Anda di halaman 1dari 3

1.

Apa yang dimaksud dengan masyarakat islam yang sebenar benarnya dalam tujuan
Muhammadiyah?
Jawaban:
Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya, berarti masyarakat yang mempunyai kualitas
yang baik, yaitu kualitas yang dibina oleh ajaran Islam, masyarakat yang
berprikemanusiaan, masyarakat yang mengabdi kepada Allah SWT, masyarakat yang
memiliki pertalian dengan Allah dan sesama manusia, masyarakat di mana keutamaan,
kesejahteraan, dan kebahagiaan luas merata dan secara umum dapat digambarkan
sebagai “baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur”. Adapun profil masyarakat islam
diantaranya bertuhan dan beragama, berpersaudaraan, berakhlak dan beradab, berhukum
syar’i, berkesejahteraan, bermusyawarah, berihsan, berkemajuan, berkepemimpinan,
berketertiban, dan berkarakter masyarakat madani (maju, adil, makmur, demokratis,
mandiri, bermartabat, berdaulat, dan berakhlakmulia yang dijiwai nilai-nilai ilahiah).

2. Perjuangan untuk mencapai cita cita dan tujuan Muhammadiyah?


Jawaban:
perjuangan untuk mencapai tujuan muhammadiyah hanya akan dicapai dengan ittiba’
(mengikuti) perjuangan para rasul, terutama rasulullah SAW. Karena para rasul adalah
contoh terbaik bagi kehidupan umat manusia (Q.S. Al-Ahzab: 21) dan setiap perjuangan
perlu membaca pola dan strategi serta taktik perjuangan para Rasul sehingga mengerti
faktor-faktor yang menjadikan kemenangan atau kekalahan. Selain itu juga sifat pokok
perjuangan Nabi yaitu ibadah, jihad (bersungguh-sungguh), mengerahkan seluruh
kemampuan, pengorbanan, ikhlas, penuh tanggungjawab, penuh kesabaran dan tawakal.

3. Bagaimana Kualitas Pribadi Warga Muhammadiyah yang ideal?


Jawaban:
Kehidupan Pribadi
a. Dalam Aqidah
Setiap warga Muhammadiyah harus memiliki prinsip hidup dan kesadaran imani berupa tauhid
kepada Allah SWT yang benar,ikhlas,dan penuh ketundukkan. Wajib menjadikan iman dan
tauhid sebagai sumber seluruh kegiatan hidup,tidak boleh mengingkari keimanan berdasar
tauhid itu,dan tetap menjauhi serta menolak syirik yang menodai iman dan tauhid kepada Allah.
b. Dalam Akhlak
Meneladani perilaku Nabi dalam mempraktekkakn akhlak mulia sehingga menjadi uswatun
hasanah,yang diteladani oleh sesama. Dalam melakukan amal dan kegiatan hidup harus
senantiasa didasarkan pada niat yang ikhlas dalam wujud amal-amal saleh dan ihsan dan
menjauhkan diri dari segala sifat munkar. Dituntut untuk berakhlak mulia dan menjauhi akhlak
tercela. Dalam bekerja dan menunaikan tugas dalam kehidupan sehari-hari harus menjauhkan
diri dari praktek-praktek buruk.
c. Dalam Ibadah
1. Dituntut untuk senantiasa membersihkan jiwa/hati ke arah terbentuknya pribadi yang
mutaqqin dengan beribadah yang tekun dan menjauhkan diri dari nafsu yang buruk.
2. Melaksanakan ibadah mahdah dengan sebik-baiknya dan menghidupsuburkan ibadah
sunnah.
d. Dalam Mu’amalah Duniawiyah
1. Harus selalu menyadari dirinya sebagai abdi dan khalifah di muka bumi.
2. Senantiasa berfikir secara burhani (pendekatan tekstual dan kontekstual),bayani
(pendekatan fakta dan rasio),dan irfani (pendekatan dengan hati nurani)yang
mencerminkan cara berfikir yang Islami.

4. Perjuangan Muhammadiyah
Jawaban:

5. Tafsir surat ali Imran 110


ِ َ‫وف وتَ ْن َهو َن َع ِن الْمْن َك ِر وتُ ْؤِمنُو َن ِِب ََّّللِ ولَو آمن أ َْهل الْ ِكت‬
‫اب‬ ِ ِ ِ ‫ت لِلن‬
ْ َ ‫َّاس ََتُْمُرو َن ِبلْ َم ْعُر‬ ْ ‫ُخ ِر َج‬
ٍ
ْ ‫ُُنْتُ ْم َخ ْ َْي أ َُّمة أ‬
ُ ََ َْ َ ُ
ِ ‫لَ َكا َن خْيا ََلم ِمْن هم الْم ْؤِمنُو َن وأَ ْكثَرهم الْ َف‬
‫اس ُقو َن‬ ُ ُُ َ ُ ُ ُ ُْ ً ْ َ
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang
ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab
beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman dan
kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS. Ali ‘Imran: 110).
Ayat ini mengandung suatu dorongan kepada kaum mukminin supaya tetap memelihara
sifat-sifat utama yang disebutkan dan supaya mereka tetap mempunyai semangat yang
tinggi. Umat yang paling baik di dunia adalah umat yang mempunyai dua macam sifat,
yaitu mengajak kebaikan serta mencegah kemungkaran, dan senantiasa beriman kepada
Allah subhanahu wata’ala. Semua sifat itu telah dimiliki oleh kaum muslimin di masa nabi
dan telah mendarah daging dalam diri mereka karena itu mereka menjadi kuat dan jaya.
Dalam waktu yang singkat mereka telah dapat menjadikan seluruh tanah Arab tunduk dan
patuh di bawah naungan Islam, hidup aman dan tenteram di bawah panji-panji keadilan,
padahal mereka sebelumnya adalah umat yang berpecah belah selalu berada dalam suasana
kacau dan saling berperang antara sesama mereka. Ini adalah berkat keteguhan iman. dan
kepatuhan mereka menjalankan ajaran agama serta berkat ketabahan dan keuletan mereka
menegakkan amar makruf dan mencegah kemungkaran. Iman yang mendalam di hati
mereka selalu mendorong untuk berjihad dan berjuang untuk menegakkan kebenaran dan
keadilan

Transendensi ( nilai nilai ketuhanan )


Humanisasi (nilai nilai kemanusiaan )
Liberasi ( nilai nilai kebebasan )