Anda di halaman 1dari 29

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA LOW BACK PAIN PADA Ny.

W
KELUARGA Tn. W DENGAN TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA DEWASA
DI DUSUN KENANGASARI RW 07 KELURAHAN GENUK

OLEH :
LUSIANA GARDININGTYAS
010114A063

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS NGUDI WALUYO
2017
LAPORAN PENDAHULUAN
LOW BACK PAIN PADA Ny. W KELUARGA Tn. W DENGAN TAHAP
PERKEMBANGAN KELUARGA PADA DEWASA DI DUSUN
KENANGASARI RW 07 KELURAHAN GENUK

A. Konsep Dasar Keluarga


1. Definisi Keluarga
Keluarga yang merupakan bagian dari masyarakat sesungguhnya mempunyai
peranan yang sangat penting dalam membentuk budaya dan perilaku sehat. Dari
keluargalah pendidikan kepada individu dimulai, tatanan masyarakat yang baik
diciptakan, budaya dan perilaku sehat dapat lebih dini ditanamkan. Oleh karena itu,
keluarga mempunyai posisi yang strategis untuk dijadikan sebagai unit pelayanan
kesehatan karena masalah kesehatan dalam keluarga saling berkaitan dan saling
mempengaruhi antar anggota keluarga, yang pada akhirnya juga akan mempengaruhi
juga keluarga dan masyarakat yang ada disekitarnya.
Banyak ahli menguraikan pengertian keluarga sesuai dengan perkembangan
sosial masyarakat. Berikut ini definisi keluarga menurut beberapa ahli dalam
(Jhonson R, 2010) :
a. Raisner
Keluarga adalah sebuah kelompok yang terdiri dan dua orang atau lebih masing –
masing mempunyai hubungan kekerabatan yang terdiri dari bapak, ibu, kakak,
dan nenek.
b. Duval
Menguraikan bahwa keluarga adalah sekumpulan orang dengan ikatan
perkawinan, kelahiran dan adopsi yang bertujuan untuk menciptakan,
mempertahankan budaya dan meningkatkan perkembangan fisik, mental,
emosional serta sosial dari setiap anggota keluarga.
c. Spradley dan alllender
Satu atau lebih yang tinggal bersama, sehingga mempunyai ikatan emosional dan
mengembangkan dalam interelasi sosial, peran dan tugas.
d. Departemen Kesehatan RI
Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala
keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat di
bawah satu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
Dapat disimpulkan bahwa karakteristik keluarga adalah :
1) Terdiri dari dua atau lebih individu yang diikat oleh hubungan darah,
perkawinan atau adopsi.
2) Anggota keluarga biasanya hidup bersama atau jika terpisah mereka tetap
memperhatikan satu sama lain.
3) Anggota keluarga berinteraksi satu sama lain dan masih – masing mempunyai
peran sosial : suami, istri, anak, kakak dan adik.
4) Mempunyai tujuan : menciptakan dan mempertahankan budaya, meningkatkan
perkembangan fisik, psikologis, dan sosial anggota.
2. Tipe atau bentuk keluarga
Gambaran tentang pembagian Tipe Keluarga sangat beraneka ragam,
tergantung pada konteks keilmuan dan orang yang mengelompokkan, namun secara
umum pembagian Tipe Keluarga dapat dikelompokkan sebagai berikut :
a. Pengelompokan secara Tradisional
Secara Tradisional, Tipe Keluarga dapat dikelompokkan dalam 2 macam, yaitu :
1) Nuclear Family (Keluarga Inti)
Adalah keluarga yang hanya terdiri dari ayah, ibu dan anak yang diperoleh
dari keturunannya atau adopsi atau keduanya.
2) Extended Family (Keluarga Besar)
Adalah keluarga inti ditambah anggota keluarga lain yang masih mempunyai
hubungan darah, seperti kakek, nenek, paman, dan bibi
b. Pengelompokan secara Modern
Dipengaruhi oleh semakin berkembangnya peran individu dan meningkatnya rasa
individualism, maka tipe keluarga Modern dapat dikelompokkan menjadi
beberapa macam, diantaranya :
1) Tradisional Nuclear
Adalah : Keluarga INTI (Ayah, Ibu dan Anak) yang tinggal dalam satu rumah
yang ditetapkan oleh sanksi-sanksi legal dalam suatu ikatan perkawinan,
dimana salah satu atau keduanya dapat bekerja di luar rumah.
2) Niddle Age/Aging Couple
Adalah : suatu keluarga dimana suami sebagai pencari uang dan istri di rmah
atau kedua-duanya bekerja di rumah, sedangkan anak-anak sudah
meninggalkan rumah karena sekolah/menikah/meniti karier.

