Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN

BAHAN TAMBAHAN PANGAN


PADA KARYAWAN INSTALASI GIZI
DI RSUD dr. SOEHADI PRIJONEGORO

Pokok Bahasan : Bahan Tambahan Pangan


Sasaran : Karyawan/Pegawai Instalasi Gizi
Target :15 Orang
Waktu : 30 Menit
Hari/Tanggal : Kamis / 23 Maret 2017
Tempat : Instalasi Gizi dr. Soehadi Prijonegoro Sragen
A. Latar Belakang
Pangan pada hakikatnya merupakan kebutuhan dasar yang penting untuk kehidupan
manusia dan yang paling hakiki untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Pada
umumnya dalam mengolah pangan diberikan beberapa perlakuan dalam berbagai cara antara
lain dengan penambahan bahan tambahan dengan tujuan untuk memperpanjang umur simpan,
memperbaiki tekstur, kelezatan atau kenampakan.
Mengingat pentingnya keamanan pangan maka telah diwujudkan oleh pemerintah
dengan di keluarkannya Undang-undang No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan dan Undang-
undang Nomor 7 tahun 1996 tentang Pangan serta Peraturan Pemerintah Nomor 28 tahun
2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan. (Anggrahini, 2008)
Teknologi pengolahan pangan di Indonesia sekarang berkembang cukup pesat, diiringi
dengan penggunaan bahan tambahan pangan yang juga makin meningkat. Berkembangnya
produk pangan awet saat ini, hanya mungkin terjadi karena semakin tingginya kebutuhan
masyarakat terhadap berbagai jenis makanan yang praktis dan awet. Kesalahan teknologi dan
penggunaan bahan tambahan yang diterapkan, baik sengaja maupun tidak disengaja dapat
menyebabkan gangguan pada kesehatan atau keamanan konsumen. (Anggrahini, 2008).
Munculnya masalah keamanan pangan salah satu penyebabnya adalah adanya bahan
kimia berbahaya yang masuk kedalam tubuh manusia yang berasal dari bahan tambahan dan
kontaminan. Penggunaan bahan tambahan pangan yang baik dan sesuai dengan ketentuan,
menjadi harapan para konsumen.
B. Tujuan Instruktusional Umum (TIU)
Memberi pengetahuan kepada karyawan di Instalasi Gizi Rs dr Soehadi prijonegoro
Sragen bahan tambahan pangan yang aman yang dapat digunakan dalam memperpanjang
umur simpan, memperbaiki tekstur, kelezatan atau kenampakan.
C. Tujuan InstruktusionalKhusus (TIK)
1. Mengetahui apa itu Bahan Tambahan Pangan
2. MengetahuiFungsidantujuanBahanTambahanPangan
3. Mengetahui jenis-jenis Bahan Tambahan Pangan
D. Garis Besar Materi
Terlampir
E. Metode
a. Ceramah
b. Tanya jawab
F. Media Dan Alat
leaflet
G. Pengorganisasian
Moderator : Riski Desiplia
Penyuluh : Eva Susilawati
Dokumentasi : Relni Serliani Gorigi
H. Rincian Kegiatan
NO Tahap WAKTU KEGIATAN
PENYULUH PESERTA
1. Pembukaan 5 Menit Pembukaan
a. Salam pembukaan - Menjawab Salam
b. Perkenalan - Memperhatikan
c. Apersepsi - Berpartisipasi
d. Mengkomunikasikan aktif
tujuan - Memperhatikan
2. Kegiatan 20 Menit a. Menjelaskantentang
inti BTP yang terdiri dari
penyuluhan pengertian Bahan - Mendengarkan
Tambahan Pangan, dan
FungsidantujuanBaha memperhatikan
nTambahanPangan - Berpartisipasi
serta jenis-jenis aktif
Bahan Tambahan - Mengajukan
Pangandengan tanya pertanyaan
jawab apabila ada yang
kurang di
mengerti
3. Penutup 5 Menit a. Menarik
kesimpulan - Mendengarkan
b. Salam Penutup dan
memperhatikan
- Menjawab salam
penutup

