Anda di halaman 1dari 5

A.

Anatomi Fisiologi Kehamilan Normal

Kehamilan normal merupakan masa yang dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin.
Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari
pertama haid terakhir.

Kehamilan dibagi dalam 3 trimester yaitu trimester pertama dimulai dari konsepsi sampai 3
bulan, trimester kedua dari bulan keempat sampai 6 bulan, trimester ketiga dari bulan ketujuh
sampai 9 bulan.

1. Adaptasi fisiologik Trimester I pada sistem reproduksi :

2. Adaptasi fisiologik Trimester II pada sistem reproduksi :


a. Uterus
 Terus membesar (hipertrofi sel-sel otot)
 Bentuk oval
 Kontraksi braxton hieks sering terjadi
 Fetus dapat dipalpasi
b. Serviks
 Terus memanjang
 Lebih lembut
 Mukus banyak
c. Vagina
 Sel-sel otot hipertrofi
 Mukosa tebal
 Leokokhea
 Ph asam (5,6-6,0)
d. Tuba falopi
 Tidak mengalami perubahan
 Degenerasi korpus luteum
e. Mammae
 Duktus dan alveoli hipertrofi
 Areola dan puting membesar dan hitam
 Mulai sekresi kolostrum
3. Adaptasi fisiologik Trimester III pada sistem reproduksi :
a. Tanda permulaan persalinan

Tanda-tanda sebelum terjadinya persalinan yang disebut dengan kala pendahuluan


(preparatory stage of labor) adalah sbb:

 Lightening atau setting atau dropping yaitu kepala turun memasuki pintu atas
panggul terutama pada primigravida.
 Perut kelihatan lebih melebar dan fundus uteri menurun
 Perasaan sering-sering atau susah kencing (polakisuria) karena kandung kemih
tertekan oleh bagian terbawah janin
 Perasaan sakit di perut dan di pinggang oleh adanya kontraksi-kontraksi lemah dari
uterus (false labor pains)
 Serviks menjadi lembek, mulai mendatar dan sekresinya bertambah bisa bercampur
darah (bloody show)
b. Vagina dan Vulva

Perubahan hormon estrogen mengakibatkan adanya hypervaskularisasi meningkatnya


reaksi leukhorea sehingga vulva dan vagina tampak lebih merah, agak kebiruan (livide),
tanda ini disebut dengan tanda chadwick.

c. Serviks uteri

Akibat kadar estrogen meningkat dan dengan adanya hypervaskularisasi maka


konsistensi serviks menjadi lunak dan mengeluarkan cairan pervagina lebih banyak yang
disebut overculum.

d. Ovarium
Pada permulaan kehamilan masih terdapat corpus luteum graviditasis sampai
terbentuknya placenta pada kira-kira kehamilan 16 minggu,corpus luteum akan mengecil
setelah placenta terbentuk.

e. Mammae atau payudara

Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai persiapan memberikan


ASI pada saat laktasi. Keluarnya cairan dari payudara yaitu colustrum adalah makanan bayi
pertama yang kaya akan protein. Hiperpigmentasi areola dan puting yang muncul keluar,
hormon yang mempengaruhi.

f. Estrogen

Menimbulkan penimbunan lemak dan air serta garam sehingga payudara tampak
semakin membesar, tekanan serta syaraf akibat penimbunan lemak dan air serta garam
menyebabkan rasa sakit pada payudara.

 Somatotropin
Penimbunan lemak sekitar alveolus payudara merangsang pengeluaran colostrums pada
payudara.
 Progesterone
Menambah jumlah sel acinus pengeluaran ASI belum berlangsung karna prolactin
belum berfungsi setelah persalinan, hambatan prolactin tidak ada sehingga membuat
ASI dapat keluar dengan lancar.
g. Kulit

Pada kulit terdapat deposit pigmen dan hyperpigmentasi alat-alat tertentu akibat
peningkatan MSH (Melanophore Stimulating Hormon), hyperpigmentasi dapat terjadi di
wajah, leher, alveolar mammae dan abdomen.

h. Sirkulasi darah

Volume darah semakin meningkat kira-kira 25% dimana jumlah serum darah lebih
besar dari pada pertumbuhan sel darah, sehingga terjadi semacam pengenceran darah
(hemodilusi) dengan puncak nya pada usia 32 minggu, terjadi supine hypotensive karna
penekanan vena kava inverior.

i. Sistem pernapasan

Pada kehamilan terjadi perubahan sistem respirasi untuk memenuhi kebutuhan O2 dalam
tubuh, disamping itu terjadi gesekan diafragma karena dorongan rahim yang membesar,
sehingga pernapasan 2 kali lebih cepat.

j. Traktus digestivus

Akibat meningkatnya kadar esterogen tubuh perasaan enek (nausea) pada kehamilan
muda. tonus-tonus otot traktus digestivus menurun, sehingga motilitas traktus digestivus
berkurang. Hal ini untuk resorbsi tetapi menimbulkan obstipasi. Juga terjadi pengeluaran air
liur berlebihan yang disebut salviasi.

k. Abdomen

Munculnya kontraksi Braxton hiks.

B. Anatomi Fisiologi Tahap Persalinan

Menurut Tsokronegoro (2005) tahap persalinan dibagi menjadi 4 fase/kala yaitu:

Kala I : Dinamakan kala pembukaan, pada kala ini serviks membuka sampai terjadinya
pembukaan 10 cm. Proses membukanya serviks dibagi atas 2 fase :

a. Fase laten berlangsung selama 7-8 jam pembukaan terjadi sangat lambat sampai
mencapai ukuran diameter 3 cm
b. Fase aktif dibagi dalam 3 fase yaitu fase akselerasi dalam waktu 2 jam, pembukaan 3 cm
tadi menjadi 4 cm dan fase dilatasi maximal dalam waktu 2 jam pembukaan
berlangsung sangat cepat dari 4 menjadi 9 cm dan fase deselerasi pembukaan dari 9 cm
menjadi lengkap 10 cm. Kala 1 ini selesai apabila pembukaan serviks uteri telah
lengkap.
Kala II : kala ini berlangsung 1,5 jam pada primigravida dan 0,5 jam pada multipara. Batasan
persalinan kala II yaitu dimulai saat pembukaan serviks lengkap (10 cm) dan berakhir dengan
lahirnya seluruh tubuh janin. Kontraksi pada kala II ini biasanya sangat kuat sehingga
kemampuan ibu untuk menggunakan otot-otot abdomen dan posisi presentasi mempengaruhi
durasi kala II. Transisi kala II ini biasanya berlangsung singkat dan umumnya terjadi hanya
dalam tempo beberapa menit saja.

Kala III : Kala uri/plasenta terlepas dari dinding uterus dan dilahirkan. Prosesnya 6-15 menit
setelah bayi lahir.

Kelas IV : Observasi dilakukan mulai lahirnya plasenta selama 1 jam, hal ini dilakukan untuk
menghindari terjadinya perdarahan.