Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN

Keselamatan dan kesehatan kerja difilosofikan sebagai suatu pemikiran dan

upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani

tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya, hasil karya dan

budayanya menuju masyarakat makmur dan sejahtera. Sedangkan pengertian

secara keilmuan adalah suatu ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha

mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

Kesehatan dan keselamatan Kerja (K3) tidak dapat dipisahkan dengan proses

produksi baik jasa maupun industri.

Keselamatan Kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin,

pesawat, alat kerja, bahan, dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan

lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan. Pengistilahan Keselamatan

dan Kesehatan Kerja bermacam-macam, ada yang menyebutnya Hygene

Perusahaan dan Kesehatan Kerja (Hyperkes) dan ada yang hanya disingkat K3,

dan dalam istilah asing dikenal Occupational Safety and Health.

Kesehatan Kerja Pengertian sehat senantiasa digambarkan sebagai suatu

kondisi fisik, mental dan sosial seseorang yang tidak saja bebas dari penyakit atau

gangguan kesehatan melainkan juga menunjukkan kemampuan untuk berinteraksi

dengan lingkungan dan pekerjaannya. Paradigma baru dalam aspek kesehatan

mengupayakan agar yang sehat tetap sehat dan bukan sekadar mengobati,

merawat, atau menyembuhkan gangguan kesehatan atau penyakit. Oleh


karenanya, perhatian utama di bidang kesehatan lebih ditujukan ke arah

pencegahan terhadap kemungkinan timbulnya penyakit serta pemeliharaan

kesehatan seoptimal mungkin.

Berdasarkan data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)

Ketenagakerjaan di Indonesia telah terjadi 105.182 kasus kecelakaan kerja hingga

akhir tahun 2015. Dimana 2.375 kasus dari total jumlah kecelakaan kerja

merupakan kasus kecelakaan berat yang mengakibatkan kematian. Angka

kecelakaan kerja tersebut relatif sangat tinggi. Penyebab kecelakaan kerja yang

sering ditemui diantaranya perilaku yang tidak aman, kondisi lingkungan yang

tidak aman, atau kedua kondisi tersebut terjadi secara bersama – sama. Kondisi ini

kadang diperparah dengan keterlambatan informasi kepada pihak perusahaan

sehingga tidak segera ditangani.

PT Wika Realty adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang

developer dan fokus kepada tiga bidang usaha yaitu pengembangan bisnis Realty,

manajemen properti dan jasa konstruksi. Hal ini tidak menutup kemungkinan

dapat terjadinya kecelakaan pada karyawan-karyawan yang berkerja pada PT

Wika Realty. Karena pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja, maka berikut

akan dijabarkan beberapa permasalahan dan upaya pencegahan dalam mengurangi

kecelakaan kerja pada perusahaan tersebut.

Low Back Pain (LBP) atau Nyeri Punggung Bawah (NPB) adalah suatu

gejala dan bukan merupakan suatu diagnosis. Pada beberapa kasus gejalanya

sesuai dengan diagnosis patologisnya dengan ketepatan yang tinggi, namun

sebagian besar kasus, diagnosisnya tidak pasti dan berlangsung lama.


Nyeri punggung bawah (low back pain) adalah nyeri di daerah punggung

bawah, yang mungkin disebabkan oleh masalah saraf, iritasi otot atau lesi tulang.

Nyeri punggung bawah dapat mengikuti cedera atau trauma punggung, tapi rasa

sakit juga dapat disebabkan oleh kondisi degeneratif seperti penyakit artritis,

osteoporosis atau penyakit tulang lainnya, infeksi virus, iritasi pada sendi dan

cakram sendi, atau kelainan bawaan pada tulang belakang. Obesitas, merokok,

berat badan saat hamil, stres, kondisi fisik yang buruk, postur yang tidak sesuai

untuk kegiatan yang dilakukan, dan posisi tidur yang buruk juga dapat

menyebabkan nyeri punggung bawah.

Kelompok Studi Nyeri (Pokdi Nyeri) Persatuan Dokter Spesialis Saraf

Indonesia (PERDOSSI) melakukan penelitian pada bulan Mei 2002 di 14 rumah

sakit pendidikan, dengan hasil menunjukkan bahwa jumlah penderita nyeri

sebanyak 4456 orang (25% dari total kunjungan), 1598 orang (35,86%)

merupakan penderita nyeri kepala dan 819 orang (18,37%) adalah penderita LBP.