3) Dyadic Nuclear
Adalah : suatu keluarga dimana suami-istri sudah berumur dan tidak
mempunyai anak yang keduanya atau salah satunya bekerja di luar umah.
4) Single Parent
Adalah : keluarga yang hanya mempunyai satu orang tua sebagai akibat
perceraian atau kematian pasangannya dan anak-anaknya dapat tinggal di
rumah atau di luar rumah.
5) Dual Carrier
Adalah : Keluarga dengan suami – istri yang kedua-duanya orang karier dan
tanpa memiliki anak.
6) Three Generation
Adalah : keluarga yang terdiri atas tiga generasi atau lebih yang tinggal dalam
satu rumah.
7) Comunal
Adalah : keluarga yang dalam satu rumah terdiri dari dua pasangan suamiistri
atau lebih yang monogamy berikut anak-anaknya dan bersama-sama dalam
penyediaan fasilitas.
8) Cohibing Couple/Keluarga Kabitas/Cahabitation
Adalah : keluarga dengan dua orang atau satu pasangan yang tinggal bersama
tanpa ikatan perkawinan.
9) Composite /Keluarga Berkomposisi
Adalah : sebuah keluarga dengan perkawinan poligami dan hidup/tinggal
secara bersama-sama dalam satu rumah.
10) Gay and Lesbian Family
Adalah : keluarga yang dibentuk oleh pasangan yang berjenis kelamin sama.
3. Peranan keluarga
Peranan keluarga menggambarkan seperangkat perilaku antar pribadi, sifat,
kegiatan yang berhubungan dengan pribadi dalam posisi dan situasi tertentu. Peranan
pribadi dalam keluarga didasari oleh harapan dan pola perilaku dan keluarga,
kelompok dan masyarakat. Berbagai peranan yang terdapat di dalam keluarga adalah
sebagai berikut :
a. Ayah sebagai suami dari istri dan ayah bagi anak – anak, berperan sebagai
pencari nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman, sebagai kepala
keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota
masyarakat dari lingkunganya.
b. Ibu sebagai istri dan ibu dari anak – anaknya, ibu mempunyai peranan untuk
mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik bagi anak – anaknya,
pelindung dan sebagai salah satu kelompok dari peranan sosial serta sebagai
anggota masyarakat di lingkungannya, disamping itu juga ibu perperan sebagai
pencari nafkah tambahan dalam keluarganya.
c. Anak – anak melaksanakan peranan psikososial sesuai dengan tingkat
perkembangannya baik fisik, mental, sosial, dan spiritual.
4. Tugas keluarga
Pada dasarnya ada delapan tugas pokok keluarga, tugas pokok tersebut ialah :
a. Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya.
b. Pemeliharaan sumber – sumber daya yang ada dalam keluarga.
c. Pembagian tugas masing – masing anggotanya sesuai dengan kedudukannya
masing – masing.
d. Sosialisasi antar anggota keluarga.
e. Pengaturan jumlah anggota keluarga.
f. Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga.
g. Membangkitkan dorongan dan semangat pada anggota keluarga.
5. Stuktur keluarga
Struktur sebuah keluarga memberikan gambaran tentang bagaimana suatu
keluarga itu melaksanakan fungsinya dalam masyarakat. Adapun macam-macam
Struktur Keluarga diantaranya adalah :
a. Patrilineal
Adalah : keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa
generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ayah.
b. Matrilineal
Adalah : keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara sedarah dalam beberapa
generasi, dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ibu.
c. Matrilokal
Adalah : sepasang suami-istri yang tinggal bersama keluarga sedarah istri.
d. Patrilokal Adalah : sepasang suami-istri yang tinggal bersama keluarga sedarah
suami.

