sensoris

Reseptor sensoris (ujung saraf khusus) yang peka terhadap sentuhan,


suhu, tekanan, dan nyeri tersebar luas di dermis. Stimulus yang datang
mengaktifkan jenis reseptor sensoris yang berbeda. Kulit merupakan
organ sensoris yang penting di mana individu menerima informasi
mengenai lingkungan mereka. Impuls saraf yang dibandingkan di
reseptor sensoris di dermmis, dihantarkan ke medula spinalis oleh
saraf sensoris (kutaneus somatik), kemudian ke area sensoris di
serebrum di mana sensasi dipresepsikan.

4) Kelenjar keringat

Kelenjar keringat tersebar luas di kulit dan paling banyak berada di


telapak tangan, telapak kaki, aksila, dan lipat paha. Fungsi keringat
yang paling penting disekresikan oleh kelenjar yang terhubung
dengan permukaan kulit adalah mengatur suhu tubuh. Evaporasi
keringat pada permukaan tubuh mengambil panas dari inti tubuh dan
jumlah keringat yang dihasilkan diatur oleh pusat pengatur suhu di
hipotalamus. Keringat berlebihan dapat menyebabkan dehidrasi dan
deplesi natrium klorida yang serius kecuali asupan air dan garam
ditingkatkan secara tepat. Setelah 7- 10 hari terpapar suhu lingkungan
yang tinggi, jumlah garam yang hilang sangat menurun tetapi air
yang hilang tetap tinggi.
2. Rambut

Rambut atau pili, ada pada hamppir seluruh bagian tubuh, tetapi
sebagian besar berupa rambut vellus yang kecil dan tidak berwarna, atau
tersamar. Rambut termilan biasanya kasar dan dapat dilihat. Rambut ini
tertanam di kulit kepala, alis dan bulu mata, ketika masa pubertas rambut
ini akan menggantikan posisi rambut vellus di area ketiak dan pubis (dan
di wajah laki-laki) sebagai bagian dari karakteristik seksual sekunder..

Rambut dibentuk oleh pertumbuhan ke bawah sel epidermis ke


dermis atau jaringan subkutan, yang disebut folikel rambut. Di dasar
folikel terdapat kumoulan sel yang disebut bulbus. Rambut terbentuk oleh
pembelahan sel bulbus dan saat sel ini mendorong ke atas, menjauh dari
sumber nutrisi mereka, sel akan mati dan menjadi berkeratin. Bagian
rambut di atas kulit adalah batang dan sisanya adalah akar. Warna rambut
ditentukan secara genetik dan bergantung pada jumlah melanin yang ada.
Rambut putih merupakan akibat penggantian melanin oleh gelembung
udara yang tipis.

1) Pili arektor

Pili arektor merupakan berkas kecil serat otot polos yang


melekat pada folikel rambut. Kontraksi membuat rambut berdiri
tegak dan kulit di sekitar rambut terangkat, menyebabkan ‘bulu
kuduk berdiri’. Otot distimulus oleh serat saraf simpatis saat
berespons terhadap ketakutan dan dingin. Rambut yang berdiri
menjerat udara yang bekerja sebagai lapisan insulator
(penyekat/isolator). Mekanisme ini merupakan mekanisme
pemanasan yang efesien jika disertai menggigil, yakni kontraksi
involuntir otot rangka.
2) Kelenjar sebasea

Kelenjar ini terdiri atas sel epitelium sekresi yang berasal dari
jaringan yang sama dengan folikel rambut. Kelenjar sebasea
hanya menyekresikan substansi minyak (sebum) ke folikel
rambut dan berada di seluruh kulit tubuh kecuali telapak tangan
dan kaki. Kelenjar ini paling banyak terdapat di kulit kepala,
wajah, aksila, dan lipat paha. Di area transisi dari satu jenis
epitelium superfisial ke jenis epitelium lainnya, seperti bibir,
kelopak mata, pputing susu, labia minora, dan glans penis,
terdapat kelenjar sebasea yang bebas dari folikel rambut
sehingga menyeksresikan sebum secara langsung ke atas
permukaan kulit.

Sebum menjaga rambut lembut dan halus serta membuat


rambut tampak berkilau. Di kulit sebum membuat kulit anti air
dan bekerja sebagai agen bakterisida dan fungsida untuk
mencegah infeksi. Sebum juga mencegah kulit kering dan
pecah-pecah, khususnya saat terpapar panas dan cahaya
matahari. Aktivitas kelenjar ini meningkat saat pubertas dan
menurun saat lansia.

3. Kuku

Kuku manusia sama dengan cakar, tanduk, dan kuku pada hewan. Kuku
berasal dari sel yang sama seperti epidermis dan rambut serta terdiri atas
lempengan keratin bertanduk yang keras. Kuku melindungi ujung jari tangan
dan kaki. Akar kuku yang melekat pada kulit, dilapisi oleh kutikula dan
membentuk area pucat hemmisfer yang disebut lunula. Lempeng kuku
merupakan bagian yang terpapar yang tumbuh dari area germinatif
epidermis yang disebut dasar kuku. Kuku jari tangan tumbuh lebih cepat
daripada kuku jari kaki saat suhu lingkungan tinggi.