I. Materi (Terlampir)
J. Hasil
Penyuluhan dilaksanakan pada hari Kamis pukul 09.00 WIB. Semua
perlengkapan yang dibutuhkan telah dipersiapkan, seperti Leaflet, Soal Pre Test dan
Post Test, serta hadiah untuk perserta yang berhasil menjawab soal pretest. Perserta
penyuluhan berjumlah 15 orang terdiri dari Kepala Instalasi, Ahli Gizi pegawai
Instalasi Gizi, dan mahasiswa praktikan.
Situasi yang terjadi selama penyuluhan yaitu perserta mendengarkan dengan
baik apa yang disampaikan oleh penyuluh. Penyuluhan dilakukan dalam beberapa
rangkaian kegiatan yaitu pembukaan oleh moderator, pritest (pertanyaan),
penyuluhan, sesi tanya jawab, postes dan penutupan, penyuluhan berjalan dengan
lancar, tenang, mengasikan dan penuh keakraban antara penyuluh dan peserta.
Pada awal penyuluhan, pemateri memberikan beberapa pertanyaan kepada
peserta (pretes) dan hanya beberapa pertanyaan yang bisa peserta jawab. Setelah
penyuluhan pemateri kembali mengajukan beberapa pertayaan yang sama seperti
pretes dan semua pertanyaan bisa di jawab dengan benar oleh peserta.
K. Evaluasi
1. Prosedur : Akhir penyuluhan
2. Waktu : 5 menit
3. Bentuk Soal : Tanya jawab
4. Jumlah Soal : 3 soal
5. Jenis Soal : Menguraikan secara lisan
MATERI PENYULUHAN
“BAHAN TAMBAHAN PANGAN”
1. Pengertian Bahan Tambahan Pangan (BTP)
Bahan Tambahan Pangan (BTP) merupakan bagian dari bahan baku pangan, yang
ditambahkan ke dalam makanan untuk mempengaruhi sifat atau bentuk pangan. BTP yang
biasa digunakan untuk makanan antara lain bahan pengawet, pemanis, pewarna, penyedap
rasa, dan aroma, bahan anti gumpal, bahan pemucat, antioksidan, dan pengental.
Menurut peraturan Menkes RI No.1168/Menkes/Pe/X/1999 pengertian BTP adalah
bahan yang biasanya tidak digunakan sebagai makanan dan biasanya bukan merupakan
ingredient khas makanan yang mempunyai atau tidak nilai gizi, yang dengan sengaja
ditambahkan ke dalam makanan untuk maksud teknologi pangan (termasuk organoleptik)
pada pembuatan, pengolahan, penyiapan perlakuan, pengepakan, pengemasan, penyimpanan,
atau pengangkutan makanan yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi
sifat khas makanan tersebut.
Pemakain BTP dibenarkan apabila memenuhi persyaratan sebagai berikut :
a. Dapat mempertahankan kualitas gizi bahan makanan
b. Peningkatan kualitas atau stabilitas simpan sehingga mengurangi kehilangan
bahan pangan
c. Membuat bahan pangan lebih menarik bagi konsumen
d. Bagi konsumen yang memerlukan diet khusus mendapatkan bahan makanan
yang dikehendaki
e. Tidak bereaksi dengan bahan makanan lain.
2. Mengetahui Fungsi dan Tujuan Bahan Tambahan Pangan (BTP)
a. Tujuan penggunaan bahan tambahan pangan adalah dapat meningkatkan atau
mempertahankan nilai gizi dan kualitas daya simpan, membuat bahan pangan lebih
mudah dihidangkan, serta mempermudah preparasi bahan pangan.
b. Secara khusus tujuan penggunaan BTP dalam pangan adalah untuk:
1. Mengawetkan makanan dengan mencegah pertumbuhan mikroba
perusak pangan atau mencegah terjadinya reaksi kimia yang dapat
menurunkan mutu pangan.
2. Membentuk makanan menjadi lebih baik, renyah dan enak dimulut.
3. Memberikan warna dan aroma yang lebih menarik
4. Meningkatkan kualitas pangan.
5. Menghemat biaya.
Berdasarkan tujuan penggunaannya dalam pangan, pengelompokan BTP yang diizinkan
digunakan dalam makanan menurut peraturan Mentri Kesehatan RI
No.722/Menkes/Per/IX/88 adalah sebagai berikut:
a. Pewarna, yaitu BTP yang dapat memperbaiki atau memberi warna pada
