Anda di halaman 1dari 2

 

POLTEKKES KEMENKES TASIKMALAYA  


 
 
JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN TASIKMALAYA 
FORMAT PENILAIAN KETERAMPILAN
TAHUN AKADEMIK 2016/2017

PROSEDUR TINDAKAN
PENGHISAPAN SEKRET (SUCTIONING) PER ORAL/NASAL

DILAKUKAN
NO ASPEK YANG DINILAI KET
YA TIDAK
A. PEGKAJIAN
1. Cek perencanaan keperawatan
2. Kaji ulang apakah klien memerlukan tindakan suction : inspeksi, auskultasi
3. Kaji posisi tidur klien

B. PERSIAPAN ALAT

4. Alat steril :
a. Kateter dengan ukuran sesuai kebutuhan klien
b. Sarung tangan steril
c. Penampung atau kom kecil
d. Air atau NaCl steril
e. Tongue spatel
f. Kassa steril

5. Alat tidak steril :


a. Tabung oksigen dan isinya
b. Mesin suction
c. Alas
d. Bengkok
e. Larutan desinfektan dlm tempatnya
f. Tissue

C. PERSIAPAN KLIEN

6. Beri penjelasan bila klien sadar


7. Atur posisi sesuai kebutuhan
a. Semi fowler dengan kepala mengarah kea rah perawat (Oropharingeal
suctioning)
b. Semi fowler dengan leher hiperekstensi, bila tidak ada kontraindikasi
(nasopharyngeal suctioning)
c. Lateral dengan muka menghadap perawat (klien tidak sadar)

D. CARA KERJA

8. Perawat cuci tangan


9. Pasang pengalas di dada klien
10. Beri oksigen dengan konsentrasi tinggi
11. Buka paket steri dan buat area steril
12. Siapkan atau tuangkan cairan kedalam kom steril
13. Nyalakan mesin suction
14. Pasang sarung tangan steril dengan benar : hand to glove – glove to glove
15. Sambungkan kateter dengan selang dari mesin dengan tangan dominan memegang ujung
selang kateter yang steril dan tangan tidak dominan memegang ujung selang dari mesin
(bersih)
16. Tes kemampuan mesin, dengan menarik cairan atau nacl steril
17. Masukan kateter perlahan-lahan pada lubang hidung yang paling lapang, thumb control
dibiarkan terbuka sampai ke karina. Bila diperlukan oropharingeal suctioning, maka
tindakan dilakukan setelah penarikan dari nasopharing selesai atau dengan mengganti
kateter
18. Tutup thumb control dan tarik kateter dengan arah memutar (waktu tidak lebih dari 15 –
20 detik dari pertama memasukan keteter sampai selesai satu tarikan)
20. Bersihkan kateter dengan cara kateter dimasukan kedalam air atau nacl steril
beri klien oksigen
21. Dengan tangan yang tidak steril, matikan mesin dan dengarkan suara nafas klien
a. Bila klien memerlukan penghisapan, lakukan penghisapan seperti prosedur diatas
setelah 20 -30 detik setelah penghisapan pertama
b. Bila suara nafas bersih, lipat kateter dan pegang dengan tangan steril, kemudian
tangan yang tidak steril, dengan kateter bekas tergulung kedalamnnya dan buang
ke tempat desinfektan
22. Bersihkan daerah mulut dan hidung klien setelah dilakukan penghisapan lendir
23. Betulkan kembali posisi klien
24. Bereskan peralatan
25. Buka saring tangan
26. Cuci tangan .

E. EVALUASI

27. Auskultasi suara nafas


28. Kenyamanan klien
29. Periksa respirasi rate dan adanay tanda-tanda sesak nafas

F. DOKUMENTASI

30. Waktu tindakan


31. Jumlah dan karakter secret
32. Hasil pemeriksaan RR dan suara nafas
33. Nama perawat yang melaksanakan kegiatan

SCORE : …………….

Tasikmalaya, ……………………2016
Penilai

(……………………………………….)