e. Keluarga Kawin
Adalah : hubungan suami-istri sebagai dasar bagi pembinaan keluarga dan
beberapa sanak saudara yang menjadi bagian keluarga karena adanya hubungan
dengan suami atau istri.
6. Fungsi keluarga menurut Friedman (2010) sebagai berikut :
a. Fungsi afektif
Yaitu fungsi keluarga yang utama adalah untuk mengajarkan segala sesuatu untuk
mempersiapkan anggota keluarganya dalam berhubungan dengan orang lain.
b. Fungsi sosialisasi
Adalah fungsi mengembangkan dan sebagai tempat melatih anak untuk
berkehidupan social sebelum meninggalkan rumah untuk berhubungan dengan
orang lain di luar rumah.
c. Fungsi reproduksi
Adalah fungsi untuk mempertahankan generasi dan menjaga kelangsungan
keluarga.
d. Fungsi ekonomi.
Adalah fungsi keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga secara ekonomi dan
tempat untuk mengembangkan kemampuan individu dalam meningkatkan
penghasilan dalam rangka memenuhi kebutuhan keluarga.
e. Fungsi pemeliharaan kesehatan
Yaitu fungsi untuk mempertahankan keadaan kesehatan anggota keluarga agar
tetap memiliki produktivitas yang tinggi.
7. Tugas keluarga dalam bidang kesehatan
Menurut Friedman(2010)sesuai dengan Fungsi Pemeliharaan Kesehatan, keluarga
mempunyai Tugas-tugas dalam bidang kesehatan yang perlu dipahami dan dilakukan,
yaitu :
a. Mengenal masalah kesehatan setiap anggota keluarganya.
b. Mengambil keputusan untuk melakukan tindakan yang tepat bagi keluarga.
c. Memberikan perawatan bagi anggotanya yang sakit atau yang tidak mampu
membantu dirinya sendiri karena kecacatan atau usianya yang terlalu muda.
d. Mempertahankan suasana dirumah yang menguntungkan kesehatan dan
perkembangan kepribadian anggota keluarga.
e. Mempertahankan hubungan timbal balik antara keluarga dan lembaga kesehatan
dengan memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan yang ada.
B. Konsep Teori Dewasa
1. Definisi
Istilah “dewasa” berasal dari kata latin yaitu adults yang berarti telah tumbuh menjadi
kekuatan dan ukuran yang sempurna atau telah menjadi dewasa. Oleh karena itu,
orang dewasa adalah individu yang telah menyelesaikan pertumbuhannya dan telah
siap meneria kedudukan dalam masyarakat bersamaan dengan orang dewasa lainnya.
2. Ciri-ciri manusia dewasa
Masa dewasa dikatakan sebagai masa sulit bagi individu karena pada masa ini
seseorang dituntut untuk melepaskan ketergantungannya tehadap orang tua dan
berusaha untuk dapat mandiri. Menurut Yudrik Jahja, 2011:247 ciri-ciri masa
dewasa yaitu:
1. Masa Pengaturan (Settle Down)
2. Masa Usia Produktif
3. Masa Bermasalah
4. Masa Ketegangan Emosional
5. Masa Keterasingan Sosial
6. Masa Komitmen
7. Masa Ketergantungan
8. Masa Perubahan Nilai
9. Masa Penyesuaian Diri dengan Hidup Baru
10. Masa Kreatif
3. Perkembangan Fisik Dewasa
Dilihat dari aspek perkembangan fisik, pada awal masa dewasa kemampuan fisik
mencapai puncaknya, dan sekaligus mengalami penurunan selama periode ini. Dalam
pembahasan akan diuraikan beberapa gejala penting dari perkembangan fisik yang
terjadi selama masa dewasa, meliputi kesehatan badan, sensor dan perseptual, serta
otak.
1. Kesehatan Badan
Bagi kebanyakan orang, awal masa dewas ditandai dengan memuncaknya
kemampuan dan kesehatan fisik. Mulai dari sekitar usia 18 sampai 25 tahun, individu
memiliki kekuatan terbesar, gerak-gerak refleks mereka sangat cepat. Lebih dari itu,
kemampuan reproduktif mereka berada ditingkat yang paling tinggi. Meskipun pada
awal masa dewasa kondisi kesehatan fisik mencapai puncaknya, namun selama
periode ini penurunan keadaan fisik juga terjadi. Sejak usia 25 tahun, perubahan-
perubahan fisik mulai terlihat. Perubahan-perubahan ini sebagian besar lebih bersifat
kuantitaf dari pada kualitatif. Secara berangsur-angsur, kekuatan fisik mengalami
kemunduran, sehingga lebih mudah terserang penyakit. Akan tetapi, bagaimanapun
juga seseorang masih tetap cukup untuk melakukan aktifitas normal. Bahkan bagi
orang-orang yang selalu menjaga kesehatan dan melakukan olahraga secara rutin
masih terlihat bugar.
2. Perkembangan Sensori
Pada awal masa dewasa, penurunan fungsi penglihatan dan pendengaran mungkin
belum kentara. Akan tetapi, pada masa dewasa tengah perubahan-perubahan dalam
penglihatan dan pendengaran merupakan dua perubahan fisik yang paling menonjol.
Pada usia antara 40 dan 59 tahun, daya akomodasi mata mengalami penurunan paling
tajam. Karena itu, banyak orang pada usia setengah baya mengalami kesulitan dalam
melihat objek-objek yang dekat (Kline & Schieber, 1985 dalam Desmita, 2009:236).
Sementara itu, pendengaran juga mengalami penurunan pada usia sekitar 40 tahun.
Penurunan dalam hal pendengaran ini lebih terlihat pada sensitivitas terhadap nada
tinggi. Dalam hal penurunan sensitivitas terhadap nada tinggi ini, terdapat perbedaan
jenis kelamin, yakni laki-laki biasanya kehilangan sensitivitasnya terhadap nada tinggi
lebih awal dibandingkan pereempuan. Perbedaan jenis kelamin ini mungkin lebih
disebabkan oleh pengaruh pengalaman laki-laki terhadap suara gaduh dalam
pekerjaan sehari-hari, seperti pertambangan, perbengkelan, dan sebagainya.
3. Perkembangan Otak
Mulai masa dewasa awal, sel-sel otak juga berangsur-angsur berkurang. Tetapi,
perkembangbiakan koneksi neural (Neural Conection), khususnya bagi orang-orang
yang tetap aktif, membantu mengganti sel-sel yang hilang. Hal ini membantu
menjelaskan pendapat umum bahwa oragn dewasa yang tetap aktif, baik secara fisik,
seksual, maupun secara mental, menyimpan lebih banyak kapasitas mereka untuk
melakukan aktivitas-aktivitas demikian pada tahun-tahun selanjutnya. Pada usia tua,
sejumlah neuron, unti-unit sel dasar dari sistem saraf menghilang. Menurut hasil
jumlah penelitian, kehilangan neuron itu diperkirakan mencapai 50% selama tahun-
tahun masa dewasa. Tetapi, penelitian lain memperkirakan bahwa kehilangan itu lebih
sedikit. Bagaimanapun juga, menurut Santrock (1995) dalam Desmita (2009:237),
diperkirakan bahwa 5 hingga 10% dari neuron kita berhenti tumbuh sampai kita
mencapai usia 70 tahun. Setelah itu, hilangnya neuron akan semakin cepat.
Hilangnya sel-sel otak dari sejumlah orang dewasa di antarnya disebabkan oleh
serangkaian pukulan kecil, tumor otak, atau karena terlalu banyak minum-minuman
beralkohol. Semua ini akan semakin merusak otak, menyebabkan terjadinya erosi
mental, yang sering disebut dengan kepikunan (Senility). Bahkan, juga dapat
menimbulkan penyakit otak yang lebih menakutkan lagi, yaitu penyakit Alzheimer
yang di derita 3% dari populasi dunia berusia 75 tahun. Alzheimer dapat merusak
kecerdasan pikiran. Pertama-tama Alzheimer menyebabkan memori berkurang,
kemudian penalaran dan bahasa memburuk. Sebagai penyakit yang menjalar cepat,
setelah 5 hingga 20 tahun, penderita menjadi kehilangan arah, kemudian tidak dapat
mengendalikan diri, dan akhirnya kosong secara mental, hidup menjadi merana
(Myers, 1996 dalam Desmita, 2009:237)

C. Konsep Low Back Pain


1. Definisi
Low back pain adalah suatu tipe nyeri yang membutuhkan pengobatan medis
walaupun sering jika ada trauma secara tiba-tiba dan dapat menjadi kronik pada
masalah kehidupan seperti fisik, mental, sosial, dan ekonomi.
Low back pain adalah nyeri kronik di dalam lumbal, biasanya disebabkan oleh
terdesaknya para vertebral otot, herniasi dan regenerasi dari nukleus pulposus,
osteoartritis, dari lumbal sacral pada tulang belakang (Brunner, 1999).
Low back pain dapat terjadi pada siapa saja yang mempunyai masalah kesehatan
pada muskulokeletal seperti ketegangan lumbosacral akut, ketidakmampuan ligamen
lumbosakral, kelemahan otot, osteoartritis, spinal stenosis, serta masalah pada sendi
intervertebral, dan kaki yang tidak sama panjang.
2. Manifestasi klinis
Pasien biasanya mengeluh nyeri punggung akut maupun kronis (lebih dari 2 bulan
tanpa perbaikan) dan kelemahan.
Karakteristik LBP diantaranya :
- Nyeri punggung paraspinal
- Nyeri diperhebat oleh pembebanan punggung
- Nyeri alih ke regio gluteus atau paha
- Nyeri hilang bila istirahat
3. Etiologi
Sebagian besar nyeri punggung bawah tidak dapat ditentukan penyebabnya secara
jelas.
Beberapa penyebab LBP:
1. Keseleo otot (muscle strain)/ otot yang tertarik.
2. Spasme otot.
3. Osteoartritis.
4. Sciatica.
5. Osteoporosis.
6. Hernia bantalan.
7. Fibromyalgia.
8. Luka pada usus 12 jari.
9. Lainnya : infeksi kandung kemih, endometriosis (jaringan endometrium dari
kandungan /uterus yang berada diluar uterus), kanker ovarium (indung telur), kista
ovarium, testis yang terputar dan sebagainya.
4.Patofisiologi
Konstruksi punggung yang unik memungkinkan fleksibilitas sementara disisi lain
tetap dapat memberikan perlindungan maksimal terhadap sumsum tulang belakang.
Discus invertebralis akan mengalami perubahan sifat ketika usia bertambah tua.
Sehingga degenerasi discus ini merupakan penyebab nyeri punggung utama.
Patofisiologi dikalisifikasikan berdasarkan beberapa penyebab LBP:
1. Keseleo otot (muscle strain)/ otot yang tertarik. Otot yang tertarik/teregang
termasuk tendon dan ligamen atau sendi yang meradang dapat menyebabkan sakit
punggung
2. Spasme otot. Otot yang berkontraksi (spasm) merupakan akibat adanya kerusakan.
Spasme ini sebenarnya dimaksudkan untuk mengistirahatkan bagian yang sakit
sehingga mencegah kerusakan lebih lanjut
3. Osteoartritis. Adalah proses penuaan sendi biasanya pada usia di atas 60 tahun.
Terjadi kerusakan tulang rawan yang melapisi permukaan dalam sendi ruas tulang
belakang.
4. Sciatica. Nyeri karena terjepitnya saraf atau meradang, dirasakan di bagian
punggung, dapat menjalar ke bokong/bagian belakang tungkai
5. Osteoporosis. Sekitar satu dari tiga wanita usia lebih dari 50 tahun merasakan
sakit punggung karena ada ruas tulang belakang yang keropos (osteoporosis)
dengan fraktur-fraktur kecil di ruas tulang belakang, atau rapuh tergencet
(compression fracture).
6. Hernia bantalan. Suatu sobekan atau tekanan pada bantalan dapat menyebabkan
bantalan menggembung atau pecah sehingga menekan saraf.
7. Fibromyalgia. Sakit punggung karena kekakuan otot dan tendon.
Ginjal. Sakit punggung juga dapat disebabkan gangguan dari organ dalam
misalnya ginjal, antara lain pada penyakit infeksi baik akut maupun kronis, batu
ginjal, bendungan pada ginjal dan sebagainya. Melalui pemeriksaan urin rutin di
laboratorium biasanya diperoleh informasi penting tentang gangguan ginjal.
8. Luka pada usus 12 jari yang terletak di bagian belakang, tidak jarang dirasakan
sebagai nyeri yang menembus ke tulang belakang.
9. Sakit punggung dapat juga berasal dari organ dalam panggul (pelvis) misalnya:
infeksi kandung kemih, endometriosis (jaringan endometrium dari kandungan
/uterus yang berada diluar uterus), kanker ovarium (indung telur), kista ovarium,
testis yang terputar dan sebagainya.
5. Faktor Resiko
Seseorang yang berada pada risiko sakit punggung bila: Bekerja pada konstruksi, atau
pekerjaan yang memerlukan mengangkat barang berat, banyak membungkuk atau
berputar atau vibrasi seluruh tubuh seperti pada pemakaian alat tumbuk /pemadat batu.
Selain itu, postur tubuh yang jelek, Sedang hamil, Umur lebih dari 30 tahun, Perokok
tanpa berolah raga atau kelebihan berat badan, Punya sakit sendi atau osteoporosis,
Punya ambang batas nyeri yang rendah, Sering merasa stress dan atau depresi.
6. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan penunjang yang dilakukan antara lain:
1. Pemeriksaan Rontgen tulang belakang,
2. pemeriksaan EMG (Electro Myography), bila saraf terlibat, untuk memeriksa
konduksi saraf,
3. menemukan iritasi pada saraf.
4. MRI (Magnetic Resonance Imaging)
5. CT Scan (Computed Tomography) untuk memeriksa keadaan bantalan,
keadaan saraf, otot, ligamen, tulang rawan, tendon, dan sebagainya.
6. Lain-lain: pemeriksaan densitas tulang untuk osteoporosis, bone scan untuk
tumor-tumor.
7. Management Terapi
1. Menghindari aktifitas yang mencetuskan nyeri
2. Meredakan nyeri (Pemberian analgetik dan tanpa analgetik)
3. Istirahat
4. Memperbaiki mobilitas fisik (Latihan gerak)
5. Pendidikan tentang mekanika tubuh yang tepat
KOESIONER DEWASA ( 21-59th )
1 Berapakah jumlah anggota keluarga anda yanga berusia 20 –
< 3 orang > 3 orang
59th
2 Apakah anda atau keluarga anda ada yang pernah dirawat di
Iya Tidak
rumah sakit ?
3 Apakah anda pernah mendapatk pendidikan kesehatan atau
Ya Tidak
informasi kesehatan ?
4 Apakah anda pernah mendapat pendidikan kesehatan atau
Ya Tidak
informasi kesehatan ?
5 Rematik Asam TBC ( HIV Tida
Hipertensi ( urat batuk k
Apakah penyakit yang pernah oleh dewasa ? ( jawab boleh ISPA (
Gula darah tinggi >2 ber
lebih dari satu ) batuk pilek )
) mingg mas
u) alah
6 Wiraswast Tidak
Apakah pekerjaan anda ? PNS Buruh Petani a bekerj
a
7 Apakah anda mempunya prilaku hidup yang tidak sehat ? Ya Tidak
Minum – Lain-lain
Jarang
Jika iya , apa perilakunya ? Merokok minuman sebutkan
mandi
keras
8 Apakah anda mengikuti kegiatan di masyarakat ? Ya Tidak
Wirausaha Posya Lain-
ndu lainny
Pengkajia
Jika iya , apa kegiatannya ? Arisan Olah raga lansia a,
n
sebutk
an
Alasan Lain-
Tidak tau
Jika tidak , apa alasannya ? kesehatan lainnya,
manfaatnya
( sakit ) sebutkan
9
Apakah ada waktu berkumpul dengan keluarga Ya Tidak
10
Apakah ada keluhan batuk selama > 2 bulan ? Ya Tidak

Jika iya , apakah sudah diperiksakan ? Ya Tidak


11 Apakah keluarga mengenal tanda-tanda TB paru ? Ya Tidak
12 Apakah keluarga tahu tentang etika batuk ? Ya Tidak
Jika iya, sebutkan !
Apakah pernah ada keluarga yang mendapatkan pengobatan
13 Ya Tidak
selama 6 bulan atau lebih ?
Jika iya, bagaimana pengobatannya ?
14 Apakah ada pengawasan minum obat ? Ya Tidak
15 Apakah selama minum obat adakah perubahan dan batuk ? Ya Tidak
Lain-
16 Darimanakah keluarga mendapatkan obvat itu ? Warung Apotik lainnya,
sebutkan !
Apakah selesai berobat keluarga memeriksakan kembali
17 Ya Tidak
kepelayanan kesehatan ?
Ya ,
Apakah di keluarga anda ada yang memiliki riwayat penyakit
18 sebutkan Tidak
menular seperti hipertensi, dibetes, kanker, asm urat , dsb
..........
Membeli
Makanan apa yang anda konsumsi setiap hari di dalam Masak makan
19
keluarga ? sendiri langsung
jadi
Makanan Makanan Makanan Makanan Buah
20 Apa makanan yang sering di konsumsi dewasa?
asin santan daging sayur
Gaya hidup Kurang
Pola makan tidak sehat gerak
21 Apa perilaku yang sering terjadi pada dewasa? Stres
tidak teratur (merokok,m (olahraga)
inuman
LAPORAN KASUS KEPERAWATAN KELUARGA

a. Data Umum :
1) Nama kepala keluarga : Tn. W
2) Alamat dan nomor telepon: RT.03/RW. 07 Kenangasari /085866159xxxx
3) Pekerjaan Kepala keluarga: Swasta
4) Pendidikan terakhir : SMA
5) Komposisi keluarga:

No Nama JK Hub Umu Pddkn Imunisasi Ket


anggota dg klg r
keluarga
BCG DPT Polio Campak Hep
B
1 Tn. W L Suami
2 Ny. W P Istri

Ket :
: Laki-laki

: Perempuan

: Perkawinan

: Keturunan

: Tinggal 1 rumah
: Klien

: Meninggal

6) Tipe bentuk keluarga : Keluarga Tn. S merupakan keluarga yang terdiri dari suami
dan istri

7) Suku bangsa : Jawa


8) Agama : Islam
9) Status sosial ekonomi keluarga: Penghasilan Tn. W dari 2000.000/ bulan, sedangkan
untuk pengeluaran kira-kira 1.000.000/bulan.
10) Aktivitas rekreasi keluarga: Setiap hari keluarga Tn. W menyempatkan diri untuk
kumpul bersama menonton tv, dan kadang-kadang berkunjung ke rumah saudara.
b. Tahap Perkembangan dan Riwayat Keluarga
11) Tahap perkembangan keluarga saat ini : Keluarga Tn. W berada pada tahap
perkembangan keluarga dengan istri memasuki usia dewasa
12) Sejauh mana keluarga memenuhi tugas perkembangan: Tugas-tugas perkembangan
pada tahap ini telah dilaksanakan oleh keluarga Tn. W namun keluarga Tn W belum
dikaruniai seorang anak
13) Riwayat keluarga inti :Keluarga Ny W tidak memiliki riwayat penyakit keturunan
seperti DM, Hipertensi, kolesterol dan lain-lain. Tn .W dan Ny. W dahulu pernah
kecelakaan , akibatnya Ny W sekarang tulang belakangnya selalu nyeri skala 7
seperti dipukul-pukul, hal tersebut sering dirasakan oleh Ny. W , selain itu Ny. W
mempunyai riwayat tumor payudara di payudara sebelah kanan.
14) Riwayat keluarga sebelumnya: Ny. W merupakan anak kelima dari lima bersaudara
kakak-kakak Ny. W tinggal beda rumah dengan Ny. W,sedangkan Ny. W tinggal
bersama anggota keluarganya. Hubungan keluarga mereka cukup baik, kalau ada
waktu luang sering nonton tv bersamadan juga berkunjung ke rumah saudara.

c. Data Lingkungan
16) Karakteristik rumah

KAMA wc
R

Dapur
Ruang Ruang
tengah tamu

Kamar

17) Karakteristik lingkungan :Keluarga Ny. W hidup di daerah yang sudah sedikit kota.
Karakteristik lingkungannya adalah mayoritas penduduk pendatang, ada yang asli
jawa dan ada juga yang berasal dari luar pulau. Mayoritas pekerjaan penduduk
adalah pegawai pabrik yang mulai bekerja dari pagi sampai sore dan sering juga
sampai malam
18) Mobilitas geografi keluarga : Keluarga Tn. W dan Ny. W adalah penduduk
pendatang didesa Genuk. Asal Tn. W dari Sleman, Yogyakarta dan Ny. W dari
Magelang. Tetapi mereka sudah menetap di desa Genuk.
19) Interaksi keluarga dengan masyarakat
d. Struktur komunikasi keluarga
20) Pola Komunikasi keluargaAnggota keluarga Ny. W berkomunikasi dalam sehari-
hari menggunakan bahasa Jawa. Keluarga mendapatkan informasi tentang
kesehatan dari petugas kesehatan, kader-kader dan juga dari televisi.
21) Struktur kekuasaan :Struktur kekuaasaan keluarga terletak pada Tn. W
22) Struktur peran (formal dan informal)
Formal : Tn.W sebagai suami , Ny. W sebagai istri
Informal : Tn. W sebagai pencari nafkah dalam keluarganya
23) Nilai keluarga : Dalam keluarga Tn. W norma sopan santun sangat
diperhatikanNilai-nilai dalam keluarga yaitu harus saling tolong-menolong.
e.Fungsi Keluarga
24) Fungsi afektif :Anggota keluarga saling menyayangi dan memperhatikan. Tetapi
kadang-kadang karena kesibukan masing-masing menyebabkan hal tersebut
menjadi susah dilakukan. Tetapi, jika ada persoalan dalam keluarga sering
dibicarakan bersama sehingga mendapatkan keputusan secara bersama.
25) Fungsi sosialisasi: Keluarga selalu menyempatkan diri untuk berkumpul di sore
hari setelah pulang kerja, keluarga berinteraksi dengan baik terhadap tetangga,
masyarakat dan lingkungan sekitar.
26) Fungsi perawatan kesehatan
a) Mengenal masalah kesehatan
Keluarga sudah mampu mengenali masalah pada Ny.W yaitu nyeri
pada punggung
b) Memutuskan tindakan kesehatan
Untuk mengatasi masalah pada Ny. W sudah bisa memutuskan untuk
mengatasi nyeri punggung dengan menggunakan obat dari dokter,
mengikuti terapi listrik di RSUD Ungaran dan terkadang ke
pengobatan alternatif di Banyubiru (pijat) . Jika ada anggota keluarga
yang sakit, keluarga merujuk ke pelayanan kesehatan.
c) Merawat anggota keluarga yang sakit
Jika ada anggota keluarga yang sakit, keluarga berperan aktif dalam
merawatnya, namun masih enggan untuk mencari informasi tentang
masalah kesehatan tersebut.
d) Akses pelayanan kesehatan
Keluarga mengerti tentang fasilitas kesehatan yang ada, jaraknya
kurang lebih 2 km.
f. Stress dan koping keluarga
27) Stressor, kekuatan, dan persepsi keluarga
Keluarga belum dikaruniai anak dan masih mempunyai masalah untuk
pengobatan punggung dari Ny. W
28) Strategi koping keluarga.
Keluarga Tn. W dan Ny. W berharap, memohon dan berdoa kepada Tuhan supaya
diberikan petunjuk untuk kesembuhan dari Ny W. Keluarga Tn. W selalu belajar
dari pengalaman terhadap setiap masalah dalam keluarganya dan mencari solusi
supaya istrinya sembuh dari penyakitnya
29) Adaptasi keluarga.
Strategi pemecahan masalah pada keluarga Tn. W adalah dengan cara musyawarah
denagan seluruh anggota keluarga.
30) Melacak stressor, koping, adaptasi sepanjang waktu
Didalam keluarga Tn. W dan Ny. W untuk menyelesaikan masalah dengan cara
berdoa dan mencari solusi yang tepat.

ANALISA DATA
No Data Fokus Etiologi Problem
1. DS: Keluarga Tn W dan Ny. W Trauma pada suatu Nyeri Kronik b.d
mengatakan Ny. W sering bagian yang disebabkan gangguan
mengalami nyeri di bagian oleh gerakan tiba-tiba, muskuloskletal kronis
punggung, terkadang jika dingin , kecelakaan mobil, jatuh
nyeri sudah dirasakan lebih dari 6
bulan,
P : Ny. Wmengatakan nyeri
muncul saat digerakan
Q : Ny. W mengatakan nyeri hilang
timbul, nyeri terasa seperti dipukul-
pukul
R : Ny. Wmengatakan nyeri di
bagian punggung
S : Skala nyeri 7
T : nyeri hilang timbul, namun
sering

DO : Ny. W terlihat meringis dan


memegangi punggung
S : 37,50 C, N : 90x/menit, RR :
22x/ menit dan TD : 120/70 mmHg

2. DS : Ny. W mengatakan memiliki Ketidakmampuan Ketidakefektifan


nyeri punggung lebih dari 6 bulan, keluarga merawat manajemen kesehatan
dan belum tahu bagaimana anggota keluarga yang keluarga
menurunkan nyerinya sakit
Ny. W mengatakan nyeri
P : Ny. W mengatakan nyeri
muncul saat digerakan
Q : Ny. W mengatakan nyeri hilang
timbul, nyeri terasa seperti dipukul-
pukul
R : Ny. W mengatakan nyeri di
bagian punggung
S : Skala nyeri 7
T : nyeri hilang timbul, namun
sering

DO : Nn. W terlihat meringis


karena nyeri punggung
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Nyeri Kronik b.d gangguan muskuloskletal kronis (Domain 12. Kenyamanan, Kelas
1. Kenyamanan Fisik, 00133)
2. Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan berhubungan dengan sumber daya tidak
cukup (Pengetahuan) (Domain 1.Promosi Kesehatan, Kelas 2. Manajemen Kesehatan.
00099)

RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN KELUARGA


NO DX KEP NOC NIC
1. Nyeri Kronik b.d Setelah dilakukan tindakan 1. Monitor tanda tanda vital
gangguan muskuloskletal keperawatan selama 3 x secara rutin
kronis (Domain 12. kunjungan diharapkan : 2. Jelaskan penggunaan
Kenyamanan, Kelas 1.
1. Nyeri berkurang dari (aplikasi) panas dingin ,
Kenyamanan Fisik,
00133) skala 7 berkurang alasan perawatan
menjadi 3 3. Pilih metode yang nyaman
2. Menggunakan tindakan dan tersedia (misalnya: botol
pengurangan nyeri diisi air panas, buli-buli yang
tanpa analgesik diisi air panas
4. Pilih area stimulasi atau are
yang nyeri
5. Tentukan durasi waktu untuk
pengompresan bedasarkan
respon klien
2. Ketidakefektifan Setelah dilakukan tindakan a. Tentukan pengetahuan
pemeliharaan kesehatan keperawatan selama 3 x kesehatan dan gaya hidup
berhubungan dengan kunjungan diharapkan perilaku saat ini pada
sumber daya tidak perilaku patuh : diet yang individu, keluarga, atau
cukup (pengetahuan) sehat dengan kriteria hasil : kelompok sasaran.
(Domain 1. Promosi 1. Menghindari makanan b. Kembangkan materi
Kesehatan, Kelas 2 yang dapat berinteraksi pendidikan tertulis yang
Manajemen Kesehatan, dengan obat- tersedia dan sesuai (berikan
00099) obatan/medikasi. leaflet).
2. Mendiskusikan c. Berikan ceramah untuk
penggunaan obat herbal memberikan informasi pada
dengan tenaga saat yang tepat.
kesehatan. d. Pertimbangkan dukungan
keluarga, teman sebaya dan
masyarakat terhadap perilaku
yang kondusif bagi
kesehatan.

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI FORMATIF


HARI, NO IMPLEMENTASI EVALUASI FORMATIF TTD
TGL DX
JAM KEP
Sabtu, 9 1 a. Melibatkankeluarga/orang DS : keluarga Ny. W
Desember yang memberi perawatan mengatakan bersedia untuk

2017 dalam merencanakan dan membantu dalam perawatan


Ny. W supaya nyeri Ny W
14.30 meningkatkan program
dapat teratasi
latihan.
DO : keluarga Ny. W tampak
kooperatif
b. Melakukan monitor tanda
DS : Ny. W mengatakan
tanda vital secara rutin punggungnya masih
merasakan nyeri
P : Ny. Wmengatakan
nyeri muncul saat
c. Monitor perubahan digerakan
tekanan darah Q : Ny. W mengatakan
d. Berikan dukungan nyeri hilang timbul,
keluarga, teman sebaya nyeri terasa seperti
dan masyarakat terhadap dipukul-pukul
perilaku yang kondusif R : Ny. Wmengatakan
2 bagi kesehatan nyeri di bagian
punggung
S : Skala nyeri 7
T : nyeri hilang timbul,
namun sering

DO : Ny. S tampak sedikit


lemas
S : 37,50 C, N : 90x/menit,
RR : 22x/ menit dan TD :
120/70 mmHg

DS : Ny. W mengatakan
punggung bawah merasakan
nyeri
P : Ny. Wmengatakan
nyeri muncul saat
digerakan
Q : Ny. W mengatakan
nyeri hilang timbul,
nyeri terasa seperti
dipukul-pukul
R : Ny. W mengatakan
nyeri di bagian
punggung
S : Skala nyeri 7
T : nyeri hilang timbul,
namun sering

DO : 120/70 mmHg
DS : Ny. W mengatakan
sangat senang mendapatkan
dukungan dari keluarga,
teman sebaya dan masyarakat
sekitar.
DO : Ny. W tampak senang
dan bahagia
Senin, 11 2 a. Mengembangkan materi DS : Ny. W mengatakan
Desember pendidikan tertulis yang senang diberikan
2017 tersedia (menjelaskan pendidikan kesehatan
16. 05 tentang low back pain ( tentang penyakitnya dan
nyeri punggung) dan cara untuk mengatasinya
manajemen nyeri Do : Ny. W dan keluarga
menggunakan kompres tampak senang dan sangat
hangat kooperatif
b. Berikan ceramah untuk DS : Ny. W dan keluarga
memberikan informasi mengatakan sangat senang
tentang low back pain , jika ada mahasiswa
cara pencegahan dan cara praktekan yang datang ke
mengatasinya dengan rumahnya memberikan
teknik nonfarmakologis. pendidikan kesehatan
c. Melakukan kompres air DO : Ny. W dan keluarga
hangat dengan tampak antusias
menggunakan buli-buli di
1 punggung bawah atau DS : Ny. Wmengatakan
area yang nyeri merasa nyaman saat
dikompres dengan buli-
buli menggunakan air
d. Melakukan monitor tanda hangat, Ny. W juga
tanda vital secara rutin mengatakan mau
menerapkannya setiap
hari
P: Ny. Wmengatakan
nyeri muncul saat
digerakan
Q : Ny. W mengatakan
nyeri hilang timbul,
nyeri terasa seperti
dipukul-pukul
R : Ny. W mengatakan
nyeri di bagian
punggung
S : Skala nyeri 3
T : nyeri hilang timbul,
namun sering
DO : Ny. W tampak
senang dan nyaman

DS : Ny. W mengatakan
kondisinya sudah lebih
baikan
DO : Ny. W tampak lebih
membaik setelah diberikan
kompres air hangat
S : 37,50 C, N : 94x/ menit,
RR : 20x/ menit dan TD :
120/ 70mmHg
Kamis, 14 2 a. Menentukan pengetahuan DS : Ny.W mengatakan
Desember kesehatan dan gaya hidup kurang menjaga gaya
2017 perilaku saat ini pada hidup dan jarang
individu, keluarga, atau berolahraga, tidak nafsu
kelompok sasaran. makan
b. Melakukan monitor tanda DO : Ny. W terlihat pucat
tanda vital secara rutin dan masih merasakan nyeri
: Ny. Wmengatakan nyeri
1 muncul saat digerakan
c. Monitor perubahan Q : Ny. W mengatakan
tekanan nyeri hilang timbul,
nyeri terasa seperti
dipukul-pukul
R : Ny. W mengatakan
nyeri di bagian
punggung
S : Skala nyeri 3
T : nyeri hilang timbul,
namun sering

DS : Ny. W mengatakan
merasa lebih nyaman
DO : Ny. W tampak
nyaman dan rileks
S : 370 C, N : 88x/menit,
RR: 20x/menit dan TD :
120/80mmHg
DS : Ny. W mengatakan
merasa senang karena
dengan dikompres
nyerinya mengalami
penurunan
DO : Ny. W tampak
senang dan nyaman

CATATAN PERKEMBANGAN
TGL DX KEP EVALUASI SUMATIF TTD
9/12/2017 Nyeri Kronik b.d S : Keluarga Tn W dan Ny. W mengatakan Ny.
gangguan W sering mengalami nyeri di bagian punggung,
muskuloskletal terkadang jika dingin , nyeri sudah dirasakan
kronis
lebih dari 6 bulan,
P : Ny. W mengatakan nyeri muncul saat
digerakan
Q : Ny. W mengatakan nyeri hilang timbul,
nyeri terasa seperti dipukul-pukul
R : Ny. W mengatakan nyeri di bagian
punggung
S : Skala nyeri 7
T : nyeri hilang timbul, namun sering
O : Ny. W terlihat meringis dan memegangi
punggung
S : 37,50 C, N : 90x/menit, RR : 22x/ menit dan TD :
120/70 mmHg
A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
 Melakukan kompres air hangat dengan
menggunakan buli-buli di bagian yang
nyeri
 Melakukan monitor tanda tanda vital
secara rutin

Ketidakefektifan S : Ny. W mengatakan memiliki nyeri punggung


pemeliharaan lebih dari 6 bulan, dan belum tahu bagaimana
kesehatan menurunkan nyerinya
berhubungan O : Ny. W tampak senang karenadiberikan
dengan sumber pendidikan kesehatan dan tindakan kompres air
daya tidak cukup hangat
(pengetahuan) A : masalah belum teratasi
P : lanjutkan intervensi
 Mengembangkan materi pendidikan
tertulis yang tersedia (menjelaskan
tentang hipertensi dan cara
mengatasinya) (berikan leaflet).
 Berikan ceramah untuk memberikan
informasi tentang hipertensi, cara
pencegahan dan cara mengatasinya
dengan teknik nonfarmakologis.
11/12/2017 Nyeri Kronik b.d S :Ny. W mengatakan merasa lebih nyaman saat
gangguan punggungnya dikompres dengan menggunakan
muskuloskletal air hangat, Ny. W juga mengatakan mau
kronis
menerapkannya setiap hari. Ny. W juga
mengatakan kondisinya sudah lebih baikan
P: Ny. W mengatakan nyeri muncul saat
digerakan
Q : Ny. W mengatakan nyeri hilang timbul,
nyeri agak lebih reda setelah dikompres
R : Ny. W mengatakan nyeri di bagian
punggung
S : Skala nyeri berkurang menjadi 3
T : nyeri hilang timbul, namun sering
Ketidakefektifan O : Ny. W terlihat nyaman
pemeliharaan S : 37,50 C, N : 94x/ menit, RR : 20x/ menit dan
kesehatan TD : 120/ 70mmHg
berhubungan A : masalah teratasi
dengan sumber P : pertahankan intervensi
daya tidak cukup  Melakukan monitor tanda tanda vital
(pengetahuan) secara rutin
 Monitor perubahan tekanan

S :Ny. Wmengatakan senang diberikan


pendidikan kesehatan tentang penyakitnya dan
cara untuk mengatasinya
O : Ny. W dan keluarga tampak senang dan
sangat kooperatif
A : masalah teratasi
P : lanjutkan intervensi
 Menentukan pengetahuan kesehatan dan
gaya hidup perilaku saat ini pada
individu, keluarga, atau kelompok
sasaran.
14/12/2017 Nyeri Kronik b.d S : Ny. S mengatakan merasa lebih nyaman dan
gangguan merasa senang karena tekanan darahnya
muskuloskletal mengalami penurunan
kronis
P: Ny. W mengatakan nyeri muncul saat
digerakan
Q : Ny. W mengatakan nyeri hilang timbul,
nyeri berkurang setelah dikompres air
hangat
R : Ny. W mengatakan nyeri di bagian
punggung
Ketidakefektifan
S : Skala nyeri berkurang menjadi 3
pemeliharaan
T : nyeri hilang timbul, namun sering
kesehatan
berhubungan O : Ny. S tampak nyaman dan rileks
dengan sumber S : 370 C, N : 88x/menit, RR: 20x/menit
daya tidak cukup dan TD : 120/80mmHg
(pengetahuan) A : masalah teratasi
P : melakukan evaluasi akhir terkait tindakan
yang sudah dilakukan

S :Ny. W mengatakan kurang menjaga gaya


hidup sehat dan jarang keluar rumah karena
punggungnya sakit , pola makan juga tidak
dijaga
O : Ny. S lemas , terbaring di tempat tidur dan
pola makan tidak dijaga
A : masalah teratasi
P : melakukan evaluasi akhir terkait tindakan
yang sudah dilakukan