makanan. Contoh pewarna sintetik adalah amaranth, indigotine, dan nafthol yellow.
b. Pemanis buatan, yaitu BTP yang dapat menyebabkan rasa manis pada makanan yang
tidak atau hamper tidak memiliki nilai gizi. Contohnya adalah Sakarin, Siklamat dan
Aspartam.
c. Pengawet yaitu BTP yang dapat mencegah atau menghambat terjadinya fermentasi,
pengasaman atau penguraian lain pada makanan yang disebabkan oleh pertumbuhan
mikroba. Contohnya: asam asetat, asam propionat dan asam benzoat.
d. Antioksidan yaitu BTP yang dapat memghambat atau mencegah proses oksidasi
lemak sehingga mencegah terjadinya ketengikan. Contohnya adalah TBHQ (tertiary
butylhydroquinon).
e. Antikempal, yaitu BTP yang dapat mencegah menggumpalnya makanan serbuk,
tepung atau bubuk.contohnya adalah: kalium silikat.
f. Penyedap rasa dan aroma, penguat rasa, yaitu BTP yang dapat memberikan,
menembah atau mempertegas rasa dan aroma. Contohnya Monosodium Glutamate
(MSG).
g. Pengatur keasaman (pengasam, penetral dan pendapar), yaitu BTP yang dapat
mengasamkan, menetralkan dan mempertahankan derajat asam makanan. Contohnya
agar, alginate, lesitin dan gum.
h. Pemutih dan pematang tepung, yaitu BTP yang dapat mempercepat proses pemutihan
atau pematangan tepung sehingga memperbaiki mutu pemanggangan. Contohnya
adalah asam askorbat dan kalium bromat.
i. Pengemulsi, pemantap dan pengental, yaitu BTP yang dapat membantu terbentuknya
dan memantapkan system disperse yang homogen pada makanan.
j. Pengeras yaitu BTP yang dapat memperkeras atau mencegah lunaknya makanan.
Contohnya adalah kalsium sulfat, kalsium klorida dan kalsium glukonat.
k. Sekuestan, yaitu BTP yang dapat mengikat ion logam yang terdapat dalam makanan,
sehingga memantapkan aroma, warna dan tekstur. Contohnya asam fosfat dan EDTA
(kalsium dinatrium edetat).
l. BTP lain yang termasuk bahan tambahan pangan tapi tidak termasuk golongan diatas.
Contohnya antara lain: enzim, penambah gizi dan humektan.
Beberapa bahan tambahan yang dilarang digunakan dalam makanan menurut
PerMenkes RI Nomor 722/Menkes/Per/IX/88, sebagai berikut :
a. Natrium tetraborat (boraks)
b. Formalin (formaldehyd)
c. Minyak nabati yang dibrominasi (brominated vegetable oils)
d. Kloramfenikol (chlorampenicol)
e. Kalium klorat (pottasium clorate)
f. Dietilpirokarbonat (diethylpyrocarbonate, DEPC)
g. Nitrofuranzon (nitrofuranzone)
h. P-Phenetil Karbamida (p-Phenethycarbamide, dulcin, 4-ethoxyphenyl urea)
i. Asam salisilat dan garamnya (salicylic acid and its salt)
L. Evaluasi
1. Prosedur : Akhir penyuluhan
2. Waktu : 5 menit
3. Bentuk Soal : Tanya Jawab
4. Jumlah Soal : 3 soal
5. Jenis Soal : Menguraikan secara lisan

DAFTAR PUSTAKA

Anggrahini, Sri. 2008. Keamanan Pangan Kaitannya dengan Penggunaan Bahan Tambahan
dan Kontaminan. Diakses di
: http://lib.ugm.ac.id/digitasi/upload/732_pp0906016.pdf pada tanggal 22 Maret 2017.

Puspasari, Karen. 2007. Aplikasi Teknologi Dan Bahan Tambahan Pangan Untuk
Meningkatkan Umur Simpan Mie Basah Matang. Diakses
Di: Http://Repository.Ipb.Ac.Id/Bitstream/Handle/123456789/11791/F07kpu.Pdf pada
tanggal 22 Maret 2017.

Saparinto, Cahyo dan Hidayati, Diana. 2006. Bahan Tambahan Pangan.


Yogyakarta: Kanisius.

Viana, Aktia. 2012. Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Guru Sekolah Dasar tentang
Makanan yang Mengandung Bahan Tambahan Pangan pada Sekolah Dasar di
Kelurahan Mabar Kecamatan Medan Deli Tahun 2011. Diakses
di:http://repository.usu.ac.id/handle/123456789/31260 pada tanggal 22 Maret 2017

http://dhechicetia.blogspot.